Anda di halaman 1dari 19

BAHAN AJAR FLUIDA DINAMIK

KELAS : XI IPA

Disusun oleh Nurkhodijah


KOMPETENSI INTI

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 : Mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli,


santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai,
responsif dan pro-aktif) dan menunjukan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan
diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual,


prosedural dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan,
dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan
pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai
dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah


abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR

1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan


dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan
yang menciptakannya
Indicator :
1.1.1 Mengerjakan shalat duha saat istirahat

1.1.2 Ikut melaksanakan hapalan suroh pada waktu yang


dijadwalkan
1.1.3 Mengucapkan salam saat masuk dan keluar dari kelas
1.1.4 melaksanakan shalat berjamaah saat waktu yang dijadwalkan

1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik benda


titik dan benda tegar,fluida,gas dan gejala gelombang
Indicator :
1.2.1 Mengucapkan istigfar saat ada bencana alam
1.2.2Bersukur terhadap tuhan atas apa yang dicapainya

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif;


jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka;
kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan
percobaan dan berdiskusi
Indicator:
2.1.1 Berpartisivasi dalam kelompok
2.1.2 Mengerjakan tugas tanpa mencontek
2.1.3 Bertanggung jawab terhadap kesalahan yang dibuatnya
2.1.4Membuang sampah pada tempatnya
2.1.5 Benanyakan kepada guru atau teman saat ad yang tidak di
pahami
2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan
hasil percobaan
2.2.1 menghargai pendapat temannya yang melakukan kritik atau saran dan
sebagainya
2.2.2 ikut mengerjakan tugas kelompok
2.2.3mengumpulkan hasil laporan percobaan

3.7 Menerapkan prinsip fluida dinamik dalam tegnologi


Indikator :

3.7.1 Menyebutkan hukum hukum yang terkait dengan frinsip fluida


dinamik

3.7.2 Mencontohkan prinsip kontinuitas, dan hukum bernauli

3.7.3 Memahami pengertian kontinuitas,dan asas bernauli .

3.7. 4 Menjelaskan persamaan prinsip kontinuitas dan asas bernauli

3.7.5 Membedakan prinsip kontinuitas, dan asas bernauli.

3.7.6 Mendiskusikan hukum-hukum fluida dinamik dan penerapannya


dalam tegnologi

3.7.7 Menjabarkan perumusan dari prinsip kontinuitas dan asas bernauli

3.7.8 Menyimpulkan prinsip kontinuitas,dan asas bernauli

3.7.9 Menugaskan siswa untuk menjelaskan tentang penerapan fluida


dinamik dalam tegnologi

3.7.10. Memecahkan soal yang berkaitan dengan fluida dinamik dalam


tegnologi
4.1Memodifikasi ide/gagasan proyek sederhana yang menerapkan prinsif
fluida dinamik

4.1.1 Menerapkan konsep tekanan kontinuitas, dan asas bernauli


melalui percobaan

4.1.2 Mengolah data hasil percobaan kontinuitas dan azas bernaulli


4.1.3 Menganalisis data hasil percobaan prinsip kontinuitas dan azas
bernaulli
4.1. 4 Menyimpulkan hasil percobaan prinsip kontinuitas dan azas
bernaulli
FLUIDA DINAMIS

Pada subbab ini Anda akan mempelajari hukum-hukum Fisika yang berlaku pada fluida
bergerak (dinamis). Pada pembahasan mengenai fluida statis, Anda telah memahami bahwa
hukum-hukum Fisika tentang fluida dalam keadaan statis bergantung pada massa jenis dan
kedalaman titik pengamatan dari permukaan fluida. Tahukah Anda besaran-besaran yang berperan
pada fluida dinamis? Untuk mengetahuinya, pelajarilah bahasan dalam subbab ini.

Pengertian dan definisi Fluida. Fluida adalah iatilah yang digunakan untuk
menyebut segala jenis zat yang dapat mengalir. Baik itu dalam bentuk cairan ataupun gas,
selama bisa mengalir maka akan di sebut fluida. Hampir semua bentuk air dan gas disebut
fluida. Karena zat cair dan gas memiliki sifat fisik yang sama, yaitu dapat mengalir dari
satu tempat ke tempat yang lain. Contoh fluida yang paling sederhana adalah air dan udara.

Fluida dinamis adalah fluida yang berada dalam kondisi bergerak atau mengalir.
Contohnya adalah aliran air, angin, dll. Fluida dinamis merupakan salah satu jenis
sumberdaya alam yang dapat dimanipulasi dan rekayasa untuk kesejahteraan umat. Karena
begitu pentingnya zat fluida dalam menunjang kehidupan manusia, maka ilmu fisika
memberikan perhatikan khusus dalam mempelajari tentang fluida dan hal-hal yang
berhubungan dengannya.
1. Persamaan Kontinuitas

Air yang mengalir di dalam pipa air dianggap mempunyai debit yang sama di
sembarang titik. Atau jika ditinjau 2 tempat, maka: Debit aliran 1 = Debit aliran 2, atau

Gambar (1).fluida yang mengalir

Dalam mempelajari materi fluida dinamis, suatu fluida dianggap sebagai fluida
ideal. Fluida ideal adalah fluida yang memiliki ciri-ciri berikut ini.

a. Fluida tidak dapat dimampatkan (incompressible),


yaitu volume dan massa jenis fluida
tidak berubah akibat tekanan yang diberikan
kepadanya.
b. Fluida tidak mengalami gesekan dengan dinding
tempat fluida tersebut mengalir.
c. Kecepatan aliran fluida bersifat laminer, yaitu
kecepatan aliran fluida di sembarang titik berubah
terhadap waktu sehingga tidak ada fluida yang
memotong atau mendahului titik lainnya. Jika
lintasan sebuah titik dalam aliran fluida ideal
dilukiskan, akandiperoleh suatu garis yang disebut
garis aliran (streamline atau laminer flow).
Perhatikanlah Gambar 7.25. Suatu fluida ideal mengalir di dalam pipa. Setiap
partikel fluida tersebut akan mengalir mengikuti garis aliran laminernya dan tidak dapat
berpindah atau berpotongan dengan garis aliran yang lain.

Pada kenyataannya, Anda akan sulit menemukan fluida ideal. Sebagian besar aliran
fluida di alam bersifat turbulen (turbulent flow). Garis aliran turbulen memiliki kecepatan
aliran yang berbeda-beda di setiap titik.Debit aliran adalah besaran yang menunjukkan
volume fluida yang mengalir melalui suatu penampang setiap satuan waktu. Secara
matematis,persamaannya dituliskan sebagai berikut.

V
= = A (1.1)
t

dengan:V = volume fluida yang mengalir (m3),


t = waktu (s),
A = luas penampang (m2),
v = kecepatan aliran (m/s), dan = 2
Q = debit aliran fluida (m3/s).

Untuk fluida sempurna (ideal), yaitu zat alir yang tidak dapat dimampatkan dan
tidak memiliki kekentalan (viskositas), hasil kali laju aliran fluida dengan luas
penampangnya selalu tetap. Secara matematis, dituliskan sebagai berikut:

1 1 = 2 (1.2)
Contoh

Contoh
Sebuah pipa lurus memiliki dua macam penampang, masing-masing dengan
luaspenampang 200 m m2 dan 100 mm2. Pipa tersebut diletakkan secara
horisontal,sedangkan air di dalamnya mengalir dari penampang besar ke
penampang kecil.Jika kecepatan arus di penampang besar adalah 2 m/s,
tentukanlah:
a. kecepatan arus air di penampang kecil, dan
b. volume air yang mengalir setiap menit.
Jawab:
Diketahui:
A1 = 200 mm2, A2 = 100 mm2, dan v1= 2 m/s.
a. 1 1 = 2 2
(200 mm2) (2 m/s) = (100 mm2)v2
2 = 4 m/s
V
b. = = A
t

Av V = Avt= (200 106 m2) (2 m/s) (60 s)


= 24 103 m3
2. Persamaan Bernoulli
Perhatikanlah Gambar 7.27. Suatu fluida bergerak dari titik A yangketinggiannya
h1 dari permukaan tanah ke titik B yang ketinggiannya h2 dari permukaan tanah. Pada
pelajaran sebelumnya, Anda telah mempelajari

Hukum Kekekalan Energi Mekanik pada suatu benda. Misalnya, pada benda yang
jatuh dari ketinggian tertentu dan pada anak panah yang lepas dari busurnya. Hukum
Kekekalan Energi Mekanik juga berlaku pada fluida yang bergerak, seperti pada Gambar
7.27. Menurut penelitian Bernoulli, suatu fluida yang bergerak mengubah energinya
menjadi tekanan.

