Anda di halaman 1dari 25

MAKALAH BIOLOGI SEL

SEL TUMBUHAN

Dibuat sebagai salah satu upaya


Pemenuhan tugas dan kewajiban sebagai mahasiswa

OLEH :

AMINAH MARLINA HASIBUAN (4163341006)

AULIA SARI NURIZA (4163341011)

ELFRIDA ELISABETH TESALONIKA SIANIPAR (4163341021)

JURUSAN BIOLOGI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr.wb

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa , yang telah memberikan
kesempatan dan kesehatan kepada penulis sehingga penulis mampu menyelesaikan makalah
yang berjudul sel tumbuhan dengan baik.

Makalah ini dibuat untuk memberikan informasi kepada para pembaca, khususnya
kepada kita calon guru supaya dapat mengaplikasikan berbagai ilmuyang telah dipaparkan pada
pembahasan makalah ini. Dan penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini banyak
sekali di temukan kekurangan bahkan kesulitan yang mungkin kurang sesuai di hati para
pembaca, dan untuk itu penulis banyak meminta saran dan masukan kepada para pembaca
sehingga penulis mampu mengembangkan makalah ini menjadi karya tulis yang berguna.

Penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing kami, karena
arahan dan kesabaran ibu, penulis mampu menyelesaikan makalah ini. Dan penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung penulis, sehingga penulis
terdorong untuk menulis makalah dengan baik. Dan atas partisipasi dosen, dan para tema-teman,
penulis mengharapkan semoga ibu pembimbing dan teman-teman di berkahi dan diridhoi oleh
tuhan Yang Maha Esa.

Assalamualaikum wr.wb

Medan, 31 Agustus 2017

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................. i


DAFTAR ISI............................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ....................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 2
1.3 Tujuan ................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sel ........................................................................................ 3

2.2 Struktur Sel Tumbuhan ......................................................................... 5

2.3 Jenis- Jenis Sel Tumbuhan .................................................................... 6

2.4 Karakteristik Sel Tumbuhan ................................................................. 7

2.5 Struktur dan Fungsi Sel Tumbuhan ...................................................... 9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan .......................................................................................... 20

3.2 Saran .................................................................................................... 20

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 22

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Makhluk hidup merupakan hal yang tidak asing lagi kita dengar. Sebagaimana makhluk
hidup sangat banyak kita temukan keanekaragamannya. Namun, jika kita mengkaji lebih dalam
maka kita akan menemukan banyak sekali kekaguman di dalamnya seperti sel. Sel merupakan
unit structural dan fungsional makhluk hidup.

Saat ini perhatian biologi terhadap pengenalan sel semakin mendalam. Dan ketertarikan pada
sel beserta molekul-molekulnya menjadikan banyak ilmuan yang meneliti sel. Setelah
ditemukanya mikroskop oleh Antonie Van Leeuwenhoek memberi imbas kepada perkembangan
sel yang semakin cepat dan pesat.

Teori tentang sel pertama kali dikemukakan oleh ahli botani Jerman Jacob Schleiden (1804-
1880) mengemukakan bahwa semua tubuh tumbuhan terdiri dari sel-sel. Setahun kemudian
pendapat ini di perluas oleh T. Schwaan (1810 1882 ) mengemukaka bahwa makhluk hidup
tersusun dari sel-sel. Sedangkan menurut R.Virchow (1821 1912 ) sel hanya terjadi dari sel
yang sudah ada.

Sel yang merupakan kumpulan materi yang paling sederhana dan mampu menyusun dan
melakukan aktifikas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan
kehidupan yang berlangsung di dalam sel. Seluruh tubuh organisme berasal dari hasil
pembelahan satu sel.

Di dalam sel juga kita dapat menemukan organel-organel sel yag memiliki benu dan fungsi
yang berbeda. Sel tumbuhan dan sel hewan juga memiliki perbedaan. Untuk mengetahui
perbedaan dan juga bentuk fungsi dan bagian-bagian sel tersebut, maka aka di bahas lagi pada
bab 2.

