Anda di halaman 1dari 18

BAB III

Perancangan Rehoming RNC

3.1 Konsep Perancangan Rehoming RNJKT13 to RNJKT21

Perancangan rehoming diawali dengan pemantauan hasil parameter utilisasi user &
throughput Iub di sebuah RNC. berdasarkan parameter tersebut didapat keputusan untuk
dilakukan proses Rehoming 3G/RNC (Radio Network Controller atau dalam 2G/GSM dikenal
dengan nama BSC (Base Station Controller), yang bertujuan pembagian trafik yang melewati
RNC awal. Fungsi RNC salah satunya adalah untuk menyimpan,mengatur dan menghandle
fungsi handoff dari puluhan atau ratusan site nodeB tergantung dari spesifikasi Hardware RNC
yang dipakai. pada gambar 3.1 merupakan contoh notifikasi parameter yang dikirimkan NMS
melalui email dimana parameter yang ditunjukan yaitu utilisasi user dan throughput Iub, Dimana
pada tanggal 20 September 2012 RNJKT13 memiliki utilisasi user sebesar 70.26% yang mana
memiliki remark high utilize atau kapasitas tinggi sehingga harus dilakukan proses rehoming.

Gambar 3.1 Contoh Email Notifikasi Alert dari Parameter RNC

Proses rehoming melibatkan bagian engineer transmisi, planning, statistic, performance


dll yang berkaitan dan bertanggung jawab atas segala proses maupun dampak setelahnya.
Kemudian eksekusi rehoming ini biasanya dilakukan pada malam hari hingga pagi hari kira-kira
antara pukul 11 malam hingga 5 pagi, karena dampak akibat rehoming adalah penurunan kualitas
jaringan dan trafik. Pada gambar 3.2 merupakan urutan pekerjaan rehoming yang dimulai dari
persiapan awal seperti dijelaskan pada subbab 3.1 sampai subbab 3.6

Persiapan Awal

Analisa hasil Monitoring

Konklusi dilakukan atau


tidaknya rehoming

Pemetaan nodeB dan


luas cluster yang akan

Alokasi channel , IP ,
VLAN , Transmission

Eksekusi Rehoming

Analisa hasil parameter


Rehoming

Gambar 3.2 Proses Pekerjaan Rehoming

Pada proses load balancing ini RNJKT13 load okupansinya sudah hampir mencapai batas
maksimalnya yang dimana informasi tersebut didapatkan dari sistem monitoring network seperti
terlihat pada gambar 3.1 dan tabel 3.1 dimana utilisasi user dan throughput Iubnya dapat
diketahui. Pada gambar 3.3 adalah peta cluster RNJKT13 dimana nantinya cluster tersebut akan
diperkecil atau dibagi menjadi 2 cluster yaitu cluster RNJKT13 dan RNJKT21. Posisi RNC
ditunjukkan oleh kotak berwarna biru sedangkan lingkaran berwarna abu-abu di dalam cluster
RNJKT13 merupakan jumlah nodeB yang tercover dalam cluster tersebut dengan total 219
nodeB. Metode untuk load balancing RNC yang dipilih untuk direhoming mengacu kepada
pembagian cluster berdasarkan wilayah di map perencanaan cluster, dimana pembagian yang
dilakukan adalah pembagian konvensional tanpa memperhatikan beban nodeB satu dan lainnya.
Koneksi untuk mengubungkan node-B dan RNC akan diatur oleh tranmisi dengan menggunakan
media fiber optic dengan sistem MSTP.

Gambar 3.3 Peta Cluster RNJKT13

3.1 .1 Analisis data okupansi RNJKT13


Pada perancangan rehoming, analisis hanya meliputi parameter utilisasi trafik di
RNJKT13 seperti dilihat pada tabel 3.1 karena parameter utilisasi user pada RNJKT13
menunjukkan kondisi high utilize, analisis dilakukan pada sisi parameter antara lain pm
Capacity Limit, Fach Dch Hs Users Max, utilization. Data ini diambil dari hasil pengukuran
aktual dari lapangan per minggu.
Tabel 3.1 Data utilisasi users RNJKT13 sebelum rehoming

pmCapacityLimit Total
RNC DATE FachDchHsUsersMax(users) Utilization (%)
Remarks
(users) NodeB

