Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN PRAKTIKUM

ASTABLE MULTIVIBRATOR

SEMESTER I

OLEH :

KELOMPOK 2

NAMA : MUHAMMAD NUR RAHMAN / 321 12 038

1. NASRUDDIN

2. ADYATMA HASAN

PRODI TEKNIK LISTRIK D3

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

MAKASSAR 2012
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
I. TUJUAN
Setelah melaksanakan praktek, maka praktikan diharapkan dapat :
1. Membuat dan mengoperasikan rangkaian astable multivibrator
2. Memahami dan menghitung waktu pulsa waktu interval pulsa,
perbandingan antara waktu pulsa dan interval pulsa, dan frekuensi
3. Memperbaiki rise time gelombang kotak, dengan rangkaian
modifikasi, dibandingkan dengan bentuk gelombang yang dibangkitkan
oleh rangkaian dasar
4. Memperlihatkan bentuk gelombang tegangan keluaran (VQ1, VQ2)
dan masukan (VBE1, VBE2)
5. Menyebutkan hubungan pasha antara bentuk gelombang keluaran

II. TEORI DASAR


Multivibrator adalah rangkaian osilator yang membangkitkan
gelomabng bentuk tegengan yang tidak sinusoidal. Dalam hal ini bias
gelombang kotak atau gelombang gigi gergaji. Karena keistimewaan
multivibrator membangkitkan sinyal keluaran tersebut, maka
multivibrator amatlah diperlukan baik dalam teknik digital untuk
pemnagkitan pulsa-pulsa, maupun dalam teknik audio untuk generator.
Dalam hal ini yang akan dibahas adalah astable multivibrator atau
free running, yang berarti bahwa multivibrator berisolasi dengan
sendirinyadan tidak memerlukan suatu sinyal untuk mengubah
keadaan.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Multivibrator dikatakan tidak stabil karena mengalami kondisi tidak
stabil ketika salah satu stagenya mati (cut-off)
Rangkaian dasar AMV terdiri dari dua transistor yang koduksi penuh
ketika yang lainnya mayi (off), dan sebaliknya. Keadaan ini karena adanya
hubungan silang pada rangkaian kolektor dua transistor. Penyambungan
silang resistor dan kapasitor biasanya pada harga yang sama
menghubungkan keluaran transistor yang satu kemasukan transistor yang
lain.
Multivibrator adalah suatu rangkaian elektronika yang pada waktu tertentu hanya
mempunyai satu dari dua tingkat tegangan keluaran, kecuali selama masa
transisi. Peralihan (switching) di antara kedua tingkat tegangan keluaran tersebut
terjadi secara cepat. Dua keadaan tingkat tegangan keluaran multivibrator
tersebut, yaitu stabil (stable) dan Quasistable.

Disebut stabil apabila rangkaian multivibrator tidak akan mengubah tingkat


tegangan keluarannya ke tingkat lain jika tidak ada pemicu (trigger) dari
luar rangkaian.

Disebut quasistable apabila rangkaian multivibrator membentuk suatu


pulsa tegangan keluaran sebelum terjadi peralihan tingkat tegangan
keluaran ke tingkat lainnya tanpa satupun pemicu dari luar. Pulsa
tegangan itu terjadi selama 1 periode (T 1), yang lamanya ditentukan oleh
komponen-komponen penyusun rangkaian multivibrator tersebut. Ketika
rangkaian multivibrator mengalami peralihan di antara dua tingkat
keadaan tegangan keluarannya maka keadaan tersebut disebut sebagai
keadaan unstable atau kondisi transisi
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Selain definisi-definisi tentang tingkat keadaan atau kondisi tegangan
keluaran rangkaian multivibrator, juga terdapat definisi-definisi tentang
rangkaian multivibrator itu sendiri, yaitu:

a. Multivibrator bistable (flip-flop):

Disebut sebagai multivibrator bistable apabila kedua tingkat tegangan


keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator tersebut adalah
stabil dan rangkaian multivibrator hanya akan mengubah kondisi tingkat
tegangan keluarannya pada saat dipicu. Tegangan keluarannya
ditunjukkan dalam Gambar 1a.

