Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah


Setiap individu memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda-beda.
Dalam teori humanistik mengatakan bahwa manusia unik dan istimewa. Dan
potensi keistimewaan didasarkan oleh faktor-faktor tertentu. Ada yang
berpendapat bahwa sumber utama yang menimbulkan adanya perbedaan-
perbedaan dari kepribadian setiap manusia disebabkan oleh tiga faktor, yaitu :
faktor pembawaan (heriditas), faktor lingkungan (environtment) dan faktor
struktur diri.
Di dalam pendidikan penting mengetahui kepribadian seorang peserta didik.
Warisan genetik manusia yang khas adalah otaknya yang jauh lebih mampu dari
spesies lainnya. Otak mampu menghasilkan suatu jaringan komunikasi yang luar
biasa, disertai kemampuan dalam mengintegrasikan dan menyimpan pengalaman-
pengalaman baru, melakukan penalaran, membayangkan dan melakukan
pemecahan suatu masalah. Seperti halnya dengan sifat-sifat konstitutional yang
lain, setiap individu juga berbeda taraf kecerdasannya.
Perkembangan manusia itu bukan hasil belaka dari pembawaannya dan
lingkungannya. Manusia itu tidak hanya diperkembangkan tetapi
memperkembangkan dirinya sendiri. Manusia adalah makhluk yang
istimewa.Sehingga perkembangan manusia tidak hanya oleh faktor pembawaan
yang telah ada pada orang itu dan faktor lingkungannya yang mempengaruhi
orang itu. Aktivitas manusia itu sendiri dalam pekembangannya turut menentukan
atau memainkan peranan juga.

1
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari Pembawaan dan Lingkungan?
2. Apa saja macam-macam dari Pembawaan dan Lingkungan?
3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi Pembawaan dan Lingkungan?
4. Teori-teori apa saja yang melandasi Pembawaan dan Lingkungan?
5. Bagaimana hubungan antara Individu dan Lingkungan?
6. Apa saja yang berperan penting dalam perkembangan individu?
7. Bagaimana cara mengatasi pembawaan yang negatif? Dan Apakah egois
merupakan faktor pembawaan!

1.3. Pembatasan Masalah


Dari permasalahan yang muncul tersebut penulis membatasi penelitian
sebagai berikut:
1. Macam macam pembawaan dan lingkungan.
2. Faktor faktor Pembawaan dan Lingkungan.
3. Teori Teori Pembawaan dan Lingkungan.

1.4. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dibuatnya makalah yang membahas pembawaan, keturunan


dan lingkungan dalam psikologi pendidikan adalah sebagai berikut :

1. Mengetahui kepribadian setiap peserta didik dalam kegiatan belajar


mengajar
2. Untuk menyelesaikan problematika pendidikan baik dalam proses,
kurikulum dan kegiatan pendidikan lainnya.

1.5. Manfaat Penelitian

Karya tulis ini dapat mempunyai manfaat:

1. Sebagai alternatif dalam menyelesaikan masalah pendidikan.


2. Sebagai sumbangan pemikiran untuk mampu menyusun, melakukan
mengembangkan, dan mengevaluasi kegiatan pendidikan.

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Pembawaan, Keturunan dan Lingkungan


