Anda di halaman 1dari 10

KARAKTERISTIK VIBRASI PADA GEAR PUTARAN RENDAH

(Studi Kasus Gearbox Main Drive Kiln Pabrik Indarung V PT Semen Padang)
Suherdian Septa Sarianja
Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknologi Industri
Universitas Bung Hatta
E-mail : suherdian.ss@gmail.com

ABSTRAK
Kiln digerakkan oleh sebuah gearbox yang berfungsi mengubah torsi dan kecepatan yang
dihasilkan motor penggerak. Hasil pengecekan secara visual gearbox tersebut menunjukkan
adanya cacat pada permukaan Intermediate II gear (pinion dari helical gear poros output).
Cacat yang terlihat adalah berupa sompel pada beberapa posisi gear pinion III.
Pendeteksian gearbox dengan metoda pengukuran vibrasi telah dilakukan tetapi belum
memberikan informasi yang konfrehensif terhadap kondisi gearbox itu sendiri. Untuk
memprediksi adanya cacat yang mungkin terjadi pada gear putaran rendah maka dicoba
menganalisa sinyal getaran dari gear pinion III.

I. Pendahuluan - Intermediate II gear


A. Latar Belakang - Low speed gear
Kiln merupakan salah satu bagian Hasil pengecekan secara visual gearbox
terpenting bagi pabrik semen. Apabila tersebut menunjukkan adanya cacat pada
perawatan kiln kurang diperhatikan maka permukaan Intermediate II gear (pinion dari
akan mengakibatkan kerusakan dan helical gear poros output). Cacat yang
mrngakibatkan unit operasi yang lain seperti terlihat adalah berupa sompel pada beberapa
raw mill dan cement mill tidak dapat posisi gear pinion III, Pendeteksian gearbox
beroperasi, karena unit raw mill memerlukan dengan metoda pengukuran vibrasi telah
gas kiln untuk pengeringan sedangkan unit dilakukan tetapi belum memberikan
cement mill memerlukan klinker untuk informasi yang konfrehensif terhadap
diproses lebih lanjut menjadi semen. kondisi gearbox itu sendiri. Dengan tidak
Gearbox merupakan bagian dari penggerak terdeteksinya cacat tersebut maka dilakukan
kiln yang diputar langsung dari motor penelitian mengenai karakteristik vibrasi
penggerak. Gearbox ini berfungsi untuk pada gear putaran rendah.
mengubah torsi dan kecepatan yang B. Tujuan Penelitian
dihasilkan oleh motor penggerak. Gearbox Penelitian ini bertujuan untuk
ini memiliki empat roda gigi penghubung mendeteksi getaran gearbox pada putaran
yakni: rendah sehingga dengan analisa sinyal
- High speed gear getaran dapat diprediksi adanya cacat yang
- Intermediate I gear mungkin terjadi pada gearbox seperti :

1
kerusakan kontak antar gigi, kerusakan pada diketahui dengan mengukur karakteristik
bantalan, ketidak sesumbuan poros, ketidak getaran pada mesin tersebut. Karakteristik-
seimbangan poros, dan lain-lain. karakteristik getaran yang penting antara lain
C. Mamfaat Penelitan adalah :
Mendapatkan kegiatan perawatan 1. Frekuensi Getaran
(maintenance task) yang tepat seperti Gerakan periodik atau getaran selalu
perencanaan overhaul, pengadaan spare part berhubungan dengan frekuensi yang
dan evaluasi keandalan peralatan. menyatakan banyaknya gerakan bolak-
D. Batasan Masalah balik (satu siklus penuh) tiap satuan
Penelitian ini dibatasi hanya pada waktu. Hubungan antara frekuensi dan
analisa sinyal getaran pada gear pinion III. periode suatu getaran dapat dinyatakan
dengan rumus sederhana: frekuensi =
II. Teori Dasar 1/periode
A. Karakteristik Getaran Frekuensi dari getaran tersebut biasanya
Dengan mengacu pada gerakan pegas, dinyatakan sebagai jumlah siklus getaran
kita dapat mempelajari karakteristik suatu yang terjadi tiap menit (CPM = Cycles
getaran dengan memetakan gerakan dari per minute). Sebagai contoh sebuah mesin
pegas tersebut terhadap fungsi waktu. bergetar 60 kali (siklus; dalam 1 menit
maka frekwensi getaran mesin tersebut
adalah 60 CPM. Frekuensi bisa juga
dinyatakan dalam CPS (cycles per
second) atau Hertz dan putaran
dinyatakandalam revolution per minute
(RPM).
2. Perpindahan Getaran

