Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Manfaat air bagi kesehatan telah diakui oleh ahli kesehatan di berbagai
belahan dunia. Semua makhluk hidup membutuhkan air bagi aktivitas
metabolisme mereka. Begitu pentingnya air pada tubuh kita, hingga tidak
dapat dibayangkan seseorang dapat hidup tanpa air. 2/3 berat tubuh manusia
mengandung air. Bahkan di setiap organ tubuh manusia mengandung air,
seperti darah yang mengandung 83% air, otot 75%, dan otak sebanyak 22%.
Air juga berperan penting dalam menjaga fungsi sirkulasi tubuh, pernafasan,
sistem pengeluaran, sistem syaraf, sistem metabolisme, kulit dan pencegahaan
berbagai penyakit lainnya. Air memiliki banyak peran penting dalam menjaga
kesehatan tubuh, berikut adalah salah satu fungsi-fungsi terpentingnya:
Keseimbangan pH: Perubahan asam bisa timbul dari makanan atau
minuman yang kita konsumsi, hal ini dapat menimbulkan penyakit atau
hilangnya kemampuan tubuh dalam mencerna vitamin dan mineral. Maka
dari itu tubuh manusia harus menjaga kesimbangan pH sekitar 7,35 7,45
dengan cara mengkonsumsi air. Karena kadar pH ini adalah kadar yang tepat
bagi tubuh untuk menyerap oksigen ke dalam tubuh, sehingga energi pada
tubuh juga lebih tinggi dan sistem imun jadi lebih baik dalam menghadapi
penyakit.
Suhu Tubuh: Sebagian besar tubuh manusia terdiri dari cairan, dan cairan
inilah yang berperan dalam mengatur suhu tubuh manusia. Seperti yang
terlihat saat berkeringat, yaitu tubuh melepaskan keringat saat panas untuk
mengurangi panas berlebih dalam tubuh sehingga mengurangi suhu tubuh
yang tinggi tersebut. Semua pengaturan suhu tubuh seperti ini dilakukan dan
bergantung pada asupan air yang ada pada tubuh kita.
Metabolisme: Air berfungsi sebagai penghantar oksigen, nutrisi, hormon,
serta zat lainnya ke berbagai bagian tubuh dan menjadi media dalam

1
menghilangkan racun ringan, sel-sel mati, dan kotoran pada tubuh. Selain itu,
protein dan enzim yang diperlukan dalam beberapa proses penting dalam
tubuh juga memerlukan air agar berfungsi dengan baik.

Pernafasan: Dalam pernafasan, air berfungsi untuk mengantarkan oksigen ke


seluruh tubuh sekaligus mengambil karbondioksida untuk dikumpulkan dan
dikeluarkan dalam bentuk uap air.
Konstipasi, rasa panas pada perut,migrain, radang dan infeksi lambung:
Penyakit-penyakit ini timbul berkaitan dengan kurangnya asupan air pada
tubuh. Penyakit-penyakit ini dapat dicegah dengan mengkonsumsi air secara
cukup dan teratur.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah definisi metabolisme ?
2. Apakah pengertian air ?
3. Apakah fungsi air ?
4. Apakah komponen cairan dalam tubuh ?
5. Bagaimana pengaturan keseimbangan air ?
6. Bagaimana intake dan output cairan?
7. Bagaimana gangguan keseimbangan air ?
8. Bagaimana mekanisme tubuh mempertahankan Ph netral ?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi metabolisme.
2. Untuk mengetahui apakah pengertian air.
3. Untuk mengetahui apakah fungsi air.
4. Untuk mengetahui apakah komponen cairan dalam tubuh.
5. Untuk mengetahui bagaimana pengaturan keseimbangan air.
6. Untuk mengetahui intake dan output cairan.
7. Untuk mengetahui bagaimana gangguan keseimbangan air.

2
8. Untuk mengetahui bagaimana mekanisme tubuh mempertahankan Ph
netral.

3
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Metabolisme

Metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang terjadi di dalam

makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat sederhana seperti

bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan; sampai mkhluk yang susunan

tubuhnya kompleks seperti manuasia. Di dalam proses ini, makhluk hidup

mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk

mempertahankan hidupnya.

