Anda di halaman 1dari 15

Makalah

Bioreaktor

KELOMPOK 3
1. ARIN DIAN SAFITRI
2. DWI PUTRI BERLIANA
3. MUHAMMAD JUNDI UTAMA
4. NUR ALIYAH HASNA
5. SURAHMAN LATIF SAHENDRA

POLITEKNIK NEGERI MALANG


2016/2017
I. Bioreaktor
Bioreaktor atau dikenal juga dengan nama fermentor adalah sebuah
peralatan atau sistem yang mampu menyediakan sebuah lingkungan
biologis yang dapat menunjang terjadinya reaksi biokimia dari bahan
mentah menjadi bahan yang dikehendaki. Reaksi biokimia yang terjadi di
dalam bioreaktor melibatkan organisme atau komponen biokimia aktif
(enzim) yang berasal dari organisme tertentu, baik secara aerobik
maupun anaerobik. Sementara itu, agensia biologis yang digunakan dapat
berada dalam keadaan tersuspensi atau terimobilisasi.Contoh reaktor
yang menggunakan agensia terimobilisasi adalah bioreaktor dengan
unggun atau bioreaktor membran.

II. Definisi Fermentor (bioreactor)


1. Menurut Pujaningsih (2005), fermentor adalah tangki atau wadah
dimana didalamnya seluruh sel (mikrobia) mengubah bahan dasar
menjadi produk biokimia dengan atau tanpa produk sampingan.
2. Menurut Saepudin dan Sateakasih (2009) bioreaktor/ reaktor biologi/
fermenter suatu wahana/ tempat untuk keberlangsungan proses
fermentasi /transformasi bahan dasar menjadi produk yang dinginkan
yang dilakukan oleh sistem enzim dalam mikroba atau enzim yang
diisolasi. Bioreaktor merupakan sistem tertutup utk reaksi biologis dr
suatu proses bioteknologi.
3. Menurut Dwiari et al (2008), fermentor adalah peralatan untuk
mengendalikan pertumbuhan mikroorganisme dalam medium cair.
Parameter-parameter seperti pH, komposisi medium, suhu,
pengadukan, konsentrasi metabolit dan gas dapat dimonitor serta
dikendalikan.
4. Menurut Andheklawang (2008), bioreaktor (fermentor) merupakan
bejana fermentasi aseptis untuk produksi senyawa oleh mikrobia
melalui fermentasi. Bioreaktor dirancang untuk proses fermentasi
secara anaerob dan aerob.
III. Fungsi Fermentor

Fungsi bioreaktor adalah untuk menghasilkan produk oleh mikrobia baik


kultur murni atau campuran, yang dikendalikan menggunakan sistem
komputer dalam mengatur faktor lingkungan dan pertumbuhan serta
kebutuhan nutriennya.
Menurut Pujaningsih (2005), fungsi dasar fermentor/ bioreactor yaitu
menyediakan kondisi lingkungan yang cocok bagi mikrobia didalamnya
untuk :
Menghasilkan biomassa
Menghasilkan enzim
Menghasilkan metabolit dsb.
Fungsi utama bioreaktor adalah memberikan lingkungan terkontrol bagi
pertumbuhan mikroorganisme atau campuran tertentu mikroorganisme
untuk memperoleh produk yang diinginkan.
- Bioreaktor hendaknya mencegah kontaminasi produksi dr lingkungan
pd kultur sambil mencegah pelepasan kultur ke lingkungan.
- Bioreaktor sebaiknya memiliki instrumentasi untuk pemeriksaan agar
terjadi pengawasan proses optimum.

