Anda di halaman 1dari 16

KEBIJAKAN TAHAP I

Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya mengumumkan paket kebijakan ekonomi
tahap pertama pada September 2015. Pengumuman berlangsung di Istana Negara, Jokowi
didampingi para menteri bidang ekonomi.
Hadir dalam acara tersebut Ketua OJK Muliaman D Hadad, Gubernur BI Agus
Martowardojo, Menteri ESDM Sudirman Said, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro,
Mentan Amran Sulaiman, Mendag Thomas Lembong, dan Seskab Pramono Anung.
"Hari ini pemerintah meluncurkan paket kebijakan tahap pertama September 2015 yang
terdiri dari tiga langkah," kata Jokowi di Istana Rabu (9/9/2015)

1. Mendorong daya saing industri nasional melalui deregulasi, debirokrasi, penegakan


hukum dan kepastian usaha.
Jokowi mengatakan ada 89 peraturan yang dirombak dari 154 peraturan yang masuk ke tim.
"Sehingga ini bisa menghilangkan duplikasi bisa memperkuat koherensi, dan memangkas
peraturan yang tak relevan dan menghambat daya saing industri nasional," kata Jokowi.
Selain itu, sudah disiapkan 17 peraturan pemerintah, 11 rancangan peraturan presiden, 2
rancangan instruksi presiden, 63 rancangan peraturan menteri, dan 5 rancangan peraturan lain
"Selain itu, pemerintah melakukan langkah penyederhanaan izin, memperbaiki prosedur kerja
perizinan, memperkuat sinergi, menggunakan pelayanan berbasis elektronika," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan pemerintah berkomitmen menyelesaikan semua paket deregulasi pada
September dan Oktober 2015. "Jadi nanti akan ada paket I, Paket II, dan paket III akan secara
konsisten," kata Jokowi.
2. Mempercepat proyek strategis nasional, menghilangkan berbagai hambatan,
sumbatan dalam pelaksanaan dan penyelesaian proyek strategis nasional.
Menurut Jokowi antara lain penyederhanaan izin tata ruang dan penyediaan lahan, percepatan
pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta deskrisi dalam hambatan masalah hukum.
"Pemerintah juga memperkuat peranan kepala daerah untuk melakukan dan memberikan
dukungan percepatan proyek strategis nasional,"kata Jokowi
3. Meningkatkan investasi di sektor properti.
Menurut Jokowi pemerintah mendorong pembangunan perumahan untuk masyarakat
berpenghasilan rendah dan membuka peluang investasi yang lebih besar di properti.
"Saya ingin menekankan paket kebijakan ekonomi bertujuan untuk menggerakan sektor riil
kita yang akhirnya memperkuat pondasi perekonomian kita ke depan," katanya.

1
Jokowi yakin stimulus tahap pertama September 2015 akan memperkuat industri nasional,
akan mengembangkan usaha mikro kecil menengah dan koperasi, memperlancar perdagangan
antar daerah, dan pariwisata, dan menjadikan kesejahteraan nelayan semakin membaik
dengan menaikkan produksi ikan tangkap dan penghematan bahan bakar sebesar 70% melalui
konversi bahan bakar solar ke elpiji.
"Pemerintah tak mungkin bisa bekerja sendirian, butuh kerja sama dan dukungan. Mari
bersatu bergotong royong menghadapi tantangan melemahnya perekonomian global. Saya
ingin menegaskan pemerintah tak hanya komitmen menggerakan ekonomi nasional dengan
paket ekonomi ini. Pemerintah juga serius dalam melaksanakan komitmen, saya dibantu
wapres dan kabinet akan memimpin langsung sehingga ada terobosan," kata Jokowi.

KEBIJAKAN TAHAP II
Berbeda dengan Paket Kebijakan Ekonomi I yang meliputi banyak regulasi, kali ini
Presiden Joko Widodo mengarahkan paket kebijakan ekonominya untuk fokus pada
upaya meningkatkan investasi. Bentuk upaya ini berupa deregulasi dan debirokratisasi
peraturan untuk mempermudah investasi, baik penanaman modal dalam negeri (PMDN)
maupun penanaman modal asing (PMA).
Inilah isi lengkap kebijakan ekonomi tahap II Presiden Jokowi:
1. Kemudahan Layanan Investasi 3 Jam
Untuk menarik penanaman modal, terobosan kebijakan yang akan dilakukan adalah
memberikan layanan cepat dalam bentuk pemberian izin investasi dalam waktu tiga jam di
Kawasan Industri. Dengan mengantongi izin tersebut, investor sudah bisa langsung
melakukan kegiatan investasi. Regulasi yang dibutuhkan untuk layanan cepat investasi 3 jam
ini adalah Peraturan Kepala BKPM dan Peraturan Pemerintah mengenai Kawasan Industri
serta Peraturan Menteri Keuangan.
2. Pengurusan Tax Allowance dan Tax Holiday Lebih Cepat
Setelah dalam 25 hari syarat dan aplikasi dipenuhi, pemerintah mengantongi
keputusan bahwa investasi tersebut dapat menerima tax allowance atau tidak. Sedangkan
untuk tax holiday, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro memutuskan pengesahannya
maksimun 45 hari setelah semua persyaratan dipenuhi.
3. Pemerintah Tak Pungut PPN Untuk Alat Transportasi
Kebijakan tersebut termaktub regulasi yang telah terbit, Peraturan Pemerintah nomor
69 tahun 2015 tentang impor dan penyerahan alat angkutan tertentu dan penyerahan jasa kena

