Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PERTANIAN ORGANIK

SEPTALINA PAULINA BR SIRINGO RINGO CAA 115 090


TANNEKE PANJAITAN CAA 115 008

JURUSAN BUDIDAYA PERTANIAN


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS PALANGKA RAYA
2017

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Kuasa, karena berkat
rahmat saya mampu menyelesaikan makalah yang berjudul Pertanian Organik .
Pertanian organik merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan sistem
pertanian berkelanjutan dimana dalam penerapannya menggunakan teknologi
yang penerapannya menyesuaikan dengan lingkungan agar keseimbangan
lingkungan dapat berjalan seperti apa adanya dan tidak mengganggu
keseimbangan lingkungan. Dalam penerapannya, pertanian organik menggunakan
pupuk organik untuk membudidayakan tanaman. Pupuk organik ini sangat
bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas
lahan secara berkelanjutan.
Makalah ini bukanlah karya yang sempurna karena masih banyak
kekurangan, baik dalam hal ini maupun sistematika dan teknik penulisannya. Oleh
sebab itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan sarannya yang bersifat
membangun dalam penyempurnaaan makalah ini. Semoga makalah ini
memberikan manfaat khususnya bagi penulis umumnya bagi pembaca

2
DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR ............................................................................................ 2


DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 3
BAB 1. PENDAHULUAN ..................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 4
1.2 Rumusan masalah.................................................................................. 4
1.3 Tujuan Penulisan ................................................................................... 5
BAB 2. PEMBAHASAN ........................................................................................ 6
2.1 Pengertian Pertanian Organik ............................................................... 6
2.2 Keunggulan dan Kelemahan Pertanian Organik ................................... 8
2.3 Penggunaan Pupuk Sintesis dan Pupuk Organik ................................. 9
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................... 13

3
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Ketersedian hara yang cukup adalah yang perlu diperhatikan dalam


budidaya tanaman pertanian sebagai bahan makanan tanaman untuk tumbuh dan
berkembang sehingga mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil pertanian.
Sehingga dalam hal ini dibutuhkan pemasukan unsur-unsur hara dari luar seperti
dengan pemberian pupuk. Penggunaan pupuk organik perlahan-lahan mulai
dilupakan oleh para petani yang disebabkan karena umumnya petani lebih suka
menggunakan pupuk sintetis yang menimbulkan dampak pencemaran lingkungan
yaitu salah satunya adalah penurunan tingkat kesuburan tanah. Pencemaran tanah
ini menyebabkan persediaan unsur hara dalam tanah semakin lama semakin
menipis. Hal ini perlu adanya pengembalian kesuburan tanah dengan penggunaan
sistem pertanian organik.
Pertanian organik merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan sistem
pertanian berkelanjutan dimana dalam penerapannya menggunakan teknologi
yang penerapannya menyesuaikan dengan lingkungan agar keseimbangan
lingkungan dapat berjalan seperti apa adanya dan tidak mengganggu
keseimbangan lingkungan. Dalam penerapannya, pertanian organik menggunakan
pupuk organik untuk membudidayakan tanaman. Pupuk organik ini sangat
bermanfaat dalam meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan kualitas
lahan secara berkelanjutan. Penggunaan pupuk organik tersebut akan
mengembalikan bahan-bahan organik, hara, memperbaiki sifat fisik tanah, serta
mengembalikan hara yang terangkut bersama oleh hasil panen kembali ke dalam
tanah sehingga akan berakibat pada peningkatan produksi tanaman. Hal ini
dikarenakan pupuk organik mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro
sebagai hasil senyawa organik bahan alami yang mengandung sel-sel hidup aktif
dan aman terhadap lingkungan.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa saja keunggulan dan kelemahan pertanian organik?

4
2. Apa saja hal yang perlu diperhatikan dalam mengurangi ketergantungan
penggunaan pupuk sintetis dengan menggunakan pupuk organik dalam
meningkatkan kesuburan tanah?

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mengetahui keunggulan pertanian organik.


2. Untuk mengetahui hal yang perlu diperhatikan dalam mengurangi
ketergantungan penggunaan pupuk sintesis dengan melakukan pupuk organik
dalam meningkatkan kesuburan tanah.