1
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian dari sel?
2. Mengapa sel dikatakan unit sruktural dan fungsional?
3. Mengetahui fungsi dari organel-organel sel?

1.3 Tujuan
1. Mampu menjelaskan dan mendorong para pembaca untuk lebih menghargai dan juga
lebih memahami materi sel yang merupakan unit structural dan fungsional makhluk
hidup
2. Mampu mendeskripsikan bentuk sel dan juga mengetahui fungsi dari organel-organel sel
tersebut
3. Agar siswa dapat mengetahui tentang pengertian dari sel tumbuhan secara terperinci
4. Agar mahasiswa mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan unit structural dan
fungsional sel tumbuhan
5. Agar mahasiswa mengetahui fungsi dari organel-organel sel tumbuhan

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sel Tumbuhan

Ilmu yang mempelajari sel disebut sitologi. Semua organisme yang hidup terdiri atas sel,
dapat berupa organisme tunggal (uniselular) atau multiselular (bersel banyak). Setiap sel
merupakan unit fungsional dan structural dari bentuk hidup dan merupakan unit terkecil.

Istilah sel (cellula=dalam bahasa Latin) pertama kali digunakan oleh Robert Hooke
pada tahun 1665, pada saat sel pertama kali ditemukan dengan menggunakan syatan gabus botol
(Quercus suber) yang diamati di bawah Mikroskop, diketahui bahwa gabus tersebut tersusun
oleh ruang ruang kecil yang dikelilingi oleh dinding.

Terdapat beberapa pengertian sel menurut para ahli.Pertama, menurut Mathias Schleiden
seorang ahli anatomi tumbuhan dan Theodor Schwann seorang ahli anatomi hewan. Mereka
menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan struktural kehidupan.

Kedua, menurut Max Schultze dan Thomas Huxley. Mereka berpendapat bahwa setiap
aktivitas yang dilakukan oleh sel menggambarkan aktivitas yang terjadi di dalam tubuh makhluk
hidup. Berdasarkan pendapat itu, mereka berdua mengatakan bahwa sel merupakan satu kesatuan
fungsional kehidupan.

Ketiga, menurut Rudolf Virchow yang menyatakan bahwa sel merupakan kesatuan
pertumbuhan. Namun, pendapat ini berubah setelah ditemukannya gen di dalam inti sel.
Berdasarkan hasil penemuan itu kemudian meuncullah teori yang menyatakan bahwa sel
merupakan kesatuan heriditas dari makhluk hidup.

Keempat, menurut Walther Flemming dan Eduard Strasburger. Mereka menemukan


bahwa sel berkembang biak dengan cara membelah diri. Sehingga dikatakan bahwa sel
merupakan kesatuan reproduksi dari makhluk hidup.

3
Secara mudah, pengertian sel adalah bagian terkecil dari makhluk hidup. Jadi sel
tumbuhan adalah bagian terkecil dari tumbuhan. Berdasarkan teori-teori di atas didapatkan
sebuah kesimpulan mengenai fungsi sel-sel tumbuhan.

Fungsi sel tumbuhan tersebut antara lain adalah

1. Sebagai penyusun tubuh tumbuhan


2. Penggerak seluruh aktivitas di dalam tubuh tumbuhan,
3. Berkaitan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan pada tumbuhan,
4. Pembawa sifat genetik pada tumbuhan, dan
5. Berkaitan dengan reproduksi tumbuhan.

Sel tumbuhan merupakan kelompok sel eukariotik, sel eukariotik yaitu kelompok sel yang
mempunyai materi genetik (DNA) yang dibaluti atau dibungkus oleh membran. Sel tumbuhan
mempunyai struktur yang khas dibandingkan dengan sel eukariotik lain.

Perbedaan yang paling mendasar yaitu bentuk sel tumbuhan yang kaku. Bentuk ini
didapatkan dari dinding sel yang berada paling luar di sel tumbuhan. Dinding sel tersusun atas
senyawa selulosa, pektin, hemiselulosa, dan lignin yang akan menguatkan struktur tumbuhan.

