Anda di halaman 1dari 112

SOP / INSTRUKSI KERJA

PELAYANAN P2P

PUSKESMAS LABUHAN LOMBOK


TAHUN 2015
DAFTAR ISI

1. SURVEY KEBUTUHAN DAN HARAPAN SASARAN


2. PELAYANAN PASIEN DI RUANG P2P
3. PENATALAKSANAAN TUBERKULOSIS PARU
4. PEMBUATAN, PEWARNAAN DAN PEMERIKSAAN SEDIAAN SPUTUM BTA
5. PENATALAKSANAAN DEMAM BERDARAH
6. PENATALAKSANAAN KUSTA
7. PEMBERIAN IMUNISASI BCG
8. PEMBERIAN IMUNISASI DPTHB
9. PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK
10. PEMBERIAN IMUNISASI TT
11. PEMBERIAN IMUNISASI POLIO
12. PEMBERIAN IMUNISASI HB UNIJECT
13. PENGAMBILAN OAT TBC
14. PENGAMBILAN MDT KUSTA
15. PENANGANAN RANTAI VAKSIN
16. PERMINTAAN VAKSIN
17. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN SASARAN
18. KOMUNIKASI DENGAN SASARAN
19. PELAPORAN PROGRAM
20. PERTEMUAN LINTAS SEKTOR
21. USULAN PELATIHAN
22. PENILAIAN KINERJA
23. IDENTIFIKASI PELUANG PERBAIKAN
24. KONSULTASI DENGAN PIMPINAN
25. ORIENTASI PENGELOLA PROGRAM YANG BARU
26. PERTEMUAN PROGRAM
27. PERTEMUAN LINTAS PROGRAM
28. PEMBAHASAN KELUHAN DAN UMPAN BALIK
29. PENGELOLAAN ADMINISTRASI
PELAKSANAAN PELAYANAN PASIEN DI RUANG P2P
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pelayanan pasien di ruang P2P harus mengikuti ketentuan yang
tertuang dalam instruksi kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas P2P tentang pelayanan pasien di ruang P2P
Referensi
Ruang Pelayanan pasien di ruang P2P Puskesmas Labuhan Lombok .
Lingkup
Penanggung Koordinator P2P
Jawab
Masa Berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Pelayanan pasien di ruang P2P adalah tata cara pelayanan yang harus dilakukan
oleh pasien dan petugas di ruang P2P Puskesmas Labuhan Lombok .
Kriteria Semua pasien yang memerlukan pelayanan P2P tertangani dengan baik
Pencapaian
Alat dan Alat :
Bahan 1. ATK
2. Blangko informed concern
3. Buku register P2P
4. Buku Pedoman P2P
5. Obat Obatan P2P

Diagram alir Petugas menerima pasien


dengan sopan dan ramah

Petugas menanyakan maksud dan


tujuan pasien

Petugas memberitahukan maksud dan tujuan


tindakan yang harus dilakukan
Petugasmelaksanakan tindakan yang sesuai
dengan maksud dan tujuan pasien

Petugas melaksanakan konseling / penyuluhan


pada pasien

Petugas menanyakan apakah pasien sudah


mengetahui dengan jelas sesuai dengan prosedur
yang sudah dilaksanakan

Setelah selesai, petugas menganjurkan pada


pasien untuk datang lagi setiap saat sesuai
dengan kesepakatan.

Petugas mencatat semua tindakan yang sudah


dilakukan pada buku register atau buku bantu
yang tersedia

Petugas mengantar pasien sampai depan


pintu dan mengucapkan selamat jalan.

Hal-hal yang Semua pasien TB Paru dan Kusta tidak dipungut biaya
perlu
diperhatikan
Dokumen Buku register laboratorium
terkait
Unit terkait Klinik Umum, Ruang Laboratorium
Formulir - Formulir TB 01,02, 05, 09,10
yang - Informed concern
digunakan
DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU

1 Petugas menerima pasien dengan sopan dan


ramah
2 Petugas menanyakan maksud dan tujuan pasien.

3 Petugas memberitahukan maksud dan tujuan


tindakan yang harus dilakukan.

4 Petugas melaksanakan tindakan yang sesuai


dengan maksud dan tujuan pasien

5 Petugas melaksanakan konseling / penyuluhan


pada pasien.

6 Petugas menanyakan apakah pasien sudah


mengetahui dengan jelas sesuai dengan prosedur
yang sudah dilaksanakan

7 Setelah selesai, petugas menganjurkan pada


pasien untuk datang lagi setiap saat sesuai
dengan kesepakatan.

8 Petugas mencatat semua tindakan yang sudah


dilakukan pada buku register atau buku bantu
yang tersedia

9 Petugas mengantar pasien sampai depan pintu


dan mengucapkan selamat jalan.
PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI BCG
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pemberian imunisasi BCG harus mengikuti ketentuan yang tertuang
dalam instruksi kerja ini

Tujuan Untuk pedoman bagi petugas imunisasi tentang cara pemberian imunisasi BCG
Referensi - Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi Puskesmas
- Pelatihan Safe Injection, Dinkes Prop. Nusa Tenggara Barat Tahun 2015.
Ruang Unit pelayanan KIA dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator Imunisasi
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Pemberian imunisasi BCG adalah memberikan kekebalan pada tubuh dengan cara
memasukkan reagen / vaksin BCG dengan cara disuntikkan
Kriteria Didapatkan kekebalan terhadap penyakit Tuberkulosis
Pencapaian
Alat dan 1. Vaksin BCG dan pelarutnya
Bahan
2. Kapas alkohol 70%
3. Disposible / spuit BCG
4. Safety Box
5. Spuit 5 ml
6. Buku register / KMS
Langkah- 1. Petugas memberi tahu pasien maksud dan tujuan pemberian imunisasi
langkah
BCG.
2. Pengisian informed concern.
3. Petugas mempersiapkan alat dan bahan.
4. Petugas mencuci tangan.
5. Petugas melarutkan vaksin BCG dengan pelarut vaksin BCG dengan
menggunakan alat suntik / spuit steril ( ADS 5 ml )
6. Petugas mengambil vaksin yang sudah dilarutkan dan memasukkannya
pada spuit / alat suntik BCG ( 0,05 ml )
7. Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar memudahkan proses
penyuntikan
8. Petugas membersihkan tempat suntikan ( lengan kanan atas ) dengan
menggunakan kapas alkohol. 7

9. Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara intra kutan
10. Petugas mendorong piston secara perlahan sampai timbul indurasi pada
permukaan kulit dan memastikan vaksin masuk sesuai dosisnya ( 0,05 ml
).
11. Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan membuang alat
suntik yang sudah terpakai kedalam safety box tanpa melakukan
recapping / menutup alat suntik tersebut.
12. Petugas mencatat pada buku register / KMS
13. Petugas merapikan alat dan bahan
14. Petugas mencuci tangan

Diagram alir Petugas memberi tahu pasien maksud


dan tujuan pemberian imunisasi BCG.
1. Petugas memberi tahu pasien
maksud dan tujuan
pemberian imunisasi BCG.
Mengisi informed concern

Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

Petugas mencuci tangan.

Petugas melarutkan vaksin BCG dengan


pelarut vaksin BCG
Petugas mengambil vaksin yang sudah dilarutkan dan
memasukkannya pada spuit / alat suntik BCG ( 0,05 ml )

Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar


memudahkan proses penyuntikan

Petugas membersihkan tempat suntikan ( lengan kanan atas )

dengan menggunakan kapas alkohol.

Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara


intra kutan

Petugas mendorong piston secara perlahan sampai timbul


indurasi pada permukaan kulit dan memastikan vaksin
masuk sesuai dosisnya ( 0,05 ml ).

Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan


membuang alat suntik yang sudah terpakai kedalam safety
box tanpa melakukan recapping / menutup alat suntik

tersebut.
2. Petugas menarik alat suntik dari
permukaan
Petugas mencatat kulit danregister
pada buku membuang
/ KMS alat
suntik yang sudah terpakai kedalam
safety box tanpa melakukan recapping
/ menutup
Petugas alat
mencatat padasuntik tersebut.
buku register / KMS

Petugas mencuci tangan

Hal-hal yang - Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 3 jam
perlu - Penderita TBC dan penyakit kulit menahun merupakan kontraindikasi
diperhatikan pemberian imunisasi BCG
Dokumen - Buku register imunisasi / KMS
terkait - Buku kohort bayi
Unit terkait - KIA
- Posyandu
Formulir yang - Form permintaan vaksin
digunakan

9
DAFTAR TILIK
KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberi tahu pasien maksud dan
tujuan pemberian imunisasi BCG.

2 Pengisian informed concern.

3 Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

4 Petugas mencuci tangan.

5 Petugas melarutkan vaksin BCG dengan


pelarut vaksin BCG dengan menggunakan
alat suntik / spuit steril ( ADS 5 ml )

6 Petugas mengambil vaksin yang sudah


dilarutkan dan memasukkannya pada spuit /
alat suntik BCG ( 0,05 ml )

7 Petugas mengatur posisi bayi sedemikian


rupa agar memudahkan proses penyuntikan

8 Petugas membersihkan tempat suntikan (


lengan kanan atas ) dengan menggunakan
kapas alkohol.
9 Petugas memasukkan alat suntik kedalam
kulit bayi secara intra kutan

10 Petugas mendorong piston secara perlahan


sampai timbul indurasi pada permukaan kulit
dan memastikan vaksin masuk sesuai
dosisnya ( 0,05 ml ).

11 Petugas menarik alat suntik dari permukaan


kulit dan membuang alat suntik yang sudah
terpakai kedalam safety box tanpa
melakukan recapping / menutup alat suntik
tersebut.
Petugas mencatat pada buku register / KMS
12 Petugas merapikan alat dan bahan

13 Petugas mencuci tangan


PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI DPTHB-hib
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pemberian imunisasi DPTHB harus mengikuti ketentuan yang


tertuang dalam instruksi kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas imunisasi tentang cara pemberian imunisasi
DPTHB
Referensi - Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi Tingkat Puskesmas
- Pelatihan Safe Injection, Dinkes Prop. Nusa Tenggara Barat Tahun
2015.
Ruang Unit pelayanan KIA dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator Imunisasi
Jawab
Masa Berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Pemberian imunisasi DPTHB adalah memberikan kekebalan pada tubuh dengan
cara memasukkan reagen / vaksin DPTHB dengan cara disuntikkan
Kriteria Didapatkan kekebalan terhadap penyakit Diphteri, Pertusis dan Tetanus
Pencapaian
Alat dan 1. Vaksin DPTHB
Bahan 2. Kapas alkohol 70%
3. Disposible / ADS 0,5 ml
4. Safety Box
5. Buku kohort bayi
6. Buku register / KMS
Langkah- 1. Petugas memberi tahu pasien maksud dan tujuan pemberian imunisasi
langkah DPTHB.
2. Pengisian informed concern.
3. Petugas mempersiapkan alat dan bahan.
4. Petugas mencuci tangan.
5. Petugas mengambil vaksin DPTHB dari vaksin carrier / thermos dan
menggenggamnya sampai suhunya sama dengan suhu tubuh
6. Petugas mengambil vaksin dan memasukkannya pada spuit / ADS 0,5 ml
7. Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar memudahkan proses
penyuntikan
8. Petugas membersihkan tempat suntikan pada lengan atas / paha dengan
menggunakan kapas alkohol.
9. Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara intra musculer
10. Petugas mendorong piston secara perlahan dan memastikan vaksin
masuk sesuai dosisnya ( 0,5 ml ).
11. Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan membuang alat
suntik yang sudah terpakai kedalam safety box tanpa melakukan recapping /
menutup alat suntik tersebut.
12. Petugas mencatat pada buku register / KMS
13. Petugas merapikan alat dan bahan
14. Petugas mencuci tangan

Diagram alir Petugas memberi tahu pasien maksud dan


tujuan pemberian imunisasi DPTHB.
3. Petugas memberi tahu pasien
maksud dan tujuan pemberian
imunisasi BCG.
Mengisi informed concern

Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

Petugas mencuci tangan.

