Anda di halaman 1dari 26

Rabies adalah penyakit infeksi tingkat akut pada susunan saraf pusat yang

disebabkan oleh virus rabies. [1] Penyakit ini bersifat zoonotik, yaitu dapat
ditularkan dari hewan ke manusia. [1] Virus rabies ditularkan ke manusia melalu
gigitan hewan misalnya oleh anjing, kucing, kera, rakun, dan kelelawar. [1]
Rabies disebut juga penyakit anjing gila. [2]
Daftar isi [sembunyikan]
1 Etimologi
2 Sejarah
3 Penyebab
4 Manifestasi Klinis
4.1 Stadium prodromal
4.2 Stadium sensoris
4.3 Stadium eksitasi
4.4 Stadium paralitik
5 Diagnosis
6 Penanganan
7 Pencegahan
8 Referensi
9 Pranala luar
Etimologi[sunting sumber]

Kata rabies berasal dari bahasa Sanskerta kuno rabhas yang artinya melakukan
kekerasan/kejahatan.[3] Dalam bahasa Yunani, rabies disebut Lyssa atau Lytaa
yang artinya kegilaan. [3] Dalam bahasa Jerman, rabies disebut tollwut yang
berasal dari bahasa Indojerman Dhvar yang artinya merusak dan wut yang artinya
marah. [3] Dalam bahasa Prancis, rabies disebut rage berasal dari kata benda
robere yang artinya menjadi gila.[3]
Sejarah[sunting sumber]

Rabies bukanlah penyakit baru dalam sejarah perabadan manusia. [4] Catatan
tertulis mengenai perilaku anjing yang tiba-tiba menjadi buas ditemukan pada
Kode Mesopotamia yang ditulis 4000 tahun lalu serta pada Kode Babilonia
Eshunna yang ditulis pada 2300 SM.[4] Democritus pada 500 SM juga
menuliskan karakteristik gejala penyakit yang menyerupai rabies.[2]
Aristotle, pada 400 SM, menulis di Natural History of Animals edisi 8, bab 22 [5]
.... anjing itu menjadi gila. Hal ini menyebabkan mereka menjadi agresif
dan semua binatang yang digigitnya juga mengalami sakit yang sama.
Hippocrates, Plutarch, Xenophon, Epimarcus, Virgil, Horace, dan Ovid adalah
orang-orang yang pernah menyinggung karakteristik rabies dalam tulisan-
tulisannya. [5] Celsius, seorang dokter di zaman Romawi, mengasosiasikan
hidrofobia (ketakutan terhadap air) dengan gigitan anjing, pada tahun 100 Masehi.
[4] Cardanus, seorang penulis zaman Romawi menjelaskan sifat infeksi yang ada
di air liur anjing yang terkena rabies.[5] Pada penulis Romawi zaman itu
mendeskripsikan rabies sebagai racun, yang mana adalah kata Latin bagi virus. [5]
Pliny dan Ovid adalah orang yang pertama menjelaskan penyebab lain dari rabies,
yang saat itu disebut cacing lidah anjing (dog tongue worm).[5] Untuk mencegah
rabies di masa itu, permukaan lidah yang diduga mengandung "cacing" dipotong.
[5] Anggapan tersebut bertahan sampai abad 19, ketika akhirnya Louis Pasteur
berhasil mendemonstrasikan penyebaran rabies dengan menumbuhkan jaringan
otak yang terinfeksi pada tahun 1885 [5] Goldwasser dan Kissling menemukan
cara diagnosis rabies secara modern pada tahun 1958, yaitu dengan teknik
antibodi imunofluoresens untuk menemukan antigen rabies pada jaringan.[4]
Penyebab[sunting sumber]

Rabies disebabkan oleh virus rabies yang masuk ke keluarga Rhabdoviridae dan
genus Lysavirus. [6] Karakteristik utama virus keluarga Rhabdoviridae adalah
hanya memiliki satu utas negatif RNA yang tidak bersegmen. [6] Virus ini hidup
pada beberapa jenis hewan yang berperan sebagai perantara penularan. [7] Spesies
hewan perantara bervariasi pada berbagai letak geografis. [7] Hewan-hewan yang
diketahui dapat menjadi perantara rabies antara lain rakun (Procyon lotor) dan
sigung (Memphitis memphitis) di Amerika Utara, rubah merah (Vulpes vulpes) di
Eropa, dan anjing di Afrika, Asia, dan Amerika Latin. Afrika, Asia, dan Amerika
Latin memiliki tingkat rabies yang masih tinggi [7] Hewan perantara menginfeksi
inang yang bisa berupa hewan lain atau manusia melalui gigitan. [2][1] Infeksi
juga dapat terjadi melalui jilatan hewan perantara pada kulit yang terluka. [2][1]
Setelah infeksi, virus akan masuk melalui saraf-saraf menuju ke sumsum tulang
belakang dan otak dan bereplikasi di sana. [2] Selanjutnya virus akan berpindah
lagi melalui saraf ke jaringan non saraf, misalnya kelenjar liur dan masuk ke
dalam air liur. [2] Hewan yang terinfeksi bisa mengalami rabies buas/ ganas
ataupun rabies jinak/ tenang. [8] [9] Pada rabies buas/ ganas, hewan yang
terinfeksi tampak galak, agresif, menggigit dan menelan segala macam barang, air
liur terus menetes, meraung-raung gelisah kemudian menjadi lumpuh dan mati.
[8][9] Pada rabies jinak/tenang, hewan yang terinfeksi mengalami kelumpuhan
lokal atau kelumpuhan total, suka bersembunyi di tempat gelap, mengalami
kejang dan sulit bernapas, serta menunjukkan kegalakan [8][9]
Meskipun sangat jarang terjadi, rabies bisa ditularkan melalui penghirupan udara
yang tercemar virus rabies. [10] Dua pekerja laboratorium telah mengkonfirmasi
hal ini setelah mereka terekspos udara yang mengandung virus rabies. [10] Pada
tahun 1950, dilaporkan dua kasus rabies terjadi pada penjelajah gua di Frio Cave,
Texas yang menghirup udara di mana ada jutaan kelelawar hidup di tempat
tersebut. [10] Mereka diduga tertular lewat udara karena tidak ditemukan sama
sekali adanya tanda-tanda bekas gigitan kelelawar. [10]
Manifestasi Klinis[sunting sumber]