RNJTK13 20,000.00 17,965.71 89.83 219 HIGH UTILIZE


Nov 28 2012

Tabel 3.2 Data utilisasi Throughput Iub RNJKT13 sebelum rehoming

pmCapacityLimit Total
RNC DATE IuBThroughputMax (kbps) Utilization (%)
Remarks
(kbps) NodeB

RNJTK13 4.000.000,00 286,760.20 7.17 219 SAFE


Nov 28 2012

Dari tabel 3.1 dan 3.2 atas dapat dijelaskan bahwa pada RNJKT13 untuk data utilisasi
user sudah mencapai angka over limit (high utilize) sehingga harus dilakukan rehoming untuk
mencegah congestion atau overload traffic. Dimana batas maksimal nilai optimal okupansinya
usernya adalah dibawah 70%.

3.1.2 Perangkat yang Digunakan


Pada proses rehoming ini perangkt yang digunakan adalah Evo controller 8200/RNC di
sisi RNJKT21 dan RNC 3820R1 disisi RNJKT13. Evo controller 8200/RNC adalah RNC
ericsson generasi terbaru dengan pengontrol trafik kapasitas kapasitas besar dimana dapat
mensupport sampai 20 Gbps throughput dari Iub dan 5 kali lebih besar kapasitas signalingnya
jika dibandingkan dengan RNC 3820 R1 dimana produk tersebut yang sekarang eksisting dipakai
di RNJKT13. Kapasitas EVO controller tersebut masih bisa diperbesar sampai 30-50 Gbps
Throughput Iubnya dan diperbesar 2 kali lipat dari kapasitas awal dengan HW sama
menggunakan optimisasi SW. dimana di masa mendatang diharapkan mampu menampung laju
trafik yang besar dari eNode B (LTE) yang akan dibangun ke depannya. Pada Evo controller
8200/RNC mempunyai Subrack yang bernama EGEM2 dimana mempunyai 28 slot dimana
setiap slot mempunyai lebar 15mm. setiap slot mempunyai duplikasi 1 Gbps dan 10/40 Gbps
koneksi ethernet. Total kapasitas switching backplane per subracknya adalah 960 Gbps. Subrack
yang dapat digunakan sampai 3 buah EGEM2 , dimana memberikan total 84 slot plug ins. Setiap
subrack sudah dilengkapi dengan pengatur suhu dan kipas pengontrol.

3.2 Alokasi Data Rehoming NodeB over IP


Ada pun alokasi yang harus disiapkan sebelum aktifitas rehoming dilakukan sehingga
dapat terlaksana dengan baik antara lain:
1. persiapan data desain pemetaan cluster dan jumlah node-B dari team BSS
2. Persiapan data CGI lama dan update CGI terbaru di sistem
3. Persiapan Link transmisi untuk alokasi IP dan VLAN ID dari desain rehoming di sisi router
dan MinilinkTN / Pasolink

3.2.1 EWO (Engineering Work Order) dan Skenario Rehoming


EWO merupakan suatu surat tugas (work order) untuk aktifitas engineering dilapangan
maupun di sisi konfigurasi biasanya untuk site yang sudah eksisting untuk kegunaan upgrade,
reposisi, repointing, wiring dimana nantinya work order ini akan menjadi ticket jobdesk untuk
engineer dilapangan. skenario EWO digunakan untuk merancang site list yang akan di rehoming.
yang akan dibagi ke beberapa phase karena pekerjaan pemindahaan trafik pada suatu cluster
memakan waktu 3 4 bulan dan untuk meminimalisir gangguan apabila terjadi kegagalan pada
kinerja RNC yang disebabkan proses rehoming.
Gambar 3.4 EWO Facesheet skenario rehoming

3.3 Pemetaan Area Rehoming dari RNJKT13 ke RNJKT21


Proses penentukan site rehoming ke RNC baru dilakukan dengan pemetaan area
menggunakan Map Info. Setelah mendapatkan data site yang akan direhoming maka pekerjaan
rehoming dibagi menjadi beberapa phase, Dimana pekerjaan dibuat dalam beberapa phase agar
dapat dipantau perkembangannya secara berkala dan pengaruhnya terhadap trafik serta
meminimalisir resiko gangguan yang disebabkan oleh proses rehoming. Proses pekerjaan
rehoming dalam 1 fasa memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Pada gambar 3.5 adalah
perencanaan cluster dari RNJKT21 dimana akan dibagi dalam 10 fasa.
Gambar 3.5 Skenario Pemetaan Site untuk rehoming ke RNJKT21

