Anda di halaman 1dari 23

Bacaan Doa dalam Mengerjakan Sholat

Makalah disusun guna Memenuhi Tugas


Mata Kuliah : Fiqh Ibadah
Dosen pengampu : Wawan Trans Pujianto, M.kom.I

Disusun Oleh :
Yoga Dimas Prabowo

Kelas B
Program Studi D3 Perbankan Syariah dan Ekonomi

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI


(STAIN) JURAI SIWO METRO
TAHUN AKADEMIK 2015
Macam-macam Doa Itiftah

Pertama

Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah


menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku
sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah
kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin (HR.Bukhari 2/182, Muslim 2/98)

Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam dalam shalat fardhu.
Doa ini adalah doa yang paling shahih diantara doa istiftah lainnya, sebagaimana
dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Baari (2/183).

Kedua

Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi
sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik.
Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata
untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya. Oleh karena itu aku
patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya
Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain
Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. Engkaulah Tuhanku dan aku adalah
hambaMu. Aku telah menzhalimi diriku sendiri dan akui dosa-dosaku. Karena itu
ampunilah dosa-dosaku semuanya. Sesungguhnya tidak ada yang bisa
mengampuni segala dosa melainkan Engkau. Tunjukilah aku akhlak yang paling
terbaik. Tidak ada yang dapat menunjukkannya melainkan hanya Engkau.
Jauhkanlah akhlak yang buruk dariku, karena sesungguhnya tidak ada yang
sanggup menjauhkannya melainkan hanya Engkau. Aka aku patuhi segala
perintah-Mu, dan akan aku tolong agama-Mu. Segala kebaikan berada di tangan-
Mu. Sedangkan keburukan tidak datang dari Mu. Orang yang tidak tersesat
hanyalah orang yang Engkau beri petunjuk. Aku berpegang teguh dengan-Mu dan
kepada-Mu. Tidak ada keberhasilan dan jalan keluar kecuali dari Mu. Maha Suci
Engkau dan Maha Tinggi. Kumohon ampunan dariMu dan aku bertobat
kepadaMu (HR. Muslim 2/185 186)

Doa ini biasa dibaca Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam dalam shalat fardhu
dan shalat sunnah.

Ketiga

Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang Maha Pencipta langit dan bumi
sebagai muslim yang ikhlas dan aku bukan termasuk orang yang musyrik.
Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata
untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku
patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya
Allah, Engkaulah Maha Penguasa. Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain
Engkau. Mahasuci Engkau dan Maha Terpuji. (HR. An Nasa-i, 1/143. Di
shahihkan Al Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/251)
Keempat

Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku, hanya semata-mata


untuk Allah Rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Oleh karena itu aku
patuh kepada perintahNya, dan aku termasuk orang yang aku berserah diri. Ya
Allah, tunjukilah aku amal dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat
menujukkanku kepadanya kecuali Engkau. Jauhkanlah aku dari amal dan akhlak
yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku darinya kecuali Engkau. (HR.
An Nasa-i 1/141, Ad Daruquthni 112)

Kelima

Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-


Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain
Engkau (HR.Abu Daud 1/124, An Nasa-i, 1/143, At Tirmidzi 2/9-10, Ad Darimi
1/282, Ibnu Maajah 1/268. Dari sahabat Abu Said Al Khudri, dihasankan oleh Al
Albani dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/252)

Doa ini juga diriwayatkan dari sahabat lain secara marfu, yaitu dari Aisyah,
Anas bin Malik dan Jabir Radhiallahuanhum. Bahkan Imam Muslim
membawakan riwayat :

. :
.
Umar bin Khattab pernah menjahrkan doa ini (ketika shalat) : (lalu menyebut doa
di atas) (HR. Muslim no.399)

Demikianlah, doa ini banyak diamalkan oleh para sahabat Nabi, sehingga para
ulama pun banyak yang lebih menyukai untuk mengamalkan doa ini dalam shalat.
Selain itu doa ini cukup singkat dan sangat tepat bagi imam yang mengimami
banyak orang yang kondisinya lemah, semisal anak-anak dan orang tua.

