Anda di halaman 1dari 9

Haryo Guritno (http://www.kompasiana.

com/hgbhstegal)

(http://www.kompasiana.com/hgbhstegal)

F OL LO W ()

HUM ANIORA

Bahasa Tegal Membangun Sejarah

30 Juni 2016 21:07 | Diperbarui: 30 Juni 2016 21:07 389 | 3 | 8

Setiap kali mendengar percakapan menggunakan bahasa Tegal bahasa Jawa dialek Tegal mereka menoleh mencari
sumber pembicaraan. Publik ada yang tersenyum, sebagian mengernyitkan kening, ada pula yang masa bodoh.

Berbeda dengan, jika pendengarnya juga penutur bahasa Tegal. Meski tetap saja diam juga ada yang tak berusaha
menoleh sumber percakapan sebagian merasa familier dan mafhum. Mengerti dan mengiyakan dalam hatinya. Ya,
sesama penutur bahasa Tegal, tentu saja bersahabat di forum publik, sudah terbangun secara otomatis relationship di
antara mereka. Saling berterima. Setidaknya menerima kehadiran sesama penutur bahasa Tegal, yang berada tak jauh
darinya. Seolah mendapatkan teman dari wilayah pengguna bahasa ibu yang sama pada sebuah perjumpaan di satu lokasi.
Meski tetap saja diam.

Jauh dari percakapan di atas, bahasa Tegal menjadi bahan pembicaraan tersendiri. Menjadi topik pembahasan pada
komunitas atau relasi tertentu. Atau memang sengaja dalam forum atau wacana tertentu.

Donge bahasa Tegal kuwe kepriben?Enyong pan mende nisikan sebagai berikut, bahasa Tegal kuwe tuturan atawa ucapan sing
nganggo aturan atawa sistimatika tertentu sing diomongna masyarakat Tegal nang wilayah Kabupaten Tegal, Kota Tegal,
sebagian Kabupaten Brebes dan Pemalang kanggo mewakili salah sijining tindakan, keadaan, gagasan garo benda. Akar
bahasa Tegal adalah bahasa Jawa Kuno. Penutur bahasa Tegal saat ini diperkirakan 2-4 juta. Ini kata rekan saya Sisdiono
Ahmad dalam makalah Membudayakan Bahasa Tegal Melalui Strategi Kurikuler di Sekolah pada Kongres Bahasa Tegal I, Bahari
Inn, 4 April 2006.

Kongres Bahasa Tegal?

Ya! Itulah tonggak awal membangun sejarah. Membangun Bahasa Tegal.

Ya! Memang sudah sepuluh tahun lalu Kongres Bahasa Tegal I diselenggarakan.

Makalah lain pada Kongres yang sama dari B.K. Ekowardono dibuka paparan akademik sebagai berikut: berdasarkan pasal
32 UUD 1945 ayat (2) Bahasa Jawa disebut Bahasa Daerah. Ditetapkan dalam pasal itu bahwa Negara menghormati dan
memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Selanjutnya dalam Penjelasan Pasal 36 ditetapkan bahwa
Di daerah-daerah yang mempunyai bahasa sendiri, yang dipelihara oleh rakyatnya dengan baik-baik (misalnya bahasa
Jawa, Sunda, Madura, dsb.), bahasa-bahasa itu dihormati dan dipelihara juga oleh Negara. Bahasa-bahasa itu pun
merupakan sebagian dari kebudayaan Indonesia yang hidup.

Selanjutnya menurut Guru Besar Universitas Negeri Semarang itu, istilah bahasa negara dan bahasa daerah adalah istilah
politik, bukan istilah linguistik. Dalam peristilahan linguistik, baik bahasa Indonesia maupun bahasa Jawa dan sebagainya
itu masing-masing disebut bahasa yang berbeda, sedangkan bahasa Jawa yang dipakai di daerah Tegal termasuk bahasa
Jawa ragam setempat (ragam geogra s) atau dialek.

