Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS NOVEL HUJAN

1. Tema:

No. Tema Kutipan Pendukung


1 Apakah kamu suka hujan Lail? Maryam
tiba-tiba bertanya mengusir rasa bosan. Lail
mengangguk. Apakah kejadian penting dalam
hidupmu terjadi saat hujan? (Halaman 200)

2. Amanat:

No. Amanat Kutipan Pendukung


1 Menerima dengan baik Ada orang-orang yang kemungkinan cukup
justru menerima menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa
kedamaian. tinggal dalam hidup kita. Maka, biarlah begitu
adanya biar menetap dihati diterima dengn
lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang
tidak dijelaskan menerimanya dengan baik
justru menerima kedamaian. (Halaman 255)

3. Latar:

1. Waktu Pagi CONGRATULATION! selamat


penduduk bumi! Kita baru saja
mendapatkan bayi yang ke sepuluh
miliyar (Halaman 10)
2. Tempat Kereta bawah Ketika penumpang asyik dengan
tanah kesibukan masing-masing kapsul
kereta tiba-tiba mengerem paksa.
Suara mendecit membuat ngilu
dada. Tersentak, tidak mampu
menahan keseimbangan diatas rel.
12 rel saling bertabrakan
terbanting menghantam dinding
kosong (Halaman 20)
3. Suasana Panik gempa susulan! petugas berseru
nyaring semua membungkuk!
(Halaman 25)

4. Penokohan:

Nama Sifat Kutipan pendukung


Ibu Lail Seorang ibu yang jangan berhenti Lail! ibunya
sangat menyayangi berteriak dari bawah. tinggal
1. anaknya. Bahkan sedikit lagi, terus naik Nak.
hingga ahir hidupnya. Cepat Lail ibunya berseru panik.
(Halaman 28)

2. Ayah Lai Ayah yang sangat hallo princess Ayah Lail


perhatian kepada berseru riang. bagaimana kabarmu
anaknya. hari ini princess? tanpa dapat
ditahan Lail langsung bercerita
(Halaman13)

3. Claudia Mudah bergaul ayolah Lail putri wali kota ikut


dengan orang lain membujuk berkata ramah pura-
dan tidak membeda- pura membujuk. jika ibuku bilang
bedakan teman. aku saja susah menolaknya
(Halaman104)

4. Marinir Memberikan kamu harus selalu menggunakan


penyuluhan terhadap masker nak, setiap kali berada
pengungsi. diruangan terbuka, kenakan
masker. Abu ini berbahaya bagi
kesehatan (Halaman44)

5. Istri wali kota Seseorang yang baik. kamu hendak pulang ke panti
bukan? istri wali kota tersenyum
membujuk (104)

5. Sudut Pandang:

Sudut pandang yang ia gunakan dalam novel ini adalah sudut pandang orang
ketiga contohnya: dia, ia, dan nama orang.

A. Dia seorang paramedis senior (Halaman5)


B. baiklah Lail kita langsung saja (Halaman6)

6. Majas:

A. Mereka menaiki sepeda merah, disiram matahari senja (personifikasi)


B. Matahari tumbang dilangit, kolam air mancur semakin ramai oleh pengunjung yang
menunggu malam hari. Saat cahaya lampu membuat kolam air terlihat semakin
menawan (personifikasi)
7. Alur:

Alur Novel ini campuran karena memulai dengan keinginan Lail untuk menghapus
semua kenangannya, memorinya tentang seseorang dan tentang Gempa Bumi 13 tahun yang
lalu. kamu telah kehilangan ayah dan ibumu. Kehilangan seluruh keluargamu. Lail, aku tidak
bisa memaksamu untuk menghentikan terapi ini. Aku mengerti kenapa kamu melaukannya.
Tetapi izinkan aku untuk menjelaskan dampaknya. Sekali mesin modifikasi ingatan dijalankan,
maka seluruh benang berwarna merah akan dihapus. Kamu akan menghapus semuanya Nak.
Kamu bahkan tidak akan ingat lagi siapa Esok. Tidak ada kenangan yang tersisa. Apakah kamu
paham dengan dampak tersebut? (Halaman307)
STRUKTUR TEKS
1. Abstrak:
Ruangan 4x4 itu di desain terlalu sederhana untuk ruangan paling mutakhir di kota ini. Padahal
ruangan itu bertehnologi tinggi dan berperalatan medis maju. Teknologi terapinya tidak pernah
dibayangkan manusia sebelumnya. Dinding dan langit-langitnya berwarna putih. Tingginya
sekitar 4m. Satu kursi lipat diduduki seorang perempuan berusia lim puluh tahun . Dia
menggunakan pakaian berwarna krem dan memegang tablet berwarna hijau.

