Anda di halaman 1dari 28

I.

IMPLEMENTASI
Wakt Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil
Implementasi Respon TTD
u Keperawatan Tujuan Umum Tujuan Khusus
Selasa, 27 September 2016
10.00 Kesepian Setelah dilakukan Setelah dilakukan Membina Hubungan S : DK
(00054) b.d tindakan asuhan tindakan asuhan saling percaya - Tn.S mengatakan
depresi keperawatan keperawatan percaya dengan
selama 3 selama 3 kali perawat untuk
pertemuan, skor pertemuan, bercerita
depresi dan diharapkan tingkat O:
kesepian depresi klien - Tn.S mulai terbuka
diharapkan berkurang dengan untuk bercerita
berkurang dengan kriteria hasil: terhadap masalahnya
kriteria hasil: 1. Klien - Tn.S mengeksplore
1. Interpretasi tes menerapkan masalahnya
10.05 status mental terapi dzikir Mengkaji Faktor S : DK
dengan Geriatric dalam penyebab merasa - Tn. S mengatakan
Depression kesehariannya kesepian dan depresi merasa depresi karena
Scale (GDS) istrinya nyeleweng dan
yang semula 2. Klien Mendengarkan klien kedua anaknya tidak
depresi (>5) menerapkan bercerita dengan empati ada yang merawat dan
menjadi teknik nafas mengerti dirinya
berkurang atau dalam - Tn.S mengatakan
tidak lebih dari 3. Klien dapat merasa kesepian karena
nilai awal. menerima tidak ada anggota
2. Interpretasi keadaannya saat keluarga yang
pengkajian ini menjenguk
kesepian yang 4. Klien dapat - Tn.S mengatakan
semula hasilnya berbaur dengan belum bisa lupa dengan
kesepian dapat lansia lainnya masalahnya dan belum
menurun atau bisa menerima
tidak semakin keadaannya
bertambah O:
- Tn.S nampak sedih
- Tn.S matanya nampak
berkaca-kaca
- Tn.S nampak terbuka
dengan perawat
10.15 Memberikan kesempatan S : DK
klien untuk mengeksplore - Tn.S mengatakan telah
masalahnya lebih dalam bercerita apa adanya
O:
- Tn.S bercerita
masalahnya dengan
terbuka
- Tn.S kooperatif
10.20 Menganjurkan Tn.S S: DK
untuk mulai berbaur dan - Tn.S mengatakan tidak
mempunyai teman dekat baik berteman terlalu
dengan lansia lain dekat lansia lain
O:
- Tn.S tampak acuh
dengan lansia lain
10.30 Mengajarkan terapi S : DK
psikoreligius: Terapi - Tn.S mengatakan
dzikir dan doa bersedia melakukann
terapi dzikir
- Tn.S mengatakan akan
menerapkan terapi
dzikir
O:
- Tn.S mampu dan hafal
tata cara melakukan
dzikir dan berdoa
- Tn.S mampu
meyebutkan kalimat
asmaul husna,
istighfar,dan menyebut
nama allah
10.37 Mengajarkan Teknik S : DK
relaksasi - Tn.S mengatakan
sudah mengetahui
cara relaksasi
- Tn. S mengatakan
sudah menerapkan
terapi relaksasi
O:
- Tn.S mampu
mempraktikan teknik
relaksasi dengan benar
10.00 Ketidakefektifa Setelah dilakukan Setelah dilakukan Kaji pengetahuan klien S: PS
n pemeliharaan tindakan tindakan tentang kondisi Tn. S mengatakan
kesehatan keperawatan keperawatan kesehatannya penyakitnya merupakan
(00099) b.d selama 3 kali selama 3 pertemuan penyakit kronis yang
koping tidak pertemuan diharapkan klien harus dikontrol agar tidak
efektif diharapkan masalah memiliki menjadi berbahaya
Ketidakefektifan pengendalian diri Tn. S mengatakan Tn. S
pemeliharaan terhadap implus mengatakan mengetahui
kesehatan klien dengan kriteria bahwa rokok dan kopi
dapat teratasi hasil: dapat mempengaruhi
dengan kriteria 1. Klien penyakit Hipertensinya.