IV. Syarat Bioreaktor


1. Syarat bioreaktor
a. Tidak boleh ada hubungan antara bagian sistem yang steril dengan
non-steril.
b. Hindari kelep-kelep / penghubung bentuk gelangan, karena bentuk
demikian dapat mengendur akibat dari gerakan/fibrasi alat dan
kenaikan suhu, dan memungkinkan kontaminasi.
c. Bila mungkin seluruh konstruksi alat dilas.
d. Hindari ruang-ruang perangkap serta bentuk leher, karena ruangan
seperti itu sulit untuk dibersihkan.
e. Semua bagian sistem harus dapat disterilisasi secara tersendiri.
f. Setiap hubungan/kelep ke bejana harus dapat disterilkan dengan uap.
g. Gunakan katup-katup yang mudah dibersihkan maupun disterilkan,
misalnya katup bola atau diafragma.
h. Tekanan dalam fermentor harus tetap positif sehingga kalau ada
kebocoran akan mengarah ke luar.
i. Tangki dapat dioperasikan secara aseptik, agitasi dan aerasi
j. Energi pengoperasian serendah mungkin
k. Temperatur harus terkontrol
l. Kontrol pH
m. Tempat pengambilan sample
n. Penguapan berlebihan dihindari
o. Tangki didesain untuk meminimalkan tenaga kerja pemanenan,
pembersihan dan perawatan
p. Peralatan general: permukaan bagian dalam halus, dihindari banyak
sambungan, murah.rip-biotek-fermentasi.

2. Aturan Operasional
a. Sterilisasi fermentor, dengan uap bertekanan. Medium fermentasi
dapat disterilkan bersama di dalam fermentor atau secara terpisah.
b. Sterilisasi penyediaan udara, dilakukan dengan menggunakan
penyaring berserat atau penyaring absolut.
c. Aerasi dan agitasi, berkaitan dengan jenis bahan, struktur geometrik
dan posisi pemasangannya serta penggunaan seal.
d. Penambahan inokulum, nutrien dan bahan-bahan lain, harus dalam
keadaan tekanan positif dan lubang pemasukan dilengkapi sistem
pemberian uap.
e. Pengambilan contoh (sampling).
f. Pengontrolan buih.
g. Monitoring dan pengontrolan berbagai parameter

V. Tipe Bioreaktor
1. Kontstruksi fermentor
a. Bahan fermentor dibuat tahan karat untuk mencegah kontaminasi
logam/ion selama proses
b. Bahan fermentor harus tidak beracun & tidak mudah terlarut, shg tdk
menghambat pertumb.mikrobia
c. Bahan fermentor harus kuat utk sterilisasi berulang kali pd tekanan
uap tinggi
d. Sistem stirer dari fermenter & lubang pemasukannya cukup, sehingga
tidak mengalami stress mekanik akibat terlampau rapat
e. Pemeriksaan secara visual dari medium & kultur hrs tersedia, dibuat
dari bahan transparan.
2. Karakteristik fermentor

a. Fermentor anaerobik memerlukan alat khusus kecuali untuk


menghilangkan panas.
b. Fermentor aerobik memerlukan alat untuk mengaduk dan memberikan
aerasi cukup.
c. Konstruksi fermentor aerobik
d. Tebuat dari baja anti karat.
e. Berupa silinder besar, tertutup di bagian atas atau bawah, dilengkapi
pipa-pipa.

3. Karakteristik bahan pembentuk fermentor


a. Fermentor kapasitas 1-30 liter biasanya terbuat dari gelas atau
stainless steel, permukaannya halus, tidak menimbulkan efek toksik
dan tahan karat.
b. Fermentor kapasitas > 30 liter biasanya terbuat dari stainless steel atau
mild-steel.

4. Tipe fermentor
a. Fermentor skala laboratorium dan pilot memeiliki ukuran 1-15 liter
b. Fermentor skala industry besar memiliki kapasitas 5000-100.000
gallon
c. Setiap fermentor harus mempunyai head space sekitar atau 1/5
dari volume total, yang berguna untuk menyediakan ruangan pada
waktu aerasi dan pembentukan buih.

