Anda di halaman 1dari 7

Bahan Makanan Campuran (BMC)

Bahan Makanan campuran (BMC) adalah campuran bahan makanan dalam perbandingan
tertentu, yang kadar zat gizinya tinggi (Departemen Kesehatan, 1979).
Bahan Makanan Campuran dapat digunakan sebagai bahan makanan tambahan dalam
menghidangkan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, agar kecukupan zat gizi yang dianjurkan
dapat terpenuhi. Untuk melengkapi kekurangan zat gizi yang terdapat dalam hidangan sehari-hari
tersebut, Bahan Makanan Campuran harus diberikan dalam jumlah yang telah diperhitungkan
(Hermana, 1976) Lebih lanjut Hermana (1997) mengemukakan bahwa BMC dapat juga
digunakan sebagai makanan bayi, sebagai pelengkap Air Susu Ibu (ASI) atau pengganti ASI,
sebagai alat pendidikan gizi untuk menunjukkan susunan hidangan yang baik. Dapt juga sebagai
bahan dalam pembuatan makanan jajajan (Widy Karya Nasional Pangan dan Gizi, 1983).
Penyusunan komposisi zat gizi BMC disesuaikan dengan kebutuhan zat gizi golongan
sasaran. Golongan sasaran yang dimaksud adalah anak balita, ibu hamil, ibu menyusui dan buruh
kasar. Dengan demikian dalam penyusunan BMC perlu memperhatikan beberapa pertimbangan
dasar (Hermana, 1976), yaitu sebagai berikut:
1. Jenis keadaan gizi kurang yang akan ditanggulangi.
2. Golongan rawan yang akan diberi BMC.
3. Kemungkinan untuk memproduksi dan mendistribusikan BMC.
4. Kemungkinan penerimaan konsumen terhadap BMC itu yang meliputi cita rasa, kesesuaian
dengan pola dan kebiasaan makan.
Lebih lanjut Hermana (1997) mengatakan bahwa dalam penyusunan BMC harus memenuhi
persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
1. Bernilai gizi tinggi, berkadar energy dan protein tinggi.
2. Merupakan sumber vitamin dan mineral.
3. Dapat diterima dengan baik cita rasanya.
4. Harga terjangkau oleh daya beli golongan sasaran.
5. Dapat dibuat dari bahan-bahan makanan yang dihasilkan setempat.
6. Daya tahan simpannya cukup selama waktu peredaran sampai dikonsumsi.
Dalam penyusunan BMC harus memperhatikan pola kecukupan asam amino menurut
kelompok umur yang telah ditetapkan ole FAO/WHO/UNU (1980) yang dapat dilihat pada Tabel
1.

Bahan makanan campuran dapat disusun dengan menggunakan dua, tiga, atau empat bahan
makanan. Bahan utamanya sumber kalori. Bahan-bahan lain ditambahkan untuk melengkapi
asam amino yang jumlahnya sedikit dalam bahan utama. Bahan-bahan utamapun dapat
melengkapi asam amino dalam bahan makanan lain (Mohamad, 1979).
Di Negara-negara berkembang bahan makanan campuran terdiri dari kedelai atau kacang-
kacangan sebgai sumber protein, sedangkan beras atau serealia lain merupakan sumber energy.
Selain itu umbi-umbian seperti ubi kayu, bi jalar dapat dijadikan sumber energy ( Hermana dkk,
1977).
Dalam menyusun BMC, semakin banyak bahan makanan yang digunakan akan semakin baik
nilai gizinya. Jenis BMC yang dapat disusun menurut Jelliffe (1967) dapat dilihat pada Tabel 2.

Bahan Makanan Campuran (BMC) terbuat dari bahan kacang-kacangan dan tepung tempe
yang diformulasikan sehingga memenuhi kecukupan nilai kalori dan gizi. Tempe merupakan
hasil fermentasi kedele dan sudah sangat dikenal dengan keunggulannya baik nilai gizi maupun
dari kandungnan bioaktifnya yang bermanfaat untuk kesehatan. Kegunaannya yaitu sebagai
bahan makanan campuran untuk membuat berbagai kue basah dan kering. Keuntungan
teknis/ekonomis yaitu tahan lama, daya cerna protein tinggi, cocok untuk anak-anak dan manula,
dan bergizi tinggi dengan kalori tinggi.
Penelitian Lembaga Gizi ASEAN menyimpulkan, tempe dapat digunakan dalam pembuatan
bahan makanan campuran untuk menanggulangi masalah kekurangan kalori, protein, dan
penyakit diare pada anak balita. Sepotong tempe goreng (50 gram) sudah cukup untuk
meningkatkan mutu gizi 200 g nasi. Bahan makanan campuran beras-tempe, jagung-tempe,
gaplek-tempe, dalam perbandingan 7:3, sudah cukup baik untuk diberikan kepada anak balita.
Program pangan UPT BPPTK LIPI merupakan lanjutan kegiatan pengembangan yang telah
dilaksanakan oleh ex UPT BBOK LIPI dan mengimplementasikan hasil kegiatan penelitian
Pusat Penelitian Kimia LIPI. Salah satunya yaitu menyempurnakan bentuk produk akhir
makanan untuk perbaikan gizi anak usia sekolah dengan komponen utama tepung tempe. Bentuk
produk yang telah diluncurkan adalah kue kudapan.