Seorang penderita rabies pada tahun 1959


Gejala rabies biasanya mulai timbul dalam waktu 30-50 hari setelah terinfeksi.
[11] Masa inkubasi virus hingga munculnya penyakit adalah 10-14 hari pada
anjing tetapi bisa mencapai 9 bulan pada manusia [1] Bila disebabkan oleh gigitan
anjing, luka yang memiliki risiko tinggi meliputi infeksi pada mukosa, luka di atas
daerah bahu (kepala, muka, leher), luka pada jari tangan atau kaki, luka pada
kelamin, luka yang lebar atau dalam, dan luka yang banyak. [9] Sedangkan luka
dengan risiko rendah meliputi jilatan pada kulit yang luka, garukan atau lecet,
serta luka kecil di sekitar tangan, badan, dan kaki. [9]
Gejala sakit yang akan dialami seseorang yang terinfeksi rabies meliputi 4
stadium: [9]
Stadium prodromal[sunting sumber]
Dalam stadium prodomal sakit yang timbul pada penderita tidak khas, menyerupai
infeksi virus pada umumnya yang meliputi demam, sulit makan yang menuju taraf
anoreksia, pusing dan pening (nausea), dan lain sebagainya. [9]
Stadium sensoris[sunting sumber]
Dalam stadium sensori penderita umumnya akan mengalami rasa nyeri pada
daerah luka gigitan, panas, gugup, kebingungan, keluar banyak air liur
(hipersalivasi), dilatasi pupil, hiperhidrosis, hiperlakrimasi.[9]
Stadium eksitasi[sunting sumber]
Pada stadium eksitasi penderita menjadi gelisah, mudah kaget, kejang-kejang
setiap ada rangsangan dari luar sehingga terjadi ketakutan pada udara (aerofobia),
ketakutan pada cahaya (fotofobia), dan ketakutan air (hidrofobia).[9] Kejang-
kejang terjadi akibat adanya gangguan daerah otak yang mengatur proses menelan
dan pernapasan. [8] Hidrofobia yang terjadi pada penderita rabies terutama karena
adanya rasa sakit yang luar biasa di kala berusaha menelan air [8]
Stadium paralitik[sunting sumber]
Pada stadium paralitik setelah melalui ketiga stadium sebelumnya, penderita
memasuki stadium paralitik ini menunjukkan tanda kelumpuhan dari bagian atas
tubuh ke bawah yang progresif. [9]
Karena durasi penyebaran penyakit yang cukup cepat maka umumnya keempat
stadium di atas tidak dapat dibedakan dengan jelas. [9] Gejala-gejala yang tampak
jelas pada penderita di antaranya adanya nyeri pada luka bekas gigitan dan
ketakutan pada air, udara, dan cahaya, serta suara yang keras. [9] Sedangkan pada
hewan yang terinfeksi, gelaja yang tampak adalah dari jinak menjadi ganas,
hewan-hewan peliharaan menjadi liar dan lupa jalan pulang, serta ekor
dilengkungkan di bawah perut. [9]
Diagnosis[sunting sumber]

Jika seseorang digigit hewan, maka hewan yang menggigit harus diawasi. [12]
Satu-satunya uji yang menghasilkan keakuratan 100% terhadap adanya virus
rabies adalah dengan uji antibodi fluoresensi langsung (direct fluorescent antibody
test/ dFAT) pada jaringan otak hewan yang terinfeksi. [12] Uji ini telah digunakan
lebih dari 40 tahun dan dijadikan standar dalam diagnosis rabies. [12][13]
Prinsipnya adalah ikatan antara antigen rabies dan antibodi spesifik yang telah
dilabel dengan senyawa fluoresens yang akan berpendar sehingga memudahkan
deteksi [12] Namun, kelemahannya adalah subjek uji harus disuntik mati terlebih
dahulu (eutanasia) sehingga tidak dapat digunakan terhadap manusia. [12] Akan
tetapi, uji serupa tetap dapat dilakukan menggunakan serum, cairan sumsum
tulang belakang, atau air liur penderita walaupun tidak memberikan keakuratan
100%. [12] Selain itu, diagnosis dapat juga dilakukan dengan biopsi kulit leher
atau sel epitel kornea mata walaupun hasilnya tidak terlalu tepat sehingga
nantinya akan dilakukan kembali diagnosis post mortem setelah hewan atau
manusia yang terinfeksi meninggal. [13]
Penanganan[sunting sumber]

Bila terinfeksi rabies, segera cari pertolongan medis. [14] Rabies dapat diobati,
namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan
menimbulkan gejala.[14][11] Bila gejala mulai terlihat, tidak ada pengobatan
untuk menyembuhkan penyakit ini. [14] Kematian biasanya terjadi beberapa hari
setelah terjadinya gejala pertama.[14]
Jika terjadi kasus gigitan oleh hewan yang diduga terinfeksi rabies atau berpotensi
rabies (anjing, sigung, rakun, rubah, kelelawar) segera cuci luka dengan sabun
atau pelarut lemak lain di bawah air mengalir selama 10-15 menit lalu beri
antiseptik alkohol 70% atau betadin. [9] Orang-orang yang belum diimunisasi
selama 10 tahun terakhir akan diberikan suntikan tetanus. [15] Orang-orang yang
belum pernah mendapat vaksin rabies akan diberikan suntikan globulin imun
rabies yang dikombinasikan dengan vaksin. [15] Separuh dari dosisnya
disuntikkan di tempat gigitan dan separuhnya disuntikan ke otot, biasanya di
daerah pinggang. [11] Dalam periode 28 hari diberikan 5 kali suntikan. [11]
Suntikan pertama untuk menentukan risiko adanya virus rabies akibat bekas
gigitan.[11] Sisa suntikan diberikan pada hari ke 3, 7, 14, dan 28.[11] Kadang-
kadang terjadi rasa sakit, kemerahan, bengkak, atau gatal pada tempat
penyuntikan vaksin. [15]
Pencegahan[sunting sumber]

Pencegahan rabies pada manusia harus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi
gigitan oleh hewan yang berpotensi rabies, karena bila tidak dapat mematikan
(letal) [1]
Langkah-langkah untuk mencegah rabies bisa diambil sebelum terjangkit virus
atau segera setelah terkena gigitan [7] Sebagai contoh, vaksinasi bisa diberikan
kapada orang-orang yang berisiko tinggi terhadap terjangkitnya virus, yaitu: [16]
Dokter hewan. [16]
Petugas laboratorium yang menangani hewan-hewan yang terinfeksi. [16]
Orang-orang yang menetap atau tinggal lebih dari 30 hari di daerah yang rabies
pada anjing banyak ditemukan [7]
Para penjelajah gua kelelawar. [10]
Vaksinasi idealnya dapat memberikan perlindungan seumur hidup. [17] Tetapi
seiring berjalannya waktu kadar antibodi akan menurun, sehingga orang yang
berisiko tinggi terhadap rabies harus mendapatkan dosis booster vaksinasi setiap 3
tahun. [1] Pentingnya vaksinasi rabies terhadap hewan peliharaan seperti anjing
juga merupakan salah satu cara pencegahan yang harus diperhatikan. [11]

