Anda di halaman 1dari 7

Pameran Karya Arsitektur di Bali

PROPOSAL SEMINAR
Di Ajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-syarat
Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur Udayana

Disusun Oleh:
Kadek Rion Putra Perdana
1404205110

JURUSAN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2017

Pameran Karya Arsitektur di Bali


1
BAB 1
PENDAHULUAN
Pada bab ini akan dijelaskan mengenai beberapa submateri bahasan yang
berupa latar belakang, rumusan masalah, tujuan, serta metode penelitian yang
terkait dengan penyusunan Laporan Tugas Akhir yang berjudul Pameran Karya
Arsitektur Bali.
1.1 Latar Belakang
Arsitektur memiliki makna yang luas di dalam kehidupan manusia.
Makna-makna arsitektur dalam kehidupan manusia didasari oleh ruang lingkup
bidang arsitektur yang luas itu sendiri. Beberapa bidang seperti seni, matematika,
hukum, ekonomi, psikologi, hingga filsafat dapat berkaitan dan berhubungan
dengan arsitektur. Hasil perpaduan dari berbagai bidang ilmu yang ada di
kehidupan manusia tersebut memberikan makna pada beberapa ahli bahwa
arsitektur dapat dikatakan sebagai integrated sience. Dengan demikian bidang
arsitektur dapat di aplikasikan secara lebih kompleks di dalam kehidupan
manusia.

Prof. J. Padmudji Suptandar dalam pengantarnya mengatakan bahwa dengan


tumbuh dan berkembangnya teknologi, ilmu pengetahuan dan seni, yang saling kait-
mengkait, maka pembahasan dimensi keindahan saat ini mengalami perubahan, tidak
lagi didsarkan pada segi fisik dan filosofis semata, tetapi juga bisa didekati secara
rasional lewat teori estetika. Lebih lanjut Prof. J. Padmuji Suptandar mengatakan
pula bahwa keberhasilan karya arsitek dan disainer selalu didasarkan pada
manifestasi diri atau hasil ekspresi yang secara kreatif dinyatakan melalui bentuk,
titik, garis, bidang, komposisi, proporsi, warna, distorsi, dan lain-lain, sehingga
mudah dimengerti akan nilai dan makna dari karya yang dihasilkan. Dalam paparan
tersebut karya yang dihasilkan arsitek menjadi sebuah karya seni yang memiliki nilai
estetika yang tinggi tetapi pula harus mudah dimengerti secara umum. Karya
arsitektur menjadi perpaduan antara seni dan ilmu pengetahuan untuk menciptakan
sebuah karya seni yang memiliki elemen-elemen estetika serta fungsi dan makna
yang dapat dimengerti Dengan konsep pendekatan perkembangan psikologis anak,
Panti Asuhan Anak Telantar di Kabupaten Jembrana mempunyai ciri khas sebagai
sebuah bangunan yang mewadahi anak-anak telantar dalam membimbing fase

Pameran Karya Arsitektur di Bali


2
perkembangan diri anak secara psikologis, melalui penerapan desain interaktif pada
tata ruang dan tampilan bangunan yang membantu anak-anak telantar
mengembangkan kepribadian dan intelektualnya secara wajar dan optimal seperti
anak-anak pada umumnya.

Perwujudan karya arsitektur tertuang pada prinsip Marcus Vitruvius Pollio


yang memberikan makna sebuah perwujudan karya arsitektur menjadi sebuah
penghargaan bagi seorang arsitek. Tiga prinsip menurut Vitruvius yaitu firmitas,
utilitas, dan venustas menjadi sebuah prinsip legendaris yang memberikan inspirasi
para arsitek untuk memberikan makna dalam penciptaan sebuah karya arsitektur.
Karya arsitektur memiliki penghargaan yang begitu tinggi karena memiliki nilai- nilai
estetika yang dapat ditangkap dan dirasakan oleh publik.

Penciptaan karya arsitektur dengan memiliki prinsip-prinsip Vitruvius telah


menjadi salah satu bagian dari berbagai peristiwa dan fenomena yang terjadi pada
sebuah sejarah perkembangan arsitektur. Disain dan karya arsitektur yang selalu
selalu tercipta tiap jaman akan memberikan gambaran dalam perkembangan arsitektur
yang ada di dunia. Sejarah dan letak geografis memberikan perkembangan arsitektur
yang beragam satu tempat dengan tempat lain. Keberagaman perkembangan
arsitektur yang terjadi membuat beragam pula karya arsitektur dari masing-masing
tempat. Dilihat dari perkembangan arsitektur yang terjadi di Indonesia, Pulau Bali
merupakan salah satu Pulau yang mengalami perkembangan arsitektur yang cukup
berkembang dengan perpaduan arsitektur modern dan tradisional Bali. Perkembangan
tersebut dapat dilihat secara jelas dengan beragam bangunan yang memiliki gaya
arsitektur klasik hingga modern yang dapat ditemui di beberapa tempat di Pulau
Bali.

