Anda di halaman 1dari 4

Nama : ARENSI BELO

NIM : N014171750

Kelas : APOTEKER A 2017

Mata kuliah : Farmakoterapi Terapan

Optimalisasi penggunaan obat


Penjelasan:
Yang menjadi fokus pada tinjauan ini adalah mengenai
kemampuan seorang apoteker dalam mengambil keputusan yang
Tinjauan 1 menjamin keamanan dan ketepatan penggunaan obat bagi pasien
serta pemberian informasi dan pemantauan respons penggunaan.
Pada kasus ini seorang apoteker harus mampu mengambil
keputusan dalam optimalisasi penggunaan obat pada pasien
hipertensi dengan adanya faktor resiko DM.
Pengetahuan prosedural
Penjelasan :
Yang menjadi fokus pada tinjauan ini adalah pengetahuan yang
Tinjauan 2
dibutuhkan apoteker untuk melakukan tindakan kefarmasian. Pada
kasus ini dibutuhkan pengetahuan prosedural seorang apoteker
dalam pelayanan kefarmasian yang dilakukan.
Reasoning ability
Penjelasan :
Yang menjadi fokus pada tinjauan ini adalah kemampuan
Tinjauan 3 penalaran seorang apoteker sebagai dasar dalam pengambilan
keputusan bagi pasien. Termasuk pada kasus ini, yaitu pasien
yang hipertensi dengan faktor resiko DM yang baru diketahui
setelah beberapa hari, karena obat hipertensi yang pertama yang
diberikan tidak memberikan perubahan yang berarti sehingga
dibutuhkan kombinasi obat antihipertensi yang kedua.
Dewasa
Penjelasan :
Tinjauan 4 Yang menjadi fokus pada tinjauan ini yaitu pasien wanita 57 tahun
(dewasa) kemungkinan hipertensi stage 2 dengan faktor resiko
DM.
Sediaan padat
Penjelasan :
Yang menjadi fokus pada tinjauan ini adalah kemampuan untuk
menjamin mutu sediaan farmasi (dosage form) dengan
Tinjauan 5
memperhatikan persyaratan-standar, bentuk sediaan dan kondisi
pasien. Pada kasus ini pasien diberikan obat berupa tablet, dimana
sediaan tablet menjadi salah satu sediaan yang baik diberikan
pada pasien dewasa yang masih bisa menelan tablet.
Gangguan Kardiovaskular
Penjelasan :
Yang menjadi fokus pada tinjauan ini yaitu:
1. Mengidentifakasi, mengintepretasi dan mengevaluasi informasi
pasien riwayat penyakit dan riwayat pengobatan untuk
memahami kondisi penyakit, menilai perlunya terapi dan/atau
Tinjauan 6 rujukan, dan mengidentifikasi faktor spesifik pasien yang
mempengaruhi keluaran terapi obat
2. Mengevaluasi informasi tentang obat, regimen dosis, bentuk
sediaan, rute pemakaian, dan mempertimbangkan
farmakoekonomi untuk memilih terapi obat yang optimal bagi
pasien individual
3. Mengevaluasi mengelola regimen obat melalui pemantauan
pada pasien, berkolaborasi dengan profesi kesehatan lain, dan
pemberian informasi kepada pasien untuk meningkatkan
keluaran terapi yang aman dan efektif.

Seorang pasien wanita 57 tahun datang ke apotek dengan keluhan


sakit kepala, penglihatan kabur dan mual. Pasien kemungkinan
mengalami hipertensi stage 2 dengan tekanan darah 160/90
mmHg dan diberi terapi Hidrochlortiazida. Namun setelah 5 hari
Pertanyaan tekanan darah pasien tidak memiliki perubahan yang berarti.
Pasien mengaku beberapa bulan terakhir pasien rutin
mengkonsumsi metformin + glibenklamid. Sebagai apoteker, jika
anda ingin menambahkan obat kedua setelah HCT, obat
antihipertensi manakah yang diindikasikan pada pasien??
A. Candesartan
B. Amlodipine
Pilihan
C. Irbesartan
jawaban
D. Captopril
E. Indapamid
Kunci
D. Captopril
jawaban
Applied Therapeutics the Clinical Use of Drugs 9 edition (Koda
Pustaka
Kimble) 13-28
Menurut Koda Kimble Terapi dengan ACE Inhibitor sangat
dianjurkan sebagai lini pertama pada pengobatan hipertensi
riwayat diabetes, ini berdasarkan bukti yang menunjukkan
Alasan
berkurangnya komplikasi hipertensi, termasuk gagal ginjal.
Data percobaan klinis tambahan telah menunjukkan bahwa
kombinasi ACEI dengan diuretik thiazide secara signifikan
mengurangi risiko utama dan kematian pada pasien diabetes tipe 2
dengan hipertensi. Data ini semakin memperkuat peran ACEI pada
penderita diabetes dan hipertensi, serta manfaat terapi kombinasi
pada populasi ini.
Manfaat tambahan ACEI pada diabetes adalah tidak memiliki efek
samping metabolik pada glukosa. Selain itu, efek yang
menguntungkan pada pasien resistensi insulin adalah risiko yang
lebih rendah untuk mengalami diabetes tipe 2 dan juga pada
pasien hipertensi yang tidak menderita diabetes, jika dibandingkan
dengan diuretik thiazide, CCB atau -blocker.