Anda di halaman 1dari 6

9/23/2015

MANAJEMEN PROYEK
2
Desain studi kelayakan proyek, identifikasi
kesempatan usaha dan tujuan investasi

Desain studi kelayakan


Dalam studi kelayakan langkah pertama yang perlu
ditentukan adalah sejauh mana aspek-aspek yang
memepengaruhi proyek akan diteliti, kemudian
untuk masing-masing aspek tersebut dianalisa
sehingga kita bisa mempunyai gambaran kelayakan
masing-masing aspek.
Dengan demikian alat dan kerangka analisa perlu
disiapkan.

(Data sekunder, Data Primer atau kombinasi keduanya)

Studi Kelayakan Identifikasi Kesempatan Usaha


(merupakan fase pertama dalam melakukan
studi kelayakan)
Pengkajian yang bersifat menyeluruh dan membahas
segala aspek kelayakan proyek atau investasi. Tahap-tahap untuk Melakukan Proyek Investasi :
1. Identifikasi, sponsor proyek melihat adanya kesempatan
investasi yang menguntungkan. Pengamatan terhadap
lingkungan untuk memperkirakan kesempatan dan
ancaman usaha
1. Memantau 3. Pengkajian Pendahuluan 4. Kerangka Acuan 5. Studi Kelayakan 2. Perumusan, tahap menerjemahkan kesempatan investasi
Peluang kedalam suatu rencana proyek yang konkret, dengan
Pasar
faktor-faktor yang penting dijelaskan secara garis besar
Pasar Formulasi
Teknik
3. Penilaian, melakukan analisa dan menilai aspek pasar,
Teknis
Gagasan
teknik, keuangan, dan perekonomian
Jadual dan
Ekonomi
Lingkup Kerja
Biaya 4. Pemilihan, melakukan pemilihan dengan mengingat segala
2. Melihat Keperluan
Finansial Finansial
keterbatasan dan tujuan yang akan dicapai
AMDAL (PP No. 5. Implementasi, menyelesaikan proyek tersebut dengan
Sistematika Kelayakan Proyek 51 tahun 1993) tetap berpegang pada anggaran.
5

1
9/23/2015

Identifikasi Kesempatan Usaha TUJUAN KEPUTUSAN INVESTASI


Cara Identifikasi Kesempatan Usaha :
1. Mempelajari Impor TUJUAN KEPUTUSAN INVESTASI
2. Menyelidiki material lokal untuk kemungkinan eksploitasi lebih Tujuan yang paling tepat dari pengambilan keputusan untuk
3. Mempelajari ketrampilan tenaga kerja melakukan investasi adalah untuk memaksimumkan nilai pasar
4. Melakukan studi industry modal sendiri (saham).
5. Menerapkan kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dari waktu Tujuan ini menghadapi masalah-masalah operasional (terutama
ke waktu memungkinkan investor memanfaatkan sebelum pihak di negara-negara yang sedang berkembang):
lain menggunakannya (competitive advantage). (1)Tidak bisa diterapkan pada sektor publik karena tidak ada
6. Mempelajari hubungan antar industri/ pertumbuhan suatu industri pemilikan lain selain negara
hampir dipastikan akan menciptakan kesempatan bagi industi lain. (2)Sejumlah besar perusahaan pada sektor swasta tidak menjual
sahamnya ke pasar modal
7. Menilai rencana pembangunan
(3)Pengetahuan tentang bagaimana pengaruh keputusan
8. Melakukan pengamatan ditempat lain investasi terhadap nilai pasar modal sendiri masih kurang
cukup.

Karena kesulitan operasional ini, maka tujuan-tujuan


Desain Studi Kelayakan
seperti:
Tujuan Keputusan Investasi (lanjutan)
meningkatkan net present value,
memaksumumkan tingkat keuntungan dan Tujuan keputusan investasi secara
meningkatkan tingkat keuntungan operasional kemudian menjadi:
Meningkatkan net present value
Hanya dari pertimbangan
menurunkan risiko, seringkali digunakan. Memaksimumkan tingkat keuntungan
perusahaan
Meningkatkan tingkat keuntungan
dan menurunkan risiko.

Untuk itu, disini akan dipergunakan tujuan


memaksimumkan net present value dengan
Memaksimumkan net present value dari semua social cost
memperhatikan risiko yang bersedia ditanggung and benefits
oleh manajemen. Proyek dinilai dari perspektif yang lebih luas
10

INVESTASI PADA PROYEK Desain Studi Kelayakan

ASPEK STUDI KELAYAKAN


INVESTASI = PENANAMAN MODAL: Umumnya penelitian dilakukan terhadap aspek
Penggunaan Sumber yang diharapkan akan pasar, teknis, keuangan, hukum, dan
memberi imbalan yg menguntungkan di masa ekonomi negara, serta terkadang dampak
yg akan datang
sosial (jika dana yang ditanamkan cukup
besar).

