Anda di halaman 1dari 38

A.

Pengertian
Alat optik merupakan alat yang bekerja berdasarkan
prinsip cahaya. Alat optik membuat hidup manusia lebih
mudah dan berarti. Anda dapat menikmati keindahan alam
semesta, mengabadikan saat-saat terindah pada lembaran
foto, atau bahkan bisa membuat sehelai rambut di kepala
menjadi terlihat sebesar lengan.
B. Macam-Macam Alat Optik
1. Mata
Setiap manusia memiliki alat optik tercanggih yang pernah
ada, yaitu mata. Mata merupakan bagian dari pancaindra
yang berfungsi untuk melihat. Mata membantu kita
menikmati keindahan alam, melihat teman-teman,
mengamati benda-benda di sekeliling, dan masih banyak
lagi yang dapat kita nikmati melalui mata. Coba
bayangkan bila manusia tidak mempunyai mata atau mata
kita buta, tentu dunia ini terlihat gelap gulita.

Bagian-Bagian Mata

Apabila diamati, ternyata mata terdiri atas beberapa bagian


yang masing-masing mempunyai fungsi berbeda-beda
tetapi saling mendukung. Bagian-bagian mata yang
penting tersebut, antara lain, kornea, pupil, iris, aquaeus
humour, otot akomodasi, lensa mata, retina, vitreous
humour, bintik kuning, bintik buta, dan saraf mata.
Kornea. Kornea merupakan bagian luar mata yang tipis,
lunak, dan transparan. Kornea berfungsi menerima dan
meneruskan cahaya yang masuk pada mata, serta
melindungi bagian mata yang sensitif di bawahnya.
Pupil. Pupil merupakan celah sempit berbentuk lingkaran
dan berfungsi agar cahaya dapat masuk ke dalam mata.
Iris. Iris adalah selaput berwarna hitam, biru, atau coklat
yang berfungsi untuk mengatur besar kecilnya pupil.
Warna inilah yang Anda lihat sebagai warna mata
seseorang.
Aquaeus Humour. Aquaeus humour merupakan cairan di
depan lensa mata untuk membiaskan cahaya ke dalam
mata.
Otot Akomodasi. Otot akomodasi adalah otot yang
menempel pada lensa mata dan berfungsi untuk mengatur
tebal dan tipisnya lensa mata.
Lensa Mata. Lensa mata berbentuk cembung, berserat,
elastis, dan bening. Lensa ini berfungsi untuk membiaskan
cahaya dari benda supaya terbentuk bayangan pada retina.
Retina. Retina adalah bagian belakang mata yang
berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan.
Vitreous Humour. Vitreous humour adalah cairan di
dalam bola mata yang berfungsi untuk meneruskan cahaya
dari lensa ke retina.
Bintik Kuning. Bintik kuning adalah bagian dari retina
yang berfungsi sebagai tempat terbentuknya bayangan
yang jelas.
Bintik Buta. Bintik buta adalah bagian dari retina yang
apabila bayangan jatuh pada bagian ini, maka bayangan
tampak tidak jelas atau kabur.
Saraf Mata. Saraf mata befungsi untuk meneruskan
rangsangan bayangan dari retina menuju ke otak.
Proses terlihatnya benda oleh mata yaitu benda yang
berada di depan mata memantulkan cahaya. Cahaya
tersebut masuk ke mata melalui pupil yang kemudian akan
dibiaskan oleh lensa mata sehingga terbentuk bayangan
pada retina. Oleh saraf, bayangan tadi diteruskan ke pusat
saraf (otak), sehingga Anda terkesan melihat benda.
Pembentukan Bayangan

a. Daya Akomodasi Mata

Bola mata Anda bentuknya tetap, sehingga jarak lensa


mata ke retina juga tetap. Hal ini berarti jarak bayangan
yang dibentuk lensa mata selalu tetap, padahal jarak benda
yang kita lihat berbeda. Bagaimana supaya kita tetap dapat
melihat benda dengan jarak bayangan yang terbentuk
tetap, meskipun jarak benda yang dilihat berubah? Tentu
kita harus mengubah jarak fokus lensa mata, dengan cara
mengubah kecembungan lensa mata. Hal inilah yang
menyebabkan kita bisa melihat benda yang memiliki jarak
berbeda tanpa mengalami kesulitan. Kemampuan ini
merupakan karunia Tuhan yang sampai sekarang manusia
belum bisa menirunya.

Lensa mata dapat mencembung atau pun memipih secara


otomatis karena adanya otot akomodasi (otot siliar). Untuk
melihat benda yang letaknya dekat, otot siliar menegang
sehingga lensa mata mencembung dan sebaliknya untuk
melihat benda yang letaknya jauh, otot siliar mengendur
(rileks), sehingga lensa mata memipih. Kemampuan otot
mata untuk menebalkan atau memipihkan lensa mata
disebut daya akomodasi mata.
Agar benda/objek dapat terlihat jelas, objek harus terletak
pada daerah penglihatan mata, yaitu antara titik dekat dan
titik jauh mata. Titik dekat (punctum proximum = pp)
adalah titik terdekat yang masih dapat dilihat dengan jelas
oleh mata ( 25 cm). Pada titik dekat ini lensa mata akan
mencembung maksimal. Titik jauh (punctum remotum =
pr) adalah titik terjauh yang masih dapat dilihat dengan
jelas oleh mata, jaraknya tak terhingga. Pada titik jauh ini,
lensa mata akan memipih maksimal.

b. Cacat Mata

Tidak semua mata manusia dapat membentuk bayangan


tepat pada retina, ada mata yang mengalami anomali. Hal
ini dapat terjadi karena daya akomodasi mata sudah
berkurang sehingga titik jauh atau titik dekat mata sudah
bergeser. Keadaan mata yang demikian disebut cacat mata.