b. Multivibrator monostable (one-shot)

Disebut sebagai multivibrator monostable apabila satu tingkat tegangan


keluaran-nya (V1 dalam Gambar 1b) adalah stabil sedangkan tingkat tegangan
keluaran yang lain (V2 dalam Gambar 1b) adalah quasistable. Rangkaian
tersebut akan beristirahat pada saat tingkat tegangan keluarannya dalam
keadaan stabil sampai dipicu menjadi keadaan quasistable. Keadaan quasistable
dibentuk oleh rangkaian multivibrator untuk suatu periode T1 yang telah
ditentukan sebelum berubah kembali ke keadaan stabil. Sebagai catatan bahwa
selama periode T1 adalah tetap, waktu antara pulsa-pulsa tersebut tergantung
pada pemicu. Tegangan keluaran multivibrator ini ditunjukkan dalam gambar 1b.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
c. Multivibrator astable

Disebut sebagai multivibrator astable apabila kedua tingkat tegangan


keluaran yang dihasilkan oleh rangkaian multivibrator tersebut adalah
quasistable. Rangkaian tersebut hanya mengubah keadaan tingkat
tegangan keluarannya di antara 2 keadaan, masing-masing keadaan
memiliki periode yang tetap. Rangkaian multivibrator tersebut akan
bekerja secara bebas dan tidak lagi memerlukan pemicu. Tegangan
keluaran multivibrator ini ditunjukkan dalam Gambar 1c. Periode waktu
masing-masing level tegangan keluarannya ditentukan oleh komponen-
komponen penyusun rangkaian tersebut. Banyak metode digunakan untuk
membentuk rangkaian multivibrator astabil, di antaranya adalah dengan
menggunakan Operational Amplifier, menggunakan IC 555, atau transistor
NPN.

Gambar 1. Bentuk Gelombang Keluaran Multivibrator


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Multivibrator merupakan jenis osilator relaksasi yang sangat penting.
Rangkaian osilator ini menggunakan jaringan RC dan menghasilkan
gelombang kotak pada keluarannya.
Astabel multivibrator biasa digunakan pada penerima TV untuk
mengontrol berkas elektron pada tabung gambar. Pada komputer
rangkaian ini digunakan untuk mengembangkan pulsa waktu.
Multivibrator difungsikan sebagai piranti pemicu (trigerred device) atau
freerunning. Multivibrator pemicu memerlukan isyarat masukan atau pulsa.
Keluaran multivibrator dikontrol atau disinkronkan (sincronized) oleh
isyarat masukan. Astable multivibrator termasuk jenis free-running.
Sebuah multivibrator terdiri atas dua penguat yang digandeng secara silang.
Keluaran penguat yang satu dihubungkan dengan masukan penguat yang lain.
Karena masing-masing penguat membalik isyarat masukan, efek dari gabungan
ini adalah berupa balikan positif. Dengan adanya (positif) balikan, osilator akan
regenerative (selalu mendapatkan tambahan energi) dan menghasilkan
keluaran .
Gambar 1 memperlihatkan rangkaian multivibrator menggunakan dua buah
transitor bipolar dengan konfigurasi emitor bersama.
1 R dan 2 R memberikan tegangan panjar maju pada basis masing-masing
transistor. Kapasitor 1 C menggandeng kolektor 1 Q ke basis 2 Q .
Kapasitor 2 C menggandeng kolektor 2 Q ke basis 1 Q .
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Akibat adanya gandengan silang, satu transistor akan konduktif dan yang
lainnya cutoff. Kedua transistor secara bergantian akan hidup dan mati
sehingga keluaran diberi label Q atau Q. Ini menunjukkan bahwa keluaran
mempunyai polaritas berkebalikan.

