Anda di halaman 1dari 9

PENGARUH PIJAT BAYI BARU LAHIR TERHADAP BOUNDING ATTACHMENT

Dewi Afrita Sari1,Misrawati2,Agrina3


dewiafritas@yahoo.com, 081364714741

Abstract

The purpose of this research is to determine the impact of baby massage to bounding attachment.
The method of research was a quasi experimental with design of research pretest-posttest with
control group. This research is in Arifin Ahmad of The Government Hospital, Camar 1 with
samples as 30 respondent with 15 people for experimental group and 15 people for control
group. Take the sample by purposive sampling. This results of research is using analized by
univariat and bivariat. Analized of bivariat used t-test dependent and independent. The results of
research is increase bounding attachment with significant to experiment group after baby
massage p value (0,000) > (0,05). This result give recommendation for the medicine, it is
suggested to give explanation for public especially mother post partum.

Keywords : baby massage, baby, bounding attachment


Reference : 41 (2002-2012)
PENDAHULUAN terhadap bayi setelah kelahiran untuk
Bayi baru lahir merupakan bayi yang memberikan jaminan adanya kontak tubuh
harus memenuhi sejumah tugas berkelanjutan yang dapat mempertahankan
perkembangan untuk memperoleh dan perasaan aman pada bayi (Roesli, 2009).
mempertahankan eksistensi fisik terpisah Kulit merupakan reseptor terluas. Sentuhan
dari ibunya. Perubahan ini terjadi saat bayi merupakan indera yang berfungsi sejak dini
lahir melewati masa transisi dari lingkungan dimana bayi dapat merasakan fungsi
intrauterin ke lingkungan ekstrauterin sentuhan sejak masa janin, ketika masih
(Bobak, 2005). Berdasarkan National Centre dikelilingi dan dibelai oleh cairan ketuban
for Health Statistic (2011), jumlah kelahiran yang hangat di dalam rahim ibu (Roesli,
bayi baru lahir di Amerika Serikat adalah 2009). Ujung-ujung syaraf permukaan kulit
3.953.593. Menurut World Health bereaksi terhadap sentuhan dan
Organization (2008) sebanyak 37 juta mengirimkan pesan ke otak melalui jaringan
kelahiran yang terjadi di Asia Tenggara. syaraf yang berada di sumsum tulang
Sedangkan menurut Departemen Kesehatan belakang. Sentuhan juga merangsang
RI (2011), di Indonesia tercatat 4.600.582 peredaran darah sehingga menghasilkan
jumlah kelahiran hidup. Secara alamiah, oksigen segar lebih banyak yang akan
bayi baru lahir akan melalui tahapan dikirim ke otak dan seluruh tubuh untuk
pertumbuhan dan perkembangan. menambah energi (Roesli, 2009).
Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran Pijat bayi juga dapat meningkatkan
tubuh yaitu tinggi badan dan berat badan, sistem kekebalan, meningkatkan aliran
sedangkan perkembangan merupakan cairan getah bening untuk membersihkan zat
peningkatan kapasitas untuk berfungsi pada berbahaya, mengubah gelombang otak
tingkat yang lebih tinggi (Muscari, 2005). secara positif, memperbaiki sirkulasi otak
Pola pertumbuhan dan perkembangan setiap dan pernafasan, merangsang fungsi
anak itu berbeda-beda. Untuk mencapai pencernaan serta pembuangan,
pertumbuhan dan perkembangan yang meningkatkan berat badan, mengurangi
optimal, anak perlu diberikan stimulasi. depresi dan ketegangan, membuat tidur
Stimulasi merupakan suatu rangsangan lelap, mengurangi rasa sakit, kembung dan
yang diberikan untuk mencapai tumbuh kolik (sakit perut), meningkatkan hubungan
kembang yang optimal (Eveline & batin orangtua dan bayinya, meningkatkan
Djamaludin, 2010). produksi air susu ibu, mengembangkan
Stimulasi adalah hal yang harus komunikasi, memahami isyarat bayi dan
dilakukan agar kecerdasan bayi berkembang meningkatkan percaya diri (Roesli dan Lee,
secara optimal. Dengan stimulasi, 2009). Keuntungan dari pijat bayi didukung
mielinisasi atau pembentukan selubung saraf juga oleh beberapa penelitian seperti pada
otak akan cepat terbentuk. Semakin banyak penelitian Roekistiningsih (2006), kelompok
stimulasi diberikan, semakin banyak pula yang dipijat mengalami peningkatan
cabang neuron yang dibentuk, sehingga kuantitas tidur rata-rata sebesar 2,13 jam.
