Anda di halaman 1dari 10

A S U H A N K E B I D A N A N P A D A B A Y I NY.

K
DENGAN MASALAH ASFIKSIA BERAT
DI RUMAH SAKIT NENE MALLOMO
TANGGAL 04 OKTOBER 2011

No. Register : XX. XX. XX


Tanggal masuk RS : 02 Oktober 2011, pukul 09.00 wita
Tanggal Lahir : 04 Oktober 2011, pukul 22.30 wita
Tanggal pengkajian : 05 Oktober 2011, pukul 06.15 wita

LANGKAH I : IDENTIFIKASI DATA DASAR


A. Biodata
1. Identitas bayi
Nama : By. K
Umur : 0 hari
Jenis kelamin : laki-laki
Anak ke : pertama
2. Idetitas orang tua
Nama : Ny. K / Tn. S
Umur : 29 thn / 25 thn
Nikah : sah 1 kali, lamanya 1 tahun 2 bulan
Suku : Bugis / Bugis
Agama : Islam / islam
Pendidikan : SLTA / SLTP
Pekerjaan : IRT / wiraswasta
B. Riwayat Kehamilan dan Persalinan Sekarang
1. Prenatal
a. HPHT tanggal 20 Desember 2010.
b. Hamil kedua dan tidak pernah keguguran.
c. Usia gestasi 40-42 minggu.

1
d. Selama hamil pemeriksaan ANC 4 kali, 1 kali pada trimester
pertama, 1 kali pada trimeter II dan 2 kali pada trimeter III.
e. Imunisasi TT lengkap di bidan BPS
TT1 tanggal 8 Juni 2011
TTII tanggal 6 juli 2011
f. Ibu mengkonsumsi Fe dan vitamin selama hamil.
g. Tidak ada penyakit yang menyertai kehamilan.
2. Natal
a. Bayi lahir dengan sectio sesarea pada tanggal 04 Oktober 2011,
pukul 22.30 wita di rumah sakit Nene Mallomo.
b. Bayi lahir tidak segera menangis, muka pucat dan ekstremitas
sianosis.
c. Jenis kelamin laki-laki
d. Nilai apgar score
Nilai
No Tanda 0 1 2 1 5
menit menit
1 Appearance/ Biru Badan Kemerahan,
warna kulit pucat pucat, semua 0 1
ekstremitas merah
biru
2 Pulse/ Tidak
Frekuensi ada < 100 > 100 1 1
3 Grimace/ Tidak menyeringai Menangis
Refleks ada kuat 1 1
5 Aktivity/ Tidak Gerakan Reaksi
tonus otot ada sedikit dan melawan, 0 1
fleksi pergerakan
tungkai aktif
6 Respiratori/ Tidak Lambat/
pernapasan ada tidak teratur teratur 1 1

2
Keterangan : Jumlah APGAR SCORE yang diperoleh adalah 3/5
menandakan bayi NY. K mengalami asfiksia berat.
C. Data Psikologi, Ekonomi, dan Spritual
1. Ibu dan keluarga bahagia dengan kelahiran bayinya, tetapi merasa
cemas karena bayi tidak segera menangis saat ke zal anak.
2. Pengambil keputusan dalam keluarga adalah suami.
3. Keluarga senantiasa menemani bayi dan melihat kondisi bayi
tersebut.
4. Biaya perawatan dan pengobatan ibu ditanggung pemerintah
(JAMKESDA).
5. Bapak dan keluarga pasien senantisa berdoa untuk keselamatan.
D. Pemeriksaan Fisik
1. Tanda-tanda vital
a. Fremuensi jantung : 80 x /menit
b. Pernapasan : 16 x /menit
c. Suhu : 360 c
2. Pengukuran Antropometri
a. Berat badan : 3200 gram
b. Panjang badan : 51 cm
c. Lingkar kepala : 34 cm
d. Ligkar dada : 33 cm
e. Lingkar perut : 33 cm
f. LILA : 11 cm
3. Pemeriksaan head to toe
a. Kepala
1) Rambut tebal dan hitam
2) Sutura koronaria tampak jelas
3) Tidak ada caput
b. Wajah pucat

