Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN STUDI KASUS

DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA LANSIA DILIHAT DARI ASPEK


PSIKOSOSIAL KELUARGA BERDASARKAN PENDEKATAN
HOLISTIK DI PUSKESMAS KECAMATAN TANAH ABANG

Oleh
Gus Dinda Marsella
110.2012.102
(Kelompok 8)

Pembimbing
DR. Kholis Ernawati, S.SI, M.Kes

KEPANITRAAN KLINIK ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS YARSI
PERIODE 20 MARET 26 MEI 2017
LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan studi kasus yang berjudul Diabetes Melitus Tipe 2 Pada Lansia Dilihat
Dari Aspek Psikososial Keluarga Berdasarkan Pendekatan Holistik Di
Puskesmas Kecamatan Tanah Abang ini telah disetujui oleh pembimbing untuk
dipresentasikan dalam rangka memenuhi salah satu tugas Kepaniteraan Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI bagian
Kedokteran Keluarga.

Jakarta, Mei 2017


Pembimbing,

DR. Kholis Ernawati, S.SI, M.Kes

1
KATA PENGANTAR

Assalammua`alaikum wr. wb.


Alhamdulillahirabbilaalamiin, puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan
atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya kepada
penulis sehingga Laporan hasil studi kasus pasien dengan judul DIABETES
MELITUS TIPE 2 PADA LANSIA DILIHAT DARI ASPEK PSIKOSOSIAL
KELUARGA BERDASARKAN PENDEKATAN HOLISTIK DI
PUSKESMAS KECAMATAN TANAH ABANG ini dapat diselesaikan dengan
baik.
Penyusunan laporan hasil studi kasus pasien ini bertujuan untuk memenuhi
salah satu tugas dalam Kepaniteraan Klinik Kedokteran Keluarga Bagian Ilmu
Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas YARSI periode Maret-
April 2017. Penulis juga berharap agar laporan ini dapat berguna sebagai salah satu
sumber pengetahuan bagi pembaca, terutama pengetahuan tentang Ilmu Kesehatan
Masyarakat mengenai penanganan penyakit dengan pendekatan secara holistik.
Penyelesaian laporan ini tidak terlepas dari bantuan para dosen pembimbing,
staf pengajar, serta orang-orang sekitar penulis yang terkait. Oleh karena itu,
penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Dr. Dian Mardhiyah, MKK, Dipl. DK selaku dosen pembimbing
Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat yang telah membimbing dan
memberi masukan yang bermanfaat dan juga
2. Dr. Dini Widianti, MKK selaku Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat
dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas
Kedokteran Universitas YARSI.
3. Dr. Erlina Wijayanti, MPH, selaku Koordinator Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat dan staf pengajar Kepaniteraan Ilmu Kedokteran Komunitas
Fakultas Kedokteran Universitas YARSI.
4. DR. Rifqatussadah, MKes, selaku Sekretaris Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Universitas Yarsi
5. DR. Kholis Ernawati, MKes, selaku Bendahara Bagian Ilmu Kesehatan
Masyarakat Universitas Yarsi

2
6. Semua staf pengajar di bagian Kesehatan Masyarakat Universitas Yarsi
yang telah memberikan ilmunya selama stase IKM
7. Teman-teman sejawat 1 angkatan stase IKM yang namanya tidak bisa
disebutkan satu persatu.

Dalam menyelesaikan penulisan laporan ini, penulis menyadari bahwa


makalah ini masih jauh dari kesempurnaan yang tidak luput dari kesalahan dan
kekurangan baik dari segi materi maupun dari bahasa yang disajikan. Untuk itu
penulis mohon maaf atas segala kekhilafan, serta dengan tangan terbuka
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.

Jakarta, 21 April 2017

Penulis

3
BAB I
BERKAS PASIEN

A. Identitas Pasien
Nama : Ny. T
Jenis Kelamin : Wanita
Usia : 50 tahun
Pekerjaan : Ibu rumah tangga
Pendidikan : SMP
Suku : Betawi
Agama : Islam
Status : Menikah
Alamat : Jalan Bunder RT 002/ RW 014 No. 63, Jakarta Pusat
No. CM : 0005497
Tanggal Berobat : 26 April 2017