terbentuk komunikasi sel antar otak yang Selain itu, pijat bayi juga dapat memperbaiki
baik (Pratyahara, 2012). kuantitas tidur bayi, bahkan dapat
Stimulasi yang diberikan dapat memberikan siklus tidur bayi lebih lama dan
melalui sentuhan-sentuhan lembut seperti frekuensi terbangun lebih sedikit. Adapun
pjat bayi. Pijat bayi adalah sentuhan atau menurut penelitian Field dan Scafidi dalam
rabaan yang dilakukan oleh orang tua Roesli (2008), menunjukkan bahwa pijat
bayi prematur dapat menambah berat badan, dengan ibunya jika bayi tidak mempunyai
mengurangi stress dan dapat memberikan masalah kesehatan. Bayi baru lahir akan
kehangatan. Ini berarti bahwa pijat bayi mudah diberikan stimulasi karena orangtua
bukan saja dapat dilakukan pada bayi yang 24 jam memberikan pengasuhan kepada
cukup bulan saja melainkan pada bayi bayinya. Orangtua mengatakan bahwa
prematur. kegiatan yang diberikan kepada bayi yaitu
Pada penelitian yang lainnya, menyusui, memandikan, mengganti popok,
dibuktikan oleh Field (2002), bahwa bayi dan menidurkan. Orangtua beranggapan
yang mendapatkan sentuhan dan rangsangan bayi tidur sepanjang hari dan terjaga hanya
lainnya dalam empat bulan pertama untuk makan dan ganti popok. Orangtua
kehidupan akan menunjukkan sikap mengeluh bayi rewel pada malam hari.
tersenyum dan bersuara serta tidak rewel. Ini Penelitian tentang pijat bayi sudah pernah
berarti sentuhan ibu kepada bayi akan dilakukan di ruang camar Rumah Sakit
menentukan sikap positif bagi bayi mereka. Umum Daerah Arifin Ahmad, namun yang
Maka dari itu, pijat bayi hendaklah berkaitan dengan peran orangtua tidak
dilakukan oleh orangtuanya sendiri. dilakukan oleh peneliti sebelumnya. Pijat
Sentuhan dan pandangan kasih bayi dilakukan oleh peneliti itu sendiri.
orangtua kepada bayinya akan memberikan Maka dari itu perlu diberikan stimulasi yang
jalinan kasih sayang yang kuat diantara dilakukan oleh orangtua kepada bayinya
keduanya. Sentuhan orangtua merupakan bagi meningkatkan hubungan keterikatan
dasar komunikasi untuk memupuk cinta antara orangtua-bayi dan juga untuk
kasih antara orangtua dan anaknya. Dengan menghindari penyalah asuhan kepada
demikian, anak akan memiliki budi pekerti bayinya demi perkembangan emosi dan fisik
yang baik dan penuh dengan percaya diri. bayinya di kemudian hari. Mengingat
Hubungan keterikatan ini dinamakan dengan pentingnya stimulasi pijat bayi baru lahir
Bounding Attachment (Roesli, 2009). sejak dini dan belum ada penelitian pijat
Bounding attachment merupakan suatu bayi di Ruang Camar 1 Rumah Sakit Umum
ikatan pemberian kasih sayang dan Daerah Arifin Ahmad yang berkaitan
pencurahan perhatian yang saling tarik- dengan bounding attachment, maka
menarik antara orangtua dan bayi. perumusan masalah pada penelitian ini
Mengingat pentingnya bounding attachment adalah apakah ada pengaruh pijat bayi baru
diberikan pada bayi baru lahir, maka perlu lahir terhadap bounding attachment?
