Anda di halaman 1dari 10

SISTEM PENCERNAAN UNGGAS MONOGASTRIK, MONOGASTRIK

MAMALIA DAN POLIGASTRIK RUMINANSIA

(Tugas Makalah Biologi Ternak)

Oleh:

Rahmat Nurdiyanto

1114141057

JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2011
Latar Belakang

Sistem pencernaan adalah penghancuran bahan makanan (mekanis/enzimatis, kimia dan


mikrobia) dari bentuk komplek (molekul besar) menjadi sederhana (bahan penyusun) dalam
saluran cerna. Tujuan dari pencernaan itu sendiri adalah untuk mengubah bahan komplek
menjadi sederhana. Dan kegunaanya adalah unuk mempermudah penyerapan oleh vili usus.
Pada hewan bahan makanan yang diubah menjadi energi melalui pencernaan adalah
karbohidrat, lemak, protein. Sedangkan yang langsung diserap berupa vitamin, mineral,
hormon, air. Hewan mempunyai 4 aktivitas makanan, yaitu : prehensi (mengambil makanan),
mastikasi (mengunyah), salivasi (mensekresikan air ludah), dan deglutisi (menelan). Dalam
hal ini deglutisi dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : peristaltik (peristaltik
esophagus mendorong bolus ke arah lambung), tekanan buccopharyngeal (mendorong bolus
ke sofagus), dan gravitasi (membantu memudahkan jalannya bolus). Pada pencernaan
terdapat lambung tunggal untuk hewan carnivora dan omnivora, lambung komplek untuk
hewan herbivora, dan pencernaan pada unggas.

SISTEM PENCERNAAN PADA UNGGAS


(MONOGASTRIK UNGGAS)

Unggas mengalami proses pencernaan yang berbeda dengan hewan lain, meskipun
mempunyai kesamaan pada prosesnya. Sebagaimana hewan lain proses pada saluran
pencernaan unggas menggunakan tiga prinsip:
a. Secara mekanik
Pencernaan secara mekanik pada unggas berlangsung pada empedal. Pakan di dalam
empedal dengan adanya kontraksi otot empedal dengan bantuan grit akan diubah menjadi
pasta.

b. Secara khemis/enzimatis
Pencernaan secara enzimatis terutama dibantu dengan adanya senyawa kimia dan kerja
dari enzim yang dihasilkan oleh alat-alat pencernaan.
c. Secara mikrobiologik
Pencernaan secara mikrobiologik terjadi dengan adanya mikrobia yang ikut berperan
dalam proses pencernaan. Pada ayam pencernaan secara mikrobiologik tidak berperan besar
seperti pada ternak yang lain, hanya sedikit ditemukan mikrobia pada tembolok dan usus
besarnya. Pada tembolok ditemukan beberapa bakteri aktif yang menghasilkan asam organik
seperti asam asetat dan asam laktat dan juga pada ceca terjadi sedikit pencernaan
hemiselulosa oleh bakteri).
\
SALURAN PENCERNAAN PADA UNGGAS

Saluran pencernaan dapat dipandang sebagai tabung memanjang yang dimulai dari mulut
sampai anus dan pada bagian dalam dilapisi oleh mukosa.
1. Mouth (Mulut)