B. Anamnesa
Dilakukan secara auto-anamnesa pada tanggal 26 April 2017 pukul 08.45 WIB
1. Keluhan Utama: Kesemutan dan kebas pada telapak tangan
2. Keluhan Tambahan: Badan lemas
3. Riwayat Penyakit Sekarang:
Pasein datang ke puskesmas untuk kontrol rutin diabetes. Pasien
mengeluh kesemutan dan kebas pada talapak tangan sejak kurang lebih satu
minggu yang lalu. Pasien mengaku kesemutan sudah dirasakan sejak kurang
lebih dua tahun yang lalu namun dirasakan makin lama makin berat. Pasien
juga mengaku cepat mengantuk akhir-akhir ini disertai dengan badan terasa
lemas. Terkadang pasien suka merasa mual. Gejala panas, batuk, pilek
disangkal. Nafsu makan baik, BAK tidak ada masalah dan BAB teratur. Nyeri
dada disangkal. Keluhan mata kabur disangkal. Luka pada kaki disangkal.
Pasien pertama kali didiagnosis menderita diabetes mellitus tipe 2
sekitar 2 tahun yang lalu. Pasien mengaku beberapa tahun yang lalu badannya
gemuk yaitu sekitar 70kg. Lalu makin lama pasien merasa badannya semakin

4
kurus dan merasa malas beraktivitas. Pasien mengaku sering buang air kecil,
sering merasa haus dan merasa badannya sering lemas. Lalu, pasien
memeriksakan diri ke Puskesmas Tanah Abang dan dokter menyarankan
pasien untuk melakukan pemeriksaan gula darah. Gula darah puasa pasien
mencapai 240 mg/dl, sedangkan gula darah sewaktu pasien mencapai 330
mg/dl.
Pasien mempunyai harapan untuk sembuh ketika ia pergi berobat ke
Puskesmas. Ny. T yakin akan sembuh jika beliau rutin berobat ke Puskesmas.
Beliau juga yakin apabila ia rajin beribadah kepada Allah SWT, ia akan
mendapatkan umur yang panjang.

4. Riwayat Penyakit Dahulu:


- Hipertensi
- Penyakit paru disangkal
- Penyakit jantung disangkal
- Riwayat alergi obat/makanan disangkal
- Riwayat dirawat di Rumah Sakit disangkal
- Riwayat operasi disangkal

5. Riwayat Penyakit Keluarga:


- Orang tua pasien menderita penyakit yang sama tidak diketahui
- Riwayat stroke disangkal
- Riwayat penyakit jantung disangkal
- Riwayat obesitas: ibu

6. Riwayat Sosial Ekonomi:


Suami pasien bekerja sebagai tukang ojek online untuk memnuhi
kebutuhannya sehari-hari. Penghasilan Tn. F dalam sehari 100 ribu-150
ribu. Ny. T hanya tinggal berdua dengan suaminya dirumah. Ketiga anaknya
sudah bekeja. Dua anak laki-lakinya telah menikah dan tinggal dirumah
yang berbeda dengannya bersama keluarga masing-masing. Anak ketiga
Ny. T sudah bekerja dan tinggal mengekos didekat tempatnya bekerja.

5
7. Riwayat Kebiasaan:
Sebelum terdiagnosa diabetes mellitus, riwayat kebiasaan makan
pasien dalam sehari adalah 3 kali/hari. Mengkonsumsi minuman dan
makanan yang manis seperti minum teh manis lebih dari tiga gelas sehari
dan kue jajanan pasar yang manis. Selain itu pasien juga sering
mengonsumsi makanan yang asin-asin seperti ikan asin dan tidak
memperhatikan konsumsi garam dalam sehari.
Pasien biasa bangun jam 4 subuh dan kembali tidur pada malam hari
jam 10 atau jam 11. Pasien tidak memiliki kebiasaan olahraga karena
menurut Ny. T mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehari-hari sudah
merupakan aktivitas fisik yang menguras keringat dan tenaga.

C. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan Umum : Baik
2. Tanda vital
Kesadaran : Compos Mentis
GCS : 15
Tek. Darah : 160/90 mmHg
Frek. Nadi : 84 x/menit
Frek Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 36,6 C
3. Status Gizi
Berat Badan : 64 kg
Tinggi Badan : 151 cm
Indeks Massa Tubuh : 28,07 kg/m2
Status Gizi : Obesitas

3. Status Generalis:
Kepala : Normocephal, rambut berwarna hitam keputihan tidak
mudah dicabut
Mata : Conjunctiva tidak anemis, sklera tidak ikterik
Leher : Tidak teraba pembesaran KGB dan kelenjar tiroid

6
Thoraks : Pergerakan dada simetris bilateral dalam keadaan
statis dan dinamis
Cor : BJ I BJ II reguler, murmur (-), gallop (-)
Pulmo : Suara napas vesikuler (+/+), rhonki (-/-),wheezing (-/-)
Abdomen : Datar, simetris, bising usus (+) normal, hepar dan lien
tidak teraba
Ekstremitas Superior : Sianosis (-/-), Edema (-/-)
Ekstremitas Inferior : Sianosis (-/-), Edema (-/-)

4. Status neurologis:
GCS : 15 (E4 M6 V5)
Pupil : Di Tengah, bulat, isokor, ukuran 3mm/3mm
a. Anggota gerak atas
Kekuatan : 5/5
Tonus : (+) / (+)
Atrofi : (-) / (-)
Refleks fisiologis
Biceps :(+) / (+)
Triceps : (+)/ (+)
Refleks Patologis
Refleks Hoffman : (-) / (-)
Refleks Trommer : (-) / (- )
Sensibilitas
Taktil : normal/normal
Nyeri : normal/normal
Suhu : Tidak dilakukan
Diskriminasi 2 titik : Tidak dilakukan
Getar : Tidak dilakukan
b. Anggota gerak bawah
Kekuatan : 5/5
Tonus : (+) / (+)
Atrofi : (-) / (-)

7
Refleks fisiologis
Patella : (+) / (+)
Achilles : (+) / (+)
Refleks Patologis
Babinski : (-) / (-)
Chaddock : (-) / (-)
Gordon : (-) / (-)
Oppenheim : (-) / (-)
Sensibilitas
Taktil : +/ +
Nyeri :+/+
Suhu : Tidak dilakukan
Diskriminasi 2 titik : Tidak dilakukan
Getar : Tidak dilakukan

D. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan gula darah kapiler tanggal 28 Februai 2017
GDP : 197 mg/dL
Pasien pernah memeriksa kolestrol dan asam urat sekitar 3 bulan yang lalu,
hasilnya dalam batas normal.
Pasien tidak pernah di rekam jantung (EKG)

E. Diagnosis Klinis
Diabetes Tipe 2 Terkontrol Tanpa Kompli
Hipertensi Grade II

F. Terapi Klinis
Metformin 2x500 mg
Amlodipin 1x10 mg
Vitamin B Complex 3xI tablet

8
BAB II
BERKAS KELUARGA

2.2. Profil Keluarga


2.1.1 Karakteristik Keluarga
a. Nama Kepala Keluarga: Tn. F
b. Nama Pasangan: Ny. T
c. Struktur Komposisi Keluarga:

Tabel 2.1 Anggota keluarga yang tinggal serumah


Kedudukan dalam
No Nama Keluarga Gender Umur Pendidikan Pekerjaan
Kepala Keluarga
1. Tn. F L 54 th SMA Tukang Ojek
(Ayah)
2. Ny. T Istri (Ibu) P 50 th SMP Tidak Bekerja

2.1.2 Penilaian Status Sosial dan Kesejahteraan Hidup


a. Lingkungan tempat tinggal

Tabel 2.2 Lingkungan tempat tinggal


Status kepemilikan rumah : menyewa
Daerah perumahan : padat bersih
Karakteristik Rumah dan Lingkungan Kesimpulan
2
Luas rumah: 4 x 15 m Rumah Ny. T memenuhi persyaratan
Jumlah penghuni dalam satu rumah: 2 orang rumah sehat jumlah orang yang
Luas halaman rumah: 5 x 2,5 m2 tinggal tidak sesuai dengan luas
Lantai rumah dari: Keramik rumah
Dinding rumah dari: Tembok dan triplek
Jamban keluarga: Ada
Tempat bermain: Tidak ada
Penerangan listrik: 900 watt
Ketersediaan air bersih: Ada
Tempat pembuangan sampah : Ada

9
b. Kepemilikan barang-barang berharga: (Kendaraan, elektronik, peralatan
rumah tangga)
- 1 Sepeda motor
- 1 TV (21 inch)
- 2 Telepon genggam
- 1 Kulkas
- 1 Kompor gas
- 1 Mesin cuci
- 1 Setrika
- 2 kipas angin