Prof. Dr. B.K. Ekowardono lebih lanjut menuturkan bahwa secara politis, penyebutan bahasa Indonesia sebagai bahasa
negara, dan bahasa - seperti bahasa Jawa, Sunda, Madura, dan sebagainya - sebagai bahasa daerah, tentulah ada
konsekuensi dalam hal fungsi bahasa itu masing-masing. Namun, dipandang dari segi undang-undang, bahasa yang
secara linguistis disebut dialek, termasuk bahasa daerah juga. Maka, dialek itu termasuk sebagian dari kebudayaan
Indonesia yang hidup dan termasuk bahasa yang dimiliki oleh daerah tertentu yang dipelihara oleh rakyatnya dengan
baik-baik sehingga dihormati dan dipelihara juga oleh negara.

Pemuliaan bahasa Tegal

Sepuluh tahun lalu Kongres Bahasa Tegal I merangkai berbagai pemikiran para pemakalah dan aktualitas yang terbangun
di lapangan, dengan memperhatikan pertimbangan yang meliputi:

Pertama, bahasa Tegal sebagai kekayaan budaya dan sarana pengungkapan cipta, rasa, karsa, dan karya manusia Tegal,
memiliki akar kesejarahan yang sangat panjang. Bahasa Tegal lahir, mentradisi, dan tegar berkembang saling mewarnai
dengan dinamika, tantangan, dan karya manusia, bahasa Tegal berfungsi: (1) identitas dan lambang kebanggaan
masyarakat Tegal; (2) sarana pemersatu masyarakat Tegal; (3) sarana komunikasi antar anggota masyarakat Tegal. Karena
itu,bahasa Tegal layak pula difungsikan sebagai sarana pendukung dan pengembangan budaya Tegal; bahasa pengantar
pendidikan prasekolah dan sekolah dasar sebelum siswa dapat berbahasa Indonesia; bahasa pengantar dalam beragam
kegiatan pembangunan daerah; mata pelajaran atau bidang studi yang diajarkan dan dipelajari siswa Sekolah Dasar dan
Menengah.

Kedua, simpulan dari sejumlah telaah akademik dan pengalaman empirik yang berkenaan dengan bahasa Tegal,
menginformasikan bahwa:

Penguasaan salah satu dialek terutama dialek geogra k ternyata bukan merupakan kendala - tetapi justru modal dasar
yang sangat menunjang - upaya mempelajari bahasa baku.

Dikotomi bahasa dialek dengan bahasa baku tidak merujuk kepada pembedaan antara kasar dan halusnya bahasa, tetapi
lebih kepada pembedaan fungsinya sebagai sarana komunikasi. Dengan demikian, apa yang disebut bahasa Jawa baku
sama sekali tidak menunjukkan bahwa dirinya lebih bergengsi daripada bahasa Tegal; atau dengan kata lain bahasa Tegal
sejajar kedudukannya dengan bahasa Jawa baku. Dengan sendirinya konsep baku berlaku juga dalam bahasa Tegal.

Dibandingkan dengan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, bahasa Tegal memiliki keunikan pada tataran fonetis-fonologis,
morfologi, dan sintaksis. Sebagai salah satu varian bahasa Jawa, bahasa Tegal bercirikan demokratik dan egaliter sehingga
mampu mengekpresikan gagasan, loso , dan kearifan budaya Tegal.

Penggunaan bahasa Tegal di dalam ranah sastra dan seni pertunjukan, telah meningkatkan apresiasi dan keberminatan
masyarakat luas terhadap keunikan karakteristik bahasa, seni, budaya dan sejarah Tegal.