Petugas mengambil vaksin DPTHB dari


vaksin carrier Petugas mengambil vaksin
DPTHB dari vaksin carrier

Petugas mengambil vaksin dan memasukkannya pada spuit


/ ADS 0,5 ml
Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar
memudahkan proses penyuntikan

Petugas membersihkan tempat suntikan ( lengan kanan atas )

dengan menggunakan kapas alkohol.

Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara


intra muskuler

Petugas mendorong piston secara perlahan t dan memastikan


vaksin masuk sesuai dosisnya ( 0,5 ml ).

Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan


membuang alat suntik yang sudah terpakai kedalam safety
box tanpa melakukan recapping / menutup alat suntik

tersebut.
4. Petugas menarik alat suntik dari
Petugas mencatat kulit
permukaan pada buku
danregister / KMS
membuang alat
suntik yang sudah terpakai kedalam
safety box tanpa melakukan recapping
/ menutup alat suntik tersebut.
Petugas mencatat pada buku register / KMS

Petugas mencuci tangan

Hal-hal yang - Vaksin DPTHB tidak boleh beku


perlu
diperhatikan
Dokumen - Buku register imunisasi / KMS
terkait - Buku kohort bayi
Unit terkait - KIA
- Posyandu
Formulir yang - Form permintaan vaksin
digunakan
DAFTAR TILIK
KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberi tahu pasien maksud dan
tujuan pemberian imunisasi DPTHB

2 Pengisian informed concern.

3 Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

4 Petugas mencuci tangan.

5 Petugas mengambil vaksin DPTHB dari


vacine carrier dan menggenggamnya sampai
suhu sama dengan suhu tubuh

6 Petugas mengambil vaksin dan


memasukkannya pada spuit / ADS 0,5 ml

7 Petugas mengatur posisi bayi sedemikian


rupa agar memudahkan proses penyuntikan

8 Petugas membersihkan tempat suntikan (


paha
9 bagian luar ) dengan menggunakan kapas
basah

10 Petugas memasukkan alat suntik kedalam


kulit bayi secara intramuskuler

11 Petugas mendorong piston secara perlahan


dan memastikan vaksin masuk sesuai
dosisnya ( 0,5 ml ).

12 Petugas menarik alat suntik dari permukaan


kulit dan membuang alat suntik yang sudah
terpakai kedalam safety box tanpa melakukan
recapping / menutup alat suntik tersebut.

13 Petugas mencatat pada buku register / KMS

14 Petugas merapikan alat dan bahan

15
Petugas mencuci tangan

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI CAMPAK
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pemberian imunisasi CAMPAK harus mengikuti ketentuan yang


tertuang dalam instruksi kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas imunisasi tentang cara pemberian imunisasi
CAMPAK
Referensi - Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi Puskesmas
- Pelatihan Safe Injection, Dinkes Prop. Nusa Tenggara Barat Tahun 2015.
Ruang Unit pelayanan KIA dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator Imunisasi
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Pemberian imunisasi CAMPAK adalah memberikan kekebalan pada tubuh dengan
cara memasukkan reagen / vaksin CAMPAK dengan cara disuntikkan
Kriteria Didapatkan kekebalan terhadap penyakit CAMPAK
Pencapaian
Alat dan 1. Vaksin CAMPAK dan pelarutnya
Bahan 2. Kapas alkohol 70%
3. Disposible / ADS 0,5 ml
4. Safety Box
5. Spuit 5 ml
6. Buku register / KMS
Langkah- 1. Petugas memberi tahu pasien maksud dan tujuan pemberian imunisasi
langkah Campak.
2. Pengisian informed concern.
3. Petugas mempersiapkan alat dan bahan.
4. Petugas mencuci tangan.
5. Petugas melarutkan vaksin Campak dengan pelarut vaksin Campak dengan
menggunakan alat suntik / spuit steril ( ADS 5 ml )
6. Petugas mengambil vaksin yang sudah dilarutkan dan memasukkannya
pada spuit / ADS ( 0,5 ml )
7. Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar memudahkan proses
penyuntikan
8. Petugas membersihkan tempat suntikan ( lengan kanan/kiri atas / paha luar )
dengan menggunakan kapas alkohol.
9. Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara intra muskuler
10.Petugas mendorong piston dan memastikan vaksin masuk sesuai dosisnya
( 0,5 ml ).
11.Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan membuang alat suntik
yang sudah terpakai kedalam safety box tanpa melakukan recapping / menutup
alat suntik tersebut.
12.Petugas mencatat pada buku register / KMS
13.Petugas merapikan alat dan bahan
14.Petugas mencuci tangan

Diagram alir Petugas memberi tahu pasien maksud dan


tujuan pemberian imunisasi Campak.
5. Petugas memberi tahu pasien
maksud dan tujuan pemberian
imunisasi BCG.
Mengisi informed concern

Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

Petugas mencuci tangan.

Petugas melarutkan vaksin Campak


dengan pelarut vaksin Campak
Petugas mengambil vaksin yang sudah dilarutkan dan
memasukkannya pada spuit / ADS 0,5 ml )

Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar


memudahkan proses penyuntikan

Petugas membersihkan tempat suntikan ( lengan kanan/kiri

atas / paha ) dengan menggunakan kapas alkohol.

Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara


intra muskuler

Petugas mendorong piston dan memastikan vaksin masuk


sesuai dosisnya ( 0,5 ml ).

Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan


membuang alat suntik yang sudah terpakai kedalam safety
box tanpa melakukan recapping / menutup alat suntik

tersebut.
6. Petugas menarik alat suntik dari
permukaan
Petugas mencatat kulit danregister
pada buku membuang
/ KMS alat
suntik yang sudah terpakai kedalam
safety box tanpa melakukan recapping
/ menutup
Petugas alat
mencatat padasuntik tersebut.
buku register / KMS

Petugas mencuci tangan

Hal-hal -
yang perlu - Vaksin yang sudah dilarutkan harus digunakan sebelum lewat 6 jam
diperhatikan
Dokumen - Buku register imunisasi / KMS
terkait - Buku kohort bayi
Unit terkait - KIA
- Posyandu
Formulir - Form permintaan vaksin
yang
digunakan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberi tahu pasien maksud dan
tujuan pemberian imunisasi Campak

2 Pengisian informed concern.

3 Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

4 Petugas mencuci tangan.

5 Petugas melarutkan vaksin Campak dengan


pelarut vaksin Campak dengan
menggunakan alat suntik / spuit steril ( ADS
5 ml )
6
Petugas mengambil vaksin yang sudah
dilarutkan dan memasukkannya pada spuit /
alat suntik 0,5 ml )
7
Petugas mengatur posisi bayi sedemikian
rupa agar memudahkan proses penyuntikan
8
Petugas membersihkan tempat suntikan (
lengan kanan/kiri atas / paha luar ) dengan
menggunakan kapas alkohol.
9
Petugas memasukkan alat suntik kedalam
kulit bayi secara intra kutan
10
Petugas mendorong piston dan memastikan
vaksin masuk sesuai dosisnya ( 0,05 ml ).
11
Petugas menarik alat suntik dari permukaan
kulit dan membuang alat suntik yang sudah
terpakai kedalam safety box tanpa
melakukan recapping / menutup alat suntik
12 tersebut.

13 Petugas mencatat pada buku register / KMS

14 Petugas merapikan alat dan bahan

Petugas mencuci tangan


PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI TT
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pemberian imunisasi TT harus mengikuti ketentuan yang tertuang


dalam instruksi kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas imunisasi tentang cara pemberian imunisasi TT
Referensi - Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi Tingkat Puskesmas
- Pelatihan Safe Injection, Dinkes Prop.Nusa Tenggara Barat Tahun 2015.
Ruang Unit pelayanan KIA dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator Imunisasi
Jawab
Masa Berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Pemberian imunisasi TT adalah memberikan kekebalan pada tubuh dengan cara
memasukkan reagen / vaksin TT dengan cara disuntikkan
Kriteria Didapatkan kekebalan terhadap penyakit Tetanus
Pencapaian
Alat dan 1. Vaksin TT
Bahan 2. Kapas basah dengan air hangat .
3. Disposible / ADS 0,5 ml
4. Safety Box
5. Buku kohort bayi
6. Buku register / KMS
Langkah- 1. Petugas memberi tahu pasien maksud dan tujuan pemberian imunisasi TT.
langkah 2. Pengisian informed concern.
3. Petugas mempersiapkan alat dan bahan.
4. Petugas mencuci tangan.
5. Petugas mengambil vaksin TT dari vaksin carrier / thermos dan
menggenggamnya sampai suhunya sama dengan suhu tubuh
6. Petugas mengambil vaksin dan memasukkannya pada spuit / ADS 0,5 ml
7. Petugas mengatur posisi ibu hamil sedemikian rupa agar memudahkan
proses
penyuntikan
8. Petugas membersihkan tempat suntikan pada lengan kiri .
9. Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit ibu hamil secara sub cutan
.
10. Petugas mendorong piston secara perlahan dan memastikan vaksin
masuk
sesuai dosisnya ( 0,5 ml ).
11. Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan membuang alat
suntik yang sudah terpakai kedalam safety box tanpa melakukan recapping /
menutup alat suntik tersebut.
12. Petugas mencatat pada buku register / KMS
13. Petugas merapikan alat dan bahan
14. Petugas mencuci tangan

Diagram alir Petugas memberi tahu pasien maksud dan


tujuan pemberian imunisasi TT.
7. Petugas memberi tahu pasien
maksud dan tujuan pemberian
imunisasi BCG.
Mengisi informed concern

Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

Petugas mencuci tangan.

Petugas mengambil vaksin TT dari


vaksin carrier

Petugas mengambil vaksin dan memasukkannya pada spuit


/ ADS 0,5 ml
Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar
memudahkan proses penyuntikan

Petugas membersihkan tempat suntikan ( lengan kanan


atas/paha luar ) dengan menggunakan kapas basah

Petugas memasukkan alat suntik keam kulit ibu hamil secara


sub cutan dalam

Petugas mendorong piston secara perlahan dan memastikan


vaksin masuk sesuai dosisnya ( 0,5 ml ).

Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan


membuang alat suntik yang sudah terpakai kedalam safety
box tanpa melakukan recapping / menutup alat suntik

tersebut.
8. Petugas menarik alat suntik dari
permukaan
Petugas mencatatkulit danregister
pada buku membuang
/ KMS alat
suntik yang sudah terpakai kedalam
safety box tanpa melakukan recapping
/ menutup alat suntik tersebut.
Petugas mencatat pada buku register / KMS

Petugas mencuci tangan

Hal-hal yang - Vaksin tidak boleh beku


perlu - VVM A atau B
diperhatikan
Dokumen - Buku register imunisasi / KMS
terkait - Buku kohort bayi
Unit terkait - KIA
- Posyandu
Formulir yang - Form permintaan vaksin
digunakan

24
DAFTAR TILIK
KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberi tahu pasien maksud dan
tujuan pemberian imunisasi TT

2 Pengisian informed concern.

3 Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

4 Petugas mencuci tangan.

5 Petugas mengambil vaksin TT dari vacine


carrier dan menggenggamnya sampai suhu
sama dengan suhu tubuh

6 Petugas mengambil vaksin dan


memasukkannya pada spuit / ADS 0,5 ml

7 Petugas mengatur posisi bayi sedemikian


rupa agar memudahkan proses penyuntikan

8 Petugas membersihkan tempat suntikan (


lengan kiri ) dengan menggunakan kapas
basah .
9
Petugas memasukkan alat suntik kedalam
kulit ibu hamil secara sub cutan dalam .
10
Petugas mendorong piston secara perlahan
dan memastikan vaksin masuk sesuai
dosisnya ( 0,5 ml ).
11
Petugas menarik alat suntik dari permukaan
kulit dan membuang alat suntik yang sudah
terpakai kedalam safety box tanpa melakukan
recapping / menutup alat suntik tersebut.
12
Petugas mencatat pada buku register / KMS
13
Petugas merapikan alat dan bahan
14
Petugas mencuci tangan