Gambar 1. Gerakan bandul pegas Jarak yang ditempuh dari suatu puncak
Sumber : Girdhar Paresh, Scheffer Cornelius. 2004 (A) ke puncak yang lain (C) disebut
Gerakan bandul pegas dari posisi netral perpindahan dari puncak ke puncak (peak
ke batas atas dan kembali lagi ke posisi to peak displacement). Perpindahan
netral dan dilanjutkan ke batas bawah, dan tersebut pada umumnya dinyatakan dalam
kembali lagi ke posisi netral, disebut satu satuan mikron (m) atau mils.
siklus getaran (satu periode). 1 m 0.001 mm
Kondisi suatu mesin dan masalah- 1 mils 0.001 inch
masalah mekanik yang terjadi dapat
2
3. Kecepatan Getaran 5. Phase Getaran
Karena getaran merupakan suatu gerakan, Pengukuran phase getaran memberikan
maka getaran tersebut pasti mempunyai informasi untuk menentukan bagaimana
kecepatan. Pada gerak periodik (getaran) suatu bagian bergetar relatif terhadap
seperti pada gambar 2.2; kecepatan bagian yang lain, atau untuk menentukan
maksimum terjadi pada titik B (posisi posisi suatu bagian yang bergetar pada
netral) sedangkan kecepatan minimum suatu saat, terhadap suatu referensi atau
(=O) terjadi pada titik A dan titik C. terhadap bagian lain yang bergetar dengan
Kecepatan getaran ini biasanya dalam frekuensi yang sama. Beberapa contoh
satuan mm/det (peak). Karena kecepatan pengukuran phase :
ini selalu berubah secara sinusoida, maka
seringkali digunakan pula satuan mm/sec
(rms). nilai peak = 1,414 x nilai rms.
Kadang-kadang digunakan juga satuan
inch/sec (peak) atau inch/sec (rms) 1 inch
= 25,4 mm.
4. Percepatan Getaran
Karakteristik getaran lain dan juga Gambar 2. Phase getaran 1800
penting adalah percepatan. Pada gambar Sumber : Girdhar Paresh, Scheffer Cornelius. 2004
1.2, dititik A atau C kecepatan getaran Dua bandul pada gambar diatas bergetar
adalah nol tetapi pada bagian-bagian dengan frekuensi dan displacement yang
tersebut akan mengalami percepatan yang sama, bandul A berada pada posisi batas
maksimum. Sedang pada titik B (netral) atas dan bandul B pada waktu yang sama
percepatan getaran adalah nol. Secara berada pada batas bawah. Kita dapat
teknis percepatan adalah laju perubahan menggunakan phase untuk menyatakan
dari kecepatan. Percepatan getaran pada perbandingan tersebut. Dengan
umumnya dinyatakan dalam, satuan "g's' memetakan gerakan kedua bandul
peak, dimana satu "g" adalah percepatan tersebut pada satu siklus penuh, kita dapat
yang disebabkan oleh gaya gravitasi pada melihat bahwa titik puncak displacement
permukaan bumi. Sesuai dengan kedua bandul tersebut terpisah dengan
perjanjian intemasional satuan gravitasi sudut 180 (satu siklus penuh = 360 ).
pada permukaan bumi adalah 980,665 Oleh karena itu kita dapat mengatakan
2 2
cm/s (386,087inc/ s atau 32,1739 bahwa kedua bandul tersebut
feet/40). bergetar.dengan beda phase 180.
3
III. Metodologi Penelitian
A. Model Kotak Transmisi (Gear Box)
Susunan roda gigi pada kotak transmisi
(gear box) yang digunakan adalah sebagai
berikut :

Gambar 3. Phase getaran 900


Sumber : Girdhar Paresh, Scheffer Cornelius. 2004
Pada gambar diatas bandul A berada pada
posisi batas atas dan bandul B pada waktu
yang sama berada pada posisi netral
bergerak menuju ke batas bawah. Gambar 5. Skema roda gigi (gearbox)
Sehingga kita dapat mengatakan bahwa dengan motor penggerak dan kiln.
kedua bandul tersebut bergetar dengan
beda phase 90. B. Spesifikasi Teknis Roda Gigi