Bahasa Tegal dalam perkembangan terakhir ini tengah mengalami krisis yang membentang sejak tataran mental-kognitif
hingga dimensi sosial dan material kebudayaan manusia Tegal. Penyebab krisis berkisar pada aspek politik (kelangkaan
kebijakan pemuliaan bahasa Tegal), budaya (serangan nilai dan jiwa budaya modernitas dengan kehebatan industri
informasi sebagai andalan in ltrasinya), structural-institusional (kelangkaan lembaga dan ikhtiar yang serius untuk
membudayakan bahasa Tegal secara seistemik, sistematik, dan terencana).

Ketiga,kehendak mengangkat citra bahasa Tegal di tengah pergaulan bangsa, harus dipahami sebagai gerakan kultural dan
tanggung jawab kolektif pemangku bahasa Tegal dalam kerangka revitalisasi fungsi dan pemuliaan bahasa Tegal. Gerakan
tersebut selain merupakan bagian dari kesadaran masyarakat dunia (UNESCO menetapkan tanggal 21 Februari sebagai Hari
Bahasa Ibu Internasional; paradigma pluralisme dalam bingkai budaya global), juga diabsahkan oleh sejumlah produk
hukum antara lain:

Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional (UUD 1945, pasal 32 ayat [2].
Bahasa yang secara linguistik disebut dialek,termasuk bahasa daerah juga, dan karenanya termasuk sebagian dari
kebudayaan Indonesia yang hidup sebagaimana dimaksudkan oleh penjelasan pasal 36. Konsep negara berarti
kebudayaan Indonesia yang hidup sebagaimana dimaksudkan oleh penjelasan pasal 36. Konsep negara berarti

Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kota/Kabupaten (Pengembangan bahasa dan budaya daerah, diatur
pula dalam UU Otonomi Daerah).

Menarik untuk mendapatkan perhatian kita adalah rekomendasi Kongres, antara lain:

1. Pemerintah Kota/Kabupaten yang mengayomi masyarakat berbahasa-ibu Tegal, wajib mencanangkan landasan
kebijakan yang berupa Peraturan Daerah dan program-program yang konkret untuk pemuliaan bahasa Tegal;

2. Kebijakan dan program konkret pemuliaan bahasa Tegal yang dimaksud hendaknya diorientasikan kepada upaya-upaya:

2.1. Pembudayaan dan pemberdayaan bahasa Tegal sebagai penguat identitas dan kebanggaan masyarakat;

2.2. Pemungsian bahasa Tegal sebagai sarana ekspresi kebudayaan;

2.3.Pembudayaan bahasa Tegal melalui strategi kurikuler dengan cara mendudukan bahasa Tegalan sebagai mata pelajaran
di jenjang pendidikan dasar dan menengah;

2.4. Pembentukan lembaga yang secara berkelanjutan menunaikan fungsi-fungsi sosialisasi, kajian dan pengembangan
bahasa Tegal. Lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Kajian dan Pengembangan Bahasa Tegal yang dalam waktu dekat
diharapkan dapat mengupayakan: perumusan standar dialek Tegal; pengadaan dan/atau pengembangan kompetensi guru
bahasa Tegal;

2.5. Pemberian apresiasi dan penghargaan kepada anggota masyarakat yang menjukan karya-karya berprestasi dan
berdedikasi dalam memuliakan bahasa Tegal;

3. Membentuk Badan Pelaksana Hasil Kongres Bahasa Tegal I yang merancang, mengkoordinasi, dan mengendalikan
pelaksanaan hasil konggres oleh Pemerintah Daerah, Dinas atau Badan/satuan kegiatan di jajaran pemerintahan dan
elemen masyarakat;

4. Segenap elemen budaya dan komponen masyarakat wajib berperanserta mendukung kebijakan dan program-program
pemuliaan bahasa Tegal;

5. Implikasi teknis-operasional dari kebijakan pemuliaan bahasa Tegal, baik yang berkenaan dengan pembiyaan maupun
sumber daya lainya, untuk sebagian besar menjadi tanggung jawab pemerintah yang didukung oleh segenap elemen budaya
dan komponen masyarakat, serta sedapat mungkin mendayagunakan sumber daya daerah.

