Anda di halaman 1dari 37

STRUKTUR ORGANISASI

KARU

KATIM A** KATIM B**

1. P PELAKSANA 1 1. P PELAKSANA 3
2. P PELAKSANA 2 2. P PELAKSANA 4

Keterangan :
1. KARU : M.Ali Sidik Solikhin
2. Katim A : Riajeng Dwi Safitri
3. Katim B : Naim Mathus Shofroh
4. PP I : Yansen Ariska
5. PP 2 : Mutia Kilandra
6. PP 3 : Rusmawati
7. PP 4 : Putri Rama Diana Sari

1
GUIDELINE DAN SKENARIO

A. Post Conference
1. Definisi
Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana
tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift
berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap perawatan dan hal
penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh
katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006)
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 07:15 s/d selesai

No Aktivitas
A . Persiapan :
1. Ketua tim menyiapkan ruangan post conference
2. Ketua tim menyiapkan rekam medic pasien dalam tanggung jawabnya
B. Pelaksanaan :
1. Ketua tim / PJ membuka post conference
2. Ketua tim / PJ menjelaskan tujuan dilaksanakannya post conference
3. Anggota tim menjelaskan tentang hasil tindakan / hasil asuhan
keperawatan yang telah dilakukan
4. Mendiskusikan masalah yang telah ditemukan dalam memberikan
ASKEP pada pasien dan mencari upaya penyelesaian masalah
5. Ketua tim /pj member reinforcement pada anggota tim
6. Ketua tim / pj menyimpulkan hasil post conference
C. Penutup :
1. Mengakhiri post conference dengan doa
2. Mendokumentasikan post conference
Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes
Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

2
3. Skenario
Naim : Baiklah teman teman kita akan melakukan post
conference.
Katim mempersiapkan post conference, mempersilakan semua staff
untuk masuk dalam ruangan dan katim membawa rekam medic
pasien.
Naim : Assalammualaikum, selamat pagi semuanya sudah
lengkap semuanya? Jika sudah mari kita mulai conference
pada hari ini, mari kita buka conference kita pada siang ini
dengan mengucapkan basmallah dan confrence resmi saya
buka. Dan mari kita berdoa menurut kepercayaan masing-
masing agar conference kita berjalan lancar. Bagaimana
untuk hari ini aspek asuhan keperawatan apa saja yang telah
dilaksanakan oleh rekan rekan sekalian pada masing-
masing ruangan? Apakah ada masalah yang perlu
didiskusikan?
Yansen : Untuk bagian A Alhamdulillah hari ini, asuhan
keperawatan yang di berikan berjalan dengan baik dan tidak
ada masalah, semua pasien sudah mandi dan bersih, cairan
IVFD pasien masih banyak, obat sudah di berikan, untuk
cek lab sudah di lakukan, hasilnya baru keluar jam 09:00
nanti, kondisi pasien VIP sudah membaik dan pesan
dr.Erwin kemarin, hari ini bisa pulang, kondisi pasien di
ruang A dalam keadaan baik, suhu tubuh Ny.D juga sudah
kembali normal.
Putri :Untuk bagian B alhamdulillah hari ini asuhan keperawatan
yang di berikan berjalan dengan baik dan sesuai yang telah
di rencanakan, semua pasien sudah mandi dan bersih,
cairan IVFD pasien masih banyak, obat sudah di berikan,
untuk cek lab sudah di lakukan, hasilnya baru keluar jam
09:00 nanti, untuk Tn.P masih mengeluh nyeri di bagian ulu

3
hati, untuk Ny.N warna kulit masih kuning, kornea mata
msh tampak kuning.
Naim : Jadi, masalah yang timbul yaitu kondisi Tn.P yang masih
mengeluh nyeri di bagian ulu hati, baiklah untuk Tn.P coba
kita beri teknik distraksi napas dalam untuk mengurangi
nyerinya, untuk Ny.N kita lihat hasil labnya nanti dan kita
coba cari solusi pemecahan masalahnya. Terima kasih atas
informasinya dan terima kasih juga kalian sudah bekerja
dengan baik. Jadi umlah pasien kita ada 5 orang tanpa ada
tambahan dan juga yang pulang, baiklah cukup sampai di
sini dulu conference kita hari ini, saya akhiri
wasalammualaikum, wr.wb.

4
B. Meeting Morning
1. Definisi
Meeting morning yaitu suatu pertemuan yang dilakukan di pagi
hari sebelum dimulainya operan tugas jaga antara shift malam ke shift
pagi. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah koordinasi intern ruang
perawatan sebagai wahana informasi dan komunikasi.
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 08:00 s/d selesai

No Variable Yang Dinilai

1 Karu menyiapkan tempat untuk melakukan meeting morning.


2 Karu membuka meeting morning dilanjutkan dengan doa bersama
3 Spiritual corner (membaca Al-Quran/kultum/membaca Hadist)
4 Melakukan repetitive magic power (budaya kerja dan keyakian dasar)
yang dibacakan salah satu peserta ditirukan peserta lain.
5 Karu memberikan informasi dan arahan kepada staff serta melakukan
klarifikasi apa yang telah disampaikan kepada staff.
6 Memberikan kesempatan staf untuk mengungkapkan permasalahan yang
muncul di ruangan.
7 Bersama-sama staff mendiskusikan pemecahan masalah yang dapat
tempuh
8 Karu memberi motivasi dan reinforcement kepada staff
9 Karu menutup meeting morning
10 Karu dan peserta meeting morning menandatangani notulen, Selanjutnya
dilanjutkan dengan operan jaga.
Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes
Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

5
3. Skenario
M.Ali : Apakah semuanya sudah pada kumpul, teman-teman pagi
ini kita akan melakukan meeting morning, Ajeng, boleh
tolong bantu saya menyiapkan ruangan untuk kita
melakukan meeting morning.
Ajeng : Iya pak, (pergi dan menyiapkan ruangan)
M.Ali : Terima kasih, baiklah teman-taman ayo kita ke ruangan,
(karu dan staff menuju ruang rapat), assalammualaikum,
wr.wb, selamat pagi semua, seperti biasa kita melakukan
meeting morning untuk mengetahui trend issue yang terjadi
sekarang, baiklah, sebelum meeting ini kita mulai, alangkah
baiknya kalau kita berdoa terlebih dahulu, yang akan
memimpin doa dan membacakan visi-misi serta motto kerja
kita kali ini saya mohon kepada Naim.
Naim : Oke baiklah teman-teman, sebelum memulai kegiatan,
alangkah baiknya terlebih dahulu kita berdoa menurut
kepercayaan masing-masing, berdoa mulai.. (hening dan
berdoa) selesai, (visi-misi serta motto terlampirkan)
M.Ali : Oke baik lah, terima kasih Naim, dalam pertemuan kali ini
saya akan menyampaikan pesan dari direktur rumah sakit
kita untuk meningkatkan nurshing sefty, baik perawat
maupun pasien, karena kemarin terjadi keselahan yang di
lakukan oleh staff di ruang bangau, terjadinya pemindahan
infeksi akibat pemakaian jarum suntik, maka dari itu kita
harus berhati-hati dalam bekerja, terus jangan lupa APD,
cuci tangan setelah maupun sebelum tindakan, sterilisasi
alat medis, penggunaan alat dan bahan habis pakai,
pemilahan alat yang infeksius dan non infeksius. Baiklah,
ada yang mau menyampaikan sesuatu hal terkait
permasalahan yang ada atau pendapat.