Penyakit anjing gila (rabies) adalah suatu penyakit menular yang akut, menyerang
susunan syaraf pusat, disebabkan oleh virus rabies jenis Rhabdho virus yang dapat
menyerang semua hewan berdarah panas dan manusia. Penyakit ini sangat
ditakuti dan mengganggu ketentraman hidup manusia, karena apabila sekali gejala
klinis penyakit rabies timbul maka biasanya diakhiri dengan kematian.

CARA PENULARAN
Virus Rabies selain terdapat di susunan syaraf pusat, juga terdapat di air liur
hewan penderita rabies. Oleh sebab itu penularan penyakit rabies pada manusia
atau hewan lain melalui gigitan. Gejala-gejala rabies pada hewan timbul kurang
lebih 2 minggu (10 hari - 8 minggu). Sedangkan pada manusia 2-3 minggu sampai
1 tahun. Masa tunas ini dapat lebih cepat atau lebih lama tergantung pada

* Dalam dan parahnya luka bekas gigitan


* Lokasi luka gigitan
* Banyaknya syaraf disekitar luka gigitan.
* Pathogenitas dan jumlah virus yang masuk melalui gigitan.
* Jumla luka gigitan.

Di Indonesia hewan-hewan yang biasa menyebarkan penyakit rabies adalah :

* Anjing
* Kucing
* Kera

TANDA-TANDA PENYAKIT RABIES PADA HEWAN


Gejala penyakit dikenal dalam 3 bentuk :

1. Bentuk ganas (Furious rabies)


Masa eksitasi panjang, kebanyakan akan mati dalam 2-5 hari setelah tanda-tanda
terlihat.
Tanda-tanda yang sering terlihat :
- Hewan menjadi penakut atau menjadi galak.
- Senang bersembunyi di tempat-tempat yang dingin, gelap dan menyendiri tetapi
dapat menjadi agresif .
- Tidak menurut perintah majikannya.
- Nafsu makan hilang.
- Air liur meleleh tak terkendali.
- Hewan akan menyerang benda yang ada disekitarnya dan memakan barang,
benda-benda asing seperti batu, kayu dsb.
- Menyerang dan menggigit barang bergerak apa saja yang dijumpai.
- Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.
- Ekor diantara 2 (dua) paha.
2. Bentuk diam (Dumb Rabies)
Masa eksitasi pendek, paralisa cepat terjadi.
Tanda- tanda yang sering terlihat :
- Bersembunyi di temapat yang gelap dan sejuk
- Kejang-kejang berlangsung sangat singkat, bahakan sering tidak terlihat.
- Lumpuh, tidak dapat menelan, mulut terbuka.
- Air liur keluar terus menerus (berlebihan).
- Mati.
3. Bentuk Asystomatis.
Hewan tidak menunjukkan gejala sakit.
Hewan tiba-tiba mati

TANDA-TANDA PENYAKIT ANJING GILA PADA KUCING

Gejala atau tanda-tanda yang terlihat hampir sama pada anjing, seperti :
- Menyembunyikan diri.
- Banyak mengeong.
- Mencakar-cakar lantai.
- Menjadi agresif.
- 2 - 4 hari setelah gejala pertama biasa terjadi kelumpuhan, terutama di bagian
belakang.

TANDA-TANDA PENYAKIT ANJING GILA PADA MANUSIA

* Pada manusia yang penting diperhatikan adalah riwayat gigitan dari hewan
seperti anjing, kucing dan kera.
* Dilanjutkan dengan gejala-gejala nafsu makan hilang, sakit kepala, tidak bisa
tidur, demam tinggi, mual atau muntah-muntah.
* Adanya rasa panas (nyeri) pada tempat gigitan dan menjadi gugup.
* Takut dengan air, suara keras, cahaya dan angin.
* Air liur dan air mata keluar berlebihan.
* Kejang-kejang disusul dengan kelumpuhan.

Biasanya penderita akan meninggal 4-6 hari setelah gejala klinis atau tanda-tanda
penyakit pertama timbul.

LANGKAH YANG PERLU DIKERJAKAN APABILA DIGIGIT ANJING

Apabila seseorang digigit hewan yang tersangka rabies, maka tindakan yang harus
diambil adalah :

1. Mencuci luka gigitan dengan sabun ata dengan deterjen selama 5-10 menit
dibawah air mengalir/diguyur. Kemudian luka diberi alkohol 70% atau Yodium
tincture. Setelah itu pergi secepatnya ke Puskesmas atau Dokter yang terdekat
untuk mendapatkan pengobatan sementara sambil menunggu hasil dari rumah
observasi hewan.
2. Laporkan kepada petugas Dinas Peternakan setempat tentang kasus penggigitan
tersebut.
3. Hewan yang menggigit dikirim ke rumah observasi hewan Dinas Peternakan,
Perikanan dan Kelautan DKI Jakarta untuk diobservasi dan diperiksa
kesehatannya selama 10 - 14 hari. Rumah Observasi Hewan ada di Jl. Harsono
RM No. 28 Ragunan, Pasar Minggu Jakarta Selatan. Telepon : 7805447.
4. Bila hewan yang menggigit tidak diketahui atau tidak dapat ditemukan, maka
orang yang tergigigit harus dibawa ke rumah sakit khusus infeksi Dr. Saroso Jl.
Baru, Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Telepon : 6401413 atau ke
Rumah Sakit Karantina Jl. Kyai Caringin No. 7 Tanah Abang, Jakarta Pusat,
Telepon : 342934.
YANG PERLU KITA KERJAKAN AGAR HEWAN KESAYANGAN KITA
(anjing, kucing, kera) TIDAK TERJANGKIT PENYAKIT ANJING GILA

1. Memelihara hewan piaraan dengan baik.


2.
Membawa hewan ke Suku Dinas Peternakan dan Perikanan setempat atau dokter
hewan praktek, untuk mendapatkan vaksinasi anti rabies secara teratur 1-2 kali
setahun tergantung jenis vaksin yang digunakan.
3. Setelah hewan tersebut divaksin, mintalah surat keterangan vaksinasi.
4.
Melaporkan kepemilikannya kepada Suku Dinas Peternakan dan Perikanan/
Petugas Peternakan Kecamatan.
5. Anjing, kucing, kera peliharaan sebaiknya jangan dilepas keluar pekarangan.
6.
Bilamana akan membawa hewan piaraan keluar pekarangan rumah, harus diikat
dengan rantai sepanjang-panjangnya 2 m serta dipasang berangus.

