Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH METODE PENELITIAN

Penelitian Menurut Metode dan Jenis Data

Dosen Pembimbing : Nurhamidi, SKM.,M.Kes

Disusun Oleh :

Kelompok 5

Eka Rusliana P07131215095

Fony Wardani P07131215099

Rida Fitria P07131215115

Zainab P07131215125

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEHNIK KESEHATAN KEMENTRIAN
KESEHATAN BANJARMASIN
2017/2018

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah karena alhamdulillah atas berkat rahmat dan
hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul Penelitian
Menurut Metode dan Jenis Data. Penulisan makalah ini untuk memenuhi salah satu
tugas mata kuliah Metode Penelitian serta juga bertujuan untuk menambah
pengetahuan tentang metode penelitian.
Semoga makalah ini dapat memenuhi tugas yang Bapak berikan dan dapat
bermanfaat.

Banjarbaru, 2017

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .............................................................................................. i

Daftar isi .......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN .................................................................................1

1. Latar Belakang ...............................................................................1


2. Rumusan Masalah .........................................................................1
3. Tujuan .............................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN .................................................................................2

1. Jenis Penelitian Menurut Metode.......................................................2


2. Jenis Penelitian Menurut Jenis Data..................................................7

BAB III PENUTUP ..........................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Setiap mahasiswa yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dipersyaratkan
membuat tugas akhir berupa karya tulis ilmiah. Kita semua tahu untuk mahasiswa
program pascasarjana strata dua (S-2) dipersyaratkan membuat tesis untuk
mendapat gelar magister, sementara program strata tiga (S-3) dipersyaratkan
membuat disertasi untuk mendapatkan gelar doktor.
Pendekatan ilmiah pada dasarnya berisi pengumpulan fakta atau data,
penganalisisan, dan penafsiran data, serta penarikan kesimpulan. Secara lebih rinci
pendekatan ilmiah mencakup langkah-langkah sebagai berikut:

1) Menemukan masalah

2) Mengemukakan fakta adanya masalah

3) Mengembangkan hipotesis atau penentuan fokus

4) Mengumpulkan data

5) Melakukan analisis dan menafsirkan data

6) Menarik kesimpulan, dan

7) Melakukan generalisasi bila diperlukan

Suatu metode studi melalui penyelidikan yang hati-hati dan sempurna


terhadap suatu masalah sehingga diperoleh pemecahan yang tepat terhadap
masalah tersebut (Hilway, 1956).
Penelitian meliputi pemberian definisi dan redefinisi terhadap masalah,
merumuskan hipotesis atau jawaban sementara, membuat kesimpulan dan
sekurang-kurangnya mengadakan pengujian yang hati-hati atas semua kesimpulan
untuk menentukan kecocokan dengan hipotesis. (Woody,1927)
Pencarian atas sesuatu (inquiry) secara sistematis terhadap masalah-masalah
yang dapat dipecahkan. (Parson, 1946)

1
Penelitian merupakan salah satu penunjang dalam perkembangan ilmu pengetahuan,
tanpa adanya penelitian ilmu pengetahuan tidak akan bertambah maju. Ada tiga syarat
penting yang harus diperhatikan dalam melakukan penelitian, yaitu:

1) Sistematis, artinya dilaksanakan menurut pola tertentu dari yang paling


sederhana sampai kompleks hingga tercapai tujuan secara efektif dan efisien.
2) Berencana, artinya dilaksanakan dengan adanya unsur kesengajaan dan
sebelumnya sudah dipikirkan langkah-langkah pelaksanaannya.
3) Mengikuti konsep ilmiah, artinya mulai awal sampai akhir kegiatan
penelitian mengikuti cara-cara yang sudah ditentukan, yaitu prinsip yang
digunakan untuk memperoleh ilmu pengetahuan.

2. Rumusan Masalah
1) Apa saja jenis-jenis penelitian menurut metode?
2) Apa saja jenis-jenis penelitian menurut jenis data?

3. Tujuan
1) Mengetahui jenis-jenis penelitian menurut metode.

Mengetahui jenis-jenis penelitian menurut jenis data.

