Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH

Manfaat Lagu Sebagai Media Meningkatkan Keterampilan Berbicara


Pada Anak Sd Kelas Tinggi

Disusun untuk Memenuhi Tugas Keterampilan Berbahasa Indonesia

Dosen Pengampu Drs. Suwandi M.Pd

oleh

Rohmatul Indrawati (1401416308)

rombel 2A

JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang


telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua yang berupa
ilmu pengetahuan dan kesehatan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah
Bahasa Indonesia denagan lancar.
Tersusunnya makalah ini tentunya tidak lepas dari berbagai pihak yang
telah memberikan bantuan secara materil dan moril, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih kepada :
1. Drs.Suwandi, M.pd. Selaku dosen mata kuliah Keterampilan Berbahasa
Indonesia.
2. Teman-teman rombel 2A yang senantiasa memberikan motivasi.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Keterampilan


Berbahasa Indonesia yang membahas tentang manfaat lagu sebagai media
meningkatkan keterampilan berbahasa. Penulis menyadari bahwa makalah ini
belum sempurna dan membutuhkan kritikdan saran yang membangun bagi penulis
agar dapat menyempurnakan makalah-makalah selanjutnya.

Tegal, 02 April 2017

Penyusun

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke hadirat Allah swt yang telah melimpahkan rahmat, hidayah
serta inayah-Nya kepada penulis, karena dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul Manfaat Lagu sebagai Media meningkatkan Keterampilan Berbahasa
pada Anak SD Kelas Tinggi. Adapun tujuan disusunnya makalah ini adalah
untuk memenuhi tugas mata kuliahn keterampilan berbahasa.
Dalam penulisan makalah ini, penulis alhamdulillah tidak mengalami
hambatan apapun karena sumber pustaka sudah cukup lengkap. Penyusunan
makalah ini tidak lepas dari bantuan yang diberikan oleh berbagai sumber kepada
penulis. Maka dari itu penulis mengucapkan terimakasih kepada :
1. Drs. Suwandi, M.Pd. Selaku sosen mata kuliah keterampilan
berbahasa Indonesia.
2. Kedua orang tua yang selalu mendukung dalam proses penulisan.
3. Teman-teman rombel 2A yang senantiasa memberikan motivasi.
Penulis mengharap kritik dan saran tentang makalah ini dengan senang
hati agar penulis dapat menulis dengan lebih sempurna pada penulisan makalah
selanjutnya.

iii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL................................................................................................ i

KATA PENGANTAR ............................................................................................ ii

DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................1

A. Latar Belakang Masalah ..........................................................................1


B. Tujuan ......................................................................................................2
C. Rumusan Masalah ...................................................................................2

BAB II PEMBAHASAN .........................................................................................3

A. Keterampialn Berbicara ...........................................................................3


B. Lagu sebagai Media untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara
Siswa .......................................................................................................5
C. Penerapan Media Lagu yang Digunakan untuk Meningkatkan
Keterampilan Berbicara Siswa ...............................................................9

BAB III PENUTUP ...............................................................................................12

A. Simpulan ................................................................................................12
B. Saran ......................................................................................................12

DAFTAR PUSTAKA

iv
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Keterampilan berbahasa memiliki beberapa aspek yang saling
berhubungan satu sama lain. Aspek-aspek tersebut menurut Taringan
(1990:351) membagi keterampilan berbahasa memiliki empat aspek. Empat
aspek tersebut adalah keterampilan menyimak, keterampilan berbicara,
keterampilan membaca, dan keterampilan menulis.
Sebenarnya anak-anak memiliki gagasan yang sangat banyak, akan
tetapi belum mampu mengungkapkannya. Hal ini terjadi karena kemampuan
bicaranya masih sangat terbatas dan jumlah kosa kata yang dimiliki anak
masih terbatas (Vygotsky dalam Harun, 2009:130). Keterbatasan jumlah kosa
kata tersebut disebabkan karena anak kurang stimulasi dari guru, orang tua,
maupun lingkungan. Oleh karena itu anak harus segera mendapat stimulasi,
jika tidak maka akan dapat berdampak pada aspek-aspek kemampuan yang
lainnya. Penggunaan media lagu dapat dimanfaatkan oleh guru, yaitu dalam
mengajarkan kosakata lebih bervariatif, sehingga suasana belajar mengajar
menjadi tidak membosankan. Media lagu memiliki manfaat dalam proses
pembelajaran, karena selain dapat menarik perhatian peserta didik, lagu juga
dapat merangsang perkembangan otak. Dengan media lagu pembelajaran
akan lebih menyenangkan, karena lagu memiliki irama yang dapat diikuti
oleh peserta didik, selain itu juga lagu dapat melatih daya analisis peserta
didik, sehingga kosa kata yang terdapat pada lagu tersebut akan selalu
tersimpan dalam ingatan peserta didik yang akan menunjang keterampilan
berbicara peserta didik tersebut.
Alasan ditulisnya makalah ini karena makalah ini penting bagi
pengetahuan para calon guru tentang manfaat musik sebagai media

