Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) (yang juga dikenal dengan nama Fajar
Paper atau Perusahaan) didirikan dengan akta notaris pada bulan Juni 1987 dan
disahkan oleh Menteri Kehakiman pada bulan Februari 1982. Perusahaan tercatat di
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 1994 dan melakukan pemecahan saham
sehingga nilai nominal masing-masing saham berubah dari Rp 1.000 menjadi Rp 500
pada tahun 1994 juga.
Perusahaan ini merupakan produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia.
Hal ini tak khayal karena pabriknya mampu memproduksi dengan lebih dari kapasitas
1.200.000 metrik ton per tahunnya. Produk yang dibuat antara lain Kraft Liner Board
dan Corrugated Medium Paper untuk kemasan karton kotak dan Coated Duplex
Board yang dipakai untuk kemasan display.
Pada awal kemunculannya FajarPaper merupakan sebuah perseroan terbatas.
Perusahaan yang didirikan oleh Winarko Sulistyo dan Airlangga Hartato ini berhasil
mendapatkan sertifikat ISO 9001 pada tahun 2003. Beberapa tahun kemudian
tepatnya pada tahun 2010 juga berhasil mendapatkan sertifikat ISO 14001.
Perkembangan industri FajarPaper memang mengalami angka yang signifikan. Hal
ini dibuktikan pada tahun 2012 FajarPaper berhasil membukukan sebesar 1,2 juta T
per tahun.
Beberapa produk unggulan dari FajarPaper antara lain Coated duplex board
yang merupakan kertas putih dengan lapisan mengkilap yang biasanya dipakai untuk
bahan kemasan ringan. Kertas ini sangat ideal untuk menghasilkan bahan yang
membutuhkan hasil cetakan berkualitas tinggi. Biasa kertas ini digunakan untuk
produk farmasi, sepatu, peralatan rumah tangga, makanan olahan dan elektronik
konsumen. Selain itu juga memproduksi Container Board, kertas cokelat berkualitas
tinggi dengan lapisan luar dari lembaran bergelombang. Hal ini dibuat dengan tujuan
memberikan perlindungan efektif terhadap permukaan yang mengandung cetakan
kualitas tinggi. Kertas ini terbuat dari 100% kertas daur ulang.

1.2 Maksud dan Tujuan


a. Mengetahui sistem manajemen lingkungan PT Fajar Surya Wisesa Tbk
b. Mengetahui ekolabeling PT Fajar Surya Wisesa Tbk
c. Mengetahui life cycle assessment PT Fajar Surya Wisesa Tbk
d. Mengetahui proper PT Fajar Surya Wisesa Tbk

1
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 PT Fajar Surya Wisesa Tbk


PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW) (yang juga dikenal dengan nama Fajar
Paper atau Perusahaan) didirikan dengan akta notaris pada bulan Juni 1987 dan
disahkan oleh Menteri Kehakiman pada bulan Februari 1982. Perusahaan tercatat di
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 1994 dan melakukan pemecahan saham
sehingga nilai nominal masing-masing saham berubah dari Rp 1.000 menjadi Rp 500
pada tahun 1994 juga.
Visi FajarPaper adalah menjadi produsen kertas kemasan berskala dunia yang
menghasilkan nilai dan produk berkualitas melalui daur ulang dan siklus produksi
berkesinambungan. Sedangkan misinya adalah mempertahankan posisi Perusahaan
sebagai salah satu produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia dengan
memanfaatkan peluang dan permintaan produk konsumen dan industri baik di
Indonesia maupun kawasan sekitarnya.
Karyawan sejumlah 2.314 orang per tanggal 31 Desember 2011, Fajar Paper
memproduksi dan menjual kertas kemasan baik di dalam negeri maupun di pasar
ekspor. Pada tahun 2011 penjualan domestik memberikan kontribusi sekitar 90%
terhadap total penjualan sementara penjualan ekspor 10%. Fajar Paper merupakan
salah satu produsen kertas kemasan terkemuka di Indonesia. Bahan baku yang
digunakan dalam proses produksi seluruhnya adalah kertas bekas atau 100% dari
bahan baku berserat pada tahun 2011. Sekitar 50% bahan baku berasal dari dalam
negeri yaitu dari pengepul kertas bekas, pembuat kardus boks, converter dan
pengguna akhir. Sisanya 50% diimpor dari beberapa negara seperti Singapura,
Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Australia. Kertas daur ulang menghemat
sumber daya alam, energi, pohon yang berharga, dan menciptakan produk tambahan
yang tidak beracun, serta menjaga lingkungan tetap bersih dari kertas bekas. Strategi
Usaha yang digunakan oleh FajarPaper adalah sebagai berikut:
a. Fokus pada keunggulan.
b. Peningkatan kapasitas produksi yang tepat waktu dan tepat sasaran.
c. Fleksibilitas (Fajar Paper memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan
produk- produknya sesuai dengan kebutuhan pasar).
d. Menjaga biaya produksi tetap rendah dan produksi tetap efisien.