2.1.1. Pengertian Pembawaan
Menurut M. Ngalim Purwanto (1985:70) mengatakan bahwa, Pembawaan
atau bakat terkandung dalam sel-benih (kiem-cel), yaitu keseluruhan
kemungkinan-kemungkinan yang ditentukan oleh keturunan, inilah yang dalam
arti terbatas kita namakan pembawaan (aanleg).
Sebelumnya telah dikatakan bahwa pembawaan ialah seluruh kemungkinan
yang terkandung dalam sel-benih yang akan berkembang mencapai
perwujudannya. Jadi menurut penulis,Pembawaan (yang dibawa anak sejak lahir)
adalah potensi-potensi yang aktif dan pasif, yang akan terus berkembang hingga
mencapai perwujudannya.
2.1.2. Pengertian Keturunan
Kita dapat mengatakan bahwa sifat-sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada
seorang anak adalah keturunan, jika sifat-sifat atau ciri-ciri tersebut diwariskan
atau diturunkan dengan melalui sel-sel kelamin dari generasi yang lain. Jadi,
sebelum kita memutuskan suatu sifat atau ciri-ciri yang terdapat pada seseorang
itu keturunan atau bukan, terlebih dahulu kita harus ingat dua syarat yaitu:
1) Persamaan sifat atau ciri-ciri.
2) Ciri-ciri ini harus menurunkan melalui sel-sel kelamin.
Dengan demikian kita harus berhati-hati benar dalam memutuskan sesuatu
itu merupakan keturunan atau bukan. Meskipun kita melihat suatu sifat atau ciri-
ciri yang sama antara orang tua dan anaknya, kita belum dapat mengambil
kesimpulan bahwa sifat atau ciri-ciri pada anak itu diterima melalui keturunan.
Disamping itu kita harus ingat pula bahwa belum pasti suatu sifat atau ciri-
ciri yang terdapat pada seseorang yang merupakan keturunan itu diterimanya dari
orang tuanya. Mungkin juga sifat-sifat keturunan itu diwarisi dari nenek atau
buyutnya. Sebab, kita mengetahui bahwa tidak semua individu dari suatu generasi
menunjukkan sifat-sifat yang menurun dapat juga sifat-sifat ini tersembunyi
selama beberapa generasi.

3
Banyak ahli yang berusaha menyelidiki sifat-sifat kejiwaan manusia
yangberkenaan dengan keturunan, tetapi sampai sekarang penyelidikan itu masih
belum dapat dikatakan memuaskan hasilnya. Adapun beberapa faktor yang
menyulitkan terlaksananya penyelidikan tersebut dengan baik antara lain ialah:
1. Pada manusia tidak dapat dilakukan persilangan (kruising) menurut
rencana tertentu umpamanya, persilangan antara dua ras yang sangat
berlainan asalnya seperti yang dapat dilakukan terdapat binatang atau
tumbuh-tumbuhan.
2. Masa perkembangan manusia yang begitu lama mengakibatkan sifat-sifat
yang ada yang terjadi karena keturunan dapat tersembunyi sangat lamanya,
sebelum sifat-sifat itu menampakkan dari pada suatu individu tertentu.
3. Masa hidup suatu generasi juga demikian lama sehingga si penyelidik
tidak akan mungkin mengadakan pengamatan terhadap lebih dari satu kali
keturunan.
4. Adanya jumlah anak manusia yang relatif (menurut perbandingan) hanya
sedikit sekali.
Dengan uraian yang singkat itu, soal keturunan pada manusia adalah soal
yang sulit, yang tidak dapat dengan tergesa-gesa kita katakan atau kita ambil
keputusan bahwa suatu sifat atau ciri yang terdapat pada seseorang itu keturunan
atau bukan keturunan.

2.1.3. Pengertian Lingkungan


Dalam ilmu psikologi, lingkungan disebut dengan environment (Milieu).
Jadi bukan surrounding yang berarti keadaan sekeliling saja. Karena kata
environment mencakup semua faktor di luar diri manusia yang mempunyai arti
bagi dirinya, dalam arti memungkinkan untuk memberikan reaksi pada diri
manusia tersebut. Jadi antara kita (manusia) dan lingkungan terjadi interaksi yang
terus menerus.
Lingkungan (environment) ialah meliputi semua kondisi-kondisi dalam
dunia ini yang dalam cara-cara tertentu mempengaruhi tingkah laku kita,
pertumbuhan, perkembangan atau life process kita kecuali gen-gen.

4
2.2. Macam-Macam Pembawaan dan Lingkungan
2.2.1. Pembawaan
Beberapa macam pembawaan adalah sebagai berikut:
1. Pembawaan Jenis
Tiap-tiap manusia biasa diwaktu lainnya telah memiliki pembawaan jenis,
yaitu jenis manusia. Bentuk badannya, anggota-anggota tubuhnya,
intelijensinya, ingatannya dan sebagainya semua itu menunjukkan ciri-ciri
yang khas, dan berbeda dengan jenis-jenis makhluk lain.
2. Pembawaan Ras
Dalam jenis manusia pada umumnya masih terdapat lagi bermacam-
macam perbedaan yang juga termasuk pembawaan keturunan, yaitu
pembawaan keturunan mengenai ras.
3. Pembawaan Jenis Kelamin
Setiap manusia yang normal sejak lahir telah membawa pembawaan jenis
kelamin masing-masing.
4. Pembawaan PerseoranganTiap orang (individu) memiliki pembawaan
yang bersifat individual (pembawaan perseorangan) yang tipikal, banyak
ditentukan oleh pembawaan ras, pembawaan jenis dan pembawaan
kelamin.
5. Konstitusi tubuh : termasuk didalamnya : motorik, seperti sikap badan,
sikap berjalan, air muka, gerakan bicara.
6. Cara bekerja alat-alat indra : ada orang yang lebih menyukai beberapa
jenis perangsang tertentu yang mirip dengan kesukaan yang dimiliki oleh
ayah atau ibunya.
7. Sifat-sifat ingatan dan kesanggupan belajar.
8. Tipe-tipe perhatian, intelijensi kosien (IQ) serta tipe-tipe intelijensi.
9. Cara-cara berlangsungnya emosi-emosi yang khas.
10. Tempo dan ritme perkembangan.