hasil : mengetahui Tn. S mengatakan sudah
1. Klien mampu pengaruh mengurangi porsi nasi
mengelola pola perilaku pada saat makan untuk
hidupnya merokok dan mengontrol kadar gula
menjadi pola kopi terhadap darahnya
hidup sehat bagi dengan proses Tn. S mengatakan
penderita penyakit mendapatkan
diabetes melitus 2. Klien pengetahuan tentang
dan hipertensi menggunakan penyakit DM dan
2. Klien memilki teknik relaksasi Hipertensinya dari
pengetahuan dalam kegiatan prolanis
terkait Diabetes mengontrol dipuskesmas yang
Melitus dan keinginan untuk diikutinya setiap bulan
Hipertensi merokok dan O:
meliputi tanda- kopi saat - Tn. S mengetahui tentang
gejala, memiliki kondisi penyakitnya
penyebab dan masalah - Tn. S mampu
komplikasi. 3. Klien dapat menyebutkan penyebab
3. Klien mengontrol dan cara penanganan
mengetahui emosi dengan Diabetes Melitus
penanganan menggunakan - Porsi makan klien saat
Diabetes teknik relaksasi makan siang 2 centong
Melitus dan 4. Klien memiliki nasi
hipertensi dalam aktivitas untuk
mencegah mengalihkan
kekambuhan dan mengurangi
dan komplikasi rokok dan kopi.
4. Klien
10.20 mengetahui Mendiskusikan harapan S: PS
porsi makan klien dalam mengontrol Tn. S mengatakan sulit
yang dianjurkan perilaku kesehatan untuk berhenti merokok
pada penderita dan meminum kopi
diabetes Melitus Mendiskusikan karena sudah merupakan
5. Klien perubahan gaya hidup kebiasaan sejak umur 7
mengetahui yang mungkin dapat tahun
manfaat dan mencegah komplikasi Tn. S mengatakan ingin
gerakan senam dimasa yang akan datang mengurangi konsumsi
kaki rokok dan kopi namun
6. Klien Menggunakan nada yang sulit
mengetahui dan lembut saat berbicara O:
menghindari Tn. S kooperatif
perilaku yang Menghindari
dapat memojokkan dan
berdebat dengan klien.
10.30 meningkatkan Mengkaji frekuensi S: PS
tekanan darah munculnya masalah atau - Tn. S mengatakan
7. Klien suasana hati yang tidak teringat pada masalahnya
melakukan menyenangkan tidak menentu, secara tiba
pemeriksaan tiba
kesehatan secara Menggunakan - Tn. S mengatakan sudah
rutin pendekatan yang perlahan mengurangi konsumsi
8. Klien dan menenangkan rokok dari 2 bungkus
mengkonsumsi menjadi 1 bungkus rokok
obat diabetes Mengkaji pencapaian karena sudah menua
secara teratur klien sebelumnya - Tn. S mengatakan
meminum kopi setiap hari
Memberi pujian positif dengan gula 1 sendok,
pada pencapaian yang kopi sepucuk sendok dan
dimiliki klien air 1/3 gelas belimbing
(80 cc)
O:
- Tn. S kooperatif
- Tn. S bercerita tentang
masalahnya dengan
nyaman
11.35 Mengkaji pemeliharaan S: PS
Kesehatan klien terhadap - Tn. S mengatakan sudah
DM dan Hipertensi mengurangi porsi setelah
mendapat pengetahuan
dari Prolanis
- Tn. S mengatakan selalu
menggunakan alas kaki
saat beraktifitas dipanti
- Tn. S mengatakan sulit
untuk mengurangi kopi
dan merokok
O:
- Tn. S memakai alas kaki
11.10 Mendiskusikan pilihan S: PS
terapi dan perawatan - Klien mengatakan
diabetes melitus dan sebelumnya pernah
Hipertensi mengetahui tentang
senam kaki DM namun
sudah lupa
- Tn. S mengatakan
mendapatkan
pengetahuan senam kaki
dari Prolanis
O:
- Klien terlihat tertarik
pada senam kaki diabetes
11.45 Mengkaji Tanda Vital S: - PS
O:
- TD : 130/80 mmHg
- Nadi : 84x /Menit
- RR : 22 x/Menit
12.10 Mengobservasi Aktifitas S: PS
Klien -
O:
- Tn. S menggunakan alas
kaki saat beraktifitas
- Tn. Makan bersama
sama
- Tn. S terlihat merokok
setelah makan siang 2
batang rokok

Rabu, 28 September 2016


10.00 Kesepian Setelah dilakukan Setelah dilakukan Mengevaluasi keadaan S: DK
(00054) tindakan asuhan tindakan asuhan dan perasaan Tn.S - Tn.S mengatakan
keperawatan keperawatan keadaanya baik-baik saja
selama 3 selama 5x - Klien mengatakan hari ini
pertemuan, skor pertemuan, bersemangat
depresi dan diharapkan tingkat O:
kesepian depresi klien - Klien nampak merenung
diharapkan berkurang dengan di tempat tidur
10.05 berkurang dengan kriteria hasil: Mengevaluasi teknik S: DK
kriteria hasil: 1. Klien relaksasi - Tn.S mengatakan telah
1. Interpretasi tes menerapkan melakukan relaksasi
status mental terapi dzikir sebelum tidur
dengan Geriatric dalam - Tn.S mengatakan
Depression kesehariannya nyaman setelah
Scale (GDS) 2. Klien melakukan relaksasi
yang semula menerapkan O:
depresi (>5) teknik nafas - Tn.S mampu melakukan
menjadi dalam relaksasi ini dengan baik
10.10 berkurang atau 3. Klien dapat Mengevaluasi terapi S : DK
tidak lebih dari menerima psikoterapi: dzikir & doa - Tn.S mengatakan telah
nilai awal. keadaannya saat mempraktikkan terapi
2. Interpretasi ini dzikir pada malam hari
pengkajiankese 4. Klien dapat - Tn.S mengatakan merasa
pian yang berbaur dengan nyaman dan tenang
semula hasilnya lansia lainnya setelah dzikir
kesepian dapat - Tn.S selalu melakukan
menurun atau terapi dzikir & doa ketika
tidak semakin sedang teringat
bertambah masalahnya
O:
- Tn.S kooperatif
- Tn.S mampu melafalkan
dzikir dengan baik
10.17 Monitoring Tanda S: - DK
Tanda Vital O:
- Klien nampak merenung
- TD: 140/90
- N: 86 x/menit
- RR: 24 x/menit
10.21 Menganjurkan Tn.S S: DK
untuk melakukan - Tn.S mengatakan jika
kegiatan rekreatif utuk teringat masalahnya akan
mengalihkan masalahnya melakukan kegiatan yang
: Reparasi alat elektronik rekreatif seperti
membenarkan alat
elektronik
O:
- Tn.S tampak mempunyai
alat-alat bengkel khusus
elektronik
- Tn.S tampak
membenarkan kipas
angin
10.00 Ketidakefektif Setelah dilakukan Setelah dilakukan Mengevaluasi S: PS
an tindakan tindakan pengetahuan klien - Tn. S mengatakan sudah
pemeliharaan keperawatan keperawatan terkait Diabetes melitus meminum obat setelah
kesehatan selama 3 kali selama 3 pertemuan makan pagi setengah
(00099) b.d pertemuan diharapkan klien tablet
ketidakefektifa diharapkan masalah memiliki -
n koping Ketidakefektifan pengendalian diri O:
pemeliharaan terhadap implus - Tn. S mampu
kesehatan klien dengan kriteria menjelaskan penyebab
dapat teratasi hasil: dan penanganan diabetes
dengan kriteria 1. Klien melitus
10.17 hasil : mengetahui Memeriksa tanda Vital S: - PS
1. Klien mampu pengaruh Memeriksa kadar Gula O:
mengelola pola perilaku Darah - TD : 140/90 mmHg
hidupnya merokok dan - Nadi : 86x/menit
menjadi pola kopi terhadap - RR : 24x/menit
hidup sehat bagi - GDS : 108 mg/dL
10.30 penderita dengan proses Menjelaskan manfaat dan S: PS
diabetes melitus penyakit tujuan senam kaki - Tn. S mengatakan
dan hipertensi 2. Klien Diabetes Melitus pernah melakukan senam
2. Klien memilki menggunakan kaki sebelumnya
pengetahuan teknik relaksasi Mengajarkan gerakan - Tn. S mengatakan akan
terkait Diabetes dalam senam kaki melakukan senam kaki
Melitus dan mengontrol secara rutin.