Metabolisme meliputi proses sintesis (anabolisme) dan proses penguraian

(katabolisme) senyawa atau komponen dalam sel hidup.. Semua reaksi

metabolisme dikatalis oleh enzim. Hal lain yang penting dalam metabolisme

adalah peranannya dalam penawaracunan atau detoksifikasi, yaitu mekanisme

reaksi pengubahan zat yang beracun menjadi senyawa tak beracun yang dapat

dikeluarkan dari tubuh.

Di dalam tubuh terdapat tiga proses metabolisme utama yaitu metabolisme


karbohidrat, metabolisme protein, dan metabolisme lemak. Proses metabolisme
memiliki fungsi bagi makhluk hidup antara lain sebagai berikut:

1) Untuk mendapatkan energi kimia berupa ATP, hasil dari degradasi zat-zat
makanan kaya energi yang berasal dari lingkungan
2) Sebagai pengubah molekul zat-zat makanan (nutrisi) menjadi perkursor
unit pembangun bagi biomolekul sel
3) Sebagai penyusun unit-unit pembangun menjadi protein, asam nukleat,
lipida, polisakarida, dan komponen sel lain.

4
4) Sebagai pembentuk dan perombak biomolekul.

2.2 Pengertian Air

Air merupakan produk akhir utama dari metabolisme oksidatif makanan.


Air, yang merupakan nukleofil yang sangat baik, berfungsi sebagai reaktan dan
juga produk dalam banyak reaksi metabolic. Tapak aktif enzim telah terancang
sedemikian rupa sehingga akan menyingkirkan atau mengikutsertakan air,
bergantung pada fungsi air sebagai reaktan atau bukan.

Air adalah pelarut senyawa ionik dan netral, dapat mengalami ionisasi.
Mempengaruhi disosiasi makro molekul. Sebagian besar tubuh manusia kurang
lebih 70% terdiri dari air. Hampir semua reaksi kimia di dalam tubuh terjadi pada
medium air. Di dalam tubuh mahluk hidup, bahan organik dan inorganik polar
bereaksi di dalam cairan, yang sebagian besar adalah air (H2O). Air adalah suatu
molekul yang essensial untuk kehidupan, dapat melarutkan dan mengubah sifat-
sifat biomolekuler seperti asam nukleat, protein dan karbohidrat dengan
membentuk ikatan hidrogen dengan bagian yang polar dari biomolekuler tersebut.
Homeostasis adalah suatu mekanisme pengaturan yang dapat
mempertahankan komposisi suatu mahluk hidup yang esensial untuk
kelangsungan hidupnya, misalnya distribusi air, pH dan konsentrasi mineral.
Pengaturan keseimbangan air, tergantung pada pusat haus di hipotalanus, ADH
(anti diuretik hormon) dan ekskresi dan retensi air oleh ginjal. Kekurangan air
atau kelebihan air biasanya diikuti oleh mineral sodium. Kekurangan air misalnya
bisa terjadi karena muntah berak dan diabetes mellitus yang tidak terkontrol.
Kelebihan air dipihak lain misalnya dapat terjadi karena kelebihan pemberian
infus cairan dan kelainan ginjal khronik.

2.3 Fungsi Air

1) Pembentuk sel dan cairan tubuh. Komponen utama sel adalah air, sebesar
70-85%. Sedangkan dalam sel lemak, kurang dari 10%. Air berperan besar
dalam darah (mengandung 83% air), cairan lambung, hormon, enzim, otot,

5
dan juga berguna dalam menjaga tonus otot sehingga otot mampu
berkontraksi.
2) Pengatur suhu tubuh. Air dapat menghasilkan panas, menyerap dan
menghantarkan panas ke seluruh tubuh sehingga tubuh tetap stabil. Selain
itu, juga membantu mendinginkan tubuh melalui penguapan dari paru dan
permukaan kulit dengan membawa kelebihan panas keluar tubuh.
3) Pelarut zat-zat gizi lain dan pembantu proses pencernaan makanan. Mulai
dari membantu produksi air liur saat makanan di mulut, melarutkan
makanan dan membantu melumasi makanan agar masuk ke kerongkongan.
4) Pelumas dan bantalan. Air berfungsi sebagai pelumas atau lubrikan dalam
bentuk cairan sendi sehingga sendi dapat bergerak dengan baik dan
meredam gesekan antar sendi. Selain itu, air menjadi bantalan tahan getar
(shock absorbing fluid cushion) pada jaringan tubuh, seperti otak, medulla
spinalis, mata dan kantong amnion dalam rahim.
5) Media transportasi. Membantu pertumbuhan dan regenerasi sel secara
efektif (carrier) dan menjadi media berbagai zat dengan sifat dan kutub ion
yang berbeda. Selain itu, membantu transportasi oksigen dalam tubuh dan
sebagai media transportasi bagi gas karbondioksida saat mengeluarkan
napas.
6) Media eliminasi sisa metabolisme. Dengan air, sisa-sisa metabolisme dalam
tubuh dikeluarkan melalui saluran kemih, saluran cerna, saluran napas dan
kulit.