2
BAB II

PEMBAHASAN

A. Jenis Penelitian Berdasarkan Metode

Banyak metode penelitian yang biasa digunakan dalam penelitian social dan
pendidikan. Mc. Milan membagi macam-macam metode penelitian berdasarkan
pendekatan yang digunakan, antara lain[1] :

1. Pendekatan Kualitatif
a. Metode Etnografis
Metode etnografis ialah metode yang digunakan untuk menginterpretasi
budaya, kelompok social dan suatu system masyarakat. Penelitian etnografi
bertujuan untuk mendeskripsikan cara berpikir, adat, bahasa, kepercayaan dan
prilaku hidup suatu masyarakat. Proses penelitian ini biasanya dilaksanakan di
lapangan dalam waktu yang cukup lama, dengan bentuk observasi dan
wawancara alamiah dengan partisipan serta mengumpulkan dokumen atau
benda-benda (artifak). Hasil akhir penelitian ini biasanya sangat komprehensif
dan menggambarkan kompleksitas suatu kehidupan. Contoh penelitian dalam
pendidikan : Pelaksanaan kurikulum Berbasis Kompetensi.
b. Metode Historis
Historis / Sejarah ialah studi tentang masa lalu dengan menggunakan
paparan dan penjelasan. Metode Historis ialah metode yang bertujuan untuk
merekonstruksi masa lalu secara sistematis dan obyektif dengan
mengumpulkan, menilai, memverifikasi, dan mensintesis bukti untuk
menetapkan fakta dan mencapai konklusi yang dapat dipertahankan dan dalam
hubungan hipotesis tertentu[2].
Ciri khas penelitian historis ialah periode waktu : kegiatan, peristiwa,
karakteristik, dan nilai-nilai dikaji dalam konteks waktu. Contoh penelitian ini
misalnya : Manajemen Pembuatan Kurikulum Berbasis Kompetensi
c. Metode Fenomenologis
Metode Fenomenologis ialah metode yang digunakan dalam penelitian
yang mencari arti dari pengalaman kehidupan. Peneliti menghimpun data
berkenaan dengan konsep, pendapat, pendirian, sikap, penilaian, dan
pemberian makna terhadap situasi atau pengalaman dalam kehidupan. Tujuan

3
penelitian ini ialah menemukan makna dari hal-hal yang esensi atau mendasar
dari suatu pengalaman.Penelitian ini dilakukan melalui wawancara mendalam
dari partisipan.Hasil studi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman
pembaca tentang penghayatan kehidupan oranglain.
d. Metode Studi Kasus
Metode Studi Kasus ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang
dilakukan terhadap suatu kesatuan system, baik itu berupa program,
kegiatan, peristiwa, atau sekelompok individu yang terikat oleh tempat
ataupun waktu. Penelitian ini diarahkan untuk menghimpun data, mengambil
makna,dan memperoleh pemahaman dari kasus tersebut. Suatu kasus tidak
dapat mewakili populasi dan tidak dimaksudkan untuk memperoleh
kesimpulan dari populasi.Keismpulan sudi kasus hanya berlaku bagi kasus
yang diteliti. Karena tiap kasus bersifat unik dan memiliki karakteristik yang
berbeda antara yang satu dengan yang lain. Studi kasus memiliki beberapa
kelemahan,antara lain[3]:
1) Sulit dibuat inferensi kepada populasi
2) Mudah dipengaruhi pandangan subjektif
Adapun keunggulan studi kasus ini ialah:
1) Dapat memberi hipotesis untuk penelitian lanjutan
2) Mendukung studi-studi besar dikemudian hari
3) Dapat digunakan sebagai contoh ilustrasi
e. Metode Teori Dasar
Metode Teori Dasar ialah merode yang digunakan dalam penelitian dasar
yang diarahkan pada penemuan atau penguatan suatu teori. Penelitian teori
dasar harus melalui beberapa langkah penelitian, antara lain:
1) Peneliti memiliki gambaran sifat-sifat realitas empiris
2) Permulaan penelitian dimulai dengan pernyataan dasar mengenai dunia
empiris yang dimasuki lapangan
3) Peneliti harus menetapkan data apa yang akan diambil
4) Peneliti harus melakukan ekplorasi
5) Peneliti harus mampu melakukan inspeksi
6) Peneliti harus mampu menganalisa dan melakukan rekonstrsuksi
penemuan untuk bangunan hipotesis barunya.

