Anda di halaman 1dari 2

NAMA : RANDI SETIAWAN

KELAS : XII TIPTL 2


TUGAS : AGAMA

A. Demokrasi
Demokrasi adalah istilah asing baik lafal atau maknanya. Demokrasi
adalah hukum manusia, hukum bangsa yangtelah mencapai tingkat matang
hingga mampu menentukan hukum bagi dirinya sendiri.
Para pakar demokrasi membuat sistem peradilan berdasarkan kedaulatan
rakyat. Mereka berasumsi bahwa rakyat yang telah mencapai tingkat matang
adalah sumber kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif. Dari dan untuk
rakyatlah kembali segala urusan hukum.
Munculnya bentuk-bentuk pemerintahah demokrasi sekarang ini belum
terlalu lama. Di Inggris baru sekitar tiga abad lalu, sementara di Perancis baru
muncul setelah revolusi sedangkan di Amerika setelah masa kemerdekaan.
Bentuk-bentuk pemerintahan demokrasi abad-abad terdahulu, terutama
seperti yang ditemui di Yunani, kita hampir tidak mendapati sebuah
pemerintahan demokrasi yang mampu menguasai sebuah bangsa dengan
jutaan jiwa penduduknya. Bentuk demokrasi seperti ini hanya kita busa temui
di beberapa kota atau wilayah-wilayah yang penduduknya terbatas, seperti di
Swiss sekarang ini. Namun bagaimanapun juga, prinsip demokrasi
pengambilan keputusan sendiri dengan representasi yang baik, perbedaan
bebas, dan berpegang pada pendapat mayoritas harus tetap terpelihara
selamanya.

B. Syuro
Secara etimologis, syuro berarti mengeluarkan nasehat kepada yang
dinasehati diminta atau tidak diminta.
Syura memilih landasan yuridis syari Islam, tidak ada perbedaan
pendapat tentang masalah legalitas syuro, sebab hakekat syuro itu
mengungkapkan pendapat kepada yang diberi nasehat diminta atau tidak
diminta. Dengan demikian, syura dalam Islam ditetapkan oleh Allah sebagai
sifat bagi orang-orang mukmin.
Syura adalah suatu lembaga atau manajemen kekuasaan lengkap dengan
ketua dan anggota-anggotanya punya hak otonom dalam segala urusan luar
dan dalam negeri yang tidak boleh diintervensi kedaulatan penguasa baik dari
aturan manajemen atau perencanaannya.
Landasan yuridis bahwa seorang kepala negara bila memiliki kemauan
dan tekad untuk melaksanakan suatu urusan atau keadaan menuntut bertekad
bulan dan kepala negara memiliki keputusan sepenuhnya untuk kepentingan
mashlahat masyarakat muslim.
Syura adalah salah satu prinsip penting tentang pemerintah yang
dijelaskan dalam Alquran. Syura mengharuskan kepala negara dan pimpinan
pemerintahan untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan masyarakat
lewat permusyawaratan dengan anggota masyarakat. Landasan syura sebagai
suatu prinsip hukum umum. Permasalahan masyarakat harus ditentukan
dengan musyawarah. Karena itu, syura bersifat fleksibel, tidak dibatasi dan
dapat diterapkan dalam semua keadaan dan untuk semua permasalahan yang
berkaitan dengan masyarakat.
Bahasa umum ketetapan Alquran juga merupakan kesimpulan bahwa
syura merupakan bagian integral dari Islam, bahwa pada prinsipnya syura
mengungkapkan semua lingkuangan hidup umum dan pribadi kaum muslimin.
Syura harus diperlakukan dengan dasar yang serupa dan diberikan tempat
yang sama pentingnya dalam pengaturan masalah-masalah sosial dan politik
masyarakat muslim.
Menurut al-Bahri sebagaimana dikutip oleh Muhammad Kamali bahwa
ketentuan-ketentuan Alquran disampaikan dalam tema-tema yang tidak hanya
berisikan masalah-masalah pemerintah tetapi juga mengenai hubungan dalam
keluarga, antara tetangga, antar mitra dalam bisnis, antar majikan dengan
pekerja dan sebenarnya semua aspek kehidupan di mana ia dianggap
bermanfaat bagi masyarakat.

C. Perbandingan Konsep Syura dengan Demokrasi.


Bila dua sistem pemerintahan ini dibandingkan, maka akan dapat
diuraikan sebagai berikut:
Syura lebih luas daripada demokrasi.
Syura adalah ketetapan yang ditentukan dalam jamaah dan merupakan
bukti dari kehendak golongan mayoritas dengan syarat mereka
memperoleh kebebasan sepenuhnya untuk menantang, mendiskusikan dan
menolaknya. Sementara demokrasi berpegang pada rumus setengah plus
satu suara.
Demokrasi menurut konsep Barat modern merupakan filsafat organisasi
politik yang beranggapan bahwa rakyat memiliki kedaulatan mutlak.
Sementara demokrasi menurut Islam adalah suatu sistem yang di dalamnya
rakyat hanya menikmati hak kekhalifahan, tuhan sendirilah yang
memegang kedaulatan.
Menurut konsep Demokrasi Barat, pemerintah dibentuk dan diubah
melalui pelaksanaan pemilihan umum, sementara dalam demokrasi Islam,
pemerintah ditetapkan untuk dibatasi oleh garis-garis yang telah diajarkan
oleh Islam.
Syura bertujuan untuk melibatkan atau mengajak semua pihak untuk
berperan serta dalam kehidupan bernegara, damal demokrasi Islam tidak
dikenal istilah oposisi.
Syura tunduk kepada syariat dan komitment dengan nash-nash yang qatI
sementara demokrasi tunduk kepada aturan yang dibuat manusia untuknya.
Syura mempunyai corak pendidikan, bimbingan, konstitusional, akhlak
dan agama, sementara demokrasi hanya bercorak konstitusional serta
akhlak merupakan bagian terpisah.