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI POLIO
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pemberian imunisasi POLIO harus mengikuti ketentuan yang tertuang
dalam instruksi kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas imunisasi tentang cara pemberian imunisasi POLIO
Referensi - Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi Tingkat Puskesmas
- Pelatihan Safe Injection, Dinkes Prop. Nusa Tenggara Barat Tahun 2015
Ruang Unit pelayanan KIA dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator Imunisasi
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Pemberian imunisasi POLIO adalah memberikan kekebalan pada tubuh dengan
cara memasukkan reagen / vaksin POLIO dengan cara diteteskan melalui mulut
Kriteria Didapatkan kekebalan terhadap penyakit Polio
Pencapaian
Alat dan 1. Vaksin Polio
Bahan 2. Kapas alkohol 70%
3. Vaksin carrier / thermos
4. Safety Box
5. Buku kohort bayi
6. Buku register / KMS
7. Gunting / Pincet
Langkah- 1. Petugas memberi tahu pasien maksud dan tujuan pemberian imunisasi Polio.
langkah 2. Pengisian informed concern.
3. Petugas mempersiapkan alat dan bahan.
4. Petugas mencuci tangan.
5. Petugas mengambil vaksin Polio dari vaksin carrier
6. Petugas membuka tutup vaksin Polio dengan menggunakan gunting / pincet
7. Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar memudahkan proses
penetesan vaksin Polio
8. Petugas meneteskan 2 tetes vaksin Polio kedalam mulut bayi.
9. Petugas memasukkan kembali vaksin polio kedalam vaksin carrier / thermos
10. Petugas mencatat pada buku register / KMS
11. Petugas merapikan alat dan bahan
12. Petugas mencuci tangan

Diagram alir Petugas memberi tahu pasien maksud dan


tujuan pemberian imunisasi Polio
9. Petugas memberi tahu pasien
maksud dan tujuan pemberian
imunisasi BCG.
Mengisi informed concern

Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

Petugas mencuci tangan.

Petugas mengambil vaksin Polio dari


vaksin carrier

Petugas membuka tutup vaksin dengan menggunakan


gunting / pincet

Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar


memudahkan proses penetesan vaksin polio

Petugas meneteskan 2 tetes vaksin polio kedalam mulut

bayi.
Petugas memasukkan vaksin polio kedalam vaksin carrier /
thermos

Petugas mencatat pada buku register/ KMS.

Petugas mencatat pada buku register / KMS

Petugas mencuci tangan

Hal-hal yang
perlu - VVM A atau B
diperhatikan
Dokumen - Buku register imunisasi / KMS
terkait - Buku kohort bayi
Unit terkait - KIA
- Posyandu
Formulir - Form permintaan vaksin
yang
digunakan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberi tahu pasien maksud dan
tujuan pemberian imunisasi Polio

2 Pengisian informed concern.

3 Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

4 Petugas mencuci tangan.

5 Petugas mengambil vaksin Polio dari vacine


carrier

6 Petugas membuka tutup vaksin polio dengan


gunting / pincet

7 Petugas mengatur posisi bayi sedemikian


rupa agar memudahkan proses penyuntikan

8 Petugas meneteskan 2 tetes vaksin polio


kedalam mulut bayi.

9 Petugas memasukkan sisa vaksin polio


kedalam vaksin carrier / thermos

10 Petugas mencatat pada buku register / KMS

11 Petugas merapikan alat dan bahan

12 Petugas mencuci tangan

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PEMBERIAN IMUNISASI HB UNIJECT
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan pemberian imunisasi HB UNIJECT harus mengikuti ketentuan yang


tertuang dalam instruksi kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas imunisasi tentang cara pemberian imunisasi HB
UNIJECT
Referensi - Petunjuk Pelaksanaan Imunisasi Tingkat Puskesmas
- Pelatihan Safe Injection, Dinkes Prop Nusa Tenggara Barat Tahun 2015
Ruang Unit pelayanan KIA dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator Imunisasi
Jawab
Masa Berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Pemberian imunisasi HB UNIJECT adalah memberikan kekebalan pada tubuh
dengan cara memasukkan reagen / vaksin HB dengan cara disuntikkan
Kriteria Didapatkan kekebalan terhadap penyakit Hepatitis
Pencapaian
Alat dan 1. Vaksin HB uniject
Bahan 2. Kapas alkohol 70%
3. Safety Box
4. Buku kohort bayi
5. Buku register / KMS
Langkah- 1. Petugas memberi tahu pasien maksud dan tujuan pemberian imunisasi HB
langkah Uniject.
2. Pengisian informed concern.
3. Petugas mempersiapkan alat dan bahan.
4. Petugas mencuci tangan.
5. Petugas mengambil vaksin HB Uniject dari vaksin carrier / thermos dan
menggenggamnya sampai suhunya sama dengan suhu tubuh
6. Petugas membuka tutup plastik vaksin dan membuangnya di tempat
sampah
7. Petugas mendorong tutup jarum dengan barel sampai bunyi klik
8. Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa agar memudahkan proses
Penyuntikan .
9. Petugas membersihkan tempat suntikan pada paha dengan menggunakan
kapas
Basah .
10. Petugas memasukkan alat suntik kedalam kulit bayi secara intra musculer
11. Petugas memencet plastik vaksin dan memastikan vaksin masuk semua
kedalam
kulit bayi
12. Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit dan membuang alat
suntik
yang sudah terpakai kedalam safety box tanpa melakukan recapping /
menutup
alat suntik tersebut.
13. Petugas mencatat pada buku register / KMS
14. Petugas merapikan alat dan bahan
15. Petugas mencuci tangan

Diagram alir Petugas memberi tahu pasien maksud dan


tujuan pemberian imunisasi HB
10. Petugas memberi tahu pasien
maksud dan tujuan pemberian
imunisasi BCG.
Mengisi informed concern

Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

Petugas mencuci tangan.

Petugas mengambil vaksin HB dari


vaksin carrier
Petugas membuka tutup plastik pembungkus vaksin dan
membuangnya kedalam tempat sampah

Petugas mendorong tutup jarum dengan barel sampai


terdengar bunyi klik

Petugas mengatur posisi bayi sedemikian rupa untu

memudahkan proses penyuntikan.

Petugas membersihkan tempat suntikan dengan kapas basah

Petugas memasukkan jarum suntik kedalam kulit bayi secara


intra muskuler pada paha luar

Petugas memencet vaksin dan memastikan semua vaksin

masuk kedalam kulit bayi.

Petugas memencet vaksin dan memastikan semua vaksin

masuk kedalam kulit bayi.

Petugas menarik alat suntik dari permukaan kulit

Petugasmencatat pada buku register / KMS

Petugas merapikan alat dan bahan

Petugas mencuci tangan


Hal-hal yang
perlu 2. VVM A atau B
diperhatikan
Dokumen 3. Buku register imunisasi / KMS
terkait 4. Buku kohort bayi
Unit terkait 5. KIA
6. Posyandu
Formulir 7. Form permintaan vaksin
yang
digunakan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberi tahu pasien maksud dan
tujuan pemberian imunisasi HB

2 Pengisian informed concern.

3 Petugas mempersiapkan alat dan bahan.

4 Petugas mencuci tangan.

5 Petugas mengambil vaksin HB Uniject dari


vacine carrier

6 Petugas membuka tutup tutup plastik vaksin


dan membuangnya kedalam tempatr sampah

7 Petugas mendorong tutup jarum dengan barel


sampai terdengar bunyi klik

8 Petugas mengatur posisi bayi sedemikian


rupa agar memudahkan proses penyuntikan

9 Petugas membersihkan lokasi penyuntikan


dengan kapas alkohol.

10 Petugas memasukkan jarun suntik kedalam


kulit bayi secara intramuskuler

11 Petugas memencet tempat vaksin dan


memastikan vaksin masuk semua kedalam
kulit
12
Petugas menarik alat suntik dari permukaan
13 kulit
Petugas merapikan alat dan bahan
14
Petugas mencatat pada buku register / KMS
15
Petugas mencuci tangan

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU

PENATALAKSANAAN PENDERITA DBD


No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
Halaman : 1/1

PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Penatalaksanaan penderita Demam Berdarah Dengue ( DBD ) harus mengikuti


ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Untuk pedoman bagi petugas tentang cara penatalaksanaan kasus Demam berdarah
di Puskesmas
Referensi 1. Standar Operating Prosedure (SOP) Puskesmas Kabupaten Lombok Timur
Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Timur , Tahun 2006
2. Petunjuk Teknis Penemuan, Pertolongan dan Pelaporan Penyakit DBF,
Departemen Kesehatan RI, Tahun 1992
Ruang Unit pelayanan Puskesmas ( BP/PU, KIA, Pustu )
Lingkup
Penanggung Koordinator P2P
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Penyakit Demam Berdarah Dengue (*DBD) adalah penyakit menular yang
disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui Nyamuk Aedes Aegypty yang
ditandai dengan demam mendadak 2 sampai 7 hari tanpa penyebab yang jelas,
lemah, lesu, nyeri ulu hati disertai tanda tanda perdarahan di kulit dan terkadang
timbul mimisan, berak darah dan muntah darah.
Kriteria Semua kasus DBD yang berkunjung di Puskesmas Labuhan Lombok tertangani
Pencapaian dengan baik
Alat dan 8. Ruang pemeriksaan
Bahan 9. Tensimeter dan stetoskop
10. Thermoter
11. Dll

Flowchart ( Makro )
Diagram alir
Pasien datang Anamnesa Pemeriksaan
Diagnosa

Terapi

Pasien pulang

Flowchart ( Mikro )
Pasien Anamnesa Pemeriksaan fisik
datang

Pemeriksaan
Laboratorium

Diagnosa

Ada
Rujuk RS Penyulit

Terapi

Konseling

Pasien
pulang
Langkah - A. Anamnesa
langkah 1. Panas tinggi mendadak 2 7 hari tanpa sebab yang jelas
2. Nyeri ulu hati
3. Mual dan muntah
4. Ada tanda tanda perdarahan di kulit
5. Mimisan
6. Batuk darah / muntah darah
7. Berak darah
B. Pemeriksaan
- Lakukan pemeriksaan Test Rumple Leede
- Lakukan pemeriksaan Thrombosit
C. Penatalaksanaan
- Beri antipiretik
- Anjurkan banyak minum
- Anjurkan istirahat
- Anjurkan kontrol ulang
BAGAN PENATALAKSANAAN PENDERITA DEMAM BERDARAH
DENGUE ( DBD )

Tersangka DBD

Tidak Ada
Ada Kedaruratan Kedaruratan

- Test RL Positif dan / atau


- Trombosit < 150.000/ul
- Dengue Blot

Ya Tidak
Rawat Inap /
Rumah Sakit

Rawat
Jalan

Hal-hal yang
perlu diperhatikan
Dokumen terkait Register Medis
Unit terkait BP/PU, Pustu, Pusling
Formulir yang 12. Form permintaan pemeriksaan Laboratorium
digunakan 13. Form Laporan DB

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN KOMUNIKASI DENGAN SASARAN
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan 14. Komunikasi dengan sasaran dilaksanakan setiap saat atau sesuai dengan
kebutuhan
15. Pelaksanaannya harus sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam
Prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan komunikasi dengan sasaran yang
sesuai dengan standar dan bermutu
Referensi Pedoman kesehatan reproduksi remaja, Dinas Kesehatan Kab. Lombok Timur,
Tahun 2007
Ruang Semua unit pelayanan di Puskesmas Labuhan Lombok .
Lingkup
Penanggung
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Komunikasi dengan sasaran adalah proses tatap muka penyampaian informasi dan
saling pengertian antara 2 orang atau lebih yang didalamnya terdiri dari unsur
komunikator, pesan, penerima pesan dan umpan balik.
Kriteria Sasaran merasa puas mendapatkan informasi pelayanan
Pencapaian
Alat dan 16. ATK
Bahan 17. Brosur, leaflet, poster
18. Lembar balik
Langkah - 1. Petugas memberikan salam pada sasaran dan mempersilahkan masuk
langkah 2. Petugas menanyakan maksud dan tujuan sasaran
3. Petugas memberikan informasi sesuai yang dibutuhkan sasaran
4. Petugas membantu mengambil keputusan yang tepat uintuk sasaran
5. Petugas menjelaskan kepada sasaran apa yang harus dilakukan setelah
mengambil keputusan
6. Petugas menyarankan untuk bisa datang kembali apabila masih ada yang
dibutuhkan
7. Petugas mengantarkan pasien sampai depan pintu dan mengucapkan selamat
jalan

Diagram alir
Petugas memberikan salam
pada sasaran dan
mempersilahkan masuk

Petugas menanyakan maksud dan tujuan


sasaran

Petugas memberikan informasi sesuai


yang dibutuhkan sasaran

Petugas membantu mengambil


keputusan yang tepat uintuk sasaran

Petugas menjelaskan kepada sasaran apa


yang harus dilakukan setelah mengambil
keputusan

Petugas menyarankan untuk bisa datang


kembali apabila masih ada yang
dibutuhkan
Petugas mengantarkan pasien
sampai depan pintu dan
mengucapkan selamat jalan

Hal hal 19. Komunikator harus mempunyai ilmu


yang perlu 20. Komunikator mempunyai ketrampilan
diperhatikan 21. Komunikator mengerti / mampu bersikap yang tepat dan adekuat
Dokumen 22. Register rawat jalan
terkait 23. Form laporan
Unit terkait 24. Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .

Formulir 25. Form Laporan


yang 26. Form rawat jalan
digunakan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberikan salam pada sasaran dan
mempersilahkan masuk

2 Petugas menanyakan maksud dan tujuan sasaran

3 Petugas memberikan informasi sesuai yang


dibutuhkan sasaran

4 Petugas membantu mengambil keputusan yang


tepat uintuk sasaran

5 Petugas menjelaskan kepada sasaran apa yang


harus dilakukan setelah mengambil keputusan
6 Petugas menyarankan untuk bisa datang
kembali apabila masih ada yang dibutuhkan

7 Petugas mengantarkan pasien sampai depan


pintu dan mengucapkan selamat jalan

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN DAN HARAPAN
SASARAN
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan Identifikasi kebutuhan dan harapan sasaran di Puskesmas Labuhan


Lombok harus mengikuti peraturan yang ada dan harus sesuai dengan
ketentuan yang tertuang dalam Prosedur kerja ini .
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan kegiatan identifikasi kebutuhan
dan harapan sasaran di Puskesmas Labuhan Lombok
Referensi
Ruang Semua unit pelayanan di Puskesmas Labuhan Lombok
Lingkup
Penanggung
Jawab
Masa Berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Identifikasi kebutuhan dan harapan sasaran adalah suatu proses kegiatan
pencarian dan penemuan kebutuhan dan harapan dari sasaran yuang
dilaksanakan secara langsung melalui pengisian formulir / lembar identifikasi
kebutuhan dan harapan sasaran yang dibuat sedemikian rupa guna memudahkan
pengisian dari sasaran
Kriteria 27. Semua lembar identifikasi terisi semua oleh sasaran
Pencapaian 28. Didapatkannya kebutuhan dan harapan sasaran terhadap pelayanan
program
Alat dan 29. ATK
Bahan 30. Unit Komputer
Langkah - 1. Petugas menyiapkan alat dan bahan
langkah 2. Petugas melaksanakan pembahasan bersama tentang lembar identifikasi
kebutuhan
dan harapan sasaran
3. Petugas membagikan lembar kuesioner kepada sasaran secara acak
4. Petugas mengumpulkan lembar kuesioner yang sudah terisi oleh sasaran
5. Petugas memasukkan penilaian dari masing masing perttanyaan kedalam
format
penilaian
6. Petugas menganalisa hasil penilaian
7. Petugas melaporkan hasil analisa pada pimpinan
8. Petugas membuat rencana tindak lanjut
9. Petugas membuat jadwal rencana tindak lanjut
10. Petugas mendokumentasikan hasil identifikasi kebutuhan dan harapan
sasaran

Diagram alir Petugas menyiapkan alat


dan bahan

Petugas melaksanakan pembahasan


bersama tentang lembar identifikasi
kebutuhan dan harapan sasaran

Petugas membagikan lembar


kuesioner kepada sasaran secara acak

Petugas mengumpulkan lembar


kuesioner yang sudah terisi oleh
sasaran

Petugas memasukkan penilaian dari


masing masing perttanyaan
kedalam format penilaian

Petugas menganalisa hasil penilaian


Petugas melaporkan hasil analisa
pada pimpinan

Petugas membuat rencana tindak


lanjut

Petugas membuat jadwal rencana


tindak lanjut

Petugas mendokumentasikan
hasil identifikasi kebutuhan dan
harapan sasaran

Hal hal yang Pemilihan sasaran dilaksanakan secara acak


perlu
diperhatikan
Dokumen
terkait
Unit terkait 31. Semua unit di Puskesmas Paduraksa

Formulir yang 32. Form identifikasi kebutuhan dan harapan sasaran


digunakan
DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU

1 Petugas menyiapkan alat dan bahan


2 Petugas melaksanakan pembahasan bersama
tentang lembar identifikasi kebutuhan dan
3 harapan sasaran
Petugas membagikan lembar kuesioner kepada
4 sasaran secara acak
Petugas mengumpulkan lembar kuesioner yang
5 sudah terisi oleh sasaran
Petugas memasukkan penilaian dari masing
6 masing perttanyaan kedalam format penilaian
7 Petugas menganalisa hasil penilaian
8 Petugas melaporkan hasil analisa pada
9 pimpinan
10 Petugas membuat rencana tindak lanjut
Petugas membuat jadwal rencana tindak lanjut
Petugas mendokumentasikan hasil identifikasi
kebutuhan dan harapan sasaran

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN HARAPAN DAN KELUHAN PELANGGAN
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Semua informasi harapan dari sasaran, keluhan pelanggan akan ditindaklanjuti
sesuai prosedur kerja dan sesuai peraturan yang ada di Puskesmas Labuhan
Lombok .
Tujuan Sebagai pedoman petugas guna memberi gambaran yang terarah dalam rangka
perbaikan program dan membuat rencana tindak lanjut berdasar keluhan dari
sasaran
Referensi
Ruang Semua unit pelayanan di Puskesmas Labuhan Lombok .
Lingkup
Penanggung TU
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Identifikasi peluang perbaikan adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan dalam
unit P2P untuk melakukan rencana tindak lanjut dari keluhan sasaran dengan
sosialisasi pelanggan
Kriteria 33. Ditemukan kesenjangan dari masalah masalah yang ada
Pencapaian 34. Rencana tindak lanjut dari masalah masalah yang ada
Alat dan 35. ATK
Bahan 36. Unit Komputer
37. Ruang pertemuan
Langkah - 38. Petugas menyiapkan tempat dan ATK
langkah 39. Petugas melakukan pembahasan masalah dengan seluruh anggota Pokja
40. Petugas membuat rencana tindak lanjut untuk mencari pemecahan masalah
41. Petugas membuat jadfwal rencana tindak lanjut
42. Petugas membuat notulen
43. Petugas merapikan tempat dan alat
Diagram Petugas menyiapkan
alir tempat dan ATK

Petugas melakukan pembahasan


masalah dengan seluruh anggota Pokja

Petugas membuat rencana tindak lanjut


untuk mencari pemecahan masalah

Petugas membuat jadfwal rencana


tindak lanjut

Petugas membuat notulen

Petugas merapikan tempat dan


alat

Hal hal Keterlibatan semua anggota Pokja


yang perlu
diperhatikan
Dokumen 44. Buku Notulen
terkait 45. Daftar hadir
Unit terkait 46. Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .

Formulir
yang
digunakan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 47. Petugas menyiapkan tempat dan ATK
2 48. Petugas melakukan pembahasan masalah
dengan seluruh anggota Pokja
3 49. Petugas membuat rencana tindak lanjut
untuk mencari pemecahan masalah
4 50. Petugas membuat jadfwal rencana tindak
lanjut
5 51. Petugas membuat notulen
6 52. Petugas merapikan tempat dan alat

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PERTEMUAN LINTAS SEKTOR
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan 53. Pelaksanaan pertemuan lintas sektor dilaksanakan sesuai dengan


kebutuhan
54. Pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur
kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan pertemuan lintas sektor dengan
instansi / pihak pihak terkait
Referensi
Ruang Semua unit pelayanan di Puskesmas Labuhan Lombok dan pihak pihak terkait
Lingkup
Penanggung TU
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Pertemuan lintas sektor adalah suatu mekanisme pembahasan program dengan
melibatkan pihak pihak terkait guna meningkatkan kerjasama dan didapatkan
persamaan persepsi dalam pelaksanaan suatu program
Kriteria 55. Pelaksanaan pertemuan berjalan lancar
Pencapaian
Alat dan 56. ATK
Bahan 57. Unit Komputer
58. Ruang pertemuan
59. Materi pertemuan
60. Daftar hadir
61. OHP + layar
Langkah - 62. Petugas menyiapkan undangan dan menyampaikan undangan pada pihak
langkah terkait
63. Petugas menyiapkan tempat dan alat
64. Petugas memulai pertemuan lintas sektor dan membacakan susunan acara
65. Pimpinan puskesmas memberikan sambutan
66. Petugas menyampaikan materi pertemuan
67. Petugas melakukan tanya jawab
68. Petugas membuat rencana tindak lanjut
69. Petugas membuat jadwal rencana tindak lanjut
70. Petugas membuat notulen pertemuan
71. Petugas merapikan tempat dan alat

Diagram Petugas menyiapkan undangan dan


alir menyampaikan undangan pada pihak
terkait

Petugas menyiapkan tempat dan


alat

Petugas memulai pertemuan lintas


sektor dan membacakan susunan acara

Pimpinan puskesmas memberikan


sambutan

Petugas menyampaikan materi


pertemuan
Petugas menyampaikan materi
pertemuan

Petugas melakukan tanya jawab

Petugas membuat rencana tindak


lanjut

Petugas membuat jadwal rencana


tindak lanjut

Petugas membuat notulen pertemuan

Petugas merapikan tempat dan


alat

Hal hal Keterlibatan semua anggota Pokja


yang perlu
diperhatikan
Dokumen 72. Buku Notulen
terkait 73. Daftar hadir
Unit terkait 74. Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .

Formulir
yang
digunakan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 75. Petugas menyiapkan undangan dan
menyampaikan undangan pada pihak
2 terkait
3 76. Petugas menyiapkan tempat dan alat
77. Petugas memulai pertemuan lintas sektor
4 dan membacakan susunan acara
5 78. Pimpinan puskesmas memberikan
6 sambutan
7 79. Petugas menyampaikan materi
8 pertemuan
80. Petugas melakukan tanya jawab
9 81. Petugas membuat rencana tindak lanjut
10 82. Petugas membuat jadwal rencana tindak
lanjut
83. Petugas membuat notulen pertemuan
84. Petugas merapikan tempat dan alat
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PENATALAKSANAAN TB. PARU
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Penatalaksanaan tuberkulosis paru di Puskesmas Labuhan Lombok harus


mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan tugas kegiatan pelayanan P2 TBC
di Puskesmas Labuhan Lombok .
Referensi 83 .Standart Operating Prosedur Puskesmas Kabupaten Lombok Timur, Dinas
Kesehatan Kabupaten Lombok Timur, Tahun 2006
84.Pedoman penanggulangan penyakit TBC Nasional Tahun 2002
Ruang Unit Pelayanan Puskesmas Labuhan Lombok, Pustu dan Pusling
lingkup
Masa berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Tuberkulosis Paru adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman
Mycobacterium Tuberculosis yang pada umumnya menyerang paru paru tetapi
juga dapat menyerang pada organ tubuh lainnya seperti tulang, sendi, usus dll.
Penyakit ini juga dapat menyerang semua jenis golongan umur.
Kriteria Semua kasus Tuberkulosis Paru terlayani dengan baik
pencapaian
Alat dan 85. ATK
bahan 86. OAT
87. Timbangan berat badan
88. Buku Bantu
89. Buku register TB
90. Form TB
Langkah TUBERKULOSI PARU DEWASA
langkah A. ANAMNESA
1. Batuk terus menerus selama 3 minggu atau lebih
2. Batuk berdarah/pernah batuk bercampur darah
3. Sesak nafas, nyeri dada
4. Nafsu makan turun, berat badan turun
5. Keringat malam tanpa aktifitas
6. Demaam pada malam hari
7. Kelelahaan badan secara umum
B. PEMERIKSAAN
1. DAHAK MIKROSKOPIS
A. S (Sewaktu) : dahak dikumpulkan pada saat suspek TB datang berkunjung
pertama kali. Pada saat pulang suspek membawa pot dahak untuk
mengumpulkan dahak hari kedua.
B. P (Pagi) : dahak dikumpulkan dirumah pada pagi hari kedua, segera
setelah bangun tidur. Pot dibawa dan diserahkan sendiri pada petugas
puskesmas
C. S (Sewaktu) : Dahak dikumpulkan di Puskesmas pada hari kedua, saat
menyerahkan dahak pagi.
2. HASIL PEMERIKSAAN
* Minimal 2 kali sputum BTA (+) : Didiagnosis sebagai TB Paru BTA Positif
* Bila BTA (+) 1 kali, maka perlu dilakukan pemeriksaan Rontgen dada atau
pemeriksaan dahak SPS diulang
* Kalau hasil rontgen mendukung TB, maka didiagnosis sebagai penderita
TB BTA Positif
* Kalau hasil rontgen tidak mendukung TB, maka pemeriksaan dahak SPS
diulang
* Bila ketiga spesimen dahak hasilnya negatif, diberikan antibiotik spektrum
luas selama 1 2 minggu. Bila tidak ada perubahan, ulangi pemeriksaan
dahak SPS
- Kalau hasil SPS Positif, diagnosis sebagai penderita BTA Positif
- Kalau hasil BTA Negatif, lakukan pemeriksaan Rontgen dada untuk
mendukung diagnosis
- Bila hasil rontgen menmdukung TB, Diagnosis sebagai penderita TB
BTA Negatif Rontgen Positif
- Bila hasil rontgen tidak mendukung TB, penderita tersebut bukan TB

SKEMA DIAGNOSIS TUBERKUOSIS PARU

Tersangka penderita TB

Periksa dahak Sewaktu, Pagi, Sewaktu

Hasil BTA Hasil BTA Hasil BTA


+ + + + - - - - -
+ + -

Periksa Rontgen dada

Beri antibiotik spektrum


luas 1 2 minggu

Hasill Hasil tidak


mendukung mendukung
TB TB
Tidak ada Ada
perbaikan Perbaikan

Ulangi periksa dahak SPS


Penderita TB BTA Positif
Hasil BTA Hasil BTA
+ + + - - -
+ + -
+ - -

Periksa Rontgen dada

Hasil Ro Hasil tidak


mendukung mendukung
TB TB

TB BTA Negatif Ro Bukan TB / Penyakit lain


Positif

TUBERKULOSIS PARU ANAK ANAK


1. ANAMNESA
- Batuk batuk lebih dari 3 minggu
- Berat badan turun tanpa sebab yang jelas
- Mempunyai sejarah kontak erat dengan penderita TB BTA Positif
2. PEMERIKSAAN
- Uji Tuberkulin positif ( > 10 mm )
- Gambaran foto rontgen mendukung TB
- Terdapat reaksi kemerahan yang cepat ( dalam 3 7 hari ) setelah imunisasi
BCG
- Gejala gejala klinis spesifik
Bila terdapat 3 atau lebih maka dianggap positif TB dan diberikan OAT Anak
91. Jika membaik maka penderita benar benar TB, OAT diteruskasn
92. Jika memburuk atau menetap, maka bukan TB atau TB kebal obat (
MDR) segera Rujuk ke RS
C. PENATALAKSANAAN
1. KATEGORI I
- Penderita baru TB Paru BTA Positif
- Penderita TB Paru Bta Negatif Rontgen Positif
- Penderita TB Extra paru berat
2. KATEGORI II
- Penderita kambuh
- Penderita gagal
- Penderita dengan pengobatan setelah lali
3. KATEGORI III
- Penderita TB Paru BTA Negatif Rontgen Positif
- Penderita Extra paru ringan
4. OAT SISIPAN
Bila pada akhir fase intensif dari pengobatan dengan kategori I atau bila
hasil pemeriksaan dahak masih positif, diberikan OAT Sisipan setiap hari
selama 1 bulan.
Diagram Alir Flowchart ( Makro )

Pasien datang Anamnesa Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan Laborat

Pemeriksaan Terapi

Pasien pulang

Flowchart ( Mikro )

Pasien datang Anamnesa Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan
Laboratorium

Diagnosa

Ada
Rujuk RS Penyulit

Terapi
Konseling

Pasien pulang

Hal hal 91 .Selalu lakukan pemeriksaan dahak pada setiap pasien TB Paru
yang perlu 92.Timbang berat badan
diperhatikan
Dokumen 93.Register rawat jalan
terkait 94.Laporan TB

Unit terkait 93. Semua unit di Puskesmas Lb.Lombok

Form yang 94. Form TB 01


digunakan 95. TB 02
96. TB 03
97. TB 05
98. TB 06
99. TB 09
100. TB 10

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas melakukan anamnesa
2 Petugas melakukan timbang berat badan
3 Petugas memberikan OAT
4 Petugas melakukan konseling
5 Petugas menganjurkan pasien untuk mengulang
6 apa yang sudah disampaikan
7 Petugas melakukan konseling ulang
8 Petugas melakukan pencatan pada buku register
dan buku bantu

PENATALAKSANAAN KUSTA
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
PUSKESMAS
Halaman : 1/1 LABUHAN LOMBOK

PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Penatalaksanaan Kusta di Puskesmas Labuhan Lombok harus mengikuti ketentuan


yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan tugas kegiatan pelayanan P2 Kusta
di Puskesmas Labuhan Lombok .
Referensi 103. Standart Operating Prosedur Puskesmas Kabupaten Lombok Timur, Dinas
Kesehatan Kabupaten Pemalang, Tahun 2006
104.Pedoman penanggulangan penyakit Kusta Nasional Tahun 2001
Ruang Unit Pelayanan Puskesmas Labuhan Lombok, Pustu dan Pusling
lingkup
Masa berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Kusta adalah penyakit menular menahun yang disebabkan oleh kuman kusta (
Mycobacterium Leprae) yang menyerang kulit dan saraf tepi yang ditandai dengan
berkurangnya / hilangnya rasa raba & kelainan saraf tepi, menular melalui
penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain melalui kontak kulit.
Kriteria Semua kasus Kusta terlayani dengan baik
pencapaian
Alat dan 104.ATK
bahan 105.MDT Kusta
106.Timbangan berat badan
107.Buku Bantu
108.Buku register Kusta
109.Form Kusta
Diagram Flowchart ( Makro )
Alur

Pasien datang Anamnesa Pemeriksaan


fisik

Laboratorium

Diagnosa

Terapi
Pasien Pulang

Flowchart ( Mikro )

Pasien datang Anamnesa Px-an Fisik

Laboratorium

Diagnosa

Ada
Rujuk RS Penyulit

Terapi

Konseling

Pasien Pulang

Langkah - 1. ANAMNESA
langkah - Kapan timbul bercak
- Apakah ada riwayat kontak
- Riwayat pengobatan sebelumnya
2. PEMERIKSAAN KLINIS
A. PEMERIKSAAN KULIT
1. Tempat pemeriksaan mempunyai pencahayaan yang baik
2. Periksa seluruh permukaan kulit secara sistematis dari kepala sampai kaki
3. Apakah ada bercak kemerahan ataau bercak seperti panu
4. Apakah ada nodul atau ulkus
5. Bandingkan antara sebelah kiri dengan kanan
B. TEST RASA RABA
1. Gunakan kapas yang ujungnya dilancipkan
2. Ajarkan apa yang harus dilakukan pasien
3. Sentuhkan kapas pada kulit yang normal, lalu pada tanda / bercak di kulit
Apakah ada rasa atau tidak
4. Bila ragu, bandingkan kulit yang sehat dan bercak, lihat apakah ada
perbedaan
C. PEMERIKSAAN SARAF
1. Periksa semua saraf tepi pada penderita
2. Perhatikan pembesaran saraf, konsistensi dan rasa sakit
3. Bandingkan antara kiri dan kanan
4. Lihat muka penderita ketika sedang meraba saraf untuk mengetahui ada
rasa sakit atau tidak
D. PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Bila fasilitas memadai, lakukan pemeriksaan skin smear sebelum memulai
MDT Kusta
E. KONFIRMASI DIAGNOSA
1. Bila setelah diperiksa didapatkan tanda poasti kusta ( cardinal sign )
maka diagnosa dapat ditegakkan sebagai penderita kusta dan diberikan
pengobatan sesuai klasifikasinya
2. Bila tidak didapatkan tanda pasti kusta, maka tidak dapat didiagnosa
sebagai penderita kusta dan obat jangan diberikan
3. Bila ragu ragui, jangan didiagnosa sebagai kusta dan jangan diberi
pengobatan. Observasi / periksa kembali 3 bulan kemudian ( masukkan
sebagai suspek )
F. KLASIFIKASI
Ada 2 klasifikasi menurt WHO yaitu :
1. PB
2. MB

SKEMA DIAGNOSIS KUSTA

CARDINAL SIGN

ADA RAGU TIDAK


ADA

KUSTA MUNGKIN KUSTA BUKAN KUSTA

JUMLAH BERCAK PERIKSA ULANG


3 6 BULAN
CARDINAL SIGN
<5 >5

PB MB TIDAK
ADA RAGU ADA

BERI MDT BERI MDT


PB 6 MB 12
BLISTER BLISTER

RUJUK
SPESIALIS
KULIT

G. PENATALAKSANAAN
Pengobatan penderita sesuai dengan klasifikasinya
1. PB
* Pengobatan bulan : Hari pertama
110.2 kapsul rifampicin
111.1 tablet dapsone
Pengobatan harian : Hari ke -2 s/d 28
112.1 tablet dapsone
113.Lama pengobatan : 6 blister diminum selama 6 9 bulan
2. MB
Pengobatan bulanan : Hari pertama
114.2 kapsul Rifampicin
115.3 tablet lamprene
116.1 tablet dapsone
Pengobatan harian : Hari ke 2 s/d 28
117.1 tablet Lamprene
118.1 tablet Dapsone
Lama pengobatan
- 12 blister diminum selama 12 18 bulan

DAFTAR TILIK
KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas melakukan anamnesa
2 Petugas melakukan timbang berat badan
3 Petugas memberikan MDT
4 Petugas melakukan POD
5 Petugas melakukan konseling
6 Petugas menganjurkan pasien untuk mengulang
7 apa yang sudah disampaikan
8 Petugas melakukan konseling ulang
Petugas melakukan pencatan pada buku register
dan buku bantu

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU

USULAN PELATIHAN
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
PUSKESMAS
Halaman : 1/1 LABUHAN LOMBOK

PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. TUJUAN
Untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme karyawan dalam rangka
meningkatkan mutu pelayanan.

2. RUANG LINGKUP
Prosedur ini menjelaskan tanggungjawab Koordinator unit Kepegawaian mulai
dari mengumpulkan data pelatihan masing-masing karyawan, menganalisa
kebutuhan pelatihan, merencanakan kebutuhan, mengusulkan kebutuhan
pelatihan, meminta umpan balik.