Meskipun hewan dan tumbuhan sama-sama memiliki eukariota, mereka berbeda dalam fitur
karakteristik tertentu. Misalnya, sel tumbuhan mempunyai dinding sel yang berkembang dengan
baik dan vakuola besar, sedangkan sel hewan tidak mempunyai struktur tersebut. Selain
perbedaan dalam bentuk struktur, di dalam sel hewan terdapat sentriol dan filamen tengah
dimana ini tidak ditemui di sel tumbuhan.

Ciri khas sel tumbuhan yaitu terdiri dari organel dan sitoplasma, dimana semua organel
(kecuali inti sel atau neukleus) dan struktur subselular yang ada di dalam sitoplasma akan
tertutup oleh membran sel atau dinding sel sebagai lapisan pelindung.

4
2.2 Struktur Sel Tumbuhan

Sel-sel tumbuhan dewasa berbeda satu dengan yang lain dalam ukuran, bentuk, struktur
dan fungsinya. Walaupun demikian semua sel tumbuhan memiliki persamaan dalam beberapa
segi sehingga dapat dibanyangkan suatu hipotesis sebuah sel yang segi-segi dasarnya ada dalam
bentuk yang secara nisbi tidak termodifikasi. Sel hipotesis ini seperti disajikan pada gambar 1,
terdiri atas tiga bagian : (1) Membran sel yang dibagian luarnya di selubungi oleh dinding sel,
(2)selapis protoplasma yang melapisi dinding itu dan disebut protoplas, dan (3) rongga yang
disebut vakuola sentral yang menempati bagian terbesar ruang di dalam sel.

5
2.3 Jenis-Jenis Sel Tumbuhan

1. Sel Parenkim

Sel parenkim adalah sel yang memiliki beberapa fungsi mulai dari penyimpanan, dukungan
terhadap fotosintesis, tempat berikatnya floem. Selain xilem dan floem yang terikat dengan sel
parenkim, daun juga terdiri dari sel-sel parenkim. Beberapa sel parenkim, seperti pada epidermis,
berfungsi untuk penetrasi cahaya dan mengatur pertukaran gas. Sel parenkim memiliki dinding
sel yang tipis dan permeabel yang memungkinkan pengangkutan molekul kecil di dalamnya.

Sel parenkim juga dapat tumbuh menjadi duri yang mencegah hewan herbivora
memakannya. Sel parenkim yang mengandung banyak kloroplas dan berperan penting dalam
proses fotosintesis disebut sel klorenkim. Sebagian besar sel parenkim di umbi kentang dan
kotiledon dari biji kacang-kacangan memiliki fungsi penyimpanan.

2. Sel Kolenkim

Sel kolenkim hidup saat sudah dewasa dan hanya memiliki sebuah dinding primer. Sel-sel ini
sudah matang dan berasal dari meristem yang awalnya menyerupai sel parenkim. Plastidanya
tidak berkembang dan organel sekretorik (retikulum endoplasma dan badan golgi) berproliferasi
untuk mengeluarkan dinding primer tambahan. Dinding ini tebal di bagian sudutnya di mana tiga
atau lebih sel saling bersentuhan dan tipis di bagian di mana hanya terdapat dua sel yang
bersentuhan.

Pektin dan hemiselulosa adalah kandungan utama dinding sel kolenkim dari tumbuhan
berbiji terbuka (angiosperma). Sel kolenkim biasanya cukup memanjang dan melintang.
Tujuannya adalah untuk memberikan fleksibilitas. Dinding selnya tidak mengandung lignin
sehingga menjadi kaku.

3. Sel Sklerenkim

Sel sklerenkim adalah sel yang keras dan tangguh yang memberikan kekuatan pada
tumbuhan. Sel ini terdiri dari sklereid dan serat. Terdapat dinding sekunder yang mengandung
6
lignin sehingga kedap air. Dengan demikian, sel-sel ini tidak dapat bertahan lama karena tidak
dapat melakukan pertukaran zat untuk melakukan metabolisme. Sel sklerenkim biasanya akan
mati pada waktu tertentu, sitoplasma akan hilang, dan meninggalkan rongga kosong.

