Anda di halaman 1dari 5

S-BAG

TUGAS PKM
P2MABA JURUSAN FISIKA

Oleh

1. Balqyz Lovelila H. A. 171810201002


2. Siti Nur Halimah 171810201016
3. Aryo Ratri 171810201024
4. Ferrinda Ayu Mulia S. 171810201036
5. Nanda Mutiara Islami 171810201068

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2017
BAB 1. LATAR BELAKANG

Tas merupakan benda mendasar yang dibutuhkan setiap orang untuk


membantu meringankan kegiatan sehari-harinya. Kegunaan tas sendiri adalah
untuk menyimpan barang-barang yang tidak bisa dibawa oleh tangan dalam
jumlah banyak. Bentuk, ukuran, dan warna dari tas sangat beragam. Sekarang tas
menjadi salah satu industri yang sangat menggiurkan. Rata-rata penduduk di
dunia ini, menghabiskan sebagian dari uangnya untuk membelanjakan tas. Oleh
karena itu, para pengusaha sangat tertarik untuk mengembangkan bisnisnya di
industri tas ini.
Dimasa sekarang perkembangan teknologi dan informasi berkembang
sangat pesat, dampak dari perkembangan ini adalah bermuculnya penemuan-
penemuan baru yang sangat unik, bervariasi, dan sangat membantu dalam
kehidupan manusia. Salah satu contohnya adalah S-bag. Tas ini merupakan tas
yang dimodifikasi dengan alat Barcode scanner.
Oleh karena itu, tas sangat penting bagi kehidupan manusia, dan Barcode
scanner yang juga sangat bermanfaat, maka disini kita akan membuat penemuan
baru berupa tas yang dimodifikasi alat Barcode scanner.
BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Tas adalah wadah tertutup yang dapat dibawa bepergian. Materi untuk
membuat tas antara lain adalah kertas, plastik, kulit, kain, dan lain-lain. Biasanya
digunakan untuk membawa pakaian, buku, dan lain-lain. Tas yang dapat
digendong di punggung disebut ransel, sedangkan tas yang besar untuk memuat
pakaian disebut koper (dari bahasa Belanda koffer).Ada pula tas yang hanya
berbentuk kotak yang biasanya dipergunakan oleh kaum wanita untuk membawa
peralatan kecantikannya, biasanya disebut dengan tas kecantikan atau beauty
case .
Sebuah kode batang atau kode palang adalah suatu kumpulan data optik
yang dibaca mesin. Sebenarnya, kode batang ini mengumpulkan data dalam lebar
(garis) dan spasi garis paralel dan dapat disebut sebagai kode batang atau
simbologi linear atau 1D (1 dimensi). Tetapi juga memiliki bentuk persegi, titik,
heksagon dan bentuk geometri lainnya di dalam gambar yang disebut kode
matriks atau simbologi 2D (2 dimensi). Selain tak ada garis, sistem 2D sering juga
disebut sebagai kode batang.
Penggunaan awal kode batang adalah untuk mengotomatiskan sistem
pemeriksaan di swalayan, tugas dimana mereka semua menjadi universal saat ini.
Penggunaannya telah menyebar ke berbagai kegunaan lain juga, tugas yang secara
umum disebut sebagai Auto ID Data Capture (AIDC).
Kode batang dapat dibaca oleh pemindai optik yang disebut pembaca kode
batang atau dipindai dari sebuah gambar oleh perangkat lunak khusus. Di Jepang,
kebanyakan telepon genggam memiliki perangkat lunak pemindai untuk kode 2D,
dan perangkat sejenis tersedia melalui platform smartphone.
Kode batang (barcode) terutama UPC, sudah menjadi bagian penting
dalam peradaban modern. Penggunaan yang sudah tersebar luas menjadikan kode
batang terus digunakan dan berkembang dengan baik,seperti:
1. Hampir semua barang yang dijual di toko grosir, department store, sudah
menggunakan dan memiliki kode batang UPC. Hal ini sangat membantu
dalam melacak seluruh item yang dibeli dengan memunculkan harga dan
data yang sebelumnya sudah program.
2. Penggunaan pada kartu anggota Ritel (hampir seluruh toko ritel seperti alat
olah raga, kosmetik, peralatan kantor, obat, dan factory outlet) untuk
mengidentifikasikan konsumen yang menjadi anggota.
3. Pelacakan gerakan item, termasuk sewa mobil, bagasi maskapai
penerbangan. Sejak tahun 2005, maskapai menggunakan standar IATA 2D
kode batang di boarding pass (BCBP).
4. Beberapa 2D kode batang embed hyperlink ke halaman web page. Sebuah
telepon genggam mampu dapat digunakan untuk membaca kode batang
dan browsing situs yang terhubung.
5. Pada 1970-an dan 1980-an, perangkat lunak kode sumber ini kadang-
kadang dikodekan dalam kode batang dan dicetak di atas kertas.
BAB 3. DAFTAR PUSTAKA

Anonim.A.2017.Ransel.[serial online]
https://id.wikipedia.org/wiki/Ransel [diakses pada 27 September 2017]
Anonim.B.2017.Kode QR.[serial online]
https://id.wikipedia.org/wiki/Kode_QR [diakses pada 27 September 2017]
Anonim.C.2017.Tas.[serial online]
https://id.wikipedia.org/wiki/Tas [diakses pada 27 September 2017]