3. DEFINISI
a. Usulan pelatihan adalah proses pengusulan pelatihan dalam rangka
meningkatkan kompetensi dan profesionalisme karyawan
b. Mengumpulkan data pelatihan karyawan adalah proses mendata semua
diklat dan seminar yang telah diikuti oleh karyawan dalam 5 tahun terakhir
yang dibuktikan dengan sertifikat.
c. Menganalisa kebutuhan pelatihan adalah proses melakukan penilaian
antara data yang ada dengan pelatihan yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guna menunjang
peningkatan mutu pelayanan di puskesmas.
4. KRITERIA PENCAPAIAN
Usulan bisa diterima dan ditindaklanjuti dengan pelatihan yang dibutuhkan
6. PROSEDUR
a. Petugas Kepegawaian mengumpulkan atau mengidentifikasi data pelatihan
semua karyawan
b. Petugas kepegawaian menyerahkan identifikasi data pelatihan kepada
koordinator unit
c. Koordinator Unit menganalisa kebutuhan pelatihan guna meningkatkan kinerja di
unitnya masing-masing
d. Koordinator unit melaporkan hasil analisa kebutuhan pelatihan diunitnya kepada
MR
e. MR mendiskusikan hasil analisa kebutuhan pelatihan dengan unit kepegawaian
f. MR mengusulkan pelatihan petugas kepada kepala Puskesmas bila diperlukan
g. Kepala Puskesmas menindaklanjuti usulan tersebut,( bisa diusulkan ke tk II,
Dilatih sendiri, mengikutkan petugas ke seminar/ work shop yang sesuai)
7. DIAGRAM ALIR

Petugas kepegawaian
Petugas Kepegawaian
menyerahkan
mengidentifikasi data
identifikasi data
pelatihan semua karyawan
pelatihan kepada
koordinator unit

Koordinator Unit
MR mendiskusikan Koordinator unit
menganalisa
hasil analisa melaporkan hasil
kebutuhan pelatihan
kebutuhan analisa kebutuhan
guna meningkatkan
pelatihan dengan pelatihan diunitnya
kinerja di unitnya
unit Kepegawaian kepada MR
masing-masing

MR mengusulkan Kepala
Apakah perlu pelatihan petugas Puskesmas
Ya
pelatihan ? kepada kepala menindaklanjuti
usulan tersebut
Puskesmas
Tidak

Dokumentasikan
hasil diskusi

8. REFERENSI
Manajemen Kepegawaian Negara, Lembaga Administrasi Negara-RI Drs. Suradji,
MA

Jakarta, 2003

9. DOKUMEN TERKAIT
Sertifikat Diklat dan seminar
10. DISTRIBUSI
a. Kepala Puskesmas
b. Tim mutu
c. Koordinator semua unit

11. REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PENGAMBILAN MDT
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. TUJUAN
Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan kegiatan pelayanan P2 Kusta di
Puskesmas Labuhan Lombok .

2. RUANG LINGKUP
Ruang P2P, BP/PU

3. DEFINISI
Pengambilan MDT Kusta adalah suatau kegiatan yang dilaksanakan dalam unit
P2P dengan memberikan pelayanan kepada pasien berupa pemberian obat kusta
baik untuk pasien baru maupun pasien yang sudah mendapatkan pengobatan
kusta
4. KRITERIA PENCAPAIAN
119. Semua pasien kusta terlayani dengan baik
120. Pasien merasa puas mendapatkan pelayanan dari petugas

6. PROSEDUR
a. Petugas menyiapkan tempat dan alat alat
b. Petugas menyiapkan sasaran
c. Petugas melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
d. Petugas melakukan penimbangan berat badan
e. Petugas melakukan POD
f. Petugas memberikan obat kusta sesuai dengan klasifikasi / tipe penderita
g. Petugas melakukan pencatatan pada buku register kusta, buku bantu dan kartu
penderita
h. Petugas melakukan konseling
i. Petugas merapikan tempat dan alat
7. DIAGRAM ALIR

Petugas Petugas menyiapkan Petugas menyiapkan


menyiapkan sasaran sasaran
tempat dan alat

Petugas melakukan
anamnesa, pemeriksaan fisik
dan pemeriksaan penunjang

Petugas melakukan
penimbangan berat badan

Petugas melakukan
POD

Petugas memberikan
Petugas Petugas melakukan obat kusta sesuai
merapikan tempat konseling
dengan klasifikasi /
dan alat
tipe penderita

8. Hal hal yang perlu diperhatikan


- Pemeriksaan fisik secara sistematis
9. DOKUMEN TERKAIT
Register rawat jalan
10. UNIT TERKAIT
Semua staf / karyawan di Puskesmas Paduraksa
S
11. REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PENGAMBILAN OAT
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. TUJUAN
Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan kegiatan pelayanan P2 TBC di
Puskesmas Labuhan Lombok .

2. RUANG LINGKUP
Ruang P2P, BP/PU

3. DEFINISI
Pengambilan OAT TBC adalah suatau kegiatan yang dilaksanakan dalam unit P2P
dengan memberikan pelayanan kepada pasien berupa pemberian obat tbc paru
baik untuk pasien baru maupun pasien yang sudah mendapatkan pengobatan tbc
4. KRITERIA PENCAPAIAN
121. Semua pasien tbc terlayani dengan baik
122. Pasien merasa puas mendapatkan pelayanan dari petugas

5 PROSEDUR
. a. Petugas menyiapkan tempat dan alat alat
b. Petugas menyiapkan sasaran
c. Petugas melakukan anamnesa, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang
d. Petugas melakukan penimbangan berat badan
e. Petugas melakukan inform concent
f. Petugas memberikan obat tbc sesuai dengan klasifikasi / tipe penderita
g. Petugas melakukan pencatatan pada buku register tbc, buku bantu dan kartu penderita
h. Petugas melakukan konseling
i. Petugas merapikan tempat dan alat
6 DIAGRAM ALIR

Petugas melakukan
Petugas menyiapkan Petugas menyiapkan anamnesa, pemeriksaan
tempat dan alat alat sasaran fisik dan pemeriksaan
penunjang

Petugas melakukan
penimbangan berat
badan

Petugas melakukan Petugas memberikan obat


pencatatan pada buku tbc Petugas melakukan
register tbc inform concent

Petugas melakukan
konseling

Petugas merapikan
tempat dan alat alat

7 Hal hal yang perlu diperhatikan


123. TB 01 dan 03 harus terisi lengkap
124. Timbang berat badan pasien
8 Dokument terkait
125. Register rawat jalan
126. Laporan obat
9 Unit terkait
127. BP/PU
128. Pustu
129. Laboratorium
10 Form yang digunakan
130. TB 02
131. TB 09
132. TB 10
11. REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PELAPORAN PROGRAM PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. KEBIJAKAN
Pelaksanaan pelaporan program di Puskesmas Labuhan Lombok harus mengikuti
ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini

2. TUJUAN
Sebagai pedoman petugas dalam melaksanakan pelaporan kepada pihak pihak terkait

3. REFERENSI

4. MASA BERLAKU
133. Ditinjau ulang setahun sekali

5 DEFINISI
. Pelaporan program adalah suatu sistem manajemen terpadu puskesmas berupa pencapaian
cakupan hasil kerja dari setiap program yang dilaksanakan secara mingguan, bulanan dan
tahunan
6 KRITERIA PENCAPAIAN
134. Laporan tepat waktu
135. Laporan terdokumentasikan
7 ALAT DAN BAHAN
136. ATK
137. Sarana transportasi
8 LANGKAH LANGKAH
1. Petugas menyiapkan alat dan bahan
2. Petugas mengumpulkan data dari unit terkait / pelaksana sesuai masing masing
program
3. Petugas melakukan rekapitulasi hasil dari setiap laporan masing masing unit
4. Petugas mengajukan hasil rekapitulasi hasil laporan pada pimpinan puskesmas
untuk diketahui dan ditandatangani
5. Petugas mengisi nomer untuk surat keluar
6. Petugas mengirimkan laporan pada pihak terkait
7. Petugas menyimpan satu lembar laporan sebagai arsip

9.. DIAGRAM ALUR

Petugas menyiapkan alat dan


bahan

Petugas mengumpulkan data dari unit terkait /


pelaksana sesuai masing masing program

Petugas melakukan rekapitulasi hasil dari setiap


laporan masing masing unit

Petugas mengajukan hasil rekapitulasi hasil laporan pada


pimpinan puskesmas untuk diketahui dan ditandatangani

Petugas mengajukan hasil rekapitulasi hasil laporan


pada pimpinan puskesmas untuk diketahui dan
ditandatangani
10. Hal hal yang perlu diperhatikan
- Laporan dibuat tepat waktu
11 . Dokumen terkait
- Form Lpaoran
- Register rawat jalan
- Buku bantu
12. Form yang digunakan
- Laporan mingguan
- Laporan bulanan
- Laporan tahunan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas menyiapkan alat dan bahan
2 Petugas mengumpulkan data dari unit
terkait / pelaksana sesuai masing masing
3 program
Petugas melakukan rekapitulasi hasil dari
4 setiap laporan masing masing unit
Petugas mengajukan hasil rekapitulasi
hasil laporan pada pimpinan puskesmas
5 untuk diketahui dan ditandatangani
6 Petugas mengisi nomer untuk surat keluar
Petugas mengirimkan laporan pada pihak
7 terkait
Petugas menyimpan satu lembar laporan
sebagai arsip
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN ORIENTASI PENGELOLA PROGRAM P2P
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. KEBIJAKAN
Pelaksanaan orientasi pengelola program P2P yang baru di puskesmas Labuhan
Lombok harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini .

2. TUJUAN
Sebagai pedoman petugas pengelola program P2P yang baru dalam melaksanakan
orientasi di Puskesmas Labuhan Lombok .

3. RUANG LINGKUP
Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .
4. MASA BERLAKU
138. Ditinjau ulang setahun sekali

5 DEFINISI
. Orientasi bagi pengelola program yang baru adalah suatu proses kegiatan yang
dilaksanakan dalam unit P2P bagi staf atau petugas yang baru dari mulai masuk sampai
dengan melaksanakan tugas sebagai pengelola / pelaksana program
6 KRITERIA PENCAPAIAN
139. Petugas yang baru memahami tugas dan fungsi sebagai pengelola /
pelaksana program
7 ALAT DAN BAHAN
140. ATK
141. Arsip laporan
8 LANGKAH LANGKAH
1. Petugas baru datang di Puskesmas
2. Petugas yang baru menghadap dan melapor pada Pimpinan Puskesmas
3. Petugas yang baru melakukan orientasi di ruang P2P
4. Petugas yang baru melakukan orientasi pada semua unit di Puskesmas
Lb.Lombok
5. Petugas baru melaksanakan tugas bersama sama dengan petugas /
pengelola program yang lama
6. Petugas baru mencatat semua kegiatan yang di lakukan selama orientasi
7. Petugas yang baru melaporkas semua hasil orientasi kepada Pimpinan
Puskesmas
8. Petugas baru melaksanakan tugasnya sesuai dengan surat penugasan dari
Pimpinan Puskesmas
9 DIAGRAM ALIR

Petugas baru datang di


Puskesmas

Petugas yang baru menghadap dan melapor pada Pimpinan Puskesmas

Petugas yang baru melakukan orientasi di ruang P2P

Petugas yang baru melakukan orientasi pada semua unit di Puskesmas Lb.Lombok

Petugas baru melaksanakan tugas bersama sama dengan petugas / pengelola


program yang lama

Petugas baru mencatat semua kegiatan yang di lakukan selama orientasi

Petugas yang baru melaporkas semua hasil orientasi kepada Pimpinan


Pusskesmas

Petugas baru melaksanakan tugasnya sesuai dengan


surat penugasan dari Pimpinan Puskesmas
10. Hal hal perlu diperhatikan
Selalu tanyakan sesuatu yang belum diketahui kepada yang lebih tahu.

11. Dokument terkait


Dokument P2P
12. Unit terkait
Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .
13. Formulir yang digunakan
-

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas baru datang di Puskesmas
2 Petugas yang baru menghadap dan
melapor pada Pimpinan Puskesmas
3 Petugas yang baru melakukan orientasi di
ruang P2P
4 Petugas yang baru melakukan orientasi
pada semua unit di Puskesmas Lb.Lombok
5 Petugas baru melaksanakan tugas
bersama sama dengan petugas /
pengelola program yang lama
6 Petugas baru mencatat semua kegiatan
yang di lakukan selama orientasi
7 Petugas yang baru melaporkas semua
hasil orientasi kepada Pimpinan
8 Puskesmas
Petugas baru melaksanakan tugasnya
sesuai dengan surat penugasan dari
Pimpinan Puskesmas
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PERTEMUAN PROGRAM P2P DI PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. KEBIJAKAN
Pelaksanaan pertemuan program P2P di Puskesmas Labuhan Lombok harus
mengikuti ketentuan yang tertuang dalam instruksi kerja ini

2. TUJUAN
Sebagai pedoman bagi petugas / pengelola program dalam melaksanakan pertemuan
program di Puskesmas Labuhan Lombok .

