Anda di halaman 1dari 40

68

BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1. HASIL

1.1.1. Pengkajian kasus 1

1. Identitas Keluarga
Identitas Kepala Keluarga Kasus 1
1. Nama kepala keluarga TN S
2. Umur 27 Tahun
3. Jenis kelamin Laki-Laki
4. Agama Islam
5. Suku / Bangsa Sasak
6. Pendidikan SMP
7. Pekerjaan Wiraswasta
8. Penghasilan Rp.500.000 -/ bulan
9. Alamat Rungkang Kecamatan
Sikur Lombok Timur

2. Komposisi Keluarga Komposisi keluarga

No. Nama Umur JK Hubungan Pekerjaan Pendidikan Ket


1. TnS 27 L Suami Wiraswasta SMP Sehat
2. NyN 24 P Istri IRT SMP Sehat
3. An D 1 P Anak - - Sakit
69

3. Genogram (Kasus 1)

Keterangan :
---------- : Tinggal Serumah
: Laki-laki
: Perempuan
: Garis hubungan
: Meninggal
: Garis Keturunan
: Pasien
Tipe Keluarga Kasus 1

Tipe keluarga TnS adalah keluarga inti, yaitu keluarga terdiri dari

ayah, ibu, dan satu orang anak.

4. Latar Belakang Budaya

Keluarga TnS merupakan suku sasak, mereka tinggal di Desa

Rungkang Kecamatan Sikur Lombok Timur, bahasa yang di gunakan

adalah bahasa sasak, tempat perkumpulan keluarga adalah di rumah

dan kegiatan keagamaan keluarga adalah shalat 5 waktu dikeluarga

rumah atau di masjid. Lingkungan tempat tinggal keluarga TnS

adalah homogen, artinya bahwa keluarga tinggal di lingkungan yang

memiliki suku yang sama.


70

5. Agama

Keluarga Tn S menganut agama islam dan kegiatan keagamaan

yang dilakukan adalah beribadah setiap hari dirumah atau di masjid.

6. Status Sosial

Yang mencari nafkah adalah Tn S sebagai kepala keluarga yang

berumur 27 tahun, latar belakang pendidikan SMP, pekerjaan sehari-hari

sebagi wiraswasta dengan pendapatan Rp.500.000,- / bulan.

7. Rekreasi

Keluarga Tn S jarang pergi rekreasi tempat tertentu tetapi

anggota keluarga sering berkumpul dirumah.

8. Riwayat Perkembangan Keluarga

a. Tahap Perkembangan Saat Ini

Keluarga Tn S mempunyai 1 orang anak, yaitu Perempuan

b. Keluarga Tn S pada tahap perkembangan keluarga

1). Tugas perkembangan yang belum terpenuhi

Tugas keluarga yang belum terpenuhi adalah masalah kesehatan

nya dan berharap keluarga yang sakit bisa dapat sembuh.

9. Lingkungan

a. Karakteristik Rumah

Jenis rumah Tn S adalah permanen, dengan luas bangunan

6 X 8 m2. Status kepemilikan rumah sendiri, atap rumah genteng,

dinding rumah dari Batako , lantai dari semen penerangan rumah

dari listrik, pencahayaan kurang baik, khususnya di daerah ruang


71

tengah, karena pada pagi hari cahaya yang masuk kedalam rumah

kurang, hanya bagian depan saja.

b. Kebersihan Rumah

Jenis rumah Tn S tampak cukup bersih, dan perabot rumah

tangga cukup tertata rapi dan tidak terdapat halaman.

c. Pembuangan Air Limbah

Limbah di buang melalui SPAL, di mana jenis SPAL yang

digunakan adalah terbuka dan pembuangan air limbah nya

tergenang, tampak kotor

d. Pemakaian Air

Sumber air yang di gunakan adalah sumur, yang di gunakan

untuk mandi dan mencuci, yang jaraknya 3 meter dari rumah,

sedangkan memasak dan di minum menggunakan air sumur, yang

sebelumnya di masak terlebih dahulu sebelum di minum, keadaan air

bersih dan tidak berbau.

e. Pembuangan Sampah

TnS tidak memiliki pembuangan sampah yang memenuhi

syarat kesehatan, sehari harinya keluarga membuang sampah di

pinggir kanal yang berada di depan rumah dan dibakar.

f. Pemilikan Jamban

Keluarga TnS memiliki WC yang terdapat di bawah rumah

dengan jenis jamban septi tank.

g. Pemilikan Ternak

Keluarga Tn S tidak memiliki hewan ternak.


72

10. Denah Rumah

a. Denah Rumah (Kasus 1)

Dapur Kamar Mandi

T
e
r Ruang Tengah Kamar
a
s
Kamar
Teras

Gambar 3.3. Denah Rumah Tn S

Jenis rumah Tn S adalah permanen, dengan luas bangunan

6 X 8 m2. Status kepemilikan rumah sendiri, atap rumah genteng,

dinding rumah dari Batako , lantai dari semen penerangan rumah

dari listrik, pencahayaan kurang baik, khususnya di daerah ruang

tengah, karena pada pagi hari cahaya yang masuk kedalam rumah

kurang, hanya bagian depan saja.

b. Karakteristik tetangga dan komunitas

Mayoritas penduduknya bersuku Sasak. Sebagain besar dari

tetangga di lingkungan tempat tinggal keluarga Tn S adalah

penduduk asli yang rata-rata bekerja sebagai petani, buruh dan

pedagang. Interaksi antara warga banyak dilakukan pada waktu sore

dan malam hari, dikarenakan pada pagi dan siang hari umumnya

warga bekerja. lingkungan tetangga cukup akrab dan saling


73

menolong bila ada kesusahan. Lingkungan tetangga cukup akrab dan

saling menolong bila ada kesusahan.

c. Mobilitas geografi keluarga

Sejak Tn S menikah dengan Ny N tidak pernah pindah

rumah ke tempat yang lain. Rumah Tn S berada sekitar 10 meter

dari jalan raya. Jenis kendaraan yang biasanya dipakai seperti :

sepeda motor, cidomo.

11. Struktur Keluarga

a. Pola Komunikasi

Proses komunikasi dalam keluarga berjalan dengan lancar di mana

suami dan istri saling menghargai dan menghormati.

b. Struktur Kekuatan Keluarga

Yang mengambil keputusan dalam keluarga adalah TnS, karena

TnS sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah untuk

keluarganya.

c. Struktur Peran

TnS sebagai kepala keluarga dan bekerja sebagai wiraswasta

sementara istrinya sebagai rumah tangga.

