Anda di halaman 1dari 17

Ricky Priyatmoko

tidak ada yang pasti dalam hidup ini, setiap waktu yang kita jalani bukanlah kita yang
menghendaki, namun semua karena kehendak Tuhan. aku sama halnya dengan kita semua,
manusia yang tak luput dari dosa dan memiliki kebebasan dalam menentukan dirinya sendiri.

Kamis, 29 November 2012


Asuhan Keperawatan Jiwa PERILAKU KEKERASAN

LAPORAN KASUS
ASUHAN KEPERAWATAN PADA SdrRA DENGAN
PERILAKU KEKERASAN
DI RUANG WISMA GATOTKACA RSJ Prof. Dr SOEROYO MAGELANG

DISUSUN OLEH :

Ricky Priyatmoko
P.17420110025

AKADEMI KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN SEMARANG
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SEMARANG

2012
I. IDENTITAS
Inisial : Sdr. RA Tgl Pengkajian : 28 Mei 2012
Umur : 34 Th RM No : 14862
Tgl Masuk : 25 Mei 2012 Pendidikan : SMP
Jam : 11.45 WIB
Agama : Islam
Alamat : Gg. Madukoro RT 02/01 Pekuncen, Sempor Kebumen
Penanggung Jawab
Nama : Tn. J
Hub : Ayah
Pekerjaan : Buruh
Alamat : Gg. Madukoro RT 02/01 Pekuncen, Sempor Kebumen

II. ALASAN MASUK


Keluarga mengatakan sejak 4 hari sebelum masuk RSJ klien sering marah marah, mudah
tersinggung, sulit tidur, mengamuk, merusak alat rumah tangga, ketawa sendiri, malas bekerja.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Riwayat Penyakit Sekarang
Sakit sudah berlangsung 11 tahun, 10 tahun yang lalu klien opname di RSJ Bogor sembuh
terus kerja di Tangerang. 4 tahun terakhir tidak mau minum obat dan kumat lagi.
Klien tidak pernah melakukan, mengalami, menyaksikan penganiayaan fisik, seksual, penolakan
dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga dan tindakan kriminal.

2. Riwayat Keluarga
Garis keturunan dalam keluarga belum pernah ada anggota keluarga yang menderita gangguan
jiwa.
IV. FAKTOR PRESIPITASI
Putus obat sejak 6 bulan yang lalu dan tidak kontrol lagi

V. PEMERIKSAAN FISIK
Tanda tanda vital : T : 110/80 mmHg
RR : 20 x / menit
N : 72 x / menit
S : 37 0 C
BB : 40 kg
Tidak ada keluhan fisik yang dirasakan klien.

VI. PSIKOSOSIAL
1. Genogram
Keterangan :

: Klien

: Meninggal

: Serumah
: wanita

: laki-laki

: Penyakit

sama dgn

klien

Dalam keluarga klien jarang berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain karena merasa
malas dan senang menyendiri. Pengambilan keputusan dalam keluarga diambil oleh ayahnya.
Dalam pola asuh klien diasuh oleh orang tua sendiri.

2. Konsep diri
a. Citra diri
Klien menganggap tubuhnya sebuah anugrah dari tuhan. Klien bersyukur dan menerima
tubuhnya apa adanya.
b. Identitas diri
Sebelum sakit, klien pernah sekolah sampai dengan SMP. Setelah klien tamat SMP klien tidak
bisa melanjutkan. Klien menerima dirinya sebagai seorang laki-laki tetapi takut untuk menjadi
seorang kepala keluarga.
c. Peran diri
Klien berusia 34 tahun, klien belum menikah. Klien mengatakan takut untuk berumah tangga
karena menurutnya harus memikirkan kebutuhan keluarga. Dalam melaksanakan tugas dirumah
klien melakukannya bersama dengan ibunya seperti : menyapu, mencuci piring, mencuci baju
dan membantu memasak. Akan tetapi di masyarakat klien kurang dihormati. Klien berperilaku
seperti anak anak.
d. Ideal diri
Klien berharap agar bisa sembuh dan cepat pulang karena ingin minta maaf pada ibunya dan
mencari pekerjaan lagi.
e. Harga diri
Klien mengatakan tidak ada gangguan untuk berhubungan dengan orang lain.

3. Hubungan Sosial
Klien mengatakan bahwa orang yang paling dekat ibunya. Dalam keluarga klien merasa enggan
untuk berkomunikasi lebih senang menyendiri di kamar.

