Anda di halaman 1dari 8

SATUAN ACARA PENYULUHAN

SENAM LANSIA

Bidang studi : Keperawatan gerontik

Pokok bahasan : Kebutuhan aktivitas dan latihan fisik lansia

Sub pokok bahasan : Senam lansia

Sasaran : Lansia

Tempat : Panti Werdha Darma Bhakti

Hari/tanggal : Minggu/ 12 Desember 2015

Waktu : 07.00 s/d selesai

I. Latar Belakang

Keberhasilan Pemerintah dalam Pembangunan Nasional, telah


mewujudkan hasil yang positif di berbagai bidang, khususnya di
bidang medis atau ilmu kedokteran sehingga dapat meningkatkan
kualitas kesehatan penduduk serta meningkatkan umur harapan hidup
manusia, akibatnya jumlah penduduk lansia meningkat. Saat ini,
diseluruh dunia jumlah lansia diperkirakan ada 500 juta dengan usia
rata-rata 60 tahun dan diperkirakan pada tahun 2025 akan mencapai
1,2 milyar. Secara Demografi, menurut sensus penduduk tahun 1980 di
Indonesia terdapat 5,3 juta orang (4,3%) yang berusia 60 tahun keatas.
Pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 11,09%, meningkatnya
umur harapan hidup dipengaruhi oleh majunya pelayanan kesehatan,
menurunnya angka kematian bayi dan anak, perbaikan gizi dan
sanitasi, serta meningkatnya pengawasan terhadap penyakit infeksi
(Bandiyah, 2009). Adanya keterbatasan pergerakan dan berkurangnya
pemakaian sendi dapat memperparah kondisi tersebut (Ulliya, dkk,
2009). Penurunan kemampuan muskuloskeletal dapat menurunkan
aktivitas fisik (physical activity), sehingga akan mempengaruhi lansia
dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari (activity of daily
living atau ADL) (Ulliya dkk., 2009). Memelihara kesehatan untuk
hidup yang tidak bergantung dengan orang lain besar kemungkinan
harus memprioritaskan kekuatan otot (Broman dkk., 2006).

Pada lansia akan terjadi proses menghilangnya kemampuan


jaringan untuk memperbaiki diri atau mengganti dan mempertahankan
fungsi normalnya secara perlahan-lahan sehingga tidak dapat bertahan
terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Keadaan ini
menyebabkan munculnya penyakit degeneratif yang merupakan
penumpukan distorsi metabolik dan struktural (Darmojo dan Martono,
2009).

Menua adalah suatu proses menghilangnya secara perlahan-


lahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri/mengganti diri dan
mempertahankan struktur dan fungsi normalnya sehingga tidak tahan
terhadap jejas, termasuk infeksi. Pada orang lanjut usia, terdapat
kemunduran organ tubuh seperti otot, tulang, jantung, dan pembuluh
darah, serta sistem saraf yang mengakibatkan orang tua mengalami
penurunan keseimbangan. Senam lansia dan senam otak merupakan
alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan-
permasalahan tersebut karena Senam lansia akan menambah penguatan
otot, daya tahan tubuh, kelenturan tulang dan sendi, sehingga sistem
muskuloskeletal yang menurun dapat diperbaiki. Selain itu senam
lansia bermanfaat untuk memelihara kebugaran jantung dan paru
(Herawati dan Wahyuni, 2004).

II. Tujuan
1. Tujuan umum

Setelah mengikuti senam lansia,sasaran diharapkan mampu dalam


melakukan senam lansia.
2. Tujuan khusus
Setelah mengikuti senam lansia sasaran di harapkan mampu :
Menyebutkan manfaat senam lansia dengan benar tanpa
melihat catatan/leaflet
Memperagakan senam lansia
Menyebutkan cara-cara senam lansia

III. Metode
- Ceramah
- Tanya jawab
- Demonstrasi

IV. Media
- Laptop
- Leaflet
- LCD
- Sound system

V. Waktu
Pembukaan : 5 menit
Acara inti : 40 menit
Penutup : 10 menit

VI. Proses Pelaksanaan

No. Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta Metode


1. 5 menit Pembukaan Ceramah
Membuka kegiatan Menjawab salam
dengan
mengucapkan salam
Memperkenalkan Mendengarkan
diri Mendengarkan
Menjelaskan tujuan
dari penyuluhan
Menjelaskan
cakupan materi yang
akan disampaikan
dan membuat
kontrak waktu untuk
melakukan senam
lansia
2. 40 menit Menjelaskan Mendengarkan Ceramah dan
pengertian senam demonstrasi
lansia
Menjelaskan tujuan Mendengarkan
dan manfaat dari
senam lansia
Kegiatan inti : Memperagakan
melakukan senam
lansia
3. 10 menit Evaluasi Mendengarkan Ceramah dan
Mengajukan Tanya jawab tanya jawab
pertanyaan lisan
untuk mengetahui
kemampuan sasaran
dalam melakukan
senam lansia
Mengakhiri dengan Menjawab salam
salam
Lampiran Materi

SENAM LANSIA

A. Pengertian
Senam lansia adalah satu bentuk latihan fisik yang memberikan
pengaruh baik terhadap tingkat kemampuan fisik manusia, bila
dilaksanakan dengan baik dan benar. Senam atau latihan fisik sering
diidentifikasi sebagai suatu kegiatan yang meliputi aktifitas fisik yang
teratur dalam jangka waktu dan intensitas tertentu. Senam merupakan
bagian dari usaha menjaga kebugaran termasuk kesehatan jantung dan
pembuluh darah, dan sebagai bagian dari program retabilitas bagi mereka
yang telah menderita. (puslitbang Depkes RI, 2003:6).

