Anda di halaman 1dari 6

APLIKASI DIFERENSIAL MATEMATIKA di BIDANG PETERNAKAN

Disusun untuk memenuhi mata kuliah matematika

SYAHRUL FAUZAAN
200110150292

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2015
I. Latar Belakang
Diferensial membahas tentang tingkat perubahan suatu fungsi sehubungan dengan
perubahan kecil dalam variabel bebas fungsi yang bersangkutan. Dengan diferensial dapat
pula disidik kedudukan kedudukan khusus dari fungsi yang sedang dipelajari seperti titik
maksimum, titik belok dan titik minimumnya jika ada. Berdasarkan manfaat manfaat inilah
konsep diferensial menjadi salah satu alat analisis yang sangat penting dalam Peternakan.

Pendekatan kalkulus diferensial amat berguna untuk menyidik bentuk gambar suatu
fungsi non linear. Dengan mengetahui besarnya harga dari turunan pertama (first derivative)
sebuah fungsi, akan dapat dikenali bentuk gambar dari fungsi tersebut. Secara berurutan
seksi-seksi berikut akan membahas hubungan antara fungsi non linear pertamanya, guna
mengetahui apakah kurvanya menaik atau kan menurun pada kedudukan tertentu.

II. Penerapan Turunan Dalam Bidang Peternakan


1. Untuk menentukan masa pertumbuhan ternak

Salah satu aplikasi diferensial dalam ilmu peternakan, yaitu pada laju pertumbuhan
ternak. Laju pertumbuhan merupakan fungsi linier sigmoid yaitu penambahan bobot badan
(berat) berbentuk huruf S, pada awalnya bergerak lambat kemudian cepat dan akhirnya
melambat lagi, atau bisa konstan.

Berdasarkan besarnya kecepatan tumbuh pertumbuhan dapat dibedakan dua macam fase yang
dibatasi oleh titik belok (titik refleksi), yaitu:

1. Fase akselarasi | pertumbuhan dini


2. Fase retardasi | fase pertumbuhan lambat
Pada masa menjelang dewasa (pubertas), ternak ada dalam masa akselerasi yaitu
ketika pertumbuhan dalam masa pertumbuhan yang cepat. Masa akselerasi baik digunakan
untuk masa penggemukan terutama pada ternak yang diambil dagingnya. Sehingga dengan
kurva pertumbuhan yang telah dibuat peternak dapat menentukan masa dimana ternak dapat
mengonsumsi pakan lebih banyak dan dapat diserap baik oleh tubuh.Sehingga dapat
menghasilkan efisiensi pakan dan penambahan bobot badan yang signifikan.
2. Untuk menentukan nilai maksimum dan minimum suatu permasalahan.

Dalam bidang peternakan pastinya para peternak ingin bisa mendapatkan hasil
maksimum dengan proses yang minimum.Contohnya dalam penentuan FCR (Feed Convensi
Ratio) yaitu ketika ditentukan berapa banyak ransum yang dibutuhkan untuk pertumbuhan 1
kg berat badan.

Sesuai dengan teorema nilai ekstremum, suatu fungsi yang kontinu pada interval tertutup
haruslah memiliki nilai-nilai minimum dan maksimum. Jika fungsi tersebut diturunkan, nilai
minimal dan maksimal dapat terjadi pada titik kritis atau titik akhir.

Maka kita dapat menentukan FER (Feed Eficiency Ratio) yaitu efisiensi pemberian ransum
yang lebih sedikit, namun kita bisa menjual dengan harga yang sama sehingga didapatkan
keuntungan yang lebih besar.

3. Untuk membantu dalam Ekonomi Peternakan

Untuk memproduksi dan memasarkan hasil ternak, sebelumnya peternak harus dapat
menentukan harga jual dan laba yang diinginkan sehingga dapat memperoleh keuntungan.

Misalnya peternak mampu menghasilkan hasil ternak dengan ketentuan harga beli bibit dan
ketentuan pakan yang telah dihitung biayanya atau FCR nya.Maka dalam perumusan harga
jualnya bergantung pada harga bibit dan biaya pakan yang telah dikeluarkan untuk
menghasilkan ternak tersebut.

Maka dengan pembuatan turunan kita dapat menentukan nilai harga jual ternak serta dapat
membandingkan dengan nilai harga jual pada pasar sehingga dapat dibuat perbandingan
dalam biaya serta keuntungan yang diperoleh. Secara garis besarnya, aplikasi kalkulus
diferensial meliputi perhitungan kecepatan dan percepatan, kemiringan suatu kurva, dan
optimalisasi.Sedangkan aplikasi dari kalkulus integral meliputi perhitungan kurva minimum.