2
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

FajarPaper menguasai sekitar 30% pangsa pasar industri containerboard di


Indonesia. FajarPaper fokus memproduksi kertas kemasan berkualitas dengan biaya
rendah dan Perusahaan tidak berencana melakukan diversifikasi kegiatan lainnya,
seperti mendirikan pabrik kemasan boks/kardus di sektor hilir. FajarPaper memiliki
fasilitas yang terintegrasi, terdiri dari 5 mesin kertas dengan kapasitas produksi
tahunan 1,2 juta ton kertas kemasan. Perusahaan tengah mempertimbangkan rencana
untuk menambah kapasitas produksi 350.000 ton kertas per tahun. Pinjaman sindikasi
diperoleh Perusahaan pada September 2013 untuk mengembangkan kapasitas
tambahan ini. Bahan baku utama yang digunakan dalam proses produksi adalah
kertas bekas atau 99% dari bahan baku utama pada tahun 2013. Kini hampir sekitar
70% bahan baku berasal dari dalam negeri yaitu dari pengumpul kertas bekas,
pembuat kardus boks, converter dan juga dari pengguna akhir produk. Sisanya
diimpor dari Singapura, Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, Australia dan
Selandia Baru.
FajarPaper terus mendukung jaringan pemasok lokal, mendorong dan
memotivasi mereka untuk meningkatkan pasokan agar pendapatan mereka juga ikut
bertambah. Mendaur ulang kertas berarti menjaga kelangsungan sumber daya alam,
termasuk energi, pohon yang berharga, dan menciptakan produk samping yang tidak
beracun, serta menjaga lingkungan tetap bersih dari limbah kertas. Kertas yang di
daur ulang yang digunakan sebagai bahan baku terutama adalah jenis Old Corrugated
Carton (OCC), dan sisanya meliputi Mixed Waste (MW), Old Newsprint (ONP) dan
Sorted White Ledger (SWL). Seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,
pergerakan harga kertas bekas cenderung mengikuti pergerakan harga produk
Perusahaan.

2.2 Sistem Manajemen Lingkungan dan Kebijakan Lingkungan PT Fajar


Surya Wisesa Tbk
2.2.1 PT Fajar Surya Wisesa Tbk Perusahaan Berwawasan Lingkungan
FajarPaper menjadi perusahaan yang berkesinambungan dan bertanggung
jawab terhadap lingkungan berkat upayanya dengan memanfaatkan bahan baku kertas
bekas dan penggunaan energi yang efisien dalam pembuatan beragam produk
berkualitas. Perusahaan berperan dalam memperbaiki lingkungan dan masyarakat
lebih sehat melalui pemanfaatan kertas bekas untuk menciptakan jalanan dan
lingkungan yang lebih bersih. Penggunaan kertas bekas juga ikut mencegah
kerusakan hutan yang menjadi bahan baku pembuatan bubur kertas (pulp) ditengah
dampak pemanasan global. Secara tidak langsung Perusahaan juga berperan