2. Orientasi:
Hujan adalah novel karya Tere Liye yang menceritakan tentang keinginan tokoh utama yaitu
Lail yang ingin menghapus memorinya tentang seseorang. Yang mana ia meminta bantuan
Eljah. Kemudian Lail mengingat alasan mengapa ia harus menghapus memorinya tesebut. Dan
ia pun menceritakannya kepada Eljah.

3. Komplikasi:
Dibuatnya 2 kapal yang akan ditumpangi hanya sepuluh ribu orang saja. Sepuluh ribu orang
tersebut akan diberikan tiket satu minggu sebelum keberangkatan. Lail pun tidak mendapatkan
tiket itu, sedangkan Esok mempunyai dua tiket sekaligus. Wali kota menyuruh Lail untuk
membujuk Esok memberikan tiket itu keada Claudia putri satu-satunya wali kota itu. Sedangkan
Lail ingin terus bersama Esok.

4. Klimaks:
Setelah bencana gempa bumi Lail menjadi seorang yatim piatu. Lail tinggal di Panti Asuhan
bersama Maryam. Esok yang menyelamatkan Lail dari bencana itu di adopsi oleh seoang wali
kota. Lail tidak pernah bertemu lagi dengan Esok, mereka bertemu hanya saat Esok liburan saja.
Kadang hanya satu atau dua tahun sekali, karena Esok sangat sibuk dengan sekolahnya. Ahirnya
Lail pun tidak bisa menahannya bertahun-tahun ia menunggu Esok, tetapi tidak ada kabarnya.

5. Evaluasi:
Lail ingin menghapus ingatannya tentang Esok. Pemuda yang telah menyelamatkannya dari
gempa bumi 13tahun yang lalu. Maryam, seorang sahabatnya yang tidak dapat mencegah Lail.
Didalam ruangan 4x4 itu Lail sudah siap untuk menghapus ingatannya tentang Esok. Maryam
menelfon Esok untuk memberitahunya bahwa Lail ingin melupakan Esok. Esok pun panik, ia
langsung menuju tempat dimana Lail berada.

6. Resolusi:
Esok berusaha untuk menggagalkan semuanya. Namun semuanya sia-sia. Lail sudah terlanjur
memasuki ruangan itu dan sudah siap untuk menghapus kenangannya bersama Esok. Namun
ingatan Lail tentang Esok tidak hilang, detik terahir sebelum mesin itu bekerja Lail memutuskan
untuk memeluk erat semua kenangan itu. Satu bualn setelah kejadian itu, Esok dan Lail pun
menikah. Ditengah terik matahari.

7. Koda:
Bagaimanapun keadaan hidup kita saat ini kita harus tetap berusaha dan optimis. Tidak
mengeluh, putus asa putus asa dan selalu berjuang untuk hidup dan cita-cita.
RESENSI NOVEL HUJAN

1. Indentitas Buku
Judul buku : Hujan
Warna sampul : Biru muda dan putih
Ilustrasi sampul : Ditengah-tengah sampul ada tulisan judul novel dengan warna
putih, tulisan tersebut di buat seolah-olah dari bekuan air yang
membentuk bayangan diatas genangan air yang terbentuk karena
hujan.
Penulis : Darwis Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : ke-1, Januari 2016
Tebal Halaman : 320 halaman
Ukuran : 13,5 x 20 cm
ISBN : 978-602-03-2478-4