III. Literatur Review


Definisi Turunan

Turunan fungsi ( diferensial ) adalah fungsi lain dari suatu fungsi sebelumnya,
misalnya fungsi f menjadi f' yang mempunyai nilai tidak beraturan. Konsep turunan sebagai
bagian utama dari kalkulus dipikirkan pada saat yang bersamaan oleh Sir Isaac Newton (
1642 1727 ), ahli matematika dan fisika bangsa Inggris dan Gottfried Wilhelm Leibniz (
1646 1716 ), ahli matematika bangsa Jerman. Turunan ( diferensial ) digunakan sebagai
suatu alat untuk menyelesaikan berbagai masalah dalam geometri dan mekanika.
Aturan menentukan turunan fungsi

Turunan dapat ditentukan tanpa proses limit. Untuk keperluan ini


dirancang teorematentang turunan dasar, turunan dari operasi aljabar pada dua fungsi, aturan
rantai untuk turunan fungsi komposisi, dan turunan fungsi invers.

Turunan dasar

Aturan - aturan dalam turunan fungsi adalah :

1. f(x), maka f'(x) = 0


2. Jika f(x) = x, maka f(x) = 1
3. Aturan pangkat : Jika f(x) = xn, maka f(x) = n X n 1
4. Aturan kelipatan konstanta : (kf) (x) = k. f(x)
5. Aturan rantai : ( f o g ) (x) = f (g (x)). g(x))

Turunan jumlah, selisih, hasil kali, dan hasil bagi dua fungsi
Misalkan fungsi f dan g terdiferensialkan pada selang I, maka fungsi f + g, f g, fg, f/g, ( g
(x) 0 pada I ) terdiferensialkan pada I dengan aturan :

1. ( f + g ) (x) = f (x) + g (x)


2. ( f g ) (x) = f (x) - g (x)
3. (fg) (x) = f(x) g(x) + g(x) f(x)
4. ((f)/g ) (x) = (g(x) f' (x)- f(x) g' (x))/((g(x)2)

Turunan fungsi trigonometri


1. d/dx ( sin x ) = cos x
2. d/dx ( cos x ) = - sin x
3. d/dx ( tan x ) = sec2 x
4. d/dx ( cot x ) = - csc2 x
5. d/dx ( sec x ) = sec x tan x
6. d/dx ( csc x ) = -csc x cot x

Hubungan secara umum antara sebuah fungsi dan fungsi-fungsi turunannya.


Berdasarkan kaidah deferensi, dapat disimpulkan bahwa turunan dari suatu fungsi berderajat
n adalah sebuah fungsi berderajat n-1. Dengan perkataan lain, turunan dari fungsi
berderajat 3 adalah sebuah fungsi berderajat 2, turunan dari fungsi berderajat 2 adalah sebuah
fungsi berderajat 1, turunan dari fungsi berderajat 1 adalah sebuah fungsi berderajat 0 alias
sebuah konstanta, dan akhirnya turunan dari sebuah konstanta adalah 0.
CONTOH SOAL

1. Kurva pertumbuhan anak ayam kampung mengikuti model y = a(x+1) b dari umur 0
minggu sampai 6 minggu. Bila a = berat tetas sebesar 40 g dan b = koefisien
pertumbuhan sebesar 1 5; dan y = berat badan; x = umur dalam minggu.

a) Berapa kecepatan pertumbuhan pada umur 4 minggu

b) Berapa berat badan anak ayam pada umur 6 minggu

Jawab :

a) Kecepatan pertumbuhan pada umur 4 minggu sebesar 134,16 g dengan


perhitungan :

Fungsi Y = a(x+1) b

Diturunkan menjadi :

b) Berat badan pada umur 6 minggu sebesar :


y = a (x+1)b
y = 40 (6+1)1,5
y = 740,81
Jadi, Berat badan pada umur 6 minggu sebesar 740,81 g
IV. Daftar Pustaka

http://dianasafitrii.blogspot.co.id/2013/08/diferensial-dan-aplikasinya-dalam_6.html
http://galihghung.blogspot.co.id/2013/05/penerapan-integral-dan-diferensial.html
Yusuf Yahya, D.Suryadi H.S., Agus S.,Matematika Dasar untuk Perguruan Tinggi,
Ghalia Indonesia, Jakarta, 1995