Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM

Desalination of Saltwater Integrated System (DoSIS): Solusi Cerdas Atasi


Komersialisasi Air Minum yang Berkelanjutan dengan Konsep Cincin Pulau
Jawa Berbasis Teknologi Reverse Osmosis

BIDANG KEGIATAN :
PKM-GAGASAN TERTULIS

Diusulkan oleh :

ALFAN QODIRI 16/396722/SV/10935


RISKA SEPTIANDARI 16/394531/SP/27137
M. ALI IRHAM 15/385697/SV/09128
I KADEK S. 15/377627/HK/20359
WIDIYANTO 16/401065/SV/11569

UNIVERSITAS GADJAH MADA


YOGYAKARTA
2017

i
iiii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i


LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................ ii
DAFTAR ISI ....................................................................................................... iii
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... iv
DAFTAR TABEL ............................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................... 1
A. Judul Program ....................................................................................... 1
B. Latar Belakang....................................................................................... 1
C. Tujuan .................................................................................................... 2
D. Manfaat.................................................................................................. 2
BAB II GAGASAN ............................................................................................ 3
A. Kondisi Kekinian .................................................................................. 3
B. Solusi yang Pernah Ditawarkan ............................................................ 4
C. Gagasan untuk Memperbaiki Solusi yang Pernah Ditawarkan ............. 6
D. Pihak yang dapat Mengimplementasikan ............................................. 7
E. Langkah-langkah Strategis .................................................................... 7
BAB III KESIMPULAN ..................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................... 10
LAMPIRAN ........................................................................................................ 11
Lampiran 1. Biodata Ketua, Anggota, dan Dosen Pembimbing ................ 11
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas ..... 22
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana .......................................... 23

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tingkat Presentase Akses Air Bersih menurut Provinsi ................. 4
Gambar 2.2 Proses Pengolahan Air Laut Menjadi Air Siap Minum................... 5

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Syarat Air Minum Layak Konsumsi ................................................... 3

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Judul Program
Desalination of Saltwater Integrated System (DoSIS): Solusi Cerdas Atasi
Komersialisasi Air Minum yang Berkelanjutan dengan Konsep Cincin
Pulau Jawa Berbasis Teknologi Reverse Osmosis.

B. Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan yang dikelilingi oleh laut,
begitu banyak air yang melimpah akan tetapi masih terdapat daerah yang
sulit air untuk keperluan air tawar atau air minum (Alexander Tunggul
Sutanhaji, 2014). Salah satu aspek sumber daya alam yang mempengaruhi
kehidupan hajat hidup orang banyak adalah sumber daya air. Mengingat
begitu vitalnya keberadaan sumber daya air dikarenakan menjadi
kebutuhan dasar setiap manusia, maka pengelolaannya pun telah
ditetapkan dalam konstitusi negara. Dalam Pasal 33 ayat 3 UUD 1945
disebutkan bahwa Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di
dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk
kemakmuran rakyat(UUD 1945).
Seiring dengan perkembangan waktu, keberadaan air sudah
mengalami pergeseran paradigma pengelolaan manakala air sudah tidak
lagi dipandang sebagai barang bebas yang memiliki fungsi sosial akan
tetapi telah menjadi komoditas ekonomi yang cenderung mengarah pada
privatisasi dan ekploitasi (Endaryanta, 2007). Hal tersebut secara tidak
langsung dapat mengakibatkan hilangnya peran negara dalam memenuhi
hak rakyat atas air. Apabila hal tersebut terus dibiarkan terjadi, tentu akan
menimbulkan konflik kepentingan dalam hal pengelolaan dan pemanfaatan
air baik antar stakeholders, rakyat, wilayah, maupun antar sektor.
Contohnya, menurut Direktur Amrta Institute for Water Literacy, Nila
Ardhianie, eksploitasi air tanah secara masif oleh perusahaan Air Minum
Dalam Kemasan (AMDK) telah menyebabkan warga di daerah kesulitan
mendapatkan air bersih untuk sekedar memenuhi kebutuhan pokok sehari-
hari (amrta.institute.org, 2016). Pada kenyataannya keterlibatan swasta
yang awalnya ditujukan unuk membantu pemerintah dalam mengelola
sektor air untuk kepentingan publik justru mengesampingkan pemenuhan
rakyat atas air dan cenderung memarginalkan rakyat. Oleh karenanya
dalam konteks kenegaraan keberadaan air merupakan salah satu aspek
yang menjadi penguasaan oleh Negara sebagaimana amanat konstitusi
(Ria Casmi Arrsa, 2015).
Melihat berbagai permasalahan tersebut, penulis mengajukan
gagasan yang dapat mengatasi krisis air bersih, sekaligus sebagai cara
untuk menghentikan segala bentuk komersialisasi yang sejatinya hanya
menguntungkan pihak kapitalis. Cara yang dilakukan yaitu dengan
memanfaatkan air laut yang diubah menjadi air tawar yang layak
1
konsumsi. Sistem tersebut dirancang dengan mengelilingi pulau Jawa
sehingga membentuk lingkaran cincin yang dapat mengakses ke segala
penjuru daerah di pulau Jawa. Gagasan untuk memanfaatkan air laut
didasarkan bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi
oleh laut. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa Indonesia memiliki
suplai air laut yang begitu melimpah. Sedangkan di sisi lain, gagasan ini
dibentuk karena melihat arus globalisasi, dimana pembangunan
industrialisasi harus tetap dilakukan demi terus mendorong pertumbuhan
ekonomi bangsa padahal industrialisasi merupakan salah satu penyebab
terjadinya krisis air bersih. Dengan demikian, harus ada inovasi untuk
mengantisipasi apabila air tanah sudah tidak dapat dihandalkan lagi untuk
memenuhi kebutuhan masyarakat.

C. Tujuan
Karya tulis ini bertujuan merancang secara komprehensif strategi
Indonesia untuk mengantisipasi krisis air bersih sekaligus untuk
menghentikan komersialisasi air yang dapat mengancam kedaulatan
negara oleh pihak swasta sehingga mengembalikan peran negara yang
seutuhnya dalam mengelola air untuk kepentingan publik.

D. Manfaat
1. Bagi penulis, sebagai sarana memberikan kontribusi pada pemerintah
dalam mengatasi masalah krisis air bersih di Indonesia sekaligus
sebagai langkah untuk menghentikan komersialisasi air yang terus
berlanjut.
2. Bagi masyarakat, terpenuhinya air bersih di daerah-daerah krisis air
bersih dan tercipta keadilan masyarakat dalam mengakses air bersih.
3. Bagi pemerintah, sebagai gagasan dan solusi baru yang lebih inovatif
dalam penanggulangan krisis air dan penghentian komersialisasi air
sehingga dapat mengembalikan penguasaan sumber daya air oleh
negara sesuai amanat konstitusi.

2
BAB II
GAGASAN

A. Kondisi Kekinian
Desalinasi adalah salah satu proses perubahan air laut menjadi air
siap minum. Belakangan ini banyak sekali air minum yang diolah dari air
laut dengan teknologi desalinasi. Salah satu penerapan teknologi desalinasi
yaitu dengan menggunakan teknologi berbasis Reverse Osmosis. Sudah
diketahui bersama bahwa sistem desalinasi banyak digunakan untuk
praktik komersialisasi oleh perusahaan properti atau pihak swasta di
beberapa provinsi di Indonesia. Ironisnya praktik komersialisasi tersebut
cenderung bersifat destruktif terhadap lingkungan dan mengabaikan hak
rakyat dalam mengakses air bersih.

