Anda di halaman 1dari 8

KERANGKA ACUAN KERJA

PENGADAAN APLIKASI PENDATAAN ASET

I. LATAR BELAKANG

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan


Daerah yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 dan
Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah, Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003
tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang
Perbendaharaan Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang
Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah. Khususnya dibidang pengelolaan barang
milik daerah sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri
Nomor 152 Tahun 2004 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah Terpadu, perlu
disempurnakan. Barang milik daerah sebagai salah satu unsur penting dalam rangka
penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat harus dikelola dengan
baik dan benar, yang pada gilirannya dapat mewujudkan pengelolaan barang milik
daerah dengan memperhatikan azas-azas sebagai berikut:
a. Azas fungsional, yaitu pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
dibidang pengelolaan barang milik daerah yang dilaksanakan oleh kuasa
pengguna barang, pengguna barang, pengelola barang dan Kepala Daerah
sesuai fungsi, wewenang dan tanggungjawab masing-masing;
b. Azas kepastian hukum, yaitu pengelolaan barang milik daerah harus
dilaksanakan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan;
c. Azas transparansi, yaitu penyelenggaraan pengelolaan barang milik daerah ha-
rus transparan terhadap hak masyarakat dalam memperoleh informasi yang be-
nar;
d. Azas efisiensi, yaitu pengelolaan barang milik daerah diarahkan agar barang milik
daerah digunakan sesuai batasan-batasan standar kebutuhan yang diperlukan
dalam rangka menunjang penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi pemerinta-
han secara optimal;
e. Azas akuntabilitas, yaitu setiap kegiatan pengelolaan barang milik daerah harus
dapat dipertanggungjawabkan kepada rakyat;
f. Azas kepastian nilai, yaitu pengelolaan barang milik daerah harus didukung oleh
adanya ketepatan jumlah dan nilai barang dalam rangka optimalisasi peman-
faatan dan pemindahtanganan barang milik daerah serta penyusunan neraca
Pemerintah Daerah.

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 1
Pemerintah Kota Bontang sudah memulai melakukan pendataan dan menginventari-
sasi barang daerah tetap berupa Tanah, Bangunan, Peralatan dan mesin, Jalan,
Jembatan, Bangunan Air & Irigasi, serta aktiva-aktiva lainnya. Dalam hal pendataan
dan inventarisasi bartang milik daerah perlu dibangun sebuah sistem yang mampu
mendata dan menyimpan database aset daerah dalam sistem pengelolaan inventa-
risasi aset daerah secara elektronik berbasis teknologi informasi.

II. LANDASAN KERJA

Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset dalam pelaksanaan kerjanya berdasarkan ke-


pada :
a) Undang-Undang Nomor Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah se-
bagai mana telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 12 TAhun 2008.
b) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah.
c) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
d) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Ne-
gara/Daerah.
e) Peraturan Pemerintah Nomor 38 TAhun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Nega-
ra/Daerah.
f) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah.
g) Peraturan Daerah Kota Bontang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Ba-
rang Milik Daerah.

III. TUJUAN DAN SASARAN

1. Tujuan
a. Membangun Aplikasi Pendataan Aset yang berguna untuk melakukan
pengawasan dan pengendalian aset/barang daerah.
b. Menyediakan sarana untuk mendukung kegiatan pendataan, inventarisasi dan
penatausahaan barang daerah milik Pemerintah Kota Bontang.
c. Menyediakan sistem informasi yang dapat membantu meningkatkan optimalisasi
pemanfaatan barang milik daerah.
d. Menyediakan kemudahan, kecepatan dan keakuratan pengambilan keputusan
yang berkaitan dengan data kekayaan dan aset.

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 2
2. Sasaran
Adapun sasaran Sistem Informasi Pendataan dan Inventarisasi Aset Daerah adalah:
a. Tersedianya perangkat dan aplikasi sistem informasi yang berguna untuk
melakukan pendataan dan inventarisasi aset/barang daerah
b. Terlaksananya tata kelola aset/barang daerah yang baik.
c. Tersedianya SDM yang dapat melakukan operasionalisasi dan pemeliharaan
sistem informasi yang dibangun.

IV. KELUARAN

Keluaran dari pekerjaan Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset ini meliputi;


1) Program aplikasi Pendataan Aset, yang terinstall ke dalam sebuah Komputer
Server.

2) Instalasi Program/Hosting ke portal http://aset.bontangkota.go.id

3) CD berisi Source Code Program Aplikasi Pendataan Aset.

4) Buku Panduan (Manual Book) Program Aplikasi Pendataan Aset dan dalam
bentuk CD (Soft Copy).

5) Buku Laporan.

V. RUANG LINGKUP

a. Ruang Lingkup Objek

Ruang Lingkup Obyek dari Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset meliputi 6 (enam)
golongan barang yang terbagi dalam 19 bidang barang yang termasuk ke
dalam objek pekerjaan yaitu barang daerah milik/dikuasai oleh Pemerintah Kota
Bontang baik bergerak maupun tidak bergerak dan mempunyai nilai ekonomi
(Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2003 tentang Pedoman
Penilaian Barang Daerah) baik yang berasal dari pembelian dengan dana yang
bersumber seluruh atau sebagian dari APBD dan atau berasal dari pengelolaan
lainnya yang sah.

Untuk melakukan kegiatan pendataan aset daerah, maka barang daerah


dikelompokkan menjadi beberapa kelompok, yaitu :
Golongan I Tanah (KIB A)
Golongan II Peralatan dan mesin (KIB B)
Golongan III Gedung dan Bangunan (KIB C)
Golongan IV Jalan, Irigasi dan Jaringan (KIB D)

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 3
Golongan V Aset tetap lainnya (KIB E)
Golongan VI Konstruksi dalam Pengerjaan (KIB F)

b. Ruang Lingkup Materi

Ruang lingkup pekerjaan secara keseluruhan adalah :


1) Membangun software Aplikasi Pendataan Aset

2) Membangun modul inventarisasi data Barang Daerah milik Kota Bontang.


a) Bidang Tanah
Mencakup sekurang-kurangnya data tentang :
(a) Jenis/Nama Barang,
(b) Luas,
(c) Letak/Alamat,
(d) Status Tanah,
(e) Penggunaan,
(f) Asal-Usul,
(g) Harga

b) Bidang Jalan dan Jembatan, Bidang Bangunan Air, Bidang Instalasi,


Bidang Jaringan, Bidang Bangunan Gedung, dan Bidang Monumen
Mencakup sekurang-kurangnya data tentang :
(a) Jenis/Nama Barang,
(b) Dimensi/ukuran,
(c) Letak/Alamat,
(d) Kondisi fisik dan material bangunan,
(e) Tahun pembangunan,
(f) Biaya Pembangunan

c) Bidang Alat-alat Besar dan Bidang Alat-alat Angkutan


Mencakup sekurang-kurangnya data tentang :

(a) Jenis/nama barang,


(b) Merk),
(c) Type,
(d) CC,
(e) Warna,
(f) Nomor Rangka dan Nomor Mesin,
(g) Tahun Pembuatan dan Pembelian,
(h) Nomor Polisi,
(i) Nomor dan tanggal BPKB,
(j) Asal Usul,
Kerangka Acuan Kerja :
Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 4
(k) Kondisi,
(l) harga

d) Bidang Bidang Alat Kedokteran, Bidang Alat Laboratorium, serta Bidang


Alat Kemanan
Mencakup sekurang-kurangnya data tentang :
(a) Nama/jenis Barang,
(b) Merk,
(c) Type,
(d) Bahan,
(e) Tahun pembelian,
(f) Nomor Pabrik,
(g) Ukuran,
(h) Asal-usul cara perolehan,
(i) Kondisi,
(j) Harga

3) Membangun basis data aset (pendataan dan inventarisasi) Pemerintah Kota


Bontang yang nantinya akan terintegrasi dengan aplikasi SIPBD Terpadu yang
meliputi tahapan dalam siklus manajemen aset/barang daerah sebagaimana
Permendagri No. 17 Tahun 2007, yang dapat diakses melalui internet
(http://aset.bontangkota.go.id)

4) Membangun sistem kodefikasi barang yang outputnya berupa stiker penomo-


ran barang

5) Melakukan pengadaan hardware dan software pendukung.

6) Melakukan alih teknologi dan pengetahuan melalui program pelatihan dan


pendampingan.

7) Membuat dan menyampaikan laporan pekerjaan dalam bentuk softcopy


maupun hardcopy (cetak)

VI. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Waktu yang dibutuhkan dalam melaksanakan Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset


adalah 3 (tiga) bulan atau 90 (Sembilan puluh) hari kalender.

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 5
VII. PENDANAAN

Kegiatan Pengadaan Apl ikasi Pendataan Aset ini didanai dari APBD Kota Bontang Ta-
hun Anggaran 2010 pada DPA Dinas Pendapatan, Pengel olaan Keuangan dan Aset
Kota Bontang

VIII. SUSUNAN PERSONIL (Tenaga Ahli)

Konsul tan berkewajiban m embentuk tim untuk m enyusun Pengadaan Apl ikasi Aset
yang secara fungsional dapat berhubungan langsung dengan pem beri tugas dalam
penyelesai pekerjaan. Adapun tim yang dibentuk konsul tan adal ah merupakan ga-
bungan dari beberapa keahl ian yang meliputi beberapa bidang m inim al pada ting-
kat keahl ian:

1. Tenaga Ahli Kepala / Penanggung Jawab Min.S1(Ekonomi) 8 Tahun


2. Ahli Bisnis Proses Managemen Barang Daerah Min. S1(Eko/Manaj) 5 Tahun
3. Ahli System Analyst Min.S1(Manaj Inform) 5 Tahun
4. Ahli Kodefikasi Barang Daerah Min.S1(Ekonomi) 5 Tahun
5. Ahli Database Min.S1(Manaj Inform) 5 Tahun
6. Ahli Network Administrator Min.D3(T.Informatika) 2 Tahun
7. Ahli Web Designer Min.D3(T.Informatika) 2 Tahun
8. Ahli Dokumentasi Teknis Min.D3(Komputer) 2 Tahun
9. Ahli Senior Programmer Min.S1(Komputer) 5 Tahun

Dibantu dengan tenaga pendukung.

IX. PELAPORAN

Konsultan menyerahkan laporan pelaksanaan yang memuat hal-hal sebagai berikut:


a. Laporan Pendahuluan, diserahkan selambat-lambatnya 30 (tiga puluh) hari
kalender sejak tanggal SPMK sebanyak 7 (tujuh) set buku laporan.
Laporan pendahuluan sekurang-kurangnya memuat beberapa unsur pokok
dimana dari materi laporan ini dapat memberikan pemahaman kepada
pemberi pekerjaan apa yang akan dilakukan konsultan sehubungan dengan
pelaksanaan penyelesaian pekerjaan ini. Dari laporan pendahuluan akan
terlihat metode pengumpulan data, jadwal pelaksanaan, jadwal penugasan
tenaga ahli, metode pelaksanaan serta bentuk-bentuk teknik penyajian yang
akan digunakan sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 6
b. Laporan Antara sekurang-kurangnya memuat beberapa progres pelaksanaan
dan hasil survey lapangan.
Laporan diserahkan selambat-lambatnya: 60 (enam puluh) hari kalender sejak
SPMK diterbitkan sebanyak 7 (tujuh) set buku laporan.
c. Draft Laporan Akhir yang dipresentasikan untuk disempurnakan, diserahkan
selambat-lambatnya 75 (tujuh puluh lima puluh) hari kalender sejak tanggal
SPMK sebanyak 10 (sepuluh) set buku laporan.
Laporan draft akhir sekurang-kurangnya memuat hasil sistem pendataan aset,
kerangka dasar buku, sistem dan prosedur serta program database yang
seluruhnya akan disempurnakan setelah memperoleh
masukan/tanggapan/koreksi dari tim teknis dari Dinas Pendapatan, Pengelo-
laan Keuangan dan Aset Kota Bontang.
d. Laporan Akhir diserahkan selambat-lambatnya 90 (Sembilan puluh) hari
kalender sejak tanggal SPMK, yang terdiri dari :

Aplikasi Pendataan Aset telah terinstall pada 1 unit Komputer Server.

Hardcopy dan softcopy dari laporan pembuatan sistem aplikasi dilengkapi


buku petunjuk penggunaan sistem aplikasi

CD Souce Code Program Aplikasi Pendataan Aset.

Buku Manual Aplikasi Pendataan Aset dan CD (softcopy).

X. KEGIATAN DISKUSI

Kegiatan diskusi dilakukan untuk membahas draft setiap laporan, baik laporan
pendahuluan, interm dan laporan akhir. Sebelum dan sesudah dilakukan diskusi,
konsultan harus melakukan asistensi hasil pekerjaan dengan pihak pelaksana
kegiatan yang membahas antara lain perbaikan dan penyempurnaan hasil
pekerjaan tersebut.
a. Diskusi dengan Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset
dilaksanakan untuk menyepakati rencana kerja dan program yang telah
disusun oleh konsultan .
b. Diskusi Laporan Antara terkait dalam rangka konfirmasi hasil pengelolaan
data dan tujuan arah pengembangan sistem.
c. Diskusi Laporan Akhir sebagai upaya untuk mencapai kesepakatan dari
proses maupun output sistem aplikasi pendataan aset, berupa uji coba
sistem.

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 7
X. PENUTUP

Kerangka Acuan Kerja ini merupakan petunjuk dan pedoman bagi konsultan
dalam melaksanakan pekerjaan Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset. Apabila
ada beberapa petunjuk atau tahapan pekerjaan yang sudah ditentukan tidak
sesuai dengan kondisi di lapangan yang ada, konsultan dapat mengusulkan
perubahan dan argumentasi teknis yang dapat dipertanggungjawabkan dan
tanpa mengurangi kualitas pekerjaan.
Konsultan harus selalu berkoordinasi dengan Tim Teknis yang telah dibentuk oleh
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Bontang dalam
pelaksanaan pekerjaan dan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi harus
mendapat persetujuan dari pihak yang memberikan tugas.
Demikian Kerangka Acuan Kerja ini dibuat dengan harapan dapat menjadi
pedoman dalam pelaksanaan Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset dan bila ada
kekeliruan akan diadakan revisi kemudian.

Bontang, 19 Mei 2010

Pengguna Anggaran
Kepala Dinas Pendapatan,
Pengelolaan Keuangan dan Aset
Ttd.

H. Nurdin Hamzah Rani, SE,SH,MM Ketua Panitia Pelelangan


Nip. 19590607 198103 1 017 Pengadaan Barang/Jasa

Kerangka Acuan Kerja :


Pengadaan Aplikasi Pendataan Aset 8

Anda mungkin juga menyukai