6
Putri : Pak, ada pasien kita di ruang VIP dengan diagnosa TBC,
tetapi keluarganya tetap tidak mendengarkan saran kita
untuk tidak membawa anak ke dalam ruangan dan memakai
masker.
M.Ali : Kita jelaskan kembali kepada keluarga dengan tetap
menjaga kerahasiaan pasien dan dengan menggunakan
bahasa yang mudah di mengerti, tidak menggunakan bahasa
medis, karena tidak semua orang mengerti bahasa medis,
supaya keluarganya mengerti dengan jelas. Ada pendapat
lain,,,
Semua staff menjawab TIdak ada, Pak
M.Ali : baiklah kalau tidak ada, jangan lupa, bekerja lah dengan
hati-hati, karena di ibaratkan kita ini adalah dewa penolong,
kalau kita sakit siapa yang akan menolong mereka.
Mungkin cukup sampai di sini dulu meeting kita kali ini,
kalau ada permasalahan yang muncul di ruangan kita, kita
selesaikan bersama, jangan lupa absennya di isi ya, syp aja
yg hadir pagi ini. Saya ucapkan terima kasih,
wassalammualaikum, wr.wb. baiklah di lanjutkan hand over
ya.
Karu dan semua staf perawat menandatangani daftar hadir,
meeting morning

7
C. Hand Over
1. Definisi
Hand over merupakan transfer tentang informasi (termasuk
tanggung jawab & tanggung gugat ) selama perpindahan perawat yang
berkelanjutan, mencakup peluang tentang pertanyaan, klarifikasi &
konfirmasi tentang pasien (Sexton et al, 2004).
2. Guideline
Ruang : Ruang Kenanga
Tempat : Nurse Station dan ruang perawatan
Waktu : 08:10 s/d Selesai
Perawat shift pagi :
1. KaRu : M.Ali Sidik .S.
2. Katim A : Riajeng Dwi .S.
3. PP 2 : Mutia Kilandra
4. PP 3 : Rusmawati

Perawat shift malam :

1. Katim B : Naim Mathus .S.


2. PP 1 : Yansen Ariska
3. PP 4 : Putri Ramadiana .S.

No Tindakan

1 Persiapan alat :
1. Alat tulis
2. Format timbang terima (operan)
3. Rekam medik pasien
Persiapan perawat :
2 1. Kelompok dalam keadaan siap
2. Kelompok yang akan bertugas menyiapkan buku catatan

8
Persiapan pasien :
3
1. Pasien dalam kondisi stabil atau dalam pemantauan
4 Pelaksanaan :
Dalam Penerapan sistem SP2KP, operan dilaksanakan oleh perawat jaga
sebelumnya perawat yang mengganti jaga pada shift berikutnya
Sesi 1 : di Nurse Station
1. Perawat shift malam menyiapkan status pasien yang menjadi tanggung
jawabnya.
2. Perawat shift pagi membuka operan jaga dengan doa.
3. Perawat shift pagi mempersilahkan perawat shift malam untuk melaporkan
pasien kepada perawat shift pagi.
4. Perawat shift malam melaporkan pasien yang menjadi tanggung
jawabnya, terkait:
5. Identitas pasien dan diagnosa medis
6. Masalah keperawatan yang kemungkinan masih muncul
7. Tindakan keperawatan yang sudah dan belum dilaksanakan
8. Intervensi kolaborasi dan dependen
9. Rencana umum dan persiapan yang perlu dilakukan dalam kegiatan
selanjutnya, misalnya operasi, pemeriksaan laboratorium/pemeriksaan
penunjang lainnya, persiapan untuk konsultasi atau prosedur
lainnya yang tidak dilaksanakan secara rutin.
10. Perawat shift pagi mengklarifikasi apa yang disampaikan
oleh perawat shift malam.
11. Perawat shift pagi mengajak perawat shift malam dan perawat shift pagi
lainnya yang bertanggung jawab untuk mengklarifikasi pasien
(menghampiri pasien dalam visite keperawatan).
Sesi 2 : di Bed Pasien
1. Perawat shift malam mengucapkan salam dan menyapa pasien.
2. Perawat shift malam menanyakan masalah keperawatan yang dialami
pasien setelah dilakukan tindakan.
3. Perawat shift malam menyampaikan bahwa tugasnya telah selesai dan

9
diganti tim perawat shift pagi.
4. Perawat shift malam memperkenalkan/menanyakan apakah pasien masih
mengingat nama perawat shift pagi.
5. Perawat shif t pagi menjelaskan tentang perawatan pagi dan perawat shift
pagi yang akan bertanggung jawab kepada pasien tersebut.
6. Perawat shift pagi memberikan kesempatan kepada pasien/keluarga untuk
bertanya.
7. Perawat shift pagi menutup pertemuan dan menyampaikan selamat
beristirahat.
Sesi 3 : di Nurse Station
1. Perawat shift pagi memberikan kesempatan untuk mendiskusikan pasien
yang dilihatnya.
2. Perawat shift pagi meminta perawat shift malam untuk melaporkan
inventarisasi obat dan fasilitas lain atau hal-hal terkait lainnya
yang perlu dilaporkan.
3. Perawat shift pagi memberikan reinforcement kepada perawat shift malam.
4. Perawat shift malam menutup operan dengan berdoa.
Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes
Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

3. Skenario
Mutia : Oke baiklah teman-teman sebelum kita serah terima
pasien atau hand over, alangkah baiknya kita berdoa
meskipun di awal meeting td kita telah berdoa, berdoa di
mulai,,,, selesai, silakan Yansen dan Putri memaparkan
kondisi pasien saat ini.
Yansen : Terima kasih Mutia, untuk di bagian A terdiri dari ruang
VIP dan ruang A, jumlah pasien 3, penambahan tidak ada,
pulang tidak ada.
Ruang VIP :
Identitas pasien :

10
Nama : Tn.Riko
Umur : 38 thn
Diagnosa : TBC
Perawatan : 5 hari
Ku : Kompos Mentis
Keluhan : Tidak Ada Keluhan
Vital sign : TD : 130/100mmHg, N 80x/menit, T 36C,
RR 20x/menit.
Terapi : Rifampisin 10-20 mg X 3x/hari, Etambutol
15-20 mg X 3x/hari, Streptomisin 15-40 mg
X 3x/hari. Terapi sudah di berikan jam
06:00.
Cairan : IVFD RL 500ml gtt 20x/menit.
pesan dr. Erwin pasien bisa pulang hari ini karena
kondisinya sudah stabil, tetap control ulang.
Ruang A bad 1:
Identitas Pasien :
Nama : Ny.Diana
Umur : 28 thn
Diagnosa : Thypoid
Perawatan : 2 hari
Ku : Kompos Mentis
Keluhan : Semalam Jam 11:30 klien mengeluh
menggigil, T 39.0 C, sudah di beri
paracetamol, sekarang pasien tidak ada
keluhan.
Vital Sign : N 80 x/menit, TD 120/100, RR 21 x/ menit,
N 37.8 C
Terapi : Levofloaxin 500 mg dan ciprofloaxin
500mg, semuanya 2x/hari, terapi di
lanjutkan.