Tabel 2.1 Syarat Air Minum Layak Konsumsi


Sumber: N.P.G.N. Chandrasekara, R.M. Pashley, 2017 (Journal Elsevier)
Saat ini produsen air minum sudah berkembang pesat seiring
berkembangnya teknologi dan industrialisasi. Hal tersebut dapat
menurunkan kualitas air tanah, sehingga dapat menyebabkan penduduk
memiliki hambatan dalam mengakses air bersih. Kondisi tersebut semakin
parah ketika musim kemarau datang. Beberapa daerah seperti Bojonegoro
dan Gunung Kidul adalah contoh daerah pegunungan yang memiliki tanah
kapur yang masih kekurangan air pada saat musim kemarau. Hal ini yang
melatarbelakangi kami membuat inovasi teknologi desalinasi yang
berbasis Reverse Osmosis dengan konsep cincin pulau Jawa.

3
Konsep tersebut dilakukan dengan mengubah air laut menjadi air
tawar yang layak siap minum untuk semua penduduk Indonesia yang
berkeadilan sekaligus sebagai langkah untuk menghentikan praktik
komersialisasi air yang terus berlanjut.
Tujuannya jelas, untuk mengantisipasi krisis air bersih sehingga
penduduk Indonesia bisa mendapat air tawar yang layak siap minum
dengan memanfaatkan limpahan air laut. Konsep tersebut jelas dikelola
oleh pemerintah untuk mencegah perbedaan akses air bersih pada semua
penduduk, sehingga asas keadilan dapat terwujud.

B. Solusi yang Pernah Ditawarkan


Saat ini sudah ada pembuatan desalinasi dengan teknologi Reverse
Osmosis siap minum di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Batam.
Akan tetapi masih banyak penduduk di Indonesia, khususnya di pulau
Jawa yang belum mendapatkan akses layanan air bersih.

Sumber: Unicef Indonesia, 2012


Gambar 2.1 Tingkat Presentase Akses Air Bersih menurut Provinsi

4
Teknologi desalinasi berbasis Reverse Osmosis masih sedikit di
terapkan Indonesia. Teknologi desalinasi juga efektif untuk diterapkan di
Indonesia karena wilayah perairan Indonesia yang luas dan iklim tropis
yang mendukung.
Berkah demografi yang besar serta sumber daya alam yang luar
biasa, menjadikan teknologi desalinasi sudah mulai gencar digunakan
dibeberapa wilayah di Indonesia. Proses desalinasi air laut dengan sistem
Reverse Osmosis, yakni proses pengolahan air minum dengan sistem
Reverse Osmosis yang terdiri dari dua bagian yakni unit pengolahan
pendahuluan dan unit Reverse Osmosis. Unit pengolahan pendahuluan
tersebut terdiri dari beberapa peralatan utama yaitu pompa air baku, bak
koagulasi-flokulasi, tangki reaktor (kontraktor), saringan pasir, filter
mangan zeolit, filter untuk penghilang warna (color removal), dan filter
cartridge ukuran 0,5 m. Sedangkan unit Reverse Osmosis terdiri dari
pompa tekanan tinggi, membran Reverse Osmosis, pompa dosing untuk
anti scalant dan anti biofouling, serta sterilisator ultraviolet (UV).
Dari penjabaran peralatan dan prosedur penggunaan proses
desalinasi dengan teknologi Reverse Osmosis di atas dapat dilihat ada
kelemahan dari penerapan proses desalinasi di Indonesia yang masih
terpaku pada beberapa daerah dan perusahaan properti yang pastinya
memiliki modal besar. Kendala biaya yang mahal tentu mengakibatkan
tidak semua lapisan masyarakat dapat membeli teknologi yang sudah ada
tersebut. Selain itu, kendala juga dipengaruhi oleh faktor air tanah yang
kurang mendukung terhadap penerapan teknologi ini di beberapa daerah di
Indonesia.

Gambar 2.2 Proses Pengolahan Air Laut Menjadi Air Siap Minum

5
Namun, perlu diketahui bahwa air adalah sumber utama kehidupan,
dimana makhluk hidup termasuk manusia bisa hidup dengan tidak adanya
makanan, akan tetapi makhluk hidup tidak akan bisa bertahan lama dengan
tidak adanya air, dalam hal ini yang dimaksud adalah air bersih. Dengan
demikian, akses air bersih yang siap minum sangat dibutuhkan oleh
masyarakat demi kelangsungan hidupnya.