4. Spiritual
Klien dan keluarganya beragama Islam, klien melakukan ibadah sholat.

VII. STATUS MENTAL


1. Penampilan
Klien berpenampilan cukup rapi, dalam penggunaan baju sesuai. Klien berbadan kecil, rambut
pendek, bersih.
2. Pembicaraan
Klien berbicara baik, dapat menjawab pertanyaan, selalu bertanya kapan bisa pulang
3. Aktivitas Motorik
Klien terlihat gelisah, tegang, sering berpindah pindah
4. Afek
Appropriate (tepat)
5. Interaksi selama wawancara
Saat wawancara klien kooperatif, kontak mata dengan lawan bicara baik, klien tampak curiga.
6. Proses pikir
Pada saat wawancara klien mengalami sirkumtansial.
7. Isi pikir
Klien tidak pernah mempunyai pikiran yang aneh-aneh yang dirasakan saat ini hanya gelisah
menunggu kedatangan keluarga.
8. Tingkat Kesadaran
Klien tampak bingung dan tidak terfokus. Klien mampu mengingat dengan keluarganya, hari dan
waktu, ketika diajak kenalan klien mampu mengingat nama orang lain.
9. Memori
Klien mengalami gangguan daya ingat jangka pendek sehingga klien lupa kejadian yang telah
terjadi dalam jangka waktu seminggu.

10. Tingkat Konsentrasi dan berhitung


Klien mampu berkomunikasi, tidak mampu berkonsentrasi lama dan sering memutuskan
pembicaraan secara sepihak, mampu berhitung.
11. Daya tilik diri
Klien sadar bahwa dirinya telah berbuat salah karena telah berperilaku kekerasan dan merasa
menyesal akan tetapi klien tidak tahu tujuannya di RSJ.
VIII. PERSIAPAN PULANG
Makan : klien mampu makan sendiri dan mandiri
BAB/BAK : Klien mampu BAB/BAK di temaptnya
Mandi : Klien mampu mandi 2x sehari dengan mandiri
Berpakaian : klien mampu mengambil, memilih dan memakai pakaian
Istirahat dan tidur: Tidur siang dari jam 13.30-15.00
Tidur malam 22.00-04.00
Penggunaan obat: Klien mampu untuk meminum obat tanpa bantuan orang lain tetapi masih
belum mengerti untuk penggunaan obat yang benar
Pemeliharaan kesehatan: setelah pulang nanti klien akan berusaha control rutin.
Aktivitas dalam rumah : mandiri tanpa bantuan oang lain
Aktivitas diluar rumah : klien pergi keluar rumah dengan menggunakan motor secara mandiri

IX. MEKANISME KOPING


Klien jika mempunyai masalah lebih senang berdiam diri dikamar, marah - marah. Jika sudah
tidak tahan lagi klien kemudian menjadi mengamuk atau merusak barang-barang yang ada.

X. MASALAH PSIKOSOSIAL
Menurut keluarga semenjak klien marah-marah dan mengamuk, lingkungan tidak mau menerima
klien dan hal ini membuat klien menjadi lebih menarik diri.
XI. PENGETAHUAN
Klien tidak mengetahui tentang penyakitnya, tanda dan gejala kekambuhan, obat yang diminum
dan cara menghindari kekambuhan. Pemahaman tentang sumber koping yang adaptif dan
manajemen hidup sehat kurang.

XII. ASPEK MEDIK


Diagnosa medik : Skizofrenia tak terinci
Terapi medik : Chlorpromazine 1 x 100 mg
Haloperidole 2 x 5 mg
Triheksifenidile 2 x 2 mg
Rawat Inap di Wisma Gatutkaca

XIII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Resiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan
2. Perilaku kekerasan
3. Gangguan konsep diri : harga diri rendah

XIV. ANALISA DATA


NO DATA MASALAH
1 S:
Keluarga mengatakan sejak 4 hari sebelum masuk RS klien Resiko
mengamuk semakin sering, merusak barang yang ada mencederai
didekatnya diri, orang
Keluarga mengatakan klien jika mempunyai masalah dan lain dan
tidak bisa ditahan lagi klien kemudian menjadi lingkungan
mengamuk atau merusak barang-barang yang ada.

O : Mata merah, wajah agak merah, pandangan tajam


2 S:
Klien mengatakan pernah memukul ibunya Perilaku
Keluarga mengatakan sejak 4 hari sebelum masuk RS klien Kekerasan
marah marah, mengamuk, merusak alat rumah tangga
Keluarga mengatakan klien jika mempunyai masalah dan
tidak bisa ditahan lagi klien kemudian menjadi
mengamuk atau merusak barang-barang yang ada.
O:
Mata merah, wajah agak merah, pandangan tajam
3 S:
Klien mengatakan takut untuk berumah tangga Gangguan
Klien mengatakan merasa bersalah atas perilakunya konsep dri :
terhadap ibunya harga diri
Merasa tidak mampu dan terbatas pengetahuannya rendah
O:
Kesadaran klien tampak bingung dan tidak terfokus
Tampak gelisah
Saat berbicara klien sering memutuskan pembicaraan
secara sepihak