2
pajak, terkait angkutan tertentu yang tidak dipungut PPN. Pemerintah akan memberikan
insentif berupa tidak memungut PPN untuk beberapa alat transportasi, terutama adalah
galangan kapal, kereta api, pesawat, dan termasuk suku cadangnya
4. Insentif fasilitas di Kawasan Pusat Logistik Berikat
Dengan adanya pusat logistik, maka perusahaan manufaktur tidak perlu impor dan
tidak perlu mengambil barang dari luar negeri karena cukup mengambil dari gudang berikat.
Rencananya hingga menjelang akhir tahun akan ada dua pusat logistik berikat yang siap
beroperasi, yakni di Cikarang terkait sektor manufaktur dan di Merak terkait BBM. "Kita
ingin dengan PP ini, daya saing kita untuk pusat logistik berikat bisa diperkuat dan makin
banyak pusat logistik berikat yang beroperasi di Indonesia," kata Bambang Brodjonegoro
Menteri Keuangan.
5. Insentif pengurangan pajak bunga deposito
Insentif ini berlaku terutama eksportir yang berkewajiban melaporkan devisa hasil
ekspor (DHE) ke Bank Indonesia. DHE disimpan dalam bentuk deposito 1 bulan, tarifnya
akan diturunkan 10 persen, 3 bulan maka menjadi 7,5 persen, 6 bulan menjadi 2,5 persen dan
di atas 6 bulan 0 persen. Jika dikonvert ke rupiah, maka tarifnya 1 bulan 7,5 persen, 3 bulan 5
persen, dan 6 bulan langsung 0 persen.
6. Perampingan Izin Sektor Kehutanan
Izin untuk keperluan investasi dan produktif sektor kehutanan akan berlangsung lebih
cepat. Saat ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan sebanyak 14
izin. Dalam paket kebijakan tahap dua, proses izin dirampingkan menjadi 6 izin .
Perampingan ini melibatkan revisi 9 peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

KEBIJAKAN TAHAP III

Seperti dikutip dari siaran pers Humas Kementerian Koordinator Perekonomian, paket
kebijakan ekonomi tahap III mencakup tiga wilayah kebijakan:

Pertama, penurunan tarif listrik dan harga BBM serta gas.


Kedua, perluasan penerima kredit usaha rakyat (KUR).
Ketiga, penyederhanaan izin pertanahan untuk kegiatan penanaman modal.

A. Penurunan harga BBM, listrik dan gas


1. Harga BBM

3
- Harga avtur, LPG 12 kg, Pertamax, dan Pertalite efektif turun sejak 1 Oktober 2015.
- Harga solar turun Rp 200 per liter baik untuk solar bersubsidi ataupun non-subsidi. Dengan
penurunan ini, harga eceran solar bersubsidi akan menjadi Rp 6.700 per liter. Penurunan
harga solar ini berlaku 3 hari sejak pengumuman ini.
- Harga BBM jenis premium tetap alias tidak berubah, yakni Rp 7.400 per liter di Jawa,
Madura, dan Bali (Jamali) dan Rp 7.300 per liter (di luar Jamali).

2. Harga gas
- Harga gas untuk pabrik dari lapangan gas ditetapkan sesuai dengan kemampuan daya beli
industri pupuk, yakni sebesar 7 dollar AS million metric british thermal unit (MMBTU).
- Harga gas untuk industri lainnya (seperti petrokimia dan keramik) akan diturunkan sesuai
dengan kemampuan industri masing-masing. Penurunan harga gas dimungkinkan dengan
melakukan efisiensi pada sistem distribusi gas serta pengurangan penerimaan negara atau
PNBP gas. Meski demikian, penurunan harga gas ini tidak akan memengaruhi besaran
penerimaan yang menjadi bagian perusahaan gas yang berkontrak kerja sama.
- Penurunan harga gas untuk industri tersebut akan efektif berlaku mulai 1 Januari 2016.
"Karena masih harus mengubah aturan tentang PNBP-nya," ujar Darmin.