C. Gagasan untuk Memperbaiki Solusi yang Pernah Ditawarkan


Untuk itu, penulis mengajukan solusi dengan gagasan teknologi
desalinasi berbasis Reverse Osmosis yang terintegrasi oleh pusat dengan
konsep cincin yang tertanam disepanjang pesisir pulau Jawa. Dengan
menggunakan inovasi ini, setiap orang akan lebih praktis dan lebih sehat
untuk mendapatkan air siap minum tanpa harus mengeluarkan uang serta
tanpa harus membeli teknologi desalinasi yang mahal.
Dan dengan inovasi ini, masyarakat akan lebih merasakan peran
pemerintah dalam penanganan akan maraknya kasus komersialisasi air
minum di Indonesia.
Inovasi ini bisa digunakan sebagai solusi masa depan dalam
menangani berbagai permasalahan tentang air minum di Indonesia, seperti
krisis air bersih pada saat musim kemarau terutama di daerah pegunungan
yang memiliki tanah kapur dan di kota-kota besar yang kualitas air
tanahnya sudah mulai tercemar. Selain itu, titik fokus gagasan ini yaitu
berusaha mengembalikan andil pemerintah sebagai penguasa sumber daya
air yang menyangkut hajat hidup orang banyak sesuai amanat konstitusi.
Langkah langkah yang dilakukan untuk mengimplementasikannya
adalah dengan membuat teknologi desalinasi berbasis Reverse Osmosis
yang tertanam di sepanjang pesisir pantai Pulau Jawa.
Prinsip daerah desalinasi dengan sistem Reverse Osmosis
dilakukan dengan adanya dua larutan dengan konsentrassi encer dan
konsentrasi pekat dipisahkan oleh membran semi permeable, maka larutan
dengan konsentrasi yang encer akan terdifusi melalui membran semi
permeable tersebut masuk ke dalam larutan yang pekat sampai
terketimbangan konsentrasi (S.M. Hoseinieh Shahrabi T., 2017)
Daya penggerak yang menyebabkan terjadinya aliran atau difusi air
tawar ke dalam air asin melalui membran semi permeable tersebut
dinamakan tekanan osmosis. Besarnya tekanan osmosis tersebut
tergantung dari karakteristik membran, temperatur air, dan konsentrasi
garam yang terlarut dalam air. Tekanan osmotik normal air laut yang
mengandung TDS 35.000 ppm dan suhu 25 adalah kira kira 26,7 kg/cm2.
Untuk air laut di daerah timur tengah atau laut merah yang mengandung
TDS 42.000 ppm, dan suhu 300, tekanan osmotik adalah 32,7 kg/cm2
(Nusa Idaman Said, 2003).
Pada penerapan inovasi ini, kami tidak harus melakukan penelitian,
karena memang sudah ada penelitian terkait proses desalinasi berbasis
Reverse Osmosis ini.
6
Yang membuat inovasi ini baru adalah proses desalinasi air laut
dengan teknologi Reverse Osmosis yang semua proses tersebut dilakukan
di dalam pesisir seluruh pantai pulau Jawa yang memakai konsep cincin
dan siap disalurkan ke rumah-rumah warga.
Penerapan teknologi ini merupakan implementasi dari berbagai
kajian bidang studi, meliputi ilmu keteknikan, ilmu manajemen kebijakan
publik dan saintek. Dalam bidang keteknikan, khususnya pada bidang
teknik sipil, penerapan proses desalinasi dengan konsep cincin tertanam di
sepanjang pulau Jawa ini membutuhkan konstruksi yang rapi dan
professional.

D. Pihak yang dapat Mengimplementasikan


1. Pemerintah
Memberikan perizinan melakukan penelitian lebih lanjut dan
mendukung penelitian sehingga gagasan dapat terwujud menjadi suatu
inovasi baru yang dapat menunjang kehidupan serta untuk lebih
menyejahterakan kehidupan masyarakat akan pentingnya air bersih.