3
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

mengurangi jumlah limbah yang dibuang ke tempat pembuangan sampah akhir, dan
upaya pemanfaatan kertas bekas memberikan nilai tambah secara langsung sebagai
sumber penghasilan bagi para pengumpul kertas bekas.FajarPaper mengoperasikan
dua pembangkit tenaga listrik berbahan bakar gas alam sekaligus menghemat energi
dengan mengkonversi panas yang dihasilkan dari penggunaan pembangkit listrik
menjadi uap.
Pada tahun 2011, Perusahaan menyelesaikan pembangunan steam boiler yang
dapat menghasilkan 75 ton uap per jam untuk memenuhi kebutuhan seiring dengan
ekspansi yang dilakukan Perusahaan baru-baru ini. Selain itu Perusahaan juga
mengoperasikan dua incinerator untuk membakar limbah padat yang berasal dari
kertas bekas yang dibeli Perusahaan, seperti plastik. Incinerator tidak hanya dipakai
untuk membakar limbah padat yang tidak terpakai dan biasanya dibuang ke tempat
pembuangan sampah, namun panas dari hasil pembakaran dimanfaatkan
memproduksi uap untuk keperluan produksi dengan gratis karena incinerator yang
digunakan bertipe fluidized-bed yang mampu membakar dengan bahan bakar
minimum.

Incinerator pertama yang dipasang pada tahun 2001 mampu membakar limbah
padat kering sebesar 95 ton per hari dan dapat menghasilkan 12 ton uap per jam yang
kemudian

4
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

dimanfaatkan dalam proses akhir produksi sehingga menghemat biaya bahan bakar.
Incinerator ini merupakan hibah dalam rangka program kerja sama Departemen
Perdagangan dan Industri RI dan pemerintah Jepang. Perusahaan pada tahun 2011
memasang incinerator kedua dengan kapasitas 150 ton limbah padat kering per hari
mampu untuk mengolah limbah padat yang dikeluarkan dari mesin kertas yang ada
termasuk modifikasi-modifikasi yang akan datang dan menghasilkan 28 ton uap per
jam untuk proses produksi. Kedua incinerator menghasilkan 40 ton uap per jam yang
membantu penghematan biaya energi Perusahaan sekitar US$ 12.000 setiap hari.
Dengan dioperasikannya incinerator untuk membakar limbah padat kering,
FajarPaper menghindari pembuangan limbah padat ke tempat pembuangan sampah
akhir, dan ikut mengurangi emisi karbon hasil dekomposisi limbah padat kering dan
limbah lainnya. Permohonan Perusahaan untuk mendapatkan sertifikat Carbon
Emission Reduction (CER) melalui program Clean Development Mechanism (CDM)
yang diusung United Nations Framework for Climate Change Convention
(UNFCCC) telah mendapat persetujuan untuk proyek pembakaran limbah padat
menggunakan incinerator kedua. Periode untuk mendapat kredit ini berlaku selama 10
tahun, mulai Agustus 2012 hingga Juli 2022, untuk pengurangan emisi karbon hingga
setara 43.800 ton CO2 per tahun. Pengakuan internasional ini, di samping akreditasi
lain sepert Forest Stewardship Council (FSC) dan ISO 14001 menunjukkan bahwa
Perusahaan senantiasa mengelola dampak lingkungan hidup yang timbul dari
kegiatan operasionalnya dengan penuh tanggung jawab

2.2.2 Penerapan ISO PT Fajar Surya Wisesa Tbk


PT Fajar Wisesa Tbk adalah sebuah perusahaan yang memproduksi kertas dan
memperoleh sertifikat ISO 9001:2008 serta mendapat akreditasi penuh ISO 9000
SISIR dengan sertifikat No. 95-2-052. Perusahaan memperoleh sertifikat ISO
14001:2004 untuk Pengelolaan Lingkungan Hidup pada bulan Juli 2010 dan
sertifikasi OHSAS 18001:2011 yaitu sertifikasi untuk Kesehatan dan Keselamatan
Operasional dari OHSAS Group pada akhir tahun 2011.

