Anda di halaman 1dari 6

PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEGAL ETIS atau suatu kesulitan, dalam arti keputusan dan

KEPERAWATAN penerapannya diharapkan akan menjawab persoalan


atau menyelesaikan konflik. Pendapat Kepner dan
PENGAMBILAN KEPUTUSAN LEGAL ETIS George tentang pengambilan keputusan adalah A
Pengambilan keputusan legal etik adalah cara decision is always choice between various ways of
mengambil keputusan dari suatu permasalahan yang getting a particular thing done on end accomplished.
disesuaikan dengan keabsahan suatu tata cara Pengambilan keputusan adalah suatu rangkaian
pengambilan keputusan baik secara umum ataupun kegiatan memilih alternatif atau kemungkinan.
secara khusus. Pengambilan keputusa dalam keperawatan
TEORI DASAR PEMBUATAN KEPUTUSAN diaplikasikan dengan cara membangun model dari
beberapa disiplin ilmu antara lain ekonomi, filosofi,
1. Teori Teleologi politik, psikologi, sosiologi, budaya, kesehatan, dan
ilmu kperawatan itu sendiri.
2. Teori Deontologi

TELEOLOGI
Berpikir Kritis
Teleologi merupakan suatu doktrin yang
menjelaskan fenomena berdasarkan akibat yang Untuk dapat mengambil keputusan yang benar
dihasilkan. perawat harus dapat menerapkan pola berpikir kritis.
Marriner A-Tomey(1996) menyatakan bahwa berpikir
Teleologi dibedakan menjadi :
kritis merupakan elemen-elemen yang yang berasal
1. Rule Utilitarianisme dari dimensi dasar yang memberikan logika umum
untuk suatu alasan mengapa kegiatan tersubut
2. Act Utilitarianisme dilakukan. Elemen-elemen tersebut meliputi tujuan,
pusat masalah atau pertanyaan yang mengarah pada
DEONTOLOGI
isu yang berkembang, sudut pandang atau kerangka
Deontologi berprinsip pada aksi atau tindakan, referensi, dimensi empiris, dimensi konsep, asumsi,
perhatian difokuskan pada tindakan melakukan implikasi dan konsekuensi yang ada, serta kesimpulan.
tanggung jawab moral yang dapat menjadi penentu
Analisis Kritis
apakah suatu tidakan benar atau salah.
Analisis kritis merupakan instrumen yang digunakan
dalam berpikir kritis dengan mengembangkan
Pengambilan keputusan merupakan suatu tindakan beberapa pertanyaan tentang isu yang ada dan
yang melibatkan berbagai komponen yang harus validitasnya, karena pertanyaan-pertanyaan tersebut
dipertimbangkan secara matang oleh perawat , dapat membantu dalam menganalisis tahap-tahap
terutama yang terkait dengan permasalahan pada dalam pengambilan keputusan.
tatanan klinik. Hal ini sangat erat kaitannya dengan
Pertanyaan dalam analisis kritis
perkembangan praktik keperawatan yang semakin
kompleks, adanya tuntutan efisiensi layanan kesehatan 1. Apakah isu tersebut nyata?
ditengah situasi yang selalu berubah, serta
perkembangan budaya yang ada menyebabkan tugas 2. Asumsi apa yang paling utama?
pengambilan keputusan menjadi lebih berat. Dampak
3. Apakah ada bukti nyata yang valid dan dapat
dari pengambilan keputusan yang tepat akan dibayar
dipercaya?
dengan harga yang tinggi baik untuk individu yang
memutuskan maupun institusi individu tersebut a. Yang harus dicari
bekerja.
Akurasi data

Konsistensi
Dalam Sumijatun(2009), dikatakan bahwa pembuatan
keputusan selalu dihubungkan dengan suatu masalah Adanya hubungan/keterkaitan
Efek dari kasus Pengambilan keputusan etik merupakan salah satu
proses dari pengambilan keputusan, yang didalamnya
Masukkan dalam bingkai pertimbangan terdapat ilmu, kedudukan, dan etika. Proses ini
Identifikasi secara jelas tentang nilai dan mencakup ara pemecahan masalah, situasi dari
perasaan permasalahan dan/ dilema yang dapat dicapai. Jadi
proses pengambilan keputusan merupakan hal yang
b. Apa yang keluar/tampak sama dan di temukan di berbagai situasi yang
bermasalah, dengan demikian situasi sangat
Bias
bergantung dari norma yang diacu masyarakat seperti
Apa yang menimbulkan munculnya emosi etika, interaksi sosial, dan situasional kontekstual.