Pulau Bali selain merupakan salah satu pulau seni dan budaya, akan tetapi bali
juga dikenal dengan keindahan arsitektur tradisionalnya dengan terdapat Perguruan
Tinggi yang memiliki program studi Arsitektur. Perguruan tinggi yang turut
memberikan pengaruh terhadap arsitektur yang berkembang di Bali, karena
khususnya mahasiswa dan tokoh arsitek dari berbagai perguruan tinggi di bali
memiliki tingkat komperen yang baik dan mempunyai daya kreativitas yang sangat
tinggi dalam menghasilkan sebuah karya arsitektur. Sebuah pameran arsitektur

Pameran Karya Arsitektur di Bali


3
menjadi sebuah wadah untuk unjuk gigi para mahasiswa arsitektur memamerkan hasil
karya arsitekturnya. Pada beberapa waktu lalu diadakan pameran pameran arsitektur
yang dilakukan oleh masiswa/mahasiswi Arsitektu Fakultas Teknik Udayana di Art
Centre pada 11 Maret 2017, yang dengan kegiatan Architecture In Creativity &
Exhibition ACTION yang bertemakan Kreativitas dan Inovasi Desain.

Berbagai acara yang terdapat pada sebuah pameran arsitektur yaitu


workshop atau seminar, bedah buku, pameran hasil karya arsitektur baik itu
fotografi, maket, maupun disain dari karya para mahasiswa ataupun arsitek terkenal
merupakan bagian dalam mendidik arsitektur kepada masyarakat. Kurangnya
kesadaran berarsitektur di dalam masyarakat disebabkan karena masyarakat saat ini
hanya melihat sebuah karya arsitektur tanpa mengalaminya sendiri. Oleh karena itu
masyarakat harus mengetahui sendiri kondisi arsitektur saat ini yaitu kondisi
perkembangan arsitektur di Indonesia khususnya di Bali. Sebuah pameran arsitektur
haruslah mempunyai sarana dalam pendidikan publik misalnya ruang berdiskusi,
maka dengan demikian tujuan untuk terciptanya suatu komunikasi antara arsitek
dengan publik dapat terwujud.

Berangkat dari perkembangan arsitektur di indonesia khusus nya di Bali


yang selama beberapa tahun terakhir ini mengalami kemajuan dan diikuti dengan
diikuti dengan diadakannya sebuah pameran-pameran arsitektur di Bali, sebuah
museum arsitektur menjadi sebuah wadah yang diharapkan sebagai tempat untuk
memamerkan segala hasil karya arsitektur dari mahasiswa ataupun para arsitek
professional tetapi juga memberikan pendidikan kepada publik arsitektur tidak haya
dilihat dari fisik tetapi harus diupayakan untuk mengalami sendiri. Dalam buku
Wastu Citra karya Y.B. Mangunwijaya, arsitektur mempunyai hubungan yang erat
dengan manusia. Masalah arsitektur yang terjadi di sekitar tidak hanya diselesaikan
oleh teknologi bangunan tetapi juga pendekatan terhadap manusia itu sendiri.

Oleh karena itu Museum Karya Arsitektur menjadi suatu wadah yang tepat
dalam menjembatani komunikasi antara arsitek dengan masyarakat tetapi juga
memberikan kepada masyarakat untuk mengetahui sendiri kondisi perkembangan
arsitektur yang terjadi di Indonesia khususnya di Bali.

Pameran Karya Arsitektur di Bali


4
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, terdapat beberapa permasalahan yang dapat
dirumuskan terkait dengan proyek Perencanaan Pameran Karya Arsitektur di Bali,
yakni sebagai berikut:
1. Bagaimana konsep perencanaan dan perancangan yang memiliki fleksibilitas
ruang pada Pameran Karya Arsitektur di Bali?
2. Fasilitas apa saja yang akan diperlukan untuk menunjang Pameran Karya
Arsitektur di Bali?
3. Diamana lokasi yang tepat dan strategis dalam rancangan Pameran Karya
Arsitektur di Bali?
4. Bagaimana spesifikasi rancangan Pameran Karya Arsitektur di Bali?
5. Bagaimana program ruang yang berkaitan dengan program fungsional,
performansi, dan arsitektural rancangan Pameran Karya Arsitektur di Bali?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini secara garis besar terbagi ke dalam
dua poin utama, yakni sebagai berikut.
1.3.1 Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan ini adalah untuk menyusun landasan secara konseptual
yang nantinya akan berguna dalam perancangan proyek Pameran Karya Arsitektur
di Bali. Selain dari pada itu, tujuan penulisan laporan ini adalah untuk melengkapi
syarat-syarat agar dapat mengikuti studio tugas akhir guna mencapai gelar Sarjana
Teknik Arsitektur.
1.3.2 Tujuan Perencanaan
Tujuan dari perencanaan ini adalah sebagai suatu wadah yang tepat dalam
menjembatani komunikasi antara arsitek dengan masyarakat tetapi juga
memberikan kepada masyarakat untuk mengetahui sendiri kondisi perkembangan
arsitektur yang terjadi di Indonesia pada umumnya dan di bali pada khususnya.