3
c. Mata
1) Simetris kiri dan kanan
2) Slelera putih
3) Konjungtiva pucat
4) Tidak ada secret
d. Telinga
1) Simetris kiri dan kanan
2) Nampak bersih dan tidak ada secret
3) Daun telinga lunak
e. Hidung
1) Simetris kiri dan kanan
2) Tampak pengeluaran lendir
3) Pernapasang cuping hidung
f. Mulut dan bibir
1) Bibir sianosis
2) Cairan dan lendir (+)
g. Leher
Tidak ada kelainan
h. Dada
1) Simetris kiri dan kanan
2) Tidak ada benjolan pada tulang dada
3) Tidak ada retraksi pada dinding dada
i. Abdomen
1) Tali pusat masih basa
2) Terungkus kasa steril, tidak ada kelainan
j. Genetalia dan anus
1) Testis sudah turun pda tempatnya
2) Tampak lubang uretra
3) Tampak lubang anus

4
k. Ekstremitas
1) Atas : Pergerakan sangat lemah, jari kiri dan kanan
Lengkap.
2) Bawah : Pergerakan lemah, jari kaki kiri dan kanan
lengkap.
l. Refleks
1) Refleks moro : Sedikit
2) Refleks babinsky : Sedikit
3) Refleks menghisap : Sedikit

LANGKAH II : IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH AKTUAL


Diagnosa aktual : Asfiksia berat.
DS :-
DO :
1. Bayi lahir tidak segera menngis, pergerakan lemah, warna kulit
biru pucat.
2. Pada hidung dan mulut terdapat lendir
3. Badan bayi teraba dingin
4. APGAR SCORE 3
Analisa dan Interpretasi Data
1. Bayi tidak segera menangis karena bayi kekurangan O2 (oksigen)
sehingga kesulitan untuk bernapas.
2. Dikatakan pergerakan lemah karena bayi mengalami depresi saat
dilahirkan dengan menunjukkan segala tonus otot menurun.
3. Kekurangan sirkulasi (peredaran) darah pada tubuh bayi sehingga
menyebabkan kulit berwarna pucat dan badan bayi teraba dingin.
4. Adanya lendir yang banyak pada saluran napas pada bagian atas dapat
menghambat jalan napas sehingga proses repirasi terganggu.
5. APGAR SCORE 3 menandakan bahwa bayi termasuk asfiksia berat.

5
LANGKAH III IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL
Potensial terjadinya kematian bayi.
DS :-
DO : Apgar Score 3
Analisa dan Interpretasi Data
APGAR SCORE 3 menandakan bahw bayi tersebut asfiksia berat dan jika
tidak dapat ditangani akan bertabah buruk dan mengakibatkan kematian bayi.

LANGKAH IV TINDAKAN SEGERA / EMEREGNCY


Penatalkasnaan resusitasi pada bayi.

LANGKAH V RENCANA ASUHAN KEBIDANAN


A. Tujuan
Asfiksia berat teratasi dan kematian bayi tidak terjadi
B. Kriteria
tanda-tanda vital dalam batas normal
1. Denyut jantung : 120 160 x / menit
2. Pernapasan : 40 60 x / menit
3. Suhu : 36,5o C
C. Rencana asuhan
1. Pertahankan suhu tubuh bayi
Rasional :
Untuk mencegah terjadi hypotermi pada bayi dimana bayi berisiko
tinggi untuk jatuh sakit atau meninggal. (APN 4 3)
2. Atur posisi ekstensi
Rasional :
Dengan mengatur posisi bayi dalam keadaan ektensi dapat
membantu melonggarkan jalan napas dan mencegah terjadinya
hypotermi, aspirasi lendir yang terdapat pada mulut dan hidung.