Cacat mata yang diderita seseorang dapat disebabkan oleh


kerja mata (kebiasaan mata) yang berlebihan atau cacat
sejak lahir.

1) Miopi (Rabun Jauh)

Miopi adalah kondisi mata yang tidak dapat melihat


dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh. Penderita
miopi titik jauhnya lebih dekat daripada tak terhingga (titik
jauh < ~) dan titik dekatnya kurang dari 25 cm. Hal ini
terjadi karena lensa mata tidak dapat dipipihkan
sebagaimana mestinya sehingga bayangan dari benda yang
letaknya jauh akan jatuh di depan retina. Untuk dapat
melihat benda-benda yang letaknya jauh agar nampak
jelas, penderita miopi ditolong dengan kaca mata berlensa
cekung (negatif).

Miopi dapat terjadi karena mata terlalu sering/terbiasa


melihat benda yang dekat. Cacat mata ini sering dialami
tukang jam, tukang las, operator komputer, dan
sebagainya.

2) Hipermetropi (Rabun Dekat)

Hipermetropi adalah cacat mata dimana mata tidak dapat


melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya dekat.
Titik dekatnya lebih jauh daripada titik dekat mata normal
(titik dekat > 25 cm).

Penderita hipermetropi hanya dapat melihat dengan jelas


benda-benda yang letaknya jauh sehingga cacat mata ini
sering disebut mata terang jauh. Hipermetropi disebabkan
lensa mata terlalu pipih dan sulit dicembungkan sehingga
bila melihat benda-benda yang letaknya dekat,
bayangannya jatuh di belakang retina. Supaya dapat
melihat benda-benda yang letaknya dekat dengan jelas,
penderita hipermetropi ditolong dengan kaca mata berlensa
cembung (positif).

Hipermetropi dapat terjadi karena mata terlalu


sering/terbiasa melihat benda-benda yang jauh. Cacat mata
ini sering dialami oleh orang-orang yang bekerja sebagai
sopir, nahkoda, pilot, masinis, dan sebagainya.

3) Presbiopi (Mata Tua)

Orang-orang yang sudah tua, biasanya daya akomodasinya


sudah berkurang. Pada mata presbiopi, titik dekatnya lebih
jauh daripada titik dekat mata normal (titik dekat > 25 cm)
dan titik jauhnya lebih dekat daripada titik jauh mata
normal (titik jauh < ~). Oleh karena itu, penderita
presbiopi tidak dapat melihat benda-benda yang letaknya
dekat maupun jauh.

Untuk dapat melihat jauh dengan jelas dan untuk membaca


pada jarak normal, penderita presbiopi dapat ditolong
dengan kaca mata berlensa rangkap (kacamata bifokal).
Kacamata bifokal adalah kaca mata yang terdiri atas dua
lensa, yaitu lensa cekung dan lensa cembung. Lensa
cekung berfungsi untuk melihat benda jauh dan lensa
cembung untuk melihat benda dekat/membaca.

4) Astigmatisma

Astigmatisma adalah cacat mata dimana kelengkungan


selaput bening atau lensa mata tidak merata sehingga
berkas sinar yang mengenai mata tidak dapat terpusat
dengan sempurna. Cacat mata astigmatisma tidak dapat
membedakan garis-garis tegak dengan garis-garis
mendatar secara bersama-sama. Cacat mata ini dapat
ditolong dengan kaca mata berlensa silinder.
c. Tipuan Mata

Selain memiliki banyak keunggulan, mata manusia juga


memiliki beberapa keterbatasan. Oleh karena itu, dalam
pengamatan dan pengukuran, mata tidak selalu
memberikan hal-hal yang benar. Perhatikan gambar
berikut!

2. LUP
Lup atau kaca pembesar adalah alat optik yang terdiri atas
sebuah lensa cembung. Lup digunakan untuk melihat
benda-benda kecil agar nampak lebih besar dan jelas. Ada
2 cara dalam menggunakan lup, yaitu dengan mata
berakomodasi dan dengan mata tak berakomodasi.
Pada saat mata belum menggunakan lup, benda tampak
jelas bila diletakkan pada titik dekat pengamat (s = sn)
sehingga mata melihat benda dengan sudut pandang .
Pada Gambar (b), seorang pengamat menggunakan lup
dimana benda diletakkan antara titik O dan F (di ruang I)
dan diperoleh bayangan yang terletak pada titik dekat mata
pengamat (s' = sn). Karena sudut pandang mata menjadi
lebih besar, yaitu , maka mata pengamat berakomodasi
maksimum.

Menggunakan lup untuk mengamati benda dengan mata


berakomodasi maksimum cepat menimbulkan lelah. Oleh
karena itu, pengamatan dengan menggunakan lup
sebaiknya dilakukan dengan mata tak berakomodasi (mata
dalam keadaan rileks).
Pada kehidupan sehari-hari, lup biasanya digunakan oleh
tukang arloji, pedagang kain, pedagang intan, polisi, dan
sebagainya.
3. KAMERA
Kamera adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan
bayangan fotografi pada film negatif. Pernahkah Anda
menggunakan kamera? Biasanya Anda menggunakan
kamera untuk mengabadikan kejadian-kejadian penting.
Kamera terdiri atas beberapa bagian, antara lain, sebagai
berikut :
Lensa cembung, berfungsi untuk membiaskan cahaya
yang masuk sehingga terbentuk bayangan yang nyata,
terbalik, dan diperkecil.
Diafragma, adalah lubang kecil yang dapat diatur
lebarnya dan berfungsi untuk mengatur banyaknya cahaya
yang masuk melalui lensa.
Apertur, berfungsi untuk mengatur besar-kecilnya
diafragma.
Pelat film, berfungsi sebagai tempat bayangan dan
menghasilkan gambar negatif, yaitu gambar yang berwarna
tidak sama dengan aslinya, tembus cahaya.