Hipertensi keinginan untuk Menganjurkan klien O:
meliputi tanda- merokok dan untuk selalu - Klien mampu
gejala, kopi saat menggunakan alas kaki menjelaskan manfaat
penyebab dan memiliki untuk mencegah luka senam kaki
komplikasi. masalah - Klien mampu mengikuti
3. Klien 3. Klien dapat gerakan senam dengan
mengetahui mengontrol baik
12.20 penanganan emosi dengan Mengevaluasi S: PS
Diabetes menggunakan pemeliharaan kesehatan - Tn. S mengatakan
Melitus dan teknik relaksasi terkait DM dan hipertensi mengkonsumsi kopi 1
hipertensi dalam 4. Klien memiliki kali pada saat siang hari
mencegah aktivitas untuk
kekambuhan mengalihkan - Tn. S mengatakan
dan komplikasi dan mengurangi kemarin merokok
4. Klien rokok dan kopi. sebanyak 10 batang
mengetahui - Tn. Mengatakan
porsi makan menggunakan alas kaki
yang dianjurkan saat beraktifitas
pada penderita - Tn. S mengatakan sudah
diabetes Melitus menggunakan teknik
5. Klien relaksasi dzikir
mengetahui - Tn. S mengatakan sudah
manfaat dan mengurangi porsi makan
gerakan senam menjadi 1 centong nasi
kaki O:
6. Klien - Tn. S terlihat hanya
mengetahui dan makan dengan 1 centing
menghindari nasi
perilaku yang - Tn. S sedang membuat
dapat kopi
meningkatkan - Tn. S menggunakan alas
tekanan darah kaki
13.30 7. Klien Menganjurkan Klien S: PS
melakukan untuk menggunakan - Tn. S mengatakan akan
pemeriksaan teknik relaksasi dalam menggunakan teknik
kesehatan secara mengontrol pikiran dan relaksasi
rutin perilaku yang O:
8. Klien mempengaruhi kesehatan - Klien kooperatif
mengkonsumsi
obat diabetes
secara teratur
11.30 Perilaku Setelah dilakukan Setelah dilakukan Memberikan pendidikan S: RLP
Kesehatan tindakan asuhan tindakan asuhan kesehatan tentang bahaya - Tn. S mengatakan
Cenderung keperawatan keperawatan merokok bagi kesehatan. sebelumnya pernah
Bersiko selama dalam 2 x selama dalam 2 x mendapatkan
(00188) b.d pertemuan, pertemuan, pengetahuan tentang
Merokok diharapkan diharapkan klien bahaya merokok bagi
masalah perilaku dapat mengurangi kesehatan sebelumnya.
kesehatan beresiko konsumsi rokoknya O:
merokok dapat dengan kriteria - Tn. S dapat menjelaskan
berkurang hasil: kembali materi yang telah
disampaikan.