11
Cairan : IVFD RL 500ml gtt 20x/menit.
Ruang A Bed 2 :
Identitas :
Nama : Ny. Sari
Umur : 30thn
Diagnosa : Asma Bronchial
Perawatan : 3 hari
Ku : Kompos Mentis
Keluhan : Klien mengeluh sesak napas berkurang,
tampak napas cuping hidung, terdengar
wheezing.
Vital Sign :TD 120/100 mmHg, N 85 x/menit, RR 24
x/menit, T 36,9 C.
Terapi : Telah di lakukan nebulizer jam 06:00wib,
lakukan Nebulizer kembali jam 17:00 wib
Terapi oksigen 2L, dengan nasal canul,
Salbutamol X 4mg 3x/hari. IVFD RL 500ml
gtt 20x/menit, terapi di lanjutkan. Laporan
selesai.
Putri : Bagian B terdiri dari ruangan B dan ruangan C, jumlah
pasien 2, tidak ada penambahan dan tidak ada yang pulang.
Ruang B bad 2
Identitas :
Nama : Tn.Pebri
Umur : 40 thn
Diagnosa : Dyspepsia
Perawatan : 2 hari.
Ku : Kompos Mentis.
Keluhan : klien mengeluh nyeri di bagian ulu hati,
anorexia, malaise (-).

12
Vital Sign : TD 130/100mmHg, T 36.0C, N 75x/menit,
RR 20x/menit.
Terapi obat : Omeprazol 3x/hari sebelum makan, inj
Ranitidine 2x/hari, terapi di lanjutkan.
Cairan : IVFD RL 500ml gtt 20x/menit
Ruangan C bad 1
Identitas :
Nama : Ny.Naila
Umur : 27 thn
Diagnosa : Hepatitis B
Perawatan : 2 hari.
Ku : Kompos Mentis.
Keluhan : Tidak Ada Keluhan.
Vital Sign : TD 110/90 mmHg, N 75 x/menit, T 36C,
RR 20x/menit.
Terapi : Amcillin 1gr/8 jam, Hepatofalx 3x/hari,
PCT 500mg 3x/hari, Imreg 2x/hari, terapi di
lanjutkan.
Cairan : ASERING : Dextrose 5% gtt 20x/menit
Hasil lab : (terlampir)
Ajeng : Ada yang perlu di cek lagi ?
Naim : Oh iya, nanti jangan lupa hasil lab dari masing masing
pasien keluarnya jam 09:00.
Ajeng : Terima kasih untuk Yansen dan Putri, baiklah, mari kita
lihat kondisi pasien.
Karu, Perawat shift malam dan staff perawat shift pagi menuju ke
ruang perawatan pasien, untuk memvalidasi keadaan pasien mulai
dari ruang A sampai Ruang VIP
Naim : assalammualiakum, wr.wb. selamat pagi bu, bagaimana
kabarnya pagi ini?
Ny.D : Alhamdulillah baik sus (dengan tersenyum)

13
Naim : Apa keluhannya pagi ini bu ? masih merasa menggigil bu.
Ny.D : Tidak ada sus, tidak lagi menggigil sus.
Naim : Bagaimana tidurnya semalam, nyenyak, apa susah tidur,
obatnya sudah di minum pagi ini?
Ny.D : Semalam sedikit tidak nyenyak tidurnya sus, karena
merasa menggigil, setelah di beri obat, tidurnya nyenyak.
Naim : Oh begitu, obatnya tetap di minum, makan jangan tinggal.
Bu, masih ingat nama suster yang di samping saya?
Ny.D : Iya sus, masih ingat, suster ajeng, mas ali, suster rusma
dan suster mutia.
Naim : Baiklah, sehubungan dengan selesainya jam kerja saya,
rekan saya akan menggantikan tanggung jawab
memberikan pelayanan perawatan kepada ibu.
Ajeng : Iya ibu, saya dan rekan rekan saya, yang akan bertugas
pagi ini dan bertanggung jawab hari ini, mulai dari jam
08:00 s/d 14:00 wib, jika ibu ada masalah atau keluhan ibu
bisa menghubungi kami di ruang perawat, cukup menekan
tombol merah yang ada di samping bad ibu. Apakah ibu
dan keluarga ada pertanyaan ?
Ny.D : Tidak ada sus, terima kasih sus
Naim : Iya, sama sama bu (sambil tersenyum), kalau begitu
semuanya sudah jelas, kami akan kembali bertugas, selamat
beristirahat kembali bu.
Karu dan staf perwat kembali menuju ruangan perawatan dan
kembali memvalidasi keadaan pasien, dari ruang B,C dan VIP. Karu
dan staf perawat memvelidasi pasien di ruangan VIP
Naim : Assalammualaikum pak, apa kabarya pagi ini ?
Tn.R : Waalaikumsalam, alhamdulillah baik sus.
Naim : Apa keluhannya pagi ini pak ?
Tn.R : Tidak ada sus (sambil tersenyum)

14
Naim : Iya pak, sekarang kondisi bapak sudah membaik dari
sebelumnya, sudah ada perubahan. Ada kabar baik juga
untuk bapak, karena kondisi bapak sudah membaik, pesan
dokter, hari ini bapak sudah boleh pulang.
Tn.R : Alhamdulillah, terima kasih sus, jadi jam berapa saya bisa
pulang sus.
Naim : Nanti ya pak, kita lihat intruksi dokter selanjutnya setelah
dokter melihat kondisi bapak pagi ini.
Tn.R : Baiklah sus, terima kasih sus.
Naim : Iya pak, sama-sama. Bapak masih kenal sama rekan saya
yang di samping saya ?
Tn.R : Masih sus, mas ali, suster ajeng, suster rusma, dan suster
mutia.
Naim : Baiklah, sehubungan dengan selesainya jam kerja saya,
rekan saya akan menggantikan tanggung jawab
memberikan pelayanan perawatan kepada ibu.
Ajeng : Iya pak, saya dan rekan rekan saya, yang akan bertugas
pagi ini dan bertanggung jawab hari ini, mulai dari jam
08:00 s/d 14:00 wib, sebelum bapak pulang, jika ada
pertanyaan bisa hubungin kita di ruang perawat ya pak, ada
pertanyaan lagi pak.
Tn.R : Tidak ada sus, terima kasih sus
Naim : Iya, sama sama pak (sambil tersenyum), kalau begitu
semuanya sudah jelas, kami akan kembali bertugas, selamat
beristirahat kembali pak.
Karu dan staf perawat kembali ke ruang perawat untuk
mendiskusikan kembali keadaan pasien
Ajeng : Jadi total pasien A dan B yaitu 5 pasien, yang boleh
pulang hari ini Tn.R, jam 09:00wib injeksi Ranitidine Tn.P,
pengambilan hasil lab pasien semuanya jam 09:00 wib,
untuk Ny.Sari masih nampak sedikit menggunakan napas

