Anda di halaman 1dari 6

BAB 1

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang masalah yang menjadi dasar
dalam penelitian, perumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup yang berisi batasan dan
asumsi yang digunakan dalam penelitian, serta manfaat yang akan dicapai dan rancangan
jadwal penelitian.

1.1 Latar Belakang


Peningkatan aktivitas kapal di Indonesia cukup signifikan, tercatat aktivitas kapal
berbendera Indonesia selama tahun 2012 di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya berjumlah
12.509 kapal. Semakin banyak kapal di Indonesia semakin banyak juga kapal yang akan
mengalami perbaikan berdasarkan survey tahunan, intermedite survey dan spesial survey
masing-masing kapal. Meningkatnya jumlah kapal ini sering berbenturan dengan kapasitas
reparasi di galangan kapal yang ada, hal ini menyebabkan terjadinya antrian kapal untuk
mendapat giliran direparasi. Tabel 1.1 di bawah menunjukkan data dari Ikatan Perusahaan
Industri Kapal Indonesia (IPERINDO) pada tahun 2015. Dari data dibawah terlihat bahwa
kapasitas terpasang untuk reparasi kapal nasional berkisar 12.000.000 DWT (8.500.000 GT),
sedangkan, jumlah kapal niaga berbendera Indonesia sudah mendekati 20.000 unit atau setara
dengan 18.000.000 GT, sehingga kebutuhan dock space untuk reparasi kapal pertahun sekitar
10.800.000 GT. Artinya kita kekurangan dock space pertahun 2.300.000 GT, yang berakibat
pada waktu tunggu sampai dengan 3 bulan.
Tabel 1.1 Kapasitas Industri Galangan Kapal (Reparasi)
Fasilitas untuk Reparasi
Kelas Fasilitas Kapasitas Terpasang/Tahun
No Jumlah
(DWT) Kapasitas Kapasitas
Unit
(GT) (DWT)
1 < 500 121 480.000 720.000
2 501 - 1.000 45 495.000 742.500
3 1.001 - 3.000 25 455.000 682.500
4 3.001 - 5.000 6 400.000 600.000
5 5.001 - 10.000 7 900.000 1.350.000
6 10.001 - 50.000 6 1.270.000 1.905.000
7 50.001 - 100.000 3 1.560.000 2.340.000
8 > 100.000 1 800.000 1.200.000
(Sumber : IPERINDO, 2015)
Secara umum peningkatan kapasitas galangan reparasi kapal di Indonesia lewat
peningkatan pembangunan galangan reparasi kapal merupakan jalan keluar untuk mengatasi
masalah ini, namun solusi ini merupakan solusi jangka panjang dan membutuhkan biaya yang
tidak sedikit, melihat kondisi fasilitas galangan kapal yang ada juga masih membutuhkan
peningkatan. Penelitian yang dilakukan oleh Rani Nurwanti pada tahun 2016 yang bertujuan
untuk mengetahui persentase fasilitas reparasi kapal yang perlu ditingkatkan menunjukkan
hasil yang signifikan, dari tiga kategori galangan kapal di Jawa Timur yang diklasifikasikan
berdasarkan kapasitasnya menunjukkan bahwa harus ada peningkatan fasilitas dengan
persentase diatas 43%. Oleh sebab itu pihak galangan kapal harus mengambil langkah alternatif
yang dapat menjadi jalan keluar dari permasalahan ini.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah dengan merancang sebuah skema
alternatif dari contract maintenance pengadaan reparasi kapal. Berdasarkan penelitian yang
dilakukan oleh Mangoloi M. Siallagan pada tahun 2005 menyatakan bahwa adanya gap
kepuasan pelanggan terhadap pelayanan jasa reparasi yang diberikan galangan kapal
disebutkan sebanyak 24% responden yang merupakan pemilik kapal/perusaahaan pelayaraan
menyatakan bahwa galangan kapal tidak tepat waktu, 24% responden menyatakan biaya
reparasi mahal, 20% responden menyatakan hasil reparasi tidak sesuai dengan keinginan
pelanggan, 12% responden menyatakan prosedur reparasi rumit dan berbelit-belit, 10%
pelayanan yang diharapkan pelanggan tidak memuaskan, dan 10% responden menyatakan
survey kerusakan kapal tidak dilaksanakan oleh galangan kapal. Selain itu hasil penelitian yang
dilakukan oleh Abdul Rahman pada tahun 2012 terkait analisa kepuasan pelanggan pada
pekerjaan reparasi kapal menunjukkan bahwa tingkat kepuasan pelanggan terhadap hasil
reparasi kapal ditinjau dari indikator pelayanan galangan, biaya/harga, kesesuaian pekerjaan
dengan repair list, ketepatan jadwal, dan kesesuaiannya dengan Biro Klasifikasi menunjukkan
hasil negatif yang artinya pelanggan belum cukup puas dengan hasil pengerjaan reparasi atau
perbaikan kapal yang ada saat ini. Maka diperlukan sebuah skema alternatif yang harapannya
dapat menjadi solusi baik bagi pihak pemilik kapal maupun pihak penyedia jasa.