Tidak konsisten

Kontradiksi Prinsip Etik sebagai Panduan Pengambilan Keputusan

klise Dalam Sumijatun (2009) dikatakan bahwa praktik


keperawatan melibatkan interaksi yang kompleks
c. Apakah ada konflik dengan sistem yang dianut? antara nilai individu, sosial dan politik, serta
hubungannya dengan masyarakat tertentu. Sebagai
dampaknya perawat sering mengalami situasi yang
Berpikir Logis Dan Kreatif berlawanan dengan hati nuraninya. Meskipun
demikian, perawat tetap akan menjaga kewajibannya
Hernacki M. dan Bobbi D.P (2001) menyatakan sebagai pemberi pelayanan yang lebih bersifat
bahwa berpikir logis dan kreatif mempunyai kemanusiaan. Dalam membuat keputusan, perawat
keuntungan-keuntungan seperti memaksimalkan akan berpegang teguh pada pola pikir rasional serta
proses-proses pemecahan masalah secara kreatif, tanggung jawab moral dengan menetapkan prinsip etik
membiarkan otak kanan bekerja pada situasi-situasi dan hukum yang berlaku.
yang menantang, memahami peran paradigma pribadi
dalam proses-proses kreatif, mempelajari bagaimana
curah-gagasan(brain Storming) dapat memberikan
Model Pengambilan Keputusan Etik
pemecahan inovatif bagi berbagai masalah, dan
menemukan keberhasilan dalam berpikir tentang 1. Kozier, dkk(1997)
hasil(outcome thinking).
Mengidentifikasi fakta dan situasi spesifik

Menerapkan prinsip dan teori etika keperawatan


Pemecahan Masalah
Mengacu kepeda kode etik keperawatan
Marriner A-Tomey (1996), dalam Sumijatun (2009)
menyatakan bahwa mekanisme berpikir dari otak Melihat dan mempertimbangkan kesesuaiannya
manusia telah dikonsepkan dalam dua sisi, sisi kanan untuk klien
adalah intuitif dan konseptualyang digunakan untuk
Mengacu pada nilai yang dianut
mendorong kreativitas berpikir; sedangkan sisi kiri
adalah analisis dan rangkaian-rangkaian. Mempertimbangkan faktor lain seperti nilai,
kultur, harapan, komitmen, penggunaan waktu,
Hernacki M. dan Bobbi D.P (2001) menyatakan
kurangnya pengalaman, ketidaktahuan atau
bahwa pemecahan masalah dikenal adanya 7 istilah
kecemasan terhadap hukum, dan adanya loyalitas
yang sering digunakan, yakni berpikir vertikal, lateral,
terhadap publik.
kritis, analitis, strategis, berpikir tentang hasil, dan
juga berpikir kreatif. 2. Potter dan Perry (2005)

Menunjukkan maksud baik, mempunyai


anggapan bahwa semua orang mempunyai maksud
Kedudukan Etika Dalam Pengambilan Keputusan
yang baik untuk menjelaskan masalah yang ada.
Mengidentifikasi semua orang penting, Prinsip ini berkaitan dengan kewajiban perawat untuk
menganggap bahwa semua orang yang terlibat dalam tidak menimbulkan kerugian atau cedera pada
proses pengambilan keputusan merupakan orang kliennya.
penting dan perlu didengar pendapatnya.
5. Veracity (Kejujuran)
Mengumpulkan informasi yang relevan,
informasi yang relevan meliputi data tentang pilihan 6. Konfidensialitas(Kerahasiaan)
klien, sistem keluarga, diagnosis dan prognosis medis, 7. Fidelity (kesetiaan)
pertimbangan sosial, dan dukungan lingkungan.
8. Justice (Keadilan)
Mengidentifikasi prinsip etik yang dianggap
penting

Mengusulkan tindakan alternatif Tahap- Tahap Pengambilan Keputusan

Melakukan tindakan terpilih 1. Mengidentifikasi masalah.

2. Mengumpulkan data masalah.

Kode Etik Perawat Indonesia 3. Mengidentifikasi semua pilihan/ alternative

Keputusan Munas VI PPNI di Bandung, Nomor: 4. Memikirkan masalah etis secara


09/MUNAS-VI/PPNI/2000 tentang Kode Etik berkesinambungan.
Keperawatan Indonesia.
5. Membuat keputusan
Yaitu:
6. Melakukan tindakan dan mengkaji keputusan dan
Perawat dan Klien hasil evaluasi tindakan.