Secara lengkap, Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah tekanan, energi


kinetik per satuan volume, dan energi potensial per satuan volume memiliki nilai yang
sama di setiap titik sepanjang aliran fluida ideal.Persamaan matematisnya, dituliskan
sebagai berikut.

1
+ 2 2 + gh = constant (2.1)
1 1
p1 + 2 1 2 + gh1 = p2 + 2 2 2 + gh2 (2.2)

dengan:
p = tekanan (N/m2),
v = kecepatan aliran fluida (m/s),
g = percepatan gravitasi (m/s2),
h = ketinggian pipa dari tanah (m), dan
= massa jenis fluida.
3. Penerapan Persamaan Bernoulli

Hukum Bernoulli diterapkan dalam berbagai peralatan yang digunakan dalam


kehidupan sehari-hari. Berikut uraian mengenai cara kerja beberapa alat yang menerapkan
Hukum Bernoulli.

a. Alat Ukur Venturi


Alat ukur venturi (venturimeter) dipasang dalam suatu pipa aliran untuk mengukur
laju aliran suatu zat cair.
Suatu zat cair dengan massa jenis mengalir melalui sebuah pipa dengan luas
penampang A1 pada daerah (1). Pada daerah (2), luas penampang mengecil
menjadi A2. Suatu tabung manometer (pipa U) berisi zat cair lain (raksa) dengan
massa jenis ' dipasang pada pipa. Perhatikan Gambar 7.28.Kecepatan aliran zat
cair di dalam pipa dapat diukur dengan persamaan.

2 gh
= A2 (2.3)
(A 21 A 22 )

Contoh

Pipa venturi meter yang memiliki luas penampang masing-masing 8 102 m2 dan 5
103 m2 digunakan untuk mengukur kelajuan air. Jika beda ketinggian air raksa di
dalam kedua manometer adalah 0,2 m dan g = 10 m/s2, tentukanlah kelajuan air
tersebut ( raksa = 13.600 kg/m3).
Jawab
Diketahui:
A1 = 8 102 m2, A2 = 8 103 m2, h = 0,2 m, dan g = 10 m/s2

Kg 3 Kg 3
2 13 .600 1000 10m /s 2 (0.2m )
m m
2 gh
= A2 = 5x103 Kg 3
.=0.44 m/s
(A 21 A 22 ) 1000 (8x10 2 m )2 (5x10 3 )2
m
b. Tabung Pitot (Pipa ra )
Tabung pitot digunakan untuk mengukur kelajuan aliran suatu gas di dalam sebuah
pipa. Perhatikanlah Gambar 7.29. Misalnya udara, mengalir melalui tabung A
dengan kecepatan v. Kelajuan udara v di dalam pipa dapat ditentukan dengan
persamaan

2 gh
= (2.4)

b. Gaya Angkat pada Sayap Pesawat Terbang


Penampang sayap pesawat terbang memiliki bagian belakang yang lebih tajam dan
sisi bagian atasnya lebih melengkung daripada sisi bagian bawahnya. Bentuk sayap
tersebut menyebabkan kecepatan aliran udara bagian atas lebih besar daripada di
bagian bawah sehingga tekanan udara di bawah sayap lebih besar daripada di atas
sayap. Hal ini menyebabkan timbulnya daya angkat pada sayap pesawat. Agar daya
angkat yang ditimbulkan pada pesawat semakin besar, sayap pesawat dimiringkan
sebesar sudut tertentu terhadap arah aliran udara. Perhatikanlah Gambar 7.30.
1
1 2 = 2 (22 12 ) (2.5)

dengan:
F1 F2= gaya angkat pesawat terbang (N),
A = luas penampang sayap pesawat (m2),
v1= kecepatan udara di bagian bawah sayap (m = 2 /s),
v2= kecepatan udara di bagian atas sayap (m/s), dan
= massa jenis fluida (udara).