Gambar 6. Spesifikasi gearbox yang


Gambar 4. Sudut phase 0 atau se-phase
digunakan dalam penelitian adalah
Sumber : Girdhar Paresh, Scheffer Cornelius. 2004
Gear Box Tipe : SHEISA TRHC019
Gambar diatas menunjukkan pada waktu
Jenis roda gigi : Helical gear
yang sama kedua bandul A dan B berada
Ratio : 1 / 33.389
pada batas atas. Oleh karena itu kita dapat
Rpm Output : 34.4 rpm
mengatakan bahwa kedua bandul tersebut
Rpm Intput : 1150 rpm
bergetar dengan sudut phase 0 atau se-phase.
Power : 1200 KW
Kapasitas Oli : 147 US Gal (556.5 liter)
Viscositas 40 0C : 320 Cst
Metode pelumasan : Forced

4
Tekanan pelumasan : 0.1 0.4 Mpa
Kuantitas pelumasan : 78 L/min
Tingkatan Frekuensi D. Parameter Penelitian
Jml
Roda gigi Rpm gear mesh
gigi Pada penelitian ini dilakukan
(stage) (CPM)
28 1150 pengambilan data vibrasi pada gear box
1 32200
60 dengan 3 parameter, diantaranya
536.67
19
2 10196.67 1. Machine spectrum, domain amplitudo
75
135.96
19 velocity terhadap frekuensi (600 s/d
3 2583.16
75 34.44
Tabel 1. Tingkat kecepatan poros 24000 CPM)

C. Bentuk cacat pada roda gigi 2. Gear Time, domain amplitudo percepatan

Cacat yang terjadi pada roda gigi adalah terhadap waktu

berupa sompel (coak) di 4 titik pada gear 3. Low Speed Gear, domain amplitudo

intermediate dengan ukuran yang berfariasi. velocity terhadap frekuensi (0 s/d 220
CPM)
E. Skema Perangkat Penelitian
Gambar berikut merupakan skema
pengujian pada model gear box yang diteliti :

PC (software Vibexpert
omnitrend)

Sensor
Analysis

Gambar 7. Cacat pada helical pinion 3


Gear box
(posisi 1)
Gambar 9. Sistem pengujian model gearbox

Vertikal
er

Axial

Horizontal
Gambar 8. Cacat pada helical pinion 3
(posisi 2) Gambar 10. Posisi pengukuran (rumah
bantalan poros output)

5
IV. Data Hasil Pegujian dan Analisa
v [mm/ s] 5W1W05\ 5W1W02\ HSH\ 101 Overall velocity >600

A. Overall velocity 8.0

7.5

7.0

Tahapan awal dari pengukuran vibrasi 6.5

6.0

5.5

adalah merekam data amplitudo vibrasi 5.0

4.5

4.0

secara umum dengan overall velocity dari 3 3.5

3.0

2.5

posisi pengukuran ; vertical, horizontal, dan 2.0

1.5

axial. Pengukuran dilakukan dengan 1.0

0.5

0.0

memposisikan sensor sedekat mungkin 3/ 27/ 2011 6/ 12/ 2011 8/ 28/ 2011 11/ 13/ 2011 1/ 29/ 2012 4/ 15/ 2012 7/ 1/ 2012 9/ 16/ 2012 12/ 2/ 2012 2/ 17/ 2013 5/ 5/ 2013 7/ 21/ 2013 10/ 6/ 2013 12/ 22/ 2013
date

dengan sumber getaran yang akan dianalisa, Gambar 13. Data overall velocity pada arah

dalam hal ini sensor ditempelkan pada axial low speed gear

housing bearing poros helical pinion. Setelah Dari data overall velocity yang didapat

mendapatkan data dari ketiga posisi tersebut vibrasi dominan pada arah axial bearing

kita dapat melakukan perekaman spectrum, poros low speed gearbox. Hal ini sesuai

time waveform, dan data lain yang dengan uraian dari geabox analysis yang di

dibutuhkan untuk analisa pada posisi yang keluarkan oleh mobius institute Frekuensi

memiliki amplitudo tertinggi. kerusakan gear akan lebih menonjol pada


v [mm/ s]
8.0
5W1W05\ 5W1W02\ HSV\ 101 Overall velocity >600
arah radial untuk spur gear dan arah axial
7.5