3. Tarif listrik
- Tarif listrik untuk pelanggan industri I3 dan I4 akan turun mengikuti turunnya harga minyak
bumi (automatic tariff adjustment).
- Diskon tarif hingga 30 persen untuk pemakaian listrik mulai tengah malam pukul 23.00
hingga pagi hari pukul 08.00, pada saat beban sistem ketenagalistrikan rendah.
- Penundaan pembayaran tagihan rekening listrik hingga 60 persen dari tagihan selama
setahun dan melunasi 40 persen sisanya secara angsuran pada bulan ke-13, khusus untuk
industri padat karya.

B. Perluasan penerima KUR


Setelah menurunkan tingkat bunga KUR dari sekitar 22 persen menjadi 12 persen
pada paket kebijakan ekonomi tahap III ini, pemerintah memperluas penerima KUR. Kini
keluarga yang memiliki penghasilan tetap atau pegawai dapat menerima KUR untuk
dipergunakan dalam sektor usaha produktif.
"Melalui perluasan penerima KUR ini, pemerintah berharap akan muncul para wirausaha
baru," ujar Darmin.

4
C. Penyederhanaan izin pertanahan untuk kegiatan penanaman modal
1. Kementerian ATR/BPN merevisi Permen Nomor 2 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan
dan Pengaturan Agraria, Tata Ruang, dan Pertanahan dalam Kegiatan Penanaman Modal.
2. Beberapa substansi pengaturan baru ini mencakup beberapa hal, seperti:
a. Pemohon mendapatkan informasi tentang ketersediaan lahan (semula 7 hari menjadi 3
jam).
b. Seluruh permohonan didaftarkan sebagai bentuk kepastian bagi pemohon terhadap
ketersediaan dan rencana penggunaan lahan. Surat akan dikeluarkan dalam waktu 3 jam.
c. Kelengkapan perizinan prinsip:
- Proposal, pendirian perusahaan, hak atas tanah menjadi persyaratan awal untuk dimulainya
kegiatan lapangan.
- Ada persyaratan yang dapat menyusul sampai dengan sebelum diterbitkannya keputusan
tentang hak penggunaan lahan.
3. Jangka waktu pengurusan (persyaratan harus lengkap):
- Hak guna usaha (HGU) dari semula 3090 hari menjadi 20 hari kerja untuk lahan dengan
luas sampai dengan 200 hektar, dan menjadi 45 hari kerja untuk lahan dengan luas di atas 200
hektar.
- Perpanjangan/pembaruan HGU dari semula 2050 hari menjadi 7 hari kerja untuk lahan
dengan luas di bawah 200 hektar atau 14 hari kerja untuk lahan dengan luas di atas 200
hektar.
- Permohonan hak guna bangunan/hak pakai dari semula 2050 hari kerja dipersingkat
menjadi 20 hari kerja (luas lahan sampai dengan 15 hektar) atau 30 hari kerja (luas lahan di
atas 15 hektar).
- Perpanjangan/pembaruan hak guna bangunan/hak pakai dari semula 2050 hari kerja
menjadi 5 hari kerja (luas lahan sampai dengan 15 hektar) atau 7 hari kerja (luas di atas 15
hektar).
- Hak atas tanah dari semula 5 hari kerja diperpendek menjadi 1 hari kerja saja.
- Penyelesaian pengaduan dari semula 5 hari kerja dipersingkat menjadi2 hari kerja.
4. Perpanjangan hak penggunaan lahan yang didasarkan pada evaluasi tentang pengelolaan
dan penggunaan lahan, termasuk audit luas lahan, tidak lagi memakai persyaratan seperti
awal permohonan.

5
KEBIJAKAN TAHAP IV
Pemerintah mengumumkan Paket Kebijakan Ekonomi IV atau Paket Kebijakan
Ekonomi Oktober II, di Jakarta, Kamis (15/10). Paket Kebijakan Ekonomi Jilid IV ini
berfokus kepada kesejahteraan pekerja, antara lain formula upah minimum provinsi
(UMP), memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) khususnya bagi pekerja
yang terkena PHK dan pemberian kredit modal kerja untuk Usaha Mikro, Kecil dan
Menengah.
Ada dua topik penting yang menjadi perhatian pemerintah dalam mendorong
penguatan ekonomi masyarakat. Pertama, soal kebijakan pengupahan yang adil,
sederhana dan terproyeksi. Dan kedua, kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang
lebih murah dan luas. Tujuan utama dari penetapan Upah Minimum Provinsi adalah
membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Kedua juga berfungsi untuk meningkatkan
kesejahteraan buruh, jelas enteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin
Nasution kepada wartawan.
Kebijakan itu merupakan bukti kehadiran negara dalam bentuk pemberian jaring
pengaman sosial melalui kebijakan upah minimum dengan sistem formula. Secara khusus
pemerintah ingin memastikan buruh tidak terjatuh ke dalam upah murah. Melalui kebijakan
ini upah buruh akan naik setiap tahun dengan besaran yang terukur. Kebijakan itu juga
memberi kepastian kepada pengusaha dalam berusaha.
Adapun untuk KUR, Darmin sudah menegaskan pada pengumuman paket kebijakan
sebelumnya, bahwa bunga KUR akan diturunkan dari 22% menjadi 12%. Selain itu,
penerima KUR baik individu atau perorangan akan diperluas, imbuh Darmin

