Anda di halaman 1dari 1

Pasal 17

Konflik Kepentingan

Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi menghindar dari melakukan peran profesional apabila
kepentingan pribadi, ilmiah, profesional, hukum, finansial, kepentingan atau hubungan lain
diperkirakan akan merusak objektivitas, kompetensi, atau efektivitas mereka dalam menjalankan
fungsi sebagai Psikolog dan/atau Ilmuwan Psikologi atau berdampak buruk
bagi pengguna layanan psikologi serta pihak-pihak yang terkait dengan pengguna layanan
psikologi tersebut.

Contoh: Ada seorang ilmuan yang menggunakan kekuasaan yang dimilikinya untuk
mengintimidasi dan melakukan fabrikasi data terhadap temuan para peneliti-peneliti muda.
Tindakan yang dilakukan ilmuan tersebut melanggar etika mengenai konflik kepentingan, dimana
ilmuan tersebut menghindar dari peran professionalnya apabila dipengaruhi kepentingan
pribadinya. Jika dilihat lebih lanjut, alasan ilmuan tersebut mengintimidasi peneliti-peneliti muda
dan melakukan fabrikasi data karena merasakan adanya tekanan dalam persaingan karir. Konflik
kepentingan pribadi tersebut pada akhirnya berakibat buruk bagi pihak-pihak yang terkait

Anda mungkin juga menyukai