Anda di halaman 1dari 1

Balai Pelayanan Bisnis dan Pengelolaan Kekayaan Intelektual menilai

Malioboro merupakan kawasan perdagangan dengan tingkat pelanggaran


hak kekayaan intelektual (HKI) tertinggi di Yogyakarta. "Zona merah
pelanggaran HKI," kata Sigit Adhi Pratomo, konsultan HKI pada balai di
bawah Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM DIY, pada
Selasa, 28 Januari 2014.
HKI, kata dia, terdiri dari tujuh jenis. Khusus di Malioboro, pegiat Pusat
HKI Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia itu mengatakan, ada
tiga jenis HKI yang banyak dilanggar. Yakni desain industri, merek, dan
hak cipta. "Bentuknya lebih banyak fashion. Kaus dan batik, misalnya,"
ucap Sigit.
Selama proses memetakan zona merah pelanggaran HKI di Yogyakarta,
ia mengimbuhkan, banyak perancang dan pemilik merek mengeluhkan
tingginya penjiplakan atas produk mereka. Produk baru yang diluncurkan
ke pasaran dengan cepat ditiru modelnya. Terlebih jika modelnya laku di
pasaran.
Selain di Malioboro, zona pelanggaran HKI di Yogyakarta lainnya adalah
Jalan Mataram. Kawasan ini terletak di sisi timur Malioboro. Pelanggaran
HKI di jalan tersebut didominasi bentuk produk busana, sepatu, dan VCD.
(Baca juga: Hidupkan Klangenan, Malioboro Diberi Pengeras Suara).
Kepala Balai Pengelolaan Kekayaan Intelektual Endar Hidayati
mengatakan pemerintah Yogyakarta telah mencanangkan budaya tertib
HKI. Untuk memperkecil tingkat pelanggaran, langkah pertama yang
dilakukan adalah menetapkan Jalan Mataram sebagai kawasan tertib HKI.
Targetnya, pada April mendatang tak ada lagi pedagang yang menjual
VCD bajakan di kawasan itu. "Kami sudah berkoordinasi dengan polda,"
katanya.
Namun, kata dia, pemerintah tetap mengandalkan pendekatan yang tak
represif. Para pedagang akan ditawari untuk beralih menjual produk lain.
Seperti suvenir, produk kerajinan, dan oleh-oleh khas Yogyakarta. "Jalan
Mataram sudah jadi mata pencaharian banyak orang, tetap kami carikan
solusi," katanya. Penertiban di Jalan Mataram itu akan menjadi uji coba
untuk penertiban Malioboro.
Ketua Paguyuban Pedagang Kaki Lima dan Kios di Jalan Mataram
Iskandar mengatakan saat ini penjualan VCD bajakan menurun drastis.
Adapun Ketua Paguyuban Pengusaha Malioboro Suryadi Suryadinata
mengklaim pelanggaran HKI di Malioboro telah berkurang. Penjual produk
yang dinilai melanggar HKI umumnya pedagang kaki lima. "Mereka
belinya kulakan. Apa yang laku, ya, mereka jual."
ANANG ZAKARIA, 2014
Read more at https://nasional.tempo.co/read/549133/malioboro-jadi-zona-
merah-pelanggaran-hki#8Ic4LQzixjx1GFVe.99