Ayam tidak mempunyai bibir, lidah, pipi dan gigi sejati, bagian mulut atas dan bawah
tersusun atas lapisan tanduk, bagian atas dan bawah mulut dihubungkan ke tengkorak dan
berfungsi seperti engsel.
Lidah unggas keras dan runcing seperti mata anak panah dengan arah ke depan. Bentuk
seperti kail pada belakang lidah berfungsi untuk mendorong makanan ke oeshopagus sewaktu
lidah digerakkan dari depan ke belakang. Lidah berfungsi untuk membantu menelan
makanan. Kelenjar saliva mengeluarkan sejenis mukosa yang berfungsi sebagai pelumas
makanan untuk mempermudah masuk ke oesophagus.
Di dalam mulut tidak diproduksi amilase. Air diambil dengan cara menyendok saat minum
dengan menggunakan paruh (beak), dan masuk ke dalam kerongkongan setelah kepala
menengadah dengan memanfaatkan gaya gravitasi.
2. Oeshophagus (Tenggorok)
Oesophagus merupakan saluran memanjang berbentuk seperti tabung yang merupakan
jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok dan perbatasan pharynx pada bagian
atas dan proventriculus bagian bawah. Dinding dilapisi selaput lendir yang membantu
melicinkan makanan untuk masuk ke tembolok. Setiap kali ayam menelan secara otomatis
oesophagus menutup dengan adanya otot. Fungsi oesophagus adalah menyalurkan makanan
ke tembolok.
3. Crop (Tembolok)
Crop mempunyai bentuk seperti kantong atau pundi-pundi yang merupakan perbesaran
dari oesophagus. Pada bagian dindingnya terdapat banyak kelenjar mukosa yang
menghasilkan getah yang berfungsi untuk melembekkan makanan. Crop berfungsi
menyimpan dan menerima makanan untuk sementara sebelum masuk ke proventriculus.
Terjadi sedikit atau sama sekali tidak terjadi pencernaan di dalamnya kecuali jika ada
sekresi kelenjar saliva dalam mulut. Pakan unggas yang berupa serat kasar dan bijian tinggal
di dalam tembolok selama beberapa jam untuk proses pelunakan dan pengasaman. Hal ini
disebabkan pada tembolok terdapat kelenjar yang mengeluarkan getah yang berfungsi untuk
melunakkan makanan.
4. Proventriculus (Lambung Kelenjar)
Proventriculus merupakan perbesaran terakhir dari oesophagus dan juga merupakan perut
sejati dari ayam. Juga merupakan kelenjar, tempat terjadinya pencernaan secara enzimatis,
karena dindingnya disekresikan asam klorida, pepsin dan getah lambung yang berguna
mencerna protein. Sel kelenjar secara otomatis akan mengeluarkan cairan kelenjar perut
begitu makanan melewatinya dengan cara berkerut secara mekanis. Karena makanan berjalan
cepat dalam jangka waktu yang pendek di dalam proventriculus, maka pencernaan pada
material makanan secara enzimatis sedikit terjadi.

5. Gizzard (Empedal/Rempela)
Gizzard berbentuk oval dengan dua lubang masuk dan keluar pada bagian atas dan bawah.
Bagian atas lubang pemasukkan berasal dari proventriculus dan bagian bawah lubang
pengeluaran menuju ke duodenum. Besar kecilnya empedal dipengaruhi oleh aktivitasnya,
apabila ayam dibiasakan diberi pakan yang sudah digiling maka empedal akan lisut.
Gizzard disebut pula otot perut yang terletak diantara proventriculus dan batas atas dari
intestine. Gizzard mempunyai otot-otot yang kuat sehingga dapat menghasilkan tenaga yang
besar dan mempunyai mucosa yang tebal. Perototan empedal dapat melakukan gerakan
meremas kurang lebih empat kali dalam satu menit.
Fungsi gizzard adalah untuk mencerna makanan secara mekanik dengan bantuan grit dan
batu-batu kecil yang berada dalam gizzard yang ditelan oleh ayam. Partikel batuan ini
berfungsi untuk memperkecil partikel makanan dengan adanya kontraksi otot dalam gizzard
sehingga dapat masuk ke saluran intestine.
6. Small Intestine (Usus Halus)
Small intestine memanjang dari ventriculus sampai large intestinum dan terbagi atas tiga
bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum. Duodenum berbentuk huruf V dengan bagian
pars descendens sebagai bagian yang turun dan bagian pars ascendens sebagai bagian yang
naik. Selaput mukosa pada dinding usus halus memiliki jonjot yang lembut dan menonjol
seperti jari yang berfungsi sebagai penggerak aliran pakan dan memperluas permukaan
penyerapan nutrien. Pada bagian duodenum disekresikan enzim pankreatik yang berupa
enzim amilase, lipase dan tripsin. Ada beberapa enzim yang dihasilkan oleh dinding sel dari
small intestine yang dapat mencerna protein dan karbohidrat.
Pencernaan pakan ayam di dalam usus kecil secara enzimatik dengan berfungsinya enzim-
enzim terhadap protein lemak dan karbohidrat. Protein oleh pepsin dan khemotripsin akan
diubah menjadi asam amino. Lemak oleh lipase akan diubah menjadi asam lemak dan
gliserol. Karbohidrat oleh amilase akan diubah menjadi disakarida dan kemudian menjadi
monosakarida.

7. Ceca (Usus Buntu)


Ceca terletak diantara small intestine (usus kecil) dan large intestine (usus besar) dan pada
kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu. Usus buntu mempunyai panjang sekitar
10 sampai 15 cm dan berisi calon tinja.
Fungsi utama ceca secara jelas belum diketahui tetapi di dalamnya terdapat sedikit
pencernaan karbohidrat dan protein dan absorbsi air. Di dalamnya juga terjadi digesti serat
oleh aktivitas mikroorganisma.