XV. POHON MASALAH

Resiko mencederai diri, Orang lain, lingkungan ....... effort

Resiko Perilaku Kekerasan ....... Core Problem

Gangguan Konsep Diri: Harga diri rendah ....... cause


XVI. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko mencederai diri sendiri, orang lain, dan lingkungan berhubungan dengan Perilaku
kekerasan
2. Perilaku kekerasan berhubungan dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

XVII. RENCANA KEPERAWATAN


DIAGNOSA
TGL TUJUAN INTERVENSI KEPERAWATAN
KEPERA WATAN
28 Mei Perilaku kekersan Setelah dilakukan tindakan SP I
2012 keperawatan selama 3x
1. bina hubungan saling percaya
09.00 pertemuan diharapkan pasien
2. identifikasi penyebab marah
dapat mengontrol perilaku
3. identifikasi tanda dan gejala PK
kekerasan dengan kreteria hasil
4. Identifikasi PK yang dilakukan
: 5. Identifikasi akibat PK
- Membina hubungan saling
6. Identifikasi cara kontrol PK
percaya 7. Latih cara kontrol PK dengan Fisik
- Pasien dapat menyebutkan I ( nafas dalam )
penyebab PK 8. Bimbing pasien memasukkan
- Pasien dapat menyebutkan dalam jadwal kegiatan harian
tanda gejala PK SP II
- Pasien dapat mengidentifikasi
1. Evaluasi kemampuan pasien
PK yang dilakukan mengontrol PK dengan cara fisik I
- Pasien dapat mengidentifikasi
2. Latih pasien konrol PK dengan
akibat PK cara fisik II
- Pasien menyebutkan cara
3. Bimbing pasien emasukkan jadwal
mengontrol PK kegiatan harian
- Pasien mampu SP III
mempraktekkan latihan cara
1. Evaluasi kemampuan
mengontrol PK dengan nafas
pasien mengontrol PK
dalam, pukul bantal atau kasur,
dengan cara fisik I dan II
secara verbal, secara spiritual
2. Latih kontrol PK dengan
dan penggunaan obat dengan
cara verbal
benar
3. Bimbing pasien
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian

SP IV
1. Evaluasi kemampuan pasien
mengontrol PK dengan cara fisik I ,
II dan verbal
2. Latih kontrol PK dengan cara
spiritual
3. Bimbing pasien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian
SP V
1. Evaluasi kemampuan pasien
mengontrol PK dengan cara fisik I ,
II dan verbal
2. Jelaskan cara kontrol PK dengan
minum obat teratur
3. Bimbing pasien memasukkan
dalam jadwal kegiatan harian
XII. IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
DIAGNOSA IMPLEMENTASI
TGL EVALUASI
KEPERA WATAN KEPERAWATAN
Selasa Perilaku kekersan
SP I:
29 Mei 1. membina hubungan saling S: klien mengatakan namanya Rusli
2012 percaya suka dipanggil Rusli.
09.00 O: klien bicara lancar, tampak
gelisah dan tidak terfokus
A: dapat terbina hubungan saling
percaya
P: lanjutkan intervensi 2
2. mendiskusikan bersama klien S: klien mengatakan pernah
penyebab marah, tanda dan memukul ibunya ketika meminta di
gejala PK, PK yang dilakukan timang timang seperti bayi. Klien
saat marah, akibat PK, cara merasa bersalah dan meminta diajari
kontrol PK cara mengontrol marah,
O: klien kooperatif, tatapan mata
tajam, tampak tegang, klien dapat
memahami perilaku kekerasan
3. mengajarkan cara kontrol PK A: PK dapat terpahami oleh klien
dengan Fisik I ( tarik nafas P: lanjutkan intervensi 3
dalam ) S: klien mengtakan bisa tenang
setelah tarik nafas dalam dan akan
mencobanya ketika hendak marah.
4. membimbing pasien O:klien kooperatif, Klien mampu
memasukkan dalam jadwal mendemonstrasikan cara fisik I(
kegiatan harian tarik nafas dalam) .
A:dapat terkontrol PK dengan tarik
nafas dalam
P: lanjutkan intervensi SP2
- bimbing klien dalam memasukkan
teknik kontrol marah ke jadwal
kegiatan harian
- ajarkan teknik kontrol marah
SP II: dengan fisik 2 (pukul batal )
1. Memvalidasi masalah.
2. melatih cara kontrol PK S : klien mengatakan belum dapat
dengan Fisik II ( pukul bantal mengontrol emosi, dan akan
Rabu ) mencoba cara control marah yang
30 Mei 3. membimbing pasien sudah diajarkan (pukul bantal).
2012 memasukkan dalam jadwal O: raut muka tegang, kontak mata
09.00 kegiatan harian baik, tampak gelisah
A: SP II belum optimal
SP II : P: optimalkan SP II,(cara control
1. memvalidasi masalah. marah dengan cara fisik II pukul
2. Melatih cara control PK bantal)
dengan cara fisik II (pukul
bantal) S: klien mengatakan dapat
3. Mengikutsertakan klien mengontrol emosinya dengan cara
Senin, dalam jadwal kegiatan sehari- fisik II(pukul bantal)dan berusaha
04 Mei hari. melakukannya saat sedang marah.
2012 O: klien tampak senang, klien
09.00 mampu mendemontrasikan cara
fisik II dengan baik tanpa
bimbingan.
A: SP II tercapai.
SP III P: Lanjutkan SP III ( cara control
1. Memvalidasi masalah PK dengan cara verbal).
2. melatih kontrol PK dengan
cara verbal
3. membimbing pasien S : klien mengatakan masih ingat
memasukkan dalam jadwal cara control marah yang sudah
kegiatan harian diajarkan (tarik nafas dalam dan
Selasa, pukul bantal), klien mengatakan
05 Mei sudah sering berdoa dan shalat di
2012 RSJ
09.00 O: klien tampak senang, kontak
mata baik, klien bersedia
membicarakan dengan baik baik
SP IV ketika marah
1. memvalidasi masalah A: SP III tercapai
2. melatih kontrol PK dengan P: lanjutkan SP IV (dengan cara
cara spiritual spiritual)
3. Membimbing pasien
memasukkan dalam jadwal S : klien mengatakan sudah dapat
kegiatan harian mengontrol emosi, dan akan
Rabu, mencoba cara control marah dengan
04 Mei SP V berdoa dan shalat
2012 1. Memvalidasi masalah O: klien tampak senang
09.00 2. menjelaskan cara kontrol PK A: SP II belum optimal
dengan minum obat teratur P: lanjutkan SP V (dengan cara
3. membimbing pasien minum obat teratur)
memasukkan dalam jadwal
kegiatan harian S : klien mengatakan sudah teratur
dalam meminum obat
Kamis, O: klien tampak tenang dan senang,
04 Mei klien kooperatif
2012 A: dapat menggunakan obat secara
09.00 teratur
P: pertahankan kondisi pasien