2. Kemenristekdikti
Kemenristekdikti sebaiknya memberikan lebih banyak peluang
bagi mahasiswa atau seluruh kalangan untuk lebih mengembangkan
penelitian lebih lanjut melalui berbagai program seperti PKM dan
sebagainya, sehingga gagasan ini dapat terimplementasikan di masa
mendatang dengan baik.

3. Badan Riset Universitas


Memberikan sosialisasi untuk menumbuhkan jiwa seorang peneliti
pada mahasiswa sehingga gagasan ini dapat berlanjut menjadi suatu
teknologi modern yang dapat diwujudkan dan dikembangkan, serta
memajukan bidang riset di Universitas.
4. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)
Bekerjasama dengan berbagai pihak bidang studi untuk
memberikan arahan dalam penelitian yang sesuai dengan aman dan
baik.

E. Langkah-Langkah Strategis
Berikut langkah langkah yang harus dilakukan agar tujuan dari
gagasan tersebut dapat tercapai:
1. Melakukan riset penelitian dan penerapan dari gagasan ini.
2. Diajukan pada Kemenristekdikti dan PDAM untuk mendapatkan
persetujuan dan pelegalan akan keamanan dan kebermanfaatan riset
dalam bidang konstruksi dan manajemen pengolahan air bersih.
3. Pelegalan pemerintah agar riset dapat dipublikasikan.
4. Mengembangkan hasil riset dan tahap produksi.
7
5. Mensosialisasikan kepada masyarakat.
6. Melakukan sosialisasi, bagaimana langkah pembuatan dan penggunaan
alat yang aman dan sesuai dengan prosedur.
7. Mengevaluasi respon masyarakat terhadap ketertarikannya pada
inovasi modern dan terbaru ini sehingga dapat mengembangkan dan
memperbaiki teknologi secara berkelanjutan.

8
BAB III
KESIMPULAN

Desalinasi adalah salah satu cara untuk membuat air bersih siap minum.
Penggunaan inovasi desalinasi air laut dengan teknologi Reverse Osmosis ini
sangat dibutuhkan bagi masyarakat, seiring banyaknya masalah kurangnya air
bersih. Penanaman proses desalinasi dengan teknologi Reverse Osmosis di
sepanjang pesisir pantai pulau Jawa berkonsep cincin ini diharapkan dapat
membantu warga masyarakat dalam menghadapi krisis air bersih di Indonesia.
Mengingat Indonesia berpotensi akan daerah maritimnya
Teknik implementasi gagasan ini dapat dilakukan dengan pengajuan awal
kepada pihak terkait, yaitu pemerintah melalui Badan Pengkajian dan Penerapan
Teknologi (BPPT). Selanjutnya persetujuan dan perizinan kepada Kementerian
Riset dan Teknologi Dikti serta Kementerian PUPR untuk melakukan identifikasi,
observasi, dan penelitian terhadap kondisi aktual, potensi, sistem, dan struktur
komponen alat. Analisis perlu dilakukan untuk mendapatkan nilai keluaran yang
maksimal. Setelah adanya landasan dan acuan, dilaksanakan kerjasama dengan
perusahaan terkait yaitu Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dan Perusahaan
Aqueos Indonesia. Dengan pengerjaan oleh Kementerian PUPR, dapat dilakukan
evaluasi dan monitoring sebagai proses kegiatan jangka panjang dan
berkesinambungan.
Konsep ini nantinya juga akan mempermudah penyaluran air bersih ke
seluruh wilayah pulau Jawa dan akan menyebar ke seluruh wilayah atau pulau di
Indonesia. Terlaksananya gagasan ini dapat memberikan hasil berupa pengolahan
air laut dengan proses desalinasi berbasis teknologi Reverse Osmosis yang
terintregasi hampir di sepanjang pesisir pantai pulau Jawa. Mengingat wilayah
laut Indonesia yang luas dengan potensi sumber daya alam yang besar, maka
sumber daya manusia pun akan banyak digunakan. Dengan demikian, SDM
Indonesia akan diberdayakan sesuai dengan tujuan bangsa, yaitu dalam rangka
memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyat Indonesia. Apabila konsep
tersebut berhasil diterapkan di pulau Jawa, maka tidak menutup kemungkinan
konsep ini dapat diterapkan juga di seluruh pulau nusantara.