12. Fungsi Keluarga

a. Fungsi Afektif

Anggota keluarga saling mempertahankan satu sama lain, dan saling

menghargai dalam membina keakraban.


74

b. Fungsi Sosialisasi

Yang berperan sebagai mensosialisikan anak ke masyarakat adalah

NyN, yang sehari harinya bekerja di rumah.

c. Fungsi Perawatan Keluarga

Apabila ada masalah keluarga merundingkan bersama sama dan

keluarga belum mampu memelihara Asupan makanan dan

kebersihan lingkungan yang di sebabkan kurangnya pengetahuan.

d. Fungsi Reproduksi

TnS dan NyN memiliki 1 orang anak,.

e. Fungsi Ekonomi

Keluarga TnS belum dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari

harinya.

f. Pengolahan Makanan

Keluarga TnS mengkonsumsi makanan yang di beli di pasar, yang

sebelumnya di olah dengan cara di masak, makanan yang tidak habis

di simpan kembali.

13. Koping Keluarga

a. Stress yang di miliki

Stress yang di miliki oleh Tn S adalah anaknya yang menderita

gizi buruk sejak 2 januari 2016

b. Kemampuan keluarga merespon terhadap stress

Keluarga belum dapat beradaptasi dengan penyakit yang di derita

oleh AnD karena gizi buruk yang dideritanya belum bisa sembuh.
75

c. Strategi coping yang di gunakan

Dalam menghadapi suatu permasalahan keluarga mendiskusikan

terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.

14. Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga

Kasus 1
Hasil pemeriksaan fisik
Komponen
Tn S Ny N An D
Kepala -Mecechepal -Mecechepal -Mecechepal
Mata -Tidak ada kelainan -Tidak ada kelainan -Tampak bengkak
Telinga -Tidak ada nyeri -Tidak ada nyeri tekan, -Tidak ada nyeri
tekan, tidak ada tidak ada kotoran tekan, tidak ada
kotoran kotoran
Hidung -Simetris kiri dan -Simetris kiri dan -Simetris kiri dan
kanan tidak ada kanan tidak ada udem kanan tidak ada
udem udem
Mulut dan -Mulut tampak -Mulut tampak bersih, -Mulut tampak
gigi bersih, gigi lengkap gigi lengkap tidak ada bersih, tidak ada
tidak ada sianosis sianosis sianosis
Leher dan -Tidak ada nyeri -Tidak ada nyeri tekan -Tidak ada nyeri
tenggorokan tekan tekan
Dada -Bentuk dada -Bentuk dada normal, -Bentuk dada
normal, pengembangan dada normal,
pengembangan dada mengikuti gerak nafas pengenbangan dada
mengikuti gerak mengikuti gerak
nafas nafas
Abdomen -Tidak ada nyeri -Tidak ada nyeri tekan - kembung ,Ada
tekan nyeri tekan
Ekstremitas -Tidak ada kelainan - Tidak ada kelainan -Tampak kurus

Kuku -Tampak bersih -Tampak bersih -Tampak bersih


BB -58 kg -50 kg -5 kg
TD -120 / 80 mmHG -120 / 70 mmHg
N -88 x/mnt -88x/mnt -72 x/mnt
S -36 C -36,3 C -37,4 C
P -20 x/mnt -20 x/mnt -23 x/mnt
76

15. Pengumpulan Data

Kasus 1

a. Klien sering menangis

b. Klien nampak lemah

c. BB : 5 kg

d. Kekakuan otot

e. Tanda vital =

N = 70 x/mnt

S = 37,4 c

RR= 23 x/mnt

BB = 5 kg

f. Ibu An D mengatakan berat badan anaknya tidak bertambah

sesuai umur.

g. Ibu An D mengatakan nafsu makan anaknya berkurang bahkan

sampai tidak mau makan

h. Ibu An D mengatakan melahirkan secara SC

i. Ibu An D mengatakan tidak ada kelainan saat anaknya lahir

j. Ibu An D mengatakan sejak umur 11 bulan nafsu makan anaknya

sedikit berkurang dan berat badan tidak bertambah

k. Ibu An D mengatakan klien juga didiagnosa Anemia Brongkitis

Kronis

l. Keluarga klien mengatakan kurang mengerti tentang gizi buruk yang

dialami AnD
77

16. Klasifikasi Data

Kasus 1

Data subjektif Data objektif


1. Ibu An D mengatakan klien 1. Klien tampak cengeng
sering menangis
2. Ibu An D mengatakan klien 2. Klien nampak lemah
blum bisa duduk
3. Ibu An D mengatakan berat 3. N = 70 x/mnt
badan klien tidak bisa bertambah S = 37,4 c
dan nafsu makan klien kurang. RR= 23 x/mnt
BB = 5 kg
PB = 66,5 Cm
4. Ibu An D mengatakan klien 4.
juga didiagnosa Anemia Brongkitis
Kronis

5. Keluarga klien mengatakan kurang 5. Keluarga klien tampak belum


mengerti tentang gizi buruk yang memahami dan mengerti tentang
dialami AnD penyakit yang diderita AnD

1.1.2. Diagnosa Keperawatan

Analisa Data

Masalah kesehatan
No Data Masalah kesehatan
keluarga
Kasus 1
1 DS:
Ibu An D mengatakan Ketidakmampua Kurangnya
berat badan klien tidak n keluarga pengetahuan
bisa bertambah dan nafsu mengenal
makan klien kurang. masalah
Ibu An D mengatakan penyakit gizi
klien juga didiagnosa buruk
Anemia Brongkitis Kronis
Keluarga klien
mengatakan kurang
mengerti tentang gizi
buruk yang dialami
AnD
78

DO:
Keluarga klien tampak
belum memahami dan
mengerti tentang penyakit
yang diderita AnD
2 Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh
DS: Ketidakmampua
Ibu An D mengatakan n keluarga
berat badan klien tidak merawat/
bisa bertambah dan nafsu menolong
makan klien kurang. anggota keluarga
yang menderita
gizi buruk