12

2
9/23/2015

Desain Studi Kelayakan Desain Studi Kelayakan


Aspek teknis dan produksi, menyangkut pertanyaan tentang:
Aspek pasar dan pemasaran mempelajari tentang:
1. Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan?
2. Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal? (meminimumkan biaya
1. Permintaan, secara total atau terinci menurut daerah, produksi rata-rata atau memaksimumkan laba, fasilitas ekspansi, dsb)
jenis konsumen, perusahaan besar pemakai, proyeksi 3. Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat?
permintaan 4. Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat? (umur
ekonomis dan fasilitas pelayanan jika terjadi kerusakan)
2. Penawaran, dalam negeri dan impor, perkembangan di
5. Apakah perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah
masa lalu dan perkiraan di masa datang, faktor yang dilakukan? (termasuk material handling, suplai bahan pembantu, kontrol
mempengaruhi penawaran kualitas).
3. Harga, perbandingan dengan barang impor, produksi 6. Apakah telah disiapkan kemungkinan penanganan terhadap limbah
dalam negeri lain, kecenderungan perubahan harga dan produksi?
polanya 7. Apakah tata letak yang diusulkan dari fasilitas produksi cukup baik?
8. Bagaimana dengan pemilihan lokasi dan site produksi?
4. Program pemasaran, strategi pemasaran (marketing mix), 9. Apakah skedul kerja telah dibuat dengan cukup realistis?
siklus kehidupan produk 10. Apakah teknologi yang akan digunakan bisa diterima dari pandangan
5. Perkiraan penjualan dan market share yang bisa dikuasai. sosial?
13 14

Desain Studi Kelayakan Desain Studi Kelayakan

Aspek keuangan mempelajari berbagai faktor penting: Aspek manajemen mempelajari tentang:
1. Manajemen dalam masa pembangunan proyek. Siapa pelaksana
1. Dana yang diperlukan untuk investasi, untuk aktiva tetap maupun proyek, bagaimana jadwal penyelesaian proyek, siapa yang melakukan
modal kerja studi masing-masing aspek: pemasaran, teknis, dan lain sebagainya
2. Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakan 2. Manajemen dalam operasi. Bentuk organisasi/badan usaha yang
3. Taksiran penghasilan, biaya, dan rugi/laba pada berbagai tingkat dipilih. Struktur organisasi, deskripsi jabatan, dan spesifikasi jabatan.
operasi, serta estimasi tentang break event proyek Anggota direksi dan tenaga-tenaga kunci. Jumlah tenaga kerja yang
4. Manfaat dan biaya dalam artian finansial, seperti rate of return on akan digunakan.
investment, net present value, internal rate of return, profitability index,
dan payback period. Estimasi terhadap risiko proyek (total dan Aspek hukum mempelajari tentang:
sistematis)
5. Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan 1. Bentuk badan hukum yang akan dipergunakan
proyeksi sumber dan penggunaan dana. 2. Jaminan-jaminan yang bisa disediakan kalau akan menggunakan
sumber dana yang berupa pinjaman
3. Berbagai akta, sertifikat, ijin yang diperlukan, dsb.

15 16

Desain Studi Kelayakan Desain Studi Kelayakan

Aspek ekonomi dan sosial, meliputi penelitian tentang: ALAT DAN KERANGKA ANALISA
Analisa aspek pasar dan pemasaran:
metode ekstrapolasi mekanis (noncausal method),
1. Pengaruh proyek tsb terhadap peningkatan penghasilan
negara metode ekonometri (tentang hubungan antar-variabel), dan
metode-metode lain (metode judgement, metode koefisien teknis).
2. Pengaruh proyek tsb terhadap devisa yang bisa dihemat
dan bisa diperoleh
Survei khusus yang mungkin harus dilakukan tentang consumer behavior:
3. Penambahan kesempatan kerja
1. Perilaku konsumsi 5. Kepuasaan thd. produk saat ini
4. Pemerataan kesempatan kerja
2. Pengetahuan produk 6. Kebutuhan yg belum terpenuhi
5. Bagaimana pengaruh proyek terhadap industri lain 3. Keinginan dan rencana pembelian 7. Sikap terhadap produk
6. Aspek yang bersifat sosial. 4. Motif pembelian 8. Karakteristik sosial ekonomi.

Analisa pasar penting untuk memperkirakan berapa penjualan yang bisa dicapai
oleh perusahaan.
17 18

3
9/23/2015

Desain Studi Kelayakan


Desain Studi Kelayakan

ALAT DAN KERANGKA ANALISA ALAT DAN KERANGKA ANALISA

Analisa aspek teknik dan produksi, dilakukan oleh mereka yang menguasai Analisa aspek keuangan dengan menggunakan alat berikut:
pengetahuan teknis dan manajemennya (resource persons), Metode penilaian investasi
menyangkut: Metode penentuan kebutuhan dana, baik modal kerja maupun aktiva
Analisa perilaku biaya (identifikasi fungsi biaya) tetap
Metode pemilihan sumber dana (modal keseluruhan perusahaan.
Analisa perbandingan biaya (memilih alternatif produksi yang lebih baik) Analisis rentabilitas ekonomi, rentabilitas modal sendiri, pertimbangan
Analisa penggantian aktiva dan penyediaan mesin aspek likuiditas)
Metode transportasi (menentukan lokas gudang) Analisa break event, linear maupun nonlinear
Pemilihan lokasi dengan metode scoring atau perbandingan biaya Proyek aliran kas (anggaran kas) untuk memperkirakan kemampuan
memenuhi kewajiban finansial
Analisa hubungan link analysis untuk mengatur tata letak fasilitas
produksi Analisa sumber dan penggunaan dana
Analisa risiko investasi (dihubungkan dengan penilaian profitabilitas
Time and motion study untuk pengaturan skedul kerja. investasi).