Keenam



3x
3x

Maha suci Engkau, ya Allah. Ku sucikan nama-Mu dengan memuji-Mu. Nama-


Mu penuh berkah. Maha tinggi Engkau. Tidak ilah yang berhak disembah selain
Engkau, Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah (3x), Allah Maha Besar
(3x) (HR.Abu Daud 1/124, dihasankan oleh Al Albani dalam Sifatu Shalatin
Nabi 1/252)

Ketujuh


Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian
yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang (HR. Muslim 2/99)

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Umar Radhiallahuanhu, ia berkata:

:
.
:

! : .



Ketika kami shalat bersama Rasulullah Shallallahualaihi Wasallam, ada seorang
lelaki yang berdoa istiftah: (lalu disebutkan doa di atas). Rasulullah
Shallallahualaihi Wasallam lalu bersabda: Aku heran, dibukakan baginya pintu-
pintu langit. Ibnu Umar pun berkata:Aku tidak pernah meninggalkan doa ini
sejak beliau berkata demikian.

Kedelapan

Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, pujian yang terbaik dan
pujian yang penuh keberkahan di dalamnya (HR. Muslim 2/99).

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Anas bin Malik Radhiallahuanhu, ketika ada
seorang lelaki yang membaca doa istiftah tersebut, Rasulullah Shallallahualaihi
Wasallam bersabda:


Aku melihat dua belas malaikat bersegera menuju kepadanya. Mereka saling
berlomba untuk mengangkat doa itu (kepada Allah Taala)

Kesembilan









Ya Allah, segala puji bagi Engkau. Engkau pemelihara langit dan bumi serta
orang-orang yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau memiliki
kerajaan langit, bumi dan siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi
Engkau. Engkau adalah cahaya bagi langit, bumi dan siapa saja yang berada di
dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkau Raja langit dan bumi dan Raja bagi
siapa saja yang berada di dalamnya. Segala puji bagi Engkau. Engkaulah Al Haq.
Janji-Mu pasti benar, firman-Mu pasti benar, pertemuan dengan-Mu pasti benar,
firman-Mu pasti benar, surga itu benar adanya, neraka itu benar adanya, para nabi
itu membawa kebenaran, dan Muhammad Shallallahualaihi Wasallam itu
membawa kebenaran, hari kiamat itu benar adanya. Ya Allah, kepada-Mu lah aku
berserah diri.Kepada-Mu lah aku beriman. Kepada-Mu lah aku bertawakal.
Kepada-Mu lah aku bertaubat. Kepada-Mu lah aku mengadu. Dan kepada-Mu aku
berhukum. Maka ampunilah dosa-dosaku. Baik yang telah aku lakukan maupun
yang belum aku lakukan. Baik apa yang aku sembunyikan maupun yang aku
nyatakan. Engkaulah Al Muqaddim dan Al Muakhir. Tiada Tuhan yang berhak
disembah selain Engkau (HR. Bukhari 2/3, 2/4, 11/99, 13/366 367, 13/399,
Muslim 2/184)

Doa istiftah ini sering dibaca Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam ketika shalat
malam. Namun tetap masyru juga dibaca pada shalat wajib dan shalat yang lain.

Kesepuluh

Ya Allah, Rabb-nya malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil. Pencipta langit dan bumi.
Yang mengetahui hal ghaib dan juga nyata. Engkaulah hakim di antara hamba-
hamba-Mu dalam hal-hal yang mereka perselisihkan. Tunjukkanlah aku
kebenaran dalam apa yang diperselisihkan, dengan izin-Mu. Sesungguhnya
Engkau memberi petunjuk menuju jalan yang lurus, kepada siapa saja yang
Engkau kehendaki (HR. Muslim 2/185)
Doa istiftah ini juga sering dibaca Rasulullah Shalallahualaihi Wasallam ketika
shalat malam. Namun tetap masyru juga dibaca pada shalat wajib dan shalat yang
lain.

Kesebelas

10x
10x
10x
10x


10x

10x

Allah Maha Besar 10x


Segala pujian bagi Allah 10x
Tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah 10x
Aku memohon ampun kepada Allah 10x
Ya Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, berilah aku rizki, dan berilah aku
kesehatan 10x

Ya Allah, aku berlindung dari kesempitan di hari kiamat 10x

(HR. Ahmad 6/143, Ath Thabrani dalam Al Ausath 62/2. Dihasankan Al Albani
dalam Sifatu Shalatin Nabi 1/267)
Kedua Belas



[]

Allah Maha Besar 3x

Yang memiliki kerajaan besar, kekuasaan, kebesaran, dan keagungan (HR. Ath
)Thayalisi 56, Al Baihaqi 2/121 122

Surat Al-Fatihah

Surat Pendek
Surat Al-Qadr

Macam-macam bacaan rukuk

Pertama




Subhaana rabbiyal adziim (HR. Ahmad, Abu Daud, Ibn Majah)

Kedua




Subhaana rabbiyal adziim wa bihamdih (HR. Ahmad, Abu Daud, Daruqutni)

Ketiga




Subbuuhun qudduusun, rabbul malaaikati war ruuh* (HR. Muslim dan Abu
Awanah)

* Keterangan:

Makna ruh pada doa di atas adalah malaikat jibril.