dilakukan sejak dini, yaitu segera setelah
bayi lahir (Bahiyatun, 2009). Bounding METODE
attachment sebagai sesuatu yang linear, Desain penelititian adalah sesuatu
dimulai saat ibu hamil, semakin menguat yang sangat penting dalam penelitian, yang
pada awal kelahiran, dan begitu terbentuk memungkinkan pemaksimalan kontrol
akan menjadi konstan dan konsisten. Hal ini beberapa faktor yang bisa mempengaruhi
sangat penting bagi kesehatan fisik dan akurasi suatu hasil (Nursalam, 2003).
mental sepanjang kehidupan (Bobak, 2005). Berdasarkan tujuan penelitian maka desain
Berdasarkan fenomena yang peneliti penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis
temui di lapangan melalui wawancara penelitian quasi eksperimen dengan
dengan perawat di Rumah Sakit Umum rancangan penelitian pre testpost test with
Daerah Arifin Ahmad, ibu yang melahirkan control group, yang bertujuan
secara sectio caesaria cenderung malas membandingkan perbedaan antara kelompok
untuk beraktivitas, langsung di rooming-in
eksperimen dengan kelompok kontrol tahun 2013 disajikan dalam bentuk tabel
(Nursalam, 2003). distribusi frekuensi sebagai berikut :
Desain penelitian juga diartikan Didapatkan sebagian besar responden
sebagai kerangka acuan bagi peneliti untuk berusia 25 tahun sebanyak 23 orang
mengkaji hubungan antar variabel dalam (76,7%). Responden primipara lebih banyak
suatu penelitian. Desain penelitian dapat dibandingkan multipara sebanyak 16 orang
menjadi petunjuk bagi peneliti untuk (53,3%). Tingkat pendidikan responden
mencapai tujuan penelitian dan juga sebagai dalam penelitian ini sama yaitu 15 orang
penuntun bagi peneliti dalam seluruh proses pendidikan tinggi dan 15 orang pendidikan
penelitian (Riyanto, 2010). rendah. Responden yang tidak bekerja lebih
Dalam rancangan ini kelompok banyak dibandingkan yang bekerja sebanyak
eksperimen diberi intervensi, sedangkan 25 orang (83,3%). Adapun distribusinya
kelompok kontrol tidak (Notoatmodjo, dapat dilihat pada tabel. 2 berikut :
2010). Pada kelompok eksperimen dan
kontrol dilakukan pengukuran sebelum Tabel. 2
pemberian intervensi dan kemudian Distribusi Karakteristik Ibu Yang Mengikuti
dilakukan pengukuran kembali setelah Pijat Bayi Di Ruang Camar1 Rumah Sakit
pemberian intervensi (Notoatmodjo, 2010). Umum Daerah Arifin Ahmad Pekanbaru.
Rancangan penelitian ini dapat di
ilustrasikan sebagai berikut : Karakteristik Frekuensi (%)
Umur
Tabel. 1 - Usia < 25 7 23,3
Rancangan Penelitian tahun
- Usia 25
Pre test Perlakuan Post test tahun 23 76,7
Kelompok (01) (X) (02) Jumlah anak
eksperimen - Primipara 16 53,3
Kelompok (01) (02) - Multipara 14 46,7
control
Pendidikan
- Pendidikan 15 50
Ket :
Rendah
(01) : Pengukuran bounding attachment
- Pendidikan 15 50
sebelum dilakukan terapi pijat
Tinggi
bayi.