Ya, sepuluh tahun!

Genap sudah sepuluh tahun rekomendasi itu.

Membangun Sejarah

Kongres Bahasa Tegal I pada tanggal 4 April 2006 merekomendasikan dibentuknya Lembaga Pengkajian dan
Pengembangan Bahasa Tegal.

Hingga saat ini, genap sepuluh tahun sudah usia perjalanan rekomendasi yang sekaligus merupakan manifestasi aspirasi
masyarakat Tegal terhadap eksistensi bahasanya, namun belum pernah ditindaklanjuti atau direalisasikan.

Perjalanan waktu yang genap satu dasawarsa tersebut merupakan momentum yang cukup strategis untuk
menindaklanjuti/merealisasikan rekomendasi tersebut. Saat ini, pendirian Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa
Tegal yang tak bisa lagi menunggu tahun berikutnya. Hal itu berdasar pemikiran sebagai berikut:

Bahasa Tegal sesuai dengan kedudukan dan fungsinya merupakan kekayaan khasanah budaya bangsa sebagai
sarana pengungkapan cipta, rasa dan karsa masyarakat Tegal yang dalam keberadaannya memiliki perjalanan
sejarah yang sangat panjang. Bahasa Tegal hidup dan berkembang serta hingga saat ini mampu survive di tengah-

tengah dinamika kehidupan bahasa-bahasa lain.


Menindaklanjuti dan merealisasikan amanat UUD 1945 Pasal 32 ayat 2 tentang Bahasa Daerah.
Menindaklajuti dan merealisasikan amanat Kongres Bahasa Jawa I, II, III, IV, dan V.
Menindaklanjuti kesepakatan Hasil Persidangan UNESCO tentang Pelestarian Bahasa-Bahasa Ibu Internasional di
Paris, Perancis, 2004, yang menetapkan tanggal 21 Februari merupakan Hari Bahasa Ibu Internasional.
Menindaklajuti dan merealisasikan amanat UU Nomor 24 Tahun 2012 tentang Bahasa, Bendera dan Lambang
Negara Indonesia.
Menindaklanjuti dan merealisasikan PERDA JAWA TENGAH Nomor: 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan
Aksara Jawa.
Menindaklanjuti dan merealisasikan PERGUB JAWA TENGAH Nomor: 57 Tahun 2013 tentang Petunjuk dan
Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor: 9 Tahun 2012 tentang Bahasa, Sastra dan Aksara
Jawa.
Manifestasi upaya realisasi perhatian dan keseriusan Pemerintah Kota Tegal pada Pelestarian, Pembinaan,
Pengembangan dan Pemanfaatan bahasa Tegal, sekaligus sebagai salah satu wujud penghargaan kepada
masyarakat Tegal terhadap kemantapan pemertahanan bahasa Tegal sebagai bahasa Ibu, identitas, kebanggaan
dan sarana komunikasi etnik/bahasa pergaulan masyarakat Tegal

Komposisi

Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Tegal dilahirkan atas inisiatif warga Kota Tegal dan dukungan positif
akademisi asal Tegal dan sekitarnya pengguna bahasa ibu Bahasa Tegal. Beberapa pertemuan terbatas telah berlangsung,
kesepakatan dan secara aklamasi membentuk komposisi pengurus pada suatu malam bulan April 2016 dalam suasana HUT
Kota Tegal tahun 2016. Komposisi ini dalam proses mendapatkan legal standing.