4
f. Metode Studi Kritis
Metode Studi kritis ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang
berkembang dari teori kritis, feminis, ras dan pascamodern yang bertolak dari
asumsi bahwa pengetahuan bebrsifat subjective. Peneliti kritis memandang
bahwa masyarakat terbentuk oleh orientasi kelas, status, ras ,suku bangsa,jenis
kelamin, dll. Peneliti feminis memusatkan perhatiannya pada masalah jender,
ras, sedangkan peneliti pascamodern memusatkan pada institusi social dan
kemasyarakatan. Dalam penelitian kritis, ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, antara lain:
1) Peneltian kritis tidak bersifat deskrit.
2) Penelitian kritis menggunakan pendekatan studi kasus

2. Pendekatan Kuantitatif
a. Metode Deskriptif
Metode deskriptif ialah suatu metode penelitian yang digunakan dalam
Penelitian deskriptif untuk menggambarkan fenomena yanga ada. Penelitian
deskriptif merupakan penelitian yang memberi uraian mengenai gejala social
yang diteliti dengan mendeskripsikan tentang nilai variable bedasarkan
indicator yang diteliti tanpa membuat hubungan dan perbandingan dengan
sejumlah variable yang lain. Tujuan metode deskriptif ini ialah:
1) Mengumpulkan informasi actual secara rinci yang melukiskan gejala.
2) Mengidentifikasi masalah dan memeriksa praktik yang berlaku.
3) Menetapkan keputusan apabila oranglain menghadapi situasi yang
sama
Syarat penelitian deskriptif:
1) Peneliti harus memiliki sifat represif. Ia harus mencari,bukan menguji.
2) Peneliti harus memiliki kekuatan integrative.
3) Peneliti tidak mengadakan manipulasi atau pengubahan variable

Contoh penelitian : Kecerdasan Emosi Siswa SMA 1 Kab. Pelalawan Riau

b. Metode Komparatif

5
Metode Komparatif ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang
diarahkan untuk mengetahui apakah antara dua variable ada perbedaan dalam
suatu aspek yang diteliti. Dalam penelitian ini tidak ada manipulasi dari
peneliti. Penelitian dilakukan secara alami, dengan mengumpulkan data
dengan suatu instrument. Hasilnya dianalisis secara statistic untuk mencari
perbedaan variable yang diteliti.
c. Metode Korelasional
Metode Korelasional ialah metode yang mencari hubungan atau korelasi
diantara variable-variabel yang dicari.. Korelasi antara dua variable atau lebih
dapat berupa, sebagai berikut :
1) Korelasi Positif, yaitu korelasi dimana jika salah satu variable
meningkat, maka variable lain cenderung meningkat pula, atau
sebaliknya bila salah satu variable turun, maka variable yang lain
cenderung turun.
2) Korelasi Negatif, yaitu korelasi dimana jika salah satu variable
meningkat, maka variable yang lain akan cenderung menurun, begitu
pula sebaliknya.
3) Tidak ada Korelasi, yaitu kedua variable tidak menunjukkan adanya
hubungn antara keduanya.
4) Korelasi sempurna, yaitu korelasi dimana kenaikan dan penurunan
variable yang satu berbanding seimbang dengan yang lain.
Tujuan metode korelasional ini ialah untuk meneliti sejauh mana variable
pada satu factor berkaitan dengan factor lainnya. Metode ini digunakan untuk:
1) Mengukur hubungan antar variable
2) Meramalkan variable tak bebas dari pengetahuan kita tentang variable
bebas
3) Meratakan jalan untuk membuat rancangan penelitian eksperimental
d. Metode Survey
Metode Survey ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang
dilakukan dalam pengamatan langsung terhadap suatu gejala dalam populasi
besar atau kecil. Proses penelitian survey merupakan suatu fenomena social
dalam bidang pendidikan yang menarik perhatian peneliti. Penelitian survey
menggambarkan proses transformasi komponen informasi ilmiah, yakni[4] :
e. Metode Ekpos Fakto
6
Metode Ekpos Fakto ialah metode yang digunakan dalama penelitian yang
meneliti hubungan sebab akibat yang tidak dimanipulasi oleh peneliti. Adanya
hubungan sebab akibat didasarkan atas kajian teoritis, bahwa suatu variable
tertentu mengakibatkan variable tertentu. Umpamanya : peningkatan
pengetahuan tentang gizi pada ibu hamil menyebabkan kesehatan bayi
meningkat. Penelitian ekpos fakto ini dapat dilakukan dengan baik bila dengan
menggunakan kelompok pembanding.
f. Metode Tindakan
Metode Tindakan ialah metode yang digunakan dalam penelitian yang
diarahkan pada pemecahan masalah atau perbaikan. Penelitian ini difokuskan
kepada perbaikan proses maupun peningkatan hasil kegiatan. Contohnya guru
mengadakan pemecahan masalah terhadap masalah-masalah yang ada dalam
kelas.
B. Jenis Penelitian Berdasarkan Jenis Data