Bagian dalam Kamera

Dalam kamera terdapat lensa cembung yang berfungsi


sebagai pembentuk bayangan. Jika sebuah benda
diletakkan di ruang tiga sebuah lensa cembung akan
terbentuk bayangan nyata, terbalik, dan diperkecil. Antara
kamera dan mata manusia terdapat persamaannya, yaitu
benda yang diambil oleh kamera dan benda yang dilihat
mata manusia berada di ruang tiga dan lensa kamera atau
lensa mata. Sehingga terbentuk bayangan yang sifatnya
nyata, terbalik, dan diperkecil.

Pada kamera bayangan ini diusahakan jatuh tepat di plat


film yang mempunyai sifat sangat peka terhadap cahaya.
Jika plat film yang peka cahaya ini dikenai cahaya maka
plat film mengalami perubahan kimia sesuai dengan
cahaya dan benda di depan kamera. Plat ini masih peka
cahaya, agar plat film ini menjadi tidak peka terhadap
cahaya dalam studio perlu dicuci atau dimasukkan ke
dalam larutan kimia tertentu. Setelah plat film dicuci atau
dimasukkan ke dalam larutan kimia tadi, plat film menjadi
tidak pekat terhadap cahaya dan terlihat gambar pada plat
film yang disebut gambar negatif (negatif film). Untuk
memperoleh gambar yang sesuai dengan gambar semula
yang diambil di depan kamera, film negatif ini kemudian
dicetak pada kertas film (biasanya kertas film warnanya
putih). Gambar pada kertas film merupakan gambar dan
benda yang diambil di depan kamera tersebut dan disebut
gambar positif. Gambar positif sangat tergantung pada
proses pembentukan bayangan pada plat film ini, jika
bayangan terjadi pada plat film ini kabur atau kurang jelas
menyebabkan hasil cetakannya nanti juga kabur atau tidak
jelas.

Untuk memperoleh hasil pemotretan yang bagus, lensa


dapat Anda geser maju mundur sampai terbentuk bayangan
paling jelas dengan jarak yang tepat, kemudian Anda tekan
tombol shutter.

Pelat film menggunakan pelat seluloid yang dilapisi


dengan gelatin dan perak bromida untuk menghasilkan
negatifnya. Setelah dicuci, negatif tersebut dipakai untuk
menghasilkan gambar positif (gambar asli) pada kertas
foto. Kertas foto merupakan kertas yang ditutup dengan
lapisan tipis kolodium yang dicampuri dengan perak
klorida. Gambar yang ditimbulkan pada bidang transparan
disebut gambar diapositif.

4. MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat
benda-benda kecil agar tampak jelas dan besar. Mikroskop
terdiri atas dua buah lensa cembung. Lensa yang dekat
dengan benda yang diamati (objek) disebut lensa objektif
dan lensa yang dekat dengan pengamat disebut lensa
okuler. Mikroskop yang memiliki dua lensa disebut
mikroskop cahaya lensa ganda.
Artikel Terkait : Pengertian, Fungsidan Bagian Mikroskop

Karena mikroskop terdiri atas dua lensa positif, maka lensa


objektifnya dibuat lebih kuat daripada lensa okuler (fokus
lensa objektif lebih pendek daripada fokus lensa okuler).
Hal ini dimaksudkan agar benda yang diamati kelihatan
sangat besar dan mikroskop dapat dibuat lebih praktis
(lebih pendek).

Benda yang akan amati diletakkan pada sebuah kaca


preparat di depan lensa objektif dan berada di ruang II
lensa objektif ( fobj < s < 2 fobj ). Hal ini menyebabkan bayangan
yang terbentuk bersifat nyata, terbalik dan diperbesar.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif merupakan benda
bagi lensa okuler.
Untuk memperoleh bayangan yang jelas, Anda dapat
menggeser lensa okuler dengan memutar tombol pengatur.
Supaya bayangan terlihat terang, di bawah objek
diletakkan sebuah cermin cekung yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya dan diarahkan pada objek. Ada dua
cara dalam menggunakan mikroskop, yaitu dengan mata
berakomodasi maksimum dan dengan mata tak
berakomodasi.
Sifat-sifat bayangan yang terbentuk pada mikroskop
sebagai berikut.
Bayangan yang dibentuk lensa objektif adalah nyata,
terbalik, dan diperbesar.
Bayangan yang dibentuk lensa okuler adalah maya,
tegak, dan diperbesar.
Bayangan yang dibentuk mikroskop adalah maya,
terbalik, dan diperbesar terhadap bendanya.
5. TEROPONG
Teropong atau teleskop adalah alat yang digunakan untuk
melihat benda-benda yang jauh agar tampak lebih jelas dan
dekat. Ditinjau dari objeknya, teropong dibedakan menjadi
dua, yaitu teropong bintang dan teropong medan.
a. Teropong Bintang
Teropong bintang adalah teropong yang digunakan untuk
melihat atau mengamati benda-benda langit, seperti
bintang, planet, dan satelit. Nama lain teropong bintang
adalah teropong astronomi. Ditinjau dari jalannya sinar,
teropong bintang dibedakan menjadi dua, yaitu teropong
bias dan teropong pantul.
1) Teropong Bias
Teropong bias terdiri atas dua lensa cembung, yaitu
sebagai lensa objektif dan okuler. Sinar yang masuk ke
dalam teropong dibiaskan oleh lensa. Oleh karena itu,
teropong ini disebut teropong bias.

