Anda di halaman 1dari 7

Bertahan dengan Pressing Ketat

Menerapkan pressing ketat menjadi salah satu kunci untuk memenangkan pertandingan. Jika anda
menginginkan tim anda dapat merebut kembali bola dengan cepat dari kaki lawan, maka latihan di
bawah ini adalah solusinya. Hal ini tidak terjadi begitu saja, melainkan harus dilakukan secara berulang-
ulang dalam sesi latihan.

Area Main:
Buat area 15x15 meter.

Cara Main:

Di dalam area 15x15 meter tadi tempatkan 6 pemain, 4 pemain sebagai penyerang dan dua
lainnya sebagai tim bertahan. Tim penyerang akan mendapatkan poin jika berhasil menguasai
bola selama 10 detik, demikian juga tim bertahan mendapatkan poin jika bisa merebut bola
atau memaksa bola keluar dari area permainan dalam rentang waktu selama 10 detik. Karena
jumlah yang lebih sedikit, maka tim bertahan harus bekerja ekstra keras, dan demikianlah yang
akan terjadi di pertandingan sesungguhnya jika sebuah tim ingin menerapkan taktik pressing
ketat. Ini adalah latihan yang sangat baik untuk memberi pemahaman kepada pemain, untuk
merebut bola secepat mungkin ketika tim kehilangan bola, sehingga mencegah lawan untuk
melakukan serangan. Untuk membuat tim bertahan berusaha lebih keras, kita bisa mengurangi
limit waktu

kurang dari 10 detik. Bisa pula memulai bola dari tim bertahan, dan mereka tidak akan lama
menguasai bola karena jumlah yang lebih sedikit. Ketika hilang bola, seketika itu juga tim
bertahan mulai berusaha merebut bola kembali, waktu pun mulai dihitung. Hal ini memberi
penekanan bahwa di saat tim kehilangan bola, seketika itu juga tim mulai bertahan.
Pengembangan:

Dari latihan di atas, bisa ditambahkan elemen transisi dari bertahan ke menyerang. Buat 2 area
15x15 meter, dengan jarak 10 meter di antara dua area tadi. Di area pertama terjadi 4v2 seperti
dijelaskan di atas, di area kedua menunggu dua rekan satu tim dari tim bertahan. Jika tim
bertahan di area pertama berhasil menguasai bola, sesegera mungkin mengirim bola ke area
kedua, terjadi lagi 4v2, dimana 2 pemain dari masing-masing tim di area pertama berpindah ke
area kedua.

Untuk membuat latihan ini efektif, harus tersedia cukup banyak bola, sehingga bola yang keluar
bisa segera diganti dengan bola yang lain. Ini dimaksudkan menjaga intensitas tetap tinggi,
sesuai dengan tujuan latihan untuk meningkatkan kemampuan anaerobik pemain.
Coaching Point:

Pemain bertahan harus secepat mungkin melakukan tekanan/pressing, untuk memaksa


lawan melakukan kesalahan.
Jika tim bertahan mampu merebut bola, segera arahkan pandangan ke area yang lain,
sehingga bisa mengirim umpan dengan tepat. Maksudnya adalah bahwa setelah bekerja
keras merebut bola maka jangan sia-siakan energi yang sudah dikeluarkan karena
kesalahan dalam melakukan umpan, yang mengharuskan kita untuk merebut bola
kembali.
Di dalam transisi dari bertahan ke menyerang, sesegera mungkin tim yang merebut bola
melakukan sprint ke area yang lain untuk membantu rekan satu tim dan memberikan
lebih banyak pilihan bagi rekan satu tim untuk mengirim umpan.
Dalam transisi dari menyerang ke bertahan, tim yang kehilangan bola sesegera mungkin
melakukan pressure/tekanan di area yang lain, sehingga diharapkan bisa dengan untuk
cepat kembali menguasai bola.
Passing Dua Sentuhan Berpasangan

Sentuhan pertama sangatlah penting dalam sepak bola. Baik tidaknya sentuhan pertama akan
menentukan sukses atau tidaknya eksekusi gerakan berikutnya.

Cara main:

Buat area 10x5 meter. Pemain bekerja berpasangan dengan dua bola. Lakukan passing dan
penerimaan (receiving) secara bersamaan. Lakukan passing dengan kaki kanan, receiving dengan
dengan kaki kiri atau sebaliknya. Kerja dengan kaki yang bergantian membuat pemain harus
kerja ekstra keras guna menyesuaikan sudut datangnya bola dengan sentuhan pertama. Hal ini
sangat diperlukan untuk selalu bisa menguasai bola dalam tekanan lawan dan membuat bola siap
pakai hanya dalam dua sentuhan.

Variasi:

Mulai dengan satu bola bagi pemula


Lakukan Passing dengan kaki kiri, terima dengan kaki kanan
Pemain menghitung jumlah passing dalam satu menit. Ada tekanan buat pemain
Salah satu pemain melakukan passing datar, sementara rekannya melakukan passing
dengan bola memantul. Ganti peran setelah satu menit. Hitung jumlah passing dan
bandingkan dengan pasangan yang lain.
Latihan Crossing dan Finishing

Materi latihan kali ini bermanfaat untuk memperbaiki kemampuan pemain dalam hal
Crossing dan Finishing, Umpan silang dan penyelesaian.

Mulai dengan penjaga gawang di posnya, dan buat dua area di samping kotak penalti.
Akan terjadi 2 vs 1 di masing- masing area.

Salah satu grup mulai berusaha melepas umpan silang kepada dua rekannya yang ada di mulut
gawang untuk melakukan penyelesaian
Pemain bertahan (Biru) berusaha untuk menhambat serangan dari tim penyerang (Kuning)
selama mungkin, jika memungkinkan, rebut bola dari tim penyerang

Segera setelah terjadi penyelesaian, bola keluar, atau pemain bertahan berhasil menguasai
bola, maka grup tengah dan grup samping bertukar tempa. Mulai lagi permainan dari sisi yang
lain
Setelah terjadi Crossing dan Finishing, grup ini pun saling bertukar tempat. Mulai lagi dari sisi
yang lain, demikian seterusnya. Pastikan juga tim bertahan bertukar posisi dengan tim
penyerang, sehingga semua pemain mendapat kesempatan untuk menyerang sama baikny