Keempat




Subhaanaka Allahumma rabbanaa wa bihamdika Allahummagh-fir-lii (HR.
Bukhari dan Muslim)

Keterangan:

Bacaan ini sering dibaca oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam setiap
rukuk dan sujud beliau, setelah turun surat An-Nashr. Beliau melaksanakan
perintah Allah:

[
]
Bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mintalah ampuna kepada-Nya. (HR.
Bukhari dan Muslim)

Kelima





Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, wal kibriyaa, wal adzamah.* (HR.
Ahmad, Abu Daud, dengan sanad shahih)

*Keterangan: Doa ini sering dibaca Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika
shalat malam.

Keenam

Allahumma laka rakatu, wa bika aaman-tu, wa laka aslamtu, wa alaika


tawakkal-tu, anta rabbii, khasyaa samii wa basharii, wa damii wa lahmii, wa
adzmii wa ashabii, lillaahi rabbil aalamiin. (HR. Nasai dan dishahihkan Al-
Albani).

Macam-macam bacaan Itidal

Pertama

atau
Rabbanaa lakal hamdu atau rabbanaa wa lakal hamdu (ada tambahan huruf wa)
(HR. Bukhari dan Ahmad)

Kedua

atau
Allahumma rabbanaa lakal hamdu atau Allahumma rabbanaa wa lakal hamdu
(yang kedua ada tambahan huruf wa). (HR. Ahmad dan Bukhari).

Keterangan:

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Jika imam mengucapkan,


samiallahu liman hamidah maka ucapkanlah: Allahumma rabbana lakal hamdu.
Sesungguhnya, siapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat
maka dosa-dosanya yang telah lewat akan diampuni. (HR. Bukhari dan Muslim).

Ketiga





Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta
min syai-im badu (HR. Muslim dan Abu Awanah)

Keempat




Rabbanaaa lakal hamdu mil-as-samaawaati wa mil-al-ardhi wa mil-a maa syik-ta
min syai-im badu, ahlas-tsanaa-i wal majdi, laa maania limaa athaita wa laa
muthiya limaa manata wa laa yan-fau dzal jaddi min-kal jaddu. (HR. Muslim,
Nasai, Ibn Hibban)

Kelima




Li rabbiyal hamdu Li rabbiyal hamdu

Bacaan ini diulang-ulang oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika beliau
shalat malam. Sehingga panjang itidal beliau hampir sama dengan berdiri saat
membaca surat Al-Baqarah. (HR. Abu Daud, Nasai, dan dishahihkan Al-Albani).

Keenam





Rabbanaa wa lakal hamdu hamdan katsiiran thayyiban mubaarakan fiihi
mubaarakan alaihi kamaa yuhibbu rabbunaa wa yardhaa

Keterangan:

Ada sahabat yang membaca ini ketika itidal. Selesai shalat, Nabi shallallahu
alaihi wa sallam bertanya: Siapa yang tadi membaca doa itidal tersebut? Salah
seorang sahabat mengaku. Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Sasya
melihat ada 30 lebih malaikat yang berebut mengambil bacaan ini. Siapa diantara
mereka yang paling cepat mencatatnya. (HR. Bukhari, Muslim, dan yang
lainnya).
Macam dan bacaan sujud

Pertama




Subhaana rabbiyal alaa (3 kali)

Beliau pernah membaca doa ini berulang-ulang ketika sujud shalat malam,
sehingga sujud beliau hampir sama lamanya dengan berdiri beliau.