DO:
Keluarga belum mampu
merawat/ menolong
anggota keluarga yang
menderita gizi buruk
3 DS:
Ibu An D mengatakan Ketidakmampua Keterlambatan
klien blum bisa duduk n keluarga pertumbuhan dan
Ibu An D mengatakan menggunakan perkembangan
berat badan klien tidak pelayanan
bisa bertambah dan nafsu fasilitas
makan klien kurang. kesehatan untuk
Ibu An D mengatakan pemeriksaan,
klien jarang dibawa ke
Puskesmas
DO:
Klien tampak selalu
dibaringkan dan
digendong
Keluarga klien jarang
memeriksakan klien
kepelayanan kesehatan
79

1.1.3. Prioritas Masalah

Kasus 1
1. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah penyakit gizi buruk

No Data Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah
Kurang sehat 3/3 x 1 1 Memerlukan
penyuluhan agar
keluarga dapat
mengenal penyakit
gizi buruk
2 x2 1
Kemungkinan masalah Keluarga mau
3 dapat diubah ; sebagian 3/3 x 1 1 berusaha hidup sehat
Potensial masalah Keluarga mau di ajak
4 untuk di ubah tinggi 2/2 x1 1 kerja sama
Menonjol masalah : Bila di tangani derajat
masalah berat harus di kesehatan akan
tangani meningkat
Jumlah 4

2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan


dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang
sakit

No Data Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah
Ancaman 2/3 x 1 2/3 Berat badan klien
semakin berkurang
jika nutrisi tidak
dipenuhi
2 2/2 x 2 2
Kemungkinan masalah Keluarga mau
dapat diubah dengan berusaha hidup
3 muda 2/3 x 1 1 sehat
Potensial masalah
4 untuk di ubah cukup 1 x1 1 Keluarga mau di
Menonjol masalah : ajak kerja sama
masalah dirasakan, tapi Keluarga tidak
tidak perlu segera di menyadari dengan
atasi masalah kesehatan
yang di alami
Jumlah 4 2/3
80

3. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga menggunakan pelayanan fasilitas
kesehatan untuk pemeriksaan.

No Data perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah
Ancaman 2/3 x 1 2/3 Dapat menimbulkan
berbagai ancaman
kesehatan
2 Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Keluarga mau
dapat diubah dengan berusaha hidup
muda sehat
3 Potensial masalah 2/3 x 1 1 Keluarga mau di
untuk di ubah cukup ajak kerja sama
4 Menonjol masalah : 0/2 x 1 0 Keluarga merasa
masalah tidak di tidak ada gejala
rasakan yang di rasa
Jumlah 3 2/3

1.1.4. Prioritas Masalah

Kasus 1

1. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah penyakit gizi
buruk.
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat
anggota keluarga yang sakit
3. Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan
dengan Ketidakmampuan keluarga menggunakan pelayanan
fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan.
81

1.1.5. Rencana Keperawatan Keluarga

Kasus 1

Nama : An D
Tgl pengkajian : 24-26 juli 2016
Umur : 1 Tahun
Alamat : Rungkang Kecamatan Sikur Lombok Timur
Diagnosa
No keperawatan Tujuan Kriteria Standar Intervensi Rasional
keluarga
1 Kurangnya Setelah di Kognitif 1. Keluarga 1. Beri penjelasan 1. Untuk
pengetahuan lakukan dapat tentang menanbah
berhubungan kunjungan menjelaskan pengertian gizi wawasan
dengan keluarga dapat pengertian buruk keluarga
ketidakmam mengenal gizi buruk
puan masalah yang di dengan benar
keluarga alami gizi buruk
mengenal adalah
penyakit gizi kebutuhan
buruk tubuh
terhadap
protein, kalori
atau
keduanya
tidak
tercukupi
2. Menyebutkan 2. Jelaskan 2. Agar
penyebab gizi kepada keluarga
buruk keluarga mengetahui
kekurangan kemungkinan penyebab
protein ,kalori penyebab gizi penyakit
3. Menyebutkan buruk gizi buruk
tanda dan 3. Jelaskan tanda 3. Agar
gejala gizi gejala serta keluarga
buruk penanganan dapat
penurunan gizi buruk melakukan
berat badan penanganan
kehilangan awal pada
turgor kulit gizi buruk
menjadi
kerut
2 Ketidakseim Setelah di 1. Keluarga 1. Jelaskan 1. Menambah
bangan lakukan dapat kepada wawasan
nutrisi kunjungan menyebutkan keluarga keluarga
kurang dari keluarga dapat penyebab kemungkinan
kebutuhan mengenal terjadinya penyebab gizi
tubuh masalah yang gizi buruk buruk
berhubungan di alami kurangnya
dengan pengetahuan,
ketidakmam dan nutrisi
puan kurang dari
keluarga kebutuhan
merawat tubuh
82

anggota 2. Cara 2. Anjurkan klien 2. Untuk


keluarga penanganan makanan diit meningkatk
yang sakit gizi buruk TKTP an berat
memberikan badan klien
makanan
diit TKTP
3. Pengobatan
medis
3 Keterlambat Setelah di Verbal 1. Keluarga 1. Menjelaskan 1. Menambah
an lakukan dapat kepada pengetahuan
pertumbuhan beberapa kali memanfaatka keluarga keluarga
dan kunjungan n fasilitan tentang tentang
perkembang keluarga di kesehatan pentingnya pentingnya
an harapkan untuk fasilitas fasilitas
berhubungan keluarga pemeriksaan kesehatan kesehatan
dengan mengerti untuk untuk
ketidak pentingnya pemeriksaan pemeriksaan
mampuan fasilitas
keluarga kesehatan
menggunaka
n pelayanan
fasilitas
kesehatan
untuk
pemeriksaan
83