5
BAB 2. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Pertanian Organik


Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang mendorong
tanaman dan tanah tetap sehat dengan menggunakan bahan-bahan alamiah dalam
pengelolahannya serta menghindari atau membatasi penggunaan bahan kimia
sintetis seperti pupuk kimia, pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan zat
aditif pakan. Strategi pertanian organik adalah memindahkan hara secepatnya dari
sisa tanaman, kompos, dan pupuk kandang menjadi biomassa tanah yang
selanjutnya setelah mengalami proses mineralisai akan menjadi hara dalam larutan
tanah. Dengan kata lain, unsur hara didaur ulang melalui beberapa tahapan bentuk
senyawa organik sebelum diserap oleh tanaman. Hal ini tentu berbeda dengan
pertanian yang menggunakan pupuk sintetis yang memberikan unsur hara secara
cepat dan langsung dalam bentuk larutan sehingga cepat diserap oleh tanaman dan
waktu pemberian yang sesuai dengan kebutuhan tanaman (Sutanto, 2002).
Penerapan sistem pertanian organik ini bertujuan untuk menghasilkan
produk-produk pertanian terutama pangan yang aman bagi kesehatan konsumen
dan menjaga keseimbangan lingkungan dengan menjaga siklus alaminya. Selain
itu penerapan pertanian organik juga bertujuan untuk pembenah tanah, menjaga
kesuburan tanah serta pengendalian hama dan penyakit pada tanaman. Oleh
karena itu dalam hal ini sistem pertanian organik dikatakan sebagai salah satu
upaya dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan karena dalam
penerapannya memperhatikan lingkungan supaya ekosistem tetap berjalan seperti
apa adanya serta tidak mengganggu keseimbangan lingkungan dan tanpa
memutuskan suatu mata rantai makhluk hidup. Lahan yang digunakan untuk
pertanian organik harus bebas dari bahan kimia sintetis seperti pupuk dan
pestisida. Terdapat dua pilihan lahan yang dapat digunakan untuk produksi
pertanian organik yaitu lahan pertanian yang baru dibuka, atau lahan pertanian
intensif yang telah dikonservasi menjadi lahan pertanian organik. Lama masa
konservasi ini bergantung pada sejarah penggunaan lahan yang meliputi
penggunaan pupuk, pestisida, dan jenis tanaman yang pernah dibudidayakan.

6
Sitem pertanian organik juga harus didasarkan pada prinsipprinsip
pertanian organik yang meliputi prinsip kesehatan, prinsip ekologi, prinsip
keadilan, dan prinsip perlindungan.
1. Prinsip Kesehatan
Pertanian organik harus melestarikan dan meningkatkan kesehatan tanah,
tanaman, hewan, manusia dan bumi sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan.
Prinsip ini menunjukkan bahwa kesehatan tiap individu dan komunitas tak dapat
dipisahkan dari kesehatan ekosistem. Tanah yang sehat akan menghasilkan
tanaman sehat yang dapat mendukung kesehatan hewan dan manusia. Pertanian
organik dimaksudkan untuk menghasilkan makanan bermutu tinggi dan bergizi
yang mendukung pemeliharaan kesehatan dan kesejahteraan.
2. Prinsip Ekologi
Pertanian organik harus didasarkan pada siklus ekologi kehidupan dengan
berusaha memeliharanya. Prinsip ini menyatakan bahwa produksi didasarkan pada
proses dan daur ulang ekologis. Makanan dan kesejahteraan diperoleh melalui
ekologi suatu lingkungan produksi yang khusus, sebagai contoh tanaman
membutuhkan tanah yang subur, hewan membutuhkan ekosistem peternakan, ikan
dan organisme laut membutuhkan lingkungan perairan. Budidaya pertanian,
peternakan dan pemanenan produk liar organik haruslah sesuai dengan siklus dan
keseimbangan ekologi di alam. Pengelolaan organik harus disesuaikan dengan
kondisi, ekologi, dan skala lokal.
3. Prinsip Keadilan
Pertanian organik harus membangun hubungan yang mampu menjamin
keadilan terkait dengan lingkungan dan kesempatan hidup bersama. Prinsip ini
menekankan bahwa mereka yang terlibat dalam pertanian organik harus
membangun hubungan yang manusiawi untuk memastikan adanya keadilan bagi
semua pihak di segala tingkatan seperti petani, pekerja, pemroses, penyalur,
pedagang dan konsumen. Pertanian organik bertujuan untuk menghasilkan
kecukupan dan ketersediaan pangan ataupun produk lainnya dengan kualitas yang
baik. Prinsip keadilan juga menekankan bahwa ternak harus dipelihara dalam
kondisi dan habitat yang sesuai dengan sifat-sifat fisik, alamiah dan terjamin