Perawat dan Praktik

Perawat dan Masyarakat Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan


Keputusan Etis Dalam Praktik Keperawatan
Perawat dan Teman Sejawat
1. Factor agama dan adat istiadat
Perawat dan Profesi
2. Factor sosial

3. Factor IPTEK
Prinsip-Prinsip Etik
4. Factor Legislasi dan eputusan yuridis
Menurut Code for Nurses with Interpretive Statement
(ANA, 1985), dalam Potter dan Perry(1997) dan juga 5. Factor dana atau keuangan
PPNI (2003) dalam Sumijatun (2009), prinsip-prinsip
6. Factor pekerjaan atau posisi klien atau perawat
etik meliputi hal-hal sebagai berikut.
7. Factor kode etik keperawatan
1. Respek
Daftar Pustaka
Perilaku perawat yang menghormati klien dan
keluarganya. Sumijatun. 2011. Membudayakan Etika dalam Praktik
Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.
2. Otonomi
http://chayyoyoulii.blogspot.com/2010/10/pengambil
Otonomi berkaitan dengan hak seseorang untuk
an-keputusan-secara-legal-etik.html diunduh pada
mengatur dan membuat keputusan sendiri, meskipun
tanggal 09 Januari 2013 pukul 13.55
demikian masih terdapat berbagai keterbatasan.