3. RUANG LINGKUP
Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .
4. MASA BERLAKU
142. Ditinjau ulang setahun sekali

5. DEFINISI
Pertemuan program adalah suatu proses pembahasan suatu masalah dalam unit program
P2P guna mendapatkan hasil / cara pemecahan masalah, rencana tindak lanjut, monitoring
dan evaluasi
6 KRITERIA PENCAPAIAN
143. Semua anggota program mengetahui mekanisme pelaksanaan
pertemuan program
7 ALAT DAN BAHAN
144. ATK
145. Ruang pertemuan
146. Notulen
147. Daftar hadir
8 LANGKAH LANGKAH
1. Petugas menyiapkan undangan / pemberitahuan
2. Petugas menyiapkan tempat dan alat
3. Pimpinan rapat membuka pertemuan
4. Petugas melakukan pembahasan program
5. Petugas membuat notulen pertemuan
6. Petugas mengedarkan daftar hadir
7. Petugas membuat RTL
8. Pimpinan rapat menutup pertemuan
9. Petugas merapikan tempat dan alat

9 DIAGRAM ALIR
Petugas menyiapkan undangan
/ pemberitahuan

Petugas menyiapkan tempat dan alat

Pimpinan rapat membuka pertemuan

Petugas melakukan pembahasan program

Petugas membuat notulen pertemuan

Petugas mengedarkan daftar hadir

Petugas membuat RTL


Pimpinan rapat menutup pertemuan

Petugas merapikan tempat dan alat

10 Hal hal yang perlu diperhatikan


148.Undangan disampaikan bisa secara tertulis maupun lisan

11 Dokumen terkait
149.Daftar hadir
150.Notulen Program
12 Unit terkait
151.BP/PU
152.Laboratorium
13 Formulir yang digunakan
153.Form laporan sesuai pokok bahasan

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas menyiapkan undangan /
pemberitahuan
2 Petugas menyiapkan tempat dan alat
3 Pimpinan rapat membuka pertemuan
4 Petugas melakukan pembahasan program
5 Petugas membuat notulen pertemuan
6 Petugas mengedarkan daftar hadir
7 Petugas membuat RTL
8 Pimpinan rapat menutup pertemuan
9 Petugas merapikan tempat dan alat
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PERTEMUAN LINTAS PROGRAM DI PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

1. KEBIJAKAN
- Pelaksanaan pertemuan Lintas program di puskesmas Labuhan Lombok harus

Mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedure kerja ini .

- Pelaksanaan pertemuan dilaksanakan 1 bulan skekali atau sesuai dengan


kebutuhan

2. TUJUAN
Sebagai pedoman bagi petugas / pengelola program dalam melaksanakan
pertemuan lintas program di Puskesmas Labuhan Lombok

3. RUANG LINGKUP
Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .
4. MASA BERLAKU
154. Ditinjau ulang setahun sekali

5. DEFINISI
Pertemuan lintas program adalah suatu mekanisme pembahasan program program di
Puskesmas Labuhan Lombok guna mendapatkan pemecahan masalah untuk
peningkatan pelaksanaan program yang ada
6 KRITERIA PENCAPAIAN
155. Semua anggota program mengetahui mekanisme pelaksanaan
pertemuan lintas program
156. Semua staf mengikuti pertemuan lintas program
7 ALAT DAN BAHAN
157. ATK
158. Ruang pertemuan
159. Notulen
160. Daftar hadir
161. Unit Komputer
162. Layar + LCD
8 LANGKAH LANGKAH
1. Petugas menyiapkan undangan / pemberitahuan
2. Petugas menyiapkan tempat dan alat
3. Pimpinan rapat membuka pertemuan
4. Koordinator program menyampaikan mater program
5. koordinator program melakukan pembahasan/tanya jawab
6. Pimpinan rapat menyimpulkan hasil pertemuan dan menyampaikan
langsung pada forum pertemuan
7. Petugas membuat notulen pertemuan
8. Petugas mengedarkan daftar hadir
9. Pimpinan menutup pertemuan
10. Petugas merapikan tempat dan alat
9 DIAGRAM ALIR
Petugas menyiapkan
undangan / pemberitahuan

Petugas menyiapkan tempat dan alat

Pimpinan rapat membuka pertemuan

Koordinator program menyampaikan mater program

koordinator program melakukan pembahasan/tanya jawab

Pimpinan rapat menyimpulkan hasil pertemuan dan menyampaikan langsung


pada forum pertemuan
Petugas membuat notulen pertemuan

Pimpinan menutup pertemuan

Petugas merapikan tempat dan


alat

1 Hal hal yang perlu diperhatikan


0 163.Undangan pertemuan disampaikan semua program secara tertulis maupun lisan

1 Dokument terkait
1 164.Laporan kegiatan program

1 Unit terkait
2 - Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .
1 Formulir yang digunakan
3 165.Daftar hadir

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas menyiapkan undangan /
pemberitahuan
2 Petugas menyiapkan tempat dan alat
3 Pimpinan rapat membuka pertemuan
4 Koordinator program menyampaikan mater
program
5 Koordinator program melakukan
pembahasan/tanya jawab
6 Pimpinan rapat menyimpulkan hasil
pertemuan dan menyampaikan langsung
pada forum pertemuan
7 Petugas membuat notulen pertemuan
8 Petugas mengedarkan daftar hadir
9 Pimpinan menutup pertemuan
10 Petugas merapikan tempat dan alat

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELALIKAKSANAAN PEMBAHASAN KELUHAN DAN UMPAN BALIK
DI PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan Pembahasan keluhan dan umpan balik di Puskesmas Labuhan


Lombok harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam rangka kegiatan merespon keluhan dan umpan
balik terhadap saaran di Puskesmas Labuhan Lombok .
Referensi 166.
Ruang Semua unit di Puskesmas Lb. Lombok
Lingkup
Penanggung -
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Pembahsan keluhan dan umpan balik sasaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan
di unit P2P untuk melakukan proses pembahasan keluhan dari sasaran dan umpan
balik terhadap sasaran guna mendapatkan rencana tindaklanjut yang tepat sesuai
kebutuhan sasaran
Kriteria Petugas dapat merubah sikap dan mampu melaksanakan pelayanan yang prima
Pencapaian sehingga sasaran merasa puas
Alat dan a. ATK
Bahan b. Notulen
c. Daftar hadir
d. Ruang pertemuan
e. Kotak saran
Langkah- 1. Petugas menyiapkan tempat dan alat
langkah 2. Petugas mengadakan pertemuan program
3. Petugas melakukan pembahasan isi dari kotak saran
4. Petugas membuat rencana tindaklanjut
5. Petugas membuat jadwal rencana tindak lanjut
6. Petugas membuat notulen pertemuan
7. Petugas merapikan tempat dan alat

Diagram
Alir
Petugas menyiapkan tempat dan alat

Petugas mengadakan pertemuan program

Petugas melakukan pembahasan isi dari kotak saran

Petugas membuat rencana tindaklanjut

Petugas membuat jadwal rencana tindak lanjut

Petugas membuat notulen pertemuan

Petugas merapikan tempat dan alat


10 Hal hal yang perlu diperhatikan
167.Semua keluhan dari sasaran untuk mendapatkan pembahasan

11 Dokument terkait
168.Laporan kegiatan program

12 Unit terkait
Semua unit di Puskesmas Lb.Lombok
13 Formulir yang digunakan
169.Daftar hadir

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas menyiapkan tempat dan alat
2 Petugas mengadakan pertemuan program
3 Petugas melakukan pembahasan isi dari
kotak saran
4 Petugas membuat rencana tindaklanjut
5 Petugas membuat jadwal rencana tindak
6 lanjut
7 Petugas membuat notulen pertemuan
Petugas merapikan tempat dan alat
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN PENGELOLAAN ADMINISTRASI DI PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan Pengelolaan administrasi di Puskesmas Labuhan Lombok harus


mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam rangka kegiatan pengelolaan administrasi di
Puskesmas Labuhan Lombok .
Referensi 170.
Ruang Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok
Lingkup
Penanggung -
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Pengelolaan administrasi adalah suatu proses kegiatan yang dilaksanakan di unit
P2P dengan cara membuat dan menyimpan data pendukung program dalam arsip
sesuai dengan masing masing kegiatan
Kriteria Semua data tertata dengan baik
Pencapaian
Alat dan a. ATK
Bahan
b. Folder box
c. Lemari arsip
Langkah- 1. Petugas menyiapkan tempat dan alat
langkah 2. Petugas menata arsip kegiatan atau laporan sesuai tempatnya masing -
masing
3. Petugas memberi judul nama pada setiap folder / arsip
4. Petugas menyimpan arsip / data yang sudah tertata kedalam lemari arsip
5. Petugas memberi keterangan pada setiap arsip yang akan atau sedang
digunakan
6. Petugas merapikan tempat dan alat
10 Hal hal yang perlu diperhatikan
171. Semua arsip data tertata dengan rapi

11 Dokument terkait
172. Laporan kegiatan program

12 Unit terkait
- Semua unit di Puskesmas Lb.Lombok .
13 Formulir yang digunakan
173. Form laporan program
DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas menyiapkan tempat dan alat
2 Petugas menata arsip kegiatan atau laporan
sesuai tempatnya masing - masing
3 Petugas memberi judul nama pada setiap
folder / arsip
4 Petugas menyimpan arsip / data yang sudah
tertata kedalam lemari arsip
5 Petugas memberi keterangan pada setiap
arsip yang akan atau sedang digunakan
6 Petugas merapikan tempat dan alat
REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU


PELAKSANAAN KONSULTASI DENGAN PIMPINAN PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan konsultasi dengan pimpinan di Puskesmas Labuhan Lombok harus


mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam rangka kegiatan pelaksanaan konsultasi dengan
pimpinan di Puskesmas Labuhan Lombok
Referensi 174.
Ruang Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .
Lingkup
Penanggung -
Jawab
Masa Ditinjau ulang setahun sekali
Berlaku
Definisi Konsultasi dengan pimpinan adalah proses pembahasan masalah / program kepada
pimpinan puskesmas dari pengelola program untuk memperoleh petunjuk
pelaksanaan atau kebijakan pimpinan guna kelancaran pelaksanaan program
Kriteria Koordinator program mengetahui tindakan yang harus dikerjakan sesuai kebijakan
Pencapaian pimpinan
Alat dan a. ATK
Bahan
Diagram Alir

Petugas menyiapkan bahan konsultasi

Petugas memberitahukan maksud dan tujuan dengan


menghadap pimpinan secara langsung
Petugas melakukan pembahasan bersamadengan pimpinan

Petugas mencatat hasil konsultasi dengan pimpinan

Petugas membuat rencana tindaklanjut hasil konsultasi

Petugas melaksanakan RTL yang telah dibuat

Petugas mencatat semua tindaklanjut yang


telah dikerjakan dan melaporkannya pada
pimpinan

Hal hal yang Materi konsultasi harus lengkap dan jelas


perlu diperhatikan

Dokument terkait Blangko laporan program

Unit terkait Semua unit di Puskesmas Labuhan Lombok .