SUSUNAN ORGANISASI

Pelindung

Walikota Tegal

Penasihat

Ketua DPRD Kota Tegal

Kepala BAPPEDA Kota Tegal

Ketua

Prof. Dr. RUSTONO, M.Hum., Wakil Rektor UNNES, Semarang

Wakil Ketua I (Bidang Penelitian dan Pengembangan)

Prof. Dr. TRIJAKA KARTANA, M.Si., Rektor UMUS, Brebes

Wakil Ketua II (Bidang Kreativitas Kemasyarakatan)

EDY SURIPNO, SH, MH, Ketua DPRD Kota Tegal

Sekretaris

HARYO GURITNO, S.Kom.,M.Kom, Dosen Politeknik Harapan Bersama, Tegal

Bendahara

(http://www.kompasiana.com/)
Drs. SIGIT YULIANTO, M.Pd., Dosen UNNES PGSD, Tegal
(https://sso.kompas.com/login/a29tcGFzaWF

Bidang Penelitian dan Pengembangan

Drs. IRAWAN HG, M.Pd., Mantan Kepala Seksi Nilai Budaya DINBUDPAR Provinsi Jawa Tengah, Semarang

Prof Dr. TEGUH SUPRIYANTO, M.Hum., Dosen Fak Bahasa dan Seni, UNNES, Semarang

Bidang Kreativitas, Penerbitan dan Media

SISDIONO AHMAD, S.Pd., Anggota DPRD Kota Tegal

Bidang Kreativitas Wahana Kemasyarakatan

ANDI KUSTOMO, SPd., Mantan Pemimpin Umum Tegal Post, Tegal

Bidang Kerja sama dan Hubungan LN

Dr. BURHAN EKO PURWANTO, M.Hum., Wakil Rektor Universitas Pancasakti, Tegal

Drs. THOMAS BUDIONO, Praktisi Bahasa, Tegal

Bidang Kebahasaan

YONO DARYONO, Ketua Teater RSPD Kota Tegal, Ketua Study Group Sastra Tegal

Sekretariat/Kantor

Jalan Arimbi I No. 24, Tegal.


Pendirian Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Tegal mengemban harapan, di antaranya:

Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Tegal dapat diterima dan didukung oleh Pemerintah sebagai
mitra kerja dalam merealisasi dan melaksanakan amanat UUD 1945, khususnya Pasal 32, Ayat 2 tentang Bahasa
Daerah, dan semua produk hukum yang relevan.
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Tegal dapat bekerjasama dengan Instansi Pemerintah dan semua
Lembaga Swasta relevan.
Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Bahasa Tegal dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tegal pada
sektor Upaya Revitalisasi dan Pemertahanan Bahasa Tegal sesuai dengan kedudukan dan fungsinya.

Mari dukung upaya membangun sejarah! (https://


(http://www.kompasiana.com/)
(https://sso.kompas.com/login/a29tcGFzaWF

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

LABEL bahasategal (http://www.kompasiana.com/tag/bahasategal) lembagapengkajian (http://www.kompasiana.com/tag/lembagapengkajian)

lembagapengembangan (http://www.kompasiana.com/tag/lembagapengembangan) bahasadaerah (http://www.kompasiana.com/tag/bahasadaerah)

bahasajawa (http://www.kompasiana.com/tag/bahasajawa) dialek (http://www.kompasiana.com/tag/dialek)

sastra (http://www.kompasiana.com/tag/sastra) konggresbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/konggresbahasa)

lembagabahasa (http://www.kompasiana.com/tag/lembagabahasa) penelitianbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/penelitianbahasa)

sejarahbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/sejarahbahasa) bahasa (http://www.kompasiana.com/tag/bahasa)

kamusbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/kamusbahasa) tegal (http://www.kompasiana.com/tag/tegal)

pusatbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/pusatbahasa) kajianbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/kajianbahasa)

badanbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/badanbahasa) pengembanganbahasa (http://www.kompasiana.com/tag/pengembanganbahasa)

dialektegal (http://www.kompasiana.com/tag/dialektegal) bahasaibu (http://www.kompasiana.com/tag/bahasaibu)

bahasajawakawi (http://www.kompasiana.com/tag/bahasajawakawi) humaniora (http://www.kompasiana.com/tag/humaniora)