KEBIJAKAN TAHAP V
Pemerintah telah mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid V yang berisi
revaluasi aset untuk perusahaan dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta individu.
Selain itu juga menghilangkan pajak berganda untuk Real Estate Investment Trust (REIT).
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menuturkan, pihaknya akan memberikan
fasilitas berupa pemotongan tarif pajak penghasilan (PPh) revaluasi untuk perusahaan dan
BUMN maupun swasta. Fasilitas ini juga berlaku untuk individu terutama yang melakukan
usaha. Bambang mencontohkan untuk mudah membayangkan revaluasi aset yaitu revaluasi
tanah.
"Ingat gudang bulog di Gatot Subroto pada 1970-an. Kalau itu dihitung harga
perolehan waktu itu maka tergantung tanah pada waktu itu. Tapi saya yakin gudang itu sudah

6
mungkin beratus kali lipat secara rupiah dibandingkan dengan harga pembelian tahun 1970,"
kata Bambang, saat pengumuman paket kebijakan ekonomi jilid V di Istana Negara, Kamis
(22/10/2015).
Dalam paket kebijakan ekonomi jilid V tersebut ada insentif yang diberikan:
1. Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi dari 10 persen menjadi 3 persen bila
diajukan revaluasinya hingga 31 Desember 2015.
2. Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi menjadi 4 persen bila diajukan revaluasinya
pada periode 1 Januari 2016-30 Juni 2016.
"Lebih lambat maka tarifnya lebih mahal tapi tetap di bawah tarif normal 10 persen," kata
Bambang.
3. Besaran tarif khusus untuk PPh final revaluasi menjadi 6 persen bila pengajuan
revaluasinya 1 Juli 2016-31 Desember 2016.
"Masih di bawah 10 persen tapi lebih tinggi dari dua periode sebelumnya," ujar Bambang.
Paket kebijakan ekonomi jilid V juga menghilangkan pajak berganda untuk
instrumen keuangan yang berbentuk kontrak investasi kolektif dari dana investasi real
estate (DIRE) atau REIT. REIT ini adalah salah satu sarana investasi baru yang secara
hukum di Indonesia akan berbentuk kontrak investasi kolektif.
DIRE diartikan sebagai kumpulan uang pemodal yang oleh perusahaan investasi akan
diinvestasikan ke bentuk aset properti baik secara langsung seperti membeli gedung maupun
tidak langsung dengan membeli saham atau obligasi perusahaan properti.DIRE diwajibkan
menginvestasikan minimum 80 persen dari dana kelolaannya ke real estate di mana minimum
50 persennya harus berbentuk aset real estate langsung.
"Ketika melakukan transaksi ini ada perusahaan yang dibuat dengan tujuan khusus,
yang tidak benar-benar melakukan transaksi hanya untuk menampung aset-aset yang
dijadikan bahan untuk melakukan investasi tersebut. Maka di masa lalu, baik perusahaan
yang dibuat dengan maksud khusus maupun transaksinya maka dua-duanya kena pajak," jelas
Bambang.
Bambang menambahkan, pihaknya akan mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan
(PMK) pada pekan depan untuk menghilangkan pajak berganda itu. "Penghilangan pajak
berganda itu untuk perusahaan yang dibuat dengan maksud khusus tadi (REIT) dihilangkan.
Jadi cukup single tax," kata Bambang.
Ia menegaskan, kalau kepentingan PPh maka KIK di REIT dianggap sebagai satu kesatuan
yang tidak terpisahkan dengan perusahaan yang tadi dibentuknya.

7
"Dengan demikian tidak ada pengenaan PPh atas dividen dari special purpose company
kepada KIK di REIT. Sehingga tidak ada double tax," jelas Bambang.
Bambang mengatakan, penghilangan pajak berganda diharapkan dapat
menggairahkan REIT di Indonesia. Hal itu mengingat penerbitan REIT oleh perusahaan
Indonesia selama ini dilakukan di luar negeri.