1
peningkatan keterampilan berbahasa. Selain sebagai bekal bagi calon guru,
makalah ini juga dapat menjadi bekal bagi para peneliti pemula.

B. Tujuan
Tujaun penulisan makalah ini adalah agar para calon guru mengetahui
bagaimana manfaat musik bagi peningkatan keterampilan berbahasa anak.
Karena sebagai calon guru harus dapat mengetahui media yang sesuai untuk
meningkatkan keterampilan berbahasa khususnya kemampuan berbicara
peserta didiknya. Selain itu dengan disusunya makalah ini diharapkan dapat
membantu peneliti pemula.

C. RumusanMasalah
1. Bagaimana lagu dapat digunakan sebagai media meningkatkan
keterampilan berbicara ?
2. Bagaimana penerapan lagu sebagi media untuk meningkatkan
keterampilan berbicara ?

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Keterampilan Berbicara
Salah satu aspek berbahasa yang harus dikuasai oleh peserta didik
adalah berbicara, karena keterampilan berbicara akan menunjang
keterampilan lainnya dan saling berkaitan. Keterampilan ini bukanlah suatu
jenis keterampilan yang dapat diwariskan secara turun temurun walaupun
pada dasarnya secara alamiah setiap manusia dapat berbicara. Namun,
keterampilan berbicara secara formal memerlukan latihan dan pengarahan
yang intensif. Stewart dan Kennert Zimmer (dalam Haryadi dan Zamzani,
1997: 56) memandang kebutuhan akan komunikasi yang efektif dianggap
sebagai suatu yang esensial untuk mencapai keberhasilan setiap individu
maupun kelompok. Peserta didik yang mempunyai keterampilan berbicara
yang baik, pembicaraannya akan lebih mudah dipahami oleh penyimaknya.
Menurut Saksomo (1997: 75), ada beberapa teknik dalam
pembelajaran keterampilan berbicara, yakni
(1) Teknik pembelajaran keterampilan berbicara terpimpin,
(2) Teknik pembelajaran keterampilan berbicara semi terpimpin, dan
(3) Teknik pembelajaran keterampilan berbicara bebas.
Teknik pembelajaran keterampilan berbicara terpimpin adalah teknik
pembelajaran dengan pemberian banyak kontrol oleh guru kepada peserta
didik tentang bagaimana tindakan yang harus dilakukan peserta didik dalam
pembelajaran keterampilan berbicara. Pembelajaran keterampilan berbicara
dengan teknik semi terpimpin merupakan jembatan antara teknik
pembelajaran berbicara terpimpin dan 20 pembelajaran keterampilan
berbicara bebas. Peran guru dalam dalam teknik pembelajaran keterampilan
berbicara semi terpimpin adalah sebagai kontrol jika terjadi kesalahan pada
ucapan peserta didik. Teknik pembelajaran keterampilan berbicara bebas

3
adalah teknik pembelajaran keterampilan berbicara dengan peserta didik
bebas mengekspresikan kalimat dan kata-kata yang akan diucapkan
(Saksomo, 2010: 37).
Keterampilan berbicara peserta didik dapat dipengaruhi oleh berbagai
faktor antara lain faktor kebahasaan dan faktor non kebahasaan. Faktor
kebahasaan meliputi faktor-faktor:
1) ketepatan ucapan,
2) penempatan tekanan, nada, dan durasi yang sesuai,
3) pilihan kata.