Formulir yang Buku konsultasi dengan pimpinan


digunakan
DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas menyiapkan bahan konsultasi
2 Petugas memberitahukan maksud dan tujuan
dengan menghadap pimpinan secara
3 langsung
Petugas melakukan pembahasan
4 bersamadengan pimpinan
Petugas mencatat hasil konsultasi dengan
5 pimpinan
Petugas membuat rencana tindaklanjut hasil
6 konsultasi
7 Petugas melaksanakan RTL yang telah
dibuat
Petugas mencatat semua tindaklanjut yang
telah dikerjakan dan melaporkannya pada
pimpinan.
PELAKSANAAN PENANGANAN RANTAI VAKSIN DI PUSKESMAS
No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

Kebijakan Pelaksanaan Penanganan rantai vaksin di Puskesmas Labuhan Lombok harus


mengikuti ketentuan yang tertuang dalam prosedur kerja ini
Tujuan Sebagai pedoman petugas dalam rangka kegiatan pelaksanaan penanganan
rantai vaksin di Puskesmas Labuhan Lombok .
Referensi Pedoman Teknis Imunisasi Tingkat Puskesmas, DepKes RI Tahun 2005
Pengelolaan Penyakit dan Vaksin ProgramImunisasi, DepKes RI Tahun 2005
Ruang Unit pelayanan Puskesmas, Pustu dan Posyandu
Lingkup
Penanggung Koordinator imunisasi
Jawab
Masa Berlaku Ditinjau ulang setahun sekali
Definisi Peralatan rantai vaksin adalah seluruh peralatan yang digunakan dalam
pengelolaaan vaksin sesuai dengan prosedur untuk menjaga vaksin pada suhu
yang telah ditetapkan. Peralatan rantai vaksin yang dimaksud adalah lemari es,
kotak dingin (cold box), vaksin carrier / thermos, kotak dingin cair ( coolpack)
dan kotak dingin beku (cold pack).
Kriteria Penanganan rantai vaksin sesuai prosedur
Pencapaian
Alat dan b. Peralatan rantai vaksin
Bahan c. Alat transportasi

Langkah- A. PERAWATAN LEMARI ES


langkah 1. HARIAN
175.Periksa suhu lemari es 2 kali sehari setiap pagi dan sore kemudian catat
suhu pada grafik suhu
176.Hindarkan seringnya buka tutup pada lemari es, untuk sekali buka pintu
lemari es jangan lebih dari 5 menit
177.Bila suhu lemari es sudah stabil antara + 2 C 8 C, posisi thermostat
tidak perlu di ubah- ubah .

2. MINGGUAN
- Bersihkan bagian luar lemari es / frezeer untuk menghindari karat
- Periksa kontak listrik pada stop kontak, upayakan jangan kendor
3. BULANAN
- Bersihkan bagian luar dan dalam lemari es/frezer
- Bersihkan karet seal pintu dan periksa kerapatannya dengan selembar
kertas bila perlu beri bedak atau talk.
- Periksa engsel pintu lemari es, bila perlu beri pelumas
- Pada lemari es perhatikan timbulnya bunga es pada dinding yang telah
dilapisi aluminium atau acrylic, bila pada bagian dinding telah timbul
bunga es segera dilakukan pencairan .
PENCAIRAN BUNGA ES
a. Pindahkan vaksin kedalam kotak vaksin atau lemari es yang lain
b. Cabut kontak listrik lemari es yang menempel pada stop kontak (
jangan mematikan lemari es dengan memutar thermostat)
c. Selama pencairan bunga es, biarkan pintu tetap terbuka
d. Biarkan posisi tersebut sampai bunga es mencair semuanya,
dapat dipercepat dengan menyiramkan air hangat kedalam lemari
es. Jangan menggunakan pisau atau benda tajam lainnya untuk
mencongkel bunga es. Setelah cair kemudian bersihkan embun /
air yang menempel pada dinding bagian dalam lemari es.
e. Hidupkan kembali lemari es dengan memasukkan kontak listrik
pada stop kontak, tunggu sampai suhu mencapai + 2C 8 C atau
sampai suhu lemari es kembali stabil.
f. Setelah itu, masukkan vaksin kembali kedalam lemari es
B. PENEMPATAN LEMARI ES
1. Jarak minimal lemari es dengan dinding belakang adalah + 10 15 cm
atau sampai pintu lemari es dapat dibuka.
2. Jarak minimal anatara lemari es dengan lemari es lainnya adalah +15 cm
3. Lemari es tidak boleh terkena sinar matahari langsung.
4. Ruangan mempunyai sirkulasi udara yang cukup.
5. Setiap unit lemari es / freezer menggunakan hanya 1 stop kontak
C. PENGELOLAAN VAKSIN
1. Penerimaan / Pengambilan Vaksin ( Transportasi )
i. Pengambilan vaksin dari Puskesmas ke Kabupaten
dengan menggunakan peralatan rantai vaksin yang sudah
ditentukan, misalnya cold box atau vaccine carrier.
ii. Jenis peralatan rantai vaksin disesuaikan dengan jumlah
vaksin yang akan diambil.
iii. Sebelum memasukkan vaksin kedalam alat pembawa,
periksa indikator vaksin (VVM) kecuali BCG. Vaksin
yang boleh digunakan hanya bila indikator VVM tingkat
A dan B. Sedangkan bila tingkat VVM c dan D vaksin
tidak usah diterima karena tidak dapat dipergunakan lagi.
iv. Masukkan kotak cair dingin (cool pack) kedalam alat dan
bagian dalam tenagh diletakkan termometer Muller, bisa
juga menggunakan frezetag atau frezewacth.
v. Alat pembawa vaksin yang sudah terisi vaksin, selama
perjalanan dari kabupaten ke Puskesmas tidak boleh
terkena sinar matahari langsung.
2. Penyimpanan Vaksin
a. Semua vaksin disimpan pada suhu + 2 C 8 C.
b. Bagian bawah lemari es diletakkan kotak dingin cair sebagai
penahan dingin dan kestabilan suhu.
c. Penempatan vaksin High Sensitif ( BCG, CAMPAK, POLIO)
diletakkan dekat Evaporator
d. Penempatan vaksin Freze Sensitif ( DPT, TT, DT, HB, DPT-HB)
diletakkan jauh dari Evaporator.
e. Beri jarak antara kotak vaksin minimal 1 2 cm atau satu jari
tangan, agar terjadi sirkulasi udara yang baik.
f. Letakkan 1 buah termometer Muller dibagian tengah lemari es
dan letakkan 1 buah freezetag diantar vaksin HB atau DPT.
g. Vaksin selalu disimpan dalam kotak kemasan agar tidak terkena
sinar ultraviolet.
h. Pelarut vaksin campak dan BCG disimpan pada suhu kamar,
pelarut tdk boleh beku.
3. Pemantauan Suhu
Tujuannya adalah untuk mengetahui suhu vaksin selama
pendistribuasian dan penyimpanan, apakah vaksin pernah terpapar panas /
terkena panas yang berlebih ataupun suhu yang terlalu dingin ( beku ),
sehingga petugas mengetahui kondisis vaksin yang digunakan dalam
keadaan baik atau tidak.
Beberapa alat pemantau suhu untuk mengetahui kondisi vaksin yaitu :
1. VVM ( Vaccine Vial Monitor )
178.VVM adalah alat pemantau paparan suhu panas
179.Fungsinya untuk memantau suhu vaksin selama perjalanan maupun
dalam penyimpanan
180.VVM ditempelkan pada setiap vial vaksin kecuali BCG
181.Mempunyai bentuk lingkaran dengan bentuk segi empat pada bagian
tengahnya.
182.Diameter VVM sekitar 0,7 cm
183.VVM mempunyai karakteristik yang berbeda, spesifik untuk setiap jenis
vaksin. VVM untuk vaksin Polio tidak dapat digunakan untuk vaksin
HB, demikian pula sebaliknya
184.Setiap jenis vaksin memiliki VVM tersendiri.
185.Cara membaca VVM :
Kondisi A
Warna segi empat bagian dalam lebih terang dari warna gelap
sekelilingnya. Vaksin ini dapat digunakan

Kondisi B
Warna segi empat bagian dalam sudah mulai berwarna gelap namun
masih
lebih terang dari warna gelapsekelilingnya. Vaksin segera di gunakan!
Kondisi C
Warna segi empat bagian dalam sama dengan warna gelap
disekelilingnya.
Vaksin ini jangan digunakan lagi !
Kondisi D
Warna segi empat bagian dalam lebih gelap dari warna sekelilingnya
Vaksin
jangan digunakan lagi !
2. TERMOMETER MULLER
A. Termometer muller adalah suatu alat pengukur suhu tanpa menggunakan
sensor pengukur.
B. Cara Penggunaan
Masukkan termometer kedalam lemari es atau freezer untuk mengukur
bagian dalamnya.
Termometer ini dapat digunakan untuk memantau suhu selama
pengiriman vaksin atau pada saat penyimpanan.
3. FREEZE WATCH / FREEZE TAG
Adalah alat pemantau suhu dingin dibawah 0 C
Cara kerjanaya :
Freeze Watch
Alat ini menggunakan cairan berwarna biru sebagai ndikatornya, bila
freezewatch ini terpapar pada suhu dibawah 0 C maka latar belakang
putih
yang ada didalam berubah menjadi biru.
Kadaluarsanya adalah 5 tahun dari tahun produksi 186
Freeze Tag
Alat ini digerakkan dengan baterai 1,5 volt yang dapat bertahan selama
3 tahun. Alat ini menggunakan sistem elektronik dengan menampilkan
tanda rumput ( V) atau tanda silang (X). Bila tanda rumput pada
monitor berubah menjadi tanda silang, hal ini menandakan bahwa
sudah terpapar pada suhu dibawah 0 C selama lebih dari 1 jam.

HAK HAK PASIEN


No. Kode :
/SOP/PLL/IX/2015
SOP Terbitan : 01
No. Revisi :0
Tgl. Mulai Berlaku : 2015
Halaman : 1/1 PUSKESMAS
LABUHAN LOMBOK
PEMERINTAH
KABUPATEN Muhammad Rusdi, S.Si
LOMBOK TIMUR NIP. 19720626 199203 1 005

TUJUAN Agar pasien / keluarga mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan yang
memuaskan
RUANG Prosedur ini mencakup hak hak yang harus diperoleh pasien dalam pelayanan
LINGKUP
kesehatan secara keseluruhan

DEFINISI Hak hak pasien adalah

KRITERIA Pasien / keluarga mendapatkan suatu pelayanan dan informasi kesehatan sesuai
PENCAPAI
AN dengan hak haknya.

PROSEDUR 1. Pasien datang ke ruangan sesuai dengan panggilan petugas

2. Pasien mengungkapkan keluhan keluhan yang dirasakan

3. Pasien mendapatkan pelayanan, pemeriksaan dan informasi kesehatan yang

sesuai standart dengan tetap terjaga privacy nya.

4. Pasien dapat menolak / menyetujui atas tindakan yang dilaksanakan dokter

/ paramedis

5. Pasien mendapatkan kesempatan untuk menanyakan tentang keadaan

penyakit yang dideritanya dan mendapatkan penjelasan tentang

penyakitnya sesuai dengan kewenangan petugas.

6. Pasien dapat mengajukan usul dan saran untuk peningkatan pelayanan

Puskesmas.

DAFTAR TILIK

KEGIATAN TIDAK
NO YA TIDAK
APAKAH ? BERLAKU
1 Petugas memberikan informasi mengenai tata
tertib dan peraturan yang berlaku di Puskesmas
2 Paduraksa
Petugas memberikan pelayanan yang manusiawi,
3 adil dan jujur
Petugas memberikan pelayanan medis yang
4 bermutu sesuai dengan standart profesi
kedokteran
Petugas memperhatikan privacy dan
5 kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data
data medisnya
Petugas memberikan informasi kepada pasien
meliputi :
a. Penyakit yang diderita
b. Tindakan medis yang hendak dilakukan
c. Kemungkinan penyulit sebagai akibat
tindakan tersebut dan tindakan untuk
mengatasinya
d. Alternatif terapi lainnya
6 e. Prognosanya
f. Perkiraan biaya pengobatan
Petugas meminta ijin kepada pasien sebelum
7 melakukan tindakan yang berhubungan dengan
penyakit yang dideritanya
Petuagas menganjurkan kepada pasien untuk
memberikan usulan, saran perbaikan atas
perlakuan Puskesmas kepada pasien .

REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN

NO ISI PERUBAHAN TANGGAL MULAI BERLAKU