Produk
Tepung BMC Tempe
Tepung BMC Tempe merupakan tepung campuran dari tepung tempe dan bahan lokal lainnya
(tepung beras, tepung kacang hijau dll). Tepung BMC Tempe ini dapat dibuat menjadi produk
makanan (kudapan) yang dapat digunakan dalam Program Pemberian Makanan Tambahan
(PMT) bagi anak usia sekolah maupun balita. Kudapan yang dibuat dari BMC Tempe,
dinyatakan telah memiliki nilai gizi sesuai dengan persyaratan program PMT-AS (Inpres No.1
Tahun 1997 ayat III) yaitu mengandung 300 Kal dan 5 g protein. Produk BMC Tempe ini telah
digunakan untuk memperbaiki keadaan gizi anak sekolah maupun balita. Kandungan zat gizi
dalam 100 g Tepung BMC Tempe yaitu energi 375 Kal, protein 16%, lemak 2,5%, karbohidrat
71,7%, vitamin B1, B2, B12, zat besi, kalsium, dan kalium.

Tepung tempe memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Dalam 100 gram tepung
tempe terkandung 46,1 gram protein.
Bahannya, 250 gram margarin, 45 gram cokelat bubuk, 325 gram gula pasir halus , 50
gram tepung terigu, 50 gram tepung tempe, 200 gram singkong, 4 butir telur ayam, garam,
vanili, dan baking powder secukupnya.
Cara membuat Brownies Tempe, siapkan gula dalam wadah. Panaskan margarin,
tuangkan margarin yang masih panas ke dalam gula kemudian kocok hingga rata. Lalu
tambahkan telur ayam satu per satu, dan dikocok lagi hingga rata dan naik. Masukkan tepung
terigu, tepung tempe, cokelat bubuk, baking powder, vanili dan garam, lalu diaduk hingga rata.
Kemudian tambahkan setengah bagian singkong parut kasar ke dalam adonan dan aduk hingga
rata. Tuangkan adonan ke dalam loyang ukuran 25 x 25 cm, taburi dengan sisa singkong parut.
Terakhir masukan ke dalam panci kukus, dan kukus 35 menit.
Nilai Gizi untuk satu resep; energi 4664 kalori, protein 86,3 gram, lemak 264 gram,
karbohidrat 519 gram. Satu resep tadi dapat menghasilkan 16 potong kue. Nilai gizi per satu
potong, energi 291 kalori, protein 5,4 gram, lemak 16,5 gram, karbohidrat 32,44 gram.

Daftar Pustaka:

Muchtadi, Deddy. Nutrifikasi Pangan.Program Studi Ilmu Pangan Program Pasca


Sarjana IPB.1993

Suharti.Optimasi Penyusunan Formula Bahan Makanan Campuran (BMC) Untuk


Anak Balita dengan Bahan Dasar Tepung Ubi Kayu.Gizi Masyarakat dan Sumberdaya
Keluarga.IPB.1991

http://tiknan.blogspot.com/2011/01/tips-cara-mengolah-bekatul-menjadi.htm


http://bpptk.lipi.go.id/bpptk2/index.php?option=com_content&view=article&id=59&Ite
mid=67

http://siti-haryati.blogspot.com/

nenden blog
Konsultasi Gizi

Rabu, 17 Desember 2008


Gizi Bayi Sapihan

A. Definisi
Menyapih, secara harfiah berarti membiasakan. Hal ini menerangkan suatu proses dimana bayi
secara perlahan-lahan dibiasakan dengan makanan orang dewasa. Selama masa tersebut makanan
anak berubah secara perlahan dari hanya ASI menjadi campuran antara ASI dan makanan lain
yang berbentuk padat. Akan tetapi ASI harus tetap diberikan selama mungkin.