USAHA SUKU DINAS PETERNAKAN DAN PERIKANAN JAKARTA


PUSAT DALAM MELAKSANAKAN PENCEGAHAN DAN
PEMBERANTASAN PENYAKIT ANJING GILA

1. Melaksanakan vaksinasi/pengebalan anti penyakit rabies terhadap anjing,


kucing, kera secara rutin 1-2 kali setahun tergantung vaksin yang digunakan.
2. Melaksanakan penertiban/penangkapan anjing, kucing, kera yang berkeliaran di
jalan-jalan, di tempat-temapat umum dan dianggap membahayakan manusia.
3. Melaksanakan pengamanan terhadap setiap kasus penggigitan oleh anjing,
kucing, kera dan hewan yang dicurigai menderita penyakit rabies yang dilaporkan
dengan jalan mengobservasi hewan tersebut.
4. Melaksanakan penyuluhan berkesinambungan kepada masyarakat tentang
penyakit rabies.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TENTANG RABIES

Sejak tahun 1926 pemerintah telah mengeluarkan peraturan tentang rabies pada
anjing, kucing, dan kera. Yaitu Hondsdol heid Ordonantie Staatblad No. 452
tahun 1926 dan pelaksanaannya termuat dalam Staatblad No. 452 tahun 1926.
Selanjutnya Ordonantie tersebut tersebut mengalami perubahan/penambahan-
penambahan yang disesuaikan dengan perkembangan yang ada. Di DKI Jakarta
terdapat SK Gubernur No. 3213 tahun 1984 tentang Tatacara Penertiban Hewan
Piaraan Anjing, Kucing dan Kera di wilayah DKI Jakarta yang antara lain berisi :

1. Kewajiban pemilik hewan piaraan untuk memvaksin hewannya dan


menggantungkan peneng tanda lunas pajak.
2. Menangkap dan menyerahkan hewannya apabila mengigit orang untuk
diobservasi.
3. Hewan yang dibiarkan lepas dan dianggap liar atau tersangka menderita rabies
akan ditangkap oleh petugas penertiban.
Ensefalitis virus West Nile adalah penyakit virus nyamuk, yang dapat
menyebabkan radang otak dan dapat menjadi serius bahkan fatal, penyakit.

West Nile virus umum di Afrika, Asia Barat, Timur Tengah dan Eropa dan para
ahli percaya sekarang didirikan sebagai epidemi musiman di Amerika Utara.

Virus West Nile muncul di musim panas di Amerika Utara dan jangkitan sering
berlanjut ke musim gugur - pada tahun 1999 virus telah dikonfirmasi di daerah
metropolitan New York selama musim panas dan gugur, musim dingin itu
bertahan dan sejak itu telah hadir pada manusia, kuda, tertentu burung, dan
nyamuk.

Virus West Nile yang paling sering disebarkan oleh gigitan nyamuk yang
terinfeksi - nyamuk menjadi terinfeksi ketika mereka makan pada burung yang
terinfeksi - nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke
manusia dan hewan lain ketika mereka menggigit.

West Nile virus tidak menyebar melalui menyentuh atau melalui kontak biasa
seperti menyentuh atau mencium orang dengan virus, tetapi dalam beberapa kasus
telah menyebar melalui transfusi darah, transplantasi organ, menyusui dan bahkan
selama kehamilan dari ibu ke bayi.

Sejak tahun 1999, virus West Nile telah menyebar cepat di Amerika Serikat
mengikuti pola burung bermigrasi dan telah muncul di semua negara, kecuali
Maine dan Washington dan menjadi bagian dari Kanada, Meksiko, Amerika
Tengah, dan Amerika Selatan.

Virus West Nile adalah penyakit yang berpotensi serius yang tidak ada vaksin
manusia dan penting bahwa masyarakat memiliki informasi yang dapat membantu
mereka mengenali dan mencegah virus West Nile.
KEWASPADAAN TERHADAP MENINGKATNYA KASUS WEST NILE
VIRUS (WNV) DI BEBERAPA NEGARA DI EROPA
Sehubunqan terjadinya paningkatan kasus West Nile Virus pada bulan Juli
sampai Agustus 2011 di beberapa negara Eropa (Albania, Greece, Israel Romania
dan Russian, federattion), maka sebagai kewaspadaan terhadap kemungkinan
penyebaran kasus tersebut ke Indonesia dengan ini kami sampaikan beberapa
informasi terkait penyakit tersebut.
Ensefalitis virus West Nile adalah penyakit yang ditularkan nyamuk virus, yang
dapat menyebabkan radang otak dan dapat menjadi serius bahkan fatal, penyakit.
Virus ini tergolong dalam kelompok Flavirius, bersama dengan virus Dengue,
Yellow Fever, Japanese encephalitis dan St. Louis encephalitis. Mernurut
sejarahnya virus ini pertama kali dapat diisolasi dan diidentifikasi di west nile
distict salah satu districk di negara Uganda pada tahun 1937. Natural Host utama
dari virus ini adalah unggas/burung terutama jenis gagak dan ditularkan oleh
nyamuk.
Virus West Nile umum di Afrika, Asia Barat, Timur Tengah dan Eropa dan para
ahli percaya sekarang didirikan sebagai epidemi musiman di Amerika Utara.Virus
West Nile muncul di musim panas di Amerika Utara dan jangkitan sering
berlanjut ke musim gugur - pada tahun 1999 virus telah dikonfirmasi di daerah
metropolitan New York selama musim panas dan gugur, musim dingin itu
bertahan dan sejak itu telah hadir pada manusia, kuda, tertentu burung, dan
nyamuk.
Virus West Nile yang paling sering disebarkan oleh gigitan nyamuk yang
terinfeksi - nyamuk menjadi terinfeksi ketika mereka memakan unggas yang
terinfeksi - nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke
manusia dan hewan lain ketika mereka menggigit. Jenis nyamuk ini adalah jenis
Culex pipiens, culex restuans dan culex Quinquefasciatus

West Nile virus tidak menyebar melalui menyentuh atau melalui kontak biasa
seperti menyentuh atau mencium orang dengan virus, tetapi dalam beberapa kasus
telah menyebar melalui transfusi darah, transplantasi organ, menyusui dan bahkan
selama kehamilan dari ibu ke bayi.
Sejak tahun 1999, virus West Nile telah menyebar cepat di Amerika Serikat
mengikuti pola burung bermigrasi dan telah muncul di semua negara, kecuali
Maine dan Washington dan menjadi bagian dari Kanada, Meksiko, Amerika
Tengah, dan Amerika Selatan.
Virus West Nile adalah penyakit yang berpotensi serius yang tidak ada vaksin
manusia dan adalah penting bahwa masyarakat memiliki informasi yang dapat
membantu mereka mengenali dan mencegah virus West Nile.