KEBIJAKAN TAHAP VI
Pemerintah akan terus menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi untuk menunjukkan keseriusan
Pemerintah melakukan reformasi di bidang ekonomi. Pada Kamis, 5 November 2015,
Pemerintah kembali menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi ke-6 terdiri dari tiga paket
kebijakan, yakni:
(i) upaya menggerakkan perekonomian di wilayah pinggiran dengan pengembangan
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),
(ii) penyediaan air untuk masyarakat secara berkelanjutan dan berkeadilan,
(iii) simplifikasi perizinan di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

KAWASAN EKONOMI KHUSUS


Paket yang pertama mengenai upaya untuk menggerakkan perekonomian di wilayah
pinggiran dengan pengembangan KEK. Secara sederhananya, melalui paket ini ada beberapa
kawasan di daerah yang ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus yang tujuan utamanya
adalah mengolah sumber daya yang ada di wilayah itu dan sekitarnya.
Walaupun ada kegiatan yang bukan termasuk sumber daya utama yang ada di daerah itu
tetap diberikan perhatian walaupun fasilitasnya lebih rendah. Nah, ada sekarang ini 8
kawasan ekonomi yang ditetapkan melalui peraturan pemerintah menjadi wilayah khusus
yang akan dikembangkan, ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution
di Kantor Presiden.
Kedelapan kawasan itu adalah Tanjung Lesung (Banten), Sei Mangkei (Sumatera Utara),
Palu (Sulawesi Tengah), Bitung (Sulawesi Utara), Mandalika (NTB), Morotai (Maluku
Utara), Tanjung Api-Api (Sumatera Selatan) dan Maloi Batuta Trans Kalimantan/MBTK
(Kalimantan Timur). Pada saat ini baru dua KEK yang pengoperasiannya sudah
dicanangkan oleh Presiden Jokowi pada awal tahun 2015 dan selebihnya sedang dalam tahap
pembangunan, kata Darmin.

8
Tapi, ucap Darmin, fasilitas yang diberikan baru tuntas pembahasannya sekarang ini,
sedangkan draft Peraturan Pemerintah baru saja diparaf olehnya, dan saat ini telah dikirim ke
Sekretariat Kabinet. Mudah-mudahan akan segera diproses lebih lanjut, kata Darmin.
Tujuan dan manfaat yang diharapkan dari kebijakan ini adalah untuk memberikan
kepastian dan juga daya tarik bagi penanaman modal sehingga menciptakan lapangan kerja
dan memberikan penghasilan bagi para pekerja di wilayah masing-masing. Fasilitasnya
ditetapkan dalam bentuk peraturan pemerintah dengan sejumlah insentif dan bertujuan untuk
mendorong pengembangan dan pendalaman kluster industri berbasis sumber daya lokal yang
dimiliki oleh masing-masing wilayah di sekitar KEK, ucap Darmin.
Mendorong keterpaduan upaya menciptakan iklim investasi yang baik, yang
dilakukan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan PP ini akan efektif apabila
Pemda setempat berkomitmen untuk memberikan fasilitas daerah yang diperlukan.
Pokok-pokok fasilitas dan kemudahan yang akan diberikan di KEK meliputi:

Pajak Penghasilan (PPh)


Kegiatan Utama (Tax Holiday) meliputi pengurangan PPh sebesar 20-100% selama10-25
tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp. 1 triliun; pengurangan PPh sebesar 20-100%
selama 5-15 tahun dengan nilai investasi lebih dari Rp. 500 milyar.
Kegiatan di luar Kegiatan Utama (Tax Allowance) meliputi pengurangan penghasilan netto
sebesar 30% selama 6 tahun; penyusutan yang dipercepat.
PPh atas deviden sebesar 10%
Kompensasi kerugian 5-10 tahun.

PPN dan PPnBM


Impor: tidak dipungut
Pemasukan dari Tempat Lain Dalam Daerah Pabean (TLDDP) ke KEK tidak dipungut
Pengeluaran dari KEK ke TLDDP tidak dipungut
Transaksi antar pelaku di KEK: tidak dipungut
Transaksi dengan pelaku di KEK lain: tidak dipungut

Kepabeanan
Dari KEK ke pasar domestik: tarif bea masuk memakai ketentuan Surat Keterangan Asal
(SKA)

9
Pemilikan Properti Bagi Orang Asing
Orang asing/badan usaha asing dapat memiliki hunian/properti di KEK (Rumah Tapak atau
Satuan Rumah Susun).
Pemilik hunian/properti diberikan izin tinggal dengan Badan Usaha Pengelola KEK sebagai
penjamin
Dapat diberikan pembebasan PPnBM dan PPn atas barang sangat mewah (luxury)

Kegiatan Utama Pariwisata


Dapat diberikan pengurangan Pajak Pembangunan I sebesar 50-100%
Dapat diberikan pengurangan Pajak Hiburan sebesar 50-100%

Ketenagakerjaan
Di KEK dibentuk Dewan Pengupahan dan LKS Tripartit Khusus
Hanya 1 Forum SP/SB di setiap perusahaan
Pengesahan dan perpanjangan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di KEK
Perpanjangan Ijin Menggunakan Tenaga kerja Asing (IMTA) di KEK