5
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

Certificate No: OHS-2011-0391


OHSAS 18001 (Kesehatan & Keselamatan Kerja) adalah spesifikasi
sertifikasi terbaru untuk Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Hal
ini didasarkan pada kriteria yang telah dipublikasikan seperti BS 8800 dan Peraturan
Manajemen 1992. OHSAS 18001 adalah spesifikasi audit / sertifikasi, bukan
persyaratan legislatif atau panduan pelaksanaan.
Perusahaan memperoleh Sertifikat Ecolabel dari Kementerian Lingkungan
Hidup Indonesia dengan nomor sertifikat 013/PaPICS/2013. ISO 14001 menunjukkan
bahwa Perusahaan senantiasa mengelola dampak lingkungan hidup yang timbul dari
kegiatan operasionalnya dengan penuh tanggung jawab.
Perusahaan mendapat akreditasi penuh ISO 9001:2008 untuk sistem
manajemen mutu, akreditasi ISO 14001:2004 untuk kepatuhan terhadap peraturan
lingkungan hidup, akreditasi internasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja OHSAS
18001.

Certificate No: 95-2-0524

ISO 9001 (Sistem Manajemen Mutu) adalah salah satu standar internasional
yang ditetapkan oleh International Organization for Standarization. Standar
Internasional ini mempromosikan penerapan pendekatan proses saat
mengembangkan, menerapkan dan meningkatkan efektivitas manajemen mutu, untuk
meningkatkan kepuasan costomer dengan memenuhi kebutuhan pelanggan.
Keuntungan dari pendekatan proses adalah kontrol yang terus berlanjut yang

6
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

menyediakan hubungan antara proses individual di dalam sistem proses, dan juga
kombinasi dan interaksi mereka. (Standar internasional ISO 9001: 2008).

Fajar Paper bertekad menangani dampak lingkungan dengan penuh tanggung


jawab. Perusahaan berhasil memperoleh sertifikat eco-labeling, dan manajemen
berkeyakinan bahwa FajarPaper adalah satu-satunya perusahaan di industry kertas
kemasan di Indonesia yang memegang sertifikat Forest Stewardship Council.

FSC adalah organisasi nirlaba internasional yang khusus memperkenalkan


program pengelolaan hutan yang penuh tanggung jawab di seluruh dunia, dengan
tujuan agar konsumen memperoleh informasi yang jelas sebelum memilih produk
yang mereka beli, dalam hal ini terkait dengan kemasan yang mereka gunakan.

Pelanggan kami terutama yang berhubungan dengan perusahaan multinasional


memahami pentingnya sertifikasi ini dan perannya dalam meningkatkan daya saing
Perusahaan.Tingkat keluhan pelanggan Perusahaan sangat rendah sepanjang tahun
2013, menunjukkan bahwa berbagai pengujian ketat yang dijalankan pada setiap
tahap untuk menjamin proses dan kualitas produk telah berjalan efektif. Tugas
departemen R&D adalah memaksimalkan manfaat dari fasilitas produksi yang kian
besar dan semakin efisien, meningkatkan kualitas dan mengurangi biaya-biaya.
Perusahaan mendapat akreditasi penuh ISO 9001:2008 untuk sistem manajemen
mutu, akreditasi ISO 14001:2004 untuk kepatuhan terhadap peraturan lingkungan
hidup, akreditasi internasional Kesehatan dan Keselamatan Kerja OHSAS 18001.

Certificate No: 2010-0479

ISO 14001 (Environment Management System) adalah salah satu standar


internasional yang ditetapkan oleh International Organization for Standarization.
Standar Internasional ini menetapkan persyaratan untuk sistem manajemen
lingkungan untuk memungkinkan sebuah organisasi mengembangkan dan
menerapkan kebijakan dan tujuan yang mempertimbangkan persyaratan hukum dan

7
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

informasi mengenai aspek lingkungan yang signifikan. Tujuan keseluruhan dari


Standar Internasional ini adalah untuk mendukung perlindungan lingkungan dan
pencegahan pencemaran seimbang dengan kebutuhan sosial ekonomi. (Standar
internasional ISO 14001: 2004)

ISO 14001 adalah suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen


Lingkungan (SML) yang pada saat ini secara luas menggunakan SML di dunia,
dengan lebih dari 6.000 sertifikasi di Inggris dan 111.000 sertifikasi di 138 negara
seluruh dunia.

