Anda di halaman 1dari 5

Tanggapan atas KAK

6.1. Latar Belakang

Pekerjaan ini memuat tentang 2 kajian utama, yaitu: Rencana Tata Bangunan dan
Lingkungan (RTBL) dan Kota Pusaka, dengan pengertian dan muatan sebagai berikut:

- Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) adalah panduan rancang bangun
suatu lingkungan/kawasan yang dimaksudkan untuk mengendalikan pemanfaatan
ruang, penataan bangunan dan lingkungan serta memuat materi pokok ketentuan
program bangunan dan lingkungan, rencana umum dan panduan rancangan, rencana
investasi, ketentuan pengendalian rencana, dan pedoman pelaksanaan pengembangan
lingkungan/kawasan (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 06/PRT/M/2007).
- Kota Pusaka adalah kota atau kabupaten yang mempunyai aset pusaka yang unggul
berupa rajutan pusaka alam dan pusaka budaya yang lestari yang mencakup unsur
ragawi (artefak, bangunan, dan kawasan dengan ruang terbukanya) dan unsur
kehidupan, ekonomi, dan sosial-budaya. Aset-aset pusaka tersebut sering kurang
dikenali dan diakui sebagai aset penting dalam pembangunan dan sering ditempatkan
pada posisi yang berseberangan dengan perkembangan ekonomi. Akibatnya, kota-kota
pusaka terancam untuk kehilangan karakter dan tumbuh tanpa kepribadian dan menjadi
kota yang seragam (Piagam Pelestarian Kota Pusaka Indonesiatahun 2013).

6.2. Maksud dan Tujuan

6.2.1. Maksud

Pada penjelasan maksud kegiatan seperti yang tercantum didalam KAK, terdapat
materi dokumen yang harus dipahami dan dicermati oleh penyedia jasa yaitu Kawasan
Pusaka Kabupaten Wonosobo dan Rencana Aksi Kota Pusaka (RAKP) Kabupaten
Wonosobo.

Pada KAK tidak disebutkan lokasi detail dari Kota Pusaka Kabupaten Wonosobo dan
itu menjadi tugas penyedia jasa untuk mendapatkan informasi dimana lokasi Kota pusaka di
wilayah perencanaan.
6.2.2. Tujuan

Penyedia jasa memahami bahwa dasar penyusunan dokumen RTBL adalah


Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor: 06/PRT/M/2007 dan sesuai dengan Undang -
undang No. 28/2002 tentang Bangunan Gedung.

Undang undang tersebut olah Pemerintah Kabupaten Wonosobo kemudian


disusun peraturan turunannya yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Kabupaten
Wonosobo Nomor 9 Tahun 2011 tentang bangunan gedung.

6.3. Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai didalam kegiatan ini meliputi 2 hal utama, yaitu:

- Tersusunnya Dokumen Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) Kawasan


Pusaka Kabupaten Wonosobo
- Tersusunnya Naskah Peraturan Bupati/Walikota tentang penetapan Dokumen RTBL
pada Kawasan Pusaka Kabupaten Wonosobo

6.4. Lokasi Kegiatan

Pada subbab ini didalam KAK tercantum bahwa untuk Gambaran umum kawasan
dan batas deliniasi kawasan perencanaan studi penyusunan RTBL Kawasan Pusaka
Kabupaten Wonosobo berdasarkan ketentuan dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan
untuk mendapatkan data tersebut cukup sulit diperoleh sehingga sedikit menghambat
penyedia jasa dalam memahami kawasan perencanaan.

6.5. Sumber Pendanaan

Penyedia jasa telah mampu memahami dan mengerti tentang sumber pendanaan
dalam pelaksanaan pekerjaan ini.

6.6. Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen

Penyedia jasa telah mampu memahami dan mengerti tentang nama dan organisasi
pejabat pembuat komitmen.