VI. Struktur Bioreaktor

2
1

4 4
5 6
H L

Keterangan :
1 = pipa inokulasi
2 = seal stirrer sahft
3 = tinggi cairan kultur (=L)
4 = baffle
5 = pipa sambung
6 = impeller
7 = pipa udara steril
8 = sparger udara
9 = pipa pengeluaran
H = tinggi fermentor
D = diameter fermentor
1. Komponen Sistem Aerasi dan Agitasi Bioreaktor
Komponen utama bioreaktor terdiri atas tangki, sparger, impeller,
saringan halus atau baffle dan sensor untuk mengontrol parameter. Tangki
berfungsi untuk menampung campuran substrat, sel mikroorganisme, serta
produk. Volume tanki skala laboratorium berkisar antara 1 30 L,
sedangkan untuk skala industri dapat mencapai lebih dari 1 000 L. Sparger
terletak di bagian bawah bioreaktor dan berperan untuk memompa udara,
dan mencegah pembentukan gelembung oksigen. Impeller berperan dalam
agitasi dengan mengaduk campuran substrat dan sel. Impeller digerakkan
oleh rotor. Baffle juga berperan untuk mencegah terjadinya efek pusaran air
akibat agitasi yang dapat mengganggu agitasi yang seharusnya. Sensor
berperan untuk mengontrol lingkungan dalam bioreaktor. Kontrol fisika
meliputi sensor suhu, tekanan, agitasi, foam, dan kecepatan aliran.
Sedangkan, kontrol kimia meliputi sensor pH, kadar oksigen, dan perubahan
komposisi medium
a. Impeller. Semacam piringan berongga dengan sudut-sudut
melengkung di dalamnya dan dipasang pada poros yang digerakkan
oleh motor listrik, mesin uap atau turbin uap.
Fungsi.
-memperkecil ukuran gelembung udara sehingga area interface untuk
transfer oksigen menjadi besar dan menurunkan jarak difusi.
-mempertahankan keseragaman kultur di seluruh bagian fermentor.

a. a. Piringan terbuka

b. Piringan van

c. Turbin terbuka
d. Propeller

b. Baffle. Plat penahan aliran yang terdapat didalam equipment vessel.


Fungsi.
-meningkatkan efisiensi aerasi dan mencegah aliran atau sirkulasi
cairan kultur yang terlalu cepat.
-untuk mencegah terjadinya efek pusaran air akibat agitasi yang
dapat mengganggu agitasi yang seharusnya.

c. Sparger. Berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam cairan kultur


dalam fermentor
Tipe.
-Sparger berpori (untuk fermentor skala laboratorium, tanpa
agitator)
-Sparger orifice (pipa berlobang-lobang, mudah tertutup mikroba)
-Sparger nozel (pipa terbuka atau tertutup di bawah impeller)

VII. Perancangan Bioreaktor


Perancangan bioreaktor adalah suatu pekerjaan teknik yang cukup
kompleks. Pada keadaan optimum, mikroorganisme atau enzim dapat
melakukan aktivitasnya dengan sangat baik. Keadaan yang memengaruhi
kinerja agensia biologis terutama temperatur dan pH. Untuk bioreaktor
dengan menggunakan mikroorganisme, kebutuhan untuk hidup seperti
oksigen, nitrogen, fosfat, dan mineral lainnya perlu diperhatikan. Pada
bioreaktor yang agensia biologisnya berada dalam keadaan tersuspensi,
sistem pengadukan perlu diperhatikan agar cairan di dalam bioreaktor
tercampur merata (homogen). Seluruh parameter ini harus dimonitor dan
dijaga agar kinerja agensia biologis tetap optimum.
Untuk bioreaktor skala laboratorium yang berukuran 1,5-2,5 L
umumnya terbuat dari bahan kaca atau borosilikat, namun untuk skala
industri, umunya digunakan bahan baja tahan karat (stainless steel) yang
tahan karat. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kontaminasi
senyawa metal pada saat fermentasi terjadi di dalamnya. Bahan baja yang
mengandung < 4% kromium disebut juga baja ringan, sedangkan bila
kadar kromium di dalamnya >4% maka disebut stainless steel. Bioreaktor
yang umum digunakan terbuat dari bahan baja 316 yang mengandung
18% kromium, 2-2,5% molibdenum, dan 10% nikel

Gambar Bioreaktor skala laboratium Gambar Bioreaktor skala Pilot


Bahan yang dipilih harus bersifat non-toksik dan tahan terhadap
sterilisasi berulang-ulang menggunakan uap tekanan tinggi. Untuk
mencegah kontaminasi, bagian atas biorektor dapat ditambahkan dengan
segel aseptis (aseptic seal) yang terbuat dari campuran metal-kaca atau
metal-metal, seperti O-ring dan gasket. Untuk meratakan media di dalam
bioreaktor digunakan alat pengaduk yang disebut agitator atau impeler.
Sementara itu, untuk asupan udara dari luar ke dalam sistem biorektor
digunakan sistem aerasi yang berupa sparger. Untuk bioreaktor aerob,
biasanya digunakan kombinasi sparger-agitator sehingga pertumbuhan
mikrooganisme dapat berlangsung dengan baik.