11.45 1. Klien dapat Menjelaskan kepada S: RLP
mengurangi pasien tentang dampak - Tn. S mengatakan
konsumsi dari merokok. sebelumnya sudah
rokoknya diberikan pendidikan
2. Klien dapat kesehatan tentang
menjelaskan dampak dari merokok
kembali tetapi sudah lupa.
pendidikan O:
kesehatan bahaya - Tn. S dapat
dan dampak menyampaikan kembali
merokok bagi dampak dari merokok
13.00 kesehatan Mengobservasi perilaku S: - RLP
3. Klien dapat kesehatan beresiko O:
melakukan terapi merokok pasien - Tn. S mengonsumsi
secara mandiri rokok 10 batang
untuk
mengurangi
konsumsi
merokoknya
Kamis, 29 September 2016
10.00 Kesepian Setelah dilakukan Setelah dilakukan Mengkaji keluhan yang S: DK
(00056) b.d tindakan asuhan tindakan asuhan dialami Tn.S - Tn.S mengatakan
Depresi keperawatan keperawatan Menganjurkan Tn.S masih teringat dengan
selama 3 selama 5x untuk selalu berpikiran istri dan anaknya
pertemuan, skor pertemuan, positif - Tn.S mengatkan
depresi dan diharapkan tingkat sedikit jenuh
kesepian depresi klien Klien mengatakan
diharapkan berkurang dengan mulai besok akan
berkurang dengan kriteria hasil: selalu berpikiran
kriteria hasil: 1. Klien positif
1. Interpretasi tes menerapkan O:
status mental terapi dzikir Klien nampak
dengan Geriatric dalam memikirkan sesuatu
Depression kesehariannya
Scale (GDS) 2. Klien
yang semula menerapkan
depresi (>5) teknik nafas
menjadi dalam
berkurang atau 3. Klien dapat
menerima
tidak lebih dari keadaannya saat
nilai awal. ini
2. Interpretasi 4. Klien dapat
pengkajiankese berbaur dengan
pian yang lansia lainnya
10.10 semula hasilnya Mengevaluasi Terapi S : DK
kesepian dapat psikoreligi: Terapi dzikir - Tn.S mengatakan
menurun atau setelah sholat selalu
tidak semakin mealakukan dzikir
bertambah - Tn.S mengatakan
merasa nyaman dan
tenang setelah dzikir
- Tn.S selalu melakukan
terapi dzikir & doa
ketika sedang teringat
masalahnya

O:
Klien mampu melafalkan
kalimat Istigfar dan ya
allah sebanyak 33x
10.20 Menganjurkan Tn.S S: DK
untuk berinteraksi dengan - Tn.S mengatakan
temannya terkadang
mengobrol dengan
teman-teman jika
sedang bosan
- Tn.S biasany
merokok bersama
teman jika sedang
bosan
- Tn.S mengatakan
tidak suka berteman
terlalu akrab dengan
lansia lain
O:
- Klien nampak malas
bergabung dengan
lansia lain
- Klien sedikit acuh
dengan lansia lain
11.30 Monitoring Tanda-tanda S: - DK
vital O:
- TD: 140/70 mmHg
- N: 86 x/menit
- RR: 24 x/menit
11.35 Mengevaluasi tindakan S: DK
kegiatan rekreatif - Tn.S mengatakan
pengalihan masalah suka melakukan
reparasi elektronik
- Tn.S biasanya
mengisi waktu luang
dengan melakukan
reparasi elektronik
O:
- Tn.S aktif mengikuti
kegiatan yang
diadakan di panti
10.00 Ketidakefektif Setelah dilakukan Setelah dilakukan Mengevaluasi senam S: PS
an tindakan tindakan kaki yang dilakukan oleh - Klien mengatakan
pemeliharaan keperawatan keperawatan klien belum melakukan
kesehatan selama 3 kali selama 3 pertemuan senam kaki pagi ini
(00099) b.d pertemuan diharapkan klien Mengevaluasi gerakan O:
ketidakefektifa diharapkan masalah memiliki senam kaki - Tn. S mampu melakukan
n koping 1. mampu pengendalian diri geraka senam kaki secara
mengelola pola terhadap implus mandiri
10.25 hidupnya dengan kriteria Memotivasi klien untuk S: PS
menjadi pola hasil: melakukan senam kaki - Klien mengatakan akan
hidup sehat bagi 1. Klien setelah bangun tidur melakukan senam kaki
penderita mengetahui setelah bangun tidur
diabetes melitus pengaruh Menganjurkan klien - Klien mengatakan akan
dan hipertensi perilaku untuk melihat leaflet saat melihat leaflet jika lupa
2. Klien memilki merokok dan melakukan senam kaki gerakannya.
pengetahuan kopi terhadap O:
terkait Diabetes - Klien kooperaif
10.30 Melitus dan dengan proses Mengevaluasi pola S: PS
Hipertensi penyakit makan - Tn. S mengatakan
meliputi tanda- 2. Klien makan dengan satu
gejala, menggunakan centong nasi
penyebab dan teknik relaksasi - Tn. S mengatakan
komplikasi. dalam kemarin merokok 10
3. Klien mengontrol batang
mengetahui keinginan untuk - Tn. S mengatakan tidak
penanganan merokok dan meminum kopi pada
Diabetes kopi saat malam hari kemaren,
Melitus dan memiliki minum kopi hanya 1 kali
hipertensi dalam masalah pada siang hari
mencegah 3. Klien dapat O:
kekambuhan mengontrol - Klien kooperatif
10.45 dan komplikasi emosi dengan Mengevaluasi konsumsi S: PS
4. Klien menggunakan obat - Tn. S mengatakan sudah
mengetahui teknik relaksasi meminum obat setengah
porsi makan 4. Klien memiliki tablet pagi ini
yang dianjurkan aktivitas untuk O:
mengalihkan - Klien kooperatif
11.30 pada penderita dan mengurangi Mengkaji Tanda Vital S: - PS
diabetes Melitus rokok dan kopi. O:
5. Klien - TD : 140/70 mmHg
mengetahui - Nadi : 86x/menit
manfaat dan - RR : 24 x/ menit
12.05 gerakan senam Mengobservasi porsi S: - PS
kaki makan klien O:
6. Klien - Klien terlihat makan
mengetahui dan siang dengan porsi nasi
menghindari satu centong
perilaku yang
dapat
meningkatkan
tekanan darah
7. Klien
melakukan
pemeriksaan
kesehatan secara
rutin
8. Klien
mengkonsumsi
obat diabetes
secara teratur
13.00 Perilaku Setelah dilakukan Setelah dilakukan Menganjurkan pasien S: RLP
Kesehatan tindakan asuhan tindakan asuhan untuk melaksanakan - Tn. S mengatakan bersedia
Cenderung keperawatan keperawatan terapi Spiritual Emotional untuk melakukan terapi
Bersiko selama dalam 2 x selama dalam 2 x Freedom Technique Spiritual Emotional
(00188) b.d pertemuan, pertemuan, (SEFT). Freedom Technique
Merokok diharapkan diharapkan klien (SEFT)
masalah perilaku dapat mengurangi O:-
13.05 kesehatan beresiko konsumsi rokoknya Mengajarkan pasien S: - RLP
merokok dapat dengan kriteria untuk melakukan terapi O:
berkurang hasil: Spiritual Emotional - Tn. S melakukan terapi
4. Klien dapat Freedom Technique Spiritual Emotional
mengurangi (SEFT). Freedom Technique
konsumsi (SEFT) sesuai instruksi
rokoknya perawat.
13.10 5. Klien dapat Mengobservasi perilaku S: - RLP
menjelaskan kesehatan beresiko O:
kembali merokok pasien. - Tn. S mengonsumsi
pendidikan rokok 10 batang
kesehatan bahaya
dan dampak
merokok bagi
kesehatan
6. Klien dapat
melakukan terapi
secara mandiri
untuk
mengurangi
konsumsi
merokoknya