8. Large Intestine (Usus Besar)


Large intestine berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali dari diameter small
intentine dan berakhir pada kloaka. Usus besar paling belakang terdiri dari rektum yang
pendek dan bersambungan dengan kloaka.
Pada large intestine terjadi reabsorbsi air untuk meningkatkan kandungan air pada sel
tubuh dan mengatur keseimbangan air pada unggas.
9. Cloaca
Kloaka merupakan bagian akhir dari saluran pencernaan. Kloaka merupakan lubang
pelepasan sisa-sisa digesti, urin dan merupakan muara saluran reproduksi. Air kencing yang
sebagian berupa endapan asam urat dikeluarkan melalui kloaka bersama tinja dengan bentuk
seperti pasta putih.
Pada kloaka terdapat tiga muara saluran pelepasan yaitu urodeum sebagai muara saluran
kencing dan kelamin, coprodeum sebagai muara saluran makanan dan proctodeum sebagai
lubang keluar dan bagian luar yang berhubungan dengan udara luar disebut vent.
Kloaka juga bertaut dengan bursa fabricius pada sisi atas berdekatan pada sisi luarnya.
Kloaka pada bagian terluar mempunyai lubang pelepasan yang disebut vent, yang pada betina
lebih lebar dibanding jantan, karena merupakan tempat keluarnya telur.
10. Vent (Anus)

Vent (Anus) adalah lubang bagian luar dari cloaca. Pada ayam betina, ukurannya sangat
bervariasi karena di pengaruhi oleh masa produksi atau tidak. Ketika bertelur, ukuran vent
lebih besar dari padatidak berproduksi.

ORGAN TAMBAHAN
Organ tambahan mempunyai hubungan dengan saluran pencernaan dengan adanya suatu
duktus yang berfungsi sebagai saluran untuk mengekskresikan material dari organ tambahan
ke saluran pencernaan yang berguna untuk kelancaran proses pencernaan pakan. Ada tiga
organ pencernaan tambahan yaitu hati, pankreas dan limpa.

a. Hati
Hati terletak diantara gizzard dan empedu, berwarna kemerahan dan terdiri dari dua lobus,
yaitu lobus dexter dan sinister. Hati mengeluarkan cairan berwarna hijau kekuningan yang
berperan dalam mengemulsikan lemak.
Cairan tersebut tersimpan di dalam sebuah kantung yang disebut kantung empedu yang
terletak di lobus sebelah kanan. Makanan yang berada pada duodenum akan merangsang
kantung empedu untuk mengkerut dan menumpahkan cairan empedu. Hati juga menyimpan
energi siap pakai (glikogen) dan menguraikan hasil sisa protein menjadi asam urat yang
dikeluarkan melalui ginjal.

b. Pankreas

Pankreas terletak pada lipatan duodenum. Pankreas mensekresikan cairan pankreas ke


duodenum melalui ductus pancreaticus dan menghasilkan enzim yang mendigesti
karbohidrat, lemak dan protein.

c. Limpa
Limpa berbentuk agak bundar, berwarna kecoklatan dan terletak pada titik antara
proventriculus, gizzard dan hati. Fungsi dari limpa sampai sekarang belum diketahui, hanya
diduga sebagai tempat untuk memecah sel darah merah dan untuk menyimpan Fe dalam
darah.

SISTEM PENCERNAAN PADA KUDA


(MONOGASTRIK MAMALIA)