5
2.2.2. Lingkungan (Environment)
Lingkungan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
a. Lingkungan fisik (physical environment)
Yaitu lingkungan / segala sesuatu di sekitar kita yang berupa benda mati,
misalnya: rumah, kendaraan, udara, air dan sebagainya.
b. Lingkungan biologis
Yaitu lingkungan yang berupa makhluk hidup, lingkungan ini dibedakan
menjadi 2, yaitu lingkungan tumbuh-tumbuhan dan lingkungan hewan.
c. Lingkungan abstrak
Semua hal yang abstrak juga bisa dimasukkan dalam lingkungan, jika hal
tersebut telah menyatu dengan manusia. Termasuk semua hal yang
abstrak, misalnya: pengetahuan, kesenian, kebudayaan, nilai kehidupan
seperti aturan-aturan pergaulan, tata krama, sopan santun dan sebagainya.

Dan menurut Sertain lingkungan itu dapat dibagi menjadi 3 bagian sebagai
berikut :
a) Lingkungan alam/luar (eksternal or physical environment)
Lingkungan alam/luar adalah segala sesuatu yang ada dalam dunia ini
yang bukan manusia, seperti; rumah, tumbuh-tumbuhan, air, iklim, hewan,
dan sebagaisnya.
b) Lingkungan dalam (internal environment),
Lingkungan dalam adalah segala sesuatu yang termasuk lingkungan
luar/alam
c) Lingkungan sosial/masyarakat (social environment)
Lingkungan sosial/masyarakat adalah semua orang/manusia lain yang
mempengaruhi kita. Pengaruh lingkungan sosial itu ada yang kita terima
secara langsung dan ada yang tidak langsung. Pengaruh secara langsung,
seperti dalam pergaulan sehari-hari dengan orang lain, dengan keluarga
kita, teman-teman kita, kawan sekolah, sepekerjaan, dan sebagainya.

6
Jadi, Menurut penulis lingkungan terbagi dua yaitu lingkungan lansung
dan lingkungan tidak langsung, lingkungan langsung adalah lingkungan yang
dilakukan dengan kontak langsung oleh individu. Sedangkan lingkungan tidak
langsung yaitu lingkungan yang tidak melalui kontak langsung oleh individu yaitu
: melalui radio dan televisi, dengan membaca buku-buku, majalah-majalah, surat-
surat kabar, dan sebagainya, dan dengan berbagai cara yang lain. Pada dasarnya
jiwa manusia terdiri dari dua aspek, yaitu aspek kemampuan yang meliputi
inteligensi dan bakat, sedangkan aspek kepribadian meliputi watak, sikap, sifat
dan minat. Faktor lingkungan yang paling berperan dalam pembentukan pribadi
manusia adalah rumah, sekolah dan teman sebaya.

2.2.3. Faktor Faktor Dalam Pembawaan dan Lingkungan


Menurut Sugardo dan Sudarno (1976:140) pembawaan dapat terjadi
dengan dua faktor yaitu:
1. Faktor Endogen
Faktor endogen ialah faktor atau sifat yang dibawa oleh individu sejak
dalam kandungan hingga saat dilahirkan. Jadi faktor endogen merupakan faktor
keturunan atau faktor bawaan. Sebagai faktor keturunan yang merupakan
penlaran dari gen yang diturunkan, maka tidaklah mengherankan kalau faktor
endogen yang dibawa oleh individu itu mempunyai sifat-sifat seperti orang
tuanya. Ini berarti bahwa keadaan atau sifat-sifat dari anak itu tidak meninggalkan
sifat-sifat dari orang tuanya.
Kita mengenal bahwa faktor-faktor endogen yang nampak pada saat
individu itu dilahirkan, adalah adanya sifat-sifat tertentu yang berhubungan
dengan faktor kejasmanian, misalnya warna kulit, warna dan jenis rambut, rupa
wajah, golongan darah, dan sebagainya. Faktor pembawaan yang berhubungan
dengan keadaan jasmani pada umumnya tidak dapat diubah begitu saja, dan
merupakan faktor dasar dalam ciri fisik individu.