Benda yang diamati terletak di titik jauh tak hingga,


sehingga bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif tepat
berada pada titik fokusnya. Bayangan yang dibentuk lensa
objektif merupakan benda bagi lensa okuler. Lensa okuler
berfungsi sebagai lup.
Lensa objektif mempunyai fokus lebih panjang daripada
lensa okuler (lensa okuler lebih kuat daripada lensa
objektif). Hal ini dimaksudkan agar diperoleh bayangan
yang jelas dan besar. Bayangan yang dibentuk oleh lensa
objektif selalu bersifat nyata, terbalik, dan diperkecil.
Bayangan yang dibentuk lensa okuler bersifat maya,
terbalik, dan diperkecil terhadap benda yang diamati.
Seperti pada mikroskop, teropong bintang juga dapat
digunakan dengan mata berakomodasi maksimum dan
dengan mata tak berakomodasi.
Teropong Bias

2) Teropong Pantul
Karena jalannya sinar di dalam teropong dengan cara
memantul maka teropong ini dinamakan teropong pantul.
Pada teropong pantul, cahaya yang datang dikumpulkan
oleh sebuah cermin melengkung yang besar. Cahaya
tersebut kemudian dipantulkan ke mata pengamat oleh satu
atau lebih cermin yang lebih kecil.
Teropong Pantul

b. Teropong Medan / Teropong Bumi


Teropong medan digunakan untuk mengamati benda-
benda yang jauh di permukaan bumi. Teropong bumi
terdiri atas tiga lensa cembung, masing-masing sebagai
lensa objektif, lensa pembalik, dan lensa okuler. Lensa
pembalik hanya untuk membalikkan bayangan yang
dibentuk lensa objektif, tidak untuk memperbesar
bayangan.
Lensa okuler berfungsi sebagai lup. Karena lensa pembalik
hanya untuk membalikkan bayangan, maka bayangan yang
dibentuk lensa objektif harus terletak pada titik pusat
kelengkungan lensa pembalik. Lensa okuler juga dibuat
lebih kuat daripada lensa objektif. Teropong bumi atau
medan sebenarnya sama dengan teropong bintang yang
dilengkapi dengan lensa pembalik.
Sifat bayangan yang dibentuk teropong medan adalah
maya, tegak, dan diperbesar.
Ada teropong bumi yang hanya menggunakan dua lensa
(teropong panggung), yaitu lensa cembung sebagai lensa
objektif dan lensa cekung sebagai lensa okuler. Lensa
cekung di sini berfungsi sebagai pembalik bayangan yang
dibentuk oleh lensa objektif dan sekaligus sebagai lup.

Sifat bayangan yang dibentuk maya, tegak, dan diperbesar


daripada bayangan yang dibentuk lensa objektif. Teropong
ini sering disebut teropong panggung atau teropong
Belanda atau teropong Galileo.

Teropong bumi dan teropong panggung memang tidak bisa


dibuat praktis. Untuk itu, dibuat teropong lain yang
fungsinya sama tetapi sangat praktis, yaitu teropong
prisma. Disebut teropong prisma karena pada teropong ini
digunakan dua prisma yang didekatkan bersilangan antara
lensa objektif dan lensa okuler sehingga bayangan akhir
yang dibentuk bersifat maya, tegak, dan diperbesar.
Teropong Prisma

6. PERISKOP
Periskop adalah teropong pada kapal selam yang
digunakan untuk mengamati benda-benda di permukaan
laut. Periskop terdiri atas 2 lensa cembung dan 2 prisma
siku-siku sama kaki.
Jalannya sinar pada periskop adalah sebagai berikut:

Sinar sejajar dari benda yang jauh menuju ke lensa


obyektif.

Prisma P1 memantulkan sinar dari lensa objektif menuju


ke prisma P2.

Oleh prisma P2 sinar tersebut dipantulkan lagi dan


bersilangan di depan lensa okuler tepat di titik fokus lensa
okuler.
Jalannya Sinar pada Periskop

7. PROYEKTOR SLIDE
Proyektor slide adalah alat yang digunakan untuk
memproyeksikan gambar diapositif sehingga diperoleh
bayangan nyata dan diperbesar pada layar. Bagian-bagian
yang penting pada proyektor slide, antara lain lampu kecil
yang memancarkan sinar kuat melalui pusat kaca, cermin
cekung yang berfungsi sebagai reflektor cahaya, lensa
cembung untuk membentuk bayangan pada layar, dan slide
atau gambar diapositif.

Proyektor Slide Tahun 1895


8. OPTALMOSKUP
Alat ini dipakai untuk memeriksa retina mata. pada gambar
melukiskan bagian-bagian penting dari optalmoskup.
berkas cahaya yang datang dari sumber cahaya S yang
terletak pada fokus lensa L1 dibiaskan sejajar ke cermin C.
dari cermin C sinar dpantulkan ke amta. selanjutnya dokter
dapat mengamati retina melalui lubang ditengah-tengah
cermin C dan lensa L2 bertindak sebagai lup.

Sketsa Optamolkus

ALAT OPTIK
Alat optik adalah alat-alat yang salah satu atau lebih komponennya menggunakan

benda optik, seperti: cermin, lensa, serat optik atau prisma.

MATA
Mata merupakan salah satu contoh alat optik, karena dalam pemakaiannya mata

membutuhkan berbagai benda-benda optik seperti lensa.