Ini adalah mikrograf transmisi elektron (TEM) dari virus West Nile (WNV).

Gejala West Nile Virus

Sementara 80% dari infeksi virus West Nile tidak menimbulkan gejala pada
orang, atau gejala yang ringan atau sedang, sekitar 20% dari kasus menghasilkan
gejala ringan termasuk demam, sakit kepala, dan nyeri tubuh, sering dengan ruam
kulit pada dada, perut dan punggung , muntah, dan kadang-kadang dan kelenjar
getah bening - gejala ini biasanya berlangsung beberapa hari, meskipun beberapa
orang sehat telah melaporkan memiliki penyakit selama beberapa minggu.
Beberapa korban, kurang dari 1% kasus, namun akan memiliki infeksi yang lebih
parah ditandai dengan sakit kepala, demam tinggi, leher kaku, kelemahan otot,
stupor, disorientasi, kejang, lumpuh, koma, dan, jarang, kematian - gejala ini
dapat berlangsung beberapa minggu, dan efek neurologis mungkin permanen.

Kebanyakan orang-orang di Risiko West Nile Virus

Mereka lebih dari 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi yang lebih
parah, seperti yang dilakukan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah atau
dikompromikan dan orang-orang dengan penyakit kronis, seperti kanker, diabetes,
alkoholisme, atau penyakit jantung - mereka berada pada risiko yang lebih besar
mengembangkan gejala dan efek kesehatan yang lebih serius, termasuk
kelumpuhan meningitis, ensefalitis dan akut lembek.
Meningitis adalah radang selaput otak atau sumsum tulang belakang - Ensefalitis
adalah peradangan pada otak itu sendiri dan flaccid paralysis akut merupakan
sindrom seperti polio yang dapat mengakibatkan hilangnya fungsi dari satu atau
lebih anggota badan - kondisi ini bisa berakibat fatal.Gejala biasanya berkembang
antara 3 dan 14 hari setelah seseorang telah digigit oleh nyamuk yang terinfeksi.
Mereka yang menghabiskan waktu di luar lebih baik bekerja atau bermain juga
lebih berisiko karena mereka berdiri lebih banyak kesempatan untuk digigit oleh
nyamuk yang terinfeksi.

Risiko melalui prosedur medis sangat rendah karena semua darah yang
disumbangkan diperiksa untuk virus West Nile sebelum digunakan dan risiko
terkena virus West Nile melalui transfusi darah dan transplantasi organ sangat
kecil, dan tidak boleh mencegah orang yang membutuhkan pembedahan dari
memiliki itu.
Kehamilan dan menyusui tidak meningkatkan risiko terinfeksi dengan virus West
Nile dan risiko bahwa virus West Nile dapat menginfeksi janin atau bayi melalui
ASI yang terinfeksi masih sedang dievaluasi - mereka dengan kekhawatiran harus
mendiskusikan dengan penyedia layanan mereka - ada tidak dilaporkan efek
samping berikut menggunakan penolak yang mengandung DEET pada wanita
hamil atau menyusui - wanita hamil dan ibu menyusui didorong untuk berbicara
dengan dokter mereka jika mereka mengembangkan gejala-gejala yang dapat
virus West Nile.
Mengobati Virus West Nile

Tidak ada pengobatan khusus untuk infeksi virus West Nile dan pada kebanyakan
orang dengan gejala ringan seperti demam dan nyeri, ini akan menyampaikan
mereka sendiri tanpa perhatian medis. Dalam kasus yang lebih parah, orang sering
dirawat di rumah sakit di mana mereka dapat menerima pengobatan suportif
termasuk cairan infus, bantuan pernapasan dan asuhan keperawatan.

Pencegahan Virus West Nile


Cara paling sederhana dan paling efektif untuk mencegah infeksi virus West Nile
adalah untuk menghindari digigit nyamuk - hal ini dilakukan dengan
menggunakan penolak serangga yang mengandung bahan-EPA terdaftar aktif
ketika di luar rumah, terutama pada senja dan fajar ketika banyak nyamuk yang
paling aktif - memakai lengan panjang dan celana pada saat-saat atau tinggal di
dalam rumah selama jam-jam - dan memastikan ada layar yang baik di jendela
dan pintu untuk menjaga nyamuk keluar.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan
menggunakan produk yang telah terbukti untuk bekerja dalam uji ilmiah yang
mengandung bahan aktif yang telah terdaftar di US Environmental Protection
Agency (EPA) untuk digunakan sebagai penolak serangga pada kulit atau pakaian
- EPA pendaftaran menjamin penolak telah dievaluasi untuk keberhasilan dan
keselamatan dan efek potensial pada manusia dan lingkungan.
EPA pendaftaran berarti bahwa EPA tidak mengharapkan produk, bila digunakan
sesuai petunjuk pada label, menyebabkan efek samping yang tidak masuk akal
bagi kesehatan manusia atau lingkungan. Dari bahan aktif terdaftar di EPA, CDC
percaya bahwa dua telah menunjukkan tingkat yang lebih tinggi kemanjuran.
Produk ini mengandung bahan aktif yang memberikan perlindungan tahan lama
daripada yang lain dan mereka adalah: - DEET (N, N-dietil-m-toluamide) dan
Picaridin (KBR 3023).
Juga terdaftar EPA adalah minyak kayu putih lemon [bahan aktif: p-mentana 3,8-
diol (PMD)], tanaman berbasis penolak - penelitian terbaru telah menemukan itu
memberikan perlindungan mirip dengan repellents dengan konsentrasi rendah
DEET. Produk-produk ini tersedia sebagai lotion, krim, gel, semprotan, dan
handuk.
Hal ini juga penting untuk menyingkirkan meter dan daerah taman tempat
perkembangbiakan nyamuk potensial dengan mengosongkan air berdiri dari pot
bunga, ember dan tong, secara teratur mengubah air dalam piring dan mandi
hewan peliharaan burung, mengosongkan keluar setiap wadah yang mungkin
secara tidak sengaja menyimpan air seperti ban , mainan dan peralatan taman,
selokan tersumbat, kolam kurang terpelihara, dan semua jenis wadah dengan
materi organik yang membusuk.