2.1.3 Penilaian Perilaku Kesehatan Keluarga:


a. Perilaku terhadap Sakit dan penyakit
Ny. T dan keluarga biasanya jika merasakan adanya keluhan atau sakit,
mereka akan ke puskesmas.
b. Perilaku terhadap Pelayanan kesehatan
Pasien rajin kontrol rutin ke puskesmas untuk memeriksakan dirinya
entah ada atau tidaknya keluhan dengan kesadaran dirinya sendiri.
Pasien pergi diantar ke puskesmas diantar oleh suaminya menggunakan
sepeda motor. Menurut pasien, ia sangat terbantu dengan adanya
jaminan kesehatan nasional. Dengan adanya itu, beliau dapat berobat
secara gratis. Pasien merasa pelayanan di Puskesmas cukup
memuaskan.
c. Perilaku terhadap Makanan
Ny. T masih suka memakan makanan yang manis dan makan nasi
dalam porsi orang normal (non-diabetes). Oleh karena itu, Ny. T belum
cukup patuh terhadap pantangan-pantangan makanan yang disarankan
oleh Dokter Umum di Puskesmas.
d. Perilaku terhadap Lingkungan
Ny. Tati cenderung tidak sadar akan pentingnya menyuruh lingkungan
internalnya, khususnya anak-anaknya untuk memeriksakan diri juga ke
puskesmas untuk melakukan skining diabetes.

10
2.1.4 Pola Konsumsi Makanan Keluarga

a. Kebiasaan makan:
Menu makanan sehari-hari keluarga ini bervariasi. Menu makanan yang
biasa dihidangkan Ny. T terdiri dari nasi, sayur, dan lauk. Sebelum
didiagnosis diabetes, cita rasa makanan yang paling sering dihidangkan
adalah manis. Hampir setiap hari pasti pasien harus minum the manis
hangat saat pagi hari sebelum beraktivitas dan sore hari saat sedang
bersantai dirumahnya. Sayur yang sering dimasak cukup bervariasi
antara lain sayuran hijau baik direbus atau ditumis. Lauk yang
dihidangkan bervariasi seperti ayam, Ikan asin, telur, tahu maupun
tempe. Sedangkan untuk buah-buahan jarang dikonsumsi oleh keluarga
ini. Pola makan keluarga ini tiga kali sehari, terdiri dari sarapan pagi,
makan siang dan makan malam.

b. Menerapkan pola gizi seimbang:


Dalam 1 tahun terkahir, Keluarga Ny. T telah memperhatikan pola gizi
seimbang dari menu yang mereka konsumsi, tetapi kadang kala pasien
masih suka mencuri-curi makanan/minuman yang dipantang, misalnya
penggunaan gula yang masih cukup tinggi dalam hidangan makanannya
dan porsinya lebih banyak daripada buah dan sayur, konsumsi buah
juga jarang sekali. Hal ini dikarenakan kesadaran yang kurang
mengenai pentingnya pola makan gizi seimbang terkait dengan
penyakit yang diderita pasien.

11
Tabel 2.3 Food Record Pasien dalam Tiga Hari
Jumat, 24 Maret 2017
Jadwal Makanan Jumlah Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(gr) (kKal) (gr) (gr) (gr)
Makan Roti 70 gr 122,5 28 2,8 -
Pagi Air putih - - - - -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur Sop 100 50 10 3 -
Makan
Ikan Mas 1/3 ekor 50 - 7 2
Siang
sedang
Teh Tawar - - - - -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur Asem 100 50 10 3 -
Makan
Ikan Mas 1/3 ekor 50 - 7 2
Malam
sedang
Teh Tawar - - - - -
Total 672,5 128 30,8 4
Minggu, 26 Maret 2017
Jadwal Makanan Jumlah Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(gr) (kKal) (gr) (gr) (gr)
Makan Kue Pasar 50 87,5 20 2 2
Pagi Susu 1 gelas 250 - 35 10
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur buncis 100 25 5 1 -
Makan
Oncom 1 potong besar 40 4 - 1,5
Siang
Ikan asin 2 potong kecil 37,5 - 5,25 1,5
Teh tawar - - - - -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur buncis 100 25 5 1 -
Makan Ayam goreng 1 potong 150 - 7 13
Malam sedang
Tempe 1 potong 40 4 3 1,5
Teh tawar - - - - -
Total 1005 118 62,25 29,5