Permulaan proses penyapihan merupakan awal dari suatu perubahan besar bagi bayi dan ibunya.
Hubungan yang sangat erat antara mereka, yang dimulai dalam rahim ibu dan dilanjutkan setelah
bayi lahir, mulai melemah dan ini harus merupakan proses yang berjalan secara perlahan. Pada
beberapa daerah, seringkali pemberian ASI dihentikan secara tiba-tiba bila si ibu hamil, atau
merasa telah hamil lagi. Masalah yang lebih serius akan terjadi bila bayi dipisahkan dari ibunya.
Pengaruh psikologis dan gizi akibat perlakuan ini akan sangat berbahaya.

Penyapihan adalah masa berbahaya bagi bayi dan anak kecil. Insidensi penyakit infeksi, terutama
diare, lebih tinggi pada proses ini dibandingkan dengan masa sebelumnya dalam kehidupan bayi.
Hal ini disebabkan oleh terjadinya perubahan konsumsi ASI yang bersih dan mengandung faktor
anti-infeksi, menjadi makanan yang seringkali disiapkan, disimpan dan diberikan pada anak
dengan cara yang tidak higienis.

B. Usia Pertama Menyapih


Memasuki usia 4-6 bulan bayi telah siap menerima makanan bukan cair karena telah tumbuh gigi
dan lidah tidak lagi menolak makanan setengah padat. Di samping itu, lambung juga telah lebih
baik mencerna zat tepung. Tidak bijaksana untuk memberikan makanan tambahan kepada anak
pada umur kurang dari empat bulan karena adanya risiko kontaminasi yang sangat tinggi.
Terdapat bahaya gastroenteritis yang merupakan penyakit serius pada anak. Pemberian makanan
tambahan akan mengurangi produksi ASI karena si anak menjadi jarang menyusu.

Tujuan pemberian makanan tambahan adalah sebagai komplemen terhadap ASI agar anak
memperoleh cukup energi, protein, dan zat-zat gizi lain (vitamin dan mineral) untuk tumbuh dan
berkembang secara normal. Hal yang sangat penting untuk diperhatikan agar pemberian ASI
dilanjutkan terus selama mungkin karena ASI memberikan sejumlah energi dan protein yang
bermutu tinggi, di samping terjadinya kontak yang terus menerus antara ibu dengan bayinya.
Semakin erat hubungan antara si ibu dengan bayinya, semakin mudah si ibu mengenali
kebutuhan bayinya. Oleh karena itu, penyapihan yang mendadak sebaiknya dihindari, termasuk
meninggalkan atau menitipkan bayi pada orang lain dalam waktu lama.

C. Cara Memberikan Makanan Sapihan


Untuk mengajar anak mengunyah dan terbiasa dengan makanan baru, pertama-tama berikan satu
atau dua sendok teh makanan tambahan (weaning foods), apakah yang dipersiapkan sendiri dari
serealia (misalnya tepung beras), kacang-kacangan atau buah-buahan (misalnya pisang ambon
yang dikerok), atau produk hasil olahan industri (bubur bayi).

Berikan makanan tambahan tersebut sehabis bayi menyusu. Tetapi bila si bayi tidak mau
memakannya, mungkin ia mau mencobanya sebelum menyusu, sewaktu ia lapar. Tunggu
beberapa hari sampai si bayi terbiasa dengan satu jenis makanan sebelum memperkenalkan
dengan makanan yang baru. Gunakan sendok untuk menyuapi anak karena mudah dibersihkan
sehingga lebih aman dibandingkan dengan menggunakan tangan. Secara perlahan tambahkan
jumlah makanan yang diberikan.
Jangan memaksa anak untuk memakannya dan jangan marah bila ia memuntahkan kembali
makanannya. Ia harus terbiasa dengan tekstur dan rasa yang baru serta alat makan (sendok) yang
baru pula. Cobalah setiap hari sampai si anak dapat menerimanya dengan baik.

Hanya makanan yang dimasak segar atau dikupas dan dicuci segar yang harus diberikan. Tangan
ibu dan bayi harus dicuci sebelum memegang makanan. Peralatan makan harus dicuci dengan
baik, dididihkan bila memungkinkan, dikeringkan di bawah sinar matahari dan disimpan dalam
keadaan tertutup.