Keimigrasian
Fasilitas Visa Kunjungan Saat Kedatangan selama 30 hari dan dapat diperpanjang 5 (lima)
kali masing-masing 30 hari
Visa Kunjungan Beberapa Kali (multiple visa) yang berlaku 1 tahun
Izin tinggal bagi orang asing yang memiliki properti di KEK
Izin tinggal bagi orang asing lanjut usia yang tinggal di KEK Pariwisata

Pertanahan
Untuk KEK yang diusulkan Badan Usaha Swasta diberikan HGB dan perpanjangannya
diberikan langsung bersamaan dengan proses pemberian haknya.
Administrator KEK dapat memberikan pelayanan pertanahan

Perizinan
Administrator berwenang menerbitkan izin prinsip dan izin usaha melalui pelayanan
terpadu satu pintu di KEK
Percepatan penerbitan izin selambat-lambatnya 3 jam (dalam hal persyaratan terpenuhi)

10
Penerapan perizinan dan nonperizinan daftar pemenuhan persyaratan (check list)
Proses dan penyelesaian perizinan dan non perizinan keimigrasian, ketenagakerjaan, dan
pertanahan di Administrator KEK.

PENYEDIAAN AIR
Kebijakan dalam penyediaan air berhubungan dengan keputusan Mahkamah Konstitusi
(MK) No.85/PUU-XI/2013 yang memutuskan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang
Sumber Daya Air bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945 dan tidak memiliki kekuatan hukum mengikat. Untuk mengisi kekosongan
hukum sebagai dampak pembatalan undang-undang tersebut, maka diberlakukan kembali
Undang-Undang No. 11 Tahun 1974 tentang Pengairan.
Terdapat 6 prinsip batasan MK, yaitu setiap pengusahaan atas air tidak boleh
mengganggu, mengesampingkan, dan menghilangkan hak rakyat atas air; negara harus
memenuhi hak rakyat atas air; kelestarian lingkungan hidup sebagai salah satu hak asasi
manusia; pengawasan dan pengendalian atas air sifatnya mutlak; prioritas utama pengusahaan
air diberikan kepada BUMN/BUMD sebagai kelanjutan hak menguasai dari negara; apabila
semua pembatasan tersebut sudah terpenuhi dan ternyata masih ada ketersediaan air,
Pemerintah masih dimungkinkan untuk memberikan izin kepada usaha swasta untuk
melakukan pengusahaan atas air dengan syarat-syarat tertentu dan ketat.
Di pihak lain, kata Darmin, Pemerintah sudah memberikan sejumlah izin kepada dunia
usaha untuk mengolah dan menggunakan air. Ada yg berupa air bersih, tapi ada juga untuk
minuman lain, kata Darmin.
Untuk memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan sumber daya air khususnya
dalam hal pengusahaan dan/atau penyediaan air oleh para pelaku usaha yang berinvestasi di
Indonesia, maka pemerintah menyusun RPP tentang Pengusahaan Sumber Daya Air (RPP
Pengusahaan SDA) dan RPP tentang Sistem Penyediaan Air Minum (PP SPAM).
Melalui kedua RPP tersebut, pemerintah tetap menghormati kontrak kerjasama
pengelolaan sumber daya air hingga berakhirnya perjanjian kerjasama. Namun pemerintah
akan meningkatkan pengendalian pelaksanaan kerjasama tersebut melalui penguatan tata
kelola perijinan penggunaan air sesuai amanat Putusan Mahkamah Konstitusi untuk
memenuhi kebutuhan air masyarakat.
Selain itu, perizinan dalam Pengelolaan Sumber Daya Air melalui PP SDA
diselenggarakan untuk memberikan perlindungan terhadap hak rakyat atas air, pemenuhan
kebutuhan para pengguna sumber daya air dan perlindungan terhadap sumber daya air.

11
Perizinan dalam penyelenggaraan SPAM melalui PP SPAM diselenggerakan dengan
tujuan tersedianya pelayanan air untuk memenuhi hak rayat; terwujudnya pengelolaan dan
pelayanan air minum yang berkualitas dengan harga terjangkau; tercapainya kepentingan
yang seimbang antara pelanggan dengan BUMN, BUMD, UPT, UPTD, Kelompok
Masyarakat, dan Badan Usaha; dan tercapainya penyelenggaraan air minum yang efektif dan
efisien untuk memperluas cakupan pelayanan air minum.