Pada umumnya sebelum kapal memasuki galangan kapal untuk pemeliharaan dan
reparasi kapal, terlebih dahulu pemilik kapal harus mengajukan surat permohonan permintaan
perbaikan pada galangan kapal atau penyedia jasa. Surat permohonan permintaan perbaikan
harus diajukan 1-2 bulan sebelum pelaksanaan pengedokan. Untuk selanjutnya galangan kapal
dapat menjadwalkan pelaksanaan perbaikan sesuai dengan permintaan pemilik kapal. Untuk
memperlancar rangkaian proses surat permohonan harus melampirkan; daftar reparasi, data
kapal yang meliputi: ukuran utama, tahun pembuatan, biro klasifikasi, jenis survey, motor
induk, motor bantu dan sebagainya. (Soejitno, 1991). Skema diatas seringkali menghadapi
beberapa hambatan yang menyebabkan kesulitan pihak pemilik kapal dan penyedia jasa, pihak
pemilik kapal tidak mengetahui informasi mengenai kondisi dan kesibukan yang ada
digalangan kapal, belum lagi jika banyak pemilik kapal yang mengajukan permohonan untuk
reparasi kapal secara bersamaan, yang menyebabkan antrian yang menyebabkan kapal
terhambat untuk direparasi secepatnya.
Selain itu skema diatas juga merepotkan pihak galangan kapal sebagai penyedia jasa
repair kapal . Kesulitan mencocokan jadwal yang tepat antara pihak galangan dan pihak
pemilik kapal juga yang akhirnya membuat pihak galangan kapal kesulitan dalam menyusun
jadwal reparasi kapal yang berujung pada ketidaktepatan penjadwalan reparasi kapal yang
menyebabkan kerugian bagi kedua belah pihak. Secara umum setiap kapal akan melakukan
survey rutin, yaitu survey yang dilakukan dalam suatu kurun waktu tertentu yang bertujuan
untuk memastikan bahwa kondisi kapal secara umum baik konstruksi maupun instalasi di kapal
dalam keadaan terawat. Yang termasuk dalam survey berkala adalah annual survey,
intermediate survey dan renewal/special survey. Ini artinya setiap kapal diwajibkan melakukan
tiga jenis survey ini. Biasanya pihak owner yang bertanggung jawab dalam melakukan
pengadaan survey rutin tersebut dan setiap survey diadakan secara terpisah dengan kontrak
yang terpisah pula.
Hal ini merupakan peluang bagi PT. XYZ sebagai salah satu perusahaan yang
bergerak di bidang maritim yaitu produksi kapal serta memberikan jasa perbaikan dan
pemeliharaan kapal dan melakukan rekayasa umum berdasarkan spesifikasi tertentu. PT. XYZ
dapat menawarkan sebuah skema kontrak alternatif, yaitu dengan memberikan jaminan
perawatan bagi kapal dengan melakukan pengadaan satu kontrak dengan spesifikasi tertentu
yang mencakup semua komponen survey rutin dari kapal, dengan hal ini diharapkan pihak
pemilik kapal tidak kesulitan menyesuaikan jadwal dengan pihak galangan dan pihak galangan
juga dimudahkan karena mereka dapat melakukan pengadaan dan penjadwalan dengan lebih
baik. Selain itu dengan skema alternatif ini diharapkan PT. XYZ mampu meningkatkan
kualitas pelayananya dan memberikan kontribusi untuk pengembangan sektor maritim
Indonesia.
Salah satu komponen yang penting bagi perusahaan penyedia jasa dalam
memepersiapakan contract maintenance adalah menentukan estimasi biaya dan item repair
list. Kegiatan pemeliharan dan perbaikan sebuah kapal memerlukan estimasi biaya yang akurat
sehingga sesuai dengan prediksi profit yang telah ditentukan. Biaya merupakan faktor yang
diperhitungkan untuk tidak mengalami pembengkakan. Tahapan awal dari sebuah estimasi
biaya reparasi kapal adalah identifikasi bagian-bagian yang diperkirakan terjadi kerusakan atau
terkait dalam proses pemeliharaan dan perbaikan kapal.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan estimasi biaya adalah
metode peramalan (forecasting), diamana peramalan adalah kegiatan untuk memperkirakan
apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Sedangkan ramalan adalah suatu situasi yang
diperkirakan akan terjadi pada masa yang akan datang (Purba, 2011). Metode peramalan
tersebut dapat didasari dengan data yang relevan pada masa lalu (data historis), sehingga dapat
dipergunakan dalam peramalan yang objektif. Dalam peramalan terdapat bermacam-macam
cara yaitu Metode Pemulusan Eksponensial atau Rata-rata Bergerak, Metode Box Jenkins dan
Metode Regresi. Metode analisis regresi linier merupakan suatu metode yang digunakan untuk
menganalisis hubungan antarvariabel. Hubungan tersebut dapat diekspresikan dalam bentuk