Makanan harus ditutup untuk mencegahnya dari kontaminasi kotoran dan insekta. Bubur harus
dididihkan selama beberapa menit untuk menghancurkan bakteri patogen yang mungkin telah
mengkontaminasi. Makanan yang sudah dimasak jangan disimpan lewat dari 1-2 jam pada suhu
ruang yang panas, kecuali beberapa jenis makanan yang telah benar-benar dididihkan dapat
disimpan pada tempatyang sejuk dalam keadaan tertutup. Makanan yang telah tersimpan selama
semalam jangan diberikan lagi pada bayi, kecuali bila disimpan dalam lemari es.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemberian makanan tambahan pada bayi
adalah sebagai berikut:
1. Makanan bayi (termasuk ASI) harus mengandung semua zat gizi yang diperlukan oleh bayi.
2. Makanan tambahan harus diberikan kepada bayi yang telah berumur 4-6 bulan sebanyak 4-6
kali/hari.
3. Makanan padat pertama harus bertekstur sangat halus dan licin. Bayi perlahan-lahan akan
akan siap menerima makanan yang bertekstur lebih kasar.
4. Bubur saring baru boleh diberikan bila bayi telah tumbuh gigi, dan makanan cincang setelah
bayi pandai mengunyah.
5. Sekali makanan dapat diterima dengan baik, berikan makanan tambahan tersebut setelah bayi
menyusu. Dengan cara ini bayi akan terus menyusu dengan kuat pada payudara sehingga
produksi ASI tidak akan menurun.

D. Bahan Makanan Sapihan


Bahan yang dipilih untuk membuat makanan sapihan sebaiknya mudah didapat, harganya murah,
paling sering dimakan (merupakan bagian dari apa yang dimakan oleh anggota keluarga yang
lebih besar dan dewasa), dan sebaiknya diolah dengan resep lokal. Kini di toko dan apotek,
bahkan di warung, telah banyak tersedia makanan bayi instant. Akan tetapi, harga makanan
tersebut relatif mahal dan nilai gizinya pun kalah jika dibandingkan dengan makanan yang diolah
dengan resep lokal.

Campuran bahan pangan untuk makanan bayi terdiri dari dua jenis:
1. Campuran dasar (basic mix), terdiri dari serealia (biji-bijian) atau umbi-umbian dan kacang-
kacangan. Campuran ini belum memenuhi kandungan zat gizi yang lengkap sehingga masih
perlu tambahan zat gizi yang lainnya, terutama vitamin dan mineral.
2. campuran ganda (multi mix), terdiri dari empat kelompok bahan pangan berikut.
Makanan pokok sebagai bahan pangan utama dan merupakan sumber karbohidrat.
Lauk-pauk (hewani maupun nabati) sebagai sumber protein, misalnya susu, daging sapi, ayam,
ikan, telur, dan kacang-kacangan.
Sumber vitamin dan mineral, berupa sayuran dan buah-buahan yang berwarna (terutama hijau
tua dan jingga).
Tambahan energi berupa lemak, minyak atau gula yang berfungsi untuk meningkatkan
kandungan energi makanan campuran.

E. Frekuensi Pemberian
Pemberian pertama cukup dua kali sehari, satu atau dua sendok teh penuh. Kebutuhan bayi akan
meningkat sejalan dengan tumbuh kembangnya. Jika bayi telah menggemari makanan baru
tersebut, ia akan mengonsumsi 3-6 sendok besar penuh setiap kali makan. Akan tetapi, bayi tetap
membutuhkan ASI.

Pada usia 6-9 bulan bayi setidaknya membutuhkan empat porsi. Apabila belum cukup, berilah ia
makanan selingan misalnya pisang atau biskuit. Buah-buahan merupakan makanan selingan yang
sempurna. Bayi memerlukan sesuatu untuk dimakan setiap 2 jam, begitu ia terbangun.

Menginjak usia 9 bulan bayi telah mempunyai gigi dan mulai pandai mengunyah makanan.
Sekitar usia 1 tahun bayi sudah mampu memakan makanan orang dewasa. Pada saat itu ia makan
4-5 kali sehari. Anak usia 2 tahun memerlukan makanan separuh takaran orang dewasa.

Diposkan oleh nenden_the@ di Rabu, Desember 17, 2008 0 komentar Link ke posting ini

Label: Konsultasi Gizi

Beranda
Langganan: Entri (Atom)

Blog Archive
2008 (1)
o Desember (1)
Gizi Bayi Sapihan

About Me

nenden_the@
Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Lihat profil lengkapku

http://nendenpuspitawati.blogspot.com/