15
cuping hidung, Tn.Pebri masih mengeluh nyeri di bagian
ulu hati, Ny.Naila tadi sklera matanya sudah tampak sedikit
ada perubahan, tidak tampak kuning seprti sebelumnya,
nanti kita lihat hasil lab biar lebih jelas untuk menentukan
intervensi selanjutnya. IVFD pasien baru diganti. Semua
pasien dalam keadaan bersih. Terima kasih untuk perawat
yang sudah melakukan intervensi. Oh ya nanti yang shift
pagi jangan lupa kita melakukan pre conference.
Naim : Dengan selesainya timbang terima pasien pada hari ini
kita akhiri dengan lafaz hamdallah (Alhamdulillah),
wassalammualaikum, wr.wb
Perawat shift pagi melanjutkan pre conference dan perawat shift
malam pulang dan beristirahat

16
D. Pre Conference
1. Definisi
Pre conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana
setelah selesai operan untuk rencana kegiatan pada shift tersebut yang
dipimpin oleh ketua tim atau penanggung jawab tim.
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 08:40 s/d selesai

No Aktivitas
1 Persiapan :
Katim membuka acara

2 Pelaksanaan :
1. Katim menanyakan rencana harian masing-masing perawat pelaksana
2. Katim memberikan masukan dan tindakan lanjut terkait dengan asuhan
yang di berikan saat itu
3. Katim memberikan reinforcement
3 Penutup :
Katim menutup preconference

Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes


Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

3. Skenario
Ajeng : Assalamualaikum, wr.wb, baiklah kita akan memulai pre
conference untuk kegiatan hari ini. Mutia dan Rusma
tolong jelaskan tugas - tugas yang akan kalian lakukan hari
ini.

17
Mutia : Hari ini saya akan melakukan intervensi lanjutan kepada
Ny.Sari dan Ny.Diana serta menyiapkan discharge planning
untuk Tn.Riko, dan membuat dokumentasi hasil evaluasi.
Rusma : Hari ini saya akan memberikan intervensi untuk Tn.Pebri
dan Ny.Naila, memantau kondisi pasian, membuat
dokumentasi hasil evaluasi hari ini.
Ajeng : Oke terima kasih informasinya, nanti kita kaji ulang vital
sign Ny.Sari masih nampak sedikit sesak, nanti kita
diskusikan kembali untuk intervensi selanjutnya, saya
kolaborasi dahulu bersama dokter, untuk Ny.Diana
intervensinya di lanjutkan saja, tapi tetap pantau keadaan
pasien, untuk Tn.Pebri kaji ulang tingkat nyerinya, ajarkan
tekhnik diktrasi napas dalam, rencanakan intervensi
selanjutnya. Untuk Ny.Naila intervensi di lanjutkan, nanti
jangan lupa hasil labnya berikan pada saya, agar kita bisa
merencanakan intervensi selanjtnya.
Mutia dan Rusma : Oke baiklah kak
Ajeng : Mungkin cukup sampai disini conference kita pagi ini,
nanti kalau ada kendala atau masalah kita diskusikan
kembali, jangan lupa bekerjalah dengan hati-hati, jangan
lupa pesan KARU tadi, dan ingat Motto kita, saya akhiri
dengan melafaz kan hamdallah (Alhamdulillah), selamat
bekerja, wasalammualaikum, wr.wb.
Katim dan perawat pelaksana melanjutkan tugas masing-masing

18
E. Ronde Keperawatan
1. Definisi
Ronde keperawatan merupakan suatu kegiatan yang bertujuan
untuk mengatasi masalah keperawatan klien yang dilaksanakan
oleh perawat, disamping pasien dilibatkan untuk membahas dan
melaksanakan asuhan keperawatan akan tetapi pada kasus tertentu
harus dilakukan oleh perawat primer atau konselor, kepala ruangan,
perawat associate yang perlu juga melibatkan seluruh anggota tim.
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 08:50 s/d selesai

No Kegiatan
Pre Ronde Keperawatan
1. Membaca dan mempelajari status pasien
2. Mengetahui diagnosa medis dan diagnosa keperawatan pasien
3. Mengetahui masalah keperawatan sebelumnya
4. Mengetahui rencana perawatan
5. Mengetahui program pengobatan pasien (pemeriksanan laboratorium,
radiologi, tindakan medis dan konsultasi)
Sebelum Memasuki Ruangan Perawat Tampak
6. Mengetuk pintu, mengucapkan salam dan meminta izin untuk
memasuki ruangan
7. Membawa catatan tentang perawatan pasien
Ronde Keperawatan
8. Melakukan kontak mata yang baik
9. Menerapkan motto 3S (Senyum, Sapa, Sentuh)
10. Memperkenalkan perawat penanggung jawab
11. Menjelaskan tujuan pelaksanaan ronde

19
12. Melakukan pemeriksaan vital Sign
13. Mendokumentasikan pemeriksaan vital sign
14. Melakukan Pengkajian ulang terhadap pasien

15. Mengkaji tingkat nyeri


16. Memberikan tindakan penurunan nyeri.
17. Memberikan implementasi keperawatan sesuai kebutuhan
18. Memeriksa lokasi pemasangan infus
19 Memastikan jenis cairan infus sesuai advis dokter
20. Memastikan tetesan cairan infus sesuai dengan advis dokter
21. Melakukan dokumentasi input cairan
Post Ronde Keperawatan
24. Evaluasi Kondisi pasien
25. Meminta izin meninggalkan ruangan
26. Mendokumentasikan implementasi keperawatan
Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes
Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

3. Skenario
Karu dan katim A membaca dan mempelajari status pasien,
perawat pelaksana 3 mengecek alat, menyiapkan injeksi pasien.
Perawat pelaksana 2 mengambil hasil lab pasien, menyiapkan
discharge planning. Katim dan perawat pelaksana 3 menuju ruang
B, dengan membawa laporan obat pasien, injeksi, catatan kecil
tentang status dan kondisi pasien.
Ajeng :(mengetuk pintu dan mengucapkan salam) assalamualaikum
pak, permisi.
Tn.P : Waalaikumsalam, oh iya silakan masus susu,
Ajeng : Pak, perkenalkan saya suster ajeng dan rekan saya suster
rusma, hari ini kami yang bertanggung jawab untuk merawat
bapak. Di sini kami melakukan ronde keperawatan tujuannya
untuk mengetahui kondisi pasien, apa ada penigkatan atau