Kuda merupakan ternak Non ruminansia. Hal ini disebabkan oleh sistem pencernaan
enzimatik terlebih dahulu kemudian dilanjutkan dengan pencernaan fermentatif. Kuda
memiliki kemampuan untuk memanfaatkan hijauan dalam jumlah yang cukup dengan proses
fermentatif di bagian cecum.
Saluran pencernaan kuda memiliki ciri khusus yaitu ukuran kapasitas saluran pencernaan
bagian belakang lebih besar di bandingkan bagian belakang. Alat pencernaan adalah organ-
organ yang langsung berhubungan dengan penerimaan, pencernaan bahan pakan dan
pengeluaran sisa pencernaan atau metabolisme.
Berikut penjelasan secara umum maupun khusus dari alat dan fungsi pencernaan pada
kuda:
1. Rongga Mulut (mouth)
Mulut merupakan bagian pertama dari sistem penmcernaan yang mempunyai 3 fungsi
yaitu mengambil pakan, pengunyahan secara mekanik dan pembasahan pakan dengan saliva.
Di dalam rongga mulut terdapat organ pelengkap yaitu lidah, gigi, dan saliva. Lidah
merupakan alat pencernaan mekanik.
Kuda dapat menyeleksi pakan yang dimakan dikarenakan adanya bungkul-bungkul
pengecap pada lidah dan terbanyak terdapat di daerah dorsum lidah dibandingkan bagian lain
dengan cara merasakan pakan yang dimakan.
Gigi adalah organ pelengkap yang secara mekanik relative kuat untuk memulai proses
pencernaan. Gigi juga digunakan untuk menentukan umur umur dengan melihat :
penyembulan (erupsi), pergantian sementara, bentuk dan dan derajat keausan gigi. Saliva
kuda mengandung elektrolit utama yaitu Na+, K+, Ca2+, Cl-, HCO2-, HPO4- serta tidak atau
sedikit sekali mengandung amylase.
Saliva dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar yaitu kelenjar parotis, kelenjar mandibularis,
kelenjar sublingualis. Saliva berfungsi sebagai pelicin dalam mengunyah dan menelan pakan
dengan adanya mucin, mengatur temperatur rongga mulut, pelindung mukosa mulut dan
detoksikasi.
2. Pharynx dan Esofagus
Pharynx adalah penyambung rongga mulut dan esophagus. Esophgagus mempunyai
panjang kira-kira 50-60 inchi. Pada pharynx dan esofagus tidak terjadi pencernaan yang
berarti
3. Lambung
Lambung kuda relatif lebih kecil dibandingkan ternak lain terutama ternak ternak
ruminansia. Kapasitas lambung kuda antara 8-15 liter atau hanya 9% dari total kapasitas
saluran pencernaan. Proses pencernaan yang terjadi di daerah lambung tidak semurna
dikarenakan aktivitas mikroorganisme sangat terbatas dimana populasi bakteri relati rendah,
waktu tinggal pakan di lambung hanya sebentar sekitar 30menit, dan hasil proses fermentatif
adalah asam laaktat bukan VFA.
4. Pankreas
Kuda memiliki perbedaan yang spesifik dari segi cairan pankreas dengan ternak lain yaitu
konsentrasi enzim dan kadar HCO3 rendah. Bagian pankreas kuda terdiri dari endokrin dan
eksokrin.
5. Usus Halus
Usus kecil merupakan tempat utamauntuk mencerna karbohidrat, protein dan lemak serta
tempat absorbsi vitamin dan mineral. Kapasitas usus kecil adalah 30%.dari seluruh kapasitas
saluran pencernaan kuda. Usus kecil terdiri dari tiga bagian yaitu: duodenum, jejenum, dan
ileum. Proses pencernaan di usus kecil kecil adalah proses pencernaan enzimatik. Beberapa
enzitersebut adalah peptidase, dipeptidase, amylase, dan lipase.
6. Usus Besar
Usus besar terdiri dari caecum, colon, rektum. Caecum dan colon memiliki kapasitas 60%
dari keseluruhan saluran pencernaan yang mempunyai fungsi 1) tempat fermentasi dengan
hasil berupa VFA, 2) Sintesa Asam Amino, Vit B & K, 3) Tempat utama mencerna neutral
detergen fiber (NDF), 4) asam laktat dari lambung dengan adanya Veilonella gazagones akan
dirubah menjadi VFA.
Produksi dan proses pencernaan fermentatif di usus besar tidak semuanya dapat
dimanfaatkan karena posisi yang dibelakang setelah usus halus kecil, sehigga hanya sekitar
25% hasil fermentatif di usus besar yang dapat diserap kembali ke usus kecil atau
dimanfaatkan oleh tubuh.
Sedangkan rektum merupakan tempat utama penyerapan air kembali. Proses pencernaan
dari mulut sampai terbuang sebagai feses dari 95 % pakan yang dikonsumsi membutuhkan
waktu 65-75 jam

SISTEM PENCERNAAN PADA SAPI


(POLIGASTRIK RUMINANSIA)

Organ Pencernaan Ruminansia Terdiri Dari:

1. Rongga Mulut
3. Usus Halus:
4. Usus Besar:
2. Lambung: - Deudenum
- Sekum
- Rumen - Jejunum
- Kolon
- Retikulum - Ileum
- Rektum
- Omasum
- Abomasum

1. Rongga Mulut

Pada hewan ruminansia terdapat gigi geraham yang besar yang berfungsi untuk
mengelilingi dan menggilas serta mengunyah rerurumputan yang mengandumg selulosa yang
sulit dicerna.
Sapi, misalnya, mempunyai susunan gigi sebagai berikut:
3 3 0 0 0 0 0 0 Rahang atas
M P C I I C P M Jenis gigi
3 3 0 4 4 0 3 3 Rahang bawah
I = insisivus = gigi seri
C = kaninus = gigi taring
P = premolar = geraham depan
M = molar = geraham belakang
Berdasarkan susunan gigi di atas, terlihat bahwa sapi (hewan memamah biak) tidak
mempunyai gigi seri bagian atas dan gigi taring, tetapi memiliki gigi geraham lebih banyak
dibandingkan dengan manusia sesuai dengan fungsinya untuk mengunyah makanan berserat,
yaitu penyusun dinding sel tumbuhan yang terdiri atas 50% selulosa.

2. Lambung
Hewan ruminansia terdiri atas lambung pengunyah, yaitu rumen (perut beludru) dan
retikulum (perut jala), serta lambung kelenjar yaitu omasum (perut kitab/buku) dan
abomasum (perut/lambung sejati).

v Rumen
Rumen merupakan bagian saluran pencernaan vital pada ternak ruminansia. Pada
rumen terjadi pencernaan secara fermentatif dan pencernaan secara hidrolitik. Pencernaan
fermentatif membutuhkan bantuan mikroba dalam mencerna pakan terutama pakan dengan
kandungan selulase dan hemiselulase yang tinggi. Sedangkan pencernaan hidrokitik
membutuhkan bantuan enzim dalam mencerna pakan. Ternak ruminansia besar seperti sapi
potong dan sapi perah dapat memanfaatkan pakan dengan kandungan nutrisi yang sangat
rendah, akan tetapi boros dalam penggunaan energi.
Rumen pada sapi dewasa merupakan bagian yang mempunyai proporsi yang tinggi
dibandingkan dengan proporsi bagian lainnya. Rumen terletak di rongga abdominal bagian
kiri. Rumen sering disebut juga dengan perut beludru. Hal tersebut dikarenakan pada
permukaan rumen terdapat papilla dan papillae. Sedangkan substrat pakan yang dimakan
akan mengendap dibagian ventral. Pada retikulum dan rumen terjadi pencernaan secara
fermentatif, karena pada bagian tersebut terdapat bermilyaran mikroba. Rumen terletak di
sebelah kiri rongga perut.
Fungsi : - Tempat fermentasi oleh mikroba rumen
- Absorbsi : VFA, amonia
- Lokasi mixing
- Menyimpan bahan makanan fermentasi
v Retikulum
Retikulum sering disebut sebagai perut jala atau hardware stomach. Fungsi retikulum
adalah sebagai penahan partikel pakan pada saat regurgitasi rumen. Retikulum berbatasan
langsung dengan rumen, akan tetapi diantara keduanya tidak ada dinding penyekat. Pembatas
diantara retikulum dan rumen yaitu hanya berupa lipatan, sehingga partikel pakan menjadi
tercampur.
- Secara fisik tidak terpisahkan dari rumen
- Terdapat lipatan-lipatan esofagus yang meru-pakan lipatan jaringan yg
langsung dr esofagus ke omasum
- Permukaan dalam : papila sarang laba-laba (honey comb) perut Jala.

Fungsi:
- Tempat fermentasi
- Membantu proses ruminasi
- Mengatur arus ingesta ke omasum
- Absorpsi hasil fermentasi
- Tempat berkumpulnya benda-benda asing.

v Omasum
Omasum sering juga disebut dengan perut buku, karena permukaannya berbuku-buku. Ph
omasum berkisar antara 5,2 sampai 6,5. Antara omasum dan abomasums terdapat lubang
yang disebut omaso abomasal orifice.

