Anda di halaman 1dari 1

BAB IV

PEMBAHASAN

Suatu kehamilan disebut kehamilan ektopik bila zigot terimplantasi di lokasi-lokasi


selain cavum uteri, seperti di ovarium, tuba, serviks, bahkan rongga abdomen. Kehamilan
ektopik pada dasarnya disebabkan oleh segala hal yang menghambat perjalanan zigot menuju
kavum uteri(6). Pada kasus ini kehamilan terjadi di pars fimbrae sehingga secara rasional sesuai
dengan etiologis umum seperti yang disebutkan diatas, namun secara lebih mendetail faktor
resiko yang melatar belakangi terjadinya hal tersebut belum jelas karena dari anamnesa,
pemeriksaan fisik dan penunjang yang dilakukan tidak menunjukan tendensi ke faktor resiko
tertentu.

Dari gejala subjektif dan temuan objektif pada kasus ini di peroleh manifestasi klinis
berupa nyeri perut yang terjadi secara tiba-tiba, lemas, anemis, nyeri tekan seluruh lapang
abdomen, nyeri goyang porsio dan cavum douglas menonjol. Manifestasi klinis tersebut terjadi
akibat komplikasi dari pendarahan intra abdominal yang terjadi secara terus-menerus. Darah
yang masuk ke dalam rongga abdomen akan merangsang peritoneum, sehingga pada pasien
akan ditemukan tanda-tanda rangsangan peritoneal (nyeri tekan, nyeri ketok, nyeri lepas,
defense musculaire). Bila perdarahan berlangsung lamban dan gradual, dapat dijumpai tanda
anemia pada pasien dan bila pendarahan yang terjadi banyak maka akan timbul gejala
gangguan hemodinamik yaitu syok hipovolemik akibat kehilangan darah yang berlebihan.
Selanjutnya akan timbul Hematosalping yang teraba sebagai tumor di sebelah uterus dan
adanya Hematokel Retrouterina sehingga kavum Douglas teraba menonjol dan nyeri pada
pergerakan (nyeri goyang porsio).

Pada saat laparotomi di temukan asal kehamilan dari tuba falopii sinistra terjadi
pendarahan yang sifatnya aktif sehingga tindakan operasi yang sesuai ialah menghentikan
pendarahan dan dilakukan Salpingostomi. Salpingostomi dikerjakan karena massa hasil
konsepsi berdiameter < 2cm.