Anda di halaman 1dari 7

AKUNTANSI UNIT DEPOSITO DAN TABUNGAN

1. DEPOSITO

Deposito merupakan simpanan masyarakat atau pihak ketiga yang penarikannya


dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpanan dengan bank
yang bersangkutan. Penarikan deposito hanya boleh dilakukan pada saat tertentu menurut
jatuh temponya. Deposito disajikan sebagai kewajiban jangka pendek bila sejak tanggal
pelaporan hingga jatuh temponya tidak melebihi 1 tahun. Sedangkan deposito yang jatuh
tempo lebih dari satu tahun sejak tanggal pelaporan, dapat dicatat sebagai kewajiban jangka
panjang.

A. Deposito Berjangka
1. Pembukaan Deposito
Untuk membuka deposito, deposan dapat menggunakan setoran tunai, dengan cek,
bilyet Giro, bukti transfer masuk, wesel, atau warkat lainnya yang disepakati oleh bank.
Prinsipnya pada saat disetor warkat itu sudah harus efektif, artinya dapat diuangkan.
Bank akan mencatat dalam rekening deposito bila waktu itu telah diuangkan.
Contoh:
Tanggal 31 Mei 2008 Reni membuka deposito berjangka di Bank Mitra Niaga
dengan nominal Rp. 50.000.000, bunga 18% pa, jangka waktu 3 bulan. Untuk itu Reni
menyerahkan bilyet giro atas nama Reni sebesar Rp 20.000.000, cek bank Mitra Niaga
yang ditarik oleh sinta sebesar Rp 10.000.000, transfer masuk dari bank mitra niaga
cabang Bandung Rp. 10.000.000 dan kekurangannya dibayar tunai. Pajak bunga 15%.
Pencatatannya transaksi ini adalah:
Tanggal Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

31 Mei 2008 Giro Reni 20.000.000

Giro Sinta 10.000.000

Giro RAK. Cab. Bandung 10.000.000

Kas 10.000.000

Deposito Berjangka 50.000.000


2. Bunga Deposito Berjangka
Dalam perkembangan terakhir, beberapa bank memperhitungkan bunga harian. Artinya
berapa haripun deposito mengendap akan diberikan bunga sebagaimana tabungan,
hanya saja tetap terikat jangka waktu deposito.

Contoh:
Dengan merujuk pada contoh soal diatas, dengan asumsi deposan mengambil bunga
deposito setiap tanggal 5 dan pajak bunga 15% dibayarkan setiap tanggal 10 kepada
kantor kas Negara, maka pencatatan dan penghitungan bunganya adalah sebagai
berikut:
Keterangan Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Bunga ke-1 30 Juni Biaya bunga 750.000

Bunga DB harus dibayar 750.000

Penarikan 5 Juni Bunga DB harus dibayar 750.000


Bunga
Hutang PPh 112.500

Kas/Giro 637.500

Pelimpahan 10 Juni Hutang PPh 112.500


pajak
Giro Kantor Kas Negara 112.500

Bunga ke-2 31 Juli Biaya Bung 750.000

Bunga DB Harus Dibayar 750.000


Penarikan bunga 5 Juli Bunga DB harus dibayar 750.000

Hutang PPh 112.500

Kas/giro 637.500

Pelimpahan 10 Juli Hutang PPh 112.500


pajak
Giro kantor kas Negara 112.500

Bunga ke-3 dan 31 Biaya bunga 750.000


jatuh tempo Agustus
Bunga DB harus dibayar 750.000
perpanj.
Deposito Deposito berjangka-Reni 50.000.000

Deposito berjangka jth tempo 50.000.000

Penarikan bunga 5 Bunga DB harus dibayar 750.000


dan deposito Agustus
DB berjangka tlh jth tempo 50.000.000

Hutang PPh 112.500

kas 50.637.500

Pelimpahan 10 Hutang PPh 112.500


pajak Agustus
Kas 112.500

3. Pencatatan Deposito jatuh tempo


Apabila bunga dan deposito ditarik tepat pada saat tanggal jatuh tempo, maka bank
hanya membukukan sekali yaitu (asumsi bunga pada bulan ke-1 dan ke-2 telah ditarik
nasabah):
Keterangan Tgl Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Penarikan Bunga 31 Deposito berjangka 50.000.000