4. Sel Xilem

Sel xilem adalah sel yang mengalami lignifikasi dinding sel. Sel ini berfungsi untuk
mengangkut air dan zat hara dari tanah (akar) menuju daun untuk melakukan fotosintesis. Sel
xilem pertama kali muncul pada tanaman sejak 425 juta tahun yang lalu.

5. Sel Floem

Sel floem adalah sel yang menyusun jaringan khusus untuk transportasi zat-zat makanan
pada tumbuhan tingkat tinggi. Yang di transportasikan terutama sukrosa. Sel floem terdiri dari
dua jenis sel yaitu tabung saringan dan sel pendamping. Pada tabung saringan tidak terdapat inti
sel dan ribosom dan metabolismenya diatur oleh sel pendamping. Sedangkan sel pendamping
terhubung ke tabung saringan melalui plasmodesmata. Lumut tidak memiliki floem.

6. Sel Epidermis

Sel epidermis tanaman adalah sel parenkim khusus yang terdapat di seluruh permukaan daun, batang,
dan akar. Pada tumbuh-tumbuhan tingkat tinggi, epidermis adalah lapisan jaringan, biasanya setebal satu
lapis sel saja, yang menutupi permukaan organ, seperti daun, batang, akar, dan bunga. Epidermis biasanya
tipis, tidak memiliki klorofil, dan pada permukaan yang menghadap ke luar terlapisi oleh kutin yang
menghasilkan kutikula atau lapisan malam

2.4 Karakteristik Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan memiliki bagian-bagian khusus yang membedakannya dengan sel hewan atau
sel eukariot yang lain. Berikut adalah organel yang hanya terdapat pada sel tumbuhan:

Sebuah vakuola berukuran besar yang volumenya dipenuhi oleh air dan dilapisi oleh
membran yang disebut tonoplas. Fungsi tonoplas adalah untuk mempertahankan sel

7
turgor, mengontrol pergerakan molekul antara sitosol dan getah tumbuhan, menyimpan
zat-zat berguna, dan mencerna limbah protein dan organel.

Sebuah dinding sel yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa, pektin, dan beberapa
mengandung lignin. Dihasilkan oleh protoplas di luar membran sel. Hal ini berkebalikan
dengan dinding sel jamur yang terbuat dari kitin dan bakteri yang terbuat dari
peptidoglikan.

Jalur komunikasi khusus antar sel yang dikenal sebagai plasmodesmata yang berupa pori-
pori di dinding sel yang menghubungkan plasmalema di sel satu ke retikulum
endoplasma di sel lain.

Plastida yang terdiri dari kloroplas, kromoplas, dan leukoplas. Kloroplas mengandung
klorofil yang berguna untuk menyerap sinar matahari dan memungkinkan tanaman untuk
membuat makanan sendiri dalam proses yang dikenal sebagai fotosintesis. Kromoplas
untuk melakukan sintesis dan menyimpan pigmen. Leukoplas adalah bagian plastida
yang tidak berwarna dan berguna untuk menyimpan cadangan makanan.

Pembelahan sel yang dilakukan dengan pembentukan phragmoplas sebagai dasarnya.

Sel kelamin jantan lumut dan pteridophyta, sikas, dan ginkgo memiliki flagela yang
serupa dengan sel pada hewan. Namun pada tumbuhan yang lebih kompleks (seperti
gymnospermae dan tanaman berbunga) tidak terdapat flagela dan sentriol yang biasanya
terdapat di dalam sel hewan.

8
2.5 Struktur Dan Fungsi Sel Tumbuhan

1. Dinding sel

Sel tumbuhan terdiri atas protoplas yang terselubungi oleh dinding sel. Dinding sel
tumbuhan memiliki struktur yang kompleks dengan memiliki tiga bagian fundamental yang
dapat dibedakan yaitu lamela tengah, dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Semua sel
memiliki lamela tengah dan dinding sel primer, sedangkan dinding sel sekunder hanya pada sel-
sel tipe tertentu.