1.4 Lingkup Pembahasan

Perencanaan dan perancangan Pameran Karya Arsitektur ini dibatasi oleh


lingkup pembahasan mengenai perencanaan Pameran Karya Arsitektur baik dari
tata ruang dalam maupun tata ruang luar yang dilihat dari pendidikan arsitektur
terhadap masyarakat awam dan juga tata cara pameran. Aspek-aspek tersebut

Pameran Karya Arsitektur di Bali


5
kemudian dianalisa hingga dirumuskan menjadi sebuah konsep perencanaan dan
perancangan. Kemudian diwujudkan dalam rancangan ke sebuah Museum Karya
Arsitektur.

1.5 Metode Penelitian


Ditinjau dari teknik kajian dan tahap pengumpulan data, proses penyusunan
laporan ini didasarkan pada metode campuran (kuantitatif dan kualitatif). Teknik
kuantitatif adalah metode penelitian yang mengacu pada proses pengukuran secara
objektif dengan hasil kajian data berupa data statistik terukur seperti grafik, tabel,
dan diagram. Adapun teknik kualitatif adalah metode penelitian yang mengacu pada
pemahaman secara mendalam pada suatu masalah dengan hasil kajian berupa data
deskripif dan naratif. Berikut dijabarkan gambaran singkat mengenai tahapan-
tahapan penyusunan laporan ini.
1.5.1 Tahap Perumusan Ide Awal
Tahap perumusan ide/gagasan dilatarbelakangi oleh isu-isu atau permasalahan
mengenai kurangnya wadah yang tepat dalam menjembatani komunikasi antara
arsitek dengan masyarakat. Sehingga untuk mewadahi kegiatan tersebut, penulis
memiliki gagasan untuk merancang sebuah inovasi merencanakan dan merancang
sebuah Pameran Karya Arsitektur.
1.5.2 Identifikasi Fungsi dan Lokasi
Identifikasi fungsi dan lokasi merupakan bagian dari identifikasi
perencanaan. Identifikasi fungsi terkait dengan fungsi sebagai wadah yang tepat
dalam menjembatani komunikasi antara arsitek dengan masyarakat. Proses
identifikasi ini dilakukan secara tepat dan menyeluruh sehingga akan turut
mempertajam proses analisis selanjutnya. Identifikasi fungsi dan lokasi ini
dilakukan melalui pencarian data umum hingga khusus mengenai segala hal yang
terkait dengan fungsi perancangan dan potensi lokasi yang dipilih.
1.5.3 Pengumpulan Data
Tahapan pengumpulan data yang dilakukan adalah berdasarkan metode
pengumpulan data primer dan data sekunder, sebagai berikut:
a. Data Primer, merupakan data yang diperoleh langsung di lapangan dengan
teknik pengumpulan data yang dilakukan antara lain:

Pameran Karya Arsitektur di Bali


6
1. Wawancara, dilakukan melalui proses tanya jawab dengan pihak-pihak yang
terkait.
2. Observasi, dilakukan melalui pengamatan langsung terhadap objek yang
dijadikan sebagai objek studi banding. Selain itu juga observasi dilakukan pada
lokasi perancangan yang dipilih untuk melakukan analisis mengenai potensi
dan permasalahan yang terdapat di lokasi tersebut.
b. Data Sekunder, merupakan data yang diperoleh melalui proses studi literatur
yang bersumber dari buku, jurnal, majalah, surat kabar maupun internet. Data-
data yang dikumpulkan adalah data dan informasi mengenai Pameran
Arsitektur yang dapat dijadikan sebagai panduan untuk merancang Pameran
Karya Arsitektur di Bali. Data dan informasi yang dikumpulkan juga tak luput
dari data mengenai lokasi perancangan yang dipilih sehingga terdapat pula data
spesifik yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan pemilihan lokasi
yang sesuai.
1.5.4 Analisis Data
Pada tahap analisis data, aspek fisik dan non fisik menjadi sasaran utama.
Pokok bahasan dalam analisis data ini dapat dibagi ke dalam dua kelompok yaitu
program ruang dan program tapak. Dimana pada analisis data ini akan dibahas pula
lebih rinci mengenai aspek fungsi dan kegiatan, aspek civitas hingga besaran ruang
serta analisis tapak.
1.5.5 Sintesis Data
Tahapan sitesis data merupakan tahapan lanjutan dari analisis yang
berisikan kesimpulan-kesimpulan dari pembahasan sebelumnya. Tahapan ini dapat
dikatakan sebagai titik pijak dari perencanaan menuju perancangan. Tahapan ini
menghasilkan data mengenai program, tema perancangan, dan konsep perancangan
baik itu konsep perancangan tapak maupun konsep perancangan bangunan.

Pameran Karya Arsitektur di Bali


7