2.4 Komponen Cairan dalam Tubuh


Cairan tubuh terdiri dari Cairan Intrasel (CIS) dan Cairan Ekstrasel (CES).
Cairan intrasel berada di dalam sel, sedangkan cairan ekstraseluler adalah cairan
yang terdapat di luar sel. Kedua kompartemen ini dipisahkan oleh sel membrane
yang memiliki permeabilitas tertentu. Cairan ekstrasel dibagi tiga yaitu, cairan
intravaskuler, cairan intertisial, cairan transeluler. Air menyusun 60% - 70% total
berat bedan dengan kisaran antara 40% - 80%. Air terdistribusi diantara dua
kompartemen cairan utama.

6
1. Cairan Intrasel (CIS)
Berada di dalam membrane sel. CIS membentuk sekitar 2/3 dari H2O total
tubuh.Cairan intrasel adalah cairan yang terdapat dalam sel tubuh.
Volume cairan intrasel lebih kurang 33% berat badan (60% air tubuh
total) merupakan air terdapat di dalam sel kandungan air di intrasel
lebih banyak dibanding di ekstrasel dan persentase volume cairan
intrasel pada anak lebih kecil dibandingkan orang dewasa karena
jumlah sel lebih sedikit dan ukuran sel lebih kecil. Cairan intrasel
berperan pada proses menghasilkan, menyimpan, dan penggunaan
energy serta proses perbaikan sel. Selain itu, cairan intrasel juga
berzperan dalam proses replikasi dan berbagai fungsi khusus antara
lain sebagai cadangan air untuk mempertahankan volume dan
osmolalitas cairan ekstrasel.
Berikut table kandungan elektrolit CIS.

Kation Anion
Na+ : 10,0 mEq/L Cl- : 4,0 mEq/L
K+ : 140,0 mEq/L HCO3- : 10,0 mEq/L
Ca2+ : 1,0 mEq/L HPO4-2 : 75,0 mEq/L
Mg2+ : 50,0 mEq/L SO4-2 : 20,0 mEq/L
Protein : 50,0 mEq/L

7
2. Cairan Ekstraseluler (CES)
Cairan ekstraseluler 1/3 dari kompartemen cairan ekstrasel yang termasuk
dalam cairan ekstraseluler adalah limfe dan cairan limfe sel. Cairan
ekstrasel berperan sebagai pengantar semua keperluan sel (nutrient,
oksigen, berbagai ion, trace minerals, dan regulator hormone/molekul) dan
pengangkut CO2, sisa metabolism, bahan toksik atau bahan yang telah
mengalami detoksifikasi dari sekitar lingkungan sel. Cairan ekstraseluler
atau CES dibagi menjadi :
a. Cairan Intravaskuler
Cairan intravaskuler atau plasma darah berada di dalam pembuluh darah
yang meliputi 20% CES atau 15% dari total berat badan.

Kation Anion
Na+ : 140.0 mEq/L Cl- : 100,0 mEq/L
K+ : 5,0mEq/L HCO3- : 28,0 mEq/L
Ca2+ : 5,0 mEq/L HPO4-2 : 2,0 mEq/L
Mg2+ : 2,0 mEq/L SO4-2 : 1,0 mEq/L
Protein : 16,0 mEq/L

b. Cairan Interstisial
Cairan yang berada di antara sel yang mencapai 80% CES atau 5% dari
total berat badan. Selain dari kedua kompartemen tersebut ada
kompartemen lain yang ditempati oleh cairan.
Kation Anion
Na+ : 145,0 mEq/L Cl- : 114,0 mEq/L
K+ : 5,0 mEq/L HCO3- : 30,0 mEq/L
Ca2+ : 3,0 mEq/L HPO4-2 : 2,0 mEq/L
Mg2+ : 2,0 mEq/L SO4-2 : 1,0 mEq/L
Protein : 1,0 mEq/L

8
c. Cairan Transeluler
Adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal, cairan
intraokuler, dan sekresi saluran cerna. Cairan transeluler biasa disebut juga
cairan lintas sel.