B. Tujuan
Untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat dan aktif untuk membina dan
meningkatkan kesehatan serta kebugaran kesegaran jasmani dan rohani.
Tujuan lain adalah:
1. Memperbaiki pasokan oksigen dan proses metabolisme.
2. Membangun kekuatan dan daya tahan.
3. Menurunkan lemak.
4. Meningkatkan kondisi otot dan sendi.
(Depkes RI, 1997:2)

C. Manfaat Senam
1. Sebagai pencegahan
Untuk mencegah timbulnya suatu penyakit.
2. Sebagai pengobatan (kuratif)
Penyakit yang dapat disembuhkan dan dikurangi dengan senam
lansia adalah kelemahan/kelainan sirkulasi darah, DM, kelainan
infark jantung, kelainan insufisiensi,koroner, kelainan pembuluh
darah tepi, thromboplebitis dan osteoporosis.
3. Sebagai rehabilisasi
Dengan senam yang baik akan mempengaruhi hal-hal sebagai
berikut :
a. Memperkuat degenerasi karena telah mengalami perubahan
usia.
b. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam
kehidupan.
c. Fungsi melindungi yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam
bertambahnya sakit.

D. Prinsip Prinsip Olahraga Pada Lansia


a. Komponen kesegaran jasmani yang esensial dilatih adalah:
1) Ketahanan kardio pulmonal.
2) Kelenturan (fleksibilitas)
3) Kekuatan otot
4) Komposisi tubuh (lemak tubuh jangan berlebihan)
b. Selalu mempertahankan keselamatan.
c. Latihan teratur dan tidak terlalu berat.
d. Permainan dalam bentuk ringan sangat diajurkan.
e. Gerakannya bersifat dinamis (berubah-ubah).
f. Bersifat progresif (bertahap meningkat)
g. Adanya pemanasan dan pendinginan pada setiap latihan.
h. Lama latihan berlangsung 15-60 menit.
i. Frekuensi latihan perminggu minimal 3 kali dan optimal 5 kali
j. Perhatikan kontra indikasi latihan:
1) Adanya penyakit infeksi
2) Hypertensi sistolik lebih dari 180 mmHg dan diastolik 120 mmHg
3) Berpenyakit berat dan dilarang dokter
E. Latihan fisik untuk usia lanjut diarahkan pada beberapa tujuan
yaitu:
a. Membantu tubuh agar tetap dapat bergerak.
b. Secara lambat laun menaikkan kemampuan fisik.
c. Member kontak psikologis lebih luas agar tidak terisolir dari
rangsang.
d. Mencegah cedera.

Oleh karena itu sesuai perubahan perubahan fisik yang ada lebih
diarahkan pada:
a. Perbaikan kekuatan atot.
b. Perbaikan stamina (aerobic capacity).
c. Perbaikan fleksibilitas.
d. Perbaikan komposisi tubuh yang rasional ditambah dengan
mempertahankan portus yang baik.

F. Langkah Langkah
a. Latihan kepala dan leher
1) Lihat keatap kemudian menunduk sampai dagu ke dada.
2) Putar kepala dengan melihat bahu sebelah kanan lalu sebelah kiri.
3) Miringkan kepala ke bahu sebelah kanan lalu kesebelah kiri.
b. Latihan bahu dan lengan
1) Angkat kedua bahu ke atas mendekati telinga, kemudian turunkan
kembali perlahan-lahan.
2) Tepukan kedua telapak tangan dan renggangkan lengan kedepan lurus
dengan bahu. Pertahankan bahu tetap lurus dan kedua tangan bertepuk
kemudian angkat lengan keatas kepala.
c. Latihan tangan
1) Letakan telapak tangan diatas meja. Lebarkan jari-jarinya dan tekan
kemeja.
2) Baliklah telapak tangan. Tariklah ibu jari melintasi permukaan telapak
tangan untuk menyentuh jari kelingking. Kemudian tarik kembali.
3) Lanjutkan dengan menyentuh tiap-tiap jari dengan ibu jari dan
kemudian setelah menyentuh tiap jari.
4) Kepalkan tangan sekuatnya kemudian renggangkan jari-jari selurus
mungkin.
d. Latihan punggung
1) Dengan tangan disamping bengkokan badan kesatu sisi kemudian
kesisi yang lain.
2) Letakan tangan dipinggang dan tekan kedua kaki, putar tubuh dengan
melihat bahu kekiridan kekanan.
e. Latihan pernafasan
1) Duduklah di kursi dengan punggung bersandar dan bahu relaks.
2) Letakkan kedua telapak tangan pada tulang rusuk. Tarik nafas dalam-
dalam maka terasa dada mengambang.
3) Sekarang keluarkan nafas perlahan-lahan sedapatnya. Terasa tangan
akan menutup kembali.