7
kesejahteraannya. Sumber daya alam dan lingkungan yang digunakan untuk
produksi dan konsumsi harus dikelola dengan cara yang adil secara sosial dan
ekologis, dan dipelihara untuk generasi mendatang. Keadilan memerlukan sistem
produksi, distribusi dan perdagangan yang terbuka, adil, dan mempertimbangkan
biaya sosial dan lingkungan yang sebenarnya.
4. Prinsip Perlindungan
Pertanian organik harus dikelola secara hati hati dan bertanggung jawab
untuk melindungi kesehatan dan kesejahteraan generasi sekarang dan mendatang
serta lingkungan hidup. Para pelaku pertanian organik didorong meningkatkan
efisiensi dan produktifitas, tetapi tidak boleh membahayakan kesehatan dan
kesejahteraannya. lmu pengetahuan diperlukan untuk menjamin bahwa pertanian
organik bersifat menyehatkan, aman dan ramah lingkungan. Pertanian organik
harus mampu mencegah terjadinya resiko merugikan dengan menerapkan
teknologi yang tepat.

2.2 Keunggulan dan Kelemahan Pertanian Organik


2.2.1 Keunggulan dalam Mengembangkan Pertanian Organik
1. Meningkatan aktivitas organisme yang menguntungkan bagi tanaman.
2. Meningkatkan cita rasa dan kandungan gizi.
3. Meningkatkan ketahanan dari serangan organisme pengganggu.
4. Memperpanjang unsur simpan dan memperbaiki struktur.
5. Membantu mengurangi erosi.
6. Tidak menimbulkan pencemaran lingkungan (pencemaran air, tanah dan
udara) serta menjaga sifat fisik, biologi dan kimia tanah.
7. Produk yang dihasilkan lebih sehat dibandingkan dengan menggunakan
pupuk sintetis karena tidak mengandung racun.
8. Meningkatkan produk berupa bahan pangan yang aman dan bergizi sehingga
meningkatkan kesehatan maysarakat.
9. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani karena umumnya biaya
pembelian pupuk organik lebih murah dan harga jual produk pertanian organik
lebih mahal.

8
10. Meminimalkan semua bentuk polusi yang mungkin dihasilkan selama
kegiatan pertanian, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat
bagi petani karena terhindar dari paparan polusi.
11. Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka
panjang, serta memelihara kelestarian alam dan lingkungan.
2.2.2 Kelemahan dalam Mengembangkan Pertanian Organik
1. Ketersediaan bahan organik terbatas dan takarannya harus banyak
2. Transportasi mahal karena bahan bersifat ruah
3. Menghadapi persaingan dengan kepentingan lain dalam memperoleh sisa
pertanaman dan limbah organik.
4. Dapat menimbulkan kekahatan unsur hara apabila bahan organic yang
diberikan pada tanaman belum cukup matang.
5. Hasil pertanian organik lebih sedikit jika dibandingkan dengan pertanian non
organik yang menggunakan bahan kimia sintetis terutama pada awal menerapkan
pertanian organik.
6. Pengendalian jasad pengganggu secara hayati masih kurang efektif jika
dibandingkan dengan penggunaan pestisida kimia.
7. Kebutuhan tenaga kerja lebih banyak terutama untuk pengendalian hama dan
penyakit karena umumnya pengendalian hama dan penyakit dilakukan secara
manual.
8. Mempunyai potensi yang tinggi dalam meracuni kesehatan manusia apabila
dalam pemurnian proses pembuatan pupuk organic tidak cukup baik.
2.3 Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Mengurangi
Ketergantungan Penggunaan Pupuk Sintesis Dengan Menggunakan Pupuk
Organik Dalam Meningkatkan Kesuburan Tanah
Kesuburan tanah adalah tingkat kemampuan tanah untuk bercocok tanam,
yang ditentukan oleh interaksi sejumlah sifat kimia, fisika dan biologi bagian
tubuh tanah yang menjadi habitat akar akar tanaman. Dalam ekosistem alam,
mikroorganisme (bakteri dan jamur) di tanah memecah bahan organik,
melepaskan nutrisi anorganik yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.