Fermentor skala industri

Pada bagian dalam bioreaktor, dipasang suatu sekat yang disebut


baffle untuk mecegah vorteks dan meningkatkan efisiensi aerasi. Baffle
ini merupakan metal dengan ukuran 1/10 diameter bioreaktor dan
menempel secara radial di dindingnya. Bagian lain yang harus dimiliki
oleh suatu bioreaktor adalah kondensor untuk mengeluarkan hasil
kondensasi saat terjadi sterilisasi dan filter (0,2 m) untuk menyaring
udara yang masuk dan keluar tangki. Untuk proses inokulasi kultur,
pengambilan sampel, dan pemanenan, diperlukan adanya saluran khusus
dan pengambilannya harus dilakukan dengan hati-hati dan aseptis agar
tidak terjadi kontaminasi. Untuk menjaga kondisi dalam bioreaktor agar
tetap terkontrol, digunakan sensor pH, suhu, anti-buih, dan oksigen
terlarut (DO). Apabila kondisi di dalam sel mengalami perubahan, sensor
akan memperingatkan dan harus dilakukan perlakuan tertentu untuk
mempertahankan kondisi di dalam bioreaktor. Misalkan terjadi
perubahan pH maka harus ditambahkan larutan asam atau basa untuk
menjaga kestabilan pH. Penambahan zat ini dapat dilakukan secara
manual namun juga dapat dilakukan secara otomatis menggunakan
bantuan pompa peristaltik. Selain asam dan basa, pompa peristaltik juga
membantu penambahan anti-buih dan substrat ke dalam bioreaktor.
VIII. PERTANYAAN
1. Adisti Tantri : Apa pengaruh suhu pada bioreaktor ?
Jawab : Suhu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi proses anaerob pada
bioreaktor. Dimana pertumbuhan mikroorganisme dipengaruhi oleh perubahan suhu. Maka
dari itu akan dilakukan pengendalian temperatur secara real-time pada dinding tabung
bioreaktor anaerob.
2. Renanda : Apa itu agitasi dan pengaruhnya pada proses fermentasi enzim?
Jawab : Agitasi adalah proses pengadukan. agitasi mempunyai pengaruh yang nyata
terhadap efisiensi transfer oksigen di dalam fermentasi dengan pengadukan mekanik. Agitasi
sangat membantu proses transfer oksigen di dalam fermentor dengan cara sebagai berikut:
Agitasi menyebabkan ukuran gelembung udara menjadi lebih kecil sehingga luas
permukaan untuk terjadinya transfer oksigen menjadi lebih besar.
Agitasi menyebabkan waktu tinggal gelembung udara di medium menjadi lebih lama.
Agitasi mencegah bergabungnya kembali gelembung-gelembung udara yang sudah ada.
Agitasi memperkecil tebal lapisan film pada permukaan antar fase gas dan cairan karena
sifat alir fluida yang menjadi tubulen.
3. Desi : Pada aturan operasional jelaskan fungsi buih dan mengapa harus dikontrol?
Jawab :
4. Dinar : Apa kelebihan dan kekurangan bioreaktor pada skala laboratorium?
Jawab :
Kelebihan : Dapat mengukur komposisi larutan, nutrisi, suhu, dan
suplementasi substrat.
Kekurangan : Tidak dapat mengukur ph dan konsentrasi oksigen.
5. Heldiana : Aplikasi dari aerasi dan agitasi?
Jawab :
6. Tessa : Mengapa fermentor terbuat dari gelas / stainless steel? Apakah boleh terbuat dari
bahan lain?