3.4 Alokasi Cell Global Identifier (CGI) & Routing Area Code (RAC)
CGI (Cell Global Identity) adalah sebuah identititas (ID) yang unik dari cell-cell dalam
suatu jaringan seluler. Sebuah CGI untuk sebuah cell bersifat unik di seluruh dunia, artinya
tidak akan ada 1 CGI yang dipakai oleh 2 (atau lebih) cell yang berbeda di seluruh dunia.
MCC (Mobile Country Code) : adalah identifikasi suatu negara dengan menggunakan 3 digit .
3 digit MCC ini merupakan bagian dari format penomoran IMSI, dimana secara total IMSI
terdiri dari 15 digit. Untuk Indonesia sendiri nomor MCCnya adalah 510

MNC (Mobile Network Code) : adalah 2 digit identifikasi yang digunakan untuk
mengidentifikasikan sebuah sistem seluler. Kombinasi antara MCC dan MNC akan selalu
menghasilkan sebuah code yang unik di seluruh dunia. 2 digit MNC ini juga digunakan di
penomoran IMSI , setiap operator masing masing memiliki nomor masing masing . untuk
operator XL Axiata nomor MNCnya adalah 11

LAC (Location Area Code) : adalah identifikasi yang digunakan untuk menunujukan
kumpulan beberapa cell. Dalam sebuah sistem seluler yang sama, tidak boleh digunakan 1
LAC yang sama untuk 2 group cell yang berbeda. Sebuah LAC dapat digunakan dalam 2
(atau lebih) RNC yang berbeda, asalkan masih dalam 1 MSC yang sama. Informasi lokasi
LAC terakhir dimana sebuah MS berada akan disimpan di VLR dan akan diupdate apabila
MS tersebut bergerak dan memasuki area dengan LAC yang berbeda. Pada proses rehoming
ini akan diubah nomor dari LAC RNJKT13 (32401) menjadi LAC RNJKT21 (34301)

CI (Cell Identity) : adalah identifikasi sebuah cell dalam jaringan seluler. Dalam sebuah
sistem seluler, CI yang sama dapat digunakan untuk 2 (atau lebih) cell yang berbeda, asalkan
dalam LAC yang berbeda. Untuk proses rehoming disini nomor Cell Identity tidak dirubah ,
karena merupakan kode unik yang sudah di set pada saat cell tersebut dibuat pada saat
pertama kali. Pada masing masing site jumlah CInya berbeda beda berdasarkan jenis
sitenya menurut jumlah overlay , 3G standalone ataupun picocell yang mana deret penomoran
CGI dapat dilihat di tabel 3.3.
Tabel 3.3 Klasifikasi digit pada CGI

Tabel 3.4 menunjukkan salah satu tabel alokasi CGI untuk node-B yang akan di rehoming ke
RJKT21 , dimana site 5696G 3G Jelambar memiliki sistem 3G & overlay L1 dimana masing
masing memiliki 3 sector / cell dimana masing masing cell memiliki cell ID yang berbeda satu
dengan yang lainnya. Di proses rehoming ini juga terdapat node-B picocell yang hanya memiliki
2 cell ID , dimana data lengkapnya terlampir pada lampiran 4

Tabel 3.4 Tabel Alokasi CGI untuk nodeB yang akan di rehoming

3G Site Name Transport Cell ID


5696G_3G_JELAMBAR IP 46454
46455
46456
56961
56962
56963
Old RNC Old LAC Old CGI
RNJKT13 34201 510-11-34201-46454
RNJKT13 34201 510-11-34201-46455
RNJKT13 34201 510-11-34201-46456
RNJKT13 34201 510-11-34201-56961
RNJKT13 34201 510-11-34201-56962
RNJKT13 34201 510-11-34201-56963
New RNC New LAC New CGI
RNJKT21 34301 510-11-34301-46454
RNJKT21 34301 510-11-34301-46455
RNJKT21 34301 510-11-34301-46456
RNJKT21 34301 510-11-34301-56961
RNJKT21 34301 510-11-34301-56962
RNJKT21 34301 510-11-34301-56963