7.0

6.5
untuk helical gear. Oleh karena itu
6.0

5.5

5.0
perekaman data spectrum, gear time signal
4.5

4.0

3.5
dan low speed gear dilakukan pada posisi
3.0

2.5 axial.
2.0

1.5

1.0 B. Machine spectrum


0.5
v op [mm/ s] 5W1W05\
M 5W1W02\ LS\ 103 Mach. spectr. >600 6/ 13/ 2014 9:58:05 AM
0.0 RPM : 981 (16.35Hz)
0.54
3/ 27/ 2011 6/ 12/ 2011 8/ 28/ 2011 11/ 13/ 2011 1/ 29/ 2012 4/ 15/ 2012 7/ 1/ 2012 9/ 16/ 2012 12/ 2/ 2012 2/ 17/ 2013 5/ 5/ 2013 7/ 21/ 2013 10/ 6/ 2013 12/ 22/ 2013 M(x) : 2580.00 cpm (2.63 Orders)
0.52 M(y) : 0.07 mm/ s
date
0.50
0.48
0.46

Gambar 11. Data overall velocity pada arah 0.44


0.42
0.40
0.38
0.36
1 x Rpm
vertical low speed gear 0.34
0.32
0.30
v [mm/ s] 5W1W05\ 5W1W02\ HSA\ 101 Overall velocity >600 0.28
8.0 0.26
0.24
7.5
0.22
0.20
7.0
0.18
6.5 0.16
0.14
6.0 0.12
0.10
5.5
0.08
0.06
5.0
0.04
4.5 0.02
0.00
4.0
0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 20000 22000 24000
f [cpm]
3.5

3.0

2.5 Gambar 14. Spectrum arah axial dari helical


2.0

1.5

1.0 pinion
0.5

0.0

3/ 27/ 2011 6/ 12/ 2011 8/ 28/ 2011 11/ 13/ 2011 1/ 29/ 2012 4/ 15/ 2012 7/ 1/ 2012 9/ 16/ 2012 12/ 2/ 2012 2/ 17/ 2013 5/ 5/ 2013 7/ 21/ 2013 10/ 6/ 2013 12/ 22/ 2013
date
Susunan gear sebagai berikut :
Gambar 12. Data overall velocity pada arah - Poros high speed
horizontal low speed gear

6
Terdiri dari satu buah helical pinion Rpm poros high speed x jml gigi helical
(helical pinion 1) pinion 1
- Poros intermediate I 1150 rpm x 28 = 32200
Terdiri dari satu buah helical gear (helical - Frekuensi gear mesh stage II (pasangan
gear 1) dan satu buah helical pinion intermediate I dengan intermediate II)
(helical pinion 2) Rpm intermediate I x jml gigi helical
- Poros intermediate II pinion 2
Terdiri dari satu buah helical gear (helical 536.67 rpm x 19 = 10196.67
gear 2) dan satu buah helical pinion - Frekuensi gear mesh stage III (pasangan
(helical pinion 3) intermediate II dengan low speed)
- Poros low speed Rpm intermediate II x jml gigi helical
Terdiri dari satu buah helical gear (helical pinion 3
gear 3) 135.96 rpm x 19 = 2583.24
Perhitungan rpm masing-masing poros gear Dari gambar diatas terlihat peak
sebagai berikut : (puncak) dari putaran poros input dengan
- Rpm poros high speed = input rpm motor amplitudo 0.32 mm/s dan frekuensi gear
= 1150 rpm mesh stage III dengan amplitudo 0.075
- Rpm poros intermediate I mm/s, hal ini menunjukkan mulai
Rpm poros high speed x jml gigi helical terdeteksinya permasalahan pada helical
pinion 1 : jml gigi helical gear 1 pinion dan atau helical gear. Hal ini sesuai
1150 rpm x 28 : 60 = 536.67 rpm dengan uraian dari geabox analysis yang di
- Rpm poros intermediate II keluarkan oleh mobius institute Secara
Rpm poros intermediate I x jml gigi normal kamu akan menemukan peak dari
helical pinion 2 : helical gear 2 putaran poros input dan frekuensi gear mesh
536.67 rpm x 19 : 75 = 135.96 rpm dengan level yang sangat rendah..
v op [mm/ s] 5W1W05\
M 5W1W02\ LS\
2 103 Mach. spectr.
3 >600 6/413/ 2014 9:58:05
5 AM 6 7 8 9 D