Lamela tengah adalan suatu lapisan perekat antar sel yang menyekat dinding primer dua
buah sel yang bersebelahan. Lapisan ini sebagian besar terdiri atas air dan zat-zat pectin yang
bersifat koloid dan bersifat plastik (dapat mudah dibentuk) sehingga memungkinkan gerakaan
antar sel dan penyesuaiannya yang diperlukan sebelum sel-sel dapat mencapai ukuran dan bentuk
dewasa.

Dinding sel primer adalah dinding sel sejati pertama yang dibentuk oleh sebuah sel baru.
Walaupun air, zat-zat pektin dan protein banyak dijumpai di dalamnya, dinding sel primer
terutama terdiri atas selulosa dan hemiselulosa. Pada kondisi tertentu dinding sel dapat menebal
sehingga memenuhi ruang dalam sel. Zat-zat pembentuk dinding sel tambahan ini disebut
dinding sel sekunder yang terdiri atas dua atau lebih lapisan yang terpidah-pisah. Sel yang
memiliki dinding sel sekunder volumenya tidak dapat bertambah dengan pertumbuhan

9
permukaan atau kembali ke kondisi awal/dinding sel primer. Penyusun dinding sel sekunder
sebagian besar selulosa dan zat-zat lain khususnya lignin (zat kayu).

Lignifikasi tidak terlalu mengganggu permeabilitas dinding sel terhadap air dan bahan-bahan
terlarut, akan tetapi mengubah sifat fisik dan kimiawi dinding sel. Dinding sel yang terlignifikasi
menjadi lebih keras dan lebih tahan terhadap tekanan dari pada dinding sel yang berselulosa.

2. Nukleus (Inti Sel)

Nukleus adalah inti sel yang memiliki membran inti dengan susunan molekul sama dengan
membran sel yaitu berupa lipoprotein. Pori-pori pada membran inti memungkinkan hubungan
antara nukleoplasma dan sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah sebagai pusat yang
mengontrol kegiatan sel dan mengandung bahan-bahan yang menentukan sifat-sifat turun-
temurun suatu organisma. Didalam inti sel tersusun atas tiga komponen yaitu :

Nukleoulus (anak inti) yang berfungsi untuk menyintesis berbagai macam molekul RNA
(asam ribonukleat) yang digunakan dalam perakitan ribosom. Nukleoplasma (cairan inti)
merupakan cairan yang tersusun dari protein

Butiran kromatin yang terdapat pada nukleoplasma, yang dapat menebal menjadi struktur
seperti benang yaitu kromosom yang mengandung DNA (asam deoksiribonukleat) yang
berfungsi menyampaikan informasi genetik melalui sintesa protein.

10
3. Plastida (Kloropas)

Plastida adalah organel sitoplasma yang tersebar pada sel tumbuhan dan terlihat jelas di
bawah mikroskop sederhana. Plastida sangat bervariasi ukuran dan bentuknya, pada sel-sel
tumbuhan berbunga biasanya berbentuk piringan kecil bikonveks. Meskipun macam-macam
plastida dihubungkan dengan fungsi-fungsi fisiologis yang tetap, namun macam tersebut
diklasifikan berdasarkan warnanya yaitu :

Leukoplast (tidak berwarna): biasanya lazim terdapat dalam sel-sel yang tidak terkena
cahaya matahari, misalnya pada jaringan yang terletak sangat dalam pada bagian
tumbuhan baik di atas maupun di dalam tanah. Fungsinya adalah sebagai pusat sintesis
dan penyimpanan makanan cadangan seperti pati.
Kloroplast yang mengandung klorofil yaitu suatu campuran pigmen yang memberi warna
hijau pada tumbuhan. Fungsinya adalah menangkap energi cahaya yang diperlukan untuk
proses potosintesis.
Kromoplast yang mengandung pigmen-pigmen lain yang menentukan timbulnya warna
merah, jingga dan kuning pada bagian-bagian tumbuhan. Fungsinya masih belum jelas,
tetapi berhubungan dengan kemasakan buah dari mulai hijau sampai dengan berwarna
merah berhubungan dengan penurunan dan peningkatan jumlah kromoplast.