12
Selasa, 28 Maret 2017
Jadwal Makanan Jumlah Kalori Karbohidrat Protein Lemak
(gr) (kKal) (gr) (gr) (gr)
Makan Bubur ayam 1 porsi 372 36 27 12
Pagi Air putih - - - - -
Nasi putih 100 175 40 4 -
Sayur 100 25 5 1 -
Makan Kangkung
Siang Tempe 1 potong 40 4 3 1,5
Ikan Pindang ekor sedang 50 - 7 2
Teh tawar - - - - -
Makan Nasi Goreng 1 porsi 250 32 9 9
Malam Air putih - - - - -
Total 999,5 137 53 26,5

2.1.5 Pola Dukungan Keluarga


a. Faktor pendukung terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Fasilitas yang telah tersedia cukup memudahkan keluarga Ny. T
untuk melaksanakan pola hidup sehat dan membantu menyelesaikan
masalah kesehatan Ny. T. Banyaknya sarana transportasi umum
memudahkan pasien untuk menjangkau Puskesmas dan instansi
pelayanan kesehatan terdekat.
b. Faktor penghambat terselesaikannya masalah dalam keluarga:
Kurangnya kesadaran pasien tentang bahaya dari penyakitnya
sehingga pola makan pasien masih belum pola makan bagi orang
dengan sakit diabetes, pasien masih sering mengonsumsi makanan
manis.

13
2.2. Genogram
2.2.1 Bentuk keluarga

Keluarga terdiri atas 3 generasi dengan kepala keluarga (KK) bernama


Tn. F berusia 54 tahun.

2.2.2 Tahapan siklus keluarga:


Tahapan siklus keluarga Tn. B dan Ny. T termasuk ke dalam Tahap keluarga
dalam masa pensiunan.

2.2.3 Family Map

Keterangan
Laki-laki
Perempuan
Perempuan sakit
Gambar 2.1 Family Map

14
U

Kamar
Mandi
Ruang Tamu Kamar Tidur

Dapur

Gambar 2.2 Denah Rumah Keluarga

2.2.4 Identifikasi permasalahan yang didapat dalam keluarga

1. Masalah dalam organisasi keluarga: Dalam struktur keluarga kepala


keluarga sudah tidak aktif lagi bekerja. Kepa keluarga hanya di rumah saja
tidak melakukan aktifitas apapun.
2. Masalah dalam fungsi biologis: Dalam keluarga terdapat satu orang yang
menderita Diabetes melitus
3. Masalah dalam fungsi psikologis: Anak-anak pasien kurang memberikan
perhatian kepada pasien karena tinggal berbeda rumah dan memiliki
keluarga masing-masing dan salah satu anak pasien mengekos karena tempat
kerjanya terlalu jauh dari rumah.
4. Masalah dalam fungsi ekonomi dan pemenuhan kebutuhan: Sumber
penghasilan utama pada keluarga adalah dari suami pasien.
5. Masalah lingkungan: Lingkungan tempat tinggal pasien merupakan
lingkungan cukup padat penduduk dengan letak rumah yang berdekatan satu
sama lainnya. Kebersihan lingkungan di sekitar rumah pun terjaga dengan
baik.
6. Masalah perilaku kesehatan: Keluarga sudah cukup mengerti akan
pentingnya kesehatan dan pemeliharaan kesehatan. Pasien juga memilki
motivasi yang kuat untuk sembuh, sehingga pasien rutin datang ke

15
Puskesmas untuk kontrol penyakitnya. Namun usaha pasien dalam merubah
pola makan dan gaya hidup masih kurang.

2.2.5 Diagnosis Holistik (Multiaksial)

1. Aspek personal: (alasan kedatangan, harapan, kekhawatiran)


Pasien datang ke Puskesmas Tanah Abang karena merasa tangannya
kebas dan kesemutan serta cepat mengantuk dan lemas yang sudah
dirasakan dalam waktu satu minggu. Kedatangan ini atas kemauannya
sendiri. Jarak yang dekat serta biaya yg murah serta kualitas pelayanan
kesehatan yang dirasakan cukup memuaskan menjadi salah satu faktor
pendukung kedatangan pasien ke Puskesmas Tanah Abang. Pasien datang
kontrol dengan harapan sembuh dan mengetahui nilai gula darahnya serta
mendapatkan obat. Saat ini pasien tidak mempunyai kekhawatiran lagi
terhadap penyakitnya, tidak sperti dulu, pasien khawatir akan mengetahui
penyakit lain ternyata ada dalam tubuhnya selain diabetes. Persepsi pasien
terhadap penyakitnya ini positif. Beliau yakin penyakit ini bisa sembuh, dan
beliau yakin kesembuhan hanya dari Allah SWT semata.