ISO 14001 adalah standar sistem manajemen utama yang mengkhususkan


pada persyaratan bagi formulasi dan pemeliharaan dari SML. Tiga komitmen
fundamental mendukung kebijakan lingkungan untuk pemenuhan persyaratan ISO
14001, termasuk:

pencegahan polusi
kesesuaian dengan undang-undang yang ada
perbaikan berkesinambungan SML

Komitmen-komitmen tersebut memberikan panduan perbaikan kinerja


lingkungan secara keseluruhan.

ISO 14001 dapat digunakan sebagai alat bantu; fokus terhadap pengendalian
aspek lingkungan atau arah aktifitas produk dan pelayanan anda berkenaan dengan
pengelolaan lingkungan; sebagai contoh, emisi udara, tanah, atau air. Organisasi
wajib menjelaskan apakah yang mereka akan lakukan, mengikuti prosedur yang
tersedia dan mendokumentasikan upaya-upaya mereka untuk mendemonstrasikan
kesesuaian dan perbaikan. Anda diharapkan menyusun tujuan, sasaran dan
menerapkan program untuk meningkatkan kinerja lingkungan anda yang mana pada
akhirnya akan memberikan manfaat adanya peningkatan keuangan.

Organisasi perlu mengenali hukum yang berlaku, undang-undang yang


berkaitan dan persyaratan-persyaratan lainnya yang berkaitan. Hal-hal penting
tersebut berkaitan untuk mengenali timbulnya peraturan pemerintah sehingga ukuran
tingkat kepatuhan dapat diadopsi dan secara periodik dilakukan evaluasi untuk
memastikan persyaratpersyaratan tersebut dipahami oleh para karyawan dan dapat
diterapkan secara efektif.

8
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

Standar ISO 14001 disertai dengan ISO 14004, Sistem Manajemen


Lingkungan Panduan Umum terhadap prinsip-prinsip, sistem-sistem dan dukungan
teknis. Standar ini terdiri dari beberapa bagian, seperti penerapan, implementasi,
pemeliharaan dan peningkatan dari Manajemen Sistem dan diskusi-diskusi mengenai
penggunaan prinsip-prinsip yang berkaitan. Tujuan ISO 14000 antara lain adalah :

Mendorong upaya dan melakukan pendekatan untuk pengelolaan


Lingkungan hidup dan sumberdaya alam dan kualitas pengelolaannya
diseragamkan pada lingkup global.
Meningkatkan kemampuan organisasi untuk mampu memperbaiki
kualitas dan kinerja Lingkungan Hidup dan Sumberdaya Alam.
Memberikan kemampuan dan fasilitas pada kegiatan ekonomi dan
industri, sehingga tidak mengalami rintangan dalam berusaha.
Untuk mencapai tujuan tersebut dibentuk SAGE (Startegic Advisory
Group on the Environment). Kemudian TC 207 (Komisi Teknis) pada
tahun 1993 dibentuk oleh
Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO). Komisi ini terdiri
dari berbagai negara dan bertugas merumuskan konsep standar
internasional di bidang lingkungan. Adapun pembagian tugasnya
adalah sbb. :
Sub komisi yang menangani Environmental Management
System (Sistem pengelolaan Lingkungan dan sumberdaya
alam),
Sub komisi yang menangani Environmental Auditing (Audit
Lingkungan),
Sub komisi yang menangani Environmental Labelling (Label
Lingkungan),
Sub komisi yang menangani Environmental Performance
Evaluating (Evaluasi Kinerja Lingkungan),
Sub komisi yang menangani Life Cycle Analysis (Analisis Daur
Hidup),
Sub komisi yang menangani Environemental Ispect in Product
Standard (Aspek Lingkungan dalam Bakumutu Produk),
dan Sub komisi yang bertugas menyusun Term and Definitions
(Istilah dan Definisi)

