Anda di halaman 1dari 4

SOP GIGI

No. Dokumen : Ditetapkan Oleh


Ka. PuskesmasTapalang
Nomor Revisi : -
Tanggal terbit : Januari 2015
SOP

PUSKESMAS Halaman : 1/1


MASINA
TAPALANG NIP. 19621231 198703 1365

1. Pengertian 1. Pencabutan gigi merupakan suatu prosedur pengeluaran gigi dari


Aveolus, dimana pada gigi tersebut sudah tidak dapat dilakukan
perawatan lagi.
2. Pencabutan gigi juga merupakan suatu tindakan pembedahan yng
melibatkan jaringan bergerak dan jaringan lunak pada rongga mulit,
akses yang dibatasi oleh bibir dan pipi, dan selanjutnya dihubungkan
atau disatukan oleh gerakan lidah dan rahang
2. Tujuan 1. Sebagai acuan bagi seluruh tenaga medis dan paramedic dalam
melaksanakan ketentuan tentang persetujuan tindakan medis
2. Agar pasien mengetahui prosedur penanganan penyakitnya bisa
membahayakan atau tidak
3. Agar pasien dan keluarga mendapatkan informasi tentang hal-hal
yang perlu dipersiapkan sebelum dilakukan tindakan medis
3. Kebijakan 1. Setiap tindakan medis yang akan dilakukan terhadap pasien harus
diinformasikan kepada pasien dan harus mendapat persetujuan dari
pasien dan/atau keluarga
2. Persetujuan tindakan dari pasien dan/atau keluarga harus dibuktikan
dengan pengisian form persetujuan tindakan medis (Informed
consent)
1. UU No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran
4. Referensi
2. Permenkes No. 290/menkes/per/2008
1. Menyapa pasien dengan ramah
5. Prosedur 2. Anamnesa
a. Menanyakan dan mencatat identitas penderita
b. Keluhan utama
Lokasi gigi yang sakit
1) Mulai kapan sait
2) Sifat sakit
a) Terus menerus
b) Kadang-kadang : timbulnya rasa sakit, rasa sakit
menyebar/setempat, sudah diobati /belum.
c. Riwayat kesehatan umum
Apakah Punya Penyakit :
1) Jantung : keluar keringat dingin, berdebar, sesak nafas, nyeri
dada.
SOP GIGI
No. Dokumen : Ditetapkan Oleh
Ka. PuskesmasTapalang
Nomor Revisi : -
Tanggal terbit : Januari 2015
SOP

PUSKESMAS Halaman : 1/2


MASINA
TAPALANG NIP. 19621231 198703 1365

2) Kencing Manis : keluhan 3P (sering kencing, sering lapar,


sering haus), bila ada luka tidak sembuh-sembuh, bau mulut
khas (Halitosis), radang jaringan penyangga (menyebabkan
gigi goyang)
3) Darah Tinggi
4) Kehamilan pada khususnya wanita, umur kehamilan,
berhubungan dengan pemberian obat anaesthesi, alergi, asma.
5) TBC
6) Hepatitis : gejala (rasa ual, Muntah icterus)
7) HIV / AIDS / penyakit Kelamin
3. Pemeriksaan
E.O :
a. Pipi diraba : dengan empat jari dengan menekan pipi secara
lembut bila ada benjolan/pembengkakan kekenyalannya :
keras/lunak/ada fluktuasi/tidak.
b. Bibir dilihat : dengan cara, ditarik dengan 2 (dua) jari (telunjuk
dan jempol), untuk bibir bawah-ditarik ke bawah, untuk bibir
atas-diratik ke atas.
c. Diraba : bila ada perubahan warna/benjolan diraba dengan cara
ditekan secara lembut dengan 2 (dua) jari (bila ada
pembengkakan) : Keras/Lunak Kel. Lymphe : diraba ; ada
pembengkakakan/tidak engan 2 (dua) jari telunjuk dan jari
tengah.
I.O :
a. Pemeriksaan pada gigi yang sakit dengan : v
perkusi : sama dengan prosedur perkusi , V
Druk/ditekan : sama dengan prosedur druk pada tumpatan.
b. Pemeriksaan pada seluruh gigi dijaringan sekitar gigi. Meliputi ;
warna, posisi (malposisi) karies dan kelainan-kelainan lainnya
c. Mukosa pipi/jaringan periodontal.
4. Diagnosa
Ditegakkan berdasarkan bersarkan :
a. Anamnesa
b. Keluhan utama.
c. Pemeriksaan E.O.
SOP GIGI
No. Dokumen : Ditetapkan Oleh
Ka. PuskesmasTapalang
Nomor Revisi : -
Tanggal terbit : Januari 2015
SOP

PUSKESMAS Halaman : 1/3


MASINA
TAPALANG NIP. 19621231 198703 1365

d. Pemeriksaan I.O.
5. Rencana Peratawatan
Pencabutan gigi permanen
a. Diagnose
b. Bila masih infeksi akut maka pencabutan ditunda dan
menjelaskan kepaa pasiententang bahaya bila pencabutan pada
gigi yang masih dalam keadaan infeksi.
c. Memberikan pengobatan dan menjadwalkan rencana pencabutan.
d. Member tahu pasien bahwa gigi harus dicabut dan member tahu
setiap tahap yang akan dilakukan serta menanyakan apakah
pasien sudah makan atau belum.

Tahap yang dilakukan :


a. Membantu pasien tentang lokasi atau tempat yang akan
dilakukan ansthesi (disuntik).
b. Asepsis daerah yang akan dilakukan penyuntikan dengan
menggunakan antiseptic.
c. Setelah jarum disuntikkan, aspirasi untuk memastikan tidak
terjadi injeksi ekstra vaskuler.
d. Deponir bahan anasthesi secara perlahan apabila, terjadi
penumpukan cairan anesthesia, lakukan massage di tempat yang
di anesthesia.
e. Observasi pasien sambil menunggu efek anesthesia. Jika sudah
anesthesia bereaksi, baru dilakukan ekstaksi.
f. Apabila gigi sudah tercabut, periksa soket untuk memastikan
tidak ada sisa gigi/fragmen tulang.
g. Kompresi soket, lalu gigit tampon kurang lebih 30 menit s/d 1
jam.

Instruksi pasca pencabutan :


a. Memberikan instruksi kepada pasien untuk tidak makan sebelum
efek anesthesia hilang.
b. Untuk mengunyah makanan pada sisi yang tidak dicabut.
c. Tidak memperkenankan pasien menghisap-hisap bekas cabutan.
d. Minum obat yang diresepkan dokter.
e. Menjelaskan manfaat dari instruksi dan akibat bila pasien tidak
SOP GIGI
No. Dokumen : Ditetapkan Oleh
Ka. PuskesmasTapalang
Nomor Revisi : -
Tanggal terbit : Januari 2015
SOP

PUSKESMAS Halaman : 1/2


MASINA
TAPALANG NIP. 19621231 198703 1365

mematuhi instruksi.
f. Control pasca pencabutan.

6. Unit terkait 1. Poli Gigi