1.1.6. Tindakan Keperawatan Keluarga (Kasus 1)

Hari,
No Diagnosa keperawatan Tujuan Implemantasi
Tanggal
1 Kurangnya Setelah di Jumat 24 Juli Jam 10.00 wita
pengetahuan lakukan 2016 1. Memberi penjelasan
berhubungan kunjungan tentang pengertian gizi
dengan keluarga dapat buruk
ketidakmampuan mengenal H = klien tampak
keluarga mengenal masalah yang di memperhatikan penjelasan
penyakit gizi buruk alami 2. Menjelaskan kepada
keluarga kemungkinan
penyebab gizi buruk
H = keluarga
memperhatikan dengan baik
3. Menjelaskan tanda gejala
serta penanganan gizi buruk
H = klien memperhatikan
dan mengerti
2 Ketidakseimbangan Setelah di Sabtu 25 Juli Jam 10.20 wita
nutrisi kurang dari lakukan 2016 1. Menjelaskan kepada
kebutuhan tubuh kunjungan keluarga kemungkinan
berhubungan keluarga dapat penyebab
dengan mengenal Ketidakseimbangan nutrisi
ketidakmampuan masalah yang di kurang dari kebutuhan
keluarga merawat alami tubuh
anggota keluarga H= keluarga klien
yang sakit memperhatikan dan
menyikapi penjelasan
2. Menganjurkan klien minum
obat tambahan seperti obat
dari puskesmas
H= keluarga mengatakan
mau melakukannya
3. Mengajarkan dan
domonstrasikan cara
penggunaan obat
H= keluarga memperhatikan
dan menyikapi penjelasan
dan demonstrasi yang di
berikan
3 Keterlambatan Setelah di Minggu 26 Jam 10.45
pertumbuhan dan lakukan Juli 2016 1. Menjelaskan kepada
perkembangan beberapa kali keluarga tentang pentingnya
berhubungan dengan kunjungan fasilitas kesehatan
ketidak mampuan keluarga di H= keluarga mengerti
keluarga harapkan mempu 2. Anjurkan keluarga untuk
menggunakan memanfaatkan tetap memanfaatkan
pelayanan fasilitas pelayanan pelayanan fasilitas
kesehatan untuk fasilitas kesehatan
pemeriksaan kesehatan untuk H= keluarga mau
pemeriksaan memanfaatkan pelayanan
fasilitas kesehatan
84

1.1.7. Evaluasi Keperawatan (Kasus 1)

No Diagnosa keperawatan Hari / tanggal Evaluasi


1 Kurangnya pengetahuan JUmat 24 Juli Jam 10.20wita
berhubungan dengan 2016 S = keluarga sudah dapat
ketidakmampuan menjelaskan, penyebab,
keluarga mengenal dan tanda gejala gizi
penyakit gizi buruk buruk.
O = keluarga sudah mengerti
dengan penyakit gizi
buruk.
A = Keluarga mampu
mengenal masalah
dengan pencegahannya
P = pertahankan intervensi
2 Ketidakseimbangan Sabtu 25 Juli Jam 11.30 wita
nutrisi kurang dari 2016 S = keluarga mengerti tenteng
kebutuhan tubuh makanan seimbang
berhubungan dengan O = keluarga sudah bisa
ketidakmampuan mendemonstrasikan
keluarga merawat makanan makanan
anggota keluarga yang seimbang
sakit A = Keluarga mampu
merawat keluarga
P = pertahankan intervensi

3 Keterlambatan Minggu, 26 Jam 09.00 wita


pertumbuhan dan Juli 2016 S = keluarga sudah mulai
perkembangan memanfaatkan fasilitas
berhubungan dengan pelayanan kesehatan
ketidak mampuan O = klien tampak sering di
keluarga menggunakan bawa ke puskesmas oleh
pelayanan fasilitas keluarganya
kesehatan untuk A = fasilitan pelayanan
pemeriksaan kesehatan dapat di
manfaatkan
P = pertahankan intervensi
85

1.1.8. Pengkajian kasus 2


1. Identitas Keluarga
Identitas Kepala Keluarga Kasus 2
1. Nama kepala keluarga TN R
2. Umur 29 Tahun
3. Jenis kelamin Laki-Laki
4. Agama Islam
5. Suku / Bangsa Sasak
6. Pendidikan MA
7. Pekerjaan Wiraswasta
8. Penghasilan 500.000-/bulan
9. Alamat Marang Kecamatan
Sikur Lombok Timur

2. Komposisi Keluarga

Komposisi keluarga kasus 2


No Nama Umur JK Hubungan Pekerjaan Pendidikan Ket
1. Tn R 29 L Suami Wiraswasta MA Sehat
2. NyD 25 P Istri Wiraswasta SMP Sehat
3. AnG 4 P Anak - - Sehat
4. AnA 13bln P Anak - - Sakit
86

3. Genogram (Kasus 2)

Keterangan :
---------- : Tinggal Serumah
: Laki-laki
: Perempuan
: Garis hubungan
: Meninggal
: Garis Keturunan
: Pasien
Tipe Keluarga
Tipe keluarga TnR adalah keluarga inti, yaitu keluarga terdiri
dari ayah, ibu, dan dua orang anak.
4. Latar Belakang Budaya
Keluarga TnR merupakan suku sasak,mereka tinggal di Desa
Marang Kecamatan Sikur Lombok Timur, bahasa yang di gunakan
adalah bahasa sasak, tempat perkumpulan keluarga adalah di rumah dan
kegiatan keagamaan keluarga adalah shalat 5 waktu dikeluarga rumah
atau di masjid. Lingkungan tempat tinggal keluarga Tn R adalah
homogen, artinya bahwa keluarga tinggal di lingkungan yang memiliki
suku yang sama.
87

5. Agama
Keluarga Tn R menganut agama islam dan kegiatan keagamaan
yang dilakukan adalah beribadah setiap hari dirumah atau di masjid.
6. Status Sosial
Yang mencari nafkah adalah Tn R sebagai kepala keluarga yang
berumur 29 tahun, latar belakang pendidikan MA, pekerjaan sehari-hari
sebagi wiraswasta dengan pendapatan Rp.500.000,- / bulan.
7. Rekreasi
Keluarga Tn R jarang pergi berlibur ke tempat tertentu tetapi
anggota keluarga sering berkumpul dirumah.
8. Riwayat Perkembangan Keluarga
a. Tahap perkembangan saat ini
Keluarga TnR mempunyai 2 orang anak, yaitu laki laki
b. Keluarga Tn R pada tahap perkembangan keluarga
1). Tugas perkembangan yang belum terpenuhi
Tugas keluarga yang belum terpenuhi adalah masalah kesehatan
dan berharap keluarga yang sakit bisa dapat sembuh.
9. Lingkungan
a. Karakteristik Rumah
Jenis rumah Tn R adalah permanen, dengan luas bangunan
8 X 7 m2. Status kepemilikan rumah sendiri, atap rumah genteng,
dinding rumah dari Bata, lantai dari semen, penerangan rumah dari
listrik, pencahayaan kurang baik, khususnya di daerah ruang tengah,
karena pada pagi hari cahaya yang masuk kedalam rumah kurang,
hanya bagian depan saja.
b. Kebersihan Rumah
Jenis rumah Tn R tampak berdebu, dan perabot rumah
tangga cukup tertata rapi dan terdapat halaman.
88

c. Pembuangan Air Limbah


Limbah di buang melalui Selokan, di mana jenis Selokan
yang di gunakan adalah terbuka dan pembuangan air limbah nya
tergenang, tampak kotor
d. Pemakaian Air
Sumber air yang di gunakan adalah sumur, yang di gunakan
untuk mandi dan mencuci, yang jaraknya 10 meter dari rumah,
sedangkan memasak dan di minum menggunakan air Sumur, yang
sebelumnya di masak terlebih dahulu sebelum di minum, keadaan air
bersih dan tidak berbau.