SIMPLIFIKASI PERIZINAN BPOM


Selama ini BPOM sudah melakukan sejumlah penyederhanaan khususnya di bidang
impor obat atau bahan baku obat, dan juga makanan. Pada paket deregulasi pertama
menyebutkan adanya penyederhanaan. Seperti apa penyederhanaannya itu? Semakin banyak
yang dilakukan online, ujar Darmin.
Meski belum semuanya dilakukan secara online karena sebagian masih dilakukan secara
manual menggunakan kertas, sehingga masih harus mengurus sedikit di sana-sini. Melalui
paket deregulasi pertama itu, penyederhanaannya berhasil memperpendek upaya pekerjaan
untuk mengimpor obat-obatan dan bahan baku obat menjadi 5,7 jam selesai, ujar Darmin.
Setelah Paket Kebijakan Ekonomi pertama itu dikeluarkan, BPOM melakukan perbaikan
dan penyederhanaan sehingga saat ini betul-betul 100 persen tanpa kertas dan dilakukan
secara online. Tidak ada tandatangan lagi, sehingga tidak perlu ketemu Bapak Ibu pejabat
untuk melakukan impor bahan baku obat, ujar Darmin.
Darmin mengingatkan bahwa hingga saat ini hampir seluruh obat, seluruh bahan bakunya
merupakan barang impor karena industri bahan baku obat di dalam negeri berlum
berkembang. Mudah-mudahan ke depan kita bisa, ujar Darmin.
Setelah dilakukan perbaikan ini, maka proses pengimporan bahan baku obat bisa cepat
selesai. Saya lebih baik mengatakannya kurang dari 1 jam. Sebenarnya bisa lebih cepat dari
itu, kata Darmin. Turut hadir dalam konferensi pers ini, Sekretaris Kabinet Pramono Anung,
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan
Baldan, Kepala BKPM Franky Sibarani dan Kepala BPOM Roy Alexander Sparringa.

KEBIJAKAN TAHAP VII


Paket kebijakan ekonomi jilid 7 dikeluarkan hari ini. Menteri Koordinator bidang
Perekonomian, Darmin Nasution mengatakan pemerintah akan memberikan keringanan
untuk industri padat karya.

12
"Keringanan PPH pasal 21, yaitu pajak karyawan yang dibayar oleh perusahaan. Jadi,
keringanan bagi pegawai yang bekerja pada insutri padat karya, selama jangka 2 tahun,
namun nanti akan dievaluasi kalo dianggap perlu bisa diperpanjang melalui PP," ujar Darmin
di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/12/2015).
Darmin mengatakan, bentuk keringanan yang diberikan pemerintah yaitu pemotongan PPH
sebesar 50 persen dari angka tahun ini dan berlaku mulai 1 Desember.
Namun, Darmin menjelaskan, pemerintah memberikan syarat kepada perusahaan yang bisa
memperoleh keringanan PPH tersebut.
Pertama, perusaaan tersebut minimal memiliki 5 ribu karyawan.
Perusahaan tersebut juga diminta menyerahkan daftar karyawan yang akan diberikan
keringanan.
Kedua, perusahaan tersebut harus memiliki hasil produksi yang diekspor minimal 50
persen berdasarkan hasil produksi tahun sebelumnya.
"Keringanan diberikan untuk lapisan kena pajak sampai dengan 50 juta. ini gaji
karyawannya," ucap Darmin.
Darmin mengatakan, pemanfaatan fasilitas subsidi PPH tersebut tidak berbarengan
atau diberikan setelah ada fasilitas lain yang diperoleh.
Yang pertama berkaitan dengan industri padat karya,
Yang kedua tetap ada kaitannya dengan industri padat karya, dan
Yang ketiga terkait masalah agraria tentang percepatan kemudahan dalam penerbitan
sertifikat tanah, terutama untuk PKL.
Terkait dengan industri padat karya, Seskab mengemukakan, adanya perubahan
peraturan pemerintah yang ingin memberikan kemudahan pada industri-industri tertentu yang
khusus, dimana reprentensif karyawannya banyak, yang SDM (Sumber Daya Manusia)-nya
banyak.Nanti juga akan diatur lebih lanjut bagi sektor-sektor lainnya, tutur Pramono seraya
meminta Menko Perekonomian menjelaskan lebih detil paket kebijakan ekonomi jilid tujuh
itu.

KEBIJAKAN TAHAP VIII


Darmin membeberkan, isi paket kebijakan delapan lebih mengedepankan deregulasi
di bidang investasi. Ini merupakan lanjutan dari paket-paket sebelumnya. Namun
demikian mantan Gubernur Bank Indonesia ini enggan merinci lebih jauh.