20
tidak pak. Selanutnya, kami akan melakukan pemeriksaan
tekanan darah bapak, suhu dan lain-lain, serta memberikan
suntikan melalui infus, tujuannya untuk mengurang rasa nyeri
yang bapak keluhkan, apa bisa kita lakukan pak.
Tn.P : Oh, baiklah sus, silakan, siapa yanga akan melakukannya
sus?
Ajeng : Rekan saya yang akan melakukannya pak, suster rusma
silakan.
Rusma : Maaf ya pak, kita suntik terlebih dahulu, tahan sedikit (sambil
tersenyum).
Tn.P meringis menahan sakit
sembari perawat pelaksana memberikan injeksi dan melakukan
vital sign pada Tn.P, KATIM mengkaji ulang tingkat nyeri yang
dirasakan pasien
Ajeng : Bagaimana pak apakan bapak masih sering menahan nyeri?
Tn.P : Masih sus. Nyerinya di bagian ulu hati.
Ajeng : Nyerinya seperti apa pak? seperti tertusuk jarum atau
bagaimana? Kalau saya beri skala atau nilai, nilai 1-3 itu
nyerinya ringan masih bisa di tahan tidak begitu nyeri, nilai 4-
7 nyerinya sedang, kadang timbul kadang hilang, nilai 8-10
nyerinya berat, nyeri ini sdh tidak bisa bapak tahan lagi.
Tn.P : Nyerinya seperti tertusuk jarum, terus nilai nyeri 5.
Ajeng : Nyerinya datang kadang-kadang atau sering pak? Kira-kira
berapa menit sekali nyeri itu muncul?
Tn.P : Nyerinya itu kadang hilang dan timbul sus, hmmmm, kira-
kira 5 jam sekali.
Ajeng : Sus, tolong ajarkan Tn.P teknik diktrasi napas dalam dan
nanti tolong beri laporan kepada saya tentang kondisi pasien
yang lain.
Rusma : Baik sus.

21
Ajeng : Pak, rekan saya yang akan mengajarkan teknik pengerungan
rasa nyeri tanpa obat. Kalau bapak ada keluhan lain, bapak
bisa hubungin saya di ruang perawat. Kalau begitu saya
permisi dulu ya pak.
Katim meninggalkan ruangan pasien dan menuju nurse station
Rusma : Baiklah pak, saya akan mengajarkan teknik pengurangan rasa
nyeri. Bapak biasa ikuti saya, ya pak.
Tn.P : Baik sus.
Rusma : Kalau nyerinya timbul, bapak bisa menggenggam tangan
bapak dan menarik napas dalam, hembuskan secara perlahan,
dan di ulangi sampai nyerinya sedikit berkurang. Coba bapak
praktikan.
Tn.P : (sambil mempraktikan yang di ajarkan)
Rusma : Iya, bagus pak, sekarang bapak sudah bisa, bapak bisa
melakukannya kalau nyerinya timbul.
Tn.P : Terima kasih sus
Rusma : Sama-sama pak, bagaimana bapak perasaanya setelah
dilakukan teknik pengurangan rasa nyari? Apakah sudah lebih
baik dari pada sebelumnya?
Tn.P : Iya sus, agak sedikit lebih baik
Rusma : Baiklah bapak kalau begitu, saya permisi dulu ya pak,
selamat beristirahat kembali pak.
Perawat meninggalkan ruangan pasien dan membali ke rurse
station, dan melakukan pendokumentasian serta mendiskusikan
kembali keadaan pasien dengan TIM
Ajeng : Bagaimana keadaan Tn. P?
Rusma : Kondisi pasien masih nyeri, namun sudah saya ajarkan
untuk melakukan distraksi relaksasi nafas dalam sus.
Ajeng : ok baiklah kalau begitu, jangan lupa untuk memantau
nyeri nya. Trimakasih atas informasinya
Rusma : Sama-sama sus.

22
F. Discharge Planning
1. Definisi
Discharge Planning (Perencanaan Pulang) merupakan komponen
sistem perawatan berkelanjutan, pelayanan yang diperlukan klien secara
berkelanjutan dan bantuan untuk perawatan berlanjut pada klien dan
membantu keluarga menemukan jalan pemecahan masalah dengan baik.
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 09:30 s/d selesai
Tahap Kegiatan

Persipan 1. PP melaporkan ke karu tentang perencanaan discharge


planning.
2. Karu menanyakan bagaimana persiapan PP untuk
pelaksanaan discharge planning dan kelengkapan
dokumen (status pasien, leaflet).
3. Karu menanyakan kepada PP hal-hal yang akan
diajarkan pada klien dan keluarga
4. Karu memeriksa dan menyetujui format discharge
planning.

Pelaksanaan 1. Karu membuka acara discharge planning.


2. PP dan PA mengucapkan salam pada klien dan keluarga
dengan ramah.
3. PP, PA bersama menyampaikan pendidikan kesehatan
tentang:
Aturan diet yang dibutuhkan, lalu menanyakan
kembali aturan diet pasien pada keluarga.
Kebutuhan keteraturan minum obat, efek samping
obat, tanggal dan tempat kontrol (jika pasien yang

23
pulang membutuhkan kontrol dan rawat jalan).
Lalu menanyakan kembali pada pasien dan
keluarga.
Memberikan reward kepada pasien dan keluarga.
PP/ PA dan klien melakukan pendokumentasian
kartu discharge planning dan arsip discharge
planning
4. Karu menutup acara discharge planning atau terminasi
dengan pasien dan keluarga

Penutup Evaluasi pada PP dan PP

Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes


Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

3. Skenario
Katim dan perawat pelaksana menuju ruangan Karu untuk
membicarakan rencana discharge planning.
Ajeng : Assalammualaikum, Pak, Tn.Riko hari ini sudah
diperbolehkan dokter untuk pulang.
M.Ali : Baiklah, karena kondisi pasien sudah membaik dan
memungkinkan untuk perawatan dirumah, Bagaimana
persiapan katim/PP dari pasien Tn.R? apa yang menjadi
perhatian bagi pasien dan keluarga ?
Ajeng : Persiapan discharge planning pada Tn. Riko sudah siap.
Status pasien dan format discharge planning sudah
dipersiapkan. Untuk masalah pada pasien saat ini adalah
batuk yang memungkinkan untuk kambuh kembali dan
dapat menular kepada lingkungan sekitar, sehingga perlu
diinformasikan kepada pasien dan keluraga mengenai obat
pasien yang harus diminum secara rutin, etika batuk dan
bersin, diet pasien.