7
Disamping itu individu juga mempunyai sifat-sifat pembawaan psikologik
yang erat hubungannya dengan keadaan jasmani yaitu temperamen. Temperamen
merupakan sifat-sifat pembawaan yang erat hubungannya dengan struktur
kejasmanian seseorang, yang berhubungan dengan fungsi-fungsi fisiologik seperti
darah, kelenjar-kelenjar, cairan-cairan lain, yang terdapat dalam diri manusia.
Temperamen berbeda dengan karakter atau watak. Karakter atau watak
merupakan keseluruhan dari sifat seseorang yang nampak dalam perbuatannya
sehari-hari, sebagai hasil bawaan maupun lingkungan. Temperamen pada
umumnya bersifat konstan, sedangkan watak atau karakter lebih bersifat tidak
konstan, dapat berubah-ubah sesuai dengan pengaruh lingkungan.
Selain itu individu masih mempunyai sifat-sifat pembawaan yang berupa
bakat (aptitude). Bakat bukanlah sesuatu yang telah jadi dan terbentuk pada pada
waktu individu dilahirkan, tetapi baru merupakan potensi-potensi saja. Supaya
potensi tersebut teraktualisasikan dibutuhkan kesempatan untuk
mengaktualisasikan bakat-bakat tersebut. Disinilah dukungan lingkungan yang
baik diperlukan dalam perkembangan individu.

2. Faktor Eksogen
Faktor eksogen ialah faktor yang datang dari luar diri individu, merupakan
pengalaman-pengalaman, kejadian alam sekitar, pendidikan, dan sebagainya.
Umumnya pengaruh lingkungan bersifat pasif dalam arti bahwa lingkungan tidak
memberikan pengaruhnya secara paksa kepada individu. Lingkungan hanya
menyediakan kemungkinan-kemungkinan atau kesempatan-kesempatan kepada
individu. Apakah individu mengambil manfaat dari kesempatan yang diberikan
oleh lingkungan tersebut atau tidak tergantung kepada individu yang
bersangkutan. Lain halnya dengan pendidikan yang bersifat aktif, penuh tanggung
jawab, dan secara sistematik.

8
2.2.4. Teori Teori Pembawaan dan Lingkungan
1. Aliran Nativisme
Aliran ini berpendapat bahwa segala perkembangan manusia itu telah
ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Pendidikan tidak bisa
mengubah sifat-sifat pembawaan. Salah satu perbedaan dasar individu adalah latar
belakang hereditas masing-masing individu. Hereditas dapat diartikan sebagai
pewaris atau pemindah biologis, karakteristik individu dari pihak orang tuanya.

2. Aliran Empirisme
Aliran ini mempunyai pendapat bahwa dalam perkembangan anak menjadi
manusia dewasa, itu sama sekali ditentukan oleh lingkungannya. Sejak atau oleh
pendidik dan pengalamannya sejak kecil, manusia dapat dididik apa saja/kearah
yang lebih yang baik maupun kearah yang buruk.
Aliran teori ini dalam lapangan pendidikan menimbulkan pandangan yang
otomistis yang memandang bahwa pendidikan merupakan usaha yang cukup
mampu untuk membentuk pribadi manusia. Teori ini sering disebut dengan
Tabularasa yang memandang bahwa keturunan itu mempunyai peranan.

3. Hukum Konvergensi
Hukum ini berasal dari ahli psikologi bangsa Jerman bernama William
Stern. Ia berpendapat bahwa pembawaan dan lingkungan kedua-duanya
menentukan perkembangan manusia, dari dua buah faktor perkembangan dan
lingkungan. Kedua hal tersebut itu kita renungkan benar-benar, belum tepatlah
kiranya hal itu diperuntukkan bagi perkembangan manusia, hasil dari proses alam,
yaitu pembawaan dan lingkungan belaka.