e. Pembuangan Sampah
TnR tidak memiliki pembuangan sampah yang memenuhi
syarat kesehatan, sehari harinya keluarga membuang sampah,
ditumpuk dan di bakar
f. Pemilikan Jamban
Keluarga TnR memiliki WC yang terdapat di bawah rumah
dengan jenis jamban septi tank
g. Pemilikan Ternak
Keluarga Tn R tidak memiliki hewan ternak.
10. Denah Rumah
Denah Rumah (Kasus 2)
Kamar Kamar tidur Kamar tidur
tidur D
A
P
Ruang Tamu
U
R
Teras Teras

U
Berugak Kamar Mandi

B T

Gambar 3.4. Denah Rumah Tn R


S
89

a. Karakteristik tetangga dan komunitas


Keluarga Tn R tinggal di lingkungan pedesaan, Mayoritas
penduduknya bersuku Sasak. Sebagain besar dari tetangga di
lingkungan tempat tinggal keluarga Tn R adalah penduduk asli
yang rata-rata bekerja sebagai buruh, pedagang dan Pande Besi.
Interaksi antara warga banyak dilakukan pada waktu sore dan malam
hari, dikarenakan pada pagi dan siang hari umumnya warga bekerja.
Lingkungan tetangga cukup akrab dan saling menolong bila ada
kesusahan.
b. Mobilitas geografi keluarga
Sejak Tn R menikah dengan Ny D tidak pernah pindah
rumah ke tempat yang lain. Rumah Tn R berada sekitar 15 meter
dari jalan raya. Jenis kendaraan yang biasanya dipakai seperti :
sepeda motor.
11. Struktur Keluarga
a. Pola Komunikasi
Proses komunikasi dalam keluarga berjalan dengan lancar di mana
suami dan istri saling menghargai dan menghormati.
b. Struktur Kekuatan Keluarga
Yang mengambil keputusan dalam keluarga adalah TnR, karena
TnR sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah untuk
keluarganya.
c. Struktur Peran
TnR sebagai kepala keluarga dan bekerja sebagai wiraswasta
sementara istrinya sebagai rumah tangga.
12. Fungsi Keluarga
a. Fungsi Afektif
Anggota keluarga saling mempertahankan satu sama lain, dan saling
menghargai dalam membina keakraban.
90

b. Fungsi Sosialisasi
Yang berperan sebagai mensosialisikan anak ke masyarakat adalah
NyS, yang sehari harinya bekerja di rumah.
c. Fungsi Perawatan Keluarga
Apabila ada masalah keluarga merundingkan bersama sama dan
keluarga belum mampu memelihara Asupan makanan dan
kebersihan lingkungan yang di sebabkan kurangnya pengetahuan.
d. Fungsi Reproduksi
TnR dan NyD memiliki 4 orang anak.
e. Fungsi Ekonomi
Keluarga TnR Belum dapat memenuhi kebutuhan keluarga sehari
harinya.
f. Pengolahan Makanan
Keluarga TnR mengkonsumsi makanan yang di beli di pasar, yang
sebelumnya di olah dengan cara di masak, makanan yang tidak habis
di simpan kembali.
13. Koping Keluarga
a. Stress yang di miliki
Stress yang di miliki oleh Tn R adalah anaknya yang menderita
gizi buruk sejak 13 April 2016
b. Kemampuan keluarga merespon terhadap stress
Keluarga belum dapat beradaptasi dan memahami penyakit yang di
derita oleh An A karena gizi buruk gizi buruk yang dideritanya
belum bisa sembuh.
c. Strategi coping yang di gunakan
Dalam menghadapi suatu permasalahan keluarga mendiskusikan
terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan.
91

14. Pemeriksaan Fisik Anggota Keluarga


Hasil pemeriksaan fisik
Komponen
Tn R Ny D An G
Kepala -Mecechepal -Mecechepal -Mecechepal
Mata -Tidak ada kelainan -Tidak ada kelainan -Tidak ada kelainan
Telinga -Tidak ada nyeri tekan, -Tidak ada nyeri tekan, -Tidak ada nyeri
tidak ada kotoran tidak ada kotoran tekan, tidak ada
kotoran
Hidung -Simetris kiri dan -Simetris kiri dan -Simetris kiri dan
kanan tidak ada udem kanan tidak ada udem kanan tidak ada
udem
Mulut dan -Mulut tampak bersih, -Mulut tampak bersih, -Mulut tampak
gigi gigi lengkap tidak ada gigi lengkap tidak ada bersih, tidak ada
sianosis sianosis sianosis

Leher dan -Tidak ada nyeri tekan -Tidak ada nyeri tekan -Tidak ada nyeri
tenggorokan tekan
Dada -Bentuk dada normal, -Bentuk dada normal, -Bentuk dada
pengembangan dada pengenbangan dada normal,
mengikuti gerak nafas mengikuti gerak nafas pengenbangan dada
mengikuti gerak
nafas
Abdomen -Tidak ada nyeri tekan -Tidak ada nyeri tekan - Tidak ada nyeri
tekan
Ekstremitas -Tidak ada kelainan - Tidak ada kelainan -Tidak ada kelainan
Kuku -Tampak bersih -Tampak bersih -Tampak bersih
BB -70 kg -60 kg - 12 kg
TD -110 / 70 mmHG -120 / 80 mmHg -
N -80 x/mnt -89x/mnt -90 x/mnt
S -36 C -36 C -36,6 C
P -22 x/mnt -20 x/mnt -24 x/mnt
92

Komponen
An A
Kepala -Mecechepal
Mata -Tidak ada kelainan
Telinga -Tidak ada nyeri
tekan, tidak ada
kotoran
Hidung -Simetris kiri dan
kanan tidak ada
udem
Mulut dan -Mulut tampak
gigi bersih, Kotor,tidak
ada sianosis

Leher dan -Tidak ada nyeri


tenggorokan tekan
Dada -Bentuk dada
normal,
pengembangan dada
mengikuti gerak
nafas
Abdomen -ada nyeri tekan