RAC (Routing Area Code) adalah sebuah kode dengan panjang 1 oktat yang berfungsi
untuk kode identifikasi di dalam suatu lokasi area . RAC merupakan bagian dari RAI (routing
area identity). Routing area di definisikan sebagai area dimana MS bias bergerak bebas tanpa
mengupdate lokasi terbarunya di SGSN. Dalam sebuah kasus MS keluar dari routing area lalu
menginformasikan lewat prosedur routing area update. Seperti location area , routing area
mungkin terdapat satu cell atau lebih . pengelompokan cell menjadi routing area memfasilitasi
efisiensi dalam managemen lokasi. Setiap routing area diidentikan kode unik dengan Routing
area identity (RAI).
Dimana RAI = LAI + RAC , dalam proses rehoming ini , nomor RAC setiap nodeB yang
akan kita pindahkan ke RNJKT21 akan berubah yang awalnya kode RAC 25 pada RNJKT08
menjadi RAC38 pada RNJKT21 dimana untuk penomorannya , diatur managemennya oleh
masing masing operator.

Tabel 3.5 Tabel Alokasi RAC untuk nodeB yang akan di rehoming
Old New
3G Site Name Transport Cell ID RAC RAC
5696G_3G_JELAMBARBR IP 46454 151 38
46455 151 38
46456 151 38
56961 151 38
56962 151 38
56963 151 38

3.5 Alokasi IP & VLAN ID untuk mekanisme Transmisi

Pada proses perancangan ini nodeB yang akan di rehoming sudah menggunakan IP
sebagai transportnya (IuB over IP). IP dan VLAN ID merupakan suatu jalur transmisi yang
digunakan agar suatu site dapat berkomunikasi dengan site lainnya. IP yang akan digunakan
adalah IP kelas C dengan previks /27 dengan segmen VLAN ID yang sudah ditentukan
sebelumnya. Sebelum tim transmisi membuat desain konfigurasi cross connect harus disiapkan
terlebih dahulu site list dan data pendukung yang diperlukan antara lain routepath dan informasi
RNC tujuan.

3.5.1 Konfigurasi dan tunneling di sisi MSTP


Lingkup pekerjaan rehoming pada sisi transmisi melingkupi perancangan desain
konfigurasi untuk tunnel dan service, dimana tunnel berfungsi untuk meng-enkapsulasi PW
(pseudowire) yang membawa service (E-LAN/E-Line). Adapun tahapan - tahapan yang
dilakukan dalam membuat desain konfigurasi tunnel dan service dalam mekanisme rehoming
adalah sebagai berikut:
1. Alokasi IP dan VLAN ID untuk NodeB 3G
Untuk NodeB yang transportnya berbasis over IP untuk meng-integrasikan suatu site ke RNC
maka dibutuhkan VLAN ID yang terdapat 2 jenis yaitu VLAN IuB dan VLAN OAM. Site
NodeB yang akan di rehoming harus dialokasikan IP dan VLAN ID yang baru untuk Iub
mengingat IP dan VLAN ID untuk Iub sebelumnya masih on air, karena jika dialokasikan
dengan IP dan VLAN ID yang sama akan terjadi proses looping dan mengakibatkan beberapa
NodeB down. Sedangkan untuk VLAN OAM tidak perlu dialokasikan dengan VLAN ID yang
baru karena VLAN OAM sendiri digunakan untuk monitoring dan tidak dilewati trafik data. IP
yang digunakan oleh PT. XL Axiata adalah IP kelas C dengan prefix /27, dimana prefix /27
dapat menghasilkan 254 host number yang bisa digunakan untuk integrasi NodeB. Adapun data
pendukung yang harus dilengkapi pada saat alokasi IP VLAN ID antara lain seperti pada tabel
3.5

a. Nama dan site ID


Tentu saja nama dan site ID merupakan data utama yang harus dilengkapi dalam peng-
alokasikan suatu IP dan VLAN ID.
b. RNC
IP yang dikonfigurasi di sisi MSTP dan RAN router tiap RNC berbeda, maka dari itu
jika IP dan VLAN yang dialokasikan tidak tepat RNC nya otomatis pada saat IP di ping
akan keluar command RTO (Request Timed Out).
c. Routepath
Data routepath digunakan untuk menentukan HUT dari suatu NodeB. Setiap HUT harus
dikonfigurasi tunnel ke RNC dan VLAN ID yang akan di allow. Jika suatu NodeB
dialokasikan VLAN ID yang belum di allow dalam suatu HUT di sisi MSTP maka mac
address tidak akan terbaca di sisi RAN router dan pada saat ping test juga akan keluar
command RTO

Tabel 3.6 Tabel NodeB yang dialokasikan VLAN IuB baru


Site ID Site Name VLAN IP VLAN IP Gateway Subnet Mask VLAN IP Gateway Subnet Mask