9
2.3. Hubungan Individu dengan Lingkungan
Kepribadian adalah organisasi dinamis daripada sistem psikofisik dalam
individu yang turut menentukan cara-caranya yang unik (khas). Dari rumusan /
definisi tersebut jelas bahwa kepribadian manusia tidak dapat dirumuskan sebagai
suatu keseluruhan atau kesatuan individu saja, tanpa sekaligus meletakkan
hubungannya dengan lingkungannya.
Seperti yang dikemukakan dalam teori konvergensi bahwa lingkungan
mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan individu. Lingkungan
disini secara umum dapat dibedakan :
1. Lingkungan fisik, yaitu lingkungan alam, misalnya keadaan tanah, iklim,
musim dan sebagainya. Perbedaan lingkungan alam dimana individu
berada akan memberikan perbedaan pengaruh pula terhadap
perkembangan individu. Sebagai misal daerah pantai, pegunungan ataupun
pedalaman akan memberikan pengaruh berbeda kepada individu. Begitu
pula dengan daerah dua musim atau empat musim akan memberikan
pengaruh berbeda pada individu.
2. Lingkungan sosial, yaitu merupakan lingkungan masyarakat, dimana
terjadi interaksi antara individu yang satu dengan yang lain. Kondisi
masyarakat ini juga akan memberikan pengaruh terhadap perkembangan
individu. Lingkungan sosial dapat dibedakan :
a. Lingkungan sosial primer, yaitu lingkungan sosial dimana terdapat
hubungan yang erat antara anggota yang satu dengan anggota yang lain,
antar anggota saling mengenal dengan baik, dan memiliki hubungan yang
erat. Sehingga pengaruh lingkungan sosial primer ini akan lebih kuat.
b. Lingkungan sosial sekunder, yaitu lingkungan sosial dimana hubungan
antara anggota yang satu dengan anggota yang lain agak longgar. Pada
umumnya antar anggota kurang atau tidak saling kenal dengan baik.
Karena itu pengaruh lingkungan sosial sekunder ini tidak kuat.

10
Pengaruh lingkungan sosial baik lingkungan sosial primer maupun
sekunder sangat kompleks dalam perkembangan individu. Disamping itu
hubungan antara individu dengan lingkungannya merupakan hubungan yang
saling timbal balik, yaitu lingkungan dapat mempengaruhi individu, dan
sebaliknya individu juga dapat mempengaruhi lingkungan.
Menurut Woodworth,sebagaimana dikemukakan Abu Ahmadi(1991)
cara-cara individu itu berhubungan dengan lingkungannya dapat dibedakan
menjadi 4 macam :
1. Individu bertentangan dengan lingkungannya,
2. Individu menggunakan lingkungannya,
3. Individu berpartisipasi dengan lingkungannya, dan
4. Individu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
Individu itu senantiasa berusaha untuk menyesuaikan diri (dalam arti luas)
dengan lingkungannya. Dalam arti yang luas menyesuaikan diri itu berarti :
1. Mengubah diri sesuai dengan keadaan lingkungan (penyesuaian autoplastis)
2. Mengubah lingkungan sesuai dengan keadaan (keinginan) diri penyesuaian diri
alloplastis.
2.4. Peran Pembawaan dan Lingkungan Dalam Perkembangan
Dalam hal ini memang peran pembawaan dan lingkungan dalam
perkembangan individu seseorang sangatlah penting sekali. Ada beberapa poin
penting yang bisa kita jadikan acuan.
Berikut beberapa poin yang bisa mempengaruhi perkembangan individu:
1. Faktor Pembawaan
a. Intelijensi
b. Sifat-sifat
c. Kemampuan / bakat tertentu
d. Bentuk Tubuh