19 20

Desain Studi Kelayakan Desain Studi Kelayakan

ALAT DAN KERANGKA ANALISA DATA DAN SUMBER DATA


Analisa aspek manajemen: Jenis data:
Analisa jabatan: menentukan deskripsi dan spesifikasi jabatan Primer
Analisa beban kerja dan angkatan kerja: menentukan kebutuhan akan Sekunder
jumlah tenaga kerja
Analisa struktur organisasi: menentukan kedalaman, dasar Data sekunder umumnya dalam bentuk:
pengelompokan kegiatan dan hubungan antar departemen. Berbagai publikasi dari Biro Pusat Statistik (BPS) atau Kantor Statistik
Daerah: statistik ekspor, impor, indikator ekonomi, statistical year book
Analisa manfaat ekonomi dan sosial: of Indonesia
Melakukan penyesuaian terhadap manfaat komersial (finansial) Publikasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (Daerah) atau
Analisa manfaat dan pengorbanan sosial. BKPM(D): prioritas kesempatan usaha (Daftar skala prioritas)
Publikasi Bank Indonesia
Publikasi dari asosiasi industri
Publikasi dari lembaga penelitian.

21 22

KELAYAKAN ...IPERTAMBANGAN DI INDONESIA


PENGELOLAAN SUMBER DAYA MINERBA

Tersedia teknologi
pertambangan;
metoda dan
peralatan (loosening,
loading, hauling)
TEKNIS

Tersedia teknologi
pengelolaan
lingkungan dan
Memadai; efluent memenuhi
baku mutu
volume, kualitas, ha Layak ? lingkungan.
rga, pasar/
pasar/dibutuhk
an
EKONOMI
LINGKUNGAN

23

4
9/23/2015

MINERAL
CADANGAN MINERAL DAN BATUBARA CADANGAN MINERAL DAN BATUBARA
BATUBARA Cadangan Batubara Indonesia hanya
0,6% cadangan dunia

Indonesia :
5%

Indonesia :
6%

Cadangan dunia
Nickel World Reserve (%)
Sumber : http://americanresources.org
TOTAL TOTAL
SUMBER DAYA CADANGAN
119,4 Milyar Ton* 28,9 Milyar Ton

Very High ( > 7.100 kal/gr ) : 1,49%


High ( 6.100 7.100 kal/gr ) : 7,77%
Medium ( 5.100 6.100 kal/gr) : 61,81%
Low ( < 5.100 kal/gr ) : 28,94%
Indonesia Sumber : Statistical Review of World Energy 2013,
Sumber : seekingalpha.com Sumber : Badan Geologi, 2012 BP
: 5%

25 26

FAKTOR PERTIMBANGAN INVESTASI PADA


PROYEK

1. MODAL YG DITANAM

2. BIAYA (Cost of the project)

3. MANFAAT (Benefit):
* Jangka Pendek
* Jangka Panjang

4. JANGKA WAKTU / UMUR EKONOMIS (Economics Life)

5
9/23/2015

UKURAN / KRITERIA dlm ANALISA RENCANA ALAT ANALISA


INVESTASI pd PROYEK UNDISCOUNTED - CRITERION
1. Membandingkan keuntungan dg tkt bunga yang berlaku :
1. UNDISCOUNTED - CRITERION: MEC (Marginal Efficiency of Capital) dan I (interest
berapa nilai investasi saat ini (present value) rate), Jika:
diukur dg nilai uang saat ini, tdk mempersoalkan MEC lebih dari 1 rencana dpt diteruskan.
apa yg diperoleh di waktu yg akan datang MEC kurang dari 1 rencana ditolak.
MEC = 1 tercapai Break Event Point.
2. DISCOUNTED CRITERION:
* Mempertimbangkan keuntungan saat ini & 2. Ranking by inspection : titik berat pd selisih antara gross
dikemudian hari benefit (benefit kotor) dg biaya operasi & pemeliharaan
* Semua biaya (cost) & manfaat (benefit) diukur dg
nilai uang saat ini, & mendiscount nilai dikemudian
hari dg suatu discount factor, misalnya : tingkat 3. Payback period: didasarkan pd pelunasan biaya investasi
bunga oleh net benefit (benefit bersih)

ALAT ANALISA
DISCOUNTED - CRITERION Contoh

1. Bila B/C lebih dari 1


maka dpt dilaksanakan

2. Bila B/C kurang dari 1


maka ditolak

3. Bila B/C = 1 maka


tercapai break event