West Nile Virus di Pets dan Hewan Lainnya

Virus West Nile biasanya tidak menyebabkan penyakit pada anjing dan kucing
dan tidak ada bukti bahwa anjing atau kucing dapat menularkan virus ke manusia
atau hewan lain, kuda namun lebih rentan terhadap virus West Nile dan virus
terkait erat tapi untungnya, ada suatu Barat Nile efektif vaksin untuk kuda.
Untuk tanggal virus West Nile telah terdeteksi di 35 spesies mamalia termasuk
binatang ternak, rusa, pelabuhan segel, kelelawar coklat kecil, rhesus monyet,
gajah Asia dan tupai kelabu - virus juga telah diidentifikasi dalam dua spesies
reptil, buaya Amerika dan buaya monitor.
Meskipun burung lain dapat menjadi terinfeksi dengan virus West Nile, tingkat
kematian jauh lebih tinggi di gagak dari pada burung lain - dalam keluarga gagak
gagak, jay, gagak, dan burung gagak, cenderung menjadi sakit dan mati - dan
kerentanan gagak 'untuk virus membuat mereka penjaga sangat berguna dalam
memantau aktivitas virus.
Meskipun tidak ada bukti bahwa seseorang dapat tertular virus dari penanganan
unggas yang terinfeksi hidup atau mati, para ahli merekomendasikan bahwa yang
terbaik adalah selalu untuk menghindari kontak dgn tangan kosong ketika
menangani burung yang mati atau hewan - untuk pembuangan, mereka
menyarankan memakai sarung tangan dan hati-hati menempatkan burung di
ganda-kantong plastik.
Pejabat kesehatan setempat departemen akan membantu dengan instruksi khusus
untuk penyimpanan jika burung mati cocok untuk pengujian.Meskipun virus West
Nile TIDAK ditularkan dari orang-ke-orang, ada beberapa bukti bahwa gagak-ke-
berkokok transmisi mungkin tanpa vektor nyamuk.
Equine ensefalitis adalah jangkitan virus yang menyebabkan keradangan otak
pada manusia. Borang kuda jangkitan virus terutamanya ditemui di kuda atau
baghal, walaupun mamalia lain dan burung juga boleh dijangkiti. Nyamuk
memakan darah haiwan yang dijangkiti menyebarkan penyakit kepada manusia.
Pendedahan pekerjaan atau rekreasi untuk kuda meningkatkan risiko jangkitan.
Penyakit ini adalah yang paling lazim pada bulan-bulan musim panas tetapi juga
boleh berlaku sepanjang tahun.
Terdapat tiga bentuk utama ensefalitis kuda, walaupun pelbagai jenis terpencil
jangkitan juga wujud. Eastern kuda ensefalitis (EEE) adalah biasa semasa musim
panas dan jatuh apabila beberapa jenis pembawa nyamuk aktif. Gejala muncul
dalam tempoh beberapa hari selepas pendedahan. Walaupun jarang berlaku,
jangkitan EEE boleh menjadi sangat serius, yang membawa kepada kematian
dalam hampir 50% kepada 70% daripada semua kes {Nandalur} dan dengan 35%
lagi masih hidup EEE dengan ringan kepada defisit yang teruk neurologic
{"Eastern Equine"}. Di Amerika Syarikat, EEE terutamanya ditemui di kawasan
paya Midwest dan pesisir timur. Ia juga ditemui di Amerika Tengah dan Selatan
dan Caribbean.
Western kuda ensefalitis (WEE) terutamanya dikaitkan dengan satu spesies
nyamuk dipanggil Culex tarsalis yang mendiami sumber air seperti bidang
pertanian pengairan di AS barat dan Kanada. Gejala biasanya muncul kira-kira 1
minggu selepas pendedahan. Kadar kematian adalah kira-kira 3% hingga 4%
{Nandalur}. WEE sering pergi didiagnos, jadi bahawa kejadian sebenar mungkin
lebih besar daripada yang dilaporkan.
Venezuela kuda ensefalitis (VEE) didapati terutamanya di Amerika Tengah dan
Selatan, di mana wabak meluas telah berlaku. Penyakit ini dibawa oleh banyak
spesies nyamuk yang berbeza. Walaupun lebih biasa daripada jenis lain ensefalitis
kuda, VEE juga jauh kurang teruk. VEE biasanya menjelma dengan selesema
seperti gejala yang berlaku dalam beberapa hari pendedahan. Kira-kira 1%
daripada semua kes merupakan hasil VEE dalam kematian {Reyes}. Walaupun
berlaku secara semulajadi, VEE telah juga telah dibangunkan sebagai agen
peperangan biologi.
Virus Nil Barat (WNV) adalah sejenis ensefalitis virus yang merupakan flavivirus
Artropod bawaan, disebarkan oleh nyamuk tetapi dibawa oleh burung. Ia kerap
ditemui dalam kuda dan baghal di seluruh Amerika Syarikat. Gejala biasanya
muncul dalam tempoh 1 hingga 6 hari berikutan pendedahan {Cunha}. Dua puluh
peratus daripada individu yang dijangkiti akan mempunyai simptom ensefalitis
atau meningitis atau kedua-duanya, dengan kadar kematian 10% kepada 14%
daripada individu hospital {Losh}.
Risiko
Individu dengan pendedahan kepada kuda atau yang terlibat dalam kerja-kerja
luar atau rekreasi mempunyai risiko yang tinggi untuk semua jenis ensefalitis
kuda.
Risiko mendapat kenaikan EEE untuk individu yang lebih muda daripada 15 dan
lebih tua daripada 50 tahun yang tinggal atau melawat kawasan paya Midwest,
daerah pesisir timur, Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Caribbean. Negeri
yang paling terjejas adalah Florida, Georgia, Massachusetts, dan New Jersey
{"Eastern Equine"}.
Risiko dijangkiti kenaikan WEE bagi individu yang tinggal atau melawat
pengairan kawasan barat Amerika Syarikat dan Kanada.
Individu yang tinggal di atau melawat Amerika Tengah atau Selatan mempunyai
peningkatan risiko mendapat VEE.
Risiko yang dijangkiti dengan WNV adalah lebih tinggi bagi individu tua. Lelaki
dan perempuan sama-sama terjejas {Cunha}.
Kejadian dan Kelaziman
Insiden ensefalitis virus adalah umumnya 3,5-7,4 kes bagi setiap 100,000 individu