2. Faktor Lingkungan
a. Lingkungan Keluarga
b. Lingkungan Sekolah
c. Lingkungan Masyarakat
d. Keadaan Alam Sekitar

11
2.5. Cara Mengatasi Pembawaan Yang Negatif
Selama ini pembawaan yang negatif merupakan faktor yang sangat penting
dan sulit diatasi. Dalam hal ini yang pertama adalah peran individu sangat
dibutuhkan sekali untuk merubah faktor pembawaan ini. Kita harus bisa selalu
introspeksi diri, agar bisa berjalan kearah yang positif. Yang kedua adalah peran
orang tua dan keluarga yang maksimal sangat dibutuhkan sekali. Yang ketiga
adalah ketika seorang individu dan orangtua sudah sangat maksimal sekali namun
tetap tidak bisa merubah pembawaan tersebut, masyarakatlah yang harus berperan
optimal untuk membantu mengatasi masalah tersebut. Dan jangan hanya
mengucilkan individu tersebut. Dan yang terakhir adalah memperdalam
pengetahuan tentang sifat-sifat yang positif dan negatif.
Ada sebuah pertanyaan dari beberapa audien bahwa apakah egois
merupakan faktor pembawaan? Dan bagaimana cara meredam egoisme tersebut.
Egois dalam hal ini bisa dikatakan faktor pembawaan bisa juga dikatakan
faktor lingkungan. Orang tua yang yang sifatnya selalu egois bisa saja nantinya
melahirkan keturunan yang sifat-sifatnya diwariskan kepada anaknya. Egois
dikatakan faktor lingkungan karena faktor dilingkungan keluarga, lingkungan
sekolah dan lingkungan masyarakat juga bisa bisa memunculkan sifat egoisme
tersebut. Lingkungan yang keras mempunyai peranan yang penting dalam sifat
egoisme tersebut.
Ada beberapa cara mengatasi sifat egoisme tersebut :
1. Individu harus berlatih sabar
2. Lebih mementingkan kewajiban daripada hak
3. Selalu berfikir logis
4. Selalu introspeksi diri
5. Banyak membaca buku tentang motivasi dan pengembangan diri

12
BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Bahwa semua yang berkembang dalam diri suatu individu ditentukan oleh
pembawaan dan juga oleh lingkungannya. Di dalam aliran Nativisme berpendapat
bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak
lahir. Pendidikan tidak dapat mengubah sifat pembawaan. Kemudian di dalam
aliran Empirisme berpendapat bahwa perkembangan manusia ditentukan oleh
faktor lingkungan. Namun, di dalam aliran Konvergensi berpendapat bahwa
perkembangan manusia ditentukan oleh faktor pembawaan dan lingkungan.
Selain itu pembawaan dan lingkungan juga dipengaruhi oleh beberapa
faktor yaitu faktor endogen dan faktor eksogen. Faktor endogen ialah sifat yang
dibawa oleh individu sejak dalam kandungan hingga saat dilahirkan. Jadi faktor
endogen merupakan faktor keturunan atau faktor bawaan. Dan faktor eksogen
ialah faktor yang datang dari luar diri individu, yaitu berupa pengalaman-
pengalaman, kejadian alam sekitar, pendidikan, dan sebagainya.
Selama ini pembawaan yang negatif merupakan faktor yang sangat penting
dan sulit diatasi. Dalam hal ini yang pertama adalah peran individu sangat
dibutuhkan sekali untuk merubah faktor pembawaan ini. Kita harus bisa selalu
introspeksi diri, agar bisa berjalan kearah yang positif. Yang kedua adalah peran
orang tua dan keluarga yang maksimal sangat dibutuhkan sekali. Yang ketiga
adalah ketika seorang individu dan orangtua sudah sangat maksimal sekali namun
tetap tidak bisa merubah pembawaan tersebut, masyarakatlah yang harus berperan
optimal untuk membantu mengatasi masalah tersebut.

3.2. Saran
1. Untuk orang tua hendaknya dari sejak dini mengenalkan lingkungan yang
baik kepada anak-anak. Disebabkan, lingkungan sekarang ini ada juga
yang kurang baik dan bisa berdampak negatif bagi perkembangan anak-
anak.
2. Untuk pendidik diharapkan memberi pembelajaran tentang pengendalian
diri sehingga kepribadian peserta didik selalu mengalami perkembangan.

13
DAFTAR PUSTAKA

Purwanto, M.Ngalim.1985.Ilmu Pendidikan, Teoretis dan Praktes.Jakarta :


Remadja Karya.

Poerbakawatja, Soegarda dan Sudarno. 1976. Psikologi Kedokteran. Jakarta


:Gunung Agung.

Abu Ahmadi, Drs. H., dkk., Ilmu Pendidikan, Rineka Cipta, Jakarta, 1991.

Syah, Muhibbin. 1995. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

14