RESPONS : 0

REKOMENDASI UNTUK ANDA


POWERED BY

Perjuangan Masuk SMA Negeri 16 Bekasi


(http://www.kompasiana.com/anisalatifah/5991a1cefa1d0738f84e0645/perjuangan-
(http://www.kompasiana.com/anisalatifah/5991a1cefa1d0738f84e064
masuk-ke-sma-negeri-16-bekasi) masuk-ke-sma-negeri-16-bekasi)
Anisa Latifah
142

Kali ke-2, Tertembak di Timor Timur


(http://www.kompasiana.com/dasmandjamaluddin/5983c6808342a5084c208bc3/kali-
ke-2-tertembak-di-timor-timur)
Dasman Djamaluddin
485
(http://www.kompasiana.com/dasmandjamaluddin/5983c6808342a5
ke-2-tertembak-di-timor-timur)

Strategi Jual Diri


(http://www.kompasiana.com/vegabraveian/59a7bfc23953c01cd7623ce4/strategi- (http://www.kompasiana.com/vegabraveian/59a7bfc23953c01cd7623c
jual-diri) jual-diri)
Antoni Wijaya
725

BERI NILAI
AKTUAL BERMANFAAT INSPIRATIF MENARIK MENGHIBUR TIDAK MENARIK UNIK

NILAI TERBANYAK

MENARIK

Giens (http://www.kompasiana.com/giens) Kartika Eka H. (http://www.kompasiana.com/kaekaha.4277)


MENARIK MENARIK

(http://www.kompasiana.com/giens) (http://www.kompasiana.com/kaekaha.4277)
Andi Ansyori (http://www.kompasiana.com/andiansyori)
MENARIK

(http://www.kompasiana.com/andiansyori)

KOMENTAR
(https://
(http://www.kompasiana.com/)
Andi Ansyori (http://www.kompasiana.com/andiansyori) 30 Juni 2016 22:39 (https://sso.kompas.com/login/a29tcGFzaWF

ikut nyimak ... salam


(http://www.kompasiana.com/andiansyori)
Balas Laporkan

Haryo Guritno (http://www.kompasiana.com/hgbhstegal) 2 Juli 2016 21:30

Anda dari Kab. Tegal?


(http://www.kompasiana.com/hgbhstegal)
Balas Laporkan

Haryo Guritno (http://www.kompasiana.com/hgbhstegal) 2 Juli 2016 21:47

Mas, dari Kab Tegal, ya?.


(http://www.kompasiana.com/hgbhstegal)
Balas Laporkan

Giens (http://www.kompasiana.com/giens) 30 Juni 2016 23:14

Kamus bahasa Tegal bukannya sudah ada?


(http://www.kompasiana.com/giens)
Balas Laporkan

Haryo Guritno (http://www.kompasiana.com/hgbhstegal) 1 Juli 2016 00:02

Ya, memang sudah ada. Namun - maaf - tak sebagaimana seharusnya Kamus dibuat. menyusun Kamus itu
(http://www.kompasiana.com/hgbhstegal)
tidak mudah. Tidak asal tulis entry data lalu diartikan dalam bahasa Indonesia. Yang saat ini adalah "kamus"
yang tanpa menunjukkan jenis kata. Terima kasih sambutannya. Salam.

Balas Laporkan

Giens (http://www.kompasiana.com/giens) 2 Juli 2016 13:03

Balai Bahasa Jawa Tengah sedang menyusun Kamus Bahasa Tegal yg lebih lengkap, Pak. Ada info dari
(http://www.kompasiana.com/giens)
teman saya di sana. Tapi sepertinya ranah kerjasamanya dg pemkab. Konsultan bahasa Tegal-nya Pak
Hadi Utomo.