9
Pupuk organik mencakup semua bahan yang dihasilkan dari makhluk
hidup dan bisa digunakan untuk menyuburkan tanaman, seperti kotoran hewan,
kotoran cacing, kompos, rumput laut, guano, dan bubuk tulang. Kotoran hewan
merupakan limbah yang seringkali menjadi masalah lingkungan, sehingga
penggunaan kotoran hewan sebagai pupuk dapat menguntungkan secara
lingkungan dan pertanian. Tulang hewan sisa penyembelihan hewan bisa
dijadikan bubuk tulang yang kaya kandungan fosfat
Pupuk buatan atau pupuk sintesis merupakan pupuk mineral yang
diproduksi oleh pabrik pupuk. Pupuk buatan memiliki berbagai macam jenis
tergantung dari kandungan unsur pupuknya. Pupuk buatan dapat juga dikatakan
sebagai pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara meramu berbagai bahan kimia
sehingga dapat menjadi nilai jual yang tinggi. Dampak dari penggunaan pupuk
sintesis menghasilkan peningkatan produktivitas tanaman yang cukup tinggi.
Namun penggunaan pupuk anorganik dalam jangka yang relatif lama umumnya
berakibat buruk pada kondisi tanah. Tanah menjadi cepat mengeras, kurang
mampu menyimpan air dan cepat menjadi asam yang pada akhirnya akan
menurunkan produktivitas tanaman.
Pengembalian bahan organik ke dalam tanah merupakan hal yang mutlak
dilakukan untuk mempertahankan lahan pertanian agar tetap produktif. Dua alasan
yang selama ini dikemukakan para ahli adalah pertama pengolahan tanah yang
dangkal selama bertahun-tahun mengakibatkan menurunnya kandungan C dan N-
organik, kedua penggunaan pupuk seperti urea, KCL, dan TSP telah melampaui
batas efisiensi teknis dan ekonomis sehingga efisiensi dan pendapatan bersih yang
diterima petani dari setiap unit pupuk yang digunakan semakin menurun. Kedua
alasan tersebut memberikan dampak yang buruk bagi pertanian di masa
mendatang jika tidak dimulai tindakan antisipasinya. Cara mengurangi
ketergantungan penggunaan pupuk sintesis pada petani dapat dilakukan dengan
cara, mengurangi penggunaan pupuk sintesis dan menggantinya dengan pupuk
organik dengan dosis tertentu secara berkala. Manfaat yang diperoleh ketika
menggunakan pupuk organik diantaranya sebagai berikut:

10
1. Pupuk organik akan memberikan kehidupan mikroorganisme tanah yang
selama ini menjadi sahabat petani dengan lebih baik.
2. Pupuk organik mampu berperan memobilisasi atau menjembatani hara yang
sudah ada ditanah sehingga mampu membentuk partikel ion yang mudah diserap
oleh akar tanaman.
3. Pupuk organik berperan dalam pelepasan hara tanah secara perlahan dan
kontinu sehingga dapat membantu dan mencegah terjadinya ledakan suplai hara
yang dapat membuat tanaman menjadi keracunan.
4. Pupuk organik membantu menjaga kelembaban tanah dan mengurangi
tekanan atau tegangan struktur tanah pada akar-akar tanaman, sehingga tanaman
terhindar dari kekeringan.
5. Pupuk organik dapat meningkatkan struktur tanah dalam arti komposisi
partikel yang berada dalam tanah lebih stabil dan cenderung meningkat karena
struktur tanah sangat berperan dalam pergerakan air dan partikel udara dalam
tanah, aktifitas mikroorganisme menguntungkan, pertumbuhan akar, dan
kecambah biji.
6. Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah
yang merupakan lapisan mengandung banyak hara.
7. Pemakaian pupuk organik juga berperan penting dalam merawat/menjaga
tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan pemupukan
dengan pupuk anorganik/kimia dalam tanah.
8. Pupuk organik berperan positif dalam menjaga kehilangan secara luas hara
Nitrogen dan Fosfor terlarut dalam tanah
9. Kualitas tanaman yang menggunakan pupuk organik akan lebih bagus jika
dibanding dengan pupuk kimia sehingga tanaman tidak mudah terserang penyakit
dan tanaman lebih sehat.
10. Untuk kesehatan manusia tanaman yang menggunakan pupuk organik lebih
menyehatkan karena kandungan nutrisinya lebih lengkap dan lebih banyak.
Setelah mengetahui berbagai macam manfaat dengan adanya pupuk
organik diharapkan dapat menjadi solusi bagi perbaikan kesuburan tanah dan
lingkungan. Petani diharapkan dapat beralih menggunakan pupuk organik agar

11
tidak menimbulkan efek yang lebih besar lagi akibat penggunaan pupuk kimia
secara berlebihan. Diharapkan Petani menggunakan pupuk organik dengan
berkelanjutan supaya kesuburan tanah dan lingkungan dapat terjaga dengan baik,
untuk menghasilkan produk pertanian yang sehat dan berlimpah.

12
DAFTAR PUSTAKA

Sutanto, R. 2002. Penerapan Pertanian Organik. Yogyakarta: Kanisius.

13