Pendistribusian air di dalam dua kompartemen utama ( Cairan


Intraseluler dan Cairan Ekstraseluler ) ini sangat bergantung pada jumlah
elektrolit dan makromolekul yang terdapat dalam kedua kompartemen
tersebut. Karena sel membrane yang memisahkan kedua kompartemen ini
memiliki permeabilitas yang berbeda untuk tiap zat, maka konsentrasi
larutan pada kedua kompartemen juga akan berbeda.

2.5 Pengaturan Keseimbangan Air


Pengaturan keseimbangan air bergantung pada mekanisme hipotalamus dalam
mengendalikan rasa haus, pada hormone antidiuretik (ADH), dan pada retensi
atau sekresi air oleh ginjal dan kehilangan evaporative karena respirasi dan
perspirasi. Keadaan deplesi dan kelebihan cairan tubuh yang lazim terjadi kerap
kali disertai dengan deplesi atau kelebihan natrium. Deplesi air dapat terjadi
akibat penurunan asupannya (misal dalam keadaan koma) atau karena
peningkatan kehilangan cairan (misal pengeluaran keringat yang sangat banyak,
poliuria pada diabetes mellitus, serta diare pada bayi atau penderita penyakit
kolera). Sebab-sebab kelebihan cairan tubuh adalah peningkatan asupan cairan
(misal pemberian cairan infuse yang berlebihan) dan penurunan eksresi (misal
pada gagal ginjal berat). Mekanisme osmotic dan nonosmotik akan menjaga air
serta homeostatis osmotic cairan ekstrasel. Dua respons yang berbeda, yaitu
respon menyimpan air lewat antidiuresis dan respon mencari air lewat rasa haus,
berfungsi untuk mempertahankan homeostatis. Peningkatan osmolaritas cairan
ekstrasel sebesar 2% dapat memicu rasa haus dan pelepasan hormone antidiuretik
(ADH) hipofisis. Suatu mekanisme yang sedikit lebih tidak sensitive akan
memicu pelepasan ADH nonosmotik dan rasa haus pada saat volume cairan
ekstrasel yang beredar menurun sebanyak 10%. Kelainan genetic diabetes

9
insipidus nefrogenik yang ditandai oleh rasa haus ekstrem, asupan air yang tinggi,
dan ketidakmampuan memekatkan urine atau ketidakmampuan bereaksi terhadap
perubahan kecil pada osmolaritas cairan ekstrasel terjadi akibat ketidakmampuan
osmoreseptor ADH di dalam tubulus renal untuk bereaksi terhadap hormone
ADH.

2.6 Intake dan Output Cairan


Total Body Water (TBW) bervariasi sesuai dengan individu dan
tergantung beberapa hal seperti umur, kondisi lemak tubuh dan jenis kelamin.
Persentasi Total Body Water (TBW) :
1. Bayi baru lahir : 75%
2. Dewasa (Pria) : 60%
3. Dewasa (Wanita) : 50%
4. Usia lanjut : 45%-50%.
Intake cairan yaitu jumlah atau volume kebutuhan tubuh manusia akan
cairan per hari. Selama aktivitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa
minum kira-kira 1500 ml per hari, sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira
2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari
makanan, dan oksidasi selama proses metabolisme.

Tabel. Kebutuhan intake cairan berdasarkan umur dan berat badan

No Umur BB (Kg) Kebutuhan Cairan


1 3 hari 3 250-300
2 1 tahun 9,5 1150-1300
3 2 tahun 11,8 1350-1500
4 6 tahun 20 1800-2000
5 10 tahun 28,7 2000-2500
6 14 tahun 45 2200-2700
7 18 tahun 54 2200-2700