Ekstremitas -Tampak kurus dan


tampak bekas gatal
gatal
Kuku - Tampak bersih
BB -6 kg
TD -
N -72 x/mnt
S -37,6 C
P -25 x/mnt
93

15. Pengumpulan Data


a. Klien sering menangis
b. BB : 6 kg
c. Kekakuan otot
d. Tanda vital =
N = 72 x/mnt
S = 37 c
RR= 25 x/mnt
BB = 6kg
e. Ibu An A mengatakan berat badan anaknya tidak bertambah
f. Ibu An A mengatakan nafsu makan anaknya berkurang bahkan sampai
tidak mau makan
g. Ibu An A mengatakan melahirkan secara Normal
h. Ibu An A mengatakan tidak ada kelainan saat anaknya lahir
i. Ibu AnA mengatakan sejak umur 12 bulan nafsu makan anaknya sedikit
berkurang dan berat badan tidak bertambah
j. Ibu AnA mengatakan klien juga mengalami penyakit gatal-gatal
k. Keluarga klien mengatakan kurang mengerti tentang gizi buruk yang
dialami AnA
16. Klasifikasi Data
Kasus 2
Data subjektif Data objektif
1. Ibu An A mengatakan klien 1. Klien tampak cengeng
sering menangis
2. Ibu An A mengatakan klien blum 2. Klien nampak lemah
bisa duduk
3. Ibu An A mengatakan berat 3. N = 72 x/mnt
badan klien tidak bisa bertambah S = 37 c
dan nafsu makan klien kurang. RR= 25 x/mnt
BB = 6 kg
PB = 70 Cm
4. Ibu AnA mengatakan klien juga 4. kulit klien tampak bintik bintik
94

mengalami penyakit gatal-gatal bekas gatal gatal


5. Keluarga klien mengatakan kurang 5. Keluarga klien tampak belum
mengerti tentang gizi buruk yang memahami dan mengerti
dialami AnA tentang penyakit yang diderita
AnA

1.1.9. Diagnosa Keperawatan

Analisa Data Kasus 2

Masalah kesehatan
No Data Masalah kesehatan
keluarga
Kasus 2
1 DS:
Ibu An A mengatakan Ketidakmampua Resiko infeksi

klien sering menangis n Keluarga

Ibu AnA mengatakan untuk

klien juga mengalami memodifikasi

penyakit gatal-gatal lingkungan yang

DO: dapat menunjang

Klien tampak blum bisa penyembuhan

duduk
Klien tampak hanya di
baringkan di tempat tidur
kulit klien tampak bintik
bintik bekas gatal gatal
2 DS:
Ibu An A mengatakan Ketidakmampua Ketidakseimbang
berat badan klien tidak n keluarga an nutrisi kurang
bisa bertambah dan nafsu mengenal dari kebutuhan
makan klien kurang. masalah
95

Ibu An A mengatakan penyakit gizi tubuh


klien juga didiagnosa buruk
Anemia Brongkitis Kronis
Keluarga klien
mengatakan kurang
mengerti tentang gizi
buruk yang dialami
AnA

DO:
Klien nampak lemah
TTV
N = 72 x/mnt
S = 37 c
RR= 25 x/mnt
BB = 6 kg
PB = 70 Cm
96

1.1.10. Prioritas Masalah


Kasus 2
1. Ketidakmampuan Keluarga untuk memodifikasi lingkungan yang
dapat menunjang penyembuhan berhubungan dengan Resiko infeksi

No Data Perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah 3/3 x 1 1 Memerlukan
Kurang sehat penanganan cepat
agar resiko infeksi
dapat teratasi
2 Kemungkinan masalah x2 1 Keluarga mau
dapat diubah ; sebagian berusaha hidup
sehat
3 Potensial masalah 3/3 x 1 1 Keluarga mau
untuk di ubah tinggi diajak kerja sama
4 Menonjol masalah : 2/2 x 1 1 Bila ditangani
masalah berat harus di derajat kesehatan
tangani akan meningkat
Jumlah 4

2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga mengenal
masalah penyakit gizi buruk.

No Data perhitungan Skor Pembenaran


1 Sifat masalah 2/3 x 1 2/3 Keseimbangan
Ancaman nutrisi semakin
kurang jika keluarga
belum mengerti
tentang gizi
seimbang
2 Kemungkinan masalah 2/2 x 2 2 Keluarga mau
dapat diubah dengan berusaha hidup sehat
97

muda

3 Potensial masalah 2/3 x 1 1 Keluarga mau di


untuk di ubah cukup ajak kerja sama
4 Menonjol masalah : 1 1/2 x 1 1 Keluarga tidak
masalah dirasakan, tapi menyadari dengan
tidak perlu segera di masalha kesehatan
atasi yanmg di alami
Jumlah 4 2/3

1.1.11. Prioritas Masalah


Kasus 2
1. Resiko infeksi berhubungan dengan Ketidakmampuan Keluarga untuk
memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang penyembuhan
2. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga mengenal masalah
penyakit gizi buruk.
98

1.1.12. Rencana Keperawatan Keluarga Kasus 2


Nama : An A
Tgl pengkajian : 27-29 Juli 2016
Umur : 13 Bulan
Alamat : Marang Kecamatan Sikur Lombok Timur
Diagnosa
No keperawatan Tujuan Kriteria Standar Intervensi Rasional
keluarga
1 Resiko Setelah Kognitif 1. Keluarga dapat 1. Beri penjelasan 1. Untuk
infeksi di menjelaskan tentang menanbah
berhubungan lakukan pencegahan resiko pencegahan wawasan
dengan kunjunga infeksi resiko infeksi keluarga
Ketidakmam n lingkungan yang
puan keluarga bersih
Keluarga dapat 2. Menyebutkan
untuk mengena penyebab infeksi 2. Jelaskan kepada 2. Agar
memodifikas l masalah keluarga keluarga
i lingkungan yang di kemungkinan mengetahui
yang dapat alami 3. Menyebutkan tanda penyebab infeksi penyebab
menunjang dan gejala resiko infeksi
penyembuha infeksi lingkungan 3. Jelaskan tanda 3. Agar
n yang kurang bersih gejala serta keluarga
penanganan dapat
infeksi melakukan
penanganan
awal pada
resiko
infeksi
2 Ketidakseim Setelah 1. Keluarga dapat 1. Jelaskan kepada 1.Menambah
bangan di menyebutkan keluarga wawasan
nutrisi lakukan penyebab terjadinya kemungkinan keluarga
kurang dari kunjunga gizi buruk penyebab gizi
kebutuhan n kurangnya buruk
tubuh keluarga pengetahuan, dan
berhubungan dapat nutrisi kurang dari
dengan mengena kebutuhan tubuh
Ketidakmam l masalah
99

puan yang di 2. Cara penanganan 2. Anjurkan klien 2.Untuk


keluarga alami gizi buruk makanan diit meningkatka
mengenal memberikan TKTP n berat
masalah makanan diit TKTP badan klien
penyakit gizi 3. Pengobatan medis
buruk