Kedua




Subhaana rabbiyal alaa wa bihamdih (3 kali)

Ketiga




Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh

Yang dimaksud ruuh dalam doa ini adalah Malaikat Jibril

Keempat




Subhaa-nakallahumma rabbanaa wa biham-dika allaahum-maghfil-lii

Nabi shallallahu alaihi wa sallam banyak membaca doa ini dalam rukuk dan
sujudnya, setelah turun surat An-Nashr. Beliau lakukan demikian, dalam rangka
mengamalkan perintah di akhir surat An-Nashr. (HR. Bukhari)
Kelima



Allahummagh-fir-lii dzan-bii kullahuu, diqqahuu, wa jullahuu, wa awwa-lahuu,
wa aa-khirahuu, wa alaa-niya-tahuu wa sirrahuu

Keenam

Allahumma laka sajad-tu, wa bika aamantu, wa laka aslam-tu. Sajada wajhii


lilladzii khala-qahuu, wa shawwa-rahuu, wa syaqqa samahuu wa basharahuu,
tabaarakallahu ahsanul khaaliqiin.

Ketujuh





Subhaana dzil jabaruut, wal malakuut, walkibriyaa, wal adzamah

Bacaan duduk antara dua sujud

Pertama




"allahummaghfirlii warhamnii wa'aafinii wahdinii warzuqnii"

ya allah anugerahkanlah untukku ampunan, rahmat, kesejahteraan, petunjuk dan


rizki

(sunan abu daud : 724)


Kedua




allaahummaghfirlii warhamnii wajburnii wahdinii warzuqnii

Ya Allah ampunila aku, kasihanilah aku, cukupkanlah aku, berilah aku hidayah dan
berilah aku rizqi

(Sunan Tirmidzi : 262)

Ketiga




Rabbighfirlii rabbighfirlii

Wahai Rabbku ampunilah aku, wahai Rabbku ampunilah aku.

(Sunan Nasai : 1133)

Keempat




"Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warzuqnii, warfa'nii"

Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, perbaikilah keraguanku, limpahkanlah


rizkiku dan angkatlah derajatku

(Sunan Ibnu Majah : 888)

Kelima




'Rabbighfirlii warhamnii war fa'nii warzuqnii wahdinii'

Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, angkatlah (derajat) ku, anugerahilah


aku rezeki dan tunjukilah aku (Sunan Ahmad : 2745)
Keenam





Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii

Ya Rabbku, ampunilah dosaku, berilah rahmat kepadaku, cukupkanlah aku,


angkatlah derajatku, berilah aku rizki dan berilah aku petunjuk

(Sunan Ahmad : 3334)

Ketujuh



Rabbighfirlii

Ya Allah, ampunilah aku

(Sunan Darimi : 1290)

BACAAN TASYAHUD AWAL

Pertama
Bacaan tasyahud Ibnu Masud

Ibnu Masud mengatkan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajariku


bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran. Bacaannya:








Attahiyyatu lillah, was shalawaatu wat thayyibaat, assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa
rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu alainaa wa alaa ibaadillaahis shaalihiin. Asy-
hadu al-laa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna muhammadan abduhuu wa rasuuluh.

(HR. Bukhari dan Muslim)


Kedua
Bacaan tasyahud Ibnu Abbas

Ibnu Abbas mengatakan, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajari kami


bacaan tasyahud berikut








Attahiyyatul mubaarakaatus shalawaatut thayyibaatu lillaah, assalaamu alaika
ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu alainaa wa alaa
ibaadillaahis shaalihiin. Asy-hadu al-laa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna
muhammadan rasuulullaah

(HR. Muslim dan Abu Daud)

Ketiga
Bacaan tasyahud Ibnu Umar

Dari Ibnu Umar radhiyallahu anhuma, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam


membaca doa tasyahud berikut









Attahiyyatu lillah, as-shalawaatut t-thayyibaat, assalaamu alaika ayyuhan
nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu alainaa wa alaa
ibaadillaahis shaalihiin. Asy-hadu al-laa ilaaha illallaah wahdahuu laa syariika lah,
wa asy-hadu anna muhammadan abduhuu wa rasuuluh.

(HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani)


Keempat
Bacaan tasyahud Umar bin Khatab

Khalifah Umar bin Khatab pernah berkhutbah mengajarkan tasyahud berikut,




. .

.


Attahiyyatu lillah, az-zaakiyaatu lillah, at-thayyibaatus shalawaatu lillaah.
Assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi. Assalaamu alainaa wa
alaa ibaadillaahis shaalihiin. Asy-hadu al-laa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna
muhammadan abduhuu wa rasuuluh.

(HR. Malik dalam Al-Muwatha, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf, dan dishahihkan
Al-Albani

Kelima
Bacaan tasyahud Abu Musa

Dari Abu Musa, bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Jika kalian
duduk tasyahud, pertama yang hendaknya dia baca:

Attahiyyatut thayyibaatus shalawaatu lillah, assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu


wa rahmatullahi wa barakaatuh. Assalaamu alainaa wa alaa ibaadillaahis
shaalihiin. Asy-hadu al-laa ilaaha illallaah wa asy-hadu anna muhammadan
abduhuu wa rasuuluh.
Keeman
Bacaan tasyahud Aisyah

Dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa Aisyah mengajari beliau lafadz tasyahud,











Attahiyyatut thayyibaatus shalawaatuz zaakiyaatu lillah, assalaamu ala nabiy wa
rahmatullah. Assalaamu alainaa wa alaa ibaadillaahis shaalihiin. Asy-hadu al-laa
ilaaha illallaah wa asy-hadu anna muhammadan abduhuu wa rasuuluh.

(HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf dan dishahihkan Al-Albani)

Bacaan Tasyahud Akhir


Bacaan pada saat tasyahud akhir:

Bacaan tasyahud, yaitu mulai kalimat At-tahiyatu lillahsampai kalimat


wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa rasuluh.
Bacaan shalawat, yaitu mulai kalimat Allahumma shalli ala
Muhammad sampai kalimat innaka hamiidum majiid.

Pertama

Dari Amr bin Hazm, dari salah seorang sahabat, bahwa Nabi shallallahu alaihi
wa sallam membaca







Allahumma shalli ala muhammad wa ala ahli baitihii, wa ala azwaajihii wa
dzurriyatihii, kamaa shallaita ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Wa
baarik ala muhammad wa ala ahli baitihii, wa ala azwaajihii wa dzurriyatihii,
kamaa baarakta ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. (HR. Ahmad,
Abdurazaq dalam Mushanaf, At-Thahawi dengan sanad yang shahih).

Kedua

Dari Kaab bin Ujrah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan


shalawat








Allahumma shalli ala muhammad wa ala aali muhammad, kamaa shallaita ala
ibrahim wa ala aali ibrahim innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ala
muhammad wa ala aali muhammad, kamaa baarakta ala ibrahim wa ala aali
ibrahim innaka hamiidum majiid. (HR. Bukhari dan Muslim)

Ketiga

Dari Abu Masud Al-Anshari, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam


mengajarkan shalawat











Allahumma shalli ala muhammad wa ala aali muhammad, kamaa shallaita ala
aali ibrahim wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad, kamaa baarakta
ala aali ibrahim, fil aalamiina innaka hamiidum majiid. (HR. Malik dalam Al-
Muwatha, Ahmad, Nasai, dan dishahihkan Syuaib Al-Arnauth).

Keempat

Dari Abu Masud Al-Anshari, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam


mengajarkan shalawat








Allahumma shalli ala muhammad an-nabiyyil ummiyi wa ala aali muhammad,
kamaa shallaita ala aali ibrahim. Wa baarik ala muhammad an-nabiyyil ummiyi
wa ala aali muhammad, kamaa baarakta ala aali ibrahim, fil aalamiina innaka
hamiidum majiid.

Kelima

Dari Abu Thalhah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengajarkan bacaan


shalawat,







Allahumma shalli ala muhammad wa ala aali muhammad, wa baarik ala
muhammad wa ala aali muhammad, kamaa shallaita wa baarakta ala ibrahim wa
aali ibrahim, innaka hamiidum majiid. (HR. Nasai, At-Thahawi, dan sanadnya
shahih).
Daftar Pustaka

http://carasholat.com/cara-sholat-bab-bacaan-doa-tasyahud-akhir/
http://belajar-fiqih.blogspot.co.id/2013/09/bacaan-duduk-antara-dua-sujud.html
http://bismillahirrahmaninrrahim.blogspot.co.id/2012/07/macam-dan-bacaan-
sujud.html
http://carasholat.com/bacaan-sujud-dalam-shalat-video-panduan-cara-shalat/
http://carasholat.com/bacaan-doa-tasyahud-dalam-sholat/
http://belajar-fiqih.blogspot.co.id/2013/09/bacaan-duduk-antara-dua-sujud.html
http://carasholat.com/bacaan-itidal-dalam-sholat/
http://muslim.or.id/7934-macam-%E2%80%93-macam-doa-istiftah.html