Sedangkan faktor non kebahasaan, meliputi faktor:

1) sikap yang wajar tenang, tidak kaku,


2) pandangan harus diarahkan pada lawan bicara,
3) kesediaan menghargai pendapat orang lain,
4) gerak-gerik dan mimik yang tepat,
5) kenyaringan suara,
6) kelancaran,
7) relevansi/ penalaran,
8) penguasaan topik (Maidar, 1998: 97).
Keterampilan berbicara pada hakikatnya merupakan keterampilan
memproduksi arus sistem bunyi artikulasi untuk menyampaikan kehendak,
kebutuhan perasaan, dan keinginan kepada orang lain, dalam hal ini
kelengkapan alat ucap seseorang merupakan persyaratan alamiah yang
memungkinkannya untuk memproduksi suatu ragam yang luas bunyi
artikulasi, tekanan, nada, kesenyapan dan lagu bicara. Keterampilan ini juga
didasari oleh kepercayaan diri untuk berbicara secara wajar, jujur, benar, dan
bertanggungjawab dengan menghilangkan masalah pskologis seperti rasa
malu, rendah diri, ketegangan, berat lidah, dan lain-lain (Iskandarwassid dan
Sunendar, 2008: 241).
Berbicara berfungsi sebagai kegiatan produksi bahasa dan bersifat
menyampaikan informasi. Kemampuan peserta didik dalam berbicara juga

4
akan bermanfaat dalam kegiatan memahami bacaan dan menyimak.
Pentingnya keterampilan berbicara atau bercerita dalam komunikasi juga
diungkapkan oleh Supriyadi (2005: 178) bahwa apabila seseorang memiliki
keterampilan berbicara yang baik, dia akan memperoleh keuntungan sosial
maupun profesional. Keuntungan sosial berkaitan dengan kegiatan interaksi
sosial antar individu. Keuntungan profesional diperoleh sewaktu
menggunakan bahasa untuk membuat pertanyaan-pertanyaan, menyampaikan
fakta-fakta dan pengetahuan, menjelaskan dan mendeskripsikan.
Keterampilan berbahasa lisan tersebut memudahkan peserta didik
berkomunikasi dan mengungkapkan ide atau gagasan kepada orang lain.
Luoma (dalam Abidin, 2012: 136) mengemukakan bahwa
pembelajaran berbicara yang baik adalah pembelajaran berbicara yang
berdasar pada proses berbicara itu sendiri. Artinya pembelajaran berbicara
harus dilakukan berdasarkan tahapan berbicara yag secara natural dilakukan
dalam kehidupan sehari-hari. Proses yang dimaksud meliputi tahapan
penangkapan ide, pengembangan ide, pengemasan ide, dan hingga tahap
akhir penyampaian ide.
Berdasarkan pendapat-pendapat tersebut maka dapat disimpulkan
bahwa seseorang melakukan kegiatan berbicara selain untuk berkomunikasi
juga bertujuan untuk mempengaruhi orang lain dengana maksud apa yang
dibicarakan dapat diterima oleh lawan bicaranya dengan baik. Adanya
hubungan timbal balik secara aktif dalam kegiatan berbicara antara pembicara
dengan pendengar akan membentuk kegiatan berkomunikasi menjadi lebih
efektif dan efisien.

B. Lagu sebagai Media untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara


Siswa

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007: 624), menyebutkan


bahwa Lagu adalah ragam suara yang berirama (dalam bercakap, bernyanyi,
membaca,dsb). Menurut Hamdju (1980: 12) lagu adalah cetusan ekspresi

5
dasar dari hati manusia yang dikemukakan secara teratur dalam bentuk
bahasa bunyi. Wagner dan Zeigner (1982: 5-6) mengungkapkan Das Singen
im Unterricht hilft Hemmschwellen abbauen. Nyanyian dalam pembelajaran
dapat mengurangi rasa takut bagi pembelajar. Pendapat yang senada tentang
lagu (nyanyian) juga dikemukakan oleh Brooks dan Brown dalam Neuyten
(1994: 8). Dikatakan juga bahwa musik merupakan bentuk bahasa yang
mengekspresikan perasaan kepada orang-orang yang mendengarnya,
sedangkan nyanyian adalah ekspresi musik dalam bentuk kata-kata yang
diucapkan dan tertulis.