Contoh

Sebuah pesawat terbang bergerak dengan kecepatan tertentu sehingga


udara yang melalui bagian atas dan bagian bawah sayap pesawat yang
luas permukaannya 50m2 bergerak dengan kelajuan masing-masing
320 m/s dan 300 m/s. Berapakah besarnya gaya angkat pada sayap
pesawat terbang tersebut? ( udara = 1,3 kg/m3)
Jawab
Diketahui:
A = 50 m2, v2= 320 m/s, v1
= 300 m/s, dan udara = 1,3 kg/m3.
1
1 2 = (22 11 )
2

1 3 2
2 2
= (1.3 . 50 . 320 ) 300 ) = 403.000
2
c.Penyemprot Nyamuk

Alat penyemprot nyamuk juga bekerja berdasarkan Hukum Bernoulli.Tinjaulah alat


penyemprot nyamuk pada Gambar 7.31. Jika pengisap dari pompa ditekan maka
udara yang melewati pipa sempit pada bagian A akan memiliki kelajuan besar dan
tekanan kecil. Hal tersebut menyebabkan cairan obat nyamuk yang ada pada bagian
B akan naik dan ikut terdorong keluar bersama udara yang tertekan oleh pengisap
pompa.
d.Kebocoran Pada Dinding Tangki

Jika air di dalam tangki mengalami kebocoran akibat adanya lubang didinding
tangki, seperti terlihat pada Gambar 7.32, kelajuan air yang memancar keluar dari
lubang tersebut dapat dihitung berdasarkan Hukum Toricelli.

Menurut Hukum Toricelli, jika diameter lubang kebocoran pada dinding tangki
sangat kecil dibandingkan diameter tangki, kelajuan air yang keluar dari lubang
sama dengan kelajuan yang diperoleh jika air tersebut jatuh bebas dari ketinggian h.
Perhatikanlah kembali Gambar 7.32 dengan saksama. Jarak permukaan air yang
berada di dalam tangki ke lubang kebocoran dinyatakan sebagai h1, sedangkan
jarak lubang kebocoran ke dasar tangki dinyatakan h2.Kecepatan aliran air pada
saat kali pertama keluar dari lubang adalah
= 2gh1

= 2 h2 h1
Contoh

Gambar di samping menunjukkan sebuah reservoir yang penuh dengan air.


Pada dinding bagian bawah reservoir itubocor hingga air memancar sampai di tanah.
Jika g = 10 m/s2
1 = 1,8 m
2 = 5

tentukanlah:
a. kecepatan air keluar dari bagian yang bocor;
b. waktu yang diperlukan air sampai ke tanah;
Jawab
Diketahui:
2 = 1,8 m, 2
= 5 m, dan g
= 10 m/ 2
a. = 21

2(10m/ 2 )1,8 m = 6m/s


1
b. 2 = 2
2

22 2(5)
= = = 1
10

atau

1 (2 ) = 1,8 m 5m
=6
Latihan soal
1. Untuk mengukur kecepatan aliran air pada sebuah pipa horizontal digunakan alat seperti
diperlihatkan gambar berikut ini!

Jika luas penampang pipa besar adalah 5 cm2 dan luas penampang pipa kecil adalah 3 cm2
serta perbedaan ketinggian air pada dua pipa vertikal adalah 20 cm tentukan :
a) kecepatan air saat mengalir pada pipa besar
b) kecepatan air saat mengalir pada pipa kecil
2. Pipa untuk menyalurkan air menempel pada sebuah dinding rumah seperti terlihat pada
gambar berikut! Perbandingan luas penampang pipa besar dan pipa kecil adalah 4 : 1.

Posisi pipa besar adalah 5 m diatas tanah dan pipa kecil 1 m diatas tanah. Kecepatan aliran air
pada pipa besar adalah 36 km/jam dengan tekanan 9,1 x 105 Pa. Tentukan :
a) Kecepatan air pada pipa kecil
b) Selisih tekanan pada kedua pipa
c) Tekanan pada pipa kecil
(air = 1000 kg/m3)

Latihan
3. Sebuah Soal
pipa salah satu bagiannya berdiameter 20 cm dan bagian lainnya berdiameter
10 cm. Jika laju aliran air di bagian pipa berdiameter besar adalah 30 cm/s, maka laju
aliran air di bagian pipa berdiameter lebih kecil adalah
4. Minyak mengalir dari pipa A ke pipa B lalu ke pipa C. Perbandingan luas penampang
pipa A dan luas penampang pipa C adalah 5 : 3. Jika laju aliran minyak pada pipa A
sama dengan 2v, maka laju aliran minyak pada pipa C adalah

5. Pada pesawat model kecepatan udara di bagian atas 50 m/s dan kecepatan di bagian bawah
40 m/s, jika massa jenis udara 1,2 Kg/m3, tekanan udara bagian atas pesawat 103000 Pa.
Berapakah tekanan udara dari bawah sayap ?