- Rpm poros low speed 0.54


0.52
0.50
RPM : 981 (16.35Hz)
M(x) : 2580.00 cpm (2.63 Orders)
M(y) : 0.07 mm/ s
D(x) : 25800.00 cpm (26.30 Orders)
0.48 D(y) : 0.06 mm/ s

Rpm poros intermediate II x jml gigi


0.46
0.44
0.42
0.40
0.38

helical pinion 3: jml gigi helical gear 3


0.36
0.34
0.32
0.30
0.28

135.96 rpm x 19 :75 = 34.44 rpm 0.26


0.24
0.22
0.20
0.18
0.16
Perhitungan frekuensi gear mesh dari 0.14
0.12
0.10
0.08

masing-masing gear sebagai berikut : 0.06


0.04
0.02
0.00

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000 14000 16000 18000 20000 22000 24000

- Frekuensi gear mesh stage I (pasangan f [cpm]

Gambar 15. Harmonik dari spectrum arah


high speed dengan intermediate I)
axial helical pinion

7
Berdasarkan spectrum diatas terlihat atau helical gear 3) karena tingginya
adanya harmonik (perulangan) dari frekuensi frekuensi dari gear mesh. Melihat dari pola
gear mesh stage III dengan amplitudo signal waveform diatas dapat disimpulkan
maksimal pada 7x frekuensi gear mesh stage bahwa sudah mulai terlihatnya pola impak
III. Data ini menunjukkan adanya looseness pada gear yang berpotensi meningkatkan
(longgar) pada gear yang saling kontak keasuan dari gear itu sendiri dan komponen
(bersinggungan) karena adanya beberapa gearbox lainnya.
gear yang sompel. D. Low Speed Gear
v op [mm/ s] 5W1W05\ 5W1W02\ HS\ 1004 Low Speed Gearbox 3/ 18/ 2014 10:05:39 AM

C. Gear Time Signal 5.0


4.8
4.6
RPM : 981 (16.35Hz)

4.4
a [m/ s] 5W1W05\ 5W1W02\ LS\ 216 VXP Gear time > 600 6/ 13/ 2014 9:58:26 AM
M 4.2
6.0 RPM : 981 (16.35Hz)
M(x) : 1.95 ms 4.0
5.5
M(y) : 4.839 m/ s 3.8
5.0
3.6
4.5
4.0 3.4
1 x Fht stage
3.5 3.2
3.0
3.0
2.5 2.8
III
2.0 2.6
1.5 2.4
1.0 2.2
0.5 2.0
0.0 1.8
-0.5 1.6
-1.0 1.4
-1.5 1.2
-2.0 1.0
-2.5 0.8
-3.0 0.6
-3.5 0.4
-4.0 0.2
-4.5 0.0
-5.0
0 20 40 60 80 100 120 140 160 180 200 220 240 260 280 300 320 340
-5.5 f [cpm]
-6.0
-6.5
-7.0
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50 55 60
t [ms]
Gambar 17. Spectrum low speed gear arah
Gambar 16. Gear Time Signal arah axial dari axial dari helical pinion
helical pinion 3 Spectrum low speed gear merekam data
Dari data time signal, telihat interval dengan domain yang sama dengan spectrum,
peak (puncak) amplitudo dari frekuensi yang perbedaannya terletak pada rentang
muncul adalah: perekaman frekuensi. Low speed gear
t1 =0.0430detik memiliki rentang 0 s/d 10.000 sehingga
t2 = 0.0195detik dapat melihat frekuensi-frekuiensi rendah
t= 0.0235detik. salah satunya adalah untuk melihat
F = 1/t, permasalahan pada pasangan gear (gear
F = 1/0.0235detik hunting tooth problem). Dengan faktor fase
F = 42.55 Hz perakitan N = 1. Frekuensi dari hunting tooth
F = 42.55 Hz x 60 (FHT) dapat dihitung sebagai berikut:
F = 2553 Rpm Hunting tooth frequency (stage I) =
Frekuensi 2553 dengan amplitudo 4.84 GMF stage I x N
mm/s2 ini berdekatan dengan frekuensi gear ( jml gigi pinion) x (jml gigi pada gear)
mesh stage III (2583.16 rpm), sehingga dapat Fht =
disimpulkan bahwa terdeteksinya keausan
Fht = 19.1 Cpm
pada roda gigi stage III (helical pinion 3 dan

