Anda di halaman 1dari 1

8 penderita HIV/AIDS meninggal di Aceh

Warta
WASPADA ONLINE

ACEH UTARA Sejumlah delapan penderita HIV/AIDS telah meninggal dunia di


Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Korban meninggal itu dari jumlah 24 penderita penyakit
menakutkan itu sejak tahun 2007 hingga sekarang.

Korban meninggal terakhir adalah anak berusia 11 tahun yang terjadi beberapa waktu lalu.
Tapi sumber Media Indonesia tidak menjelaskan secara rinci identitas anak yang meninggal
terakhir akibat penyakit itu.

Kemudian tidak diketahui apa penyebab hinga dia terserang HIV/AIDS. Padahal, dia bisa
digolongkan anak di bawah umur yang jarang akibat pengaruh lingkungan.

Virus HIV/AIDS di Aceh Utara pertama kali terdeteksi pada 2007 setelah bencana tsunami
melanda Provinsi Aceh. Ditenggarai jumlah penderitanya paling banyak ditemukan setelah
rehabilitasi rekontruksi paska tsunami yang saat itu tidak terbatas berbagai bangsa luar masuk
ke Aceh.

Informasi diperoleh hari ini menyebutkan, dalam tahun ini saja ada 6 orang yang diketahui
terinfeksi virus penyakit berbahaya tersebut. Bahkan kedepan bisa saja semakin meningkat
lagi bila tidak ditanggulangi secara serius terutama disetiap kelas sosial dan kelompok
masyarakat.

Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Aceh Utara Machrozal


mengatakan sebagaian besar penderita penyakit itu adalah berumur 17-35 tahun. Menurutnya
kasus HIV/AIDS bisa dikatagorikan seperti fenomena gunung es di tengah samudera.

Yakni hanya sebagian kecil saja tampak ke atas permukaan laut, tapi dibawahnya lebih besar
tidak terlihat. "Ada penderita lainnya yang tidak diketahui, bila tidak diwaspadai itu semakin
bertambah," katanya.