11
4. Ribosom

Ribosom adalah organel kecil bergaris tengah 17 20 mikron yang tersusun oleh RNA
ribosom dan protein. Ribosom terdapat pada semua sel hidup dan terdapat bebas dalam
sitoplasma atau melekat pada REK. Tiap ribosom terdiri atas dua sub unit yang saling
behubungan dalam suatu ikatan yang distabilkan oleh ion magnesium. Ribosom berfungsi untuk
sintesis protein, dimana pada waktu sintesis protein, ribosom mengelompok membentuk
poliribosom (polisom).

5. Mitokondria

Mitokondria adalah organel sel penghasil energi sel. Mitokondria mempunyai dua lapisan
membran, yaitu membran dalam dan membran luar. Membran luar memiliki permukaan halus,
12
sedangkan membran dalam berlekuk-lekuk yang disebut kista. Mitokondria adalah struktur yang
mampu bereproduksi sendiri. Pada pembelahan sel, semua kitokondria membelah diri,
setenganhnya menuju ke sel anak yang satu dan setengahnya ke sela anak yang lain. Mitokondria
mengandung enzim-enzim untuk fosforilasi oksidatif dan sistem transpor electron. Pada bagian
membran dalam dihasilkan enzim pembuatn ATP dan protein yang diperlukan untuk pernafasan
antar sel.

Membran dalam mitokondria terbagi menjadi dua ruang yaitu :

Ruang intermembran yaitu ruangan diantara membran luar dan membran dalam.
Membran luar dapat dilalui oleh semua molekul kecil tetapi tidak dapat dilalui protein
dan molekul besar.
Matriks mitokondria : merupakan ruangan yang diselubungi oleh membran dalam.
Didalam matriks tersebut tahapan metabolisme terjadi, mengandung enzim untuk siklus
Krebs dan oksidasi asam lemak, mengandung banyak butiran protein dan DNA, ribosom
dan beberapa jenis RNA. Mitokondria dapat menyintesis protein sendiri karena memiliki
DNA, RNA dan ribosom.

6. Badan golgi (Aparatus Golgi)

Badan golgi adalah sekelompok kantong (vesikula) pipih yang dikelilingi membran. Organel
ini terdapat hampir di semua sel eukariotik. Badan golgi pada sel tumbuhan biasa disebut
diktiosom. Badan golgi dibangun oleh membran yang berbentuk sisterna, tubulus dan vesikula.

13
Sisterna mebentuk pembuluh halus (tubulus). Dari tubulus diepaskan kantong-kantong kecil
yang berisi bahan-bahanyang diperlukan seperti enzim-enzim atau pembentuk dinding sel.
Fungsi badan golgi dalam sel yaitu:

Membentuk kantong-kantong (vesikula) yang bersisi enzim-enzim dan bahan lain untuk
sekresi, terutama pada sel-sel kelenjar.
Membentuk membran plasma
Membentuk dinding sel
Membentuk akrosom pada sel spermatozoa yang berisis enzim untuk memecah dinding
sel telur dan pembentukan lisosom.

7. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan perluasan membran yang saling berhubungan yang


membentuk saluran pipih atau lubang seperti tabung di dalam sitoplasma. Dalam pengamatan
mikroskop, retikulum endoplasma nampak seperti saluran berkelok-kelok dan jala yang
berongga-rongga. Saluran-saluran tersebut berfungsi membantu gerakan subsatansi-subsatansi
dari satu bagainsel ke bagian sel lainnya. Dalam sel terdapat dua tipe retikulum endoplasma (RE)
yaitu retikulum endoplasma kasar (REK) dan retikulum endoplasma halus (REH).

14
Retikulum endoplasma kasar dikatakan kasar karena permukaannya diselubungi oleh
ribosom sehingga tampak seperti helaian panjang kertas pasir. Ribosom adalah tempat sintesa
protein yang hasilnya akan melekat pada retikulum endoplasma dan biasanya ditujukan untuk
luar sel. REH tidak ditempeli ribosom sehingga permukaannya nampak halus. REH memiliki
enzim-enzim pada permukaannya yang berfungsi untuk sintesis lipid, glikogen dan
persenyawaan steroid seperti kolesterol, gliserida dan hormon.