10
Pengaturan utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. Pusat
haus dikendalikan berada di otak sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi
dehidrasi intraseluler, sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan
tekanan darah, perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah.
Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walaupun
kadang terjadi secara sendiri. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum
sebelum proses absorbsi oleh gastrointestinal.
Output cairan yaitu jumlah atau volume kehilangan cairan pada tubuh
manusia per hari. Kehilangan cairan tubuh melalui empat rute (proses) yaitu :
a. Urine
Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekskresi melalui traktus
urinarius merupakan proses output cairantubuh yang utama. Dalam
kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam, atau sekitar
30-50 ml per jam pada orang dewasa. Pada orang yang sehat kemungkinan
produksi urine bervariasi dalam setiap harinya, bila aktivitas kelenjar
keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya
tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh.
b. IWL (Insesible Water Loss)
IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. Melalui kulit dengan mekanisme
diffusi. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses
ini adalah berkisar 300-400 ml per hari, tetapi bila proses respirasi atau
suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat.
c. Keringat
Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas,
respon ini berasal dari anterior hypotalamus, sedangkan impulsnya
ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan
syaraf simpatis pada kulit.
d. Feses
Pengeluaran air melalui feses berkisar antara 100-200 ml per hari, yang
diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon).
Hal hal yang perlu di perhatikan:

11
Rata-rata cairan per hari:
1. Air minum : 1500-2500 ml
2. Air dari makanan :750 ml
3. Air dari hasil oksidasi atau metabolisme :200 ml
Rata- rata pengeluaran cairan per hari:
1. Urin : 1400 -1500 ml
2 . IWL
a) Paru : 350 -400 ml
b) Kulit : 350 400 ml
3. Keringat : 100 ml
4. Feses : 100 -200 ml
5. IWL
a) dewasa : 15 cc/kg BB/hari
b) anak : (30-usia{tahun}cc/kgBB/hari.

2.7 Gangguan Keseimbangan Air


1) Hipovolemia
Hipovolemia adalah suatu keadaan dengan volume cairan tubuh
berkurang.
2) Deplesi Volume
Deplesi volume adalah keadaan dimana cairan ekstrasel berkurang
3) Dehidrasi
Dehidrasi adalah keadaan dimana volume air berkurang tanpa disertai
berkurangnya elektrolit
4) Edeme

Edeme adalah suatu keadaan dengan akumulasi cairan di jaringan


interstsium secara berlebihan akibat penambahan volume yang melebihi
kapasitas penyerapan pembuluh limfe.

12
5) Hiponatremia

Hiponatremia adalah kelebihan cairan relative yang terjadi bila jumlah


asupan cairan melebihi kemampuan ekskresi dan ketidakmampuan
menekan sekresi ADH.

6) Hipernatremia

Hypernatremia adalah suatu keadaan dengan deficit cairan relative.

7) Isonatremia

Isonatremia dalah suatu keadaan patologis yang tidak menyebabkan


gangguan pada kadar natrium di dalam plasma.

2.8 Mekanisme Tubuh Mempertahankan pH Netral


Air dapat berdissosiasi melepas H+ dan OH-. Keasaman dinyatakan
dengan istilah pH yaitu minus logarithma konsentrasi H+. pH rendah artinya
dalam keadaan asam sedangkan kalau pH tinggi dalam keadaan basa.

Cairan atau air merupakan elemen terbesar dalam tubuh manusia; secara
alami air atau cairan dalam tubuh manusia memiliki sifat asam dan basa. Secara
alami tubuh akan mengontrol dan menjaga tingkat keasaman dalam darah dan
cairan tubuh lain pada rentang pH 7,35 hingga 7,45; perubahan tingkat keasaman
dalam darah atau cairan tubuh akan memicu proses metabolisme untuk kembali
menetralkannya. Ketika pH menurun atau cairan dalam tubuh manusia menjadi
lebih asam; maka tubuh akan melakukan beberapa tindakan untuk kembali
meningkatkan pH kembali di kisaran 7,35 hingga 7,45.

Sebagai upaya untuk mempertahankan pH cairan tubuh tetap netral di


kisaran angka pH 7 maka secara alami sistem metabolisme tubuh akan beraksi
dengan beberapa cara. Mengeluarkan kelebihan asam melalui proses bernafas;
proses bernafas menjadi salah satu cara tubuh untuk mempertahankan pH netral
dengan cara membuang lebih banyak karbondioksida. Produksi urin atau air seni
merupakan mekanisme alami tubuh lain untuk mempertahankan pH cairan tubuh

13
tetap di kisaran 7 cairan dengan kandungan asam akan melalui proses penyaringan
di ginjal sebelum dibuang dalam bentuk urin. Melepaskan lebih banyak kalsium
untuk menetralkan cairan tubuh yang bersifat asam atau mengalami penurunan pH
sistem metabolisme tubuh akan membongkar cadangan kalsium dalam tulang
sebagai upaya untuk menetralkan cairan tubuh yang terlalu asam.