Kornea adalah bagian mata yang melindungi permukaan mata dari kontak dengan udara

luar.

Iris adalah selaput tipis yang berfungsi untuk mengatur kebutuhan cahaya dalam

pembentukan bayangan.

Lensa adalah bagian mata yang berfungsi untuk memfokuskan bayangan pada retina.

Retina berfungsi sebagai layar dalam menangkap bayangan benda, di tempat ini terdapat

simpul-simpul syaraf optik.

Otot siliar berfungsi untuk mengatur daya akomodasi mata.

Pembentukan bayangan pada mata

KAMERA
Kamera merupakan alat optik yang dapat memindahkan/mengambil gambar dan

menyimpannya dalam bentuk file, film maupun print-out. Kamera menggunakan


lensa positif dalam membentuk bayangan. Sifat bayangan yang dibentuk kamera

adalah nyata, terbalik, dan diperkecil.

Bagian-bagian dari kamera secara sederhana terdiri dari:

1. Lensa cembung

2. Film

3. Diafragma

4. Aperture

LUP
Lup adalah alat optik yang memiliki fungsi untuk memperbesar bayangan benda.

Lensa yang digunakan adalah lensa cembung. Bayangan yang dibentuk oleh lup

memiliki sifat: maya, tegak, dan diperbesar.


Ada dua cara bagaimana menggunakan lup yaitu:

1. 1. Dengan cara mata berakomodasi maksimum

2. 2. Dengan cara mata tidak berakomodasi

Pada mata berakomodasi maksimum

Si = -PP = -Sn

Perbesaran sudut atau perbesaran angular

Pada mata tak berakomodasi

Si = -PR

So = f

Perbesaran sudut

M = perbesaran sudut

PP = titik dekat mata dalam meter

f = Jarak fokus lup dalam meter

TEROPONG
Teropong atau teleskop adalah sebuah alat yang digunakan untuk melihat benda-

benda yang jauh sehingga tampak lebih jelas dan lebih dekat. Secara umum

teropong terdiri atas dua buah lensa positif. Satu lensa mengarah ke obyek dan

disebut lensa obyektif dan satu lensa mengarah ke mata dan disebut lensa

okuler.

Prinsip utama pembentukan bayangan pada teropong adalah: lensa obyektif

membentuk bayangan nyata dari sebuah obyek jauh dan lensa okuler berfungsi

sebagai lup. Panjang teropong adalah jarak antara lensa obyektif dan lensa

okulernya.

Teropong Bintang

Teropong bintang digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang ada di langit

(bintang). Teropong bintang terdiri dari sebuah lensa cembung yang berfungsi

sebagai lensa obyektif dengan diameter dan jarak fokus besar, sedangkan

okulernya adalah sebuah lensa cembung dengan jarak fokus pendek.

Teropong Bumi

Teropong bumi digunakan untuk mengamati obyek-obyek yang jauh dipermukaan

bumi. Teropong ini akan menghasilkan bayangan yang nampak lebih jelas, lebih

dekat dan tidak terbalik. Teropong bumi terdiri dari tiga lensa positif dan salah

satunya berfungsi sebagai pembalik bayangan.

Teropong Panggung

Teropong panggung adalah teropong yang mengkombinasikan antara lensa positif

dan lensa negatif. Lensa negatif digunakan sebagai pembalik dan sekaligus

sebagai okuler. Sifat bayangan yang terbentuk adalah maya, tegak, dan

diperkecil.

MIKROSKOP
Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk mengamati benda-benda kecil.

Mikroskop yang paling sederhana menggunakan kombinasi dua buah lensa positif,
dengan panjang titik fokus obyektif lebih kecil daripada jarak titik fokus lensa

okuler.

Pengamatan menggunakan mikroskop dengan mata berakomodasi maksimum.

Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:

Keterangan:

S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter

S(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter

PP = titik dekat pengamat dalam meter


f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter

Pengamatan menggunakan mikroskop dengan mata tidak berakomodasi.

Perbesaran mikroskop pada pengamatan ini adalah:

S(Ob) = Jarak benda lensa obyektif dalam meter

S(Ob) = Jarak bayangan lensa obyektif dalam meter

PP = titik dekat pengamat dalam meter

f(Ok) = panjang fokus lensa okuler dalam meter

Panjang Mikroskop

Panjang mikroskop diukur dari jarak antara lensa obyektif dan lensa okuler.

Untuk masing-masing jenis pengamatan, panjang mikroskop dapat dihitung

dengan cara yang berbeda.

A. Mata berakomodasi maksimum

d = Si(Ob) + So(Ok)

B. Mata tak berakomodasi

d = Si(Ob) + f(Ok)

Keterangan:
d = panjang mikroskop dalam meter

Si(Ob) = jarak bayangan lensa obyektif dalam meter

So(Ok) = jarak benda lensa okulerdalam meter

f(Ok) = jarak fokus lensa okuler dalam meter

. Cermin Datar

Ketika kamu akan berangkat ke sekolah, setelah mandi pasti kamu akan mencari cermin
untuk merapikan penampilanmu sehingga menambah percaya diri. Mengapa menggunakan
cermin? Cermin apakah yang kamu gunakan? Cermin yang kamu gunakan adalah cermin
datar. Mengapa tidak menggunakan cermin cekung atau cermin cembung? Permukaan cermin
datar sangat halus dan memiliki permukaan yang datar pada bagian pemantulannya, biasanya
terbuat dari kaca. Di belakang kaca dilapisi logam tipis mengilap sehingga tidak tembus
cahaya. Ketika kamu bercermin, bayangan wajahmu ada di belakang cermin tersebut
berhadap-hadapan denganmu seakan kembaran yang persis sama. Akan tetapi, posisimu
menjadi berubah, tangan kanan menjadi tangan kiri, telinga kirimu menjadi telingan kanan,
begitu juga seluruh anggota badanmu.

2. Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar

Ketika kamu bercermin, bayanganmu tidak pernah dapat dipegang atau ditangkap dengan
layar. Bayangan seperti itu disebut bayangan maya atau bayangan semu. Bayangan maya
selalu terletak di belakang cermin. Bayangan ini terbentuk karena sinar-sinar pantul yang
teratur pada cermin. Oleh karena itu, kamu dapat menentukan sifat-sifat bayangan pada
cermin datar. Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin datar adalah sebagai berikut.

Bayangannya maya.
Bayangannya sama tegak dengan bendanya.
Bayangannya sama besar dengan bendanya.
Bayangannya sama tinggi dengan bendanya.

Keteraturan sinar-sinar pantul pada cermin datar dapat digunakan untuk menggambarkan
bayangan secara grafis dengan cara menggambarkan sinar datang dan sinar pantulnya.

2. Cermin Cekung
Untuk dapat melukis bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung, biasanya
digunakan tiga sinar istimewa. Sinar istimewa sinar datang yang lintasannya mudah
diramalkan tanpa harus mengukur sudut datang dan sudut pantulnya. Tiga sinar
istimewa itu adalah:

1. Sinar yang melalui pusat kelengkungan cermin akan dipantulkan melalui pusat
kelengkungan itu lagi.
2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan melalui fokus utama.

3. Sinar yang datang melalui fokus utama akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Sifat Bayangan pada Cermin Cekung


- Benda di ruang I : maya, tegak, diperbesar.
- Benda di ruang II : nyata, terbalik, diperbesar.
- Benda di ruang III : nyata, terbalik, diperkecil.
- Benda tepat di pusat kelengkungan : nyata, terbalik, sama besar.

3. Cermin Cembung
Sama dengan cermin cekung, cermin cembung juga mempunyai tiga sinar
istimewa. Karena jarak fokus dan pusat kelengkungan cermin cembung berada di
belakang cermin maka ketiga sinar istimewa pada cermin cembung tersebut
adalah:
1. Sinar yang datang menuju pusat kelengkungan akan dipantulkan kembali.
2. Sinar yang datang sejajar sumbu utama akan dipantulkan seolah olah dari titik
fokus.

3. Sinar yang datang menuju fokus akan dipantulkan sejajar sumbu utama.

Sifat Bayangan pada Cermin Cembung


- Sifat Bayangan selalu maya, tegak, diperkecil.

Gambar bayangan pada cermin datar


Pembentukan bayangan pada Lensa
LENSA CEMBUNG
Lensa cembung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tebal daripada bagian tepi. Lensa
cembung disebut juga lensa positif.
Lensa cembung memiliki sifat mengumpulkan cahaya atau konvergen.
Apabila seberkas sinar sejajar sumbu utama dilewatkan pada lensa cembung maka sinar-sinar
tersebut akan dikumpulkan pada satu titik yang disebut dengan titik api atau titik fokus.

f1 = titik fokus bagian depan


f2 = titik fokus bagian belakang
P1 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian depan
P2 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian belakang
O = titik pusat lensa
Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan melalui titik fokus (f2)
2. Sinar datang melalui titik fokus (f1) akan dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang menuju titik pusat lensa (O) akan diteruskan tanpa dibiaskan

Melukiskan Bayangan Pada Lensa Cembung

1. Benda terletak di Ruang 2

Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar bias.


Sifat bayangan yang terjadi :

1. nyata (di belakang lensa)


2. terbalik
3. diperbesar

Bayangan dihasilkan setelah terjadi perpanjangan sinar bias.


Sifat bayangan yang terjadi :

1. maya (di depan lensa)


2. tegak
3. diperbesar

LENSA CEKUNG
Lensa cekung adalah lensa yang bagian tengahnya lebih tipis daripada bagian tepi. Lensa cekung
disebut juga lensa negatif.
Lensa cekung memiliki sifat yang mirip dengan cermin cembung yaitu menyebarkan cahaya
(divergen) dan membentuk bayangan maya.
Apabila berkas sinar sejajar sumbu utama dilewatkan pada lensa cekung maka sinar-sinar tersebut
akan dibiaskan menyebar seolah-olah disebarkan dari sebuah titik yang terdapat di depan lensa. Titik
inilah yang disebut titik fokus lensa cekung. Titik fokus lensa cekung dihasilkan dari perpotongan
perpanjangan sinar-sinar bias dan bukan dari perpotongan langsung sinar-sinar biasnya.

Bagian-bagian dari lensa cekung


f1 = titik fokus bagian depan
f2 = titik fokus bagian belakang
P1 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian depan
P2 = titik pusat jari-jari kelengkungan lensa bagian belakang
O = titik pusat lensa
Sinar-sinar istimewa pada lensa cekung
1. Sinar datang sejajar sumbu utama akan dibiaskan seolah-olah dari titik fokus (f1)
2. Sinar datang menuju ke titik fokus (f2) akan dibiaskan sejajar sumbu utama
3. Sinar datang menuju titik pusat lensa (O) akan diteruskan tanpa dibiaskan

Melukiskan Bayangan Pada Lensa Cekung

Bayangan dihasilkan setelah terjadi perpanjangan sinar bias.