(X) : Tindakan terapi pijat yang Pekerjaan
diberikan pada bayi yang - Bekerja 5 16,7
mengalami hambatan bounding - Tidak 25 83,3
attachment. bekerja
(02) : Pengukuran bounding attachment
setelah dilakukan terapi pijat Didapatkan distribusi rata-rata
bayi. (Notoatmodjo, 2010). perbandingan bounding attachment pretest
kelompok eksperimen sama dengan
HASIL PENELITIAN kelompok kontrol yaitu 5,13. Adapun
Hasil penelitian tentang pengaruh distribusinya dapat dilihat pada tabel. 3
pijat bayi baru lahir terhadap bounding berikut :
attachment di Ruang Camar 1 Rumah Sakit
Umum Daerah Arifin Achmad Pekanbaru Tabel. 3
Distribusi rata-rata perbandingan bounding bounding attachment pretest-posttest pada
attachment pretest kelompok eksperimen kelompok eksperimen. Adapun distribusinya
dan kelompok kontrol. dapat dilihat pada tabel. 6 berikut :
Kelompok Mean SD SE N
Eksperimen 5,13 0,915 0,236 15 Tabel. 6
Kontrol 5,13 0,915 0,236 15
Distribusi rata-rata perbandingan bounding
attachment pretest dan posttest pada
Didapatkan distribusi rata-rata perbandingan kelompok kontrol.
bounding attachment posttest kelompok Mean SD SE p value
eksperimen lebih tinggi dibandingkan Pretest 5,13 0,915 0,236 0,104
kelompok kontrol yaitu 8,87. Adapun Posttest 5,40 0,737 0,190
distribusinya dapat dilihat pada tabel. 4 Diketahui bahwa rata-rata perbandingan
berikut : bounding attachment posttest kelompok
eksperimen adalah 8,87 sedangkan
Tabel. 4 kelompok kontrol adalah 5,40. Hasil uji
Distribusi rata-rata perbandingan bounding statistik didapatkan nilai p value = 0,000,
attachment posttest kelompok eksperimen berarti pada alpha 5% maka dapat
dan kelompok kontrol disimpulkan ada perbedaan yang signifikan
Kelompok Mean SD SE N antara perbandingan bounding attachment
Eksperimen 8,87 1,407 0,363 15 pretest dan posttest pada kelompok
Kontrol 5,40 0,737 0,190 15
eksperimen. Adapun distribusinya dapat
dilihat pada tabel. 7 berikut :
Diketahui bahwa rata-rata perbandingan
bounding attachment pretest-posttest pada Tabel. 7
kelompok eksperimen mengalami Distribusi rata-rata perbandingan bounding
peningkatan sebanyak 3,74. Hasil uji attachment posttest pada kelompok
statistik didapatkan nilai p value = 0,000, eksperimen dan kelompok kontrol.
berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan Mean SD SE p
yang signifikan rata-rata perbandingan value
bounding attachment pretest-posttest pada Eksperimen 8,87 1,407 0,363 0,000
kelompok eksperimen. Adapun distribusinya Kontrol 5,40 0,737 0,190
dapat dilihat pada tabel. 5 berikut :
PEMBAHASAN
Tabel. 5 Berdasarkan data yang sudah
Distribusi rata-rata perbandingan bounding diperoleh menunjukkan distribusi umur
attachment pretest dan posttest pada responden, umur yang terbanyak pada usia
kelompok eksperimen. 25 tahun sebanyak 23 orang (76,7%).
Mean SD SE p value Menurut Penelitian Kusyogo, Eti,
Pretest 5,13 0,915 0,236 0,000 Laksmono, dan Dewi (2008), responden
Posttest 8,87 1,407 0,363 dengan usia muda menunjukkan
ketergantungan yang tinggi pada keluarga
Diketahui bahwa rata-rata perbandingan dan ketidaktahuan apa yang seharusnya
bounding attachment pretest-posttest pada dilakukan. Responden dengan usia 25 tahun
kelompok eksperimen mengalami lebih menunjukan kesiapan aspek fisiologis
peningkatan sebanyak 3,74. Hasil uji maupun psikologis. Pada penelitian ini
statistik didapatkan nilai p value = 0,000, responden mayoritas berusia 25 tahun
berarti pada alpha 5% terlihat ada perbedaan keatas. Ini berarti responden mampu untuk
yang signifikan rata-rata perbandingan
melakukan pijat bayi sendiri terhadap perbandingan bounding attachment pretest
bayinya tanpa bantuan orang lain. adalah 5,13, sedangkan posttest pada
Ditinjau dari jumlah anak yang kelompok eksperimen adalah 8,87 dan
dimiliki responden, responden terbanyak kelompok kontrol adalah 5,40.
