Anda di halaman 1dari 2

1.

Ideologi adalah kumpulan ide, cita-cita, pandangan, atau gagasan berupa konsep yang bisa dijadikan asas,
pendapat, tujuan, dan penunjuk arah kelangsungan hidup
2. Berikut ini beberapa fungsi ideologi bagi suatu negara, yaitu:
1. Membentuk identitas atau ciri kelompok atau bangsa.
2. Ideologi berfungsi mempersatukan sesama kita. Apabila dibandingkan dengan agama, agama
berfungsi juga mempersatukan orang dari berbagai pandangan hidup bahkan dari berbagai ideologi.
Sebaliknya ideologi mempersatukan orang dari berbagai agama.
3. Ideologi juga berfungsi untuk mengatasi berbagai pertentangan (konflik) atau ketegangan sosial.
4. Ideologi berfungsi sebagai pembentuk solidaritas (rasa kebersamaan) dengan mengangkat berbagai
perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi.
5. Ideologi berfungsi sebagai pemersatu, yaitu dilakukan dengan memenyatukan keseragaman ataupun
keanekaragaman.
3. A
4. Sebagai suatu ideologi yang bersifat terbuka, maka Pancasila memiliki 3 dimensi yang menunjukkan
kekuatannya.

a. Dimensi idealistis

Dimensi idealistis adalah nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila yang bersifat sistematis dan
rasional, yaitu: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Dimensi idealistis Pancasila
bersumber pada nilai-nilai filosofis, yaitu filsafat Pancasila. Oleh karena itu, dalam setiap ideologi
bersumber pada nilai-nilai filosofis. Kadar dan kualitas idealisme yang terkandung dalam ideologi
Pancasila mampu memberikan harapan, optimisme serta menggugah motivasi para pendukungnya untuk
berupaya mewujudkan apa yang dicita-citakan.

b. Dimensi normatif
Dimensi normatif adalah nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem
normatif, sebagaimana terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 yang memiliki kedudukan tertinggi dalam
tertib hukum Indonesia. Dalam pengertian inilah maka pembukaan yang di dalamnya memuat Pancasila
dalam alinea IV, berkedudukan sebagai staatsfundamentalnorm (pokok kaidah yang fundamental). Dalam
pengertian ini, ideologi Pancasila agar mampu dijabarkan dalam langkah operasional perlu memiliki norma
yang jelas.

c. Dimensi realistis

1. Suatu ideologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat.
Oleh karena itu, Pancasila selain memiliki dimensi nilai-nilai ideal serta normatif, maka Pancasila
harus mampu dijabarkan dalam kehidupan nyata sehari-hari baik dalam kaitannya bermasyarakat
maupun dalam segala aspek penyelenggaraan negara.
5. Dimensi fleksibilitas: ideologi itu memberikan penyegaran, memelihara dan memperkuat relevansinya dari
waktu ke waktu sehingga bebrsifat dinamis, demokrastis. Pancasila memiliki dimensi fleksibilitas karena
memelihara, memperkuat relevansinya dari masa ke masa.

6. Perbandingan Sistem Pemerintahan Parlementer dan Presidensial

Parlementer Presidensial

Kepala Negara Presiden atau Raja Presiden

Kepala Pemerintahan Perdana Menteri Presiden

Kedudukan Eksekutif/Kabinet >Berasal dari Parlemen dan disetujui >Merupakan Pembantu Presiden
oleh Perdana Menteri
>Bukan anggota parlemen
>Bagian dari anggota parlemen
>Tidak bisa membubarkan parlemen
>Bisa membubarkan parlemen

Pusat Kekuasaan Parlemen Tidak ada

Parlemen Mengatur Urusannya sendiri Tidak Ya

7. Monarki Parlementer
Dalam pemerintahan parlementer kekuasaan tertinggi ditangan perlemen. Jatuh tegaknya pemerintah
bergantung pad kepercayaan parlemen kepada para menteri. Raja tidak memegang pemerintahan dengan
nyata, tetapi par menteri yang bertanggung jawab atas nama dewan maupun sendiri-sendiri, sesuai tugas
masing-masing.
Sistem parlementer adalah sistem pemerintahan di mana parlemen memiliki peranan penting dalam
pemerintahan. Parlemen memiliki wewenang dalam mengangkat perdana menteri dan dapat menjatuhkan
pemerintahan, yaitu dengan cara mengeluarkan semacam mosi tidak percaya.
8. a
9. Menurut Aristoteles, bentuk pemerintahan yang baik adalah Monarki, Aristokrasi, dan Politeia
10. Asal Mula Terjadinya Negara Secara Faktual/Kenyataan
Secara faktual adalah cara mengetahui asal mula terjadinya negara berdasarkan dari fakta nyata yang
diketahui menurut sejarah lahirnya suatu negara. Dalam terjadinya suatu negara digolongkan dalam berbagai
istilah antara lain sebagai berikut..

Occupatie (pendudukan) adalah suatu daerah atau wilayah yang tidak bertuan dan belum dikuasai oleh suku
atau kelompok tertentu. Contohnya liberia diduduki oleh budak-budak Negro dan dimerdekakan pada tahun
1947.

Cessie (penyerahan) adalah suatu wilayah diserahkan pada negara lain berdasarkan atas suatu perjanjian
tertentu. Conohnya, Wilayah Sleeswijk diserahkan oleh Austria pada Prusia (jerman) karena adanya
perjanjian atas negara yang kala dalam perang harus memberikan negara yang dikuasainya pada negara yang
menang. Austria adalah salah satu negara yang kalah dalam Perang Dunia I.

Accesie (penaikan) adalah suatu wilayah akibat penaikan lumpur sungai atau timbul dari dasar laut (delta).
Wilayah yang dihuni oleh sekelompok orang sehingga terbentuklah sebuah negara. Contohnya pada wilayah
negara Mesi yang terbentuk dari del Sungai Nil.

Fusi (peleburan), Beberapa negara mengadakan peleburan (fusi) dan membentuk satu negara baru.
Contohnya pada bersatunya Jerman Barat dan Jerman Timur pada tahun 1990

Proklamasi adalah penduduk pribumi daru suatu wilayah yang diduduki oleh bangsa lain dengan mengadakan
suatu perjuangan (perlawanan) sehingga berhasil dalam merebut wilayahnya kembali dan menyatakan
kemerdekaannya. Kemerdekaan Negara RI pada 17 Agustus 1945 dari penjajahan Jepang dinyatakan dengan
proklamasi

Innovatioan (pembentukan baru) adalah munculnya suatu negara baru diatas wilayah suatu negara yang pecah
dan lenyap karena atas suatu hal. Contohnya pada lenyapnya negara Uni Soviet. Di wilayah negara tersebut
muncul suatu negara baru misalnya Chechnya, Uzbekistan, dan Rusia.

Anexatie (pencaplokan/penguasaan) adalah suatu negara dapat berdiri di suatu wilayah yang dikuasai
(dicaplok) oleh bangsa lain tanpa reaksi berarti. Negara Israel terbentuk dengan mencaplok daerah Palestina,
Mesir, Suriah dan Yordania.