IuB OAM

PC412G 3G_ROXYQUARE 4 10.164.218.73 10.164.218.65 255.255.255.224 2502 10.164.126.41 255.255.255.224

PC412G 3G_ROXYQUARE 60 10.165.175.197 10.165.175.193 255.255.255.224 2502 10.164.126.41 255.255.255.224

2. Desain konfigurasi cross connect dari HUT ke RNC


Sebelum perancangan konfigurasi cross connect dikerjakan harus dilakukan listing pada
HUT yang belum ada tunnel dan service ke RNC yang dituju. Dalam perancangan kali ini
akan diambil sampel salah satu HUT yang harus dibuat desain konfigurasinya di sisi MSTP,
yaitu HUT04 ke RNJKT21.

a. Desain Tunneling
Gambar 3.6 Topologi HUT04 yang akan dibuat tunnel main dan protection

Tunneling ada dua jenis, yaitu jalur main dan jalur protection. Jalur working digunakan
sebagai jalur utama yang dilewati trafik, sedangkan jalur protection digunakan sebagai jalur
proteksi. jika suatu saat terjadi fiber cut di jalur working, maka secara otomatis trafik akan
berpindah melewati jalur proteksi. Dalam perancangan suatu tunnel harus dilengkapi data
topologi area yang akan di rehoming, dimana dalam perancangan yang digunakan adalah
topologi area Jakarta. Untuk perancangan desain tunnel working dan protection harus
menggunakan port yang berbeda seperti gambar 3.6 dimana HUT04 memiiki 4 port yang bisa
digunakan untuk 4 output sebagai jalur awal tunneling, dimana tim engineering transmisi
menggunakan port 11-PEX1 sebagai port output jalur main dan port 8-PEX1 sebagai port
output jalur protection. Pada tabel 3.7 menunjukkan label port in yaitu 1220 dan label port
out yaitu 952.

Tabel 3.7 Tabel Jalur Working dan Jalur Protection


Setelah ditentukan port yang akan digunakan langkah selanjutnya adalah mencari jalur atau
hop terpendek dari HUT ke RNC. Umumnya jalur terpendek digunakan untuk jalur working
sedangkan jalur yang lebih jauh digunakan untuk jalur protection.

b. Alokasi Servis E-LAN


Dalam topologi MSTP OSN 3500 terdapat 3 servis yaitu servis E-LAN (multipoint to
multipoint), E-Line (point to point) dan E-AGGR (multipoint to point), namun pada
perancangan ini digunakan servis E-LAN. HUT yang akan digunakan sebagai sampel
dalam pekerjaan rehoming ini adalah HUT04. Dalam pembuatan suatu servis harus
dipastikan terlebih dahulu port yang available dan VLAN ID yang belum di allow di
HUT04. Adapun salah satu contoh desain servis E-LAN yang akan dibuat di sisi MSTP
terdapat pada tabel 3.7 dimana Servis yang akan dibuat harus di sisi HUT dan di sisi RNC,
maka dari itu dibutuhkan PW ID yang berfungsi untuk membungkus data dan PW ID
tersebut dikonfigurasi di sisi HUT dan RNC agar bisa berkomunikasi antara satu dan yang
lainnya.

Gambar 3.8 Tabel servis E-LAN di RNJKT21


PW (pseudo wire) terdiri dari 3 jenis, yaitu Ethernet Tagging Mode, Access, & Hybrid,
dikarenakan PW ID yang dirancang kali ini membungkus data VLAN ID yang sudah
ditentukan maka harus menggunakan Ethernet Tagging Mode.

Tabel 3.9 Tabel servis E-LAN di HUT04

c. Konfigurasi MSTP di sisi NMS


NMS adalah singkatan dari Network Monitoring System dimana sudah dijelaskan di bab 2
yang merupakan sebuah aplikasi yang digunakan salah satunya untuk memonitor dan
mengkonfigurasi suatu MSTP. Setelah perancangan pada HUT04 selesai maka desain
tersebut akan diaplikasikan menggunakan NMS. Dapat dilihat dari gambar 3.7 tunnel ID
yang digunakan untuk membuat tunneling HUT04 ke RNJKT21 statusnya sudah deployed
atau sudah sukses.

