Anda di halaman 1dari 6

LAPORAN PRAKTIKUM DASAR ILMU TANAH

PENGAMBILAN SEMPEL TANAH

Nama : Gagas Avief Haiqal


Nim : 175040207111091
Kelas / Kelompok : I / I1
Asisten : Putra Aji Pratama

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
BAB 1

PENDAHULUAN

Tanah sudah digunakan orang sejak dahulu karena semua orang yang hidup di permukaan
bumi mengenal wujud tanah. Pengertian tanah itu sendiri bermacam-macam, akan tetapi karena luas
penyebarannya apa sebenarnya yang dimaksud tanah, akan ditemui bermacam-macam jawaban atau
bahkan orang akan bingung untuk menjawabnya. Masing-masing jawaban akan dipengaruhi oleh
pengetahuan dan minat orang yang menjawab dalam sangkut-pautnya dengan tanah. Mungkin
pengertian tanah antara orang yang satu dengan yang lain berbeda. Misalnya seorang ahli kimia akan
memberi jawaban berlainan dengan seorang ahli fisika, dengan demikian seorang petani akan
memberi jawaban lain dengan seorang pembuat genteng atau batubata. Pada mulanya orang
menganggap tanah sebagai medium alam bagi tumbuhnya vegetasi yang terdapat di permukaan
bumi atau bentuk organik dan anorganik yang di tumbuhi tumbuhan, baik yang tetap maupun
sementara

(Hanafiah,2004)

Tahap awal dalam uji tanah adalah pengambilan sampel tanah. Tujuan dari Pengambilan
sampel tanah sendiri ialah untuk memperoleh data karakteristik dari tanah yang tidak dapat
diperoleh secara langsung dari pengamatan di lapangan

Sampel tanah dibagi menjadi 2 kategori yaitu

1. Sampel tanah utuh

Sampel tanah yang diambil dalam keadaan aslinya tanpa dicampur/dihomogenkan.


Untuk sampel tanah utuh dapat diambil menggunakan 2 metode yaitu, tanah agregat
utuh dan menggunakan ring sample

2. Sampel tanah tidak utuh

Sampel tanah yang diambil dari 3 titik yang berbeda yang dihomogenkan.

Sampel tanah juga dibagi menjadi 4 menurut lokasi pengambilannya, antara lain:

1. Sampel tanah terduga

Sampel tanah yang diambil berdasarkan pemetaan yang telah ditentukan saat di
areal survei. Tempat pengambilan tanah dilakukan secara subjektif, dan ketepatan data dari
tanah tersebut bergantung pada cara oengambilan tanah tersebut

2. Sampel Tanah Acak

Sampel tanah yang diambil ditentukan dengan pemilihan lokasi yang dilakukan
dengan menggunakan table bilangan random. Sehingga setiap tanah mempunyai
kesempatan yang sama untuk di uji

3. Sampel Tanah Acak Bertingkat


Cara paling efektif untuk meningkatkan akurasi dari sampel tanah. Kita dapat
mengelompokan areal survei ke dalam areal yang seragam. Pemilihan lokasi
pengambilan sampel tanah ditentukan menggunakan bilangan random
4. Sampel Tanah Sistematik
Pada cara sistematik sampel tanah ditentukan dengan system grid atau pengkotakan,
yaitu berjarak sama pada kedua arah. Untuk yang belum berpengalaman cara ini
merupakan cara paling mudah dan praktis

(Hanafiah,KA ,2005)

Adapun Beberapa macam metode pengambilan sampel tanah , antara lain:

A. Metode Diagonal

Sampel Tanah Diambil Menggunakan Sekop Pada Lapisan Olah Tanah, untuk cara
pengambilannya:

i. Tentukan satu titik yang akan dijadikan pusat pada lahan yang sampel tanahnya
ii. Buat 4 titik disekitar titik pusat dengan jarak 50 meter dari titik pusat

B. Metode Zig-Zag

Merupakan metode pengambilan sampel yang dilakukan dengan menentukan titik-titik yang
akan digunakan sebagai tempat pengambilan sampel tanah secara zig-zag. Untuk persyaratan dan
cara pengambilan sampel sama seperti metode diagonal

C. Metode Acak

Pengambilan Sampel Dilakukan dengan Menentukan titik titik pengambilan sampel secara acak.
Sampel yang diambil harus mewakili seluruh daerah sekitarnya

(Hanafiah,KA ,2005)
BAB 2

METODOLOGI

2.1 Alat, Bahan, dan Fungsi


Alat:
1. Ring Sample
Digunakan Untuk Mengambil Sampel Tanah
2. Ring Master
Digunakan Untuk Membantu Ring Sample Dalam Pengambilan Sampel Tanah
3. Balok Penekan
Digunakan Untuk Memudahkan Palu Menancapkan Ring Master Dan Sample lebih
dalam ke tanah
4. Palu
Digunakan Untuk Membantu Menekan Ring Master dan Sample ke dalam tanah
5. Pisau Lapang/Sekop
Digunakan Untuk Mengambil Ring Sample Yang sudah tertancap Di Dalam Tanah
6. Kantong Plastik
Digunakan Sebagai Wadah Atau Tempat sampel tanah yang akan diuji
7. Karet Gelang
Digunakan untuk membungkus ring sample yang sudah digunakan untuk mengambil
sampel tanah
8. Spidol dan Kertas Label
Digunakan Untuk Menandai Sampel Yang sudah dibungkus