Sifat bayangan yang terjadi :

1. maya (di depan lensa)


2. tegak
3. diperkecil

1. Cahaya Merambat Lurus

Saat berjalan di kegelapan, kita


memerlukan senter. Cahaya dari lampu senter arah rambatannya menurut garis
lurus. Atau ketika kita melihat cahaya matahari yang menerobos masuk melalui
genting. Kedua hal tersebut membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Kegiatan
yang dapat untuk membuktikan bahwa cahaya merambat lurus adalah dengan
menggunakan karton yang diberi lubang seperti gambar di samping. Ketika lobang
karton disusun lurus kita dapat melihat cahaya lilin, namun ketika salah satu lobang
digeser kita tidak bisa lagi melihat cahaya tersebut. Sifat cahaya yang selalu
merambat lurus ini dimanfaatkan manusia pada pembuatan lampu senter dan lampu
kendaraan bermotor.

2. Cahaya Dapat Menembus Benda Bening


Amatilah ketika kamu berjalan di bawah cahaya matahari. Ke mana pun kamu
berjalan, selalu diikuti oleh bayanganmu sendiri. Bayang-bayang tubuhmu akan
hilang ketika kamu masuk ke dalam rumah atau berlindung di balik pohon yang
besar. Bayangan terbentuk karena cahaya tidak dapat menembus suatu benda.
Ketika cahaya mengenai tubuhmu, cahaya tidak dapat menembus tubuhmu sehingga
terbentuklah bayangan. Begitu pula ketika cahaya mengenai rumahmu dan pohon
yang besar. Bayangan adalah daerah gelap yang terbentuk akibat cahaya tidak dapat
menembus suatu benda. Bayangan dibedakan menjadi dua, yakni bayangan nyata
dan bayangan maya. Bayangan maya (semu) adalah bayangan yang dapat dilihat
mata, tapi tidak dapat ditangkap pada layar, sedangkan bayangan nyata adalah
bayangan yang dapat ditangkap layar.
Berdasarkan dapat atau tidaknya di tembus cahaya, benda-benda digolongkan
menjadi 3:

Opaque atau benda tidak tembus cahaya, Adalah benda gelap yang tidak
dapat ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque memantulkan semua cahaya
yang mengenainya. Benda semacam ini contohnya adalah buku, kayu,
tembok, dan air keruh.
Benda Bening, yakni benda-benda yang dapat ditembus cahaya. Benda bening
juga sering disebut benda transparant. Benda transparant meneruskan semua
cahaya yang mengenainya. Contohnya kaca yang bening dan air jernih
Benda Transluent Benda transluent adalah benda-benda yang dapat
meneruskan sebagian cahaya yang datang dan menyebarkan sebagian cahaya
yang lainnya. Contohnya kain gorden tipis, dan beberapa jenis plastik.

3. Cahaya dapat dipantulkan

Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya kembali cahaya


dari permukaan benda yang terkena cahaya. Contoh peristiwa pemantulan cahaya
adalah saat kita bercermin. Bayangan tubuh kita akan terlihat di cermin, karena
cahaya yang dipantulkan tubuh kita, saat mengenai permukaan cermin, dipantulkan,
atau dipancarkan kembali hingga masuk ke mata kita. Pemantulan pada cermin,
termasuk pemantulan teratur. Pemantulan teratur terjadi pada benda yang
permukaannya rata dan mengkilap/licin. Pada benda semacam ini, cahaya
dipantulkan dengan arah yang sejajar, sehingga dapat membentuk bayangan benda
dengan sangat baik. Pada benda yang permukaannya tidak rata, cahaya yang datang
dipantulkan dengan arah yang tidak beraturan. Pemantulan semacam ini disebut
pemantulan baur, atau pemantulan difus.

Cermin merupakan salah satu benda yang memantulkan cahaya. Berdasarkan


bentuk permukaannya ada cermin datar dan cermin lengkung. Cermin lengkung ada
dua macam, yaitu cermin cembung dan cermin cekung.

a. Cermin Datar
Cermin datar yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya datar dan tidak
melengkung. Cermin datar biasa kamu gunakan untuk bercermin. Pada saat
bercermin, kamu akan melihat bayanganmu di dalam cermin. Bayangan pada cermin
datar mempunyai sifat-sifat berikut.

Ukuran (besar dan tinggi) bayangan sama dengan ukuran benda.


Jarak bayangan ke cermin sama dengan jarak benda ke cermin.
Kenampakan bayangan berlawanan dengan benda. Misalnya tangan kirimu
akan menjadi tangan kanan bayanganmu.
Bayangan tegak seperti bendanya.
Bayangan bersifat semu atau maya. Artinya, bayangan dapat dilihat dalam
cermin, tetapi tidak dapat ditangkap oleh layar.

b. Cermin Cembung (positif)


Cermin cembung yaitu cermin yang permukaan bidang pantulnya melengkung ke
arah luar. Cermin cembung biasa digunakan untuk spion pada kendaraan bermotor.
Bayangan pada cermin cembung bersifat maya, tegak, dan lebih kecil (diperkecil)
daripada benda yang sesungguhnya.

c. Cermin Cekung (negatif)


Cermin cekung yaitu cermin yang bidang pantulnya melengkung ke arah dalam.
Cermin cekung biasanya digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil dan lampu
senter. Sifat bayangan benda yang dibentuk oleh cermin cekung sangat bergantung
pada letak benda terhadap cermin. Jika benda dekat dengan cermin cekung,
bayangan benda bersifat tegak, lebih besar, dan semu (maya). Jika benda jauh dari
cermin cekung, bayangan benda bersifat nyata (sejati) dan terbalik.

4. Cahaya Dapat Dibiaskan

Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati dua medium yang
berbeda kerapatannya. Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia dalam pembuatan
berbagai alat optik. Apabila cahaya merambat dari zat yang kurang rapat ke zat
yang lebih rapat, cahaya akan dibiaskan mendekati garis normal. Misalnya cahaya
merambat dari udara ke air. Sebaliknya, apabila cahaya merambat dari zat yang lebih
rapat ke zat yang kurang rapat, cahaya akan dibiaskan menjauhi garis normal.
Misalnya cahaya merambat dari air ke udara.

Pembiasan cahaya sering kamu jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya dasar
kolam terlihat lebih dangkal daripada kedalaman sebenarnya. Gejala pembiasan juga
dapat dilihat pada pensil yang dimasukkan ke dalam gelas yang berisi air. Pensil
tersebut akan tampak patah.

5. Cahaya dapat diuraikan

Cahaya putih seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik. Cahaya
polikromatik adalah cahaya yang tersusun atas beberapa komponen warna. Cahaya
putih tersusun atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, jingga,
kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Spektrum warna yang tidak dapat diuraikan lagi
disebut cahaya monokromatik. Cahaya putih dapat diuraikan. Saat melewati prisma,
cahaya putih akan mengalami dispersi (penguraian). Contoh peristiwa dispersi
cahaya yang terjadi secara alami adalah peristiwa terbentuknya pelangi. Pelangi
terbentuk dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-titik air hujan di langit.
Cahaya matahari yang kita lihat berwarna putih. Namun, sebenarnya cahaya
matahari tersusun atas banyak cahaya berwarna.

Kita juga dapat mengamati peristiwa dispersi cahaya pada balon air. Kita dapat
menggunakan air sabun untuk membuat balon air. Jika air sabun ditiup di bawah
sinar matahari, kamu akan melihat berbagai macam warna berkilauan pada
permukaan balon air tersebut.

Sifat-sifat cahaya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam alat, di


antaranya periskop, teleskop, kaleidoskop, dan lup.

Periskop

Awak kapal selam yang berada di kedalaman laut dapat mengamati permukaan laut
menggunakan periskop. Periskop menerapkan sifat cahaya yang berupa pemantulan.
Cahaya dari atas permukaan laut ditangkap oleh suatu cermin, kemudian
dipantulkan menuju mata pengamat di dalam kapal selam.
Berikut bahan yang diperlukan untuk membuat periskop sederhana, yakni kardus
bekas atau karton, perekat (dapat berupa lem atau selotip), dua buah cermin datar
(usahakan memiliki ukuran yang sama, yaitu panjang 10 cm dan lebar 6 cm), busur
untuk mengukur derajat kemiringan, gunting, dan kertas untuk membungkus
periskop.

Langkah pertama dalam pembuatan periskop sederhana ini adalah ambil karton
atau kardus dan dibagi menjadi lima bagian. Dengan rincian, 2 bagian berukuran 6
cm bagian, 2 bagian berukuran 4 cm, dan bagian terakhir berukuran 2 cm (untuk
merekatkan sisi periskop, lihat gambar). Tak ada patokan ukuran di sini, buatlah
sesuai kebutuhan saja. Kemudian, buat dua lubang berbentuk lingkaran (gambar 3)
yang nantinya akan berfungsi untuk tempat melihat.

Langkah selanjutnya, buat dudukan cermin agar nantinya cermin dapat miring 45
derajat. Agar pas kemiringannya, gunakan busur untuk mengukur derajat
kemiringannya. Panjang dudukan cermin adalah 6 cm. Rekatkan sisi periskop
menggunakan lem atau selotip (membentuk bangun balok). Kedua cermin datar
tersebut diselipkan pada celah yang sebelumnya dibuat. Cermin bagian atas
menghadap ke bawah, cermin bagian bawah menghadap ke atas (bagian yang
mengkilap berada di atas).

Perhatikan saat memasang kedua cermin, yakni harus saling berhadapan agar
nantinya dapat memantulkan bayangan objek sesuai dengan konsep cara kerja
periskop. Pembuatan periskop sederhana ini lebih dianjurkan menggunakan bahan
dari kardus bekas. Sebab, secara umum lebih tebal dan lebih kuat dari karton biasa.
Jika ingin membuat periskop yang tahan air, bahan yang digunakan dapat memilih
kaca atau kayu lapis yang nantinya dapat diwarnai dengan cat anti air atau dilapisi
selotip pada setiap sisinya. Gunanya, agar saat dipakai dalam air, periskop tidak
kemasukan air.

Teleskop

Teleskop memiliki prinsip kerja yang hampir sama dengan periskop. Teleskop
memiliki dua lensa yang dapat membiaskan cahaya. Adanya pembiasan itu&
membuat objek yang jauh terlihat sangat dekat. Teleskop pertama dibuat pada tahun
1608 oleh orang Belanda bernama Hans Lippershey. Setahun kemudian, Galileo
Galilei menyempurnakan teleskop itu. Setelah disempurnakan, teleskop dapat
digunakan untuk mengamati bintang.

Kaleidoskop

Kaleidoskop adalah mainan yang dibuat menggunakan cermin. Dengan alat ini,
kamu dapat membuat aneka macam pola yang mengagumkan. Pola-pola ini
diperoleh karena bayangan benda-benda dalam kaleidoskop mengalami pemantulan
berkali-kali. Dengan demikian, jumlah benda terlihat lebih banyak daripada benda
aslinya.

Lup

Lup merupakan alat optik yang sangat sederhana. Alat ini berupa lensa cembung.
Lup berfungsi membantu mata untuk melihat bendabenda kecil agar tampak besar
dan jelas.