setiap tahun, dengan kejadian tahunan sebanyak 20,000 kes baru di Amerika
Syarikat {de Assis Aquino Gondim}. EEE jarang berlaku, dengan insiden purata 4
kes manusia dilaporkan setiap tahun dan sebanyak 200 kes yang disahkan sejak
1964 {"Timur Equine"}. Sepuluh hingga dua puluh kes WEE dilaporkan setiap
tahun, dan sejumlah 639 kes telah disahkan sejak 1964 {"Western Equine"}.
Insiden VEE di Amerika Syarikat adalah tidak jelas. Dalam satu wabak tahun
1995 di Amerika Selatan, 75,000 individu menguncup VEE, dengan 3,000
individu membangunkan komplikasi neurologic yang membawa kepada 300
kematian {Reyes}.
Insiden WNV di Amerika Syarikat pada tahun 2004 adalah 2470 kes, seperti yang
dilaporkan pada Januari 2005. Kes ini, 900 (36%) telah dikelaskan sebagai
penyakit neuroinvasive {"2004 Virus Nil Barat"}.
DiagnosaIni adalah terjemahan yang baik[0]Ini adalah terjemahan miskin[0]
Bantu menyumbang terjemahan yang lebih baikBantu menyumbang terjemahan
yang lebih baik
Sejarah
Tanda-tanda awal penyakit ini mungkin termasuk otak tiba-tiba demam, leher
kaku, sakit tekak, sakit kepala, dan muntah. Gangguan pertuturan, kepekaan
cahaya (fotofobia), lesu, sawan, atau koma boleh membangunkan dengan cepat.
Perubahan personaliti boleh hadir. Jika sistem saraf pusat terjejas dalam individu
dengan EEE, sawan dan koma mungkin berlaku. Individu dengan kes-kes yang
lebih ringan daripada WEE hanya mungkin mengalami demam, mengantuk, atau
sakit kepala, tetapi lebih banyak penyakit yang teruk boleh membawa kepada
kekeliruan atau kelemahan. Individu dengan WEE mungkin mengalami remisi
secara tiba-tiba atau pemulihan yang lengkap dalam tempoh hanya beberapa hari.
Dengan VEE, individu biasanya laporan selesema seperti gejala seperti kabur
bermulanya penyakit (dedar), batuk, sakit tekak, loya, dan cirit-birit. Dengan
WNV, individu juga biasanya akan melaporkan selesema seperti gejala, demam,
leher yang tegang, dan kadang-kadang sakit tekak. Mungkin ada kekeliruan atau
kekeliruan, dan dalam kes-kes yang teruk individu mungkin mengalami pengsan
atau koma. Individu yang dijangkiti di luar AS boleh mempamerkan ruam batang.
Kemungkinan pendedahan pekerjaan atau rekreasi kuda harus disiasat.
Pemeriksaan fizikal
Peperiksaan boleh mendedahkan individu yang teruja, keliru, stuporous, atau
dalam keadaan koma. Refleks abnormal atau lumpuh boleh hadir.
ujian
Antibodi khusus yang dikaitkan dengan EEE, WEE, VEE, atau WNV boleh
dikenalpasti melalui ujian darah (serologi) atau cecair serebrospina (CSF),
walaupun WNV biasanya tidak dikenal pasti daripada CSF. Analisis aktiviti
antibodi boleh dilakukan melalui enzim berkaitan assay (ELISA) atau
mengotorkan darah dengan pewarna kimia dirawat (imunopendarfluor). Asid
deoksiribonukleik (DNA) analisis menggunakan tindak balas rantaian polimerase
(PCR) ujian juga boleh digunakan untuk cepat mengenal pasti ejen virus.
Penunjuk lain bagi penyakit tersebut mungkin tinggi tekanan cecair serebrospina
dan kandungan protein. Otak atau kerosakan lain boleh dikesan melalui melihat
struktur dalaman badan dengan MRI. Pengukuran aktiviti gelombang otak melalui
electroencephalography (EEG) juga mungkin diperlukan.
RawatanIni adalah terjemahan yang baik[0]Ini adalah terjemahan miskin[0]
Bantu menyumbang terjemahan yang lebih baikBantu menyumbang terjemahan
yang lebih baik
Walaupun terapi khusus bagi jangkitan EEE atau WEE tidak boleh didapati,
gejala melegakan langkah-langkah seperti penahan sakit (analgesik) boleh
digunakan dalam kes-kes yang rumit. Dalam penyakit yang lebih teruk, langkah-
langkah sokongan termasuk mengurangkan tekanan intrakranial dengan dadah,
mengawal sawan, sokongan pernafasan, dan menyediakan pemakanan yang
berpanjangan semasa koma. Di samping itu, pencegahan atau rawatan awal
bedsores (ulser decubitus), radang paru-paru, dan jangkitan saluran kencing
adalah penting. Seorang individu yang terhad kepada katil perlu bergerak sering
untuk mencegah kedua-dua bedsores dan pneumonia. Jika bedsores membangun,
rawatan mungkin terdiri daripada memohon kuah bahan gelatin untuk
pemindahan kulit dalam kes-kes yang teruk. Individu harus digesa untuk batuk
dan mengamalkan pernafasan yang mendalam untuk membantu mencegah
pneumonia. Jika jangkitan paru-paru atau saluran kencing membangunkan,
antibiotik mungkin diperlukan.
Sejak komplikasi berpotensi teruk, individu yang dijangkiti dengan ensefalitis
kuda perlu diletakkan di kemudahan mampu sokongan penjagaan intensif.
Hubungi dengan nyamuk atau serangga lain yang mampu jangkitan merebak
harus dielakkan untuk sekurang-kurangnya 5 hari selepas permulaan. Individu
perlu dipantau jangka panjang untuk kemungkinan kesan sekunder penyakit
(sekuelanya) seperti fungsi motor yang terjejas.
Kerana tiada agen antiviral wujud untuk memerangi bentuk manusia ensefalitis,
rawatan yang terbaik adalah pencegahan melalui program-program yang bertujuan
untuk mengawal populasi nyamuk. Satu diagnosis awal boleh membantu
mencegah komplikasi seperti pneumonia bakteria.
Rawatan untuk virus Nil Barat terutamanya menyokong, dengan fokus pada
pengurusan bendalir dan elektrolit, sokongan pernafasan, dan kawalan jangkitan
sekunder.