adalah primipara sebanyak 16 orang Data yang diperoleh menunjukkan
(53,3%). Menurut Penelitian Kusyogo, Eti, pada kelompok yang mendapatkan
Laksmono, dan Dewi, (2008), primipara intervensi pijat bayi diperoleh data rata-rata
menunjukkan respon emosional kebahagiaan perbandingan bounding attachment pretest
yang berlebihan, cemas, menghadapi adalah 5,13 dan posttest adalah 8,87 dengan
keluhan dan berpikir pada kebutuhan jangka rata-rata peningkatan sebesar 3,74. Hal ini
panjang. Pada penelitian ini responden yang menunjukkan bahwa dengan memberikan
melakukan pijat bayi mayoritas primipara. pijat bayi maka akan dapat meningkatkan
Ini berarti perlu diperkenalkan sejak dini bounding attachment ibu terhadap bayinya.
tentang pijat bayi pada ibu primipara untuk Hal ini sesuai dengan teori Subakti dan
mengurangi kecemasan dalam hal mengasuh Anggraini (2008) yang menyebutkan
anak. manfaat dari pijat bayi adalah salah satunya
Menurut penelitian Yuniarta, E dapat membina ikatan yang kuat antara
(2011), tingkat pendidikan rendah yaitu SD orangtua dan anak.
dan SMP, sedangkan pendidikan tnggi yaitu Sentuhan dan pandangan kasih
SMA dan Perguruan Tinggi. Pada sayang orangtua pada bayinya akan
penelitian ini tingkat pendidikan responden mengalirkan kekuatan jalinan kasih diantara
sama yaitu 15. Dinyatakan oleh Kusyogo, keduanya. Pada perkembangan anak,
Eti, Laksmono, dan Dewi, (2008), bahwa sentuhan orangtua adalah dasar
tingkat pendidikan yang rendah perkembangan komunikasi yang akan
menunjukkan rasa cemas dan rasa takut memupuk cinta kasih secara timbal balik.
dalam hubungan interpersonal. Ini berarti, Semua ini akan menjadi penentu bagi anak
dikarenakan jumlah pendidikan rendah sama untuk secara potensial menjadi anak berbudi
dengan pendidikan tinggi, maka ada baik dan percaya diri (Subakti dan
kemungkinan sebagian besar responden Anggraini, 2008).
dapat melakukan hubungan interpersonal Bounding attachment sangat
melalui pijat bayi. memberikan keuntungan bagi bayi. Bayi
Pada penelitian ini, responden merasa dicintai, diperhatikan, mempercayai,
mayoritas tidak bekerja yaitu sebanyak 25 menumbuhkan sikap sosial, merasa aman,
orang (83,3%). Menurut Roesli (2009), bayi dan berani mengadakan eksplorasi (Bobak,
yang sering berada dalam dekapan ibu 2005). Kontak dini merupakan bagian dari
karena menyusu akan merasakan kasih elemen-elemen bounding attachment.
sayang ibunya. Ia juga akan merasa aman Kontak dini setelah lahir merupakan hal
dan tentram, terutama karena masih dapat yang penting untuk hubungan orangtua-
mendengar detak jantung ibunya yang telah anak. Menurut Klaus dalam Bobak (2005),
ia kenal sejak dalam kandungan. Pada ada beberapa keuntungan fisiologis yang
penelitian ini responden tidak bekerja akan dapat diperoleh dari kontak dini, yaitu kadar
dapat meluahkan kasih sayang kepada oksitosin dan prolaktin meningkat, reflek
bayinya melalui pijat bayi setiap hari. menghisap dilakukan dini, pembentukkan
Sebelum diberikan perlakuan, kekebalan aktif dimulai, mempercepat
bounding attachment pada kedua kelompok proses ikatan antara orangtua dan anak
diukur terlebih dahulu, didapatkan rata-rata (body warm/kehangatan tubuh; waktu
pemberian kasih sayang; stimulasi Dari hasil penelitian tentang
hormonal). pengaruh pijat bayi baru lahir terhadap
Melalui observasi yang dilakukan bounding attachment didapatkan rata-rata
kepada responden, didapatkan peningkatan bounding attachment pretest kelompok
bounding attachment ibu terhadap bayi eksperimen adalah 5,13 dan posttest 8,87.