24
M.Ali : Terimakasih, saya akan coba memeriksa berkasnya dulu
Mutia : Ini Pak berkas dan format discharge planning dari Tn.R.
Karu memeriksa kelengkapan berkas.
M.Ali : Oke baiklah, berkasnya sdh lengkap, mari kita ke ruangan
pasien.
Karu beserta TIM ke ruangan pasien untuk melakukan discharge
planning
Ajeng : Selamat pagi Tn. R, bagaimana kabar bapak hari ini?
Tn.R : Selamat pagi sus. Alhamdulillah saya merasa sudah
membaik.
Ajeng : Jadi hari ini bapak diperbolehkan untuk pulang. Namun
sebelum pulang keluarga harus mengurus administrasi
Tn.R : Baiklah suster.
Ajeng : Namun ada satu hal lagi yang perlu dilakukan terkait
dengan kepulangan Bapak. Ini nanti rekan saya akan
menyampaikan hal-hal yang terkait dengan perawatan
bapak dirumah, bagaimana apakah bapak bersedia?
Tn.R : Iya sus, boleh. Silahkan
Mutia : Baik pak disini saya akan menyampaikan beberapa hal,
yaitu :
1. Obatnya diminum secara teratur, tidak boleh putus
selama 6 bulan, jika putus, harus di ulang kembali dari
awal.
2. Jika batuk jangan lupa di tutup dengan baik, bisa
dengan menggunakan tissue, dengan sapu tangan,
ataupun bahu, jauh dari jangkauan orang lain.
3. Saat batuk sputum atau dahaknya dibuang ditempat
yang terkena sinar matahari atau pada tempat khusus
yang disediakan, jangan di tempat yang lembab ataupun
tanpa paparan sinar matahari ya pak.

25
4. Untuk diet makanan, daging, telur, nasi, ayam, roti,
kacang-kacangan, dan banyak lagi.
Mutia : Ini ada leaflet atau brosurnya pak, di dalamnya terdapat
informasi yang bapak butuhkan. Bagaimana apa sudah
jelas? Ada yang ditanyakan pak
Tn.R : Sus, bagaimana cara menutup dengan bahu saat kita
batuk?
Mutia : Oke, baiklah saya beri contoh ya pak (sambil
mempraktikan), apakah bapak sudah mengerti sekarang ?
Tn.R : Iya sus, sudah mengerti.
Mutia : Sekarang coba bapak ulangi lagi.
Pasien menyampaikan kembali materi yang telah diajarkan dengan
baik
Mutia : Bagus sekali pak, saya kira bapak cukup paham dengan
apa yang saya sampaikan. Terima kasih atas kerjasamanya.
Tn.R : Iya sus, sama-sama.
M.Ali : Jangan lupa nanti sering kontrol ulang ya pak, agar tahu
perkembangannya, kalau begitu kami permisi dahulu ya
pak, cepat sembuh, wasalammualaikum, wr.wb.
Kemudian Karu dan TIM kembali keruangan
M.Ali : Terima kasih untuk kerja kerasnya, selamat bekerja
kembali.
Katim dan perawat pelaksana : iya pak sama-sama.

26
G. Penerima Pasien Baru
1. Definisi
Penerimaan pasien baru merupakan suatu tata cara ataupun
pedoman dalam menerima pasien baru masuk. Penerimaan pasien baru
merupakan suatu prosedur yang dilakukan oleh perawat ketika ada pasien
baru datang ke sebuah ruangan rawat inap.
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 11:00 s/d selesai
TAHAP KEGIATAN
Persiapan 1. KARU memberitahu PP bahwa akan ada pasien baru.
2. PP menyiapakan hal-hal yang diperlukan dalam penerimaan
pasien baru, diantaranya lembar pasien masuk RS, lembar
pengkajian, lembar informed consent, status pasien, nursing
kit, lembar tata tertib pasein, lembar kepuasan pasien, dan
kartu penunggu pasien.
3. PP meminta bantuan PA untuk mempersiapkan tempat tidur
pasien baru
4. KARU menanyakan kembali pada PP tentang kelengkapan
untuk penerimaan pasien baru.
5. PP menyebutkan hal-hal yang telah dipersipakan.

Pelaksanaan 1. KARU dan PP menyambut pasien dan keluarga dengan


memberi salam serta memperkenalkan diri dan PP pada
klien/keluarga.
2. PP menunjukaan/ mengorientasikan tempat dan fasilitas yang
ada di ruangan, kemudian PP mengisi lemabr pasien masuk
serta menjelaskan mengenai beberapa hal yang tercantum
dalam lembar penerimaan pasien baru
3. Di tempat tidur pasien, PP melakukan anamnesa demgam
dibantu oleh PA.

27
4. Ditanyakan kembali pada pasien dan keluarga mengenai hal-
hal yang belum dimengerti.
5. PP, pasien dan keluarga menandatangani lembar penerimaan
pasien baru
6. PP dan PA kembali ke ruangan KARU
Penutup 1. KARU memberikan reward pada PP dan PA
2. PP merencanakan intervensi keperawatan

Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes


Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

3. Skenario
Telpon berdering.. kringgg,,,kriiing,kriiingg
M.Ali : Iya, selamat pagi, dengan Perawat Ali di ruang kenanga,
ada yang bisa di bantu.
Perawat IGD : Kak ruangan kenga ada yang kosong gak, untuk pasien
DBD, laki-laki berusia 30 thn.
M.Ali : tunggu sebentar ya saya cek dulu (mengecek laporan
ruangan pasien) ohh iya ada, di ruang B bed 2.
Perawat IGD : Terima kasih kak.
Karu memberitahukan kepada staff bahwa ada pasien yang akan di
rawat di ruangan kenanga
M.Ali : Teman-teman nanti ada pasien baru, dari IGD dengan
diagnosa DBD, laki-laki berusia 30 thn, nama pasien
Tn.Denta, tolong persiapkan ruangannya, di ruang B bed no
2 dan tolong siapkan juga dokumentasi untuk pasien baru
serta peraturan ruangan.
Rusma dan Mutia : Baik lah pak
Perawat Rusma menyiapkan dokumentasi untuk pasien baru
diantaranya lembar pasien masuk RS, lembar pengkajian, lembar
informed consent, status pasien, nursing kit, lembar tata tertib pasein,

28
lembar kepuasan pasien, dan kartu penunggu pasien. Perawat Mutia
meyiapkan ruangan untuk pasien baru.
M.Ali : Bagaimana persiapan pasien baru.
Rusma : Kelengkapan pasien baru sudah lengkap pak, lembar pasien
masuk RS, lembar pengkajian, lembar informed consent, status
pasien, nursing kit, lembar tata tertib pasein, lembar kepuasan
pasien, dan kartu penunggu pasien. Untuk ruangan, sudah di
siapkan pak.
M.Ali : Oke, terima kasih ya.
Pasien dan keluarga pasien datang dengan perawat IGD dan
membawa status pasien baru. Pasien masuk kedalam ruangan,
perawat IGD memberikan informasi tentang keadaan dan status
pasien
Perawat IGD : Kak, ini status pasien, diagnosa DBD, keadaan lemah,
sudah di berikan paracetamol, inj Ceftriaxone 1mg, terapi
obat PCT 3/hari, Antipiretik 3/hari, Imunos 2x/hari, Inj
Ondansentron 1x/ hari 2mg. IVFD RL 500ml gtt 20x/menit.