9
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

2.3 PROPER PT. Fajar Surya Wisesa


PROPER merupakan salah satu program unggulan KLH yang berupa kegiatan
pengawasan dan pemberian insentif dan/atau disinsentifkepada penanggung jawab
usaha dan/atau kegiatan. Penghargaan PROPER bertujuan untuk mendorong
perusahaan untuk taat terhadap peraturan lingkungan hidup dan mencapai keunggulan
lingkungan (environmental excellency). Hal ini dinilai dari diterapkannya integrasi
prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dalam proses produksi dan
jasa,penerapan sistem manajemen lingkungan, 3R, efisiensi energi, konservasi
sumber daya dan pelaksanaanbisnis yang beretika serta bertanggung jawab terhadap
masyarakat melalui program pengembangan masyarakat.
PT.Fajar Surya Wisesa memperoleh akreditas peringkat Biru dari
Kementerian Lingkungan Hidup untuk klasifikasi PROPER.

untuk klasifikasi PROPER peringkat biru adalah perusahaan Telah melakukan


upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau
peraturan yang berlaku (telah memenuhi semua aspek yang dipersyaratan oleh KLH) ini
adalah nilai minimal yang harus dicapai oleh semua perusahaan dalam bidang:
Penilaian Tata Kelola Air
Penilaian Kerusakan Lahan
Pengendalian Pencemaran Laut
Pengelolaan Limbah B3
Pengendalian Pencemaran Udara
Pengendalian Pencemaran Air
Implementasi AMDAL

2.4 eco-Labeling PT. Fajar Surya Wisesa


Ekolabel adalah suatu pemberian penghargaan berupa simbol, tanda atau label
kepada produk dan atau jasa yang dala saur hidupnya mulai dari pengadaan bahan
baku, proses produksim pendistribusian, penggunaan dan pembuangan setelah
penggunaan, memberi dampak lingkungan relatif lebih kecil dibanding produk lain
yang sejenis. Dan ekolabel adalah suatu pernyataan atau klaim yang menunjukkan
aspek lingkungan suatu produk dan atau jasa (ISO 14020).
PT.Fajar Surya Wisesa berhasil memperoleh sertifikat eco-labeling, ekolabel
yang diperoleh tipe II. Ekolabel Tipe II isinya produk yang memiliki deklarasi aspek
lingkungan. Klaim aspek lingkungan ini bisa dilakukan sendiri oleh produsen,

10
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

distributor, pemegang merek atau pihak lainnya yang mendapat manfaat dari klaim
tersebut. Ekolabel Tipe 2 memiliki informasi yang mudah dipahami dan biayapun
murah, namun kurang kredibel.
Ekolabel sendiri suatu penghargaan untuk produk, PT. Fajar Surya Wisesa
mendapat sertificate Recyclable terhadap produknya.

11
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

2.5 LCA (Life Cycle Assessment) PT.Fajar Surya Wisesa


Penilaian siklus hidup (LCA) adalah proses yang mengevaluasi beban
lingkungan yang terkait dengan sistem produk, atau kegiatan. Hal ini dilakukan
dengan mengidentifikasi dan kuantitatif, atau kualitatif, menggambarkan energi dan
material penggunaan dan rilis ke lingkungan. Sebuah LCA mencakup seluruh siklus
hidup produk, atau kegiatan dari 'ayunan sampai liang kubur' (yaitu dari ekstraksi
bahan baku dan pengolahan, hingga memproduksi, distribusi, penggunaan,
penggunaan kembali, daur ulang dan pembuangan akhir). Semua transportasi yang
terlibat dalam siklus hidup juga dipertimbangkan. LCA menilai dampak lingkungan dari
sistem di bidang sistem ekologi, kesehatan manusia dan penipisan sumber daya. Ini
tidak membahas ekonomi, atau sosial efek (Lindfors et al., 1995, Consoli, 1993).

12
LAPORAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2017

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari Makalah diatas dapat ditarik kesimpulan:
1. Kebijakan Lingkungan pada PT.Fajar Surya Wisesa
Bersifat sukarela
- ISO
Bersifat Wajib
- Klasifikasi PROPER peringkat Biru
2. Ekolabel : Tipe II , Sertifikat Recyclable
3.

13