Saat daya diberikan pada multivibrator pada gambar , satu transistor


misalnya 1 Q berkonduksi terlebih dahulu. Dengan 1 Q berkonduksi terjadi
penurunan tegangan pada 1 R dan C V menjadi berharga lebih rendah
dari CC V .
Ini mengakibatkan terjadinya tegangan ke arah negatif pada 1 C dan
tegangan basis positif 1 Q akan berkurang. Konduksi 2 Q akan berkurang
dan tegangan kolektornya akan naik ke harga CC V . Tegangan ke arah
positif dikenakan pada 2 C .

Tegangan ini akan ditambahkan pada basis 1 Q dan membuatnya lebih


berkonduksi. Proses ini berlanjut sampai 1 Q mencapai titik jenuh dan 2 Q
mencapai cutoff.

Saat tegangan keluaran masing-masing transistor mencapai kestabilan,


maka tidak terdapat tegangan balikan. 2 Q akan kembali berpanjar maju
melalui 2 R .

Konduksi pada 2 Q akan mengakibatkan penurunan pada C V . Tegangan


ke arah negatif ini akan akan diberikan pada basis 1 Q melalui 2 C .
Konduksi 1 Q menjadi berkurang. C V pada 1 Q naik ke harga CC V . Ini
akan tergandeng ke basis 2 Q melalui 1 C . Proses ini berlangsung terus
sampai 2 Q mencapai titik jenuh dan 1 Q mencapai cutoff. Tegangan
keluaran kemudian menjadi stabil dan proses akan berulang. Frekuensi
osilasi dari multivibrator ditentukan oleh konstanta waktu 2 R dan 1 C dan
3 R dan 2 C .

Nilai 2 R dan 3 R dipilih sedemikian sehingga masing-masing transistor


dapat mencapai titik jenuh. 1 C dan 2 C dipilih untuk mendapatkan
frekuensi pengoperasian yang dikehendaki.
Jika 1 C sama dengan 2 C dan 2 R sama dengan 3 R maka keluaran akan
simeteris.
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012

Sebuah multivibrator astable sederhana (atau free-running oscillator) dapat dibuat


dari inverter Schmitt trigger 74HC14 dan rangkaian RC seperti gambar 3.

Sedangkan bentuk gelombang yang dihasilkan dari rangkaian pada gambar 3


ditunjukkan pada gambar 4
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012

Nilai dari tHI dan tLO dapat dicari dari persamaan :


t HI = RC ln 1
1 - v / E
dimana :
v = Vr- - Vr- dan E = VOH - Vr-
dan
t LO = RC ln 1
1 - v / E
dimana :
v = Vr- - Vr- dan E = Vr+ - VOL

Duty Cycle adalah rasio perbandingan antara panjang gelombang kotak pada nilai HIGH
terhadap periode totalnya, dimana :

D = t HI x 100%
t HI + t LO
Sedangkan frekuensi yang dihasilkan oleh multivibrator astable tersebut adalah :
f=1
t HI + t LO
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
III. KOMPONEN
1 Pencatu daya DC
1 Papan Percobaan
1 Osiloskop 2 Chanel
2 Resistor 1 k
2 Resistor 4.7 k
2 Resistor 10 k
2 Kapasitor 0.1 F
1 Dioda IN 4007
2 Transistor BC 108B
IV. DIAGRAM RANGKAIAN
Rangkaian dasar

Gambar 4.1 Rangkaian Dasar


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Rangkaian Modifikasi

Gambar 4.2 Rangkaian Modifikasi


POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
V. LANGKAH KERJA
1. Membuat rangkaian seperti diagram 4.1 (rangkaian dasar multivibrato)
memperlihatkan bentuk gelombang keluaran, VQ1, VQ2 dan
digambarkan. Mengukur dan menghitung parameter-parameter
dibawah ini :
Waktu pulsa, t1 = 0.7 RB1.c1
Waktu interval pulsa, t2 = 0.7 RB2.c2
Waktu periode, T = t1 +t2
1
Frekuensi, =