Sindrom metabolisme tubuh merupakan sebuah efek berantau dari


kegagalan atau kesalahan fisiologi yang dapat berupa beberapa gejala yang antara
lain berupa: Kegemukan atau obesitas, Tekanan darah tinggi, Tingkat kolesterol
tinggi dalam darah, Kemunculan batu ginjal, Resistensi insulin.

Beberapa sindrom metabolisme tersebut dapat secara fisik terdeteksi;


namun salah satu cara paling efisien untuk mendeteksinya adalah dengan meneliti
tingat keasaman atau pH air seni. Air seni atau urin yang bersifat asam atau
memiliki pH rendah merupakan salah satu tanda terjadinya sindrom metabolisme.

Masih ada beberapa masalah kesehatan lain yang terkait dengan keasaman
dalam tubuh; salah satunya adalah acid reflux. Masalah kesehatan ini muncul
dalam bentuk rasa sakit yang dipicu oleh asam lambung yang mengalir terbalik
hingga esofagus sehingga memicu terjadinya iritasi ataupun pembengkakan.
Konsumsi makanan dengan sifat asam merupakan salah satu pemicu dari kasus
ini.

14
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa metabolisme adalah segala proses reaksi kimia yang
terjadi di dalam makhluk hidup, mulai makhluk hidup bersel satu yang sangat
sederhana seperti bakteri, protozoa, jamur, tumbuhan, hewan; sampai mkhluk
yang susunan tubuhnya kompleks seperti manuasia. Di dalam proses ini, makhluk
hidup mendapat, mengubah dan memakai senyawa kimia dari sekitarnya untuk
mempertahankan hidupnya. Di dalam sel hidup air merupakan bagian yang paling
besar yaitu antara 45 70% berat badan. Jumlah air dalam tubuh dapat berkurang
dengan bertambahnya umur dan pada orang yang gemuk, dimana lipidanya
bertambah. Air tubuh total ada cairan ekstraseluler dan interseluler.bahan yang
terdapat dalam cairan tubuh yaitu elektrolit terutama K dan Na, bahan organik dgn
molekul besar (protein), dan senyawa organik bermolekul kecil (glukose, urea,
dan asam amino). untuk mempertahankan pH cairan tubuh tetap netral di kisaran
angka pH 7 maka secara alami sistem metabolisme tubuh akan beraksi dengan
beberapa cara. Mengeluarkan kelebihan asam melalui proses bernafas; proses
bernafas menjadi salah satu cara tubuh untuk mempertahankan pH netral dengan
cara membuang lebih banyak karbondioksida. Produksi urin atau air seni
merupakan mekanisme alami tubuh lain untuk mempertahankan pH cairan tubuh
tetap di kisaran 7 cairan dengan kandungan asam akan melalui proses penyaringan
di ginjal sebelum dibuang dalam bentuk urin. Melepaskan lebih banyak kalsium
untuk menetralkan cairan tubuh yang bersifat asam atau mengalami penurunan pH
sistem metabolisme tubuh akan membongkar cadangan kalsium dalam tulang
sebagai upaya untuk menetralkan cairan tubuh yang terlalu asam.

15
3.1 Saran

Para pembaca diharapkan dapat mengerti dan memahami materi yang ada
di dalam makalah ini tentang metabolisme air dan Ph. Penyusun menyadari
dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan
baik dari segi materi maupun bahasanya. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun sangat penyusun harapkan demi kesempurnaan makalah ini
di masa yang akan datang.

16
DAFTAR PUSTAKA

Murray, Robert 2003. Biokimia Harper. Jakarta: EGC

Aryulina, Diah; Choirul Muslim, Syalfinaf Manaf, Endang Widi Winarni


(2007). Biologi 3 SMA dan MA Untuk Kelas XII. Jakarta: Esis/Erlangga.

Hanafi, Mohammad MBBS (Syd).,dr.,MS, 2010,Metabolisme air dan


mineral. https://mhanafi123.files.wordpress.com,13 Maret 2016.

17

Anda mungkin juga menyukai