PrognosisIni adalah terjemahan yang baik[0]Ini adalah terjemahan miskin[0]
Bantu menyumbang terjemahan yang lebih baikBantu menyumbang terjemahan
yang lebih baik
Individu dengan hanya satu bentuk ringan penyakit, termasuk yang menghidap
VEE, sering sembuh sepenuhnya. Prognosis bagi mereka yang dijangkiti dengan
bentuk-bentuk yang lebih teruk penyakit boleh berbeza. Kadar kematian untuk
EEE adalah 50% kepada 70% {Nandalur}. Terselamat Ramai yang mengalami
kerosakan otak. Jangka panjang masalah, seperti fungsi motor yang terjejas, boleh
membangunkan walaupun selepas pemulihan nampaknya berjaya dari EEE. Kadar
kematian untuk WEE adalah 3% hingga 4% {Nandalur}, walaupun kebanyakan
orang dewasa ini benar-benar akan pulih tanpa masalah saraf jangka panjang.
Pencegahan komplikasi seperti bedsores dan pneumonia boleh memendekkan
masa pemulihan bagi seorang individu terhad kepada katil dengan bentuk yang
teruk ensefalitis kuda.
PemulihanIni adalah terjemahan yang baik[0]Ini adalah terjemahan miskin[0]
Bantu menyumbang terjemahan yang lebih baikBantu menyumbang terjemahan
yang lebih baik
Pemulihan akan membantu individu yang ditimpa dengan kesan jangka panjang
bentuk teruk ensefalitis kuda. Kesan ini termasuk kekurangan koordinasi otot
(kemerosotan kemahiran motor), kehilangan memori, ketidakupayaan untuk
bercakap secara logik, dan penglihatan atau kecacatan pendengaran.
Jika hanya kerosakan otak minimum telah berlaku, objektif keseluruhan untuk
pemulihan adalah untuk segera kembali individu ke aktiviti biasa. Pemulihan
mungkin melibatkan fizikal, pekerjaan, dan ucapan terapi dan / atau kognitif
latihan semula untuk membantu individu mencapai pemulihan berfungsi dan
menghadapi dengan mana-mana baki kurang upaya.
Objektif biasa dalam pemulihan penyakit yang menjejaskan otak mencapai
matlamat berfungsi. Penetapan matlamat adalah perlu untuk penggunaan berkesan
masa dan sumber apabila merawat gejala yang teruk akibat daripada ensefalitis
kuda. Satu pendekatan rawatan yang dianjurkan dari pasukan profesional
penjagaan kesihatan akan membantu mewujudkan satu program rawatan yang
lengkap. Pemulihan untuk setiap individu berbeza kerana keunikan masalah
bahawa hasil dari kawasan-kawasan yang berbeza otak terjejas.
Jika keadaan ini pada mulanya menghasilkan keadaan tidak sedarkan diri,
pemulihan sering menggunakan bunyi luar dari radio bunyi atau berdekatan orang
yang lulus di lorong hospital untuk menghasilkan rangsangan yang membantu
individu pulih dan mengembalikan kesedaran. Apabila tidak sedarkan diri,
individu mungkin maju daripada menjadi kurang pengsan atau mengantuk untuk
lebih menjadi sulit tidur, namun mereka masih boleh keliru dan mudah terganggu.
Jika ingatan terjejas, terapi kognitif memulakan senaman yang menggalakkan
kembali memori dan mengarahkan individu dalam menjalankan tugas yang
mudah.
Program pemulihan urutan aktiviti-aktiviti yang meningkatkan kemajuan dari
mudah kepada lebih sukar kerana individu. Apabila seseorang individu
mengembalikan proses pemikiran mereka, pemulihan memberi tumpuan kepada
keperluan untuk kekuatan otot, ketahanan, fleksibiliti, dan penjagaan diri.
Ketidakseimbangan otot diperbetulkan dengan menggunakan teknik terapi fizikal
yang membantu membuat kerja otot dan sistem saraf bersama-sama. Rawatan
Individual boleh ditambah dengan aktiviti kumpulan yang mungkin berlaku dalam
kelas tikar, kelas kerusi roda, atau aktiviti yang berkaitan dengan sukan.
Virus yang menyebabkan ensefalitis kuda tidak bertindak balas dengan antibiotik,
tetapi pengubahsuaian pemakanan boleh membantu sistem imun individu
melawan penyakit. Oleh itu, profesional pemakanan juga boleh menyertai dalam
program pemulihan. Ini disiplin rawatan terdiri terutamanya daripada yang sihat,
pemakanan seimbang yang termasuk banyak cecair untuk membenarkan sistem
imun untuk melawan virus.
Apabila sesuai, fasa terakhir pemulihan berikutan episod ensefalitis kuda
melibatkan pengembalian semula individu untuk bekerja. Latihan fizikal dan
mental yang diarahkan ke arah memenuhi keperluan kerja. Terapi fizikal mungkin
perlu untuk mengubah suai program untuk pelbagai tahap jangkitan ensefalitis
kuda.
KomplikasiIni adalah terjemahan yang baik[0]Ini adalah terjemahan miskin[0]
Bantu menyumbang terjemahan yang lebih baikBantu menyumbang terjemahan
yang lebih baik
Komplikasi termasuk pneumonia bronkial, pengekalan kencing dan jangkitan, dan
ulser decubitus. Komplikasi Lewat seperti kemerosotan mental, Parkinson, dan
epilepsi mungkin berlaku walaupun selepas pemulihan jelas.
Return to Kerja (Sekatan / Penginapan)Ini adalah terjemahan yang baik[0]Ini
adalah terjemahan miskin[0]
Bantu menyumbang terjemahan yang lebih baikBantu menyumbang terjemahan
yang lebih baik
Individu dengan ensefalitis harus dihadkan daripada bekerja sehingga rawatan
selesai. Selepas rawatan, penginapan mungkin diperlukan untuk keadaan yang
disebabkan oleh epilepsi, Parkinson, atau intelektual atau memori kecacatan.
Fungsi motor individu mungkin terjejas, mungkin memerlukan penginapan untuk
akses untuk bekerja stesen atau menggunakan peralatan. Individu mungkin tidak
dapat untuk melak sanakan tugas-tugas yang memerlukan kekuatan fizikal atau
fleksibiliti