8
Hunting tooth frequency (stage II) = kita jadikan acuan untuk melihat tingkat
GMF stage II x N keparahan dari kondisi gear tersebut,
(jml gigi pinion) x (jml gigi pada gear) semakin tinggi amplitudo dari gear mesh
. yang muncul maka tingkat kerusakan dari
Fht = =
gear tersebut semakin parah.
Fht = 1.81 Cpm
2. Munculnya frekuensi gear mesh dan pola
Hunting tooth frequency (stage III) =
impak pada signal waveform
GMF stage III x N
menginformasikan tingkat kerusakan dari
(jml gigi pinion) x (jml gigi pada gear)
. gear. Semakin tinggi perbedaan amplitudo
Fht =
(impak) maka semakin berpotensi
Fht = 7.16 Cpm
terjadinya patah pada gear. Analisa
Dari data diatas terlihat munculnya
waveform merupakan acuan yang lebih
frekuensi hunting tooth stage III dengan
akurat dibandingkan dengan spectrum
amplitudo 4.54 mm/s yang mengindikasikan
karena analisa waveform (gear time
adanya permasalahan pada pasangan roda
signal) menampilkan jumlah data
gigi helical pinion III dan helical gear III.
rekaman yang lebih banyak dibanding
Vibrasi berada pada level warning dan
spectrum.
berdasarkan standar ISO 10816-3 untuk
3. Munculnya 1 x frekuensi pasangan roda
gearbox 300 KW s/d 50 MW dengan pondasi
gigi (frekuensi dari hunting tooth)
rigid berada pada Zona C (Restricted Long
menunjukkan keausan (kerusakan) dari
Term Operation).
pasangan roda gigi (roda gigi
bersinggungan dengan tidak rata). Analisa
V. Kesimpulan dan Saran
untuk frekuensi dari hunting tooth harus
A. Kesimpulan
dilakukan dengan pengambilan data low
Dari hasil pengujian dan analisa
speed gear karena frekuensi ini sangat
terhadap sinyal getaran roda gigi pada model
rendah sehingga tidak muncul pada
kotak transmisi (gearbox), maka dapat
perekaman data spectrum biasa.
disimpulkan beberapa karakteristik vibrasi
B. Saran
pada gear putaran rendah :
1. Untuk mendapatkan frekuensi gear mesh
1. Munculnya frekuensi gear mesh dengan
dan side band gear mesh yang baik dari
sideband nya dan diikuti dengan harmonik
hasil pengujian, maka sebaiknya gearbox
dari gear mesh tersebut menunjukkan
dilengkapi dengan penempatan sensor
permasalahan yang harus menjadi
getaran sedekat mungkin dengan bantalan
perhatian khusus. Metoda ini juga bisa

9
penumpu poros dimana roda gigi tersebut DAFTAR PUSTAKA
bekerja. 1. Mobius Institute. 2005. Vibration
2. Untuk melakukan penelitian lebih training course book. Penerbit Mobius
mendalam tentang pengaruh keausan roda institute. Jerman
gigi terhadap peningkatan amplitudo pada 2. Mobius Institute. 2005. Vibration
frekuensi kerjanya, hal ini berguna untuk training quick reference. Penerbit Mobius
melengkapi data data yang diperlukan institute. Jerman
tentang pengaruh macam-macam 3. Mobius Institute. 2005. Vibexpert I
kerusakan yang terjadi pada roda gigi manual book. Penerbit Mobius institute.
lebih lengkap sehingga berguna untuk Jerman
melakukan predictive maintenance pada 4. Seisa gear. 2007. Part book gearbox
gearbox. SHEISA TRHC019. Penerbit Seisa Gear.
Osaka
5. Taylor, James l. 2003. The Vibration
Analysis Handbook. Penerbit Vibration
Consultans. New York

10