3. Beneficence (Kemurahan Hati)

4. Non-malaficence
B. Pengambilan Keputusan Legal Etis Berdasarkan situasi yang mendorong dihasilkannya
Membuat keputusan bukanlah hal yang mudah, tetapi suatu keputusan , keputusan manajemen dibagi
merupakan suatu tantangan bagi seorang manajer. menjadi dua macam:
Dalam era global dan serba cepat ini, langkah untuk
mengambil keputusan harus cepat dan tepat pula. 1. Keputusan terprogram, yaitu keputusan yang
diperlukan dalam situasi menghadapi
masalah. Masalah yang biasa dan yang
Definisi pengambilan keputusan terstruktur memunculkan kebijakan dan
keseimbangan dan peraturan untuk
1. Suatu tindakan pemilihan, dimana pimpinan
membimbing pemecahan peristiwa yang
menetukan suatu kesimpulan tentang apa yang harus
sama. Misalnya keputusan tentang cuti
dilakukan/ tidak dilakukan dalam suatu situasi
hamil.
tertentu.
2. Keputusan yang tidak terprogram, yaitu
2. Merupakan pendekatan yang sistematis keputusan kreatif yang tidak terstruktur dan
terhadap suatu masalah yang dihadapi. bersifat baru, yang dibuat untuk menangani
3. Penyelesaian masalah,yaitu menghilangkan situasi tertentu. Misalnya keputusan yang
adanya ketidakseimbangan antara yang seharusnya berkaitan dengan pasien.
dengan yang terjadi.
Berdasarkan proses pembuatan keputusan, keputusan
Pengambilan keputusan adalah tugas terpenting dari manajemen juga dapat dibedakan menjadi dua model:
semua tugas yang membentuk fungsi kepemimpinan
manajerial. Sebelum mengambil suatu keputusan,
diperlukan informasi-informasi pendukung, misalnya 1. Keputusan model normatif atau model ideal
informasi mengenai: memerlukan proses sistematis dalam
pemilihan satu alternative dan beberapa
alternatif; perlu waktu yang cukup untuk
laporan anggaran mengenal dan menyukai pilihan yang ada.
laporan sensus pasien 2. Keputusan model deskriptif (pendekatan,
catatan medis lebih pragmatis) berdasarkan pada
catatan personil pegawai pengamatan dalam membuat keputusan yang
laporan jumlah waktu sakit pegawai, dan memuaskan ataupun yang terbaik.
waktu libur
Aspek kelompok dalam pengambilan keputusan
pengambilan keputusan adalah proses kognitif yang
Ada perbedaan antara keputusan bersama kelompok
tidak tergesa-gesa. Suatu rangkaian tahapan yang
dan keputusan kelompok. Dalam pengambilan
dianalisis, diperlukan, dan dipadukan, hingga
keputusan bersama kelompok, kelompok sepenuhnya
dihasilkanlah ketepatan serta ketelitian dalam
berpartisipasi dalam mengambil keputusan, kecuali
menyelesaikan masalah.
dalam menetapkan keputusan akhir. Sedangkan
Berdasarkan kebutuhan, jenis keputusan yang dalam pengambilan keputusan kelompok, kelompok
dipakai adalah: sepenuhnya ikut menentukan dalam pengambilan
keputusan akhir.
1. Keputusan strategis, keputusan yang dibuat Tipe Pengambilan Keputusan
oleh eksekutif tertinggi.
2. Keputusan administratif, yaitu keputusan
1. Pengambilan keputusan yang kurang
yang dibuat manajer tingkat menengah
tanggapan (metode yang kurang
dalam menyelesaikan masalah yang tidak
diperhatikan)
biasa dan mengembangkan teknik inovatif
2. Pengambilan keputusan dengan cara
untuk perbaikan jalannya kelembagaan.
otomatis
3. Keputusan operasional, yaitu keputusan
3. Pengambilan keputusan minoritas (yang
rutin yang mengatur peristiwa harian yang
lebih pandai yang unggul)
dibuat sesuai dengan aturan kelembagaan,
4. Pengambilan keputusan mayoritas (melalui
dan peraturan-peraturan lainnya.
pemungutan suara)
5. Pengambilan keputusan dengan consensus
6. Pengambilan keputusan dengan suara bulat
C. Metode Pemecahan Masalah Proses pemacahan masalah menurut John Dewey,
Profesor di Colombia University pada tahun 1970,
Masalah adalah perbedaan antara keadaan nyata mengidentifikasi seri penilaian pemecahan masalah:
sekarang dengan keadaan yang dikehendaki. Dalam
manajemen diperlukan proses pemecahan masalah 1. Mengenali kontroversi (masalah)
secara sistematis. Hal ini perlu untuk mengatasi 2. Menimbang klaim alternatif.
kesulitan pada waktu membuat keputusan, misalnya 3. Membentuk penilaian (solusi).
menghadapi situasi yang tidak diduga (pada
keputusan yang tidak terprogram atau tidak rutin). Secara umum, pemecahan masalah dalam
manajemen menggunakan tahap pemecahan masalah
sebagai berikut:
Elemen-elemen dari proses pemecahan masalah:
1. Menyelidiki Situasi
Masalah
Desired state (keadaan yang diharapkan)
Suatu penyelidikan yang diteliti perlu dilakukan
Current state (keadaan saat ini) berdasarkan tiga aspek, yaitu aspek penentuan
Pemecah masalah/manajer masalah, pengenalan tujuan dan penentuan diagnosis.
Adanya solusi alternatif dalam memecahkan
masalah 2. Mengembangkan Alternative
Solusi. Sebelum mengambil keputusan, pemecahan masalah
memerlukan penemuan berbagai alternative yang
Hal lain yang harus diketahui dalam pemecahan kreatif dan imajinatif.
masalah adalah, harus mengetahui perbedaan antara 3. Mengevaluasi berbagai alternative dan menetapkan
masalah dengan gejala. Pertama, gejala dihasilkan pilihan yang terbaik
oleh masalah. Kedua, masalah menyebabkan gejala.
Ketiga, ketika masalah dikoreksi maka gejala akan Setelah mengembangkan seperangkat alternative,
berhenti, bukan sebaliknya. manajer harus mengevaluasinya untuk melihat