2. Sinopsis buku
Berawal dari pertemuan Lail dengan Elijah di sebuah ruangan terapi. Lail
menemui Elijah hanya untuk satu tujuan: ingin menghapus ingatannya tentang
hujan. Lail sangat ingin melupakan hujan, baginya hujan selalu turun dimasa
tergelapnya.
Delapan tahun yang lalu, 21 Mei 2042. Bayi ke sepuluh miliar lahir ke
dunia. Saat itu pertambahan penduduk bumi tidak dapat lagi dibendung, ketika
dunia sedang mencari jalan keluar permasalahan merebaknya orang-orang di bumi
ditambah krisis air yang mencekik, tiba-tiba alam menyediakan solusinya
tersendiri.
Letusan gunung Purba terjadi dengan sangat dahsyat, menyemburkan
material vulkanik setinggi 80 kilometer yang menghancurkan apa saja dalam
radius ribuan kilometer. Suara letusan terdengar sampai jarak 10.000 kilometer.
Letusan itu tak disangka berhasil mengurangi jumlah penduduk di dunia hanya
dalam waktu hitungan menit.
Lail yang waktu itu masih berusia 13 tahun, mendadak sebatang kara.
Kedua orang tuanya meninggal dalam kejadian yang tak terlupakan oleh dunia.
Takdir membawa Lail bertemu dengan Esok. Laki-laki yang menyelamatkannya
dari reruntuhan tangga kereta api bawah tanah. Esok masih berusia 15 tahun saat
itu. Esok sudah lama kehilangan ayahnya, dan setelah bencana itu, Esok pun
kehilangan ke-4 kakaknya. Sementara ibu Esok mengalami luka yang cukup
parah, sehingga kedua kakinya harus diamputasi.
Esok adalah anak yang cerdas dan baik. Ia dan Lail berteman sangat dekat
semenjak kejadian itu, Esok pun menjadi sosok kakak untuk Lail, yang kelak ia
akan menjadi sosok yang sangat berharga bagi Lail. Suatu hari ada kabar Esok
akan diadobsi oleh orang kaya, hal itu membuat Lail sedih. Mereka harus
berpisah, entah kapan akan bertemu lagi, tak ada yang tahu pasti.
Sementara Lail masuk ke panti sosial, tempat penampungan anak-anak
seusianya. Di Panti Sosial inilah Lail bertemu dengan Maryam, gadis kecil yang
akan menjadi sahabat baik Lail. Dengan tegar Lail menjalani hidupnya, waktu
berlalu begitu cepat. Hari berganti hari, iklim pun terus berubah. Lail beranjak
tumbuh dewasa, sambil terus menerka-nerka: kan kemana ujung kisah hidupnya
akan bermuara.
Segala pahit manis kehidupan telah di laluinya, berjuta memori mengisi
hari-hari Lail. Tentang kebahagiaan, tentang kesedihan, tentang pertemuan,
tentang perpisahan, tentang cinta, tentang hujan. Semuanya berkelanyut di kepala
Lail, berkeliling, menambah kalut pikirannya. Bak benang kusut, susah untuk di
benahi. Membuat Lail sedih, bingung dan merasa sesak, yang akhirnya Lail nekat
menemui dokter ahli saraf untuk menghapus sebagian ingatannya, yakni
ingatannya tentang hujan, terutama tentang Esok.

3. Kepengarangan
Darwis Tere Liye telah menghasilkan belasan novel, dan beberapa dari
novelnya telah diangkat ke layar lebar. Tere Liye adalah nama pena dari Darwis,
beliau berasal dari pedalaman sumatera yang berprofesi sebagai Akuntan. Menulis
baginya hanya sekedar hobi, pengisi waktu luang.
4. Bahasa kepangarangan
Bahasa pengarang dalam novel Hujan ini menggunakan bahasa yang
komunikatif, sangat mudah dipahami dan puitis sehingga sangat menyentuh hati
para pembacanya.
5. Jenis buku
Pada buku Hujan merupakan cerita fiksi karena tokoh dan ceritanya
merupakan karangan penulis (khayalan penulis).
6. Nilai buku
Nilai buku yang bisa diambil adalah, belajar tegar menghadapi
permasalahan, terus melangkah maju meskipun masalah tersebut sangat berat
dipikul. Belajar menghargai hidup, menghargai persahabatan serta belajar
memahami keikhlasan.
7. Keunggulan dan kelemahan buku
Kelebihan dari novel Hujan ini adalah sampul dan warnanya bagus. Kisah
ceritanya menarik untuk disimak dan mendewasakan pikiran serta hati pembaca.
Alur cerita yang mengalir serta konflik batin yang ditonjolkan dalam novel ini
mampu membuat pembaca terhanyut dan ikut merasakan kejadian demi kejadian
dengan seksama. Dengan latar waktu tahun 2050-an, pembaca diajak berimajinasi.
Membayangkan kondisi dunia masa depan, dengan berbagai teknologi-teknologi
canggih yang di dapat. Isi novel ini mudah dipahami oleh pembaca karena bahasa
yang digunakan sederhana dan dapat menginspirasi para pembaca, selain itu pesan
dan kesan yang ada dalam novel ini dapat mengalir ke lubuk hati dan
pikiran. Saya tidak menemukan kekurangan dari novel Hujan karya Tere Liye ini.

8. Kesimpulan
Terlepas dari itu semua, novel ini sangat layak untuk dibaca oleh semua
jenis umur, baik remaja, dewasa maupun orang tua, serta dapat dibaca oleh semua
lapisan masyarakat, karena bahasa yang digunakan mudah dipahami dan nilai-
nilai yang didapat akan mampu memberikan banyak pelajaran berharga.
TUGAS BAHASA INDONESIA
ANALISIS TEKS CERITA FIKSI
NOVEL HUJAN

OLEH :

DIANA DWI ARDHYANTI

XII KERAMIK

SMK NEGERI 1 KALASAN


TAHUN AJARAN 2016/2017