Diarsipkan oleh beph at 2:39 PM


Reaksi:

Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

5 komentar:

1.

firman khafidlin10:10 PM, Juni 15, 2013

matur nuwun mas, btw wis di acc kah?? :D

Balas

2.
beph9:52 AM, Juli 03, 2013

udah dong..

Balas

3.

rizz Patrisia10:03 PM, November 05, 2015

Makasih

Balas

4.

Nona Elisabeth3:30 AM, Juni 20, 2016

thank you...

Balas

5.

Sell Tiket10:35 AM, Agustus 29, 2016

Cari TiketPesawat Online Super Cepat dan murah??


http://selltiket.com
Booking di SELLTIKET.COM aja!!!
CEPAT,.TEPAT,.DAN HARGA TERJANGKAU!!!

Ingin usaha menjadi agen tiket pesawat??


Yang memilikipotensi penghasilan tanpa batas.
Bergabung segera di http://agenselltiket.com

INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI HUBUNGI:


No handphone :085365566333
PIN : 5A298D36

Segera Mendaftar Sebelum Terlambat. !!!

Balas

Muat yang lain...


read your think in here...

Link to this posting

Buat sebuah Link

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda


Langganan: Poskan Komentar (Atom)

About Me

beph
saya adalah hamba ALLAH dan MUHAMMAD rasulNya..
Lihat profil lengkapku

PILIHAN :
GENERAL
DIARY
NURSE AREA
KARIKATUR IS HERE!!!!
ricky

Arsip Blog
2014 (1)

2013 (1)

2012 (24)
o Nov (5)
Asuhan Keperawatan Jiwa PERILAKU KEKERASAN
Laporan Pendahuluan PERILAKU KEKERASAN
Tokoh-Tokoh Islam dalam Ilmu Pengetahuan
Ibnu Juljul Menjadi Rujukan Pengobatan Herbal
Senyum
o Sep (2)
o Agu (1)
o Jul (2)
o Mei (4)
o Apr (2)
o Mar (3)
o Feb (1)
o Jan (4)

2011 (14)

2010 (11)

2009 (1)

Ricky

it's me

Poltekkes Galau

bisa jadi ini gambar kamu!!

Totality open of the page

86511

Klien
finding the blog at this""

Ada kesalahan di dalam gadget iniAda kesalahan di dalam gadget ini


Template Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.

JAVA