6. Sebuah benda terapung pada zat cair yang massa jenisnya 800 kg/m3. Jika bagian benda
tidak tercelup dalam zat cair tersebut maka massa jenis benda adalah

7. Berat sebuah benda di udara 5 N. Apabila benda ditimbang di dalam air (massa jenis air =
1000 kg/m3) beratnya menjadi 3,2 N. Jika percepatan gravitasi g = 10 m/s 2 maka massa jenis
benda adalah
8. Air mengalir melalui pipa mendatar dengan luas penampang pada masing-masing ujungnya
200mm2 dan 100mm2. Bila air mengalir dari panampang besar dengan kecepatan adalah
2 m/s, maka kecepatan air pada penampang kecil adalah .
9. Azas Bernoulli dalam fluida bergerak menyatakan hubungan antara .
10.

Pada gambar tersebut, G adalah generator 1.000 W yang


digerakan dengan kincir angin, generator hanya menerima energi sebesar 80% dari
air. Bila generator dapat bekerja normal, maka debit air yang sampai kekincir air
dalah .
11. Suatu fluida ideal mengalir di dlaam pipa yang diameternya 5 cm, maka kecepatan aliran
fluida adalah .
jawaban:
12. Sebuah selang karet menyemprotkan air vertikal ke atas sejauh 4,05 meter. Bila luas ujung
selang adalah 0,8 cm2, maka volume air yang keluar dari selang selama 1 menit adalah
liter
13. Minyak mengalir melalui sebuah pipa bergaris tengah 8 cm dengan kecepatan rata-rata
3 m/s. Cepat aliran dalam pipa sebesar .
14. Debit air yang keluar dari pipa yang luas penampangnya 4cm2 sebesar 100 cm3/s. Kecepatan
air yang keluar dari pipa tersebut adalah .

15. Suatu bak besar terbuka berisi cairan yang tinggi permukaannya 765 cm , pada dinding bak
terdapat lubang kecil yang tingginya 45 cm dari dasar bak. Bila percepatan gravitasi bumi
10 m/s2, hitunglah jarak jatuh cairan yang bocor dari lubang tersebut!
16. Alat-alat yang prinsip kerjanya tidak berdasarkan hukum Bernoulli

a. pipa pitot
b. pipa venturi
c. pesawat terbang
d. karburator motor
17. Tangki air dengan lubang kebocoran diperlihatkan gambar berikut!

Jarak lubang ke tanah adalah 10 m dan jarak lubang ke permukaan


air adalah 3,2 m. Tentukan : Daftas pustaka
a) Kecepatan keluarnya air
b) Jarak mendatar terjauh yang dicapai air
c) Waktu yang diperlukan bocoran air untuk menyentuh tanah
Daptar pustaka

Saripudin aib.2009.Praktis Belajar Fisika.jakarta:Visindo Media Persada


Soal Dan Pembahasan Fluida Dinamis.htm
https://ameliaaaaakyumin137.wordpress.com/2013/11/06/fluida

Kunci Jawaban
17.

1. a. .40 /
b. 2 105 pa
c. 7,1 105 pa

2. a. 1,5

b. 2,5 /

3. 120 cm/s
4. (10/3)v
5. 103540 Pa
6.
7. 0,5 kg
8. 4m/s
9. a. V = 12,5.103m3 = 12,5L
b. Q = V/t = 12,5 L/s

10. 32 m/s
11. 60 sekon
12. a. 151 liter/s
b. 0,25 m/s
c. 55,85 cm3/s
13. 151 liter/s
14. 0,25 m/s
15. 3,6 m
16. a
17. . 8 /
b. 8 2 m
c. 2 s