6
3. Pantau TTV bayi, tonus otot, dan warna kulit
Rasional :
Merupakan suatu indikator untuk mengetahui bagaimana
perkembangan bayi.
4. Keringkan bada bayi dan bungkus kain kering
Rasional :
Membungkus bayi dengan handuk kering dan bersih yang ada di atas
perut ibu bila tali pusat panjang.
Mengeringkan tubuh dan kepala bayi dengan handuk untuk
menghilangkan air ketuban dan mencegah kehilangan suhu tubuh
melalui evaporasi.
5. Lakukan rangsangan taktil pada kaki
Rasional :
Usap-usap punggung bayi ke arah atas menyentil telapak kaki bayi
untuk memberikan rangsangan yang dapat menimbulkan atau
mempertahankan pernafasan.
6. Lakukan resusitasi ventilasi tekanan positif
Rasional :
Dengan dilakukan resusitasi dapat memulihkan sistem respirasi yang
akhirnya dapat mencegah kematian pada bayi.
7. Rawat tali pusat
Rasional :
Tali pusat biasanya lepas 7 hari/ 1 minggu setelah bayi lahir dan luka
sembuh dalam 15 hari sebelum luka sembuh. Tidak sering menyentuh
dengan tangan, upayakan tetap kering karena memperlambat proses
penyembuhan / tali pusat lepas dan apabila disentuh usahakan
dengan tangan yang bersih.

7
LANGKAH VI IMPLEMENTASI
Tanggal 05 Oktober 2011, pukul 06.45 wita
1. Pertahankan suhu tubuh bayi; Bayi ditempatkan pada tempat tidur yang
diliengkapi dengan lampu.
2. mengatur posisi ekstensi; jalan napas bayi belum longgar sehingga bayi
belum bisa bernapas spontan.
3. Pantau TTV bayi, tonus otot, dan warna kulit;
a. Denyut jantung : 80 x / menit
b. Pernapasan : 16 x / menit
c. Suhu : 36 0 C
4. Keringkan bada bayi dan bungkus kain kering; badan bayi dalam
keadaan kering dan sudah dibungkus kain kering.
5. Lakukan rangsangan taktil pada kaki; bayi sedikit merespon rangsangan
yang diberikan dengan gerakan refleks.
6. Lakukan resusitasi ventilasi tekanan positif; VTP dilakukan dengan
bantuan dr. Anak melakukan penekanan pada dada.
7. Rawat tali pusat; tali pusat terbungkus kain khas dan tidak ada tanda-
tanda infeksi.

LANGKAH VII EVALUASI


1. Asfiksia berat sudah mulai teratasi
2. Tidak terjadi kematian janin

8
PENDOKUMENTSIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI NY. K
DENGAN MASALAH ASFIKSIA BERAT
DI RUMAH SAKIT NENE MALLOMO
TANGGAL 05 OKOBER 2011

No. Register : XX. XX. XX


Tanggal masuk RS : 02 Oktober 2011, pukul 09.00 wita
Tanggal Lahir : 04 Oktober 2011, pukul 22.30 wita
Tanggal pengkajian : 05 Oktober 2011, pukul 06.15 wita

DATA SUBYEKTIF
1. HPHT tanggal 20 Desember 2011
2. Imunisasi TT lengkap

DATA OBYEKTIF
1. TP tanggal 27 September 2011
2. Usia gestasi 40 42 minggu
3. Bayi lahir tidak segera menangis, pergerakan lemah warna kulit biru
pucat.
4. Pada hidung dan mulut bayi banyak terdapat lendir.
5. Badan bayi teraba dingin
6. APGAR SCORE 3/5

ASSESMENT
Masalah aktual : Asfiksia berat
Masalah potensial : Potensial terjadinya kematian bayi

9
PLANNING
Tanggal 05 Oktober 2011, pukul 06.45 wita
1. Pertahankan suhu tubuh bayi; Bayi ditempatkan pada tempat tisur yang
diliengkapi dengan lampu.
2. mengatur posisi ekstensi; jalan napas bayi belum longgar sehingga bayi
belum bisa bernapas spontan.
3. Pantau TTV bayi, tonus otot, dan warna kulit;
d. Denyut jantung : 80 x / menit
e. Pernapasan : 16 x / menit
f. Suhu : 36 0 C
4. Keringkan bada bayi dan bungkus kain kering; badan bayi dalam
keadaan kering dan sudah dibungkus kain kering.
5. Lakukan rangsangan taktil pada kaki; bayi sedikit merespon rangsangan
yang diberikan dengan gerakan refleks.
6. Lakukan resusitasi ventilasi tekanan positif; VTP dilakukan dengan
bantuan dr. Anak melakukan penekanan pada dada.
7. Rawat tali pusat; tali pusat terbungkus kain khas dan tidak ada tanda-
tanda infeksi.

10