9
DAFTAR PUSTAKA
Arrsa, Ria Casmi. 2015. Telaah Sociolegal Terhadap Terwujudnya Kedaulatan
Hak Atas Sumber Daya Air (Sociolegal Study on Actualizing the Sovereign
Rights on Water Resources). Jurnal Rechts Vinding. Vol 4, No 2. Dilihat 29
Januari 2017. Diakses <rechtsvinding.bphn.go.id>.
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 33
Amrta Institute. 2016. Kedaulatan Rakyat: Komersialisasi Air Rugikan Rakyat.
Diakses dari http://www.amrta-institute.org/latest-news/156-kedaulatan-
rakyat-komersialisasi-air-rugikan-rakyat pada 28 Januari 2017 pukul 17.30
WIB.
Sutanhaji, Alexander Tunggul. 2014. Rancang Bangun dan Uji Kinerja Alat
Desalinasi Sistem Penyulingan menggunakan Panas Matahari dengan
Pengaturan Tekanan Udara. Malang: Jurnal Keteknikan Pertanian Tropis
dan Biosistem, Universitas Brawijaya

Unicef. 2012. Air Bersih, Sanitasi dan Kebersihan. Jakarta Pusat: Unicef
Indonesia

Said, Nusa Idaman. 2003. Aplikasi Teknologi Osmosis Balik untuk Memenuhi
Kebutuhan Air Minum di Kawasan Pesisir atau Pulau Terpencil. Jakarta:
Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair, Pusat
Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan, BPPT

Shahrabi, S.M. Hoseinieh, T. 2017. Influence of ionic species on scaling and


corrosion performance of AISI 316L rotating disk electrodes in artificial
seawater. Tehran, Iran: Department of Materials Engineering, Faculty of
Engineering, Tarbiat Modares University. Journal Homepage: journal
homepage: www.elsevier.com/locate/desal

Pashley, N.P.G.N. Chandrasekara, R.M. 2017. Regeneration of strong acid/strong


base mixed-bed resins using ammonium bicarbonate (AB) for a sustainable
desalination process. Canberra, Australia: School of Physical,
Environmental and Mathematical Sciences, University of New SouthWales
Canberra, Australia.

10
LAMPIRAN

11
11
12
13
13
1414
15
15
16 16
17
18
19
19
20
1.6

2121
Lampiran 2. Susunan Organisasi Tim Kegiatan dan Pembagian Tugas

Alokasi
No. Nama/NIM Program Studi Bidang Ilmu Uraian Tugas
Waktu
1 Alfan D3 Teknik Teknologi dan 8 Mengkoordinir
Qodiri Sipil Perancangan jam/minggu anggota
(NIM. Konstruksi
16/396722/
SV/10935)
2 Riska S1 Manajemen Manajemen 8 Mengerjakan
Septiandari dan Kebijakan Kebijakan jam/minggu tugas
(NIM. Publik Hukum dan
16/394531/ Kesejahteraan
SP/27137) Masyarakat
3 M. Ali D3 Elektronika Sistem 8 Mengerjakan
Irham dan Integrasi jam/minggu tugas
(NIM. Instrumentasi Rekayasa
15/385697/
SV/09128)
4 I Kadek S1 Hukum Pengembangan 8 Mengerjakan
Sudiarsana Hukum dan jam/minggu tugas
(NIM. Humaniora
15/377627/
HK/20359)
5 Widiyanto D3 Ilmu Teknologi dan 8 Mengerjakan
(NIM. Komputer dan Rekayasa jam/minggu tugas
16/401065/ Sistem
SV/11569) Informasi

22
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana

23
23