setelah di intervensi pada kelompok yang Rata-rata bounding attachment pretest
melakukan pijat bayi, dimana penilaian kelompok kontrol adalah 5,13 dan posttest
bounding attachment dilihat dari tingkah adalah 5,40. Pada uji t-dependent,
laku ibu saat menyusui anaknya. Pada didapatkan p value kelompok eksperimen
awalnya ibu merasa tidak rileks saat (0,000) < (0,05). Ini berarti ada perbedaan
menyusui, perhatian tidak terfokus pada bayi yang signifikan rata-rata bounding
saat menyusui, terburu-buru saat menyusui, attachment pretest-posttest kelompok
setelah dilakukan pijat bayi, ibu menjadi eksperimen, sedangkan p value kelompok
rileks saat menyusui, perhatian terfokus kontrol (0,104) > (0,005). Ini berarti tidak
pada bayi dan tidak terburu-buru saat ada perbedaan yang signifikan rata-rata
menyusui. bounding attachment pretest-posttest pada
Berdasarkan dari data yang diperoleh kelompok kontrol. Pada uji t-independent,
dapat diketahui bahwa pada kelompok didapatkan p value (0,000) > (0.05). Ini
kontrol juga mengalami peningkatan skor berarti dapat disimpulkan bahwa ada
bounding attachment, namun lebih kecil dari pengaruh pijat bayi terhadap bounding
kelompok yang mendapatkan intervensi. attachment.
Rata-rata bounding attachment pretest pada
kelompok kontrol adalah 5,13 dan posttest SARAN
adalah 5,40 dengan rata-rata peningkatan 1. Bagi Tenaga Kesehatan
sebesar 0,27. Hasil observasi terhadap Diharapkan kepada tenaga
responden didapatkan ibu tidak rileks saat kesehatan agar dapat mengaplikasikan
menyusui, ibu tidak terfokus pada bayi dan hasil penelitian ini pada bayi baru lahir.
terburu-buru saat menyusui bayi. ini berarti Hendaknya mempertahankan bahkan
tidak terbentuk bounding attachment yang meningkatkan peningkatan pelayanan
baik antara ibu dan bayi kesehatan melalui edukasi terapi pijat dan
Hasil uji statistik Independent t-test memotivasi masyarakat dengan cara
dengan syarat yang telah dipenuhi adalah, menginformasikan bahwa pijat bayi
data berdistribusi normal, data independent bermanfaat untuk meningkatkan proses
atau dependent, variabel berbentuk numerik tumbuh kembang bayi dan meningkatkan
dan numerik. Hasil uji statistik menunjukkan hubungan kedekatan antara orangtua-
p value = 0,000 atau nilai p < (0,05) maka bayi. Motivasi yang diberikan dapat
Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat diketahui memacu masyarakat untuk memijat
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan bayinya sendiri di rumah dan dilakukan
rata-rata perbandingan bounding attachment setiap hari, karena pemijatan mudah
posttest kelompok eksperimen dan dilakukan, aman, ekonomis, dan
kelompok kontrol. Ini berarti dapat mempunyai manfaat yang besar.
disimpulkan bahwa ada pengaruh pijat bayi 2. Bagi Masyarakat
baru lahir terhadap bounding attachment. Diharapkan bagi orangtua
khususnya ibu untuk dapat melakukan
KESIMPULAN pijat bayi yang dilakukan oleh ibu itu
sendiri. Karena akan mempererat
hubungan kontak batin, rasa kasih sayang psikologis pada ibu setelah
antara ibu dan bayinya. melahirkan (post partum) di ruang
3. Bagi Peneliti Selanjutnya rawat inap rsud kota Semarang.
Diharapkan pada penelitian Diperoleh tanggal 30-01-2013 dari
selanjutnya dapat melanjutkan penelitian 2549-5531-1-SM.pdf.