keefektifan setiap alternative melalui dua kriteria,
yaitu seberapa realistis alternative itu dipandang dari
Masalah mempunyai beberapa struktur sumber daya organisasi yang dimiliki dan seberapa
baik alternative itu akan membantu memecahkan
1. Masalah Terstruktur. Adalah masalah yang masalah.
terdiri dari elemen-elemen dan hubungan 4. Melaksanakan keputusan dan Menetapkan tindak
antar elemen yang semuanya dipengaruhi lanjut
oleh pemecah masalah. Pemecah masalah
Dalam memecahkan masalah yang menyangkut
tersebut adalah komputer. Karena komputer
masalah teknis, ada beberapa langkah yang dapat
dapat memecahkan masalah tanpa perlu
ditempuh :
melibatkan manajer.
2. Masalah Tidak Terstruktur. Adalah masalah
yang berisi elemen-elemen atau hubungan 1. Menggunakan inferensi, yaitu menarik
antar elemen yang tidak dipahami oleh simpulan dari beberapa bukti untuk mencari
pemecah masalah. Pemecahan masalah arti atau penafsiran, yang merupakan suatu
dilakukan oleh manajer. Karena manajer cara untuk menghasilkan data dan informasi
harus melakukan sebagian besar tugas baru dari data yang ada.
memecahkan masalah. 2. Menentukan hambatan, yaitu menentukan
3. Masalah Semi Terstruktur. Adalah masalah hambatan yang sesungguhnya dari
yang berisi sebagian elemen atau hubungan perwujudan sasaran.
yang dimengerti oleh pemecah masalah. 3. Membuat subsasaran, dengan mencoba
Pemecahan masalah dilakukan oleh manajer membagi masalah menjadi beberapa bagian
dan komputer, yang harus bisa bekerja sama masalah yang lebih sederhana agar dapat
memecahkan masalah. dipecahkan secara sendiri-sendiri.
4. Mencari kunci melalui proses yan logis,
seperti menarik simpulan dari bukti,
pengertian dan penghayatan.
5. Mengatur data untuk mengatur data dan strategi atau aksi yang diyakini manajer akan
keterkaitannya. memberikan solusi terbaik atas masalah tersebut. Jadi
6. Memulai dari sasaran dan menggunakan kunci pemecahan masalah adalah mengidentifikasi
konsep sebab akibat dari sasaran kepada berbagai alternatif dari keputusan.
data yang ada.
B. Saran
Sebagai perawat harus memahami suatu penyakit dari
sudut medik maupun keperawatan adalah hal yang
Dalam pemecahan masalah yang menyangkut mutlak sebelum berhadapan dengan berbagai macam
manusia, seringkali terdapat sisi yang terlupakan, kasus. Oleh sebab itu baik sekali bila perawat
yaitu perasaan. Perasaan dapat menimbulkan menumbuhkan minat baca untuk menambah
hambatan mental yang menyebabkan proses wawasan. Perawat juga harus mampu menemukan
pemecahan masalah terganggu. Hambatan mental masalah-masalah yang sungguh-sungguh terjadi pada
merupakan perasaan frustasi yang dapat klien untuk menegakkan suatu diagnosa keperawatan
menghentikan kemampuan berfikir untuk yang memerlukan penanganan segera.
memecahkan masalah, antara lain:
1. Aku (ego), yaitu yang menyangkut harga diri DAFTAR PUSTAKA
seseorang.
2. Kecemasan Admosudirjo, P., 1970. Beberapa Pandangan Umum
3. Semantik, yaitu mempunyai makna ganda. Tentang Pengambilan Keputusan. Seri Pustaka Ilmu
4. Ritual, yaitu peraturan, kebiasaan, atau prosedur Administrasi, Jakarta.
yang harus dilalui. Departemen Kesehatan RI, 1994. Pedoman
Penerapan Proses Keperawatan di Rumah Sakit.
Untuk menanggulangi hambatan mental dapat Depkes, Jakarta.
dilakukan dengan cara-cara: Gilles Dee Ann, 1996. Manajemen Keperawatan.
FKUI, Jakarta.
1. Curah pendapat Lembaga Administrasi Negara, Modul PKT: Perilaku
2. Menggunakan suatu analogi Komunikasi Manajerial. LAN, Jakarta.
3. Menggunakan imajinasi untuk membentuk
kreasi baru Mantra, 1986. Dasar-dasar Komunikasi. Pusat
4. Persepsi Penyuluhan Kesehatan Departememen Kesehatan
5. Dengan komunikasi secara berkelompok. Masyarakat, Jakarta.
Ali. Dasar-Dasar Keperawatan Profesional. Jakarta,
Widya Medika, 2004.
BAB III Rr-Pujiastuti, SE. Model DELIKAN Meningkatkan
Penutup Kemampuan Prinsip Etika Sebagai Dasar
A. Kesimpulan Pengambilan Keputusan Klinik Pada Perawat
Keperawatan dan Kebidanan Poltekes Semarang.
Dalam suatu pendekatan sistem ada beberapa hal
Semarang, Poltekes, 2005.
yang berhubungan. Salah satunya adalah pemecahan
masalah. Sebelum membahas pemecahan masalah, Baharudin. Etika Individual (Pola Dasar Filsafat
kita harus mengetahui apa itu masalah. Masalah Moral). Cetakan I, Jakarta, Rineka Cipta, 2000.
adalah suatu kondisi yang memiliki potensi untuk Ismani. Etika Keperawatan. Jakarta, Widya Medika,
menimbulkan kerugian atau menghasilkan 2001.
keuntungan yang luar biasa. Jadi sebuah masalah Kusnanto. Pengantar Profesi & Praktik Keperawatan
tidak harus berkaitan dengan sesuatu yang Profesional. Jakarta,
merugikan. Kemudian pengertian pemecahan EGC, 2004.
masalah adalah tindakan memberi respon terhadap
masalah untuk menekan akibat buruknya atau Priharjo. Pengantar Etika Keperawatan. Yogyakarat,
memanfaatkan peluang. Kanisius, 1995.
Dalam memecahkan suatu masalah harus ada yang Potter, PA. Buku Ajar Fundamental : Konsep, Proses
namanya pengambilan keputusan. Keputusan adalah dan Praktik. Alih Bahasa, Yasmin Asih, Edisi 4,
pemilihan strategi atau tindakan. Maka pengertian Jakarta, EGC, 2005
pengambilan keputusan adalah tindakan memilih