13
"Ya memang lebih ke investasi," kata pria kelahiran 21 Desember 1948 ini di Istana
Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (21/12/2015). Saat berita ini ditulis,
Darmin tengah mengumumkan paket tersebut.
pengaruh kenaikan suku bunga bank sentral AS, the Federal Reserve. Menurut Darmin, efek
kenaikan suku bunga The Fed bagus untuk kurs rupiah dan indeks harga saham gabungan
(IHSG). Bank sentral AS menaikkan suku bunga pada Rabu (16/12) sebesar 25 basis poin
menjadi 0,25 persen-0,50 persen dari sebelumnya 0-0,25 persen.
Dia menilai, keputusan Bank Indonesia tidak ikut mengerek suku bunga sudah benar.
Bank Indonesia tetap menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 7,5 persen.
Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi untuk tahun depan tetap harus diusahakan pemerintah.
Darmin menyatakan, untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi belanja pemerintah harus
dikebut.

Sebelumnya, pemerintah sudah menerbitkan paket kebijakan jilid 1-7 yang garis besarnya
deregulasi dan pemberian insentif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Deregulasi adalah kebijakan pemerintah untuk kegiatan bisnis tertentu yang memnugkinkan
perusahaan untuk beroperasi secara lebih bebas sehingga meningkatkan persaingan.

Ada 9 poin penting dalam pengumuman itu, antara lain:

1. Birokrasi yang ramping


Presiden akan melakukan deregulasi, debirokratisasi untuk dunia usaha. Salah satunya
dengan merombak 89 aturan tentang dunia usaha, sehingga tidak ada aturan yang tumpah
tindih.
Selain merampingkan, pemerintah juga menyederhanakan aturan untuk mendukung dunia
usaha, seperti izin dan layanan berbasis elektronik.

2. Rumah murah untuk rakyat


Pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk mendorong pembangunan perumahan,
khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah, serta membuka peluang investasi yang
lebih besar di sektor properti, kata Jokowi.

3. Subsidi kredit UMKM

14
Bagi yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memberikan subsidi
bunga kredit. (Bunga kredit) yang dulunya 22-23% menjadi 12% kata Jokowi.
Darmin menambahkan bahwa pemerintah akan menjadikan koperasi sebagai mitra UMKM,
dengan membantu permodalan UMKM.

4. Mempermudah pengurusan visa


Jokowi berjanji akan mempermudah pengurusan visa kunjungan dan aturan pariwisata.

5. Konversi elpiji untuk nelayan


Presiden mengatakan nelayan akan menggunakan elpiji (LPG), alih-alih solar. Dengan
konversi, Jokowi yakin nelayan bisa hemat biaya bahan bakar hingga 70 persen.
Darmin menjelaskan contoh perhitungannya, Sekali melaut nelayan kecil butuh solar sampai
dengan 30 liter x Rp 6.900 = Rp 207.000. Tapi dengan adanya konversi bisa hemat Rp
144.900. Artinya modal Solar yang dibutuhkan hanya Rp 62.100, katanya.
Jika nelayan mendapatkan 10 kilogram ikan selama melaut, dengan asumsi harga Rp 20
ribu/kilo, maka nelayan dapatkan keuntungan tambahan sama dengan Rp 137.900 (per 10
kilogram), katanya.

6. Harga daging sapi stabil


Jokowi mengatakan pemerintah akan menjamin stabilitas harga komoditi pangan khususnya
daging sapi. Caranya?
Memperluas cakupan perdagangan dan negara asal impor sapi, maupun daging sapi,
sehingga dapat menciptakan harga sapi atau daging sapi yang lebih kompetitif, kata Darmin.

7. Pencairan dana desa


Menurut Darmin, untuk melindungi masyarakat berpendapatan rendah dan menggerakkan
ekonomi pedesaan, pemerintah akan mempercepat pencairan dana desa.
Pemerintah akan mempermudah regulasi pencairan lewat Surat Keputusan Bersama tiga
menteri: Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Pedesaan, Pembangunan
Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.

8. Jatah beras untuk orang miskin ditambah


Pemerintah akan menambah alokasi beras sejahtera di bulan ke 13 dan 14. Artinya ada
tambahan selama dua bulan lagi bagi masyarakat yang berpendapatan rendah, kata Darmin.

15
9. Menambah persediaan dolar Amerika
Mata uang rupiah sedang bergejolak dan terus melemah atas dolar Amerika, sehingga
permintaan rupiah dan dolar Amerika tidak seimbang. Kondisi ini tidak menguntungkan bagi
perekonomian Indonesia. Apalagi akibat ketidakseimbangan ini, persediaan dolar Amerika di
tanah air disinyalir sedang seret.
Untuk itu, permintaan dan penawaran valas perlu diperkuat dengan memperketat batas
pembelian valas. Bagi yang ingin membeli valas lebih dari US$ 25 ribu, harus menunjukkan
bukti berupa identitas dan Nomor Pengguna Wajib Pajak. Dulu aturan ini berlaku untuk
pembelian valas di atas $ 100 ribu.
Sementara itu untuk warga negara asing yang membuka rekening hingga $ 50 ribu hanya
perlu menunjukkan paspor.

16