M.Ali : Oke terima kasih ya.

Perawat IGD kembali ke ruang IGD

M.Ali : Rusma, boleh minta tolong panggil keluarga pasien untuk


ke ruang perawat.

Rusma : Iya pak.

Keluarga pasien menuju ruang nurse station, untuk melengkapi


adminitrasi

Keluarga pasien : Iya pak, saya keluarga Tn.Denta

M.Ali : Oh iyapak, sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu, nama


saya Ali biasa di panggi mas atau perawat Ali, sya kepala
ruangan di ruang rawat inap kenanga, dan ini rekan rekan

29
saya, suster ajeng, suster rusma dan suster mutia, yang
bertugas dan bertanggung jawab siang ini. Kalau bapak ada
pertanyaan atau keluhan nantinya, bapak bisa hubungin
kami di ruang perawat ya pak. Selebihnya akan di jelaskan
oleh suster mutia, silakan sus.

Karu kembali ke ruangan

Mutia : Sebelumnya saya jelaskann terlebih dahulu fasilitas yang


ada, kamar mandi ada di dalam ruangan, untuk air minum
tersedia di dalam ruangan, kalau misalkan pasien ada
keluhan dan bapak tidak sempat ke ruang perawat, bapak
bisa menekan tombol yang ada di samping bad tempat tidur
pasien, tombol yang warna merah. Sekarang saya akan
menjelaskan tata tertib yang ada di ruangan (terlampir), apa
bapak sudah mengerti dengan peraturan yang ada ?
Keluarga Pasien :Iya sus, sudah.
Mutia : Sekarang saya akan menjelaskan tentang prihal dokumen
yang harus bapak lengkapi. Ini adalah surat persetujuan
bahwa bapak menyetujui pelayanan kesehatan yang akan di
berikan oleh perawat untuk Tn.Denta, baik dalam
pemberian obat, atau pemasangan infus, ini adalah surat
tata tertib yang ada di ruang kenanga yang saya bacakan
tadi, ini adalah surat tanda penunggu, jadi untuk keluarga
yang boleh menunggu pasien hanya 1 orang dan harus
memegang kartu yang telah kami berikan. Ini pak silakan
bapak baca terlebih dahulu.
Keluarga Pasien : Membaca dokumen yang harus di lengkapi
Mutia : Apakah bapak sudah jelas, atau ada pertanyaan lagi pak?
Keluarga Pasien : Iya pak, saya mengerti dan setuju (sambil
melengkapi data dan menandatangani dokumen)
Mutia : Terima kasih atas kerja samanya pak.

30
Keluarga Pasien : Iya sus sama-sama.
keluarga pasien kembali ke ruangan pasien. Beberapa jam
kemudian Katim dan Perawat pelaksana melakukan pengkajian /
anamnesa pasien baru.
Ajeng : Asalammualaikum, permisi pak.
Tn.D : Waalaikumsalam, ya sus silakan masuk.
Ajeng : Dengan bapak denta ya.
Tn.D : Iya sus, benar.
Ajeng : Perkenalkan pak, saya suster ajeng dan rekan saya suster
rusma. Kami yang akan bertanggung jawab dalam pemberian pelayanan
perawatan kepada bapak, jika bapak ada keluhan bapak bisa hubungin
kami dengan menekan tombol merah yang ada di samping tempat tidur
bapak. Disini kami akan melakukan pengkajian pada bapak, tujuannya
untuk mengetahui masalah yang bapak rasakan, dan memberikan
pelayanan keperawatan yang tepat untuk bapak. Apa bisa kita lakukan
pak.
Tn.D : Oh. Seperti itu ya sus, baiklah, silakan sus.
Rusma : Baiklah, saya lanjutkan pengkajian ya pak.
Perawat pelaksana melakukan pengkajian kepada pasien
Ajeng : Terima kasih ya pak, kalau begitu kami permisi ya pak,
selamat beristirahat, wasalammualaikum, wr.wb
Katim dan perawat pelaksana kembali ke nurse station
M.Ali : Bagaimana pengkajiannya.
Ajeng : Sudah di lakukan pak, sekarang untuk kita merencanakan
intervensi yang tepat untuk pasien baru.
M.Ali : Baiklah. Terima kasih telah melakukan kerja yang baik.
Selamat bekerja kembali.
Katim dan perawat pelaksana membuat rencana tindakan yang
akan di berikan untuk pasien baru.

31
H. Post Conference
1. Definisi
Post conference adalah komunikasi katim dan perawat pelaksana
tentang hasil kegiatan sepanjang shift dan sebelum operan kepada shift
berikut. Isi post conference adalah hasil askep tiap perawatan dan hal
penting untuk operan (tindak lanjut). Post conference dipimpin oleh
katim atau Pj tim (Modul MPKP, 2006)
2. Guideline
Ruang : Ruang kenanga, RS Sejahtera Bandung
Tempat : Nurse Station
Waktu : 13:15 s/d selesai
No Aktivitas
A . Persiapan :
1. Ketua tim menyiapkan ruangan post conference
2. Ketua tim menyiapkan rekam medic pasien dalam tanggung jawabnya
B. Pelaksanaan :
1. Ketua tim / PJ membuka post conference
2. Ketua tim / PJ menjelaskan tujuan dilaksanakannya post conference
3. Anggota tim menjelaskan tentang hasil tindakan / hasil asuhan
keperawatan yang telah dilakukan
4. Mendiskusikan masalah yang telah ditemukan dalam memberikan
ASKEP pada pasien dan mencari upaya penyelesaian masalah
5. Ketua tim /pj member reinforcement pada anggota tim
6. Ketua tim / pj menyimpulkan hasil post conference
C. Penutup :
1. Mengakhiri post conference dengan doa
2. Mendokumentasikan post conference
Sumber : Hasil Observasi dan Evaluasi Mahasiswa Profesi Ners Stikes
Muhammadiyah Palembang Tanggal 2-7 Mei 2016