- Letak : sebelah kanan(retikulum) grs median (disebelah rusuk 7-11)


- Bentuk : ellips
- Permukaan dalam berbentuk laminae perut buku (pada lamina terdapat
papila untuk absorpsi)
- Fungsi: grinder, filtering, fermentasi, absorpsi)

v Abomasum
Abomasum sering juga disebut dengan perut sejati. Fungsi omaso abomasal orifice adalah
untuk mencegah digesta yang ada di abomasum kembali ke omasum. Ph pada abomasum
asam yaitu berkisar antara 2 sampai 4,1.
Abomasum terletak dibagian kanan bawah dan jika kondisi tiba-tiba menjadi sangat asam,
maka abomasum dapat berpindah kesebelah kiri. Permukaan abomasum dilapisi oleh mukosa
dan mukosa ini berfungsi untuk melindungi dinding sel tercerna oleh enzim yang dihasilkan
oleh abomasum.
Sel-sel mukosa menghasilkan pepsinogen dan sel parietal menghasilkan HCl. Pepsinogen
bereaksi dengan HCl membentuk pepsin. Pada saat terbentuk pepsin reaksi terus berjalan
secara otokatalitik.
3. Usus Halus
Di usus halus terjadi proses penyerapan sari-sari makanan, sisa-sisa makanan yang tidak
diserap dikirim ke usus besar. Setelah mengalami penyerapan air, sisa makanan berupa ampas
dikeluarkan melalui anus.
Hewan seperti kuda, kelinci, dan marmut tidak mempunyai struktur lambung seperti pada
sapi untuk fermentasi selulosa.
Proses fermentasi atau pembusukan yang dilaksanakan oleh bakteri terjadi pada sekum
yang banyak mengandung bakteri. Proses fermentasi pada sekum tidak seefektif fermentasi
yang terjadi di lambung.
Akibatnya kotoran kuda, kelinci, dan marmut lebih kasarkarena proses pencernaan
selulosa hanya terjadi satu kali, yakni pada sekum. Sedangkan pada sapi proses pencernaan
terjadi dua kali, yakni pada lambung dan sekum yang kedua-duanya dilakukan oleh bakteri
dan protozoa tertentu.

Usus halus di bagi menjadi tiga bagian:


v Deudenum
Merupakan bagian pertama dari usus halus, ini amat dekat dengan dinding tubuh dan
terikat pada mesenteriyang pendek, yaitu mesodeudenum. Duktus yang berasal dari pankreas
dan hati masuk ke bagian pertama deudenum.
v Jejunum
Bermula dari kira-kira dari posisi dimana mesenteri mulai kelihatan memanjang.
v Ileum
Merupakan bagian terakhir dari usus halus. Batas antara jejunum dan ileum tidak jelas.

4. Usus Besar

Pada ruminansia terdiri atas:


v Sekum
Merupakan suatu kantong buntu dan kolon yang terdiri atas bagian yang naik, mendatar dan
turun.
v Kolon
v Rektum

Organ pencernaan aksesori


1. Glandula Saliva
Terdiri dari tiga pasang utama yaitu parotid, medibular, dan sublingual glandula minor
yaitu: labial, bukal, lingual dan palatin. Pada ujung dekat mata terdapat juga glandula saliva
zigomatik. Glandula saliva digolongkan menjadi 3 yaitu serosa, mukosa, dan campuran.
Glandula selosa mengelurkan cairan jernih, glandula mukosa suatu bentuk kental dan
bersifat tenacius yang berperan sebagai penutup permukaan suatu membran. Glandula
mennghasilkan campuran baik mukosa maupun serosa.
2. Pankreas
Merupakan glandula tuboloalvelar yang memiliki bagian endokrin maupun eksokrin. Bagian
eksokrin menghasilkan NaHCO3, enzim-enzim [encernaan yang di tuangkan ke duodenum.
Bagian endokrin menghasilkan insulin, (sel beta) dan glukagon (sel alfa) yang masuk
langsung ke peredaran darah.

3. Hati
Digolongkan sebagai glandula tubular meskipun susunan sel-sel hati nampak lebih
menyerupai tali/plat. Semua ternak kecuali kuda mempunyai kantong empedu. Cairan
empedu keluar dari hati melalui saluran hepatikus yang menghubungkan saluran sistik dari
kantong empedu membentuk saluran empedu umum, yang kemudian terus menuju ke bagian
pertama dari duodenum.

KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang diperoleh adalah:


Perbedaan sistem pencernaan antara ternak ruminansia dengan ternak unggas dan kuda
terletak pada lambung mereka, yaitu dimana ternak ruminansia memiliki lambung kompleks
seperti rumen, reticulum, omasum, dan abomasum sedangkan pada ternak unggas hanya
memilki lambung tunggal yaitu abomasum saja, dan sedangkan pada kuda tidak memiliki
struktur lambung seperti pada ternak ruminansia, sehingga tidak dapat melakukan proses
fermentasi selulosa.