Lagu merupakan bagian dari media audio karena lagu adalah suara
yang berirama. Pengertian ini terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia
(Ramlan,dkk., 2007: 624), yang menyebutkan bahwa lagu adalah ragam suara
yang berirama (dalam bercakap, bernyanyi, membaca, dan sebagainya). Dari
beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa lagu sebagai media
pembelajaran merupakan cara pengirim pesan mengirim pesan kepada
penerima dalam konteks ini yaitu guru dan peserta didik, untuk
menyampaikan pesan atau materi pembelajaran dengan menggunakan lagu
yang mampu membuat penerima pesan memahami maksud dan inti dari
pesan dari pengirim pesan.

Suatu pembelajaran akan berhasil dengan baik apabila prosesnya


berjalan menyenangkan. Lagu sebagai salah satu alat penyampai informasi
dan cetusan perasaan sangat digemari banyak orang termasuk anak-anak
muda. Lagu yang termasuk kedalam media pembelajaran audio menurut
Hamalik (1986: 50) dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran.
Lagu termasuk dalam media audio karena lagu merupakan hal sangat erat
kaitannya dengan indera pendengaran. Dengan mendengar, seorang
pembelajar bahasa akan dengan sendirinya menirukan kata-kata dalam lirik
lagu dan hal tersebut terjadi berulang-ulang sehingga makna lirik tersebut
dapat dipahami.

6
Lagu dalam pembelajaran bahasa menjadi salah satu alternatif untuk
dapat membangkitkan motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran.
Melalui lagu, suasana pembelajaran menjadi lebih menyenangkan, dan
peserta didik lebih termotivasi untuk aktif dalam proses pembelajaran. Peserta
didik ikut menyanyi dan memahami makna dari lirik-lirik lagu yang mereka
nyanyikan, sehingga materi keterampilan berbicara yang diajarkan akan dapat
tersampaikan dengan efektif. Selain itu, dengan media lagu peserta didik bisa
lebih mengingat materi yang diberikan oleh guru. Diharapkan kesulitan
peserta didik dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Jerman bisa
teratasi dan hasil belajar mereka menjadi lebih optimal (Kirana, 2004).
Manfaat lagu yang berkaitan dengan pembelajaran menurut Bonnie &
John (dalam Ely, 2002: 11-12) yaitu:

1. membantu peserta didik untuk mendengarkan, mengingat,


menghafalkan, mengintegrasikan dan menghasilkan suara bahasa,
2. meningkatkan kemampuan berbahasa peserta didik termasuk
perbendaharaan kata, kemampuan berekspresi, dan kelancaran
komunikasi,
3. menyediakan cara berkomunikasi verbal sebagai jembatan penghantar
yang membantu peserta didik mengembangkan kosakata serta
mempelajari cara-cara baru untuk mengekspresikan diri.

Lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran keterampilan


berbicara disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran lalu digunakan
sebagai alat bantu agar proses pembelajaran menjadi lebih efektif, menarik,
mudah diingat, mudah dipahami, suasana kelas lebih hidup, dan peserta didik
tidak bosan. Kelebihan tersebut dikarenakan sifat dari musik adalah untuk
hiburan, sehingga peserta didik akan mempelajari materi keterampilan
berbicara dengan perasaan yang senang, dengan tujuan akhir diupayakan hasil
belajar menjadi lebih optimal. Adapun langkah-langkah penerapan media
lagu dalam pembelajaran adalah sebagai berikut.

7
a. menyiapkan media lagu yang variatif
b. penyampaian materi pembelajaran yang disesuaikan dengan sumber
pembelajaran,
c. memberikan teks lagu yang sudah disiapkan kepada peserta didik melalui
print out lalu mencontohkan cara pengucapan lirik-lirik lagu dengan
menyanyikannya, kemudian meminta peserta didik untuk menyanyi
bersama-sama,
d. membahas lirik-lirik yang ada di dalam lagu, serta keterkaitan antara lagu
yang diberikan dengan materi pembelajaran yang disampaikan,
e. proses pembelajaran diakhiri dengan pembuatan kesimpulan tentang
materi yang telah dipelajari oleh guru dan peserta didik dan melakukan
kegiatan tanya jawab dengan peserta didik.

Penggunaan media pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan


dalam penerapannya, begitu juga media lagu. Berikut ini adalah kelebihan
penggunaan media lagu untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa

1) Guru lebih mudah menyampaikan materi pembelajaran karena lagu yang


digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
2) Peserta didik akan merasakan atmosfer yang menyenangkan dalam proses
pembelajaran.
3) Peserta didik akan lebih mudah mengingat dan memahami materi
pembelajaran karena sifat lagu yang cepat dihafal dan dapat diingat dalam
jangka waktu yang lama.
4) Meningkatkan keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran.

Selain kelebihan penggunaan media lagu yang telah disebutkan,


penggunaan media lagu dalam pembelajaran juga memiliki kelemahan
sebagai berikut.

(1) Suasana kelas yang cenderung santai akan membuat kelas menjadi gaduh.
(2) Lirik dalam lagu yang digunakan sangat terbatas

8
Untuk meminimalisir kelemahan dalam penggunaan media lagu, guru
harus bisa mengkondisikan peserta didiknya agar tidak gaduh di dalam kelas
meski penyampaian materi dilakukan dengan melibatkan keaktifan peserta
didik. Selain itu, guru juga harus selektif dalam memilh media lagu yang akan
digunakan dalam pembelajaran. Lagu yang digunakan harus disesuaikan
dengan kemampuan anak dan menggunakan bahasa yang bertahap, yaitu dari
bahasa sederhana ke bahasa yang sulit. Dengan cara itu kebahasaan anak akan
meningkat. Jika kebahasaan anak meningkat maka meningkat pula
keterampialn berbicaranya.

D. Penerapan Media Lagu yang Digunakan untuk Meningkatkan


Keterampilan Berbicara Siswa
Komponen yang memegang peran penting dalam suatu pembelajaran
sangat banyak, salah satunya adalah media pembelajaran. Untuk
memaksimalkan kegiatan pembeljaran tersebut seorang guru harus
menggunakan media yang kreatif dan menarik. Salah satu media yang
menarik yaitu yaitu lagu dengan metode bernyanyi.
Dengan menggunakan metode bernyanyi daya tarik anak akan
bertambah dan akan menimbulkan rangsangan untuk mengeluarkan ujaran-
ujaran atau kosa kata bahkan mungkin sebuah kalimat (Depdiknas, 2003:14).
Penggunaan metode bernyanyi tidak lepas dari penggunaan musik dapat
dipergunakan sepanjang hari untuk menyatukan kegiatan pembelajaran
bernyanyi. Menggerakkan badan, bertepuk tangan, menari, dan memainkan
alat musik, atau menyimak dengan tenang. Kesemuannya dapat diberikan
sebadai kegiatan pembelajaran sepanjang hari. Musik mengembangkan
pancaindra, mengajarkan ritme, berhitung dengan pola kalimat, memperkuat
otot halus dan kasar dan mendorong kreatifitas (Team work, 2000:9).
Lebih lanjut Campbell (2003:10) mengemukakan bahwa musik
membantu mereka untuk melatih alat ucapnya sehingga mereka menghasilkan
bunyi yang berupa kata-kata atau bahkan kalimat. Untuk menambah daya

9
tarik anak-anak terhadap lagu ketika menggunakan metode bernyanyi akan
sangat menarik apabila dibantu dengan ekspresi-ekspresi yang menunjang
makna dari kata-kata dalam lagu tersebut. Anak dapat bermain dengan kata-
kata dan bunyi-bunyian lain, sehingga mengembangkan
keterampilanlinguistiknya secara alami dan menyenangkan (Campbell, 2003 :
130).
Beberapa cara dan teknik dapat dikembangkan melalui metode
bernyanyi dalam memberikan pelajaran bernyanyi sehingga keterkaitan
mereka bisa bertahan lama. Tanpa daya tarik yang dapat mencuri perhatian
merekan akan sangat sulit mempertahankan perhatian mereka, sehingga
tujuan kegiatan tidak tercapai secara maksimal (Putrakembara, 2006:23).
Ada tiga metode dalam memberikan pengajaran keterampilan
berbicara dengan menggunakan metode bernyanyi, yaitu : metode
keselueuhan, metode bagi-bagian dan metode campuran. Metode keseluruhan
adalah metode yang digunakan untuk mengajarkan lagu yang pendek-pendek,
sehingga mudah dihafal sekaligus juga isi lagu disesuaikan dengan kelompok
anak-anak. Metode bagi-bagian itu tidak berbeda dengan metode keseluruhan,
metode ini isi lagu dibagi-bagi dalam bagian-bagian kecil, untuk dipahami
baris demi baris sampai dikuasai anak. Sedangkan metode campuran adalah
cara memahami lagu dengan metode keseluruhan yang difariasikan dengan
metode bagi-bagian.
Lagu adalah ragam suara yang berirama. Berbicara tentang lagu tidak
akan terlepas dari bernyanyi dan musik. Kegiatan bernyanyi adalah suatu
bentuk kegiatan seni untuk mengungkapkan pikirandan perasaan manusia
melalui suaranya, sedangkan musik adalah pendidikan untuk memberi
kesempatan musik itu sendiri yang dihayati lewat lagu. Oleh sebab itu
bernyanyi dan bermain musik bagi anak merupakan kegiatan yang
menyenangkan dan memberikan kepuasan. Lagu yang dipilih untuk
dinyanyikan anak haruslah lagu yang bermutu, mengandung unsur-unsur
pendidikan dnagn perkembangan jiwa anak dan disenangi anak. Adapun efek

10
dari lagu menurut Chazan (dalam Mutiah, 2010:170) dapat dikemukakan
sebagai berikut :
Lagu dapat memberikan perasaan kepuasan dan perasaan nyamanserta dapat
bersifat sebagai terapi. Lagu mendorong anak untuk memperoleh kesempatan
mengekspresikan dirinya. Lagu juga dapat memberikan kesempatan kepada
anak untuk melepaskan emosi yang tertahan maupun mengeluarkan emosi-
emosi yang tidak dapat diterima oleh lingkungan.

Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran


bahasa Indomesia diperlukan media atau alat untuk mendukung proses
pembelajaran guna memotivasi siswa. Salah satu media yang diduga dapat
menarik perhatian peserta didik adalah media audio yaitu lagu. Selain itu lagu
juga dapat digunakan untuk menambah perbandaharaan kosa kata anak
seperti pendapat (Nggiri, 2014 : 23-24) Lagu memberikan bantuan bagi
peserta didik dalam penguasaan kosakata. Dengan menggunakan media lagu
akan lebih menyenangkan dan menarik perhatian peserta didik. Telah
dijelaskan juga bahwa media lagu dapat melatih empat keterampilan bahasa,
itu berarti dengan sendirinya kemampuan kosakata peserta didik akan
semakin bertambah. Jadi salah satu media yang dapat digunakan guru untuk
membantu pembelajaran kosakata peserta didik adalah media lagu.

11
BAB III

PENUTUP

A. SIMPULAN

Simpulan dari makalah ini adalah lagu sebagai media pembelajaran


dapat digunakan sebagai alat untuk menyampaikan materi pembelajaran.
Dengan menyanyikan lagu, diharapkan peserta didik mendapatkan kosa kata
baru yang sebelumnya belum pernah mereka ketahui dan kegiatan belajar
mengajar menjadi menarik, sehingga kemampuan berbahasa peserta didik
termasuk perbendaharaan kata dan kelancaran berkomunikasi dapat tercapai
melalui lagu.

B. SARAN
Makalah ini memberi saran agar para guru lebih menambah khasanah
tentang memilih media pembelajaran yang sesuai dan menarik. Penulis juga
mengharap saran dari pembaca agar dapat menyempurnakan penulisan pada
makalah selanjutnya.

12
DAFTAR PUSTAKA

Ambarsari, Dewi.2012.upaya meningkatkan keterampilan berbicara dengan


metode bernyanyi pada anak kelompok A TK santa anna srsgen tahun
ajaran2011/2012.Skripsi.Jurusan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sebelas Maret.
Kirana, Dita Zahra.2014. Keefektifan Penggunaan Media Lagu Pada
Pembelajaran Keterampilan Berbicara Bahasa Jerman Peserta Didik Kelas
X di Madrasah Aliyah Negeri Purworejo.Skripsi.Jurusan Pendidikan
Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Nggiri, Adriyati May.2014.Keefektifan Penggunaan Media Lagu Terhadap
Penguasaan Kosakata Bahasa Jerman Peserta Didik Kelas X Sma Negeri
1 Muntilan Magelang.Skripsi.Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas
Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta.
Rofiudin, Ahmad dan Darmiyati Zuhdi.2001.Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia pada Kelas Tinggi.Malang.Universitas Negeri Malang
Sinaga, Olo Tahe.2014.Penggunaan Media Lagu dan Puisi dalam Upaya
Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Indonesia pada Siswa
BIPA Tingkat Pemula di Universitas Multimedia Nusantara.Laporan
Penelitian. Universitas Multimedia Nusantara.

13