32
3. Skenario
Ajeng : Baiklah teman teman, saya akan menyiapkan ruangan
untuk kita melakukan post conference.
Katim menyiapkan ruangan untuk melakukan post conference,
mempersilakan semua staff untuk masuk dalam ruangan dan
katim membawa rekam medic pasien.
Ajeng : Assalammualaikum, mari kita buka conference kita pada
siang ini dengan mengucapkan basmallah dan confrence
resmi saya buka. Bagaimana untuk hari ini aspek asuhan
keperawatan apa saja yang telah dilaksanakan oleh rekan
rekan sekalian pada masing-masing ruangan? Apakah ada
masalah yang perlu didiskusikan?
Mutia : Untuk bagian A Alhamdulillah hari ini, asuhan
keperawatan yang di berikan berjalan dengan baik dan tidak
ada masalah, serta rencana discharge planning sudah di
lakukan dengan baik, sesuai dengan yang telah di
rencanakan.
Rusma :Untuk bagian B alhamdulillah hari ini asuhan keperawatan
yang di berikan berjalan dengan baik dan sesuai yang telah
di rencanakan,dan untuk pasien baru sudah di lakukan
pengkajian dengan baik dan juga sudah di berikan
intervensi yang telah di rencanakan.
Ajeng : Oke, baiklah. Jadi, semua intervensi yang sudah kita
rencanakan berjalan dengan baik dan pasien tidak ada
masalah. Baiklah terima kasih kalian sudah bekerja keras
untuk memberikan pelayanan yang baik, kalian luar biasa.
Hari ini 1 pasien pulang dan 1 pasien baru masuk, jadi
jumlah pasien ada 5 orang. Baiklah, cukup sampai disini
dulu conference kita, saya ucapkan banyak terima kasih,
dan saya akhiri wasalammualaikum,wr.wb.

33
VISI :

Menjadikan Ruang Kenanga sebagai ruang rawat yang aman dan nyaman
berlandaskan pada pemberian asuhan keperawatan yang holistik care.

MISI :

1. Memberikan pelayanan / asuhan keperawatan kepada pasien dengan


kondisi kritis, berdasarkan SAK dan SOP secara intensif / total care
dengan memperhatikan kebutuhan bio-psiko-sosial spiritual.
2. Menjaga martabat dan privasi pasien.
3. Memberikan dukungan moril spiritual kepada pasien dan keluarganya.
4. Mencegah infeksi nasokomial.
5. Mencegah terjadi kecelakaan dan kecacatan saat bekerja.
6. Mengurangi komplikasi lebih lanjut pada pasien.

MOTTO :

1. Senantiasa mengutamakan kesehatan pasien dan keselamatan perawat


dalam bekerja.
2. Perawat senantiasa berusaha mengembangkan dan meningkatkan
kemampuan serta kompetensi diri dalam bidang keperawatan.
3. 3 S (Senyum, Sapa, Sentuh).

34
No.Lab : 201012011428 No. RM : 05.13.100
Nama : Ny. N Dokter : dr. Henny, S.Pd
J.Kelamin : Perempuan Alamat : -
Umur : 27 Thn No.Tlp/Hp : -
HASIL PEMERIKSAAN
URINE LENGKAP
Warna Kuning jernih Sedimen :
pH Asam dengan Ph 6.0
Berat Jenis 1.030 Leko/LPB 0-1
Protein (++) Eri/LPB Neg
Reduksi Neg Cash/LPK Neg
Keton Neg Epc/LPK Beberapa plat dan mikro Epc
Urobilin (+) Krist Sedikit Amorphe Urathen
Bilirubin (+++) Mikroorganisme Neg
Banyak benang-benang lendir
FAAL HATI
PEMERIKSAAN HASIL SATUAN NORMAL METODE
Billirubin total 5.72 Mg/dl 0-1 Jendrassik dan Grof
Billirubin direct 2.76 Mg/dl 0-0.25
Billirubin indirect 2.96 Mg/dl Total direct
S G OT 1400 U/L Lk : 0-37, Pr : 0-31 IFCC (37 C)
SGPT 1836 U/L Lk : 0-40, Pr : 0-31 IFCC (37 C)
Gamma GT 482 UL Lk : 11-50, Pr : 7-32 Kinetik (37 C)
Fosfatase Alkali (AP) 1015 U/L Dewasa : 64-306 SFBC Enzymatic
Anak-anak : 0-480
IMUNOLOGI/ HORMON

PEMERIKSAAN HASIL NORMAL


HBs Ag (Ellsa) (+) titer 2.870 cov 0.080 Negative
Anti HAVIgm (-) / Negatif Negative

35
TATA TERTIB
RUANG RAWAT INAP KENANGA
RUMAH SAKIT SEJAHTERA BANDUNG

Tata Tertip Pasien Dan Pengunjung :


1. Semua pasien yang di rawat-inap di RS Sejahtera Bandung wajib memakai
gelang pasien yang akan di pasangkan oleh perawat ruangan terkait, sesuai
dengan ketentuan patient safety yang berlaku di RS.Sejahtera Bandung.
2. Waktu berkunjung :
Pagi : 10.00 wib 11.00 wib
Sore : 16.30 wib 17.30 wib
3. Anak dibawah usia 12 tahun tidak diperkenankan berkunjung atau masuk ke
dalam ruang rawat inap untuk menghindarkan anak tersebut terjangkit
penyakit mengingat daya tahan tubuhnya yang belum sempurna.
4. Pengunjung pasien di ruang isolasi wajib menggunakan masker dan hanya
diperkenankan 1 (satu) orang secara bergilir dengan lama kunjungan 5 (lima)
sampai dengan 10 menit.
5. Kunjungan yang dilakukan di luar jam berkunjung yang telah ditentukan
untuk keperluan mengantar makanan, pakaian, dll harus seijin SATPAM dan
PERAWAT di ruangan yang bersangkutan

Tata Tertib bagi Penunggu dan Keluarga Pasien :


1. Penunggu yang diperbolehkan ada di ruang rawat inap hanya 1 ( satu) orang.
2. Penunggu pasien yang dirawat akan dilibatkan secara aktif dalam perawatan
pasien sehingga dapat mempercepat penyembuhan dan kemandirian pasien.
3. Memberikan makanan tambahan di luar makanan yang diberikan di Rumah
Sakit Sejahtera hanya diperkenankan seijin perawat / petugas pengatur
makanan di bagian yang bersangkutan.
4. Penunggu wajib memiliki kartu tunggu yang dapat diperoleh dari perawat
ruangan terkait, sesuai dengan ketentuan yang berlaku di R.S. Sejahtera.

36
5. Kartu tunggu harus selalu dibawa untuk mewaspadai adanya pihak lain yang
masuk ke ruangan pasien tanpa sepengetahuan petugas.
6. Bagi para penunggu pasien tidak diperkenankan memasang radio/tape/alat
musik lain yang dapat mengganggu ketenangan pasien.
7. Pergantian penunggu pasien dapat dilakukan setiap saat disertai serah terima
kartu tunggu.
8. Pasien dan keluarga wajib menjaga ketenangan, kebersihan, dan fasilitas
kamar.
9. Tidak diperkenankan untuk merusak dinding kamar (mencoret/ mengotori/
menggambar/ membasahi/ merobek wallpaper).
10. Dianjurkan untuk tidak meninggalkan bawaan berupa barang berharga, uang
tunai, perhiasan dan lain-lain tanpa pengawasan dari keluarga.
11. Segala bentuk kehilangan / kerugian yang diakibatkan karena kelalaian pasien
/ keluarga menjadi tanggungan pasien / keluarga.

37