1.1.13. Tindakan Keperawatan Keluarga (Kasus 2)


Diagnosa Hari,
No Tujuan Implemantasi
keperawatan Tanggal
1 Resiko infeksi Setelah di Senin 27 Juli Jam 16.00 wita
berhubungan lakukan 2016 1. Memberi penjelasan tentang resiko infeksi
dengan kunjungan H = klien tampak memperhatikan
Ketidakmampuan keluarga penjelasan
Keluarga untuk dapat 2. Menjelaskan kepada keluarga kemungkinan
memodifikasi mengenal penyebab resiko infeksi.
lingkungan yang masalah yang H = keluarga memperhatikan dengan baik
dapat menunjang di alami 3. Menjelaskan tanda gejala serta penanganan
penyembuhan infeksi
H = klien memperhatikan dan mengerti
2 Ketidakseimbanga Setelah di Selasa 28 Juli Jam 10.20 wita
n nutrisi kurang lakukan 2016 1. Menjelaskan kepada keluarga kemungkinan
dari kebutuhan kunjungan penyebab Ketidakseimbangan nutrisi
tubuh keluarga kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dapat H= keluarga klien memperhatikan dan
dengan mengenal menyikapi penjelasan
Ketidakmampuan masalah yang 2. Menganjurkan klien minum obat tambahan
keluarga mengenal di alami seperti obat dari puskesmas
masalah penyakit H= keluarga mengatakan mau
gizi buruk melakukannya
3. Mengajarkan dan domonstrasikan cara
penggunaan obat
H= keluarga memperhatikan dan menyikapi
penjelasan dan dem\
onstrasi yang di berikan
100

1.1.14. Evaluasi Keperawatan Kasus 2


No Diagnosa keperawatan Hari / tanggal Evaluasi
1 Resiko infeksi Senin 27 Juli Jam 10.15 wita
berhubungan dengan 2016 S = keluarga sudah dapat
Ketidakmampuan menjelaskan, penyebab,
Keluarga untuk dan tanda infeksi.
memodifikasi lingkungan O = keluarga sudah mengerti
yang dapat menunjang dengan resiko infeksi
penyembuhan A = Keluarga mampu
mengenal masalah
dengan pencegahannya
P = pertahankan intervensi

2 Ketidakseimbangan Selasa 28 Juli Jam 10.30 wita


nutrisi kurang dari 2016 S = keluarga mengerti tenteng
kebutuhan tubuh makanan seimbang
berhubungan dengan O = keluarga sudah bisa
Ketidakmampuan mendemonstrasikan
keluarga mengenal makanan makanan
masalah penyakit gizi seimbang
buruk A = Keluarga mampu
merawat keluarga
P = pertahankan intervensi
101

1.1.15. Pembahasan

Tahap Pengkajian

Pengkajian merupakan bagian awal dari proses keperawatan dan

akan mempengaruhi tindakan selanjutnya, oleh sebab itu, pengkajian

harus dilakukan dengan lengkap seperti identitas pasien dan hal-hal

yang perlu di kaji dalam keluarga menurut Arita Murwani (2011) dan

program terapi dokter. Untuk memperoleh data yang diinginkan,

penulis menggunakan teknik wawancara, observasi langsung dan

pemeriksaan fisik.

Pada landasan teori, Pada mulanya ada kegagalan menaikkan berat

badan, disertai dengan kehilangan berat badan sampai berakibat kurus,

dengan kehilangan turgor pada kulit sehingga menjadi berkerut dan

longgar karena lemak subkutan hilang dari bantalan pipi, muka bayi dapat

tetap tampak relatif normal selama beberapa waktu sebelum menjadi

menyusut dan berkeriput, serta wajah seperti orang tua. Abdomen dapat

kembung dan datar. Terjadi atropi otot dengan akibat hipotoni. Suhu

biasanya normal, nadi mungkin melambat, tekanan darah dan frekuensi

napas menurun, kemudian lesu dan nafsu makan hilang. Biasanya terjadi

konstipasi, tetapi dapat muncul apa yang disebut diare tipe kelaparan,

dengan buang air besar sering, tinja berisi mucus dan sedikit

(Khaidirmuhaj, 2009).

Pada kasus nyata, keluhan utama klien pada kasus 1 adalah nafsu

makan menghilang, kemudian riwayat penyakit sekarang ditemukan

pada saat pengkajian pada tanggal 24-07-2016 jam 09.30 wita, ibu klien
102

mengatakan anaknya kurang nafsu makan. Klien selalu menangis.

Keluarga klien mengatakan tidak tahu penyebab tidak ada nafsu makan

pada anaknya, ibu pasien mengatakan tidak mengerti tentang gizi buruk

yang dialami anaknya, BB : 5 Kg, PB : 66,5, N: 70 x/menit, RR: 23

x/menit, S:37,4 oC, dan pasien tampak lemas, tubuh pasien teraba panas,

akral hangat, turgor kulit menurun, kulit teraba kering, mukosa bibir

tampak kering, dan CRT < 2 detik. Riwayat penyakit dahulu ibu klien

mengatakan anaknya sebelumnya tidak pernah mempunyai penyakit

seperti yang dialami sekarang, klien hanya batuk pilek biasa dan setelah

minum obat langsung sembuh. Riwayat penyakit keluarga ibu klien

mengatakan tidak ada dalam anggota keluarganya yang pernah

menderita penyakit seperti yang dialami klien saat ini dan tidak ada

penyakit keturunan seperti diabetes mellitus ataupun Hipertensi.