8. Vakuola

Vakuola adalah rongga besar di bagian dalam sel yang berisi cairan vakuola yang
merupakan suatu larutan cair berbagai bahan organik dan anorganik yang kebanyakan adalah
cadangan makanan atau hasil sampingan metabolisme. Vakuola diselubungi oleh selaput vakuola
yang disebut tonoplas. Umumnya vakuola tidak berwarna, namun dapat berwarna kebiru-biruan
atau kemerah-merahan karena adanya pigmen terlarut yang termasuk bahan kimia kelompok
antosianin. Pada tumbuhan muda berisi banyak vakuola berukuran kecil, akan tetapi dengan
semakin matangnya usia sel maka terbentuk vakuola yang semakin membesar. Vakuola berisi
bahan-bahan antara lain : asam organik, asam amino, glukosa, gas, garam-garam kristal, alkaloid
(nikotin, kafein, kinin, tein, teobromin, solanin dan lain-lain)

Vakuola dijuluki sebagai tangki bahan simpanan atau eksresi. Kehadiran vakuola
menjadikan sitoplasma terdorong ke pinggiran sel sehingga protoplas dekat dengan permukaan.
Dengan demikian pertukaran bahan antara sebuah sel dengan sekelilingnya menjadi lebih
efifisien. Vakuola sentral mempunyai fungsi rangka yang penting karena biasanya volume cairan
yang dikandungnya cukup besar untuk menyebabkan dinding sel bagian luar akan meregang.
Tekanan ke arah dalam pada cairan vakuola yang disebabkan oleh dinding sel yang meregang
15
tadi menimbulkan ketegaran pada dinding sel, dan karena itu juga pada sel secara keseluruhan.
Jika terjadi penghilangan cairan dalam vakuola lebih cepat dari pada penggantinya, tumbuhan
akan mengalami kelayuan, daunnya berguguran dan batangnya merunduk. Kondisi ini akan pulih
apabila vakuola segera kembali mengembung sebagai akibat penyerapan air oleh akar lebih
cepat dari pada hilangnya air dari bagian-bagian lain tumbuhan itu.

9. Peroksisom dan Glikolisosom

Peroksisom adalah kantong-kantong yang memiliki membran tunggal. Peroksisom berisi


berbagai enzim dan yang paling khas adalah enzim katalase. Fungsi enzim tersebut adalah
mengkatalisis perombakan hydrogen peroksida (H2O2). Senyawa tersebut merupakan produk
metabolisme sel yang berpotensi membahayakan sel. Peroksisom juga berperan dalam perubahan
lemak menjadi karbohidrat.

Glioksisom hanya terdapat pada sel tumbuhan mislnya pada lapisan aleuron biji padi-padian
.Aleuron merupakan bentuk dari protein atau kristal yang terdapat dalam vakuola. Glioksisom
sering ditemukan pada jaringan penyimpan lemak dari biji yang berkecambah. Gioksisom berisi
enzim pengubah lemak menjadi gula. Proses perubahan tersebut menghasilkan energi yang
diperlukan dalam perkecambahan.

16
10. Plasmodesmata

Plasmodesamata adalah benang-benang protoplasmik halus yang terletak pada tempat-tempat


tertentu pada dinding sel primer (yaitu pada noktah yang berupa bagian dinding sel yang tidak
mengalami penebalan). Plasmodesamata dapat menembus pori-pori kecil pada dinding sel primer
dan lamella tengah diantara sel-sel yang bedekatan sehingga protoplasma kedua sel dapat
berhubungan. Plasmodesmata memudahkan proses transportasi bahan-bahan dari sebuah sel ke
sel berikutnya tanpa harus melalui selaput-selaput hidup. Adanya plasmodesmata menunjukkan
bahwa tumbuhan berperilaku lebih sebagai suatu organisme tunggal dari pada sebagai
sekumpulan unit sel bebas.

17
11. Membran sel

Membran sel atau membran plasma merupakan bagian sel yang paling luar yang membatasi
isi sel dan sekitarnya. Membran ini tersusun dari dua lapisan yang terdiri dari fosfolipid (50%)
dan protein/lipoprotein (50%). Membran plasma bersifat semipermeabel atau selektif permeabel
yang berfungsi mengatur gerakan materi atau transportasi zat-zat terlarut masuk dan keluar dari
sel.