2. Aspek klinik: (Diagnosis kerja dan Diagnosis banding)


Berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan fisik didapatkan diagnosis
Diabetes Mellitus tipe II yang terkontrol dengan hipertensi. Sedangkan
diagnosis bandingnya adalah diabetes mellitus tipe II tidak terkontrol.

3. Aspek risiko internal: (faktor-faktor internal yang mempengaruhi masalah


kesehatan pasien)
Kesadaran pasien tentang pola makan yang baik masih kurang. Di
samping itu, pasien juga tidak pernah berolahraga, karena ia beranggapan
pekerjaan rumah tangga sudah cukup menguras tenaga dan keringatnya dan
sama saja seperti berolah raga.

16
4. Aspek psikososial keluarga: (faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi
masalah kesehatan pasien)
Tidak ada pelaku rawat dari keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
Keluarga pasien kurang memerhatikan kondisi penyakit pasien, kurangnya
komunikasi antara pasien dan anggota keluarga dikarenakan kesibukan
masing-masing dalam memperhatikan pola diet pasien.

5. Aspek fungsional: (tingkat kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari


baik di dalam maupun di luar rumah, fisik maupun mental)
Ny. T dapat melakukan aktivitas sendiri dan menjalankan fungsi
sosial dalam kehidupannya. Namun pasien mengaku kadangkala terganggu
dengan diabetes mellitus yang dideritanya terutama ketika tangannya kebas
kesemutan dan badannya terasa lemas.

17
2.2.6 Rencana Pelaksanaan

Tabel 2.4 Rencana Penatalaksanaan


Aspek Kegiatan Sasaran Waktu Hasil diharapkan Keterangan
Aspek Memberikan dukungan terhadap pasien untuk tetap Pasien Saat pasien berobat ke Kontrol gula darah dan Tidak menolak
personal konsisten berobat rutin Puskesmas. minum obat dengan teratur
Aspek klinik Memberikan obat kencing manis (Diabetes Mellitus),dan Pasien Pada saat kunjungan ke DM terkontrol, mencegah Tidak menolak
menjelaskan fungsi obat dan cara konsumsinya yaitu puskesmas komplikasi
metformin 2x500mg, berfungsi untuk menurunkan kadar
gula darah. Memberikan obat penurun tekanan darah
amlodipine 1x10mg. Memberikan tambahan vitamin B
kompleks dosis 1x1 untuk keluhan tangan kebas
kesemutan, lemas dan cepat mengantuk.
Aspek risiko - Membantu pasien mengubah kebiasaan makan makanan Pasien Pada saat di puskesmas Pasien mampu mengelola Tidak menolak
internal yang manis dengan cara memberikan list makanan manis dan saat kunjungan ke dan paham pola makan yang
- Membantu pasien mengubah kebiasaan makan makanan rumah baik bagi penyandang
yang mengandung tinggi garam diabetes mellitus
- Menganjurkan untuk berolah raga
Aspek - Menganjurkan keluarga memberi dukungan kepada Keluarga Pada saat kunjungan ke Keluarga memberi perhatian Tidak menolak
psikososial pasien agar selalu menjaga kesehatannya dan selalu rumah dan dukungan lebih kepada
keluarga mengingatkan pasien untuk minum obat dan kontrol pasien dan pasien lebih
gula darah, dan mendukung pola diet pasien. termotivasi untuk sembuh
- Menganjur-kan kepada keluarga pasien untuk
meningkatkan komunikasi yang baik dengan pasien
Aspek Menyarankan pasien untuk latihan jasmani seperti: jalan Pasien dan Pada saat kunjungan ke Kondisi tubuh pasien lebih Tidak menolak
fungsional kaki, senam diabetes , bersepeda santai, joging dan keluarga rumah sehat dan kuat
berenang.

18
2.2.7 Prognosis
1. Ad vitam : dubia ad bonam
2. Ad functionam : dubia ad bonam
3. Ad sanationam : dubia ad bonam

19
Lampiran 1
Dokumentasi Kunjungan Rumah Pasien

20