persamaan yang menghubungkan variabel terikat (Y) dengan satu atau lebih variabel bebas
(X).
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan dalam latar belakang masalah di atas, perumusan masalah
yang menjadi obyek kajian dalam penelitian ini adalah:
1. Bagaimana melakukan estimasi biaya dalam rancangan skema alternatif dari contract
maintenance pada PT. XYZ dengan metode forecasting regresi linier?
2. Bagaimana perbandingan skema alternatif dengan skema existing dari contract
maintenance pada PT. XYZ?
1.3 Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah di atas, maka tujuan yang ingin dicapai pada
penelitian tesis ini antara lain:
1. Mengidentifikasi melakukan estimasi biaya dalam rancangan skema alternatif dari
contract maintenance pada PT. XYZ dengan metode forecasting regresi linier.
2. Mengidentifikasi kelayakan rancangan skema alternatif contract maintenance pada PT.
XYZ dengan analisa perbandingan.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin didapat dari pengerjaan penelitian Tesis ini adalah :
1. Sebagai referensi rancangan contract maintenance bagi perusahaan yang bergerak
dibidang perkapalan untuk meningkatkatkan usaha dan daya saing.
1.5 Ruang Lingkup Penelitian
Untuk memudahkan fokusan dalam penelitian dan menyederhanakan permasalahan
agar dapat diselesaikan dengan menggunakan metode ilmiah, perlu dibuat ruang lingkup yang
membatasai dan memusatkan penelitian pada bidang yang diinginkan. Adapun ruang lingkup
penelitian terdiri dari batasan dan asumsi berikut ini:
1.5.1 Batasan
Batasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Rancangan skema alternatif contract maintenance yang dikembangkan hanya pada
kegiatan perbaikan dan pemeliharaan kapal di PT. XYZ.
2. Penelitian dilakukan dari sudut pandang obyektif akademis.
1.5.2 Asumsi
Asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
1. Semua data yang diberikan PT. XYZ adalah benar.
2. Tidak ada perubahan regulasi dan kebijakan pemerintah selama penelitian
1.6 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan laporan Tesis ini terdiri dari lima bab, dengan sistematika
sebagai berikut :
Bab I merupakan Pendahuluan dari laporan Tesis yang menjelaskan tentang latar
belakang masalah yang dibahas dalam penulisan laporan Tesis. Kemudian dilanjutkan dengan
perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, sistematika penulisan dan rencana
jadwal penelitian.
Bab II merupakan Tinjauan Pustaka yang menjelaskan tentang teori-teori yang mendukung
dan akan digunakan dalam Analisa Rancangan skema alternatif contract maintenance di
PT.XYZ.
Bab III merupakan Metodologi Penelitian. Metodologi secara garis besar berisi tentang
rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, teknik analisa data, pembahasan terhadap hasil
sehingga dapat ditarik kesimpulan yang dilengkapi dengan diagram alir.
Bab IV merupakan Analisa dan Pembahasan. Berisi tentang estimasi biaya reparasi
kapal dari skema alternatif contract maintenance dan studi perbandingan antara skema
alternatif contract maintenance dengan existing contract maintenance.
Bab V adalah Kesimpulan dan Saran. Dalam bab ini diberikan suatu kesimpulan berupa
hasil studi perbandingan antara skema alternatif contract maintenance dengan existing
contract maintenance.
1.7 Rencana Jadwal Penelitian
Tabel 1.2 di bawah ini merupakan rencana jadwal penelitian dimulai dari penentuan
topik hingga pelaksanaan sidang tesis dimana akan menghabiskan waktu selama 24 minggu
atau sekitar 6 bulan.
Tabel 1.2 Rencana Jadwal Penelitian
Bulan
Keterangan Januari Februari Maret April Mei Juni
3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Penentuan
Topik
Studi literatur
Identifikasi
masalah

Penulisan
Proposal
Seminar
Proposal
Perbaikan
Proosal
Pengumpulan
data
Metode
Penelitian
Analisa dan
Intepretasi
Kesimpulan
dan saran
Penulisan
Laporan
Pengumpulan
Tesis

Dimana dalam rentang waktu tersebut akan dilakukan kunjungan ke perusahaan serta.
Kemudian data yang sudah diperoleh akan dianalisa sesuai dengan teori yang sudah dijabarkan
pada tinjauan pustaka. Pada laporan akhir akan diperoleh tujuan penelitian. Kemudian
penarikan kesimpulan ditambahkan saran untuk pengembangan penelitian ini oleh peneliti lain
di masa mendatang.