dengan sampel yang lebih besar dan Muscari, M. E. (2005). Panduan belajar
menambah durasi penelitian sehingga keperawatan pediatrik: edisi 3.
didapatkan hasil penelitian yang lebih Jakarta: EGC.
baik lagi. National Centre for Health Statistic. (2011).
2011 schedule of NCHS statistical
products and reports. Diperoleh
tanggal 19-10-2012 dari
1
Dewi Afrita Sari, Mahasiswa Program http://www.cdc.gov/nchs/pressroom/
Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau calendar/2011.schedule.htm.
2
Ns. Misrawati, M. Kep, Sp. Mat, Staf Notoatmodjo. (2010). Metodologi penelitian
Akademik Bagian Keperawatan kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Maternitas-Anak Program Studi Ilmu Nursalam. (2003). Konsep dan penerapan
Keperawatan Universitas Riau metodologi penelitian. Jakarta:
3
Ns. Agrina, M. Kep, Sp. Kom, Staf Salemba Medika.
Akademik Bagian Keperawatan Jiwa- Pratyahara, D. (2012). Keajaiban terapi
Komunitas Program Studi Ilmu sentuh untuk bayi anda. Jogjakarta:
Keperawatan Universitas Riau Javalitera.
Riyanto, A. (2011). Aplikasi metodologi
DAFTAR PUSTAKA penelitian kesehatan. Yogyakarta:
Bahiyatun. (2009). Buku ajar asuhan Nuha Medika.
kebidanan nifas normal. Jakarta: Roekistiningsih. (2006). Pengaruh
EGC. pemijatan terhadap peningkatan
Bobak. (2005). Buku ajar keperawatan kuantitas tidur bayi usia 4-6 bulan di
maternitas: edisi 4. Jakarta: EGC. kelurahan sumbersari kecamatan
DEPKES RI. (2011). Profil data kesehatan lowok waru kota malang. Diperoleh
indonesia tahun 2011. Diperoleh tanggal 19-10-2012 dari
tanggal 19-10-2012 dari http://elip.ub.ac.id/bitstream/123456
http://www.depkes.go.id/downloads/ 789/18036/1/pengaruh-pemijatan-
PROFIL_DATA_KESEHATAN_IN terhadap-kuantitas-tidur-bayi-
DONESIA_TAHUN_2011.pdf. sumbersari-kecamatan-lowokwaru-
Eveline & Djamaludin, N. (2010). Panduan kota-malang-pdf.
pintar merawat bayi dan balita. Roesli, U. (2009). Pedoman pijat bayi.
Jakarta: Wahyu Media. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Field, T. (2002). Infants need for touch. Roesli, U. (2008). Pedoman pijat bayi
Diperoleh tanggal 19-10-2012 dari prematur dan bayi usia 0-3 bulan.
http://content.karger.com/ProdukteD Jakarta: Trubus Agriwidya.
B/produkte.asp?Aktion=ShowAbstra Roesli, U. (2009). Mengenal asi eksklusif.
ctBuch&ArtikelNr=48156&Produkt Jakarta: Niaga Swadaya.
Nr=227548. Subakti, Y., & Anggraini, D. R. (2008).
Kusyogo, C., Eti, R., Laksmono, W., dan Keajaiban pijat bayi & balita.
Dewi, A. S. Kajian adaptasi sosial Jakarta: Wahyu Media.
Yuniarta, E. (2011). Hubungan tingkat 30-01-2013 dari
pendidikan pasien terhadap eprints.undip.ac.id/32984/1/Edo_Yu
kepuasan pemberian informed niarta.pdf.
consent di bagian bedah rsup dr
kariadi semarang. Diperoleh tanggal