Bahan:

1. Tanah
Sumber Data yang akan diuji atau diteliti di laboratorium

2.2 Cara Kerja


22.1 Alur Kerja Pengambilan Sampel Tanah Utuh

Alat dan Bahan disiapkan

Menuju Tempat Pengambilan Sampel Tanah

Ring Sample Ditancapkan ke Tanah

Balok Penekan Diletakkan Diatas Ring Sample

Ring Sample Ditekan Menggunakan Palu hingga penuh Penuh

Ring Master diletakkan diatas ring sample

Balok Penekan Diletakkan Diatas Ring Master

Ring Master ditekan Menggunakan Palu Hingga Ring Sample Terisi Penuh

Ring Master Dan Ring Sample Diambil Menggunakan Sekop Atau Pisau Lapang

Ring Master dan Ring Sample Dipisahkan

Ring Sample Yang Sudah Terisi Tanah Dimasukkan Kedalam Plastik Lalu Diikat Menggunakan Karet
Gelang dan Diberi Label
2.2.2 Alur Kerja Pengambilan Sampel Tanah Campuran

Alat Dan Bahan Disiapkan

Tanah Komposit Di Beberapa Titik diambil menggunakan Sekop atau Pisau Lapang

Sampel Tanah Komposit Disimpan Kedalam Plastik Yang Diikat Karet dan Diberi Label

2.3 Analisa Perlakuan


2.2.1 Sampel Tanah Utuh

Pada Pengambilan Sampel Tanah Utuh, Kita Harus menyiapkan alat-alat seperti Ring Sample,
Ring Master, Palu, Balok Penekan, Plastik, Spidol, Karet Gelang dan Kertas Label. Pertama Yang
Dilakukan Adalah Meletakan Ring Sample DiTanah dan disusul oleh balok penekan diatas Ring
Sample dan ditekan Sampai penuh. Kemudian Letakkan Ring Master diatas Ring Sample yang diberi
balok penekan dan ditekan sampai ring sample penuh. Cabut Ring Master dan Ring Sample
menggunakan Sekop atau Pisau Lapang dengan cara menggali area disekeliling ring sample. Simpan
ring sample yang berisi tanah di plastic yang telah diikat karet dan diberi label

2.2.2 Sampel Tanah Campuran

Pada Pengambilan Sampel Tanah Campuran, Alat Yang Harus Disiapkan Adalah sekop atau
Pisau Lapang. Cara Pengambilannya adalah dengan cara menggali sedikit tanah dengan pisau
maupun sekop, lalu hasil galian dimasukkan kedalam plastik, diikat menggunakan karet dan diberi
label
BAB 3

PEMBAHASAN

3.1 Perbedaan Penggunaan Sampel Tanah Utuh dan Sampel Tanah

A. Tanah Utuh

Sampel Tanah Utuh Digunakan Dalam Penelitian Sebagai Data Untuk Penetapan
Bobot Isi, Mengukur PF Tanah, Permeabilitas tanah, dan Karakteristik Pori Tanah Tersebut

(Hanafiah, 2005)

B. Tanah Campuran

Sampel Tanah Campuran Biasa Digunakan Dalam Penelitian untuk Mengukur dan
Penetapan Kandungan Air, Penetapan Tekstur angka Atterberg, dan Mendeskripsikan Sifat-Sifat
Kimia Pada Tanah Tersebut.

(Hanafiah, 2005)

3.2 Perbedaan Minipit, Profil, dan Singkapan Tanah

A. Minipit

Minipit Merupakan lubang pengamatan tanah yang dibuat dengan menggunakan sekop
dengan ukuran 40x40cm dan kedalaman 80cm. Minipit Biasanya digunakan untuk pengamatan pada
permukaan tanah yang datar.

B. ProfIl Tanah

Profil Tanah Adalah penampang vertical tanah yang menunjukan Batasan-batasan horizon
tanah, profil tanah dibuat untuk mengetahui proses pembentukan tanah ada 6 horizon utama yang
menyusun profil tanah berturut-turut dari atas ke bawah yaitu horizon (o),A,E,B,C, dan R, Sedangkan
horizon Penyusun solum tanah adalah horizon A,E,Dan B (Syamsuddin, 2012)

Profil Tanah Biasa digunakan untuk mempelajari perkembangan tanah

C. Singkapan Tanah
Merupakan Bagian dari tubuh batuan yang tersingkap atau muncul pada permukaan akibat
adanya erosi atau pengikisan tanah penutup

3.3. Hal-Hal Yang Perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel