Anda di halaman 1dari 4

Nama : ARIF AL HABIB

NIM : 141201141
Kelas : BDH 7

JENIS-JENIS GANODERMA DAN


MIKROSKOPISNYA
Pengertian Ganoderma
Jamur juga merupakan salah satu penyebab penyakit pada tanaman hingga
akhirnya mati. Jamur di dunia ini terdiri dari berjuta-juta jenis, ada yang beracun
ada yang tidak. Ada yang tinggal di hutan maupun di perkarangan rumah kita.
Jumlah spesies jamur yang sudah diketahui hingga kini adalah kurang lebih
69.000 spesies jamur yang sudah teridentifikasi. Sejumlah 200.000 spesies dari
1,5 juta spesies jamurtersebut terdapat di Indonesia. Namun, hingga saat ini belum
ada data pasti mengenai jumlah spesies jamur tersebut, yang telah berhasil
diidentifikasi, dimanfaatkan, ataupun yang telah punah akibat ulah manusia Selain
itu, masih banyak spesies jamur makroskopis yang belum diketahui manfaatnya
hingga saat ini pemanfaatan langsung sebagai sumber makanan ataupun bahan
obat belum maksimal dilakukan (Gandjar, et al., 2006).
Ganoderma, merupakan salah satu jenis makrofungi yang telah digunakan
sejak abad keempat masehi sebagai salah satu komponen obat dalam obat-obatan
tradisional Cina. Pemanfaatannya sebagai obat alternatif berbagai penyakit terus
dikembangkan (Herliyana, 2012). Jamur Ganoderma sp. memiliki sifat saprofit
dan parasit tumbuhan. Ini menjadi sangat menarik karena perannya yang
bertentangan. Sebagai saporfit, jamur ini telah digunakan cukup lama untuk obat-
obatan. Sebagai parasit tumbuhan jamur ini bisa menyebabkan penyakit busuk
akar dan batang pada tumbuhan tahunan tropika perkebunan maupun kehutanan,
sehingga sangat merugikan (Nadiah, 2013).
Jenis-Jenis Ganoderema
1. Ganoderma lucidum
Nama : ARIF AL HABIB
NIM : 141201141
Kelas : BDH 7
Tubuh buah Ganoderma lucidium secara keseluruhan berwarna cokelat,
tekstur tebal, kering dan keras dengan ukuran yang besar. Bentuk jamur ini seperti
kipas dengan diameter antara 5-8 sentimeter. Jamur ini memiliki batang yang
kokoh untuk hidup di batang kayu yang keras dan lembab. Tudung berwarna
cokelat, diameter 9,76 cm, bentuk tidak beraturan, tebal dan keras, permukaan
bawah terdiri dari lubang poripori berwarna putih yang sangat kecil. Stipe tidak
bisa dibedakan dengan jelas dengan tudung, biasanya lateral dan tebal. Hidup
pada batang kayu baik yang sudah mati ataupun yang masih hidup.
2. Ganoderma Boninense
G. boninense merupakan jamur patogen yang dapat menyebabkan
penyakit busuk pangkal batang dan merupakan penyakit penting pada tanaman
kelapa sawit di Indonesia (Semangun, 2006). Secara sistematika G.
boninense tergolong ke dalam kingdom: Fungi atau Mycota, fylum:
Basidiomycota, kelas: Basidiomycetes, ordo: Polyporales, famili: Polyporaceae,
divisi: Eymycophyta, genus: Ganoderma dan spesies: boninense
(Yanti dan Susanto, 2004).
Secara mikroskopis basidiospora G. boninense adalah uniselular, haploid,
berbentuk ellipsoid, bujur atau truncate. Jing (2007) melaporkan bahwa massa
spora G. boninense berwarna pirang kekuningan. Panjang basidiospora adalah
7,1-13,8 m dan lebar 4,8-8,3 m.
3. Ganoderma applanatum

Spesies ini ditemukan tumbuh di kayu mati atau pohon hidup. Tumbuh
soliter atau dalam grup kecil secara lateral disubstrat. Tubuh buah berukuran besar
dengan bentuk buah seperti kipas atau setengah lingkaran dengan tepi yang
beraturan. Tubuh buah keras tanpa stipe. Permukaan atas tubuh buah berwarna
coklat kemerahan Hymenopora berpori halus warna putih. Ukuran : diameter
82,475 - 119,225 mm, tinggi 123,4 mm dan tebal 25 - 26,35 mm.Bentuk spora
secara mikroskopis bulat lonjong warna hitam kemerahan, halus. Ukuran 7,75-
Nama : ARIF AL HABIB
NIM : 141201141
Kelas : BDH 7
8,15 x 8,42-10,46 m. Jamur ini hidup di pohon dan dapat menyebabkan
kerusakan dan kematian pada beberapa jenis pohon yang ditumbuhinya. Tetapi
jamur ini juga bermanfaat, yaitu sebagai media untuk lukisan. Bila permukaannya
digosok, maka akan terjadi perubahan dari terang ke gelap dan terlihat garis
bayangan.
4. Ganoderma adspersum

Tubuh buah berbentuk setengah lingkaran atau seperti ginjal, tebal dan
keras dengan diameter 31 x 56 mm dan tebal 18 mm. Makrofungi tumbuh soliter
dan saprofit dengan menempel pada pohon yang telah mati. Permukaan pileus
berwarna abudan coklat, kasar karena terdapat bagian yang tidak rata dan terdapat
bercak (cracked), sering ditutupi oleh serbuk spora berwarna coklat. Bagian
bawah pileus berwarna abu, abu kehitaman dan coklat di bagian tepi, memiliki
pori yang berukuran sangat kecil, terdapat beberapa lubang yang diakibatkan oleh
serangga. Makrofungi ini tidak memiliki stipe.
5. Ganoderma sp1
\

Spesies ini ditemukan tumbuh menempel di batu. Substrat awalnya adalah


di kayu. Tubuh buah tebal dan keras. Tumbuh secara lateral disubstrat. Permukaan
atas tubuh buah berwarna hitam dengan margin putih bergelombang. Penampakan
permukaan atas tubuh mengkilat dan licin. Hymenopora berpori sangat kecil halus
warna putih. Ukuran : diameter 94,35 mm, tinggi 55 mm, diameter stipe 36 mm,
panjang stipe 14,2 mm dan tebal tubuh buah 14,175 mm.
6. Ganoderma sp2
Nama : ARIF AL HABIB
NIM : 141201141
Kelas : BDH 7

Tubuh buah: berdiameter 4,7 x 6,4 cm dan tebal 1,6 cm, berbentuk
setengah lingkaran atau mengipas, sangat keras, permukaan atas halus atau licin,
berwarna coklat tanah-coklat kehitaman dibagian ujung, permukaan bawah
berwarna putih tulang saat masih segar (Gambar 6b), berwarna coklat setelah
diawetkan/dikeringkan, dan berpori-pori kecil halus berbentuk bulat, bagian tepi
halus. Tangkai : bertangkai pendek sepanjang 1cm. Habitat : tumbuh soliter pada
permukaan tanah yang dibawahnya terdapat perakaran pohon mati.
7. Ganoderma sp3

Ganoderma sp3 memiliki tubuh buah (fruiting body) berbentuk bracket


dengan tekstur yang keras. Permukaan atas tubuh buah makrofungi ini halus,
berwarna kombinasi cokelat tua dan hitam serta terdapat pola garis-garis
horizontal. Permukaan bawahnya berpori rapat dan berwarna putih. Ganoderma
sp3. memilikitubuh buah (fruiting body) dengan panjang 92.1 mm,diameter 51.05
mm dan tebal 7.05 mm. Spesies ini tidak memiliki stipe dan ditemukan pada
pohon Klokos mati.
Daftar Pustaka
Gandjar, I. Sjamsuridzak, W., dan Oetari, A. 2006. Mikologi Dasar dan Terapan.
Mikologi Dasar dan Terapan. Yayasan Obor Indonesia.

Herliyana EN. 2012. Laporan awal penyakit busuk akar merah Ganoderma sp. pada
Agathis sp. (Damar) di Hutan Pendidikan Gunung Walat, Sukabumi, Jawa Barat
[catatan penelitian]. Jurnal Silvikultur Tropika. 03(02):102-107. Bogor (ID):
Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Nadiah, A. 2013. Jamur Ganoderma sp : Peran ganda yang bertentangan. BBPPTP


Surabaya : 2013.