Sedangkan pada kasus 2, keluhan utama ibu klien mengatakan berat

badan anaknya semakin menurun , kemudian riwayat penyakit sekarang

ditemukan saat dilakukan pengkajian pada tanggal 27-07-2016 jam

10.00 wita, ibu pasien mengatakan berat badan anaknya semakin

menurun, klien tampak lemah dan kurang tenaga, badan klien teraba

panas, akral hangat, turgor kulit menurun tampak bintik-bintik bekas

gatal, mukosa bibir tampak kering, CRT < 2 detik, klien hanya tampak

berbaring ditempat tidur, , ibu klien mengatakan tidak tahu penyebab

penurunan berat badan pada anaknya, klien selalu bertanya tentang

kondisinya, BB : 6 kg, PB : 70, N: 72 x/menit, RR: 25 x/menit dan

S:37 . Riwayat penyakit dahulu ibu klien mengatakan anaknya


103

sebelumnya tidak pernah dirawat di rumah sakit. Riwayat penyakit

keluarga ibu klien mengatakan tidak ada dalam anggota keluarganya

yang pernah menderita penyakit seperti yang dialami klien saat ini dan

tidak ada penyakit keturunan seperti DM, Hipertensi, Asma dan

penyakit jantung.

4.2.1 Tahap Diagnosa

Sebelum menentukan diagnose keperawatan, terlebih dahulu

dilakukan analisa terhadap data-data yang dikumpulkan. Pada rumusan

analisa data penulis mengacu pada tinjauan teori skala prioritas diagnosa

yang memperlihatkan adanya data senjang yang mendukung suatu

diagnosa keperawatan baik data subyektif maupun data obyektif pada

tinjauan teori terdapat 4 diagnosa keperawatan (Hidayat, 2008).

, yaitu :

1) Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan

keluarga mengenal masalah penyakit gizi buruk

2) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat/

menolong anggota keluarga yang menderita gizi buruk Kecemasan

berhubungan dengan krisis situaasional.

3) Resiko infeksi berhubungan dengan Ketidakmampuan Keluarga

untuk memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang

penyembuhan

4) Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan dengan


Ketidakmampuan keluarga menggunakan pelayanan fasilitas kesehatan
untuk pemeriksaan,
104

Sedangkan dari hasil pengkajian pada kasus 1 ditemukan

diagnosa keperawatan yaitu:

1) Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan

keluarga mengenal masalah penyakit gizi buruk

2) Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

berhubungan dengan Ketidakmampuan keluarga merawat/

menolong anggota keluarga yang menderita gizi buruk

Kecemasan berhubungan dengan krisis situaasional.

3) Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan berhubungan

dengan Ketidakmampuan keluarga menggunakan pelayanan

fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan,

Sedangkan dari hasil pengkajian pada kasus 2 ditemukan

diagnosa keperawatan yaitu:

1) Resiko infeksi berhubungan dengan Ketidakmampuan Keluarga

untuk memodifikasi lingkungan yang dapat menunjang

penyembuhan

2) Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan Ketidakmampuan

keluarga mengenal masalah penyakit gizi buruk.

Penulis mengangkat diagnosa tersebut karena saat waktu

pengkajian, menemukan data yang menunjang sehingga penulis

mengangkat diagnose tersebut.


105

4.2.2 Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan merupakan tahap untuk merumuskan rencana

tindakan yang bertujuan untuk mengatasi masalah-rnasalah klien (Aziz

Alimul Hidayat, 2007). Dalam penyusunan rencana keperawatan,

penulis berusaha menggunakan teori tapi disesuaikan dengan keadaan

klien yang kira-kira dapat dilaksanakan oleh klien. Format yang

digunakan penulis adalah format rencana keperawatan yang sesuai

dengan tinjauan teori (Nursalam, 2006) meliputi diagnosa keperawatan,

tujuan, kriteria hasil, intervensi dan rasionalisasi. Pada asuhan

keperawatan dengan Gizi Buruk, tahap perencanaan secara umum telah

penulis rumuskan seperti dalam tinjauan teori, yang mana untuk

menetapkan prioritas masalah penulis mengacu pada masalah kesehatan

yang mengancam serta masalah yang dialami.

4.2.3 Tahap Tindakan

Tahap pelaksanaan atau implementasi adalah tahap

mengaplikasikan rencana keperawatan yang telah disusun dan

dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah diterapkan pada tinjauan

teori maupun tinjauan kasus dengan harapan asuhan keperawatan yang

dilakukan dapat dilaksanakan secara berkesinambungan dan

komprehensif (Nursalam,2006).

Dan yang perlu diperhatikan dalam tahap pelaksanaan ini adalah

pasien dan keluarga sebagai sarana dan tujuan keperawatan dan

sekaligus sebagai subyek diharapkan terlibat sepenuhnya dalam upaya


106

mencapai hasil tindakan keperawatan yang efektif yaitu pasien sembuh

atau dapat menyesuaikan diri semaksimal mungkin dengan kondisi fisik

saat ini.

Dari semua rencana tindakan sesuai diagnosa keperawatan yang

ditemukan pada pasien, semua dapat dilaksanakan dengan baik.

Adapun factor-faktor penghambat yang penulis rasakan

langsung didalam pelaksanaan rencana pasien yaitu: dari segi waktu,

keterbatasan waktu yang ada pada penulis menyebutkan penulis tidak

dapat memonitir terus-menerus.

4.2.4 Tahap Evaluasi

Pada tahap evaluasi, penulis melakukan penilaian dengan cara

mengamati langsung perubahan-perubahan yang terjadi terhadap kondisi

kesehatan keluarga dan klien. Penilaian dilakukan menggunakan metode

SOAP (Subyektif, Obyektif, Analisis, dan Perencanaan).

Dari hasil evaluasi terhadap keluarga klien, semua masalah yang

terjadi teratasi sebagian dengan baik, adapun faktor penghambat yang

penulis rasakan langsung di dalam pelaksanaan penilaian sehubungan dengan

penerapan asuhan keperawatan pada kasus 1 dan 2 adalah dari segi waktu,

penulis tidak dapat memantau secara terus menerus perkembangan keadaan

klien, dokumentasi tindakan keperawatan yang tidak lengkap sehingga

menimbulkan kesulitan bagi penulis untuk memantau respon klien terhadap

tindakan yang diberikan.


107

Pada kasus 1, sejak pengkajian pada tanggal 24- 07-2016 keluarga

pasien dapat mengerti penyakit yang di alami pasien dan keluarga mengerti

pentingnya pelayanan kesehatan.

Sedangkan pada kasus 2, sejak pengkajian pada tanggal 27- 07-

2016 keluarga pasien mengerti pentingnya menjaga lingkungan yang bersih

dan keluarga mengerti penyakit yang di alami pasien.