12. Sitoplasma

Sitoplasma merupakan cairan yang terdapat di dalam sel, kecuali di dalam inti sel dan
organel sel. Sitoplasma bersifat koloid yaitu tidak padat dan tidak cair. Sitoplasma terdiri atas air
yang di dalamnya terlarut banyak molekul kecil, ion dan protein. Bahan-bahan lain yang lazim
terdapaat dalama sitoplasma adalah butir minyak dan berbagai macam kristal yang dalam banyak
18
hal tersusun dari kalsium oksalat. Ukuran partikel terlarut adalah 0,001 0,1 mikron dan bersifat
transparan.

Sitoplasma terikat pada permukaan luarnya oleh sebuah selaput yang disebut plasmolema
(selaput plasma) dan pada permukaan dalamnya, yang berbatasan dengan vaakuola sentral, oleh
selaput lain yang disebut tonoplas (selaput vakuola). Plasmolema dan tonoplas sangat penting
dalam fisiologi sel-sel karena sebagian besar mengontrol pertukaran bahan antara sitoplasma dan
ruang diluar sitoplasma dan di dalam vakuola

Koloid sitoplasma dapat mengalami perubahan dari fase sol ke fase gel atau sebaliknya. Fase
sol jika konsentrasi air tinggi dan gel jika konsentrasi air rendah. Di dalam sitoplasma
terkandung organel-organel sel atau daerah pada sitoplasma hidup yang teralokasi khusus untuk
fungsi tertentu.

19
BAB III

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari isi makalah yang telah dipaparkan pada bab 2, dapat diambil kesimpulan bahwa :

Setiap sel akan membentuk jaringan dan membentuk organ yang dimana sel penyusunnya
adalah sel yang memiliki DNA atau fungsi yang sama.
Tubuh kita terdiri dari banyak sel. Dimana sel tersebut merupakan pembelahan dari sel
lainnya. Dan sel juga memiliki organel- organel yang memiliki fungsi berbeda-beda.
Adapun bebrapa organel sel dan fungsinya adalah:
1. Dinding sel : pendukung dan pelindung sel
2. Inti sel : mengendalikan seluruh kegiatan sel
3. Plastida: tempat penyimpanan cadangan makanan
4. Mitokondria : Respirasi sel
5. Ribosom : sintesis protein
6. Retikulum Endoplasma : tempat sintesis protein
7. Diktiosom : sekresi gula
8. Sferosom : sinteis lemak dan juga di dalamnya dijumpai lemak
9. Lisosom : proses hidrolisis

5.2 Saran

Menurut kami sekalu sebagai calon guru di masa yang akan dating kita hendaknya lebih
mengetahui tentang sel-sel tumbuhan dan juga setelah mempelajari tental sel tumbuhan kita di
harapkan untuk dapat lebih mengerti dan memahami tentang tumbuhan dan lingkungan di sekitar
kita dan kita seharusnya lebih mencintai alam kita karena alam merupakan ciptaan Tuhan Yang
Maha Esa yang haru skita lestarikan dan kembangkan. Dari pembuatan makalah ini, kami
menyadari masih banyaknya kekurangan. Baik itu di lihat dari segi penulisan dan juga
pemaparan materi. Untuk itu, kami banyak meminta saran kepada para pembaca. Dan jika para
20
pembaca memiliki gagasan atau pendapat yang berbeda, kami mohon kesediaan para pembaca
untuk memberikan tambahan referensi kepada kami.

21
DAFTAR PUSTAKA

Canpbell, Reece_Mithchell. 2002. Biologi.Jakarta : Erlangga

Setjo Susetyoadi. Dkk. 2004. Anatomi Tumbuhan. Malang: IMSTEP

Sumardi Issirep, pudjoarinto Agus. 1992. Struktur dan Perkembangan Tumbuhan. Yogyakarta.

Fakultas Biologi UGM

22

Anda mungkin juga menyukai