Laporkan

Haryo Guritno (http://www.kompasiana.com/hgbhstegal) 2 Juli 2016 21:24

Apa bukan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan di Jakarta? Kami juga
(http://www.kompasiana.com/hgbhstegal)
sudah siap untuk penyusunan Kamus Padanan Kata, Kamus Istilah Budaya dsb, yang berasal dari bahasa
Tegal - bahasa Jawa Dialek Tegal. Juga penyusunan ksi bahasa Tegal, semoga kelak dapat diterbitkan.
Gembira sekali Bapak berkenan menyambut saya. Tetap semangat! Sukses Anda!

Balas Laporkan

Haryo Guritno (http://www.kompasiana.com/hgbhstegal) 1 Juli 2016 00:04

Tamapaknya Anda warga Tegal. Terima kasih sambutannya. Salam.


(http://www.kompasiana.com/hgbhstegal)
Balas Laporkan

Tulis Komentar Anda ...


KIRIM

TERPOPULER

(http://www.kompasiana.com/popular)

Senandung Bocah Udik (11) (http://www.kompasiana.com/ayahkasih/59c5e3 f121d439e7637ce2/senandung-bocah-udik-11)


Ikhwanul Halim (http://www.kompasiana.com/ayahkasih)
(http://www.kompasiana.com/ayahkasih)
1842

Di Australia Punya Uang 1 Milliar Tidak Dapat Beli Gubuk


(https://
(http://www.kompasiana.com/tjiptadinatae endi21may43/59c5b91e6c139e3a6b127742/di-australia-punya-uang-1-milliar-tidak-
(http://www.kompasiana.com/)
dapat-beli-gubuk)
(http://www.kompasiana.com/tjiptadinatae
TJIPTADINATA EFFENDI endi21may43)
(http://www.kompasiana.com/tjiptadinataeffendi21may43)
1171
(https://sso.kompas.com/login/a29tcGFzaWF

Mampukah Duo Minions Lewati Hadangan Boe/Mogensen?


(http://www.kompasiana.com/charlesemanueldm/59c5d3ce9002c144ef4d2fd2/mampukah-duo-minions-lewati-hadangan-boe-
mogensen)
(http://www.kompasiana.com/charlesemanueldm)
oish-cleochyn (http://www.kompasiana.com/charlesemanueldm)
825

Monumen Lusuh tentang Kekejaman DI/TII (http://www.kompasiana.com/opajappy/59c5c3d378b685608425d1c2/monumen-


lusuh-tentang-kekejaman-di-tii)
(http://www.kompasiana.com/opajappy)
Opa Jappy (http://www.kompasiana.com/opajappy)
662

NIL AI TERTINGGI

Di Australia Punya Uang 1 Milliar Tidak Dapat Beli Gubuk


(http://www.kompasiana.com/tjiptadinatae endi21may43/59c5b91e6c139e3a6b127742/di-australia-punya-uang-1-milliar-tidak-
dapat-beli-gubuk)
(http://www.kompasiana.com/tjiptadinatae
TJIPTADINATA EFFENDI endi21may43)
(http://www.kompasiana.com/tjiptadinataeffendi21may43)

Haruskah Takut pada Cinta? (9) (http://www.kompasiana.com/latifahmaurintawigati/59c59b2c6c139e276268bbf2/haruskah-


takut-pada-cinta-9)
(http://www.kompasiana.com/latifahmaurintawigati)
Latifah Maurinta (http://www.kompasiana.com/latifahmaurintawigati)

"Rekomendasi" Golkar, Supersemar II, dan Saktinya Kata Hoaks


(http://www.kompasiana.com/paulodenoven/59c5ab189002c12b7b092f32/rekomendasi-golkar-supersemar-ii-dan-saktinya-kata-
hoax)
(http://www.kompasiana.com/paulodenoven)
Susy Haryawan (http://www.kompasiana.com/paulodenoven)

Radio Perjuangan (http://www.kompasiana.com/tuturaji/59c5c56cda14f9087d2efbc2/radio-perjuangan)


S Aji (http://www.kompasiana.com/tuturaji)
(http://www.kompasiana.com/tuturaji)