Jawab : Bioreaktor biasanya terbuat dari bahan stainless steel (skala pilot dan industri)
dan kaca (skala laboratorium) karena bahan tersebut tidak bereaksi dengan bahan-bahan yang
berada dalam bioreaktor sehingga tidak menggangu proses biokimia yang terjadi. Selain itu,
bahan tersebut juga anti karat dan tahan panas.
Bahan lain boleh digunakan asalkan tidak bereaksi dengan bahan di dalam bioreaktor, tahan
karat, tahan panas, bersifat non-toksik dan tahan terhadap sterilisasi berulang-ulang
menggunakan uap tekanan tinggi. Contohnya : besi.
7. Lingga : Apakah maksud dari keadaan tekanan positif pada penambahan inokulum, nutrien
dan bahan-bahan lain?
Jawab :
8. Aliffiandika: Apa yang dimaksud dengan metabolit mikrobia dan berikan contohnya?
Jawab : suatu proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh mikroba, proses ini merupakan
pertukaran zat ataupun suatu organisme dengan lingkungannya.
Metabolit mikroorganisme dapat dibedakan menjadi :
Metabolit primer, merupakan metabolit yang berperanan penting dalam penyusunan
makromolekul ensensial maupun enzim. Termasuk disini hasil antaranya dan produk
akhir. Metabolit-metabolit ini biasanya diproduksi selam fase pertumbuhan
eksponensial (fase log), disebut sebagai trophophase. Produk-produk fermentasi yang
termasuk dalam kelompok ini antara lain asam-asam organik (asetat, laktat, sitrat,
propionat), alkohol (metanol, etanol, butanol, propanol), asam-asam amino (glutamat,
aspartat, lisin, metionin), asam-asam lemak, karbohidrat (levan, glukan, mannan,
glukosa), nukleotida dan vitamin-vitamin.
Metabolit sekunder, merupakan metabolit yang disintesa oleh mikroorganisme tetapi
tidak langsung disebutkan di atas, yang memerlukan cara pengunduhan dan pemurnian
yang cukup rumit, juga terdapat produk-produk fermentasi yang berupa makanan atau
minuman yang langsung dapat dikonsumsi tanpa perlakuan pemurnian. Tempe, tape,
keju (makanan) dan bir, anggur, arak (minuman) merupakan produk-produk yang tidak
memerlukan pemurnian.
9. Yuni : Pada sterilisasi fementor, kenapa medium fermentasi disterilkan secara
terpisah?
Jawab :
10. Hardika : Mengapa dengan memperkecil ukuran gelembung udara membuat area
interface untuk transfer oksigen menjadi besar?
Jawab : Hal ini berhubungan dengan proses aerasi yang prinsip kerjanya membuat
kontak antara air dan oksigen. Ukuran gelembung mempengaruhi kecepatan transfer oksigen
dari lingkungan ke dalam cairan. Karena ukuran gelembung mempengaruhi kecepatan transfer
oksigen dari lingkungan ke dalam cairan. Apabila ukuran gelembung besar, jumlah oksigen
yang disuplai semakin kecil. Sebaliknya apabila ukuran gelembung kecil, maka suplai oksigen
pada cairan akan semakin banyak karena ukuran gelembung yang kecil akan menyebabkan
permukaan yang kontak dengan udara semakin luas.
11.Puput : Bagaimana cara kita mengontrol adanya oksigen terlarut dalam bioreaktor?
Jawab : Dengan melakukan pengaturan pada sensor yang dimiliki pada bioreaktor.
Karena sensor berfungsi untuk mengontrol lingkungan dalam bioreaktor. Kontrol fisika
meliputi sensor suhu, tekanan, agitasi, foam, dan kecepatan aliran.Sedangkan, kontrol kimia
meliputi sensor pH, kadar oksigen, dan perubahan komposisi medium.
12.Kamelia : Adakah pengecualian bahan yang digunakan untuk fermentasi menggunakan
bioreaktor?
Jawab :
13. Dana : Apa peran Oksigen terlarut dalam pengontrolan bioreactor?
Jawab :
14. Bidayatul : Solusi jika tekanan negative? Cara mengatasinya?
Jawab :
15. Rinjani : Berapa tekanan optimal pada fermentor?
DAFTAR PUSTAKA