1. Penelitian kualitatif
Adalah peneltian yang menggunakan data kualitatif (data yang berbentuk data,
kalimat, skema, dan gambar). Penelitian kualitatif ini lebih diarahkan kepada
deskriptif suatu objek yang akan diteliti tanpa melakukan uji tertentu dan biasanya
penelitian kualitatif ini juga tidak diharuskan menggunakan hipotesis.
Menurut Strauss dan Corbin (1997:11-13), yang dimaksud dengan penelitian
kualitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan penemuan-penemuan yang
tidak dapat dicapai (diperoleh) dengan menggunakan prosedur-prosedur statistik
atau cara-cara lain dari kuantifikasi(pengukuran). Penelitian kualitatif secara
umum dapat digunakan untuk penelitian tentangkehidupan masyarakat, sejarah,
tingkah laku, fungsionalisasi organisasi, aktivitas sosial, danlain-lain. Salah satu
alasan menggunakan pendekatan kualitatif adalah pengalaman para
penelitidimana metode ini dapat digunakan untuk menemukan dan memahami apa
yang tersembunyidibalik fenomena yang kadangkala merupakan sesuatu yang
sulit untuk dipahami secara memuaskan.
Bogdan dan Taylor (1992:21-22) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif
adalah salah satu prosedur penelitian yng menghasilkan data deskriptif berupa
ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati. Pendekatan kualitatif
diharapkan mampu menghasil kan uraian yangmendalam tentang ucapan, tulisan,

7
dan atau perilaku yang dapat diamati dari suatu individu,kelompok, masyarakat,
dan atau organisasi tertentu dalam suatu setting konteks tertentu yang dikaji dari
sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik.
2. Penelitian kuantitatif
Adalah penelitian yang menggunakan data kuantitatif (data yang berbentuk
angka atau data yang diangkakan.
Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap
bagian-bagain dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Tujuan Penelitian
Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis,
teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan denganfenomena alam.
Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk
menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan
hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep,
mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam
ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social. Pendekatan ini juga digunakan sebagai
cara untuk meneliti aspek dari pendidikan. Istilah penelitian kuantitatif sering
digunakan dalam ilmu-ilmu sosial untuk membedakannya dengan penelitian
kualitatif. Metode yang sering digunakan adalah experimental, deskripsi, survei,
dan menemukan korelasional.
Penelitian kuantitatif menyajikan proposal yang bersifat lengkap, rinci,
prosedur yang spesifik, literatur yang lengkap dan hipotesis yang dirumuskan
dengan jelas. Pada penelitian kualitatif, proposalnya lebih singkat dan tidak
banyak kajian literatur, pendekatan dijabarkan secara umum, dan biasanya tidak
menyajikan rumusan hipotesis.
3. Penelitian gabungan kualitatif dan kuantitatif
Adalah penelitian yang datanya terdiri clan data kualitatif dan data kuantitatif
sehingga analisis datanya pun menggunakan analisis data kualitatif dan analisis
data kuantitatif.

8
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

9
DAFTAR PUSTAKA

[1] Sukmadinata, Nana Syaudih.2006. Metode Penelitian.Bandung : Rosdakarya

[2] Hasan, Iqbal. 2002. Metodologi Penelitian dan Aplikasinya . Jakarta : Ghalia
Indonesia

[3] Nazir, Muhammad. 2003. Metode Penelitian , Jakarta : Ghalia Indonesia

[4] Iskandar. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial, Jakarta : GP

10