FEATURED ARTICLE

Mari Sambut Tahun Baru Islam dengan Gegap Gempita (http://www.kompasiana.com/thamrindahlan/mari-sambut-tahun-baru-


islam-dengan-gegap-gempita_561a014c3593738d058b456e)
(http://www.kompasiana.com/thamrindahlan)
Thamrin Dahlan (http://www.kompasiana.com/thamrindahlan)
965

TERBARU

MASIH ADA SORGUM DIANTARA KITA (http://www.kompasiana.com/elisabethelsa/59c6267f9818275f62605a54/masih-ada-


sorgum-diantara-kita)
ETe UmbuTara (http://www.kompasiana.com/elisabethelsa)
(http://www.kompasiana.com/elisabethelsa)
10

Tempat Tidur Minimalis Set Kamar Tidur Kayu Jati


(http://www.kompasiana.com/nandoparado/59c6258578b68507a44c8f42/tempat-tidur-minimalis-set-kamar-tidur-kayu-jati)
Nando Parado (http://www.kompasiana.com/nandoparado)
(http://www.kompasiana.com/nandoparado)
12
Mengapa Perubahan Iklim Bisa Mengancam Kesehatan Bangsa
(http://www.kompasiana.com/a rdatun/59c625a46c139e65be07f1d2/mengapa-perubahan-iklim-bisa-mengancam-kesehatan-
(http://www.kompasiana.com/a rdatun)
bangsa)Nisaa (http://www.kompasiana.com/a
Firdatun rdatun)
9

Membentengi Generasi Bangsa dari Bahaya PKI Melalui Literasi


(http://www.kompasiana.com/idrisapandi/59c6258b9002c1693e645543/membentengi-generasi-bangsa-dari-bahaya-pki-
melalui-literasi)
(http://www.kompasiana.com/idrisapandi)
IDRIS APANDI (http://www.kompasiana.com/idrisapandi)
26

HEADLINE
(https://
Catatan Menarik (http://www.kompasiana.com/)
Jelang Referendum Catalonia (http://www.kompasiana.com/sabdullah/59c4769ada14f9581873e1d6/referandum-
catalonia-spanyol-01-oktober-2017)
(https://sso.kompas.com/login/a29tcGFzaWF
(http://www.kompasiana.com/sabdullah)
syarifuddin abdullah (http://www.kompasiana.com/sabdullah)
1118

Mengapa "Gomes" Jadi Ngetren di Antara Para Ibu?


(http://www.kompasiana.com/edysupriatna/59c4da9d04e3313064193352/mengapa-ikut-gomes-jadi-ngetren-bagi-para-ibu)
Edy Supriatna Sjafei (http://www.kompasiana.com/edysupriatna)
(http://www.kompasiana.com/edysupriatna)
565

Reformasi Bea Cukai, antara Pengenaan Bea Barang Pribadi Penumpang dan Kiriman
(http://www.kompasiana.com/antomedan/59b167feca03505df67291d2/reformasi-bea-cukai-1-barang-penumpang-dan-kiriman)
(http://www.kompasiana.com/antomedan)
Anto Medan (http://www.kompasiana.com/antomedan)
623

Yuk Ikuti Kompetisi Merespons Artikel Bertema Sosial dari FWD! (http://www.kompasiana.com/kompasiana/berbuat-kebaikan-
terhadap-sesama-itu-mudah-cek-caranya-di-sini_596c663627dbb209b52224c2)
(http://www.kompasiana.com/kompasiana)
Kompasiana (http://www.kompasiana.com/kompasiana)
4593

(HTTP://KOMPASIANA.COM)

TENTANG KOMPASIANA

SYARAT DAN KETENTUAN

BANTUAN (HTTP://WWW.KOMPASIANA.COM/BANTUAN)

FAQ (HTTP://WWW.KOMPASIANA.COM/BANTUAN/FAQ)