Rasio antara t1 dan t2


Rise-time
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
2. Didisplai dan digambarkan bentuk gelombang tegangan VQ dan juga
pada tegangan base VBE.
3. Melakukan percobaan seperti pada langkah kerja 1 dan 2 untuk
diagram ranghkaian 4.2 (rangkaian modifikasi)
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
VI. DATA PERCOBAAN
Rangkaian Dasar
VQ1 : Ch1
Time/div = 0,5 time/div
Volt /div Ch1 =0,5 v/div

VQ2 : Ch2
Time/div =0,5 time/div
Volt/div Ch2 = 0,5 v/div
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
VBE1 Ch1

Time/div =0,5 time/div


Volt/div Ch1 = 0,5 v/div

VBE Ch2

Time/div =0,5 time/div


Volt/div Ch2 = 0,5 v/div
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Rangkaian Kombinasi
VQ1 Ch1
Time/div = 0,5 time/div
Volt/div Ch1 = 0,5 V/div

VQ2
Time/div =0,5 time/div
Volt/div Ch2 = 0,5 v/div
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
VBE1
Time/div =0,5 time/div
Volt/div Ch1 = 0,5 v/div

VBE2
Time/div = 0,5 T/div
Volt/div = 0,5 V/div
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
VII. ANALISA DATA

Rangkaian Dasar
Waktu Pulsa (t1) = 0,7 x RB x C1
= 0,7 x 10 k x 0,1
= 700 s
Waktu Interval Pulsa (t2) )= 0.7 2 2
= 0.7 10 0.15
= 700
Waktu periode ( T) = 1 + 1 = 700 + 700 = 1400
1 1
Frekuensi (f) = T = = 0,7 x 103 Hz
1400
1+2
Rasio antara t1 dan t2 = = 700
2

Rise time = 80 5
= 80 %(2 5)
=8

Analisa Gambar
VQ
Teori = 15 V
Praktek
Vp = 3 V
V/div = 5 v/div
V = 3 x 0,5 = 15 V
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Teori = 15 V
Praktek =
VBE1 Vp = 3 V
V/div = 5 V
V = 3x5
= 15 V

Rangkaian Kombinasi
Waktu Pulsa (t1) = 0,7 x RB x C1
= 0,7 x 10 k x 0,1
= 700 s
Waktu Interval Pulsa (t2) )= 0.7 2 2
= 0.7 10 0.15
= 700
Waktu periode ( T) = 1 + 1 = 700 + 700 = 1400
1 1
Frekuensi (f) = T = = 0,7 x 103 Hz
1400
1+2
Rasio antara t1 dan t2 = = 700
2

Rise time = 80 5
= 80 %(2 5)
=8
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
Analisa Gambar
VQ
Teori = 15 V
Praktek
Vp = 3 V
V/div = 5 v/div
V = 3 x 0,5 = 15 V

Teori = 15 V
Praktek =
VBE1 Vp = 3 V
V/div = 5 V
V = 3x5
= 15 V
POLITEKNIK NEGERI UJUNG PANDANG

LAB.PENGUKURAN
SEMESTER I
DASAR ASTABLE
PROG.STUDI TEKNIK MULTIVIBRATOR Tanggal, 5 Desember
LISTRIK 2012
VIII. KESIMPULAN

Dari Hasil praktik yang dilakukan tentang Astable Multivibrator, dapat kami
simpulkan :

Dapat membuat dan mengoprasikan rangkaian multivibrator, dan


astable multivibrator adalah rangkaian yang berisolasi sendiri tanpa
bantuan sinyal luar
Dengan melihat gelombang pada osiloskop, kita dapat menghitung
frekuensi dari rangkaian astable multivibrator
Rangkain dasar astable multivibrator umumnya bisa dimodifikasi,
salah satuny dengan menggunakan bantuan dioda, dan dioda yang
digunakan dalam percobaan kali ini adalah dioda IN 4007.
Gelombang Ch2 pada rangkaian dasar dan modifiikasi berbeda dari
Ch1, hal tersebut dikarenakan rangkaian modifikasi menggunakan
dioda yang berfungsi menyearahkan arus
Astable bekerja secara bebas, karena tidak memerlukan sinyal
input tersendiri dan memproduksi deretan gelombang siku yang
kontinyu pada output