dan deposito Agustus
Biaya bunga 750.000
2008
Kas 50.637.000

Hutang PPh 112.500

4. Perpanjangan Deposito Berjangka


Perpanjangan deposito yang telah jatuh tempo bisa diperpanjang dengan 2 cara yaitu:
- Perpanjangan Otomatis
Perpanjangan ini dilakukan karena permintaan deposan yang sudah dibuat atau
diperjanjikan pada saat pembukaan deposito. Dengan demikian bank tidak perlu
menghubungi deposan atau sebaliknya deposan tidak perlu menghubungi bank
untuk memperpanjang deposito.
- Perpanjangan Biasa
Perpanjangan ini terjadi bila ada kesepakata antara bank dengan deposan di
kemudian hari saat jatuh tempo. Perpanjangan ini bisa inisitaif deposan atau inisiatif
bank (home service) untuk nasabah deposan.

Kedua cara perpanjangan tersebut tidak berbeda pencatatanya. Bank akan mendebit
rekening deposito lama dan mengkredit deposito baru. Nomor rekening deposito dan
bilyet deposito tetap sama (menggunakan yang lama), kecuali suku bunga deposito yang
mungkin berubah ketika terjadi perpanjangan deposito.

Contoh:

kalau deposito atas nama Reni diperpanjang pada saat jatuh tempo (31 Agustus 2008),
maka bank akan mencatat:

Deposito Berjangka (lama) Rp. 50.000.000

Deposito Berjangka (baru) Rp. 50.000.000


5. Penarikan Deposito Berjangka Sebelum Jatuh Tempo
Biasanya deposito ditarik setelah jatuh tempo. Jika deposan menarik deposito sebelum
jatuh tempo, namun dalam praktek perbankan, deposan bisa saja menarik deposito yang
masih outstanding. Penarikan deposito sebelum jatuh tempo dapat mengganggu
likuiditas bank, sebab idealnya bank akan menyiapkan dana untuk membayarkan sesuai
dengan jadwal pembayaran. Oleh karena itu bank akan memberikan penalty tertentu.
Kebijakan bank mengenai penalty secara umum yaitu:
- Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga sebelum pajak
- Penalty dihitung sekian persen tertentu dari bunga setelah pajak
- Penalty dihitung sekian persen tertentu dari nominal deposito
Contoh:

Intan Nawang Sasi memiliki deposito berjangka di Bank Mitra Niaga Semarang nominal
Rp. 10.000.000, jangka waktu 6 bulan, suku bunga 18%pa. Deposito yang dibuka
tanggal 31 Mei 2008, kemudian ditarik kembali oleh intan nawang sasi pada tanggal 30
Juni 2008. Perhitungan dan pencatatan jurnalnya bila:

Penalty dihitung 20% dari bunga sebelum pajak. Pajak 15%

Keterangan Jumlah (Rp)

Bunga deposito= Rp 10.000.000 x 18% x (1/12) 150.000

Pajak bunga= 15% x 150.000 22.500

Bunga setelah pajak 127.000

Penalty = 20% x Rp. 150.000 30.000

Bunga Deposito yg dibayar bank 97.500

Jurnalnya adalah:
Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Deposito berjangka 10.000.000

Biaya bunga 150.000

Pendapatan lain-lain - penalty 30.000

Hutang PPh 22.500

Kas 10.097.000

Penalty dihitung 20% dari bunga setelah pajak. Pajak 15%

Keterangan Jumlah (Rp)

Bunga deposito= Rp 10.000.000 x 18% x (1/12) 150.000

Pajak bunga= 15% x 150.000 22.500

Bunga setelah pajak 127.500

Penalty = 20% x Rp. 127.500 25.500

Bunga Deposito yg dibayar bank 102.000

Jurnalnya adalah:

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Deposito berjangka 10.000.000

Biaya bunga 150.000

Pendapatan lain-lain - penalty 22.500

Hutang PPh 22.500

Kas 10.102.000
Penalty dihitung 1% dari nominal deposito.

Keterangan Jumlah (Rp)

Bunga deposito= Rp 10.000.000 x 18% x (1/12) 150.000

Pajak bunga= 15% x 150.000 22.500

Bunga setelah pajak 127.500

Penalty = 1% x Rp. 10.000.000 100.000

Bunga Deposito yg dibayar bank 27.500

Jurnalnya adalah:

Rekening Debit (Rp) Kredit (Rp)

Deposito berjangka 10.000.000

Biaya bunga 150.000

Pendapatan lain-lain - penalty 25.500

Hutang PPh 22.500

Kas 10.102.000