Gambar 3.7 Tunnel ID dari HUT04 ke RNJKT21

Servis E-LAN HUT04 yang sudah dikonfigurasi di sisi MSTP dapat dilihat di gambar 3.8
dibawah dimana VLAN yang di tagging yaitu VLAN 60 sudah dikonfigurasi untuk servis
ID ke-4 yaitu servis 3G_IuB RNJKT21.

Gambar 3.8 Konfigurasi servis E-LAN 3G_IuB RNJKT21 di NMS


Sedangkan pada gambar 3.9 dapat dilihat VLAN ID yang sudah di tagging yaitu VLAN
2502 sudah dikonfigurasi untuk servis ID 8 yaitu 3G_OAM RNJKT13 (VLAN OAM
existing).
Gambar 3.9 Konfigurasi servis E-LAN 3G_OAM RNJKT13 di NMS

3.5.2 Konfigurasi IP di sisi MPLS RAN Router


Setelah konfigurasi tunnel dan servis di sisi MSTP sudah selesai, maka IP VLAN
RNJKT21 yang akan diintegrasikan harus dikonfigurasi terlebih dahulu di sisi MPLS RAN
router. Adapun alokasi IP yang akan di konfigurasi terdapat di tabel 3.9 dan tabel 3.10.

Tabel 3.10 Tabel alokasi IP VLAN untuk RNJKT21

2551-2558 10.165.49.0 255.255.255.224 51-58 10.165.174.0 255.255.255.224


Jabodetabek
RNJKT21 SN Kalideres 2559-2566 10.165.50.0 255.255.255.224 59-66 10.165.175.0 255.255.255.224

Tabel 3.11 Tabel alokasi port interface untuk RNJKT21

952-3-PEG8#7 RN-JKKDS-01 Gi0/1/0/0


RNJKT21 SN Kalideres
Jika IP 952-3-PEG8#8 RN-JKKDS-02 Gi0/1/0/0

VLAN tersebut sudah dikonfigurasi di sisi RAN router dan mac address NodeB juga sudah
terbaca maka tes ping dan konfigurasi IP VLAN di sisi MSTP dan MPLS RAN router sudah
sukses. Gambar 3.10 adalah hasil capture IP VLAN NodeB 3G_ROXYQUARE yang sudah
sukses dikonfigurasi di sisi RAN router menggunakan IP VLAN IuB 10.165.175.197.

Gambar 3.10 Capture IP VLAN dan Mac Address di sisi RAN router

3.6 Eksekusi Insert Script disisi RNC & NodeB


Setelah alokasi pendukung yang dibutuhkan siap, pekerjan eksekusi rehoming dapat
dilakukan yaitu insert script command rehoming ke sisi RNC dan nodeB untuk pengaturan
parameter link transmisi yang akan dilalui oleh trafik hingga sampai ke RNC tujuan . pada
gambar 3.11 ditunjukkan proses cara kerja rehoming tersebut dimana apabila terjadi kegagalan
pada proses rehoming , pekerjaan rehoming di rollback/dilanjutkan dikemudian hari agar proses
rehoming tidak berpengaruh ke jaringan agar tidak menggangu layanan servis ke pelanggan ,
sehingga pelanggan tetap dapat menggunakan service seperti biasanya tanpa merasakan adanya
gangguan. Untuk parameter script pada sisi RNC dan nodeB terlampir pada lampiran 3. Berikut
adalah cek post yang harus dilakukan setelah proses insert script selesai atau rehoming selesai
dilakukan yaitu :
1. cek channel resources dan traffic in sisi Node B
2. Cek link Iub dan Utran cell di sisi RNC
3. Cek alarm dalam node B dan RNC
4. Cek CGI baru pada sisi MSS

Setelah health cek pada RNJKT13 & RNJKT21 selesai di fasa terakhir, dan menunjukkan
tidak terdapat gangguan atau alarm, maka lingkup pekerjaan rehoming selesai dilakukan.
Apabila dalam pengecekan tersebut masih terdapat gangguan alarm, maka proses insert script
pada RNC dan node B dapat di rollback kembali ke kondisi awal sebelum rehoming.
Mulai

Pembuatan Backup
CV & Health cek

Sync Ref Iub Link Load Backup CV

Definisi CGI baru di


sisi MSS

Insert Script nodeB

Iub Link &


Utrancell enabled ,
Link establish

cek ada alarm :


IP Access host ET Ya
IP Sync Ref ?

Tidak
Eksekusi script
berhasil

Selesai

Gambar 3.11 Flowchart Script Rehoming