6.7. Batasan Kegiatan

Batasan kegiatan ini terdiri dari 2 hal utama, yaitu: naskah akademis dan draft
Peraturan Bupati/Walikota tentang RTBL Kawasan Pusaka Kabupaten Wonosobo.
- Draft Peraturan Bupati/ Walikota tentang RTBL Kawasan Pusaka Kabupaten
Wonosobo
Penyusunan Rancangan Perda adalah sangat menentukan bagi kelancaran
pembahasan di DPRD. Karena itu, kualitas suatu Perda dan pengambilan keputusan
atas Rancangan Perda menjadi Perda sangat ditentukan oleh cara bagaimana
rancangan Perda itu disusun. Setidaknya suatu Rancangan Perda harus didahului
dengan menyusun naskah akademik.
Penyusunan dan pengajuan Rancangan Perda menurut undang-undang adalah
haknya Kepala Daerah. Artinya, Rancangan Perda diajukan oleh Kepala Daerah
kepada DPRD dan kemudian dibahas bersama-sama antara DPRD dan Kepala
Daerah untuk mendapat persetujuan bersama.
- DED penataan spot kawasan yang telah disepakati
Detail Engineering Design (DED) dalam Pekerjaan Konstruksi dapat diartikan
sebagai produk dari konsultan perencana, yang biasa digunakan dalam membuat
sebuah perencanaan (gambar kerja) dari hasil penyusunan RTBL Kawasan Pusaka
Kabupaten Wonosobo ini.
Untuk keterangan lebih jelasnya mengenai isi dari DED berikut ini:
Gambar detail bangunan atau bestek bisa terdiri dari gambar rencana teknis.
Gambar rencana teknis ini meliputi arsitektur, struktur, mekanikal dan elektrikal,
serta tata lingkungan. Semakin baik dan lengkap gambar akan mempermudah
proses pekerjaan dan mempercepat dalam penyelesaian pekerjaan konstruksi.
Rencana Anggaran Biaya atau RAB adalah perhitungan keseluruhan harga dari
volume masing-masing satuan pekerjaan. RAB dibuat berdasarkan gambar.
Kemudian dapat dibuat juga Daftar Volume Pekerjaan (Bill of Quantity) serta
spesifikasi dan harga. Susunan dari RAB nantinya akan direview, perhitungannya
dikoreksi dan diupdate harganya disesuaikan dengan harga pasar sehingga dapat
menjadi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) ini mencakup persyaratan mutu dan
kuantitas material bangunan, dimensi material bangunan, prosedur pemasangan
material dan persyaratan-persyaratan lain yang wajib dipenuhi oleh penyedia
pekerjaan konstruksi. RKS kemudian menjadi syarat yang harus dipenuhi
penyedia sehingga dapat dimasukan ke dalam Standar Dokumen Pengadaan
(SDP).
6.8. Referensi Hukum

Berdasarkan buku Kota Pusaka Langkah Indonesia Membuka Mata Dunia yang
dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Penataan Ruang yang
didalamnya memuat tentang dasar hukumdan kemudian disesuaikan dengan dasar hukum
yang tercantum didalam KAK, maka dapat diketahui bahwa terdapat kekurangan didalam
KAK tersebut yang seharusnya ditambahkan yaitu;

- Permen PU Nomor 16/PRT/M/2009 tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata


Ruang Wilayah Kabupaten dan Permen PU Nomor 17/PRT/M/2009 tentang
Pedoman Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota
- Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2002 Tentang Hutan
Kota

6.9. Lingkup dan Tahapan Kegiatan

6.9.1. Lingkup Kegiatan

Lingkup kegiatan yang tercantum didalam KAK setelah disesuaikan dengan subbab
Batasan Kegiatan terdapat kekurangan, yaitu seharusnya pada lingkup kegiatan juga
disertakan dengan:

1. Penyusunan Draft Peraturan Bupati/ Walikota tentang RTBL Kawasan Pusaka


Kabupaten Wonosobo
2. DED penataan spot kawasan yang telah disepakati

6.9.2. Tahapan Kegiatan

Tahapan pelaksanaan kegiatan ini secara terperinci ditampilkan pada bab jadwal
pelaksanaan kegiatan dan rencana kerja.

6.10. Indikator Keluaran dan Keluaran

Penjelasan tentang indikator dan keluaran yang tercantum didalam KAK terdapat
menurut penyedia jasa dirasa kurang tepat, yaitu:

- Laporan Antara
Pada tahapan ini masih dilakukan survey lapangan dan analisa perencanaan,
dengan demikian untuk menyusun Draft peta 1:1000 (rencana) dan Draft Rancangan
Perbup belum memungkinkan.
- Laporan Draft Akhir
Pada tahapan ini produk RTBL telah mampu tersusun dan pada tahapan ini pula
Album peta, Draft Rancangan Perbup dan Draft DED Penataan Kawasan Prioritas
dapat tersusun.

6.11. Personil

Susunan personil seperti yang tercantum didalam KAK oleh penyedia jasa dinilai
sudah cukup untuk melaksanakan kegiatan ini.

6.12. Jadwal Kegiatan

Tanggapan atas jadwal kegiatan seperti yang tercantum